cover
Contact Name
Yani Osmawati
Contact Email
jurnaldeviance@budiluhur.ac.id
Phone
+6221-5853753
Journal Mail Official
jurnaldeviance@budiluhur.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12260
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Deviance: Jurnal Kriminologi
ISSN : 25803158     EISSN : 25803166     DOI : -
Core Subject : Social,
Deviance Jurnal Kriminologi (ISSN 2580-3158 for printed version and ISSN 2580-3166 Online version), is a peer-reviewed, open-access journal published by Universitas Budi Luhur. This journal publishes twice a year (June and December). Deviance Jurnal Kriminologi publishes articles on criminological Issue. The journal invites scholar to submit original articles from variety of persperctives (sociological, philosophical, geographical, psychological, jurisprudential, cultural, political, policy standpoints, etc), focusing on crime and society
Articles 105 Documents
Analisis Cyber Bullying Berbasis Teknik Netralisasi (Techniques of Neutralization) melalui Smartphone pada Pelajar SMA di Pesanggrahan, Jakarta Lucky Nurhadiyanto; Chazizah Gusnita; Tulus Yuniasih
Deviance Jurnal kriminologi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.661 KB) | DOI: 10.36080/djk.v2i1.877

Abstract

Penelitian ini memfokusan kajiannya pada analisis cyber bullying berbasis teknik netralisasi (techniques of neutralization) melalui smartphone pada pelajar SMA di Pesanggrahan, Jakarta. Cyber bullying melalui smartphone seringkali tidak dianggap sebagai bentuk kejahatan atau penyimpangan sosial. Pemakluman terhadap cyber bullying memiliki keterkaitan dengan ragam tipe teknik netralisasi. Oleh karena itu, identifikasi masalah meliputi perilaku cyber bullying dan tipe teknik netralisasi yang melibatkan pelaku, korban, dan saksi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis proses cyber bullying berbasis teknik netralisasi melalui smartphone dan menggambarkan cyber bullying secara umum di masyarakat. Indikator penelitian mencakup pengguna dan pengakses, materi berkonten cyber bullying, dan klasifikasi tipe teknik netralisasi. Tahapan penelitian ini merupakan rangkaian proses yang mencakup pengamatan awal, perumusan masalah penelitian, penetapan lokasi penelitian, penyusunan instrumen pengumpulan data primer, survei lapangan, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Tahapan pengamatan awal dilaksanakan melalui observasi dan kajian kepustakaan. Hasil pengamatan awal berupa pemetaan kondisi SMA di Pesanggrahan Jakarta, permasalahan yang dihadapi masyarakat muda, kekinian medium dan pola interaksi di antara generasi muda di SMA di Pesanggrahan Jakarta. Survei lapangan dilakukan menggunakan teknik observasi partisipasif, wawancara terstruktur, dan focus group discussion (FGD). Analisis data dilakukan melalui teknik analisis diskursus dan konten. Penelitian ini akan berlangsung selama 1 tahun (12 bulan). Luaran utama yaitu luaran wajib berupa publikasi ilmiah dalam jurnal nasional tidak terakreditasi.
Analisis Kriminologis Penggunaan News Picture dalam Hoax yang Tersebar di Media Sosial (Analisis Isi Hoax pada Turnbackhoax.Id) Triasa Nitorizki Hawari; Herlina Permata Sari
Deviance Jurnal kriminologi Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.177 KB) | DOI: 10.36080/djk.v3i2.1095

Abstract

Artikel ini berusaha memahami peran penggunaan news picture dalam hoax yang tersebar di sosial media. Dengan menggunakan enthnographic content analysis, data penelitian ini didapatkan dengan mengumpulkan hoax dari situs pen-debunked, turnbackhoax.id. Peneliti berhasil mengumpulkan 1097 hoax dari jangka waktu Juli 2015 hingga Juni 2018. Setelah melewati proses penyaringan kembali berdasarkan jenis konten visual dan jumlah like, share dan comment¸ terpilih 20 hoax yang mendapatkan nilai share di atas 10.000. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan news picture pada hoax bertujuan untuk memengaruhi emosi pembaca. Fungsi gambar dalam sebuah hoax terbagi menjadi dua, sebagai menjadi bukti atas terjadinya sebuah peristiwa dan sebagai pembangkit beragam emosi yang kemudian membuat orang lebih mudah memercayai hoax. Permasalahan lain pun muncul saat sebuah hoax menggunakan news picture yang menggambarkan penderitaan atau rasa sakit. Pihak yang ada dalam gambar tersebut didehumanisasi menjadi sekedar komoditas emosi yang siap digunakan untuk memenuhi tujuan pembuat hoax. Selain itu juga ditemukan bahwa permasalahan hoax tidak terlepas dari bagaimana bentuk internet itu sendiri. Ditemukan pula bahwa hoax bertemakan agama lebih berpotensi tersebar luas dibandingkan dengan tema lain karena hubungannya dengan identitas dan emosi pengguna media sosial di Indonesia.
Media Massa, Tutorial Aksi Kejahatan Untung Sumarwan
Deviance Jurnal kriminologi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1701.823 KB) | DOI: 10.36080/djk.v1i1.591

Abstract

The basic principle of media coverage, now almost no longer a commander of the community, because the insistence of various economic interests and business. Especially in the world of television, which is more visible to highlight its role as a capital-intensive industry and profitable pursuit. Some assume that news and television shows are always the truths that are worth imitating. Unfortunately, it is not only about the goodness that is imitated but also the 'recording' of the bad image and the evil of an impression. Media impressions can inspire. Not only the positive one but also the bad. The good and the bad are comparable and have the right to both be watched and imitate. The impact of imitation is what gives rise to different risks, can be good and evil. A media impression can be a good and inspiring mentor of good deeds. Conversely often also become a tutor in a crime. One function of the media is to educate, therefore through the news that is not only a matter of fact but also think of the impact that will be generated is the best method of education by the media as an effort to reduce crime.
Perbandingan Karakteristik Pseudo-family dari Ras Hitam, Kulit Putih dan Hispanik dalam Serial Drama Orange is The New Black Yani Osmawati
Deviance Jurnal kriminologi Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.923 KB) | DOI: 10.36080/djk.v2i2.915

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai perbedaan citra ras kulit hitam, kulit putih dan Hispanik yang direpresentasikan dalam serial drama Orange is the New Black. Serial drama ini menampilkan tahanan-tahanan perempuan yang bergabung ke dalam sebuah kelompok berdasarkan identitas ras. Dalam artikel ini, kelompok yang direpresentasikan dalam serial drama tersebut dilihat sebagai kelompok pseudo-family, kelompok yang khas di dalam penjara perempuan, yang mereplikasi hubungan yang ada di dalam sebuah keluarga. Pseudo-family sering dijelaskan sebagai sesuatu memberikan manfaat bagi tahanan perempuan di dalam penjara karena hubungan yang saling mendukung dan melindungi. Namun dalam Orange is the New Black, pseudo-family juga diperlihatkan sebagai sesuatu yang bersifat manipulatif dan mempengaruhi anggotanya melakukan pelanggaran hukum. Hal tersebut terutama ketika tayangan ini menggambarkan pseudo-family dari kelompok tahanan kulit hitam. Namun, kelompok Hispanik digambarkan lebih positif dengan penggambaran pseudo-family yang bersifat memberdayakan anggotanya.
Urgensi Perubahan Kebijakan Aborsi di Indonesia Lilis Lisnawati; Mirra Noor Milla; Dicky C. Pelupessy
Deviance Jurnal kriminologi Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.466 KB) | DOI: 10.36080/djk.v3i1.869

Abstract

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan peraturan turunannya yang melarang dengan tegas praktik aborsi selain abortus provocatus medicalis berakibat pada menjamurnya paktik-praktik aborsi ilegal yang berbahaya bagi keselamatan jiwa perempuan Indonesia yang mengalami kehamilan tidak diinginkan (KTD). Selain itu, pelarangan aborsi juga ternyata mengakibatkan permasalahan psikologis yang berkepanjangan, serta dampak sosial dan ekonomi yang mengeskalasi pada tingkat yang lebih luas. Dampak pelarangan aborsi ini ditangkap sebagai isu krusial di berbagai negara di dunia. Beberapa negara akhirnya menjadikan aborsi sebagai praktik legal sepenuhnya, negara lainnya ada juga yang melegalkan namun harus diikuti dengan pemenuhan beberapa persyaratan tertentu sebagai kewajiban dalam pelaksanaannya. Perbedaan regulasi dan implementasi kebijakan aborsi di negara-negara tersebut memberikan pemahaman bahwa ada pilihan lain yang dapat dijadikan alternatif kebijakan yang dapat diimplementasikan disamping pelarangan aborsi sebagaimana yang diatur di Indonesia saat ini. Dengan berbasis studi literatur, tulisan ini berupaya memberikan gambaran mengenai urgensi perubahan kebijakan aborsi di Indonesia, serta alternatif kebijakan dan peluang implementasinya. Dengan demikian, pemerintah dapat merumuskan kebijakan aborsi yang melindungi semua perempuan, termasuk perempuan yang mengalami KTD yang berpotensi melakukan abortus provocatus criminalis.
Alat Ukur Tingkat Radikalisme Berdasarkan Penilaian Kepribadian Hendro Wicaksono; Mohammad Kemal Dermawan
Deviance Jurnal kriminologi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.599 KB) | DOI: 10.36080/djk.v4i1.1312

Abstract

Penulisan ini berupaya untuk menjelaskan suatu alat ukur yang bisa dipergunakan untuk menilai tingkat radikalisme seseorang. Selama ini belum ada gambaran yang dapat menjelaskan bagaimana cara kita untuk bisa menilai radikalisme dari individu. Alat ukur ini akan dibuat berdasarkan penilaian kepribadian secara ilmiah yang sudah dikembangkan oleh para pakar telah yang memetakan berbagai ciri dan sifat dari kepribadian yang dimiliki oleh manusia. Dalam prosesnya, penulis akan mencoba mengambil serta menentukan beberapa variable yang dianggap tepat dan sesuai untuk dapat melakukan penilaian kepribadian perorangan secara sederhana sehingga dapat dikembangkan menjadi alat ukur yang efektif untuk mengukur tingkat radikalisme yang akurat. Cara kerja alat ukur ini dibuat sederhana agar kita mudah untuk mengoperasikannya. Alat ukur ini dibuat sebagai usaha untuk dapat menentukan seberapa radikal pemahaman yang dimiliki oleh seseorang karena keyakinan tersebut kenyataannya dapat disembunyikan ketika sedang menjalin interaksi dengan masyarakat di lingkungannya. Tindakan ini sangat penting diketahui sejak dini guna dapat menentukan upaya pencegahan agar pemahaman tersebut tidak berkembang menjadi aksi kekerasan yang disebut terorisme karena telah menimbulkan kerusakan dan kerugian baik material ataupun personel. Dengan mengetahui lebih dini tingkat radikalisme seseorang maka kita dapat menekannya melalui berbagai upaya agar radikalisme yang dimilikinya tidak berkembang atau bahkan tingkat radikalisme dapat diturunkan sehingga tidak berpotensi menimbulkan dampak merugikan bagi lingkungan yang ada di sekitarnya.
Efek Prisonisasi dan Urgensi Pemberian Pidana Alternatif bagi First Offender Nadia Utami Larasati
Deviance Jurnal kriminologi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.327 KB) | DOI: 10.36080/djk.v2i1.876

Abstract

Kompleksitas masalah di penjara salah satunya disebabkan oleh kondisi penjara yang overcrowded. Dengan kondisi itu pembinaan yang efektif untuk mengintegrasikan kembali narapidana ke masyarakat tentu menjadi tujuan yang sangat sulit dicapai. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut sejumlah negara di dunia mulai mengembangkan pidana alternatif sebagai model penghukuman baru, salah satunya untuk first offender. First offender dianggap sebagai kategori pelaku yang cocok untuk diberikan pidana alternatif karena efek prisonisasi yang akan didapatkan jika mereka ditempatkan di dalam lapas akan lebih merugikan. Interaksi dan sosialisasi dengan pelaku kejahatan lain yang lebih ahli dianggap dapat membuat mereka melakukan kejahatan yang lebih serius ketika keluar lapas. Selain itu, first offender juga dianggap lebih mudah dibina di masyarakat dibandingkan di dalam lapas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara. Dari penelitian ini dapat disimpulkan pemberian pidana alternatif bagi first offender sangat dimungkinkan. Sebagaimana di negara lain, pidana alternatif sudah banyak diterapkan bagi pelaku yang baru pertama kali melakukan pelanggaran. Praktisi hukum dan peradilan pidana juga memiliki anggapan yang sama, yaitu bahwa pidana alternatif seharusnya sudah mulai diberlakukan khususnya untuk first offender dan kejahatan dengan hukuman jangka pendek. Hal ini bertujuan untuk mengurangi populasi penjara sehingga pembinaan di lapas dapat berjalan efektif.
Penerapan Situational Crime Prevention dalam Sekuriti Survei: Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang, Jakarta Orisa Shinta Haryani
Deviance Jurnal kriminologi Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1567.997 KB) | DOI: 10.36080/djk.v3i2.1097

Abstract

Lembaga pemasyarakatan (Lapas) merupakan suatu tempat yang secara khusus disiapkan untuk menerima dan melakukan penahanan terhadap pelaku kejahatan. Lapas menjadi tempat bagi narapidana untuk menjalani hukuman dan mendapatkan pembinaan selama periode waktu tertentu berdasarkan hasil putusan hakim persidangan. Oleh karena itu, Lapas memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk mencegah terjadinya kejahatan dan menjaga keamanan di dalam lingkungan Lapas maupun mencegah narapidana melarikan diri dari tempat tersebut. Sekuriti survei yang dilakukan dalam penelitian ini didasarkan pada teori situational crime prevention yang memfokuskan pembahasan pada pengamanan fisik suatu tempat. Teori ini juga menjelaskan terdapat sixteen opportunity reducing technique yang juga digunakan tolak ukur dalam survei sekuriti yang dilakukan. Hasil dari sekuriti survei yang dilakukan menunjukkan bahwa secara umum pengamanan fisik yang diterapkan di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta telah cukup efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh institusi tersebut.
Restitusi Sebagai Hukuman Tambahan Yang Bermanfaat Bagi Pelaku dan Korban Tindak Pidana Andreas Lucky Lukwira
Deviance Jurnal kriminologi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2299.724 KB) | DOI: 10.36080/djk.v1i1.592

Abstract

Philosophy of utilitarianizm sees the advantage of  the punishment. Advantages for the offender, and also advantages for the society.  Imprisonment is one way that punishment can give the advantages.But in the actual time, cause adverse effects for the offenders. The deinstitutionalization school became the answer to criticism of the previous punishment school, resosialitation school and social reintegration school.In the other side,  the rights of victims began to receive attention. Among them are the right to get restitution. So the punishment that give advantage for offenders and victims can be realized.This research using descriptive analysis with literature study.
Analisis Kriminologis: Serangan Bom Bunuh Diri di Surabaya Hendro Wicaksono
Deviance Jurnal kriminologi Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.883 KB) | DOI: 10.36080/djk.v2i2.912

Abstract

Penulisan ini berupaya untuk menjelaskan akar penyebab dan faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya rangkaian peristiwa serangan bom bunuh diri di Surabaya. Serangan ini begitu mengejutkan karena pelaku mengajak seluruh anggota keluarganya untuk ikut bersama-sama melakukan aksi bom bunuh diri dalam kurun waktu yang hampir bersamaan. Aksi serangan bom bunuh diri yang melibatkan seluruh anggota keluarga ini tercatat baru pertama kali terjadi di dunia. Dijelaskan pula kondisi awal yang menyebabkan dan memicu baik secara internal serta eksternal sehingga dapat diketahui mengapa serangan tersebut dapat terjadi. Selain itu juga dijelaskan bagaimana kemungkinan kondisi yang terjadi dalam masyarakat dan aparat yang menangani masalah tersebut. Semuanya akan dijelaskan dengan menggunakan pendekatan Analisis Fishbone dan Axes.

Page 2 of 11 | Total Record : 105