cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : 28081447     EISSN : 28081307     DOI : 10.57250
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) menerbitkan karya hasil penelitian dan kajian ilmiah pada ruang lingkup ilmu sosial dan ilmu humaniora diantaranya: antropologi, kajian bisnis, kajian komunikasi, tata kelola perusahaan, kriminologi, kajian lintas budaya, demografi, kajian ekonomi pembangunan, studi pendidikan dan etika, geografi sosial, studi manajemen teknologi informasi, hubungan industrial, hubungan internasional, studi hukum, studi media, ilmu politik, studi dinamika kependudukan, studi psikologi, studi administrasi publik, sosial kesejahteraan, studi agama dan linguistik. Nama terbitan berkala : Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) Bulan dan tahun pertama kali terbit : Agustus (2021) Edisi berlaku ISSN yang di ajukan : Vol. 1, No. 2, Aguatus (2021) Frekuensi terbitan : 3 Kali dalam Setahun Bahasa untuk artikel yang diterbitkan : Indonesia dan Inggris Media terbitan (cetak/elektronik) : Cetak dan Elektronik Alamat url terbitan : http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/Ajsh
Articles 1,253 Documents
Pengaruh Persepsi Konsumen pada Produk dan Kredibilitas Influencer Tasya Farasya terhadap Keputusan Pembelian Produk Rare Beauty melalui Media Sosial Tiktok Nadhira Aulia Sahara; Endang Roh Suciati; Ummanah; Agus Firmansyah
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3332

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah strategi pemasaran pada industri kosmetik, salah satunya melalui pemanfaatan beauty influencer sebagai sumber informasi bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi konsumen dan kredibilitas beauty influencer terhadap keputusan pembelian produk Rare Beauty melalui media sosial TikTok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan jenis penelitian eksplanatif. Populasi penelitian adalah pengguna aktif TikTok di Indonesia yang pernah melihat konten Tasya Farasya mengenai produk Rare Beauty. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 27 setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi konsumen dan kredibilitas beauty influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara simultan, kedua variabel mampu menjelaskan 71,0% variasi keputusan pembelian (R² = 0,710), sedangkan 29,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi konsumen yang positif dan kredibilitas beauty influencer yang tinggi merupakan faktor penting dalam meningkatkan keputusan pembelian produk Rare Beauty melalui TikTok.
Representasi Keadilan Sosial dalam Kebijakan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa: Analisis Semiotika Kebijakan Permendes PDTT Nomor 6 Tahun 2020 Amma Fathuurrahmaan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3334

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya tingkat kemiskinan masyarakat desa di Indonesia serta munculnya berbagai persoalan sosial dalam implementasi kebijakan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), seperti ketidaktepatan sasaran bantuan, konflik sosial masyarakat, dan munculnya persepsi simbolik terhadap bantuan sosial pemerintah. Dalam perspektif semiotika, kebijakan publik tidak hanya dipahami sebagai instrumen administratif negara, tetapi juga sebagai teks sosial yang mengandung simbol, tanda, dan ideologi tertentu mengenai keadilan sosial dan negara kesejahteraan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi keadilan sosial dalam kebijakan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa melalui analisis semiotika terhadap Permendes PDTT Nomor 6 Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka (library research) dengan menggunakan data sekunder berupa regulasi pemerintah, buku, jurnal ilmiah, dokumen resmi pemerintah, dan data statistik kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Teknik analisis data menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang menitikberatkan pada analisis makna denotatif, konotatif, dan mitos sosial dalam teks kebijakan BLT Dana Desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan BLT Dana Desa merepresentasikan konstruksi simbolik mengenai keberpihakan negara terhadap masyarakat miskin desa melalui penggunaan istilah seperti “perlindungan sosial”, “keluarga miskin”, dan “prioritas penggunaan Dana Desa”. Secara denotatif, BLT Dana Desa dimaknai sebagai bantuan tunai bagi masyarakat miskin, sedangkan secara konotatif bantuan sosial dipahami sebagai simbol kehadiran negara dan bentuk pengakuan sosial terhadap kelompok rentan. Selain itu, kebijakan BLT Dana Desa membangun mitos sosial mengenai negara sebagai pelindung masyarakat miskin dan representasi negara kesejahteraan. Namun demikian, realitas empiris menunjukkan masih adanya persoalan implementasi seperti ketidaktepatan sasaran bantuan sosial dan munculnya konflik sosial di masyarakat desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Permendes PDTT Nomor 6 Tahun 2020 tidak hanya berfungsi sebagai regulasi administratif, tetapi juga sebagai teks sosial yang mengandung representasi ideologi keadilan sosial dan negara kesejahteraan. Bahasa dan simbol dalam kebijakan digunakan pemerintah untuk membangun legitimasi sosial dan citra moral negara sebagai pelindung masyarakat miskin desa.
Strategi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi dalam Pengembangan Museum Rumah Adat Nan Baanjuang Najwa Siti Fadhillah Chairul; Sinta Westika Putri
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3345

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi dalam pengembangan Museum Rumah Adat Nan Baanjuang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan meliputi pejabat dan staf Bidang Kebudayaan, petugas museum, Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, serta lima kelompok pengunjung sebagai triangulasi sumber. Data dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta kerangka lima tahap Strategy Change Cycle Bryson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mandat pengelolaan museum telah didukung regulasi dan Renstra; misi pengembangan diarahkan pada pelestarian, edukasi, dan rekreasi budaya; serta penilaian lingkungan telah mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan. Strategi yang dijalankan mencakup konservasi, inventarisasi dan registrasi koleksi, kegiatan edukasi, kerja sama lintas pihak, promosi media sosial, dan digitalisasi secara bertahap. Faktor pendukungnya meliputi nilai sejarah dan budaya, keberagaman koleksi, dukungan pemerintah, kerja sama, dan posisi Bukittinggi sebagai kota wisata. Hambatannya adalah keterbatasan tenaga profesional, anggaran, registrasi dan digitalisasi, media interpretasi, ketentuan cagar budaya, serta promosi yang belum optimal. Strategi telah berjalan cukup baik, tetapi masih memerlukan indikator evaluasi, penguatan kompetensi, digitalisasi, promosi, dan kolaborasi yang lebih terarah.
Peran dan Makna Simbol Gerak Tubuh dalam Perayaan Liturgi Sabda Bagi Umat di Stasi STA. Maria Goreti Labat Marianus Petu Langga; Yohanes Rusae; Viktor Doddy Sasi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3346

Abstract

Liturgi Sabda merupakan bagian penting dalam kehidupan iman Gereja karena melalui pewartaan Sabda Allah, umat beriman berjumpa dengan Allah sekaligus memperoleh pembinaan dan penguatan dalam iman. Dalam perayaan Liturgi Sabda, partisipasi umat beriman tidak hanya diwujudkan melalui mendengarkan bacaan Kitab Suci, menjawab doa-doa, dan mengikuti nyanyian, tetapi juga melalui simbol-simbol liturgis, termasuk gerak tubuh. Berdiri, duduk, membungkuk, membuat tiga tanda salib kecil sebelum pewartaan Injil, melipat tangan, serta mempertahankan sikap tubuh yang khidmat dan penuh perhatian merupakan bentuk pengungkapan iman yang memiliki makna spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan makna simbol gerak tubuh dalam perayaan Liturgi Sabda, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman dan penghayatan umat beriman terhadap simbol-simbol tersebut, serta mengetahui upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penghayatan terhadap gerak tubuh demi pertumbuhan iman umat beriman di Stasi Sta. Maria Goreti Labat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri atas delapan informan, yang terdiri dari enam informan utama dan dua informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol gerak tubuh dipahami oleh umat beriman sebagai ungkapan penghormatan kepada Allah, kesiapsediaan untuk mendengarkan Sabda, kerendahan hati, penyerahan diri, dan keterbukaan terhadap kehendak Allah. Namun, sebagian umat beriman masih melakukan gerak tubuh liturgis hanya sebagai kebiasaan tanpa memahami secara mendalam makna spiritualnya. Faktor-faktor yang mendukung penghayatan terhadap gerak tubuh tersebut meliputi pengaruh keluarga, pembinaan Gereja, keterlibatan dalam pelayanan liturgi, kesadaran pribadi, dan suasana liturgi yang kondusif. Sementara itu, faktor-faktor penghambat meliputi kecenderungan melakukan gerak tubuh secara otomatis, keterbatasan pembinaan liturgi, dan rendahnya minat membaca. Oleh karena itu, diperlukan katekese dan pembinaan liturgi secara berkelanjutan, praktik langsung dalam perayaan liturgi, penguatan peran orang tua, peningkatan keterlibatan Orang Muda Katolik (OMK), serta penciptaan suasana liturgi yang tertib dan kondusif. Dengan demikian, simbol gerak tubuh tidak hanya menjadi kebiasaan lahiriah semata, tetapi sungguh-sungguh dapat menjadi ungkapan iman yang membantu umat beriman untuk berpartisipasi secara sadar, aktif, dan bermakna dalam Liturgi Sabda.
Pengaruh Labelisasi Halal, Kualitas Produk, dan Minat Beli terhadap Keputusan Pembelian Produk Wardah (Studi Kasus Mahasiswa/I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen Universitas Labuhanbatu) Annisa; Pitriyani; Nova Jayanti Harahap
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh labelisasi halal, kualitas produk, dan minat beli terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Wardah pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen Universitas Labuhanbatu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 83 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan program SPSS meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid dan reliabel. Secara parsial, labelisasi halal, kualitas produk, dan minat beli berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk Wardah. Secara simultan ketiga variabel tersebut juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) menunjukkan bahwa sebesar 89,7% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh labelisasi halal, kualitas produk, dan minat beli, sedangkan sisanya sebesar 10,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peningkatan kejelasan label halal, kualitas produk, dan minat beli mampu meningkatkan keputusan pembelian produk Wardah pada mahasiswa.
Hubungan Kualitas Konten Instagram Reels "Container" Dan Daya Tarik Tempat Publik Terhadap Minat Kunjung Warga Sukapura Fawwaz Sidqy; Meiyanti Nurchaerani
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3349

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya fitur Instagram Reels, telah menjadi salah satu instrumen komunikasi pemerintah daerah yang efisien untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap tempat publik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kualitas konten Instagram Reels “Container” dan daya tarik tempat publik dengan minat kunjungan warga Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert empat poin dan dianalisis dengan IBM SPSS Statistics melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji korelasi Pearson, dan uji korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen dinyatakan valid dan reliabel, serta data residual berdistribusi normal. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat antara kualitas konten Instagram Reels dengan minat kunjungan (r = 0,827; Sig. = 0,000) dan antara daya tarik tempat publik dengan minat kunjungan (r = 0,804; Sig. = 0,000). Uji korelasi berganda menghasilkan nilai R sebesar 0,867 dan Adjusted R Square sebesar 0,747 (F = 147,477; Sig. = 0,000), yang berarti kedua variabel bebas secara simultan menjelaskan 74,7% variasi minat kunjungan warga, sedangkan 25,3% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini mendukung relevansi teori Stimulus–Organism–Response dalam menjelaskan bagaimana konten digital pemerintah daerah membentuk minat kunjungan masyarakat, serta merekomendasikan peningkatan kualitas konten dan pemeliharaan fasilitas publik secara berkelanjutan.
Peran Sistem Peradilan dalam Menjamin Pemenuhan Hak Asasi Manusia di Indonesia Eka Pratama Putra; Fawaid Abdul Qudus; Ginting Bryan Suanta; Yoga Gustiadi; Dani Durahman
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3355

Abstract

Sistem peradilan merupakan instrumen utama negara hukum dalam menjamin penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia (HAM). Artikel ini menganalisis peran sistem peradilan Indonesia dengan menggunakan kerangka hukum yang berlaku sampai tahun 2026. Pembaruan hukum pidana yang mulai berlaku pada 2 Januari 2026 menjadi perkembangan penting, khususnya berlakunya UndangUndang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana telah disesuaikan melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang menggantikan KUHAP 1981. UU KUHAP 2025 memperkuat hak tersangka, terdakwa, terpidana, saksi, korban, dan penyandang disabilitas, serta praperadilan, keadilan restoratif, ganti rugi, rehabilitasi, restitusi, kompensasi, dan peran advokat. Penelitian menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peradilan berperan melalui jaminan persamaan di hadapan hukum, due process of law, fair trial, akses terhadap keadilan, pengujian tindakan negara, perlindungan hak konstitusional, serta pemulihan hak. Namun efektivitas perlindungan masih dipengaruhi oleh akses bantuan hukum, independensi dan integritas aparat, lamanya proses, kesenjangan teknologi, perlindungan kelompok rentan, dan pelaksanaan putusan.
Kajian Hukum Tata Ruang dalam Perlindungan Lahan Sawah di Lindungi Eka Pratama Putra; Fawaid Abdul Qudus; Ginting Bryan Suanta; Yoga Gustiadi; Hernawati RAS
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3357

Abstract

Lahan Sawah Dilindungi (LSD) merupakan instrumen strategis dalam sistem hukum tata ruang yang bertujuan mengendalikan alih fungsi lahan pertanian serta menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Kajian ini bertujuan menganalisis perlindungan LSD dalam perspektif hukum tata ruang di Indonesia, khususnya terkait efektivitas regulasi dan implementasinya. Kajian menggunakan pendekatan hukum normatif dengan menganalisis ketentuan peraturan perundang-undangan serta menggunakan teori nilai dasar hukum Gustav Radbruch, teori sistem hukum Lawrence Friedman, dan perspektif kebijakan publik sebagai kerangka analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara normatif perlindungan LSD telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2011, serta Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 12 Tahun 2020. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain disharmoni kebijakan tata ruang dan investasi, lemahnya penegakan hukum, tekanan ekonomi terhadap petani, kurangnya integrasi data spasial, serta intervensi politik dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara norma hukum dan realitas pelaksanaannya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan perlindungan LSD melalui harmonisasi regulasi, peningkatan penegakan hukum, pemberian insentif ekonomi kepada petani, integrasi sistem informasi spasial, serta pengendalian revisi RTRW. Perlindungan LSD pada akhirnya memerlukan pendekatan integratif yang memadukan aspek hukum, ekonomi, kelembagaan, dan teknologi secara berkelanjutan.
Pengaruh Kepemimpinan Demokratis Ketua HIMA terhadap Civic Disposition Anggota HIMA PPPKn Universitas Pamulang Januar Robiansyah; Mas Fierna janvierna Lusie Putri
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3362

Abstract

Dalam pelaksanaan organisasi hima ppkn universitas pamulang, kepemimpinan ketua hima memiliki peran penting dalam mengarahkan, melibatkan, dan mendorong anggota untuk menjalankan tanggung jawab organisasi. Namun, masih terdapat anggota pengurus yang kurang aktif dalam kegiatan organisasi, kehadiran dalam koordinasi yang belum optimal, serta pelaksanaan tugas yang belum merata. Kondisi tersebut berkaitan dengan pentingnya penerapan kepemimpinan demokratis dalam mendukung civic disposition anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan demokratis ketua hima terhadap civic disposition anggota pengurus hima ppkn universitas pamulang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional prediktif mempunyai populasi penelitian berjumlah 22 orang pengurus hima ppkn universitas pamulang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan demokratis ketua hima memperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 40,36 dengan kategori baik, sedangkan variabel civic disposition memperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 40,95 dengan kategori baik. Hasil uji korelasi pearson product moment menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,782 dengan signifikansi 0,000, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan dengan tingkat hubungan yang kuat.. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,611 menunjukkan bahwa kepemimpinan demokratis ketua hima memberikan kontribusi sebesar 61,1% terhadap civic disposition, sedangkan 38,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Mengembangkan Kreativitas Mahasiswa Universitas Sembilanbelas November Kolaka melalui Kegiatan Entrepreneurship Patnership Challenge (EPC) sebagai Upaya Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Ummu Khusnul Khatimah; Syahratul Jannah; Mutia Delmayana; Listari Saman; Abdul Razaq
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kreativitas mahasiswa Universitas Sembilanbelas November Kolaka melalui kegiatan Entrepreneurship Partnership Challenge (EPC) sebagai upaya menumbuhkan jiwa wirausaha. Kegiatan ini dilaksanakan melalui praktik pengembangan produk kuliner yang meliputi tahap identifikasi ide usaha, pemilihan bahan baku, proses produksi, penentuan cita rasa, penetapan harga, pengemasan, penentuan target konsumen, hingga pemasaran. Produk yang dikembangkan terdiri atas tiga jenis, yaitu basreng, jasuke, dan es kuwut timun. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengembangkan ide sederhana menjadi produk yang memiliki nilai jual dengan mempertimbangkan kebutuhan, selera, dan kemampuan konsumen. Proses tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengelola kegiatan usaha secara langsung, mulai dari menghasilkan produk hingga memasarkannya melalui penjualan langsung dan media sosial. Kegiatan EPC juga memberikan pengalaman dalam melatih kreativitas, kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, pengambilan keputusan, pengelolaan modal, serta kemampuan memecahkan masalah yang muncul selama kegiatan usaha. Berbagai kendala yang dihadapi, seperti persaingan produk, menarik minat konsumen, menjaga kualitas dan konsistensi produk, pembagian tugas, promosi, serta produk yang belum terjual, menjadi bagian dari proses pembelajaran kewirausahaan. Dengan demikian, kegiatan Entrepreneurship Partnership Challenge (EPC) dapat menjadi wadah pembelajaran berbasis praktik yang mendukung pengembangan kreativitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa serta memberikan bekal pengalaman untuk mengembangkan peluang usaha di masa mendatang.