cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023" : 29 Documents clear
Parenting Feeding Style dan Stunting pada Anak : Literature Review: Parenting Feeding Style and Child’s Stunting : Literature Review Lastyana, Wiwin; Rahmiati, Baiq Fitria; Naktiany, Wayan Canny; Soleha , Novia Zuriatun; Jauhari , M Thonthowi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3083

Abstract

Latar belakang: Stunting menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius dan prevalensinya tetap tinggi khususnya di negara berkembang. Stunting disebabkan kekurangan asupan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang merupakan masa kritis. Sekitar 37% (9 Juta) anak Indonesia mengalami stunting, hal ini terjadi di seluruh wilayah dan lintas kelompok pendapatan. K. Masalah stunting merupakan masalah besar bagi Indonesia, karena pertumbuhan yang terganggu pada anak stunting bukan hanya pertumbuhan fisiknya saja tapi juga pertumbuhan otaknya. Stunting juga dikaitkan dengan praktik pemberian makan orang tua, di mana orang tua-ke-anak makan menentukan perilaku makan anak dan penambahan berat badan. Tujuan: Makalah ini menyajikan ikhtisar untuk memberi pembaca pembaruan literatur tentang hubungan antara pengaruh orang tua (pengasuhan umum dan praktik pengasuhan makanan) dan hasil terkait status gizi anak. Metode: Tinjauan penelitian sistematis mengikuti pedoman PRISMA dilakukan untuk mengidentifikasi, mendiskusikan, dan mengintegrasikan penelitian terbaru yang menyelidiki hubungan antara gaya pengasuhan dan stunting. Ini pertama merangkum bukti mengenai peran praktik pengasuhan makanan dalam membentuk dan mempertahankan status gizi dan berat badan anak-anak. Kemudian menjelaskan bukti empiris tentang hubungan antara pola asuh umum dan stunting pada anak. Hasil: Enam database elektronik dicari menggunakan bahasa standar untuk mengidentifikasi studi kuantitatif yang menggambarkan hubungan gaya pengasuhan umum dengan obesitas anak usia 3-5 tahun. Artikel jurnal peer-review yang memenuhi syarat yang diterbitkan antara 2020 dan 2022 disertakan. Sebelas studi memenuhi kriteria inklusi. Beberapa penelitian berfokus pada pemberian makan secara umum. Sebagian besar penelitian berfokus pada pengendalian praktik pengasuhan makanan dan gaya pengasuhan umum. Kesimpulan: Pola asuh yang dapat diterapkan kepada anak usia dibawah 24 bulan sebagai pencegahan stunting adalah pola asuh campuran/mixed parenting style, karena tidak ditemukan pola asuh spesifik yang baik dalam seluruh aspek pertumbuhan dan perkembangan baduta. Namun pola asuh mixed parenting semisal parenting demokratif dengan authoritative menjadi pilihan yang bijak dalam seluruh aspek pertumbuhan dan perkembangan balita dalam hal pencegahan stunting.
Perbedaan Tingkat Literasi Kesehatan Reproduksi Siswi yang Mengikuti dan yang tidak Mengikuti Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) : Differences in Levels of Reproductive Health Literacy of Students who Follow and who Are not Following Youth Information and Counseling Centers (PIK-R) Syahira, Pahmi; Yusuf, Wardiati; Agustina; Septiani, Riza
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3485

Abstract

Latar belakang: Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-Remaja) merupakan wadah kegiatan program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang dijalankan dari, oleh dan untuk remaja untuk memberikan informasi dan penyuluhan kesehatan reproduksi dan kegiatan pendukung lainnya. Keberadaan PIK-Remaja di lingkungan remaja penting dalam membantu remaja mengakses informasi dan layanan konseling tentang kehidupan berkeluarga bagi remaja. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat literasi kesehatan reproduksi siswi yang mengikuti PIK-Remaja dan yang tidak mengikuti PIK-Remaja di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 (SMAN 3) Banda Aceh dan Madrasah Aliyah Negeri 2 (MAN 2) Banda Aceh. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan studi komparatif. Populasi pada penelitian ini seluruh siswi SMA 3 Banda Aceh dan MAN 2 Banda Aceh. Pencuplikan sample dilakukan secara aksidental (accidental) dan diperoleh sampel sebanyak 154 responden Dari MAN 2 dan 52 responden dari SMAN 3. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket kepada responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah t-test independen pada derajat kemaknaan 95%. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa nilai rata-rata literasi kesehatan reproduksi remaja lebih tinggi pada siswi SMAN 3 Banda Aceh dibandingkan dengan siswi MAN 2 Banda Aceh. Analisis bivariat memperlihatkan terdapat perbedaan literasi kesehatan reproduksi responden yang tergabung dalam PIK-Remaja dengan siswi yang tidak tergabung dalam PIK-Remaja di MAN 2 Banda Aceh (p-value: 0,039) dengan domain yang memperlihatkan perbedaan yang signifikan adalah penilaian informasi kesehatan reproduksi (p-value: 0,028) dan penerapan informasi kesehatan reproduksi (p-value: 0,049). Sementara itu, tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat literasi kesehatan reproduksi siswi yang mengikuti PIK-R dan yang tidak mengikuti PIK-Remaja di SMA 3 Banda Aceh (p¬-value 0,527). Kesimpulan: Siswi MAN 3 memiliki tingkat literasi kesehatan reproduksi yang lebih baik dibandingkan dengan siswi MAN 2 Banda Aceh. Efektivitas PIK-Remaja sebagai platform yang mampu mengedukasi dan memberikan informasi terkait dengan kesehatan reproduksi dalam upaya meningkatkan literasi kesehatan reproduksi tidak konsisten di kedua sekolah yang dijadikan lokasi penelitian.
Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Higiene terhadap Kasus Penyakit Skabies di Pondok Pesantren X Jember : Relationship between Knowledge and Hygiene Behavior towards Scabies Cases at Pondok Pesantren X Jember Ramadhani, Gina Salsabila; Keman, Soedjajadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3509

Abstract

Latar belakang: Infestasi kulit tungau Sarcoptes scabiei var. hominis merupakan penyebab skabies pada manusia dan banyak terjadi di tempat dengan kepadatan hunian yang tinggi serta rendahnya tingkat kebersihan. Salah satu tempat yang banyak ditemukannya kasus skabies adalah pondok pesantren. Tahun 2014 Depkes RI mencatat sebanyak 14.789 pondok pesantren memiliki angka prevalensi penyakit skabies yang cukup tinggi. Pengetahuan mengenai penyakit sakbies serta perilaku higiene yang baik diperlukan dalam mencegah dan mengurangi kasus penyakit skabies pada santri. Tujuan: Mencari hubungan antara pengetahuan serta perilaku higiene terhadap kasus penyakit skabies pada santri di Pondok Pesantren X Jember. Metode: Observasional analitik merupakan jenis dari penelitian ini dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sebanyak 67 santri diambil sebagai sampel dengan menggunakan metode simple random sampling. Kuisioner digunakan dalam pengumpulan data dan terdapat pemeriksaan skabies oleh dokter. Uji statistik chi square dipilih untuk menganalisis data penelitian ini. Hasil: Ditemukan bahwa pengetahuan (p=0,000) berhubungan secara signifikan dengan kasus skabies pada santri. Sedangkan perilaku higiene (p=0,406) tidak berhubungan dengan kasus penyakit skabies pada santri. Kesimpulan: Pengetahuan berhubungan signifikan terhadap kasus penyakit skabies pada santri di Pondok Pesantren X Jember.
Efek Samping Penggunaan Kontrasepsi Suntik : Literature Review: Side Effects of Using Injection Contraceptive : Literature Review Debi Silvia Rahma Diana; Is Susiloningtyas; Machfudloh
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3516

Abstract

Latar belakang: Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi yang paling diminati oleh pengguna KB. Cakupan akseptor KB tahun 2021 banyak memilih KB suntik yaitu sebesar 59,9%. KB suntik ini memiliki keefektivitasan 99% serta aman dan tidak mempengaruhi produksi ASI, tetapi kebanyakan dari pengguna KB Suntik tidak memahami dengan baik bagaimana efek samping dari penggunaan KB suntik tersebut. Tujuan: Mengkaji literatur mengenai efek samping yang dapat terjadi pada pengguna kontrasepsi suntik. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu literature review yang didapatkan dari database kesehatan seperti Elsevier, Pubmed, Indonesian Scientific Journal Database (ISTD) dan juga melalui website google scholar. Artikel yang dipilih 5 tahun terakhir (2017-2022) baik artikel nasional maupun internasional. Hasil: 10 artikel yang berasal dari 1 artikel Elsevier, 3 artikel dari Pubmed, 4 artikel dari ISTD, dan 2 artikel dari google scholar yang membahas tentang efek samping pengguna KB suntik. Kesimpulan: Kesimpulan yang didapat adalah adanya efek samping yang terjadi pada pengguna KB Suntik yaitu gangguan haid yaitu amenorrhea, spotting dan kenaikan berat badan, oleh karena itu, tenaga kesehatan terkhususnya bidan diharapkan lebih meningkatkan konseling mengenai penggunaan dan efek samping dari alat kontrasepsi.
Hubungan Tingkat Stres dengan Penyakit Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin: The Relationship Between Stress Levels and Hypertension in the Working Area of S. Parman Health Center, Banjarmasin Ari Widyarni; Hilda Irianty; Nindya Kartika Maharani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3519

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2022 di wilayah kerja Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei terdapat sebanyak 426 kasus penderita Hipertensi, yang dimana kasus Hipertensi ini termasuk kasus penyakit tidak menular tertinggi di wilayah kerja Puskesmas S. Parman tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan penyakit Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin. Metode: Metode penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat analisis dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi 426 pasien Hipertensi yang kemudian diambil sebagai sampel sebanyak 81 responden dengan teknik Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Pearson Chi Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa responden yang menderita Hipertensi ringan sebanyak 53 responden (65,4%) dan responden yang mengalami stres sebanyak 51 responden (63%) yang berada pada tingkat stres sedang. Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan tingkat stres dengan penyakit Hipertensi (p-value = 0,027) di wilayah kerja Puskesmas S. Parman Kota Banjarmasin.
Efektivitas Manajemen Stres Multipel terhadap Stres, Burn Out dan Risiko Gangguan Mental Emosional pada Mahasiswa Pascasarjana Keperawatan : Effectiveness of Multiple Stres Management Techniques on Stres Scale, Burn Out and Mental Emotional Disorder Risk in Postgraduate Nursing Students Yunita Astriani Hardayati; Alfunnafi’ Fahrul Rizzal; Kurniati, Safra Ria; Mutianingsih; Siti Hajar Salawali; Budi Anna Keliat
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3520

Abstract

Latar belakang: Stres merupakan hal yang sering dialami oleh mahasiswa pascasarjana terutama berkaitan dengan penampilan akademik. Paparan terhadap stres yang berlebihan tanpa kemampuan koping dan manajemen stres yang tepat bisa membuat mahasiswa mengalami gangguan kesehatan psikologis yang lebih serius seperti depresi hingga bunuh diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program manajemen stres yang dilakukan pada mahasiswa pascasarjana Fakultas Ilmu Keperawatan. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pre-post test control group design. Sampel penelitian merupakan mahasiswa pascasarjana yang mengikuti dan tidak mengikuti mata kuliah manajemen sebanyak 74 mahasiswa. 3 Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala stres, SRQ-20, dan Burn Out Self Test. Analisis dilakukan menggunakan uji paired T-Test. Hasil: Teknik manajemen stres yang diberikan kepada kelompok intervensi secara signifikan mampu menurunkan tingkat stres (p value 0,002), menurunkan skala burn out (p value 0,003) dan menurunkan tanda gejala gangguan mental emosional (p value 0,003). Sementara pada kelompok kontrol justru menunjukkan peningkatan skala stres dari skor rata-rata 161,14 menjadi 186,27, peningkatan skala burn out dari skor 28,27 menjadi 29,08 dan peningkatan tanda gejala gangguan mental emosional dari skor 3,19 menjadi 4,14. Kesimpulan: Manajemen stres multipel efektif diterapkan untuk menurunkan stres akademik mahasiswa program pascasarjana. Manajemen stres multipel direkomendasikan untuk diterapkan di perguruan tinggi untuk menurunkan tingkat stres mahasiswa terutama berkaitan dengan stres akademik.
Aplikasi Quality Function Deployment (QFD) dalam Peningkatan Mutu Layanan di Rumah Sakit : Literature Review: Application of Quality Function Deployment (QFD) in Service Quality Improvement in Hospitals : Literature Review Setia, Ni Kadek Monica; Nopiyani, Ni Made Sri
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3582

Abstract

Latar belakang: Salah satu pelayanan kesehatan yang kompleks adalah rumah sakit. Dalam memberikan layanan, diperlukan upaya perbaikan agar meningkatkan mutu dan kepuasan pasien. QFD menjadi upaya perbaikan yang dapat memberikan pandangan prioritas pelanggan dan teknis. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi metode QFD di rumah sakit untuk meningkatkan mutu layanan. Metode: Penulis menggunakan metode Literature Review bersumber database dari PubMed, Scopus, dan SpingerLink. Pencarian dengan kata kunci didapatkan 103 artikel. Kemudian diseleksi skema PRISMA sehingga terpilih 5 artikel. Hasil: Penggunaan metode QFD memberikan manfaat signifikan dalam beberapa aspek. Hasil QFD dalam studi-studi tersebut menunjukkan bahwa prioritas pelanggan dalam hal ini adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan dokter serta tenaga medis yang siap siaga. Sedangkan prioritas teknis berubah menjadi pelayanan excellent dan sarana yang mendukung. Kesimpulan: Dengan menggunakan QFD, rumah sakit dapat memahami kebutuhan pasien, meningkatkan mutu, dan kepuasan.
Analisis Faktor Risiko Preeklamsia pada Ibu Hamil di Masyarakat Madura : Literature Review: Risk Factor Analysis of Preeclampsia in Pregnant Woman For Madura Society : Literature Review Rivaldi Indra Nugraha; Cahya Tri Purnami; Agung Budi Prasetijo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3583

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia sampai saaat ini diketahui merupakan penyakit yang belum diketahui penyebabnya secara pasti, preeklampsia terjadi pada saat ibu sedang hamil dan merupakan penyebab tertinggi kematian pada ibu hamil (AKI) di Indonesia maupun pada masyarakat Madura. Tujuan: Menganalisis faktor risiko preeklampsia pada ibu hamil di masyarakat Madura Metode: Literature review digunakan dengan menggunakan artikel pada Google Scholar dan PubMed. Proses review menggunakan Publish or Perish dan bagan PRISMA sehingga ditemukan 8 jurnal dan 1 skripsi yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Hasil: Hasil analis 9 artikel menujukkan bahwa faktor risiko terjadinya preeklampsia pada ibu hamil masyarakat madura yaitu rendahnya kunjungan ANC, Indeks Massa Tubuh (IMT), pola diet makanan, pendidikan ibu hamil. Kesimpulan: Faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat madura memiliki faktor risiko yang cukup tinggi yang menyebabkan terjadinya preeklampsia di masykarat madura yaitu kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam, rendahnya kepatuhan dalam pemeriksaan ANC, diet pola makan yang tidak teratur terutama pada masa persiapan kehamilan hingga hamil.
Hubungan Antara Faktor Karakteristik Individu dengan Munculnya Keluhan Computer Vision Syndrome (CVS): Correlation Between Factors of Individual Characteristics and Complaints of Computer Vision Syndrome (CVS) Syahputra, Ramadhan; Endang Dwiyanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3593

Abstract

Latar belakang: Pekerja kantoran sering mengeluhkan kelelahan mata akibat penggunaan komputer dalam waktu lama dan radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh layar monitor. Jika keluhan tidak ditanggulangi maka ketajaman penglihatan akan menurun sehingga mengakibatkan sakit kepala, peningkatan angka kecelakaan, penurunan kualitas kerja karena pekerja kurang fokus, penurunan produktivitas kerja, dan penyakit mata bahkan hingga kebutaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor karakteristik individu dengan munculnya keluhan CVS Metode: Penelitian ini adalah penelitian Observasional dengan desain cross sectional. Analisis bivariat dengan uji chi-square dilakukan untuk melihat hubungan antara faktor karakteristik individu dengan munculnya keluhan CVS. Responden dalam penelitian ini sebanyak 38 orang pekerja perkantoran yang menggunakan komputer ketika bekerja. Hasil: Sebanyak 15 responden (34,2%) mengalami CVS.Variabel usia (0,232), masa kerja (0,507), jarak pandang mata ke monitor (0,583), dan penggunaan alat bantu penglihatan (0,426) tidak terdapat hubungan dengan keluhan CVS sedangkan variabel durasi bekerja dengan komputer per hari (0,011) memiliki hubungan dengan keluhan CVS. Kesimpulan: Sebaiknya pekerja mengaktifkan bluelight filter dan reading mode untuk mengurangi sinar biru pada layar monitor, tidak lupa menyempatkan untuk beristirahat, dan menggunakan kacamata anti UV ketika bekerja di depan komputer.
Faktor Dominan yang Mempengaruhi Asupan Energi Anak Usia 25-30 Bulan di Jakarta Pusat Tahun 2019: The Dominant Factors Affecting Energy Intake in Children Aged 25-30 Months in Central Jakarta in 2019 Wardi, Nadya Khaira; Fikawati, Sandra; Hayati, Risma
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3604

Abstract

Latar belakang: Asupan energi merupakan sumber energi yang digunakan untuk proses metabolisme, pertumbuhan, pengaturan suhu, dan aktivitas fisik. Asupan energi anak yang tidak memenuhi kebutuhan normal, dapat meningkat terjadinya risiko stunting dan malnutrisi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi asupan energi pada anak usia 25-30 bulan di Kecamatan Gambir dan Sawah Besar Jakarta Pusat pada tahun 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 98 anak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan food recall 1x24 jam. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi, uji t independent, dan uji regresi linear berganda. Hasil: Rata-rata asupan energi anak adalah 1,065 kkal/hari. Analisis bivariat menggunakan uji T menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara asupan energi dengan frekuensi makan (p=0,007), asupan minimum yang dapat diterima (p=0,008), dan jumlah konsumsi susu (p=0,0001). Hasil uji korelasi menunjukkan perbedaan antara rata-rata asupan energi dengan asupan karbohidrat (p=0,0005), asupan protein (p=0,0005), dan asupan lemak (p=0,0005). Kelompok biji-bijian, umbi, akar, dan susu adalah sumber makanan yang paling banyak di konsumsi oleh anak. Hasil uji regresi linear berganda menunjukkan faktor dominan yang mempengaruhi asupan energi anak adalah asupan karbohidrat (p=0,000), asupan protein (p=0,000), dan asupan lemak (p=0,000). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa asupan karbohidrat, asupan lemak dan asupan protein merupakan faktor dominan yang mempengaruhi asupan energi pada anak.

Page 1 of 3 | Total Record : 29


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2 (2026): February 2026 Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue