cover
Contact Name
patmawati
Contact Email
lppm@mail.unasman.ac.id
Phone
+6285242695485
Journal Mail Official
lppm@mail.unasman.ac.id
Editorial Address
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Gedung Fakultas AgamaIslam Universitas Al Asyariah Mandar Telp./Fax (0428) 21038
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam
ISSN : 25415212     EISSN : 25415220     DOI : http://dx.doi.org/10.35329/jalif.v6i2
Core Subject : Religion,
Hukum Ekonomi Syariah, dan Sosial Budaya Islam J-Alif. Adalah jurnal Fakulatas Agama Islam Universitas Al Asy’ariah Mandar. Terbit berkala Enam bulan sekali (Semester). Sebagai wahana komunikasi insan akademik dalam bidang Sosial Keagamaan dan Budaya Islam
Articles 123 Documents
AHLU RA’YI WA AHLU RIWAYAH Bugman T, Andi Aco
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 6, No 2 (2021): J-Alif, Volume 6, Nomor 2, Nopember 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.544 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v6i2.2734

Abstract

Ahlu Ra’yi Wa Ahlu Riwayah (suatu kajian Fiqhi) perkembangan hukum Islam masa Nabi, Sahabat, Tabiin terdapat hal yang sangat mendasar yang di jadikan sandaran hukum. Dalam mengistimbatkan hukum, dasar mereka adalah al-Qur’an dan Sunnah. Bahkan Rasullullah pernah berpesan agar umat-Nya senangtiasa berpegang teguh kepada kedua sumber hukum tersebut. Hal ini dapat di jadikan sebagai penunjang agar umat Islam tidak sesat. Ahlu ra’yi dan ahlu riwayah merupakan ulama Fiqhi. Keduanya mengistimbatkan hukum yang jelas statusnya. Perbedaan keduanya Nampak jika ahlu ra’yi mengutamakan akal oikran mereka tetapi tidak mengabaikan al-Qur’an dan Sunnah. Sementara ahlu riwayah mengutamakan dalil Naqli dan sunnah rasul sebagai sandaran hukum. Ahlu ra’yi menggunakan akal pikiran mengingat kondisi tempat begitu jauh dari kota madinah sebagai pusat kekuatan Islam. Ahli fukaha disana banyak menemukan masalah baru yang mereka tidak jumpai pada zama rasullullah, sahabat dan tabiin. Dan tempat mereka begitu maju tempat berkembangnya kerajaan islam yaitu Bani Abbasiyah. Sementara ahlu riwayah mengutamakan nash-nash al-Qur’an sudah Qat’I dan mengunakan riwayat yang marfu, ijma dan qiyas
PENGARUH PROGRAM DANA BERGULIR MELALUI UNIT PENGELOLA KEUANGAN TERHADAP PENDAPATAN DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN DALAM PERSPEKTIFKAJIAN EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS PADA KELOMPOK USAHA PEREMPUAN KECAMATAN MAPILLI KABUPATEN POLEWALI MANDAR) Muhammad Alwi
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 4, No 2 (2019): J-Alif, Volume 4 , Nomor 2, Nopember 2019
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.693 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v4i2.408

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang pengaruh program dana bergulir melalui unit pengelolaan keuangan terhadap pendapatan dan jiwa kewirausahaan dalam perspektif kajian ekonomi Islam. Dalam penelitian tersebut yang menjadi sasaran wawancara ialah para kelompok perempuan yang telah tergabung dalam daftar nama-nama kelompok simpan pinjam khusus perempuan unit pengelola keuangan di Kecamatan Mapilli. Dari penelitian ini, yang ingin dicapai ialah untuk mengetahui pelaksanaan dan efektifitas dari program dana bergulir, setelah itu kemudian dikaji dalam perspektif ekonomi Islam.  Sebanyak 118 kelompok dan 1416 pemanfaat menjadi populasi dalam penelitian ini. dan tekhnik yang digunakan oleh peneliti ialah probability sampling sebagai pengambilan sampel yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Selanjutnya menggunakan tekhnik simple random sampling yang berfungsi untuk pengambilan anggota sampel yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata, selanjutnya tekhnik cluster sampling yang memiliki fungsi sebagai tekhnik penggunaan atas sampel daerah yang mencoba untuk diteliti. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa program dana bergulir ini telah efektif di masyarakat berdasarkan metode wawancara, pengamatan, dan dokumentasi yang dikumpulkan oleh peneliti. Dari segi pendapatan dan jiwa kewirausahaan juga telah terlihat diruang lingkup simpan pinjam khusus perempuan. Dan bunga yang dimaksud juga tidak bisa dikategorikan sebagai riba sebab para pegawai unit pengelola keuangan melakukan inisiatif pemungutan guna untuk kemaslahatan peminjam dan masyarakat pada umumnya. Dalam penelitian ini masyarakat atau kelompok perempuan dan pengelola meyebutkan bunga yang diambil dari simpan pinjam tersebut. Hal itu telah dikenal sangat dalam di internal para penggunanya, namun sebenarnya sistem simpan pinjam pada penelitian ini lebih dekat dengan istilah tabarru’ atau tolong menolong.
PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK. UNIT POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Alwi, Muh; Ahmad, Anzar
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 5, No 2 (2020): J-Alif, Volume 5, Nomor 2, Nopember 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.256 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v5i2.1858

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Penyelesaian Kredit Bermasalah Pada PT. BANK RAKYAT INDONESIA maka yang menjadi Tujuan”Penelitian ini adalah untuk mengetahui”penyebab terjadinya kredit”macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Polewali, dan untuk mengetahui bagaimana cara yang dilakukan pihak bank dalam menyelesaikan kredit bermasalah pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. unit Polewali. Jenis penelitian”ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah pihak bank dalam hal ini kepala unit dan mantri bank BRI unit Polewali, nasabah kredit yang bermasalah. Selanjutnya metode pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyebab kredit bermasalah di bank BRI unit Polewali di karenakan kendala usaha, penyalagunaan kredit, karakter nasabah yang buruk, nasabah sudah tidak ada di tempat, dan perceraian menyebabkan kreditnya menjadi bermasalah. Proses”yang dilakukan PT. Bank BRI Unit Polewali dalam menyelesaikan kredit bermasalah antara lain dengan cara 1) Jika tanggal jatuh tempo pembayaran sudah melewati batas waktu yang diberikan, maka pihak bank akan melakukan proses penagihan. 2) Selama proses penagihan apabila pihak nasabah mengalami kesulitan dalam membayar kredit tetapi memiliki kemauan untuk membayar kreditnya dan mempunyai itikad baik, maka akan dilakukan Restrukturisasi kredit bermasalah. 3) Apabila setelah proses penagihan dan nasabah tidak mempunyai prospek usaha, usahanya sudah tidak ada, dan tidak mempunyai itikad baik, maka pihak bank akan segera mengirimkan surat peringatan. 4) Surat peringatan akan dikirimkan sebanyak 3 kali. Jika surat belum bisa diindahkan oleh pihak debitur, maka proses selanjutnya iyalah melalui. 5) gugatan sederhana yang menuju pada penjualan agunan.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PINJAMAN DANA PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PETANI KECIL (STUDI DESA GATTUNGAN KECAMATAN CAMPALAGIAN KABUPATEN POLEWALI PANDAR) Saifuddin Saifuddin
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 2, No 2 (2017): J-Alif Volume 2, Nomor 2, Nopember 2017
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.919 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v2i2.441

Abstract

Pemerintah menyediakan alokasi dana pertanian  untuk kesejahteraan petani dalam pengelolaan usahanya. Sedangkan yang memfasilitasi kendala/pemecahan yang dihadapi petani dari berbagai kelompok tani yaitu Gapoktan (gabungan kelompok tani). Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana praktek dari pinjaman dana program pemberdayaan ekonomi masyarakat terhadap hasil pertanian, dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pinjaman dana tersebut. Penelitian ini adalah penelitian lapangan terhadap masyarakat petani yang tergabung dalam kelompok tani dan melakukan pinjaman untuk keperluan usaha taninya. Penelitian ini merupakan penelitian kuatatif, Populasi dan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling, Pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi, angket, wawancara, dan pustaka. Setelah data terkumpul, penulis menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Berdasarkan hasil peneltian menunjukkan bahwa praktek pinjaman dana  program pemberdayaan ekonomi terhadap masyarakat petani kecil, pinjaman sangat membantu petani karena digunakan sebagai modal  untuk membiayai usahanya baik untuk pengelolaan pertanian maupun membuka lahan pertanian baru. Sedangkan pengembalian modal/dana beserta bunga dikembalikan setelah masa panen tiba, bunganya hanya berlaku sekali dan sangat rendah . Praktek pinjaman dana menurut hukum Islam yaitu boleh (mubah) karena sudah sesuai atau tidak menyimpang dari perjanjian yang telah disepakati, serta pengambilan keuntungan tidak mengandung unsur penipuan, manipulasi, eksploitasi dan kezhaliman.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM JUAL BELI PULSA TOKEN LISTRIK (STUDI PADA PLN ULP POLEWALI) Suardi Kaco; Sapri Sapri
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 5, No 1 (2020): J-Alif, Volume 5, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.354 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v5i1.1786

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah konsumen akan mendapatkan kWh yang tidak sama dengan harga nominal uang yang dikeluarkan. Misalnya, konsumen membeli pulsa token listrik senilai Rp. 50.000,00 maka kita hanya akan mendapatkan 33,70 kWh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana sistem jual beli pulsa token listrik  di PLN ULP Polewali. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap sistem jual beli pulsa token listrik di PLN ULP Polewali. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan studi kasus yaitu suatu penelitian yang dilakukan di lapangan atau lokasi penelitian, suatu tempat yang terpilih sebagai lokasi untuk menyelidiki gejalah objektif yang terjadi di lokasi tersebut. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yaitu sumber data yang diperoleh langsung dari karyawan PLN ULP Polewali, pihak penjual serta pembeli dan sumber data sekunder yaitu sumber data yang diperoleh dari catatan dan buku-buku yang terkait dengan permasalahan yang penulis kaji. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapat dalam penelitian ini adalah praktik jual beli pulsa token listrik ini harga uang yang dikeluarkan tidak sama dengan kWh yang kita dapat. Praktik seperti ini tidak termasuk riba karena pulsa token listrik bukanlah mata uang rupiah, meskipun satuannya rupiah, sehingga tidak harus diperjual belikan secara tamatsul (dengan nilai yang sama). Hal ini dinyatakan sah dan diperbolehkan, karena  terpenuhinya rukun dan syarat jual beli serta tidak bertentangan dengan hukum Islam
SISTEM BAGI HASIL ANTARA PEMILIK DAN PENGGARAP KEBUN KAKAO DALAM PERSPEKTIF ISLAM : STUDI KASUS DESA DUAMPANUA Rahmat Rahmat; Saifuddin Saifuddin; Abd. Hamid Abd. Hamid
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 7, No 1 (2022): J-Alif, Volume 7, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v7i1.2866

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem bagi hasil antar pemilik dan penggarap kebun kakao di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi dan mengetahui bagaimana pandangan hukum Islam terhadap sistem bagi hasil antara pemilik dan penggarap kebun kakao di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini di lakukan di Desa Duampanua Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari buku-buku yang berhubungan dengan penelitian ini. Metode pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. teknik analisis dan pengolahan data menggunakan pemerikasaan secara sistematis dan analisis data disesuaikan dengan kajian penelitian. Sedangkan pengujian keabsahan data menggunakan perpanjangan pengamatan dan triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Praktek muzara’ah yang ada di Desa Duampanua Kecamatan Anreapi pada dasarnya sudah ada sejak dahulu. Pelaksanaan muzara’ah sendiri pemilik lahan akan menyiapakan lahan yang kemudian akan di garap oleh orang lain dengan ketentuan pembagian akad yang telah disepakati bersama. Adapun pandangan hukum Islam terhadap praktek muzara’ah yang terjadi di dilihat dari beberapa sudut pandang yaitu salah satunya ada yang mengatakan jika praktek yang dilakukan selama tidak menyalahi aturan yang ada dan akad yang telah disepakati maka sistem bagi hasil tersebut sah dan boleh dilakukan.
IMPLEMENTASI BANTUAN UMKM TERHADAP PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID-19 STUDY KASUS DESA BAKKA-BAKKA KECAMATAN WONOMULYO KABUPATEN POLEWALI MANDAR Suardi Kaco; M. Ariyansah Fatkhurohman; Saifuddin Saifuddin
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 7, No 1 (2022): J-Alif, Volume 7, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v7i1.2896

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1) Di masa pandemi Covid19, bagaimana mekanisme pengelolaan bantuan kepada usaha kecil, menengah dan mikro di Desa Bakkabakka, Kecamatan Wonomulyo?. 2). Selama masa pandemi Covid19, bagaimana Desa Bakkabakka di Kabupaten Wonomulyo melaksanakan pendampingan ( implementasi ) kepada usaha kecil, menengah dan mikro untuk meningkatkan perekonomian masyarakat?Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif karena data yang akan disajikan dalam proposal ini bersifat lisan, bukan numerik. Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitian dilakukan dalam kondisi alamiah. Jenis penelitiannya adalah penelitian lapangan karena dilakukan oleh desa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis, yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data faktual dan menggambarkannya secara menyeluruh serta melakukan penelitian berdasarkan masalah yang akan dipecahkan. Mengenai pertimbangan peneliti yang menggunakan metode kualitatif, yaitu pertama peneliti memperkenalkan secara langsung sifat hubungan antara peneliti yang juga diteliti agar lebih efektif dan efisien. Kedua, data yang disajikan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi mendalam, wawancara, dan analisis dokumen dan fakta, kemudian dapat ditarik kesimpulan darinya. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada bagaimana pelaksanaan pendampingan UMKM untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pada masa pandemi COVID-19 di Desa Bakka-bakka Kecamatan Wonomulyo.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) peneliti menyimpulkan bahwa mekanisme pendampingan UMKM masih belum sepenuhnya sesuai dengan peraturan pemerintah pusat. Karena kami masih menemukan beberapa masalah dan melanggar aturan yang telah ditetapkan, misalnya masih ada penerima yang tidak memiliki bisnis, dan instansi terkait tampaknya saling melalaikan tanggung jawab. Meski ada yang sesuai dan tepat sasaran, namun tetap saja dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan dana bantuan yang disalurkan kepada masyarakat. 2). observasi peneliti kemudian memetakan jenis penerima dan sebaran data ke tiga bagian, yakni peserta usaha kecil, menengah, dan mikro yang menerima bantuan selama pandemi dan digunakan untuk mendanai usahanya. Covid19, peserta usaha kecil, menengah dan mikro menyisihkan dana bantuan untuk kebutuhan sehari-hari di luar ketentuan. Keputusan dan harapan pemerintah, dan mereka yang tidak memiliki usaha dan membelanjakan dana bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melihat hal tersebut tentunya kita akan sampai pada kesimpulan bahwa pendampingan UKM di masa pandemi masih belum efektif dan efisien dalam meningkatkan perekonomian masyarakat atau mengembangkan usaha UKM di masyarakat selama masa pandemi. Hal ini dikarenakan pemerintah belum melakukan pengawasan atau pembinaan terhadap penyaluran dana bantuan untuk usaha kecil, menengah dan mikro, apalagi dana bantuan yang jumlahnya relatif kecil untuk meningkatkan dana perusahaan, diperkirakan akan meningkat secara signifikan, apalagi peningkatan yang cukup besar. Dengan cara ini modal bisa kembali. Hanya saja terkadang Anda masih melewatkannya dalam pembelian sehari-hari Anda. Namun, meski harapan peningkatan perekonomian jauh dari harapan pemerintah, masyarakat merasakan dampak bantuan tersebut untuk mengurangi bebannya di masa pandemi.Implikasi pada penelitian ini adalah : 1). Pemerintah KEMEN-KUKM dan Dinas Kabupaten,  peneliti berharap pemerintah mengeluarkan regulasi yang lebih ketat lagi terhadap penyeleksian penerima bantuan modal usaha semacam ini, dan menaikkan jumlah bantuan yang disalurkan diserati dengan pengawasan dan pembimbingan kepada pelaku UMKM.. peneliti berharap pemerintah  mampu menekan gerak dari oknum-oknum nakal yang kemudian akan menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. 2). Koperasi Mekar; peneliti mengharap koperasi Mekar lebih selektif lagi dalam mengusulkan nama-nama penerima bantuan yang diambil dari anggotanya, walaupun peneliti berasumsi hal ini dilakukan Mekar untuk mendongkrak semangat para anggotanya untuk melakukan usaha atau sekedar membantu perekonomian para anggotanya, 3)Pihak Desa; peneliti berharap agar kiranya pihak desa lebih memperketat surat izin usaha yang akan dikeluarkan untuk masyarakat, atau surat-surat lainnya yang berkenaan dengan dana bantuan, guna memaksimalkan serta mencapai tujuan bantuan tersebut disalurkan, 4)  Masyarakat, masyarakat disini adalah semua pihak yang telah mendaftarkan namanya sebagai calon penerima atau penerima bantuan UMKM. Penulis berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan tujuan bantuan sehingga calon penerima benar-benar memiliki peluang lebih untuk mengembangkan Usahanya. Selain itu, bagi penerima bantuan dianjurkan untuk menggunakan dana hibah dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan peruntukan bantuan.
PERAN USAHA RUMAHAN TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID-19 : STUDI KASUS DESA BATU Sidra Almuntaha; Muhammad Nuzur; Andi Sudarmin Azis
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 7, No 1 (2022): J-Alif, Volume 7, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v7i1.2867

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui peran usaha rumahan terhadap kesejahteraan masyarakat di masa pandemi Covid-19, 2) Untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat usaha rumahan di masa pandemi Covid-19, 3) Untuk mengetahui bagaimana strategi usaha rumahan dalam mempertahankan usahanya di masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian Field Research kualitatif, yang artinya prosedur temuannya tidak diperoleh melalui data statistik atau bentuk hitungan lainnya, penelitian ini menghasilkan kata-kata tertulis atau lisan dari perilaku manusia yang diamati, penelitian ini termasuk penelitian lapangan yaitu mengumpulkan data di tempat terjadiya fenomena yang diteliti. Lokasi penelitian bertempat di Desa Batu, Kecamatan Tapango. Sumber data penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Tehnik pengolahan dan analisis data melalui 3 (tiga) cara yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data.  Pengujian keabsahan data menggunakan kredibilitas dengan tehnik pemeriksaan berupa trigulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran usaha rumahan dalam mensejahterakan masyarakat di masa pandemi covid-19 sangat memiliki peran penting untuk menunjang perekonomian pelaku usaha rumahan. Namun situasi pandemi covid-19 saat ini sama sekali tidak berpengaruh pada aktivitas produksi pada usaha rumahan yang ada di Desa Batu terbukti penjualan produk usaha rumahan kareppe dan tempe tetap sama sebelum dan saat pandemi Covid-19. Implikasi pada penelitian ini adalah menghimbau kepada masyarakat pemilik dan pekerja pada usaha rumahan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan akvitasnya mengingat situasi pandemi Covid-19 saat ini dan juga kepada pemerintah setempat agar lebih mendukung kegiatan usaha rumahan seperti ini demi kesejahteraan masyarakat.
KONSEPSI KETUHANAN DALAM DISKURSUS TEOLOGI ISLAM Muhammad Adam; Muhammad Alwi; M. Ilham
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 7, No 1 (2022): J-Alif, Volume 7, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v7i1.2880

Abstract

Artikel ini membahas tentang konsepsi ketuhanan dalam diskursus teologi Islam. Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu untuk mengetahui aliran dalam teologi Islam khususnya Mu’tazila, Asyariyah dan Maturiyah dan apa menjadi topik perdebatan aspek ke-Tuhanan dalam teologi Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik studi pustaka digunakan dalam proses pengumpulan data, yaitu berbagai bentuk informasi dan referensi terkait isu yang diangkat. Hasil kajian menunjukkan bahwa aliran teologi Islam secara garis besar terbagi dalam tiga aliran yaitu Mu’tazilah, Asy’ariyah dan Maturudiyah dimana pemikiran teologis Mu’tazilah bersumber pada 5 hal pokok yang disebut al-Usul al-Khamsah, yaitu: Tauhid, Al-’Adl (Keadilan), Al-Wa’d wa al-Wa’id (Janji dan Ancaman), Al-Manzilah baina al-Manzilatain (Tempat di Antara Dua Tempat), Al-Amru bi al-Ma’ruf wa al-Nahyu ‘an al- Munkar (Menyuruh Kebaikan dan Melarang Keburukan), sementara  aliran teologi Al Asyariah dan Muturidiyah hampir memiliki kesamaan seputar Tentang sifat Allah, Asyari membedakan antara dzatullah dan sifatullah, Kalamullah atau al-Qur’an itu bersifat qadim, Allah SWT akan dapat dilihat di akhirat dengan mata kepala karena Allah mempunyai wujud, Pebuatan-perbuatan manusia diciptakan oleh Allah SWT, mengenai antropomorfisme, al-Asy’ari berpendapat bahwa Allah SWT mempunyai mata, muka, tangan dan sebagainya seperti disebut di dalam al-Qur’an, Orang mukmin yang berdosa besar tetap dianggap mukmin selama ia masih beriman kepada Allah SWT dan Rosul-Nya dan Allah SWT adalah pencipta seluruh alam. Dia memiliki kehendak mutlak terhadap ciptaan-Nya. Adapun perdebatan aspek ke-Tuhanan dalam teologi Islam terkait dengan sifat Tuhan, kaum Mu`tazilah berpendapat bahwa Allah itu qadim, qadim adalah sifat khusus bagi zat-Nya.  Mereka mengatakan bahwa Allah Maha Mengetahui dengan zat-Nya, bukan dengan pengetahuan, kekuasaan dan kehidupan, karena semua ini adalah sifat sedangkan sifat adalah sesuatu di luar zat. Karena kalau sifat berada pada zat yang qadim, sedang sifat qadim adalah sifat yang lebih khusus, niscaya akan terjadi dualisme yakni zat dan sifat. Sedangkan kaum Asy`ariyah, berpendapat bahwa Tuhan mempunyai sifat. Mustahil Tuhan mengetahui dengan zat-Nya, karena dengan demikian zat-Nya adalah pengetahuan dan Tuhan sendiri adalah pengetahuan. Tuhan bukan pengetahuan (`ilm) tetapi sang Mengetahui (`alim). Keadilan Tuhan, menurut Asy`ariyah, Tuhan berkusa mutlak dan tak ada satupun yang wajib bagi-Nya. Tuhan berbuat sekehendak-Nya, sehingga memasukkan seluruh manusia ke dalam surga bukanlah Tuhan bersifat tidak adil dan jika memasukkan seluruh manusia ke dalam neraka tidaklah Tuhan bersifat dzalim. Sedangkan paham keadilan bagi kaum Mu`tazilah mengandung arti kewajiban-kewajiban yang harus dihormati Tuhan. Tentang kekuasaan dan kehendak Mutlat Tuhan, Mu'tazilah berpendapat bahwa Kekuasaan mutlak Tuhan telah dibatasi oleh kebebasan yang telah diberikan kepada manusia dalam menentukan kemauan dan perbuatan. sedangkan Asy`ari mengatakan bahwa Tuhan tidak tunduk kepada siapapun, di atas Tuhan tidak ada satu zat lain yang dapat membuat hukum dan dapat menentukan apa yang boleh dibuat dan apa yang tidak boleh dibuat Tuhan. Tuhan bersifat absolut dalam kehendak dan kekuasaan-Nya.
EFEKTIFITAS PENYALURAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA PAKU, KECAMATAN BINUANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR Muh. Yusril; Rahma Muin; Baharuddin Baharuddin
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 7, No 1 (2022): J-Alif, Volume 7, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v7i1.2883

Abstract

Penelitian ini berjudul efektivitas penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat  di Desa Paku Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriftif karena peneliti gambaran keterangan yang lebih akurat dan mendalam berkaitan permaslahan yang dikaji. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efektivitas penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di Desa Paku Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar sudah terlaksana dengan baik, dapat dilihat berdasarkan tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi. Sehingga dalam penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di Desa Paku Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar sudah berjalan dengan efektif. Adapun peningkatan kesejahteraan masyarakat setelah penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di Desa Paku Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar yakni mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga penerima manfaat (KPM), dimana sudah terlaksana dengan baik. Sehingga peningkatan kesehjahteraan masyarakat setelah penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di Desa Paku Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar sudah berjalan dengan efektif. Saran penelitian ini yakni terkait perlunya sosialisasi dan edukasi oleh pihak terkait agar keluarga penerima manfaat (KPM) mengetahui jumlah uang yang masuk kesaldo rekeningnya dan harga bahan pangan yang disalurkan di e-warung (elektronik warung).

Page 8 of 13 | Total Record : 123