cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : 28081447     EISSN : 28081307     DOI : 10.57250
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) menerbitkan karya hasil penelitian dan kajian ilmiah pada ruang lingkup ilmu sosial dan ilmu humaniora diantaranya: antropologi, kajian bisnis, kajian komunikasi, tata kelola perusahaan, kriminologi, kajian lintas budaya, demografi, kajian ekonomi pembangunan, studi pendidikan dan etika, geografi sosial, studi manajemen teknologi informasi, hubungan industrial, hubungan internasional, studi hukum, studi media, ilmu politik, studi dinamika kependudukan, studi psikologi, studi administrasi publik, sosial kesejahteraan, studi agama dan linguistik. Nama terbitan berkala : Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) Bulan dan tahun pertama kali terbit : Agustus (2021) Edisi berlaku ISSN yang di ajukan : Vol. 1, No. 2, Aguatus (2021) Frekuensi terbitan : 3 Kali dalam Setahun Bahasa untuk artikel yang diterbitkan : Indonesia dan Inggris Media terbitan (cetak/elektronik) : Cetak dan Elektronik Alamat url terbitan : http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/Ajsh
Articles 1,036 Documents
Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan sebagai Penyedap Rasa Alami dalam Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi Kelompok Nelayan di Desa Tanjung Tiram Ridha Taurisma Lajaria; Mariani; Mustiqa Safira
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah tulang ikan sebagai penyedap rasa alami dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi kelompok nelayan di Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis nilai tambah (value added analysis) berdasarkan proses pengolahan limbah menjadi produk bubuk penyedap rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah tulang ikan memiliki potensi sebesar ±19 kg per hari yang berasal dari berbagai jenis ikan seperti cakalang, tongkol, kembung, dan layang. Proses produksi meliputi tahap pembersihan, perebusan, pengeringan, penggilingan, dan pengemasan sederhana yang dapat dilakukan oleh kelompok nelayan. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik warna krem kecoklatan, aroma gurih khas ikan, tekstur bubuk halus, serta rasa umami alami dengan daya simpan 3–4 bulan. Hasil analisis nilai tambah menunjukkan bahwa dari 1 kg limbah tulang ikan diperoleh nilai tambah sebesar Rp130.000 dengan margin keuntungan sebesar 65%. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah tulang ikan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, tetapi juga mendukung konsep circular economy berbasis sumber daya lokal.
Politik dalam Kehidupan Masyarakat Kota Palangka Raya Halimathus Sa'diah; Dhanu Pitoyo; Anisa Pebrianti
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2633

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemaknaan politik dalam kehidupan sehari-hari serta pengaruh media sosial terhadap pembentukan pemahaman politik masyarakat. Fenomena meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sumber informasi politik mendorong perubahan cara masyarakat memahami realitas politik yang tidak lagi terbatas pada aktivitas pemerintahan dan pemilu, tetapi juga berkaitan dengan dinamika sosial di ruang digital. Penelitian bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat memaknai politik berdasarkan pengalaman sosial dan informasi yang diperoleh melalui media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Lokasi penelitian berada di Palangka Raya dengan melibatkan 12 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pandangan yang berbeda mengenai politik. Sebagian memandang politik sebagai proses penentuan kebijakan publik yang berdampak pada kehidupan masyarakat, sementara sebagian lainnya mengaitkan politik dengan kekuasaan, konflik, dan kepentingan yang banyak ditampilkan di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman sosial dan representasi media berpengaruh dalam membentuk pemahaman politik masyarakat sehingga diperlukan sikap kritis dalam menyikapi informasi politik di media digital.
Transformasi Olahraga Nasional dalam Mendukung Ketahanan dan Pertahanan Negara Firmansyah; Bambang Kustiawan; Guntur Eko
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2639

Abstract

Transformasi olahraga nasional merupakan isu strategis yang semakin relevan dalam konteks penguatan ketahanan dan pertahanan negara di era globalisasi dan kompleksitas ancaman multidimensi. Olahraga tidak lagi dipahami semata sebagai aktivitas fisik dan kompetisi prestasi, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sumber daya manusia, penguatan karakter bangsa, serta sarana pembinaan kesiapsiagaan nasional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran dan kontribusi transformasi olahraga nasional dalam mendukung ketahanan dan pertahanan negara Indonesia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi literatur terhadap kebijakan nasional, dokumen strategis pertahanan, serta publikasi ilmiah yang relevan dengan olahraga, ketahanan nasional, dan pertahanan negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi olahraga nasional berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas fisik, mental, disiplin, dan nasionalisme masyarakat, yang merupakan elemen fundamental ketahanan nasional. Selain itu, olahraga berperan sebagai wahana pembinaan potensi bela negara, penguatan kohesi sosial, serta peningkatan kesiapan sumber daya manusia pendukung pertahanan negara. Integrasi kebijakan olahraga dengan sistem ketahanan dan pertahanan negara masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi kelembagaan, keterbatasan sinergi lintas sektor, dan belum optimalnya pemanfaatan olahraga sebagai instrumen strategis pertahanan nonmiliter. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan transformasi olahraga nasional yang terintegrasi, adaptif, dan berorientasi jangka panjang guna memperkuat ketahanan nasional serta mendukung sistem pertahanan negara secara berkelanjutan.
Kinerja Aparatur Sipil Negara Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah Muh. Ilham; Syahruddin Hattab; Abdul Rivai
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Bidang Jalan dan Jembatan di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis tematik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kinerja dari Michael Armstrong yang menekankan empat faktor utama yang mempengaruhi kinerja, yaitu ability, motivation, opportunity, dan organizational support. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kinerja ASN pada Bidang Jalan dan Jembatan telah berjalan cukup baik. ASN mampu melaksanakan pekerjaan teknis maupun administrasi, menjalin koordinasi kerja, serta mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan. Dari aspek ability, ASN memiliki kemampuan kerja yang cukup memadai, namun penguasaan teknologi dan sistem administrasi berbasis digital masih perlu ditingkatkan. Dari aspek motivation, ASN menunjukkan komitmen kerja yang baik, meskipun masih ditemukan persoalan disiplin kerja dan ketimpangan tanggung jawab antarpegawai. Dari aspek opportunity, pembagian tugas telah disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi, tetapi masih terdapat ketimpangan beban kerja dan keterbatasan fasilitas kerja. Sementara itu, dari aspek organizational support, organisasi telah memberikan dukungan melalui pembinaan, evaluasi kinerja, dan penerapan sistem e-kinerja, walaupun pengawasan disiplin dan budaya komunikasi organisasi masih perlu diperkuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja ASN perlu dilakukan melalui penguatan disiplin kerja, peningkatan kompetensi teknologi, pemerataan beban kerja, penyediaan fasilitas kerja yang memadai, serta penguatan dukungan organisasi agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lebih efektif dan profesional dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah.
Penerapan Uu No. 32 Tahun 2009 terhadap Korporasi Sebagai Pelaku Tindak Pidana Lingkungan Hanna Niken Julia Sihotang; Maria Ferba Editya; Kurnia Hutapea; Trio AlpanTarigan; Venius Ndruru
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2650

Abstract

Begitu pentingnya peran Korporasi pada masa sekarang  dalam kegiatan ekonomi modern, namun dalam praktiknya aktivitas korporasi juga berpotensi menimbulkan kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup. Perkembangan hukum pidana modern telah mengakui korporasi sebagai subjek hukum yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas tindak pidana lingkungan. Di Indonesia, pengaturan mengenai pertanggungjawaban pidana korporasi diatur dalam Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang memberikan dasar hukum bagi penjatuhan sanksi terhadap korporasi yang melakukan pencemaran atau perusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana lingkungan serta hambatan penegakan hukumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korporasi dapat dipidana apabila tindak pidana dilakukan oleh pengurus, pekerja, atau pihak lain yang bertindak untuk dan atas nama korporasi. Pertanggungjawaban pidana dapat dikenakan kepada korporasi, pengurus, maupun keduanya sekaligus. Namun, penegakan hukum terhadap korporasi masih menghadapi berbagai kendala, seperti kesulitan pembuktian, lemahnya pengawasan, serta adanya konflik kepentingan ekonomi dan lingkungan.Dengan demikian, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, serta penerapan sanksi yang tegas agar pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana lingkungan dapat berjalan secara efektif dan memberikan efek jera. Penegakan hukum lingkungan yang optimal diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup.
Peran Bisnis Berbasis Komunitas dalam Meningkatkan Solidaritas Sosial pada Masyarakat Sunda di Kota Tangerang Daffa Al-Farid Syaepi Putra; Rizki Setiawan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bisnis berbasis komunitas dalam meningkatkan solidaritas sosial pada masyarakat Sunda di Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian merupakan anggota komunitas pedagang laksa yang aktif menjalankan usaha berbasis komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis berbasis komunitas berperan dalam memperkuat solidaritas sosial melalui kerja sama, gotong royong, kas bersama, dan arisan yang dilakukan secara rutin. Selain itu, hubungan sosial antar anggota diperkuat oleh penerapan nilai budaya Sunda, yaitu silih asih, silih asah, dan silih asuh. Komunitas pedagang laksa tidak hanya berfungsi sebagai wadah kegiatan ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan kuliner tradisional sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Meskipun menghadapi tantangan berupa persaingan kuliner modern dan perubahan pola konsumsi masyarakat, komunitas tetap mampu mempertahankan kebersamaan dan nilai-nilai sosial yang dimiliki. Dengan demikian, bisnis berbasis komunitas dapat menjadi sarana yang efektif dalam memperkuat solidaritas sosial sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal.
The Threat of Narcotics and Social Value Transformation to Indonesia's National Resilience: A Non-Traditional Security Perspective Firmansyah; Maisondra; Edwin
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2686

Abstract

The dynamics of globalization have transformed the nature of threats faced by nation-states. Security is no longer limited to military aggression but increasingly encompasses non-traditional threats such as narcotics trafficking, transnational organized crime, and social value transformation. This study aims to analyze the impact of narcotics abuse and social value changes on Indonesia's national resilience from a non-traditional security perspective. Using a qualitative approach and literature review method, this study examines theories of national resilience, human security, and non-traditional security. The findings indicate that narcotics abuse has multidimensional impacts on public health, economic productivity, social stability, and governance. Meanwhile, rapid social value transformation driven by globalization and digitalization has generated challenges for social cohesion and national identity. The combination of these threats may weaken national resilience if not addressed through comprehensive governance involving government institutions, educational sectors, communities, and families. The study recommends strengthening preventive policies, civic education, family resilience, and integrated national security strategies to address emerging non-traditional threats.
Efektivitas Program Pemberdayaan Sosial terhadap Perubahan Perilaku Warga Binaan: Studi Kasus di Satuan Pelayanan Sosial Griya Bina Karya Cirebon Firli Aina Fi Samsiyah Samsiyah
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program pemberdayaan sosial, menganalisis efektivitas program pembinaan terhadap perubahan perilaku warga binaan, serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan munculnya respons adaptif, pasif, dan resistif pada warga binaan di Satuan Pelayanan Sosial Griya Bina Karya Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari warga binaan serta petugas pembinaan sosial. Penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan sosial di SATPELSOS dilaksanakan melalui pembinaan kedisiplinan, bimbingan mental dan sosial, kegiatan keagamaan, pelatihan keterampilan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan. Dalam pelaksanaannya, program pembinaan menghasilkan respons yang berbeda, yaitu kelompok adaptif yang mampu menerima dan mengikuti program dengan baik, kelompok pasif yang mengikuti program hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, serta kelompok resistif yang cenderung menolak aturan dan memilih kembali pada kehidupan jalanan. Perbedaan respons tersebut dipengaruhi oleh faktor internal seperti kondisi kesehatan fisik dan mental, latar belakang kehidupan, pengalaman hidup di jalanan, serta kekhawatiran terhadap kehidupan setelah keluar dari lembaga. Selain itu, terdapat faktor eksternal berupa kurangnya variasi kegiatan, sistem aturan lembaga, kebutuhan uang saku, fasilitas pendukung, dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang turut memengaruhi respons warga binaan terhadap program pembinaan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembinaan yang lebih menyesuaikan kondisi dan kebutuhan warga binaan agar proses rehabilitasi sosial dapat berjalan lebih efektif.
Analisis Komunikasi Politik Media Sosial Pemerintah Kabupaten Sikka Terhadap Kampanye Jaga Bersama Nian Tana Yanuarius Tibo; Alfian Harbiyanto; Wilfridus Valiance
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2697

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas penggunaan media sosial dalam kampanye gerakan jaga bersama nian tana oleh pemerintah kabupaten Kabupaten Sikka dalam perspektif komunikasi politik. Dalam era komunikasi digital, media sosial menjadi instrumen strategis pemerintah daerah untuk menyebarkan pesan kebijakan, membangun citra, dan memperoleh legitimasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi digital (netnografi), dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis dilakukan menggunakan model analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk yang mencakup analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial resmi dinas lingkungan hidup kabupaten Sikka berfungsi efektif dalam meningkatkan kesadaran publik dan memperkenalkan nilai-nilai moral dalam menjaga lingkungan melalui narasi visual, slogan, dan dokumentasi kegiatan. Kampanye ini berhasil membangun legitimasi simbolik pemerintah sebagai aktor yang peduli terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Namun, efektivitas tersebut masih terbatas pada aspek informatif dan persuasif, karena komunikasi yang dibangun cenderung bersifat satu arah (top-down) dan belum sepenuhnya membuka ruang deliberasi publik yang partisipatif. Minimnya interaksi dua arah menunjukkan bahwa media sosial lebih difungsikan sebagai instrumen legitimasi kebijakan dibandingkan sebagai ruang dialog publik.Secara konseptual, penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas komunikasi politik digital tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyebarkan pesan, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan ruang komunikasi yang dialogis dan partisipatif. Oleh karena itu, diperlukan transformasi strategi komunikasi politik yang lebih inklusif dan deliberatif agar kampanye kebijakan lingkungan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat secara berkelanjutan.
Reproduksi Habitus dalam Pluralisme Medis: Mengkaji Dinamika Pasien dan Keberlanjutan Tradisi Bapidara di Palangka Raya Januarti Litania Hutajulu; Eriade Novianti Purba; Anita Natalia; Meriyatie
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2707

Abstract

Pengobatan tradisional Bapidara merupakan salah satu praktik budaya masyarakat Banjar yang masih bertahan di tengah perkembangan pengobatan modern. Tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai metode penyembuhan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya dan sistem kepercayaan masyarakat. Keberadaan Bapidara menunjukkan adanya pluralisme medis, yaitu penggunaan pengobatan tradisional dan medis modern secara bersamaan dalam proses pencarian kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reproduksi habitus masyarakat Banjar dalam praktik pengobatan tradisional Bapidara serta memahami dinamika masyarakat dalam mempertahankan tradisi tersebut di tengah modernisasi kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Bapidara masih dipercaya karena diwariskan secara turun-temurun melalui keluarga dan lingkungan sosial masyarakat Banjar. Penggunaan doa, ayat Al-Qur’an, serta bahan alami seperti kunyit dan daun sirih memperkuat legitimasi budaya dan religius dalam praktik pengobatan tersebut. Selain itu, masyarakat menggunakan pengobatan tradisional dan modern secara bersamaan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan sistem kesehatan. Praktik Bapidara juga memiliki fungsi sosial, psikologis, dan spiritual sehingga tetap bertahan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Banjar.