Articles
282 Documents
Efek Marinasi Limbah Kulit Nanas dan Jahe Terhadap Kualitas Daging Sapi
Wijinindyah, Ayutha;
Gaol, Susan E. Lumban;
Pujiastuti, Asih;
Prayuda, Fajar Galih
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1193
Daging merupakan sumber protein yang mudah didapat dan banyak dimanfaatkan. Banyak cara digunakan untuk mengempukkan daging sehingga mudah diolah. Limbah kulit nanas merupakan bahan tidak terpakai yang berpotensi untuk mengempukkan daging karena mengandung enzim bromelin. Penambahan jahe diharapkan mampu mempercepat proses pengempukan dan mempertahankan kualitas daging karena jahe mengandung enzim protease yang juga berperan untuk mengempukkan daging. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek marinasi kulit nanas dan jahe terhadap kualitas fisik daging yakni dengan parameter kadar air, pH, susut masak, dan organoleptik. Penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap yakni dengan 4 perlakuan, dan 3 ulangan. Metode pada penelitian ini adalah eksperimen dengan pemberian jahe 10g pada setiap perlakuan dan tambahan kulit nanas P0 (0 g), P1 (20 g), P2 (25 g) dan P3 (30 g) dengan berat daging 50 g dan dimarinasi selama 1 jam. Hasil memperlihatkan perendaman kulit nanas dengan berbagai perlakuan dan jahe memberikan hasil beda nyata (p<0,05) pada kadar air, susut masak, aroma, tekstur dan rasa daging. Adapun hasil tidak beda nyata pada pH dan warna daging. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan variasi lama marinasi dan persentase penambahan jahe dan kulit nanas.
Studi Dua Cara Tanam Ubi Jalar Terhadap Tingkat Serangan Hama Penggerek Batang (Stem Borer)
Supeno, Bambang;
Haryanto, Hery;
Sarjan, M.;
Ngawit, I Ketut;
Jihadi, Amrul
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1194
Ubi jalar (Ipomoea batatas) merupakan tanaman pangan alternatif atau pengganti beras yang telah lama dikenal dan digemari oleh masyarakat. Hama penggerek batang merupakan salah satu hama utama yang dirasakan merugikannya. Bagaimana tingkat kerusakannya pada dua cara tanam belum banyak laporannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh hama penggerek batang pada dua cara tanam Penelitian dilakukan di lahan sawah dengan percobaan lapangan. Percobaan dirancang dengan rancangan acak kelompok dengan dua perlakuan yaitu cara tanaman dalam karung (K) dan kontrol dalam bedengan tanah (C). Masing-masing Perlakuan diulang sebanyak enam kali (blok) dan setiap blok ditanam 4 stek ubi jalar klon tailan. Secara keseluruhan diperoleh 12 petak percobaan yang terdiri dari masing-masing petak ada empat stek klon ubi jalar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cara tanam biasa (kontrol) diserang oleh tiga spesies serangga penggerek batang yaitu Omphisa Anastomosalis (Lepidoptera: Pyralidae), Cylas Formicarius (Coleoptera: Curculionidae) dan Oberea sp. (Coleoptera: Cerambycidae). Cara tanam dengan wadah karung hanya diserang oleh dua spesies serangga hama, yaitu Omphisa Anastomosalis (Lepidoptera: Pyralidae), dan Oberea sp. (Coleoptera: Cerambycidae). Intensitas kerusakan yang ditimbulkan oleh ketiga serangga hama penggerek batang di cara tanam dalam karung (30,92±7,44%) lebih kecil dibandingkan dengan kontrol sebesar (42,94±4,70%).
Komparasi Teknik Pemupukan dan Dosis Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta
Saroh, Cindy Nur May;
Wulanjari, Distiana;
Arum, Ayu Puspita;
Setiyono, Setiyono
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1195
Indonesia adalah salah satu negara penghasil kopi sekaligus pengekspor biji kopi di Dunia. Tahun 2020 produksi kopi naik menjadi 762,38 ribu ton atau meningkat sebesar 1,31 %. Jenis kopi robusta mendominasi produksi kopi di Indonesia pada tahun 2020 sebesar 70,15%, dan 29,85% adalah kopi arabika. Unsur hara N merupakan senyawa yang paling dibutuhkan pada masa pertumbuhan vegetatif tanaman kopi diantaranya mempercepat pertumbuhan batang, daun, memperbanyak klorofil, dan memberikan impuls pada pertumbuhan akar. Teknik pemupukan yang tepat akan membuat tanaman menjadi mudah dalam menyerap unsur hara. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara teknik pemupukan dan dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan bibit kopi robusta, untuk mengetahui pengaruh teknik pemupukan terhadap pertumbuhan bibit kopi robusta, untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan bibit kopi robusta. Rancangan percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor I yaitu teknik pemupukan dan faktor ke II adalah Dosis pupuk urea. Hasil penelitian yaitu (1) Interaksi antara Teknik pemupukan dan Dosis pupuk urea berbeda nyata pada variabel tinggi tanaman, dan berat kering tanaman namun tidak berbeda nyata dengan variabel yang lain. (2) Pengaruh teknik pemupukan berbeda nyata pada variabel jumlah daun dan berat segar tanaman, namun tidak berbeda nyata pada variabel yang lain. (3) Pengaruh dosis pupuk urea berbeda nyata pada variabel jumlah daun dan panjang akar, namun tidak berbeda nyata pada variabel yang lain.
Pengaruh Suhu Peyimpanan dan Penambahan Berbagai Jenis dan Konsentrasi Stabilizer pada Pengaplikasian Edible Coating Gel Lidah Buaya (Aloe Vera Linn.) Terhadap Mutu Cabai Merah (Capsicum Annuum L.)
Rahayu, Fitriyani Dwi;
Santosa, Arif Prashadi;
Dewanto, Hamami Alfasani
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1197
Cabai termasuk dalam produk hasil pertanian klimaterik, dimana cabai masih mengalami proses respirasi yang terus berlangsung bahkan saat setelah dipanen. Upaya untuk memperpanjang umur simpan cabai dengan mengurangi laju respirasi melalui penyesuaian kondisi penyimpanan, pengemasan dan penanganan fisik produk seperti edible coating. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan edible coating adalah lidah buaya. Untuk meningkatkan edible coating lidah buaya maka perlu di tambahkan suatu bahan sebagai bahan penstabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pengaruh antara suhu penyimpanan dan penambahan berbagai jenis dan konsentrasi stabilizer pada pengaplikasian edible coating gel lidah buaya terhadap mutu cabai merah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor dengan tiga kali ulangan. Masing-masing sampel diuji kadar vitamin C, susut bobot, kadar air, tingkat kekerasan, total mikroba dan analis sensoris. Data dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of variance (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan Duncan 5%. Hasil penelitian menujukan bahwa selama 12 hari penyimpanan terbaik pada perlakuan S2E7 dan S2E3 dapat memperkecil penurunan kadar vitamin C, kadar air, tingkat kekerasan dan memperkecil kenaikan susut bobot dan total mikroba serta apat mempertahankan tekstur, aroma warna dan kesegaran cabai merah.
Efektivitas Kombinasi Pupuk NPK dan Pupuk Bokashi Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncea L.)
Zahara, Kardea;
Siaga, Erna;
Herlina, Herlina;
Loso, Sugito
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1198
Komoditas sayuran di Indonesia terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan konsumsi per kapita. Kesadaran akan konsumsi sayuran yang berkualitas baik dan sehat serta aman untuk di konsumsi menjadi hal alasan perlu dikembangkannya produk sayuran salah satunya yaitu sawi melalui pemberian pupuk organik dan mengurangi pupuk anorganik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari respon pertumbuhan tanaman sawi terhadap kombinasi pemberian pupuk NPK dan pupuk bokashi kotoran ayam. Rancangan penelitian yang diterapkan yaitu rancangan acak lengkap satu faktor dengan perlakuan terdiri atas P0 (tanpa pemupukan NPK dan pupuk bokashi kotoran ayam), P1 (0 g pupuk bokashi kotoran ayam + 3 g NPK), P2 (200 g pupuk bokashi kotoran ayam + 3 g NPK), P3 (200 g pupuk bokashi kotoran ayam + 6 g NPK), dan P4 (400 g pupuk bokashi kotoran ayam + 6 g NPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima perlakuan yang diberikan pada tanaman sayuran memberikan hasil berbeda tidak nyata pada hasil tinggi tanaman, jumlah daun, berat panen, berat basah akar dan berat basah daun. Pemberian pupuk bokashi kotoran ayam dan NPK pada penelitian ini tidak menunjukkan respon yang berbeda secara statistik antar perlakuan yang dimungkinkan oleh telah tercukupi hara dan mineral pada tanaman sawi dari media tanam ataupun pertumbuhan terhambat.
Pertumbuhan dan Hasil Buncis Tegak pada berbagai Dosis Pupuk Kandang Sapi dan Jarak Tanam
Gaurifa, Arjuli Yanti;
Dinarto, Wafit;
Astriani, Dian
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1199
Usaha untuk meningkatkan produksi buncis dapat dilakukan dengan memperbaiki teknik budidaya, diantaranya pengaturan jarak tanam dan pemupukan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang sapi dan jarak tanam terbaik untuk pertumbuhan dan hasil buncis tegak. Penelitian dilakukan bulan Januari – April 2024 di UPT Kebun Percobaan Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana Yogyakarta pada ketinggian 110 m di atas permukaan laut. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial 3x2 yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan. Faktor perlakuan pertama adalah dosis pupuk kandang sapi terdiri atas tiga aras, yaitu: 0, 10, dan 20 t/ha. Faktor kedua adalah jarak tanam, terdiri atas dua aras yaitu: 30 cm x 40 cm dan 40 cm x 40 cm. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (Anova) ?= 5 %, dan apabila perlakuan berbeda nyata dilanjutkan Uji Duncan ?= 5%. Hasil penelitian menunjukkan ada interaksi antara faktor perlakuan dosis pupuk kandang sapi dengan jarak tanam. Pemberian dosis pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan buncis tegak dan hasil buncis tegak. Perlakuan jarak tanam tidak berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan dan hasil buncis tegak.
Kelayakan Usahatani Cabai Rawit pada Kelompok Tani Karya Muda di Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap
Sari, Devi Juvita;
Utami, Pujiati;
Watemin, Watemin
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1200
Tujuan penelitian untuk mengetahui rata-rata biaya, rata-rata pendapatan dan kelayakan usahatani yang diperoleh petani cabai rawit anggota Kelompok Tani Karya Muda Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap. Lokasi penelitian ditentukan dengan pertimbangan bahwa Kelompok Tani Karya Muda merupakan kelompok tani yang paling aktif di Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap. Penentuan sampel dilakukan dengan metode sensus, berjumlah 20 petani anggota anggota Kelompok Tani Karya Muda Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap yang melakukan usahatani cabai rawit pada musim tanam bulan Juli 2023 - Januari 2024. Hasil penelitian menyebutkan bahwa rata-rata biaya usahatani cabai rawit sebesar Rp. 12.468.402/musim tanam, rata-rata pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 38.227.048/musim tanam, kelayakan usahatani R/C Rasio sebesar 4,06.
Analisis Histologi Pelepah Daun Kelapa Kopyor Hibrida (Kopyor dalam Sinumpur (KDS) × Kopyor Genjah Kuning Sinumpur (KGKS)
Latifah, Nisa Khoeri;
Sisunandar, Sisunandar
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1201
Perbaikan kualitas kelapa kopyor khususnya melalui persilangan belum banyak dilakukan. Di samping memerlukan waktu yang cukup lama, metode deteksi keberhasilan persilangan juga belum banyak dikembangkan. Saat ini metode morfologi sebagai alat deteksi keberhasilan persilangan memiliki keterbatasan sedangkan metode molekuler relatif mahal dan membutuhkan teknologi tinggi. Analisis keberhasilan persilangan secara histologi perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan histologi pelepah daun kelapa kopyor hibrida (KDS × KGKS) dengan tetua jantan (KDS) dan tetua betinanya (KGKS). Pelepah daun diisolasi dari dua sampel yaitu bibit kelapa in vitro berumur 9 - 12 bulan setelah tanam dan bibit kelapa ex vitro berumur 8 – 12 bulan pasca aklimatisasi. Preparat penampang melintang pelepah daun dipotong dengan tangan kemudian diwarnai dengan 2% safranin (30 detik) dilanjutkan 1% fastgreen (50 detik). Preparat diamati menggunakan mikroskop Olympus BX51 dan gambar diambil menggunakan kamera Olympus DP74. Gambar yang diperoleh dianalisis menggunakan software ImageJ untuk menghitung jumlah, luas total, dan luas rata- rata sklerenkim, serta jumlah, luas total, dan luas rata-rata ikatan pembuluh berserat (IPB). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada struktur histologi antara pelepah daun dari bibit in vitro dan bibit ex vitro. Pelepah daun bibit KDS memiliki jumlah maupun luas total sklerenkim yang lebih tinggi dibandingkan dengan pelepah daun bibit KGKS. Demikian pula bibit kelapa hibrida memiliki pelepah daun dengan jumlah dan luas total sklerenkim yang sama dengan pelepah daun bibit KDS dan lebih tinggi dibandingkan dengan pelepah daun bibit KGKS. Namun demikian, pelepah daun bibit kelapa hibrida tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam hal jumlah, luas total dan luas rata-rata IPB dibandingkan dengan bibit KGKS. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa analisis histologi pelepah daun dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi salah satu kunci identifikasi awal keberhasilan persilangan pada produksi bibit kelapa kopyor hibrida.
Biopriming Larutan Taoge dan Trichoderma Spp. Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kacang Nagara
Aidah, Galuh Nur;
Suparto, Hairu;
Santoso , Untung
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1202
Kacang Nagara dibudidayakan pada lahan rawa lebak Kalimantan Selatan, terutama di Kecamatan Daha Utara dan Kecamatan Daha Selatan. Penanaman dilakukan pada saat air surut bulan Juni hingga September. Mengingat hingga sampai saat ini petani menggunakan benih produksi sendiri, tentunya muncul permasalahan utama yaitu mutu benih semakin menurun. Benih bermutu dapat mengalami penurunan kualitas akibat penyimpanan kurang tepat atau benih telah melewati masa simpan. Penurunan mutu pada benih dapat diatasi melalui biopriming. Biopriming merupakan inkubasi larutan perlakuan pada benih menggunakan mikroorganisme dipadukan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh biopriming larutan taoge dan Trichoderma spp. terhadap viabilitas dan vigor benih kacang Nagara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Faktor pertama terdiri dari konsentrasi larutan taoge (k) dengan 4 taraf yaitu akuades (k0), larutan taoge 5% (k1), larutan taoge 10% (k2), dan larutan taoge 15% (k3). Faktor kedua yaitu jenis Trichoderma (t) dengan 3 taraf terdiri dari tanpa Trichoderma (t0), T. harzianum (t1), dan T. viride (t2). Metode UKDdp (Uji Kertas Digulung dalam plastik) dengan setiap gulungan berisi 50 benih kacang Nagara varietas Padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biopriming larutan taoge dan Trichoderma spp. berpengaruh nyata terhadap variabel daya berkecambah benih kacang Nagara lewat masa simpan, akan tetapi pada variabel potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, keserempakan tumbuh dan kecepatan tumbuh hanya faktor tunggal yang berpengaruh. Peningkatan tertinggi pada setiap variabel yaitu perlakuan larutan taoge 10% dan T. harzianum (k2t1).
Pengaruh Pemberian Maggot (Hermetia Illucens) sebagai Pakan Subtitusi Terhadap Pertumbuhan dan Efisiensi Pakan pada Ikan Gurame (Osphronemus Gouramy)
Nadifah, Itqon Ngaynun;
Mulia, Dini Siswani;
Suwarsito, Suwarsito
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1203
Dalam budidaya ikan gurame, pakan merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan ikan. Pakan yang digunakan selama ini masih mengandalkan pakan komersil yang harganya tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif pakan yang harganya terjangkau tetapi mengandung protein tinggi. Salah satu pakan alternatif yang digunakan adalah larva Hermetia illucens atau dikenal dengan istilah maggot Black Soldier Fly (BSF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan maggot sebagai pakan subtitusi terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup ikan gurame. Metode pelaksanaan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan setiap perlakuan diulang 3 kali. Perlakuan yang dicobakan adalah P1 : Pemberian pakan komersil 100%, P2 : Pemberian pakan komersil 25% + maggot 75%, P3 : Pemberian pakan komersil 50% + maggot 50%, P4 : Pemberian pakan komersil 75% + maggot 25%, dan P5 : Pemberian maggot 100%. Ikan yang diujikan ikan gurame yang berukuran 5-10 gram. Pemeliharaan ikan dilaksanakan selama 42 hari dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak 2 kali pada pagi hari pukul 07.00 WIB dan sore hari pukul 17.00 WIB dengan dosis pakan sebanyak 5% dari biomassa ikan. Parameter yang diamati meliputi, pertumbuhan relatif, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup ikan gurame. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan untuk mengetahui perlakuan yang terbaik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian maggot berpengaruh terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan (P<0,05) namun tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan gurame (P>0,05). Perlakuan P2 menghasilkan pertumbuhan relatif dan efisiensi pakan yang tertinggi.