cover
Contact Name
Nike Vonika
Contact Email
jurnalrehsos@gmail.com
Phone
+6281220025612
Journal Mail Official
penerbitstks@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Kesejahteraan Sosial Jl. Ir. H. Juanda No. 367 Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan)
ISSN : 26856700     EISSN : 26856719     DOI : 10.31595/biyan
Core Subject : Social,
Visi: Menjadi Jurnal Ilmiah Bidang Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial yang Berkualitas dan Mempunyai Kontribusi dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pengembangan Teknologi Pekerjaan Sosial di Indonesia Misi: Mempublikasikan karya ilmiah yang mutakhir dalam bidang kebijakan dan pelayanan pekerjaan sosial untuk kepentingan penerapan teknologi pekerjaan sosial di Indonesia. Tujuan: Meningkatkan aksesibilitas informasi dan literasi masyarakat dalam bidang kebijakan dan pelayanan pekerjaan sosial di era industri 4.0. Ruang Lingkup: > Pengembangan teknologi kebijakan sosial > Pengembangan teknologi pelayanan sosial
Articles 88 Documents
PELAYANAN KEMANUSIAAN MELALUI PROGRAM HOME (HUG, OPPURTUNITY, MENTALITHY, EDUCATION) CHILDREN LEARNING CENTER DALAM PEMENUHAN HAK ANAK ATAS PELAYANAN PENDIDIKAN DI HUMAN INITIATIVE JAWA BARAT pavita, fairuz
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 6 No 1 (2024): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v6i1.1261

Abstract

Abstrak Studi ini bertujuan untuk menggambarkan pelayanan kemanusiaan  dalam pemenuhan hak pendidikan anak melalui program pendidikan nonformal. Program pendidikan ini dirancang untuk memastikan hak-hak dasar anak, seperti hak non-diskriminasi, hak hidup, hak berpartisipasi, hak menyatakan pendapat, hak perlindungan, hak bermain terpenuhi melalui program pendidikan yang telah ditetapkan dan di dukung oleh faktor-faktor pendorong dan penghambat dalam pemberian pelayanan terhadap pemenuhan hak pendidikan anak serta implikasi teoretis dan praktis terhadap pengembangan ilmu kesejahteraan sosial. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen. Informan dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, dengan total 7 informan, terdiri dari 4 pengurus lembaga (kabid program, penanggung jawab program, tenaga pendidik) sebagai informan kunci dan 3 anak penerima manfaat sebagai informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator yang mendukung implementasi pelayanan kemanusiaan telah berjalan optimal. Pelaksanaan program pembelajaran memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan rutin maupun kegiatan outing class, serta prinsip hak anak menunjukkan pengaruh yang baik terhadap perkembangan akademik dan non-akademik, didukung oleh faktor-faktor pendorong anak.   KEYWORDS: Hak Pendidikan Anak, pelayanan kemanusiaan, pendidikan nonformal, kesejahteraan sosial  
Implementasi Terapi Realitas WDEP+AC Terhadap Peningkatan Kontrol Diri Korban Penyalahgunaan Napza di Yayasan Sekar Mawar Khair, Ummul; Supiadi, Epi; Hakim, Moch. Zaenal
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 6 (2024): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v6i2.1263

Abstract

WDEP+AC reality therapy is therapy with the Want, Doing, Evaluation, Planning, Acceptance, and Commitment procedures. WDEP+AC reality therapy is a development of Want, Doing, Evaluation Reality Therapy. WDEP+AC Reality Therapy uses a cognitive approach that aims to analyze the effect of WDEP+AC reality therapy on increasing the self-control of drug abuse victims at the Sekar Mawar Foundation. The specific aim of this research is to analyze the level of self-control of drug abuse victims before, during, and after the implementation of WDEP+AC Reality Therapy. The research method used is quantitative research with an experimental model. This research uses a Single Subject Design (SSD) with a Reversal A-B-A design. The target behavior observed in this research is lazy behavior, unable to express oneself, and being easily distracted/unable to determine priorities The instruments used were observation, interviews, questionnaires, and documentation studies. The subjects in this study were three victims of drug abuse at the Sekar Mawar Foundation who were inpatient residents, were no longer drug dependent, were male, and had behavior that lacked self-control. Based on the results of the data analysis that has been carried out, it can be concluded that WDEP+AC Reality Therapy is effective in increasing the self-control of drug abuse victims at the Sekar Mawar Foundation. This is proven by the decrease in the behavior of the three research subjects, namely ES, DK, and BG. WDEP+AC Reality Therapy can be a reference in refining the concept of reality therapy and contributes to providing the development of a reality therapy model in social work practice with drugs.
TERAPI NOURISH-ART BAGI GANGGUAN KECEMASAN PADA REMAJA KORBAN KEKERASAN FISIK DAN SEKSUAL DI SENTRA HANDAYANI JAKARTA Nurhayati, Tuti; Rinda Andayani , Rini Hartini; Rustanto , Bambang
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 6 (2024): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v6i2.1267

Abstract

The issues faced by adolescents who are victims of physical and sexual violence sometimes require social workers to take a long time to understand their condition, as the victims are often not yet willing to open up and are still experiencing anxiety disorders. Nourishment and Art Therapy are among the most frequently applied psychosocial therapies by social workers at Sentra Handayani Jakarta for clients facing these issues. Based on the assessment results of the Nourishment practice applied by social workers, there are still several problems and needs that ultimately require solutions to ensure that Nourishment can be carried out effectively and efficiently. The technological innovation designed is the Nourish-Art Therapy, which is a development of Nourishment and Art Therapy. The purpose of implementing Nourish-Art Therapy is to reduce anxiety levels and enable clients to express their unfinished business issues. The research method applied is the SSD research method using three research subjects. The results of the study, based on analysis and observation of the three research subjects in terms of lack of focus and poor sleep aspects, showed a decrease in anxiety levels in each condition based on the trend direction/graph tendency, data analysis within conditions/situations and between conditions/situations displayed, indicating that the implementation of Nourish-Art Therapy can reduce anxiety levels in adolescents who are victims of physical and sexual violence at Sentra Handayani Jakarta.
CAPACITY BUILDING AGEN PEMULIHAN INTERVENSI BERBASIS MASYARAKAT (IBM) DALAM PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NAPZA Lessy, Soraya; Indrakentjana, Bambang; Ismudiyati, Yuti Sri
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 6 (2024): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v6i2.1361

Abstract

The increasing abuse of Narcotic Drugs and Psychotropic Substances (NDPS) in Jayagiri Village, Cianjur Regency, represents a significant issue that necessitates comprehensive intervention from the government and community elements. In addressing the issue of NDPS abuse in Jayagiri Village, in 2022, the National Narcotics Agency (BNN) of Cianjur Regency, in collaboration with the village government, established a Community-Based Intervention (IBM) in Jayagiri Village as part of the Desa Bersinar program. Community participation is crucial in efforts to combat NDPS abuse. Therefore, the IBM recovery agent was established. Following its formation, this recovery agent received capacity-building to enhance knowledge and skills in implementing IBM activities/services. This study aims to develop technology engineering for capacity building and support for IBM recovery agents, focusing on the primary concept of assisting IBM recovery agents in implementing activities/services in the field, as well as community participation in program evaluation. This study employs a qualitative approach using the Participatory Action Research (PAR) method. Data collection involves documentation studies, observations, interviews, and Focus Group Discussions (FGD). Additionally, two tools or methods supporting FGD are utilized: Methodology Participatory Assessment (MPA) and Technology of Participation (ToP). The results indicated that the design of capacity building and mentoring for IBM recovery agents effectively enhanced their knowledge and skills. Furthermore, community participation in providing input or feedback on IBM activities/services was effective for the future development of the IBM program. The achieved outcome was that the implementation of IBM activities and services became more optimal and of higher quality.
SIGNIFIKANSI ACCEPTANCE AND ASSERTIVE COMMITMENT THERAPY (AACT) TERHADAP PENURUNAN PERILAKU AGRESIF PENYALAHGUNA NAPZA Ratnasari, Indah; Mildawati, Milly; Yuliani, Dwi
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 7 No 1 (2025): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v7i1.1497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh Acceptance and Assertive Commitment Therapy (AACT) terhadap penurunan perilaku agresif penyalahguna NAPZA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Single Subject Design (SSD) yang memodelkan desain multiple baseline antar subjek. Subjek penelitian berjumlah tiga orang yang merupakan klien dengan jenis kelamin laki-laki usia dewasa, berperilaku agresif dan sedang melaksanakan rehabilitasi sosial berbasis perumahan di Yayasan Sekar Mawar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Uji validitas dan reliabilitas menggunakan validitas wajah dan persen persetujuan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dalam analisis kondisi dan antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada pelaksanaan AACT terhadap penurunan perilaku agresif penyalahguna NAPZA. Penurunan perilaku agresif terlihat dari visualisasi grafik tren yang menurun, tingkat perubahan yang positif, serta peningkatan stabilitas perilaku. Analisis dalam kondisi menunjukkan kecenderungan penurunan perilaku agresif selama intervensi, dan analisis antar kondisi memperkuat bukti adanya pengaruh positif dari penerapan AACT. Selain itu, presentase overlap yang diperoleh adalah nol persen, yang menandakan bahwa perubahan perilaku sepenuhnya terjadi pada saat intervensi diberikan. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa Acceptance and Assertive Commitment Therapy (AACT) sebagai pendekatan intervensi yang dapat diimplementasikan oleh pekerja sosial untuk mengatasi masalah perilaku agresif pada penyalahguna NAPZA secara efektif. Kata Kunci: Penyalahguna NAPZA, Perilaku Agresif, Terapi Penerimaan dan Komitmen Asertif (AACT)
MODEL KOLABORASI MASYARAKAT PEDULI PERKAWINAN ANAK (KOMPPAK) DALAM PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK DI KELURAHAN CIBADAK KECAMATAN CIBADAK KABUPATEN SUKABUMI Humaira, Shafira Ratnisari; Rustanto, Bambang; Pribowo, Pribowo
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 7 No 1 (2025): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v7i1.1584

Abstract

Perkawinan anak merujuk pada ikatan pernikahan di mana minimal satu dari kedua pasangan masih berusia di bawah 19 tahun, atau dapat dikategorikan sebagai anak-anak atau remaja. Tingginya angka perkawinan anak disebabkan oleh berbagai faktor maka dari itu diperlukannya upaya untuk mencegah perkawinan anak terutama berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengembangkan Model Kolaborasi Masyarakat Peduli Perkawinan Anak sebagai upaya pencegahan perkawinan anak. Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dan pendekatan kualitatif. Penentuan keabsahan data penelitian ini menggunakan uji credibility, uji transferability, uji depenability, dan uji confirmability. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumentasi. Informan pada penelitian ini berjumlah 9 (Sembilan) orang yang merupakan perwakilan dari community leader di Kelurahan Cibadak. Hasil penelitian yakni masyarakat yang diwakili oleh community leader berkolaborasi untuk melakukan upaya pencegahan perkawinan anak dengan melaksanakan tahapan-tahapan kegiatan dengan mewujudkan pengembangan masyarakat lokal dan kolaborasi masyarakat. Adapun pelaksanaan kegiatan berupa identifikasi community leader, pembentukan Tim Kerja Masyarakat yang terdiri dari berbagai unsur yang ada di masyarakat, pelatihan kepada Tim Kerja mengenai perkawinan anak, edukasi perkawinan anak yang dilakukan oleh Tim Kerja kepada masyarakat, pelaksanaan evaluasi proses dan evaluasi hasil, serta tindak lanjut dari hasil evaluasi
The Pengembangan Desain Pemberdayaan Pemulung oleh Motivator Ketahanan Pangan dalam Program Pertanian Perkotaan di Yayasan Swara Peduli Indonesia Jakarta: Pengembangan Desain Pemberdayaan Pemulung oleh Motivator Ketahanan Pangan dalam Program Pertanian Perkotaan di Yayasan Swara Peduli Indonesia Jakarta MAISAROH, PUTRI; Kuswanda, Dede; Sundayani, Yana
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 7 No 1 (2025): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v7i1.1305

Abstract

Pemulung termasuk dalam komunitas miskin perkotaan yang aktivitas kesehariaanya berada di sektor informal dimana profesi ini tidak memerlukan persyaratan formal, pekerjaan yang mudah dilakukan tanpak keterampilan khusus, dan tidak terikat dengan waktu kerja tertentu. Pemulung yang diberdayakan melalui program pemberdayaan tentunya mendapat dampak positif terhadap kondisi kesejahteraan. Upaya pengentasan kemiskinan berbasis program pemberdayaan yang menyentuh sektor pertanian dan pangan bagi komunitas pemulung juga turut dilaksanakan oleh Yayasan Swara Peduli Indonesia Jakarta. Namun, fenomena saat ini, yayasan mengahadapi tantangan tersendiri setelah program pemberdayaan dilaksanakan yaitu menjaga konsistensi pemulung untuk menabung sampah dan merawat bibit tanaman yang diberikan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menyempurnakan pengembangan desain Pemberdayaan Pemulung oleh Motivator Ketahanan Pangan dalam Program Pertanian Perkotaan dalam menjawab hambaatan dan tantangan yang dialami Yayasan Swara Peduli Indonesia Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Participatory Action Research (PAR) melalui teknik Focus Group Discussion (FGD), wawancara semi terstruktur, observasi, dan literature review. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah partisipan yang terdiri dari pengurus inti yayasan, anggota kelompok tani, dan motivator ketahanan pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain Pemberdayaan Pemulung oleh Motivator Ketahanan Pangan dalam Program Pertanian Perkotaan dapat diimplementasikan dan kehadiran motivator ketahanan pangan dapat meningkatkan konsistensi pemulung untuk menjalankan siklus pertanian secara berkelanjutan.
URGENSI KETERSEDIAAN FASILITAS SANITASI YANG LAYAK BAGI WANITA PADA TEMPAT PENGUNGSIAN KORBAN BENCANA ALAM Dianto, Nurul Izza Sayyidina Aufa; Gutama, Arie Surya; Fedryansyah, Muhammad
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 7 No 1 (2025): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v7i1.1321

Abstract

Kebutuhan akan sanitasi pada wanita berbeda dengan pria karena perbedaan kondisi fisik dan sistem reproduksi di antara keduanya. Hal paling umum yang menunjukkan perbedaan tersebut ialah, wanita mengalami menstruasi setiap bulannya. Pemenuhan kebutuhan sanitasi khusus bagi wanita seringkali terabaikan, terutama pada kondisi-kondisi darurat seperti di tempat pengungsian korban bencana alam. Situasi bencana alam yang terkadang tak dapat diprediksimembuat proses penanggulangan menjadi lebih kompleks, terlebih lagi dengan adanya keterbatasan baik dari segi sumber daya alam, sumber daya manusia, hingga keterbatasan waktu. Namun, terlepas dari adanya keterbatasan tersebut, kebutuhan pengungsi harus tetap terpenuhi karena berkaitan erat dengan pelaksanaan hak asasi manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur atau studi kepustakaan dengan teknik pengumpulandata adalah kajian literatur. Literatur yang penulis gunakan berupa artikel, jurnal, dokumen, serta buku yang berkaitan dengan topik penelitian sebanyak 17 buah literatur. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ketersediaan fasilitas sanitasi pada pengungsi wanita korban bencana alam.
EFEKTIVITAS PROGRAM KOMUNITAS KEPROFESIAN BMKA SALMAN ITB sw, Salwa; Nulhaqim, Soni Akhman; Irfan, Maulana; Andayani, Rini Hartini Rinda
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 7 No 1 (2025): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v7i1.1417

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the Komunitas Keprofesian(Professional Community) program organized by Masjid Salman ITB in preparing participants, especially alumni cadres, to face the professional world after graduation. The program is designed to provide training in various fields, including academia, business, social, professional, and statesmanship, focusing on enhancing technical skills and developing soft skills. The research method used is a qualitative approach with semi-structured interview techniques. Participants consisted of 7 informants selected purposively based on their active involvement in the program. Data analysis was carried out using the service effectiveness framework from Rino J. Patti (1988), which measures three main dimensions: client change, service quality, and client satisfaction. The results of the study indicate that this program is effective in bringing positive behavioral changes to participants, improving skills, and helping them set career goals. However, several challenges were found related to accessibility and the implementation of the hybrid format in the program's execution. Overall client satisfaction was achieved, but improvements are needed in practical application aspects. This study recommends improvements in the program structure to better meet the specific needs of participants and adjust training methods to be more inclusive and practical. Keywords: program effectiveness, professional community, Masjid Salman ITB, professional services.
DUKUNGAN SOSIAL BAGI ORANG DENGAN HIV AIDS (ODHIV) MELALUI APLIKASI GO ZERO BERBASIS SMARTPHONE (PROTOTIP) MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Esterilita, Mari; Yusuf, Husmiati
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 6 No 2 (2024): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v6i2.1239

Abstract

The need for the Go Zero application began during the Covid-19 period where PLHIV were one of the vulnerable groups exposed to the Covid-19 virus. Social restrictions in health services also limit services for PLHIV in taking medication and counseling services. The development of applications in the world of health not only helps patients access health services but also makes it easier for health workers to monitor and provide services. Social workers have a role in advocating and increasing social support for vulnerable groups, including HIV/IADS groups. Social support with its development is not only given directly but can also be done based on technology. This study aims to describe the Utilization of the Technology Acceptance Model (TAM) method as social support for PLHIV. The Technology Acceptance Model (TAM) method consists of 4 Aspects, namely Perceived Usefulness, perceived ease of use, attitude toward use, and behavioral intention to use. This study uses a Quantitative approach through the TAM approach which is analyzed descriptively. The number of respondents in this study was 30 people selected using the purposive sampling technique. Data collection methods were through questionnaires and literature studies. The results showed that PLHIV strongly agreed and accepted the Go Zero application with aspects of perceived usefulness (PU) with a percentage of 82.5%. Aspects of Attitude Toward Using (AT) with a percentage of 82.8%. Aspects of ease of use (PE) with a percentage of 85.67%. Aspects of Behavioral Intention to Use (BI) with a percentage of 83.06%. Based on this, it can be concluded that the use of the Technology Acceptance Model (TAM) method is considered very good and can increase social support for PLHIV. The results of the analysis of respondent acceptance of the GO ZERO Application are high, so it can be developed in increasing social support for PLHIV.