cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
almufi.seduj@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapt. Piere Tendean No.109, Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93563
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Sulawesi Tenggara Educational Journal
ISSN : 28077458     EISSN : 28077474     DOI : DOI: https://doi.org/10.54297
Sultra Educational Journal (Seduj) adalah terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara. Seduj terbit tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Seduj menjadi sarana publikasi bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang ilmu pendidikan dalam menerbitkan artikel hasil penelitian maupun artikel telaah konseptual. Ruang lingkup kajian Seduj mencakup: Metode belajar dan Pembelajaran, Guru dan Siswa, Teknologi pendidikan, Manajemen Pendidikan, Penilaian dan Evaluasi Pendidikan dan masalah-masalah lainnya yang berkaitan dengan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1: April (2025)" : 58 Documents clear
Strategi PAI dalam Membentuk Generasi Milenial yang Bertanggung Jawab Sosial Asran, Asran; Amaluddin, Amaluddin; Bulan, Sri; S, Anita; Kadang, Harni
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1120

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi milenial yang bertanggung jawab sosial. Dalam konteks ini, PAI tidak hanya mengajarkan ajaran agama, tetapi juga membentuk nilai-nilai sosial yang dapat membentuk sikap dan perilaku positif terhadap masyarakat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi-strategi yang diterapkan dalam pembelajaran PAI untuk membentuk generasi milenial yang bertanggung jawab sosial. Berdasarkan penelitian literatur yang dilakukan, PAI dapat membangun karakter sosial melalui berbagai pendekatan, seperti pembelajaran berbasis nilai-nilai sosial agama, kolaborasi dalam kegiatan sosial, serta penerapan pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Melalui strategi ini, siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan, berempati, dan memiliki kepedulian terhadap masalah sosial di sekitarnya. Dengan menggunakan pendekatan yang holistik dan berbasis pada ajaran agama yang relevan, PAI dapat membentuk generasi milenial yang lebih peduli terhadap sesama dan bertanggung jawab sosial. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa pembelajaran PAI memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung perkembangan sosial dan karakter siswa di era digital yang penuh tantangan ini.
Pengembangan Keterampilan Sosial Siswa melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Hanapi, Jamaluddin; Amaluddin, Amaluddin; Jusrianti, Jusrianti; Sutriana, Sutriana; Hasnita, Hasnita
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1121

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan keterampilan sosial siswa, khususnya di jenjang sekolah menengah. Dalam konteks pendidikan karakter, keterampilan sosial merupakan kemampuan penting yang menunjang keberhasilan siswa dalam kehidupan bermasyarakat. Studi literatur ini bertujuan untuk menelaah bagaimana pembelajaran PAI dapat berkontribusi secara efektif dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa. Metode yang digunakan adalah telaah literatur dari berbagai sumber akademik seperti jurnal nasional, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil telaah menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran PAI yang interaktif, kontekstual, dan berorientasi nilai dapat meningkatkan empati, toleransi, kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab sosial siswa. Penerapan metode diskusi, studi kasus, simulasi, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam praktik pembelajaran menjadi kunci keberhasilan pengembangan keterampilan sosial. Pembelajaran yang hanya bersifat kognitif dinilai kurang efektif dalam membentuk sikap dan perilaku sosial yang positif. Oleh karena itu, penguatan peran guru, pengembangan kurikulum yang responsif, dan lingkungan sekolah yang suportif sangat diperlukan. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pendidik dan pengambil kebijakan untuk mengintegrasikan pembelajaran PAI dengan pengembangan keterampilan sosial secara lebih sistematis dan terukur.
Peran Guru PAI dalam Menanggulangi Radikalisasi melalui Pendidikan Berbasis Damai Hasan, Hasriyanti Mandalika; Amaluddin, Amaluddin; Pina, Pina; Hasmi, Hasmi; Taro, Darmawati
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1122

Abstract

Radikalisasi menjadi salah satu tantangan besar dalam dunia pendidikan, terutama di lingkungan sekolah yang seyogianya menjadi tempat menanamkan nilai-nilai kedamaian dan toleransi. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran sentral dalam mencegah penyebaran ideologi radikal di kalangan siswa melalui pendekatan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai damai. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran guru PAI dalam menanggulangi radikalisasi dengan menekankan pada pendekatan pendidikan berbasis damai. Kajian dilakukan dengan menelaah berbagai hasil penelitian dan literatur ilmiah terkait peran guru, strategi pendidikan damai, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Hasil studi menunjukkan bahwa guru PAI tidak hanya bertugas mengajar aspek kognitif agama, tetapi juga bertanggung jawab dalam pembentukan karakter siswa yang toleran, terbuka, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Strategi yang digunakan antara lain adalah integrasi nilai-nilai damai dalam kurikulum, penggunaan metode pembelajaran dialogis, serta penanaman nilai moderasi beragama. Pendidikan damai mampu menjadi benteng ideologis bagi siswa dalam menghadapi propaganda radikal. Namun, untuk optimalisasi peran ini, guru PAI memerlukan pelatihan berkelanjutan, dukungan kebijakan, dan sinergi dengan stakeholder lain. Dengan demikian, pendidikan agama Islam dapat menjadi sarana efektif dalam membangun generasi muda yang cinta damai dan anti kekerasan.
Kepemimpinan Mutu dan Kerjasama Tim pada Satuan Pendidikan Yulita, Vera Diana; Halik, Abdul; Ningrum, Nurully Kesuma; Janawati, Janawati
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1125

Abstract

Kualitas satuan pendidikan sangat bergantung pada efektivitas kepemimpinan dan kekompakan kerjasama tim di lingkungan sekolah. Kepemimpinan mutu menekankan pentingnya visi strategis, pengembangan berkelanjutan, serta penciptaan budaya kerja yang mendukung inovasi dan perubahan positif. Sementara itu, kerjasama tim merupakan fondasi utama dalam membangun kolaborasi antarpemangku kepentingan di sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Studi literatur ini bertujuan untuk menelaah keterkaitan antara kepemimpinan mutu dan kerjasama tim dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif mampu mengarahkan dan memberdayakan tim secara optimal, menciptakan iklim kerja yang kondusif, serta meningkatkan kinerja individu maupun kolektif. Di sisi lain, tim yang solid akan memperkuat implementasi kebijakan sekolah, mendukung inovasi pembelajaran, serta mempercepat pencapaian tujuan pendidikan. Sinergi antara kepemimpinan mutu dan kerjasama tim terbukti berperan penting dalam mewujudkan satuan pendidikan yang adaptif, produktif, dan berorientasi pada hasil. Temuan ini menjadi dasar bagi perlunya pengembangan kepemimpinan transformatif dan penguatan budaya kerja kolaboratif di sekolah.
Mutu Layanan (Service Quality) pada Satuan Pendidikan Irmawati, Irmawati; Halik, Abdul; Rusliana, Rusliana; Syamsuriani, Syamsuriani
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1126

Abstract

Menciptakan kepuasan dan keberhasilan peserta didik. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji berbagai teori, model, dan hasil penelitian terkait mutu layanan di lingkungan pendidikan. Dengan menganalisis sejumlah jurnal, buku, dan artikel ilmiah terkini, penelitian ini mengidentifikasi dimensi-dimensi utama mutu layanan yang berpengaruh, tantangan implementasi, serta strategi peningkatan mutu layanan pada satuan pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa kualitas layanan pendidikan tidak hanya bergantung pada aspek fisik dan sarana prasarana, tetapi juga pada kualitas interaksi antara pendidik dan peserta didik, kejelasan komunikasi, dan manajemen institusi. Selain itu, penggunaan teknologi informasi dapat meningkatkan efektivitas layanan. Studi ini merekomendasikan penerapan model SERVQUAL dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik sebagai upaya utama untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan. Dengan begitu, satuan pendidikan dapat memenuhi harapan stakeholder dan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan nasional.
Budaya Mutu Organisasi pada Satuan Pendidikan Mahmudah, Siti; Halik, Abdul; Sari, Aryanti Puspita; Ridwan, Ridwan
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1196

Abstract

Budaya mutu organisasi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan satuan pendidikan yang efektif, efisien, dan berdaya saing. Dalam konteks pendidikan, budaya mutu tidak hanya berkaitan dengan pencapaian standar akademik, tetapi juga mencakup etos kerja, kepemimpinan, partisipasi warga sekolah, dan sistem evaluasi yang berkelanjutan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai teori dan temuan empiris terkait budaya mutu organisasi di lingkungan satuan pendidikan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur, peneliti menelaah lebih dari 20 sumber jurnal nasional dan internasional dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya mutu sangat dipengaruhi oleh enam faktor utama: kepemimpinan transformasional kepala sekolah, partisipasi aktif guru, penguatan visi dan misi institusi, sistem manajemen berbasis mutu (TQM), partisipasi orang tua, dan budaya refleksi serta evaluasi berkelanjutan. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pengembangan budaya mutu tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan memerlukan komitmen bersama dan konsistensi dalam pelaksanaan program pendidikan. Dengan demikian, pembentukan budaya mutu organisasi merupakan strategi jangka panjang yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional dan peningkatan kualitas pembelajaran. Studi ini merekomendasikan perlunya pelatihan manajemen mutu untuk seluruh komponen sekolah dan kebijakan pendidikan yang mendukung transformasi budaya kerja di satuan pendidikan.
Perkembangan Pemikiran Pendidikan Islam dari Era Klasik Hingga Era Kontemporer Lupiah, Konita; Ali, Siti Nurhayati; Sugiharto, Sugeng
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1197

Abstract

Pendidikan Islam merupakan pilar penting dalam membentuk kepribadian dan peradaban umat Islam sejak masa Rasulullah hingga era kontemporer saat ini. Studi ini bertujuan untuk menelaah perkembangan pemikiran pendidikan Islam dari era klasik, pertengahan, modern, hingga kontemporer melalui pendekatan studi literatur. Era klasik ditandai dengan pemikiran para ulama seperti Al-Ghazali dan Ibnu Sina yang menekankan harmonisasi antara ilmu agama dan rasionalitas. Pada era pertengahan, pemikiran pendidikan lebih terfokus pada institusionalisasi pendidikan dengan munculnya madrasah dan kurikulum formal. Sementara pada era modern, terjadi transformasi pemikiran akibat pengaruh kolonialisme dan kebangkitan dunia Islam, dengan tokoh seperti Muhammad Abduh dan Syed Naquib al-Attas. Di era kontemporer, pendidikan Islam menghadapi tantangan globalisasi, digitalisasi, serta isu-isu relevansi dan integrasi nilai-nilai Islam dalam konteks masyarakat modern. Hasil studi menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Islam terus mengalami evolusi dengan mempertahankan nilai-nilai dasar Islam sembari beradaptasi dengan tantangan zaman. Implikasi dari studi ini adalah perlunya perumusan kurikulum dan strategi pembelajaran yang kontekstual dan transformatif agar pendidikan Islam tetap relevan dan solutif terhadap permasalahan zaman. Kajian ini juga mendorong pengembangan pemikiran kritis dan inovatif dalam pendidikan Islam berbasis nilai-nilai tauhid, kemanusiaan, dan keadilan.
Pengaruh Konsep diri dan Kepercayaan diri Terhadap Hasil Belajar Matematika lucyana, lucyana; Subawo, Made
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1200

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Deskripsi konsep diri, kepercayaan diri, dan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wundulako; (2) Pengaruh konsep diri terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wundulako; (3) Pengaruh kepercayaan diri terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wundulako; (4) Pengaruh konsep diri dan kepercayaan diri terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wundulako.Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wundulako sebanyak 54 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh diproleh sampel sebanyak 54 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Konsep diri siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wundulako cenderung berada pada kategori sangat tinggi; (2) Kepercayaan diri siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wundulako cenderung berada pada kategori rendah; (3) Hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wundulako cenderung berada pada kategori rendah; (4) Pengaruh konsep diri terhadap hasil belajar matematika siswa kelasVIII SMP Negeri 2 Wundulako sebesar 52,3%, dimana terdapat pengaruh positif dan signifikan konsep diri terhadap hasil belajar matematika dengan thitung = 7,487 ≥ 2,008 ttabel dan sig = 0,000 < 0,05; (5) Pengaruh kepercayaan diri terhadap hasil belajar matematika siswa kelasVIII SMP Negeri 2 Wundulako sebesar 60,9%, dimana terdapat pengaruh positif dan signifikan kepercayaan diri terhadap hasil belajar matematika dengan thitung = 8,918 ≥ 2,008 = ttabel dan sig = 0,000 < 0,05; (6) Pengaruh konsep diri dan kepercayaan diri terhadap hasil belajar matematika siswa kelasVIII SMP Negeri 2 Wundulako sebesar 88,6%, dimana terdapat pengaruh positif dan signifikan konsep diri dan kepercayaan diri terhadap hasil belajar matematika dengan Fhitung = 199,081≥ 3,179 Ftabeldengan persamaan regresi .
Eksistensi Keteladanan Manajemen Pendidikan Islam dalam Perspektif Bj. Habibie Soejono, Sri Rosmalina; Iswadi, Iswadi
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi keteladanan manajemen pendidikan Islam dalam perspektif BJ. Habibie serta mengkonstruksi model manajemen pendidikan Islam berbasis nilai-nilai keteladanannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi tokoh (historical-biographical analysis) dan analisis konten (content analysis) terhadap sumber-sumber primer seperti pidato, karya tulis, dan kebijakan pendidikan era Habibie, serta sumber sekunder berupa literatur terkait. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan wawancara semi-terstruktur dengan pakar pendidikan Islam, kemudian dianalisis secara tematik dengan pendekatan hermeneutik. Hasil penelitian mengungkap lima pilar keteladanan manajerial Habibie yang relevan dengan pendidikan Islam: (1) integrasi sains-teknologi dengan nilai keislaman, (2) sistem meritokrasi berbasis integritas, (3) visi pendidikan futuristik yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam, (4) pengembangan SDM secara holistik, dan (5) model kepemimpinan "3K" (Kompetensi, Karakter, Kontribusi). Temuan ini memperkaya teori manajemen pendidikan Islam dengan menawarkan model integratif yang memadukan keunggulan manajemen modern dengan keteladanan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Habibie menawarkan perspektif berharga bagi pengembangan manajemen pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam menjawab tantangan globalisasi pendidikan.
Mengembangkan Imajinasi Anak Usia Dini melalui Kegiatan Melukis dengan Media Alam Permatasari, Sri Jumiaty; Saputra, Erwin Eka; Sarah, Siti
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1207

Abstract

Perkembangan imajinasi pada anak usia dini merupakan aspek penting dalam pembentukan kreativitas, kemampuan berpikir simbolik, dan ekspresi diri. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif dalam menstimulasi imajinasi adalah melalui kegiatan melukis. Artikel ini bertujuan mengkaji berbagai literatur terkait penggunaan media alam dalam kegiatan melukis sebagai sarana untuk mengembangkan imajinasi anak usia dini. Media alam seperti daun, pasir, batu, tanah, dan bunga tidak hanya mudah diakses dan ramah lingkungan, tetapi juga memberi rangsangan sensorik yang kaya bagi anak. Studi literatur menunjukkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam aktivitas melukis dengan media alam menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berimajinasi, menciptakan narasi visual, dan mengembangkan koneksi emosional terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan ini memberikan ruang eksplorasi yang luas tanpa tekanan hasil akhir, sehingga anak merasa bebas dalam mengekspresikan ide dan perasaannya. Pendekatan ini juga mendukung perkembangan motorik halus dan penguatan hubungan antara anak dengan alam. Studi ini menegaskan pentingnya peran guru dan orang tua dalam menyediakan lingkungan yang mendukung kegiatan seni berbasis alam, serta memfasilitasi interaksi kreatif anak dengan material alami. Dengan demikian, kegiatan melukis dengan media alam merupakan strategi edukatif yang efektif dan menyenangkan dalam mengembangkan imajinasi anak usia dini secara holistik.