cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : 28081447     EISSN : 28081307     DOI : 10.57250
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) menerbitkan karya hasil penelitian dan kajian ilmiah pada ruang lingkup ilmu sosial dan ilmu humaniora diantaranya: antropologi, kajian bisnis, kajian komunikasi, tata kelola perusahaan, kriminologi, kajian lintas budaya, demografi, kajian ekonomi pembangunan, studi pendidikan dan etika, geografi sosial, studi manajemen teknologi informasi, hubungan industrial, hubungan internasional, studi hukum, studi media, ilmu politik, studi dinamika kependudukan, studi psikologi, studi administrasi publik, sosial kesejahteraan, studi agama dan linguistik. Nama terbitan berkala : Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) Bulan dan tahun pertama kali terbit : Agustus (2021) Edisi berlaku ISSN yang di ajukan : Vol. 1, No. 2, Aguatus (2021) Frekuensi terbitan : 3 Kali dalam Setahun Bahasa untuk artikel yang diterbitkan : Indonesia dan Inggris Media terbitan (cetak/elektronik) : Cetak dan Elektronik Alamat url terbitan : http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/Ajsh
Articles 848 Documents
Pendampingan Token Ekonomi dalam Membentuk Perilaku Positif Anak Usia Sekolah Juwita, Melly; Sita Umilailah; Cherrry Sukmawati; Rohmat Efendi; Muhammad Fikri Cahyo; Tri Windi Oktara
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1806

Abstract

Kegiatan pendampingan token ekonomi dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan perilaku positif anak usia sekolah di Kampung Gempol, Desa Unyur, Kecamatan Serang. Program ini berlangsung selama dua minggu dengan peserta anak berusia 8–12 tahun yang cenderung menunjukkan perilaku kurang disiplin, sering melanggar aturan, dan sulit bekerja sama. Melalui strategi token ekonomi, anak diberikan bintang sebagai bentuk penghargaan setiap kali menampilkan perilaku positif, seperti disiplin hadir tepat waktu, mengikuti instruksi, serta menjaga kebersihan lingkungan. Tahapan kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan, penutupan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa token ekonomi efektif dalam membentuk kebiasaan positif, meningkatkan motivasi, memperbaiki interaksi sosial, serta menciptakan suasana yang lebih harmonis di lingkungan anak. Kendala yang muncul adalah adanya ketergantungan anak terhadap hadiah, keterbatasan waktu pelaksanaan, dan kurangnya keterlibatan orang tua secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan strategi lanjutan agar sistem tidak bergantung sepenuhnya pada hadiah. Pendekatan ini diharapkan mampu memotivasi sekaligus menumbuhkan kesadaran, tanggung jawab, serta pembentukan karakter anak secara mendalam dan berkelanjutan.
Metode Tempoyak Kelapa : Ekspresi Pendidikan Sufistik dalam Sejarah Islam Tradisional Minangkabau (Kajian Historis atas Peran Syekh Muhammad Yunus di Nagari Kapa, 1940–1962) Rahman, Adi; Nofra, Doni; Suriani , Suriani; Afdayeni, Melia
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1808

Abstract

Penelitian ini menyelidiki praktik pendidikan Islam tradisional yang diimplementasikan oleh Syekh Muhammad Yunus (Tuanku Sasak) di Nagari Kapa, Pasaman Barat, pada kurun 1940 hingga 1962. Metode Tempoyak Kelapa penggunaan tempurung kelapa sebagai substitusi bantal dianalisis sebagai sebuah bentuk disiplin fisik-spiritual yang bermuatan nilai-nilai asketisme (zuhud), konsistensi (istiqomah), dan kesungguhan hati (mujahadah). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif historis, pengumpulan data secara observasi, wawancara dengan anak, cucu, menantu, murid dan tokoh akademisi, kemudian pengumpulan arsip serta dokumentasi. Penelitian ini mengungkap bagaimana metode tersebut berfungsi sebagai instrumen transformasi karakter santri sekaligus penanda era transisi pendidikan dari sistem surau non-formal ke lembaga pendidikan terstruktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode ini merepresentasikan integrasi antara ajaran tasawuf, kearifan lokal Minangkabau (“alam takambang jadi guru”), dan kebutuhan pedagogis pada masanya tempurung kelapa sebagai pengganti bantal tidur bagi para santri saat lelah dalam belajar. Dalam penerapannya terdapat empat cabang keilmuan yakni: aqidah, fiqih, tarikh dan nahwu. manfaatnya adalah, menggajarkan mengenai kesungguhan hati dalam belajar yang dibarengi dengan niat, istiqomah di mana para santri diajarkan mengenai keikhlasan dan zuhud yakni suatu prinsip untuk tidak ketergantungan terhadap dunia yang mengajarkan para santri tentang kesederhaan dan fleksibilitas dalam belajar.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Google Slide pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas Vii Smp Negeri 6 Lahewa Nober Hafran Zalukhu; Yearning Harefa; Eka Septianti Laoli; Arianto Lahagu
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran berbasis Google Slide pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VII SMP Negeri 6 Lahewa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli bahasa, ahli media, serta peserta didik kelas VII yang terlibat dalam uji coba kelompok kecil dan besar. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, observasi, dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Google Slide memperoleh nilai kelayakan 90% dari ahli materi, 88% dari ahli bahasa, dan 92% dari ahli media, dengan kategori sangat layak. Uji coba kelompok kecil memperoleh nilai 87%, sedangkan uji coba kelompok besar 89%, menunjukkan bahwa media ini praktis dan efektif digunakan dalam pembelajaran. Penggunaan media ini terbukti meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi IPS. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Google Slide layak digunakan sebagai inovasi digital interaktif dalam mendukung proses pembelajaran IPS di sekolah menengah, sekaligus menjadi alternatif pengembangan media pembelajaran yang adaptif terhadap kemajuan teknologi pendidikan.
Penerapan Teori Hukum sebagai Alat Rekayasa Sosial dalam Kebijakan Diversi terhadap Anak Berhadapan dengan Hukum Aisyah Mehulina Siregar, Nur; Agusmidah, Agusmidah; Harianto, Dedi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1811

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memfungsikan teori hukum sebagai instrumen rekayasa sosial, khususnya dalam sistem peradilan pidana anak di Indonesia. Inti kajiannya adalah mengevaluasi implementasi gagasan Roscoe Pound tentang "law as a tool of social engineering," yang diejawantahkan melalui kebijakan diversi bagi anak pelaku tindak pidana. Kajian normatif ini bertujuan mendalami perubahan orientasi dari sistem yang semula menitikberatkan pada pembalasan (retributif) menuju pendekatan pemulihan (restoratif). Secara metodis, penelitian menganalisis UU No. 11 Tahun 2012, PERMA No. 4 Tahun 2014, serta berbagai putusan pengadilan dan literatur akademik melalui pendekatan perundang-undangan dan konseptual, dengan data diperoleh dari studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer dan sekunder. Data tersebut kemudian diolah melalui analisis kualitatif dengan kerangka berpikir analitik-deduktif. Temuan penelitian mengungkap relevansi yang kuat dari teori rekayasa sosial Pound dalam konteks peradilan anak Indonesia. Kebijakan diversi ternyata berfungsi sebagai sebuah mekanisme transformatif yang tidak hanya mengubah perilaku praktisi hukum, tetapi juga nilai-nilai sosial masyarakat serta membangun kesadaran kolektif akan urgensi perlindungan anak. Proses diversi, yang bertumpu pada nilai-nilai keadilan restoratif, telah memfasilitasi terjadinya interaksi konstruktif antara pelaku, korban, keluarga, dan masyarakat. Interaksi inilah yang menjadi katalis bagi perubahan cara pandang masyarakat dalam menyikapi anak yang berkonflik dengan hukum. Meski demikian, upaya untuk mengimplementasikan diversi secara penuh masih terbentur pada beberapa hal. Faktor-faktor seperti minimnya pemahaman akan pendekatan restoratif, kurangnya dukungan sumber daya, serta sikap masyarakat yang cenderung bertahan dengan paradigma lama menjadi penghalang signifikan. Sebagai penutup, meski dihadapkan pada berbagai tantangan, diversi tetaplah sebuah manifestasi konkret dari rekayasa sosial hukum. Instrumen ini dirancang untuk mendorong perubahan sosial yang berkesinambungan, mengarahkan sistem peradilan anak pada pendekatan yang lebih manusiawi dan senantiasa mendahulukan kepentingan tertinggi anak.
Kajian Sosiologi Hukum Terhadap Anak Terlantar yang Rentan Menjadi Pelaku Kejahatan Berdasarkan Teori Anomie Alya Afifa, Mutiara; Agusmidah, Agusmidah; Harianto, Dedi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1812

Abstract

Anak sebagai generasi penerus bangsa sangat rentan dengan perilaku menyimpang. Terutama anak terlantar yang terbiasa menghabiskan waktu di jalanan tanpa adanya aturan yang mengikat mereka. Desakan ekonomi menuntut anak bekerja di jalanan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kehidupan jalanan yang keras memberikan pengaruh negatif bagi anak terlantar yang mengakibatkan mereka berperilaku menyimpang atau kenakalan. Dalam UUD Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa anak-anak terlantar akan dipelihara oleh negara, oleh karena itu negara dan masyarakat bertanggung jawab dalam penanganan anak korban penelantaran. Penelitian ini menggunakan teori anomie untuk menjelaskan bagaimana penanganan anak korban penelantaran dari orangtua yang rentan menjadi pelaku kejahatan. Hasil menunjukkan bahwa terciptanya anak terlantar sebagai pelaku kejahatan dari perspektif Teori anomie dapat terjadi karena seorang anak merespon ketidaksesuaian antara apa yang mereka harapkan di kehidupan sosial yang tinggi dengan keterbatasan sarana-sarana yang mereka miliki, faktor penyebab lainnya juga dapat berasal dari faktor internal dan eksternal. Penelitian yang dilakukan saat ini menggunakan metode penelitian kulitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian deskriptif kualitatif biasanya bertujuan untuk mengungkapkan spesifik berbagai fenomena sosial dan alam yang ada di dalam kehiduapan masyarakat, sehingga peneliti dapat menjelaskan secara detail dalam penelitian.
Analisis Fenomena Childfree di Indonesia Terhadap Nilai Moralitas dan Hukum Menggunakan Teori Emile Durkheim Salsabilla Rizky Fauzi, Amanda; Agusmidah, Agusmidah; Harianto, Dedi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1813

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena tersebut dari sudut pandang moralitas dan legalitas berdasarkan teori Emile Durkheim. Menggunakan metode penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (73,9%) mendukung keputusan childfree, dengan alasan utama kondisi ekonomi (73,9%), pengembangan karier, dan kesiapan mental. Dari sisi hukum, pilihan ini tidak melanggar aturan dan termasuk hak asasi manusia. Secara moral, fenomena ini mencerminkan pergeseran nilai dari solidaritas mekanik (tradisional) menuju solidaritas organik (modern). Kesimpulannya, fenomena childfree menggambarkan perubahan sosial di mana kebebasan individu semakin dihargai, meskipun masih terjadi tarik-menarik antara nilai moral tradisional dan pandangan hidup modern.
Pengaruh Efektivitas dan Efisiensi terhadap Kepuasan Menggunakan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (Siapik) Pada Umkm Halal di Provinsi Banten Rianhadi, Septian; Wazin; Zaini Ibrahim
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1814

Abstract

Bank Indonesia (BI) memiliki peran dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Halal yang turut berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) keuangan nasional Indonesia. BI menghadirkan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) sebagai salahsatu solusi dalam pencatatan keuangan yang lebih efektif dan efisien. Selain itu, UMKM Halal dapat mengetahui gambaran kinerja usaha dan mempermudah akses pembiayaan atau permodalan yang masih menjadi kendala utama dalam keberlanjutan dan pengembangan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh efektivitas dan efisiensi terhadap kepuasan UMKM Halal  dalam menggunakan SIAPIK. Selanjutnya, penilitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan menggunakan data primer dari 75 sampel UMKM Halal di Provinsi Banten. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis  melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji t, uji f, regresi linier berganda, uji koefisien korelasi dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas memperoleh hasil signifikansi yakni sebesar 0,005 yang artinya lebih kecil dari 0,05 dan hasil nilai t hitung yakni sebesar 3,032 yang artinya lebih besar dari t tabel yakni sebesar 1,666 sehingga dapat disimpulkan bahwa Efektivitas berpengaruh signifikan secara parsial dengan kepuasan. Semetara itu, Efisiensi memperoleh hasil signifikansi yakni sebesar 0,015 yang artinya lebih kecil dari 0,05 dan hasil nilai t hitung yakni sebesar 3,654 yang artinya lebih besar dari t tabel yakni sebesar 1,666 sehingga dapat disimpulkan bahwa Efisiensi berpengaruh signifikan secara parsial. Berdasarkan hasil uji simultan (uji f), dimana nilai F hitung adalah 2,806 dan data F tabel sebesar 2,38 yang artinya nilai F hitung lebih besar dari nilai F tabel. Selain itu, dalam hal nilai signya diperoleh angka 0,041 yang artinya masih lebih kecil dari ambang batas 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Efektivitas dan Efisiensi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan menggunakan SIAPIK, ini juga diperkuat oleh hasil Adjusted R Square sebesar 0,815 atau 81,5% kontribusi pengaruhnya. Efektivitas dan efisiensi yang dihasilkan dari penggunaan SIAPIK membuat proses pelaporan keuangan menjadi lebih praktis dan hemat biaya, namun tetap memenuhi standar keuangan yang berlaku di Indonesia
Ketidak percayaan Laki-laki terhadap Kepemimpinan Perempuan di Sekolah Dasar Vadhillah , Syukra
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1815

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pandangan negatif masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan sebagai kepala sekolah kemudian adanya anggapan bahwa kepala sekolah di sekolah dasar banyak dipimpin perempuan karena banayknya jumlah guru perempuan disbanding guru laki-laki di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepantasan dan kemampuan perempuan menjadi pemimpin di sekolah dasar. Adapun metode penelitian yang digunakan ialah kuantitatif deskriptif dan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket dan wawancara. Teknik analisis data dengan analisis mean dan teknik Milles dan Huberman yaitu  pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan boleh saja menjadi pemimpin karena secara psikologis perempuan memiliki rasa tanggungjawab, kemandirian dan sikap disiplin yang tinggi yang dapat meningkatkan kinerja sebagai kepala sekolah. Kemudian secara Islam perempuan pun dibolehkan menjadi pemimpin secara kontekstual bukan secara normatif karena perempuan dan laki-laki dianggap memiliki kompetensi dan kesempatan yang sama terhadap tindakan dan pekerjaan masing-masing. Selama perempuan mampu dan mau menjadi pemimpin di sekolah dasar maka perempuan pantas untuk mengemban jabatan tersebut. Hal ini membantah budaya patriaki yang selama ini berlaku di Indonesia. Selain itu, perempuan pada zaman sekarang ini lebih mampu menjadi pemimpina sebab banyaknya bantuan teknologi untuk bekerja baik mengerjakan pekerjaan kantor maupun mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Implementasi PERBUB Pasaman Barat Nomor 47 Tahun 2022 Tentang Penataan Wilayah Kejorongan Perspektif Fiqh Siyasah Tanfidziyah (Studi Nagari Limau Purut Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat) Irwanto, Aditia; Wirman, Hardi Putra; Arsal; Dantes, Raymond
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1816

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh diterbitkannya Peraturan Bupati Pasaman Barat Nomor 47 Tahun 2022 tentang Penataan Wilayah Kejorongan di Nagari Limau Purut. Dalam kebijakan tersebut, wilayah Nagari Limau Purut yang semula terdiri dari satu kejorongan, dipecah menjadi tiga kejorongan. Namun, hingga saat ini, kejorongan baru yang terbentuk belum memiliki kepala jorong yang definitif. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya pelayanan publik kepada masyarakat di wilayah kejorongan baru tersebut. Akibatnya, masyarakat belum sepenuhnya merasakan pelayanan pemerintahan yang efektif dan merata, sebagaimana yang diharapkan dari penataan wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi dari Peraturan Bupati Pasaman Barat Nomor 47 Tahun 2022 Tentang Penataan Wilayah Kejorongan di Nagari Limau Purut dan bagaimana implementasi dari Peraturan Bupati ini jika ditinjau dari perspektif fiqih siyasah tanfidziyyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan di Nagari Limau Purut, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer dari penelitian ini adalah Badan Musyawarah (Bamus), PJ Wali Nagari Limau Purut, Masyarakat Nagari Limau Purut, sedangkan untuk sumber data sekundernya adalah sumber-sumber yang telah ada dalam bentuk dokumen berupa undang-undang, buku, skripsi terdahulu, jurnal dan artikel yang relevan untuk dibahas. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode kualitatif dan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah : Pertama, implementasi Peraturan Bupati Pasaman Barat Nomor 47 Tahun 2022 belum berjalan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain belum terlaksananya pelayanan publik secara maksimal karena belum adanya kepala jorong di kejorongan yang baru dibentuk, keterbatasan sarana dan prasarana penunjang, serta minimnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Akibatnya, masyarakat belum mengetahui secara menyeluruh keberadaan peraturan tersebut dan belum sepenuhnya merasakan manfaat yang diharapkan dari kebijakan tersebut. Kedua, implementasi Peraturan Bupati Pasaman Barat Nomor 47 Tahun 2022 Tentang Penataan Wilayah Kejorongan di Nagari Limau Purut sudah sejalan dengan  konsep fiqih siyasah tanfidziyyah yakni mengejar kemaslahatan umat dan menolak kemudaratan.
Peran Indikator Makroekonomi terhadap Ketahanan dan Kinerja Bank Syariah di Indonesia Zahrani, Syamsiar
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1818

Abstract

Perbankan merupakan sektor yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap gejolak ekonomi, mengingat perannya sebagai transmisi kebijakan moneter sekaligus lembaga intermediasi antara pihak surplus dan defisit dana. Stabilitas sektor perbankan, khususnya bank syariah, menjadi kunci dalam menjaga ketahanan sistem keuangan nasional di tengah dinamika ekonomi global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor makroekonomi yang meliputi pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, dan nilai tukar terhadap ketahanan bank yang diproksikan melalui Return on Assets (ROA). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari lima bank umum syariah di Indonesia selama periode 2019–2023. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap ketahanan bank, suku bunga berpengaruh positif, sedangkan inflasi dan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan strategi manajemen risiko yang adaptif bagi perbankan syariah dalam menghadapi volatilitas ekonomi dan ketidakpastian makroekonomi global, menjaga stabilitas dan ketahanan sektor perbankan syariah di Indonesia.  menjaga stabilitas dan ketahanan sektor perbankan syariah di Indonesia.