cover
Contact Name
Azharsyah Ibrahim
Contact Email
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia Email: jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 20896239     EISSN : 25490648     DOI : https://doi.org/10.22373/share
Core Subject : Religion, Economy,
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam [SHARE] is a double-blind peer-reviewed journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open access format, which enables readers to freely access and download the articles under the CC BY SA license. Since 2017, SHARE has become a CrossRef Member, meaning that each article published by the journal will have a unique DOI number. SHARE has been indexed in many trusted indexing sites, such as DOAJ, Index Copernicus, Scilit, WorldCat, Google Scholar, Dimensions, EBSCO, and many others. In Indonesia, SHARE is listed among the top-notch journals by the Indonesian journal accreditation body officialized with the Decree of Director General of Research Strengthening and Advancement, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, No. 21/E/KPT/2018, starting from 9 July 2018 until 9 July 2023. Currently, SHARE is under consideration for inclusion in SCOPUS.
Articles 328 Documents
Does Diversification Affect Financing Risk in Indonesian Islamic Banks? An ARDL Approach Sururi, Sururi; Haryono, Slamet
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.24380

Abstract

Islamic banking in Indonesia faces unique challenges related to financing risks (NPF), particularly in the context of financing diversification (FDV), income diversification (IDV), and other influencing factors. This study investigates the impact of FDV, IDV, bank-specific factors, and macroeconomic variables on NPF in Indonesia’s Islamic banking sector. Using monthly data from 2016 to March 2024 and employing the ARDL approach, this study analyzes the short-term and long-term effects of these factors. The results indicate that FDV and IDV do not significantly influence NPF. Similarly, bank-specific factors such as capital (CAP), efficiency (OPE), and bank size (SIZE) are not significant determinants of NPF in Islamic banking. However, asset quality (AQ) and diversification (DIV) were found to significantly increase NPF. Among macroeconomic factors, inflation (INF) has a significant positive effect on NPF in both the short and long term, whereas the BI rate (BRT) has a significant negative effect. This research highlights the need for Islamic banks to mitigate financing risks associated with diversified products, both from PLS and non-PLS contracts, while maintaining public trust by enhancing their credibility and existence as intermediary institutions. Emphasis should be placed on optimizing product diversification strategies, improving asset quality, and monitoring macroeconomic conditions to sustain financial stability.========================================================================================================ABSTRAK - Apakah Diversifikasi Mempengaruhi Risiko Pembiayaan pada Bank Syariah di Indonesia? Suatu Pendekatan ARDL. Perbankan syariah di Indonesia menghadapi tantangan terkait risiko pembiayaan (NPF), terutama dalam konteks diversifikasi pembiayaan (FDV), diversifikasi pendapatan (IDV), dan faktor lainnya. Penelitian ini menyelidiki dampak FDV, IDV, faktor spesifik bank, dan variabel makroekonomi terhadap NPF di sektor perbankan syariah Indonesia. Menggunakan data bulanan dari tahun 2016 hingga Maret 2024, penelitian ini menganalisis efek jangka pendek dan panjang dari faktor-faktor tersebut dengan pendekatan ARDL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDV dan IDV tidak berpengaruh signifikan terhadap NPF. Begitu juga dengan faktor spesifik bank seperti modal (CAP), efisiensi (OPE), dan ukuran bank (SIZE) tidak menjadi determinan signifikan. Akan tetapi, kualitas aset (AQ) dan diversifikasi (DIV) menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan NPF pada bank syariah. Diantara sekian faktor makroekonomi, inflasi (INF) memiliki pengaruh positif signifikan terhadap NPF dalam jangka pendek dan panjang, sedangkan BI rate (BRT) memiliki pengaruh negatif signifikan. Penelitian ini menyoroti pentingnya bagi bank syariah mengurangi risiko pembiayaan yang muncul dari produk diversifikasi, baik dari kontrak PLS maupun non-PLS, sambil mempertahankan kepercayaan publik dengan meningkatkan kredibilitas dan eksistensinya sebagai lembaga intermediasi. Perhatian harus difokuskan pada optimalisasi strategi diversifikasi produk, peningkatan kualitas aset, dan pemantauan kondisi makroekonomi untuk menjaga stabilitas keuangan. 
Is the Merger Effective for Indonesian Islamic Banks? Budiantoro, Risanda Alirastra; Rachman, Mohammad Aulia; Tsani, Luthfi Ibnu; Millatina, Afifah Nur; Fatimatuzzahro, Fatimatuzzahro
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.22036

Abstract

The low competitiveness of the Islamic banking sector has raised significant concerns within the government regarding the future viability of this financial industry in Indonesia. In response, a merger has been proposed as a strategic policy to strengthen and enhance the Islamic banking framework. This study seeks to assess the effectiveness of the merger strategy involving three state-owned Islamic banks—Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, and BRI Syariah—which have consolidated to form Bank Syariah Indonesia (BSI). The study employs a qualitative exploratory approach, utilizing analytical tools such as the Five Forces Model and SWOT analysis. The findings indicate that the merger strategy has been effective, as the management of the newly established entity has successfully implemented a range of initiatives to enhance the competitiveness of Islamic banking within the financial sector. These initiatives include product differentiation, innovation, a strong emphasis on service quality, institutional strengthening, and a focus on digital business development. The study concludes that the merger represents a positive step for the Indonesian Islamic banking sector. The strategies implemented by BSI may serve as a potential roadmap for other institutions aiming to enhance their competitive standing in the industry.========================================================================================================ABSTRAK – Efektifkah Merger pada Perbankan Syariah di Indonesia? Rendahnya daya saing sektor perbankan syariah menimbulkan kekhawatiran akan keberlangsungan industri keuangan ini di masa depan di Indonesia. Sebagai kebijakan strategis untuk memperkuat dan meningkatkan kerangka kerja perbankan syariah, pemerintah mengusulkan dilakukannya merger terhadap tiga bank syariah milik negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas strategi merger Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan memanfaatkan Five Forces Model dan analisis SWOT sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas strategi merger dalam meningkatkan daya saing perbankan syariah. Manajemen BSI dinilai berhasil menerapkan serangkaian strategi pencapaian tujuan organisasi seperti melakukan diferensiasi produk, inovasi, orientasi pada kualitas layanan, penguatan kelembagaan, dan menseriusi pengembangan bisnis digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi merger merupakan langkah positif bagi sektor perbankan syariah di Indonesia dalam meningkatkan daya saingnya di industri perbankan. Hasil ini dapat menjadi panduan potensial bagi lembaga keuangan syariah lain yang ingin menerapkan strategi serupa.
Indonesian Horizons in Islamic Finance: Navigating Risk, Innovation, and Social Impact Ibrahim, Azharsyah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.24266

Abstract

This edition of "Share: Journal of Islamic Economics and Finance" presents a diverse range of insightful research and findings exploring various aspects of Islamic economics and finance. The studies cover topics such as the innovative Micro Waqf Bank model in Aceh, determinants of risk in Indonesian Islamic banking, Ibn Khaldun's nuanced theory of economic development, the potential of Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) in revitalizing Islamic banking, financial performance evaluation of mining companies listed on the Jakarta Islamic Index, redefining Customer Relationship Management (CRM) for the digital age, the influence of Islamic marketing strategies on pre-loved clothing purchases, the nexus between Sharia governance and financial performance in Indonesian Islamic banks, mitigation strategies for Islamic financing risk, the impact of temporary shirkah funds on SME financing, a gravity model analysis of Indonesia's trade role within OIC economies, protection of Hajj and Umrah pilgrims from fraud, the role of fintech lending in expanding Sharia financial inclusion and human development, the mediating role of perceived usefulness in Sharia fintech adoption among Gen Z, the SDG-Islamic banking nexus in major OIC economies, the impact of macroeconomics on Islamic banking and MSME futures during the COVID-19 crisis, and the transition to Sharia-compliant finance in Aceh amidst miscommunication, misperceptions, and resistance. These studies employ various methodologies, including quantitative analysis, qualitative approaches, and mixed methods, to investigate the challenges, opportunities, and innovations within the field of Islamic economics and finance. The findings contribute to a deeper understanding of Islamic economic thought, sustainable development, risk management, financial inclusion, customer relationship management, and the role of Islamic finance in promoting economic growth and social welfare. The studies also offer practical implications and recommendations for policymakers, regulators, Islamic financial institutions, and researchers, paving the way for a more dynamic, inclusive, and sustainable Islamic financial landscape.
How Behavioral Factors Shape Intentions Toward Cash Waqf Linked Sukuk in Indonesia? Andni, Riyan; Aris, Nur; Widodo, Syukri Fathudin Achmad; Anam, Ahmad Muzakkil
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 14, No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.23109

Abstract

Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) represents an innovative social investment instrument in Indonesia, combining cash waqf (Islamic endowment) with government sukuk (Sharia-compliant bonds). Despite its significant role in funding education, healthcare, and economic development, the substantial potential of CWLS remains underutilized due to a disparity between its projected benefits and the limited participation of potential investors. The study aims to predict the intention of Islamic banking customers to engage in cash waqf through State Sukuk or CWLS in West Java. It employs the Theory of Planned Behavior (TPB) to investigate the behavioral intentions of Islamic banking customers in West Java, Indonesia, toward adopting CWLS. Using a quantitative approach, data were collected from 119 respondents who are active customers of Islamic banks. The findings reveal that attitude toward behavior and subjective norms do not significantly influence behavioral intention, whereas perceived behavioral control (PBC) emerges as a critical predictor of intention to participate in CWLS. Among demographic variables, only age moderates the relationship between attitude toward behavior and behavioral intention. The study identifies low public awareness, limited financial literacy, and mistrust in CWLS mechanisms as key barriers. To bridge this gap, stakeholders must prioritize widespread socialization campaigns, particularly targeting productive-age demographics, to enhance trust and literacy. Strategic promotion of CWLS’s dual benefits—social impact and financial returns—is recommended to accelerate investor participation and maximize its socioeconomic potential.========================================================================================================ABSTRAK - Bagaimana Faktor Perilaku Membentuk Niat Investasi dalam Cash Waqf Linked Sukuk di Indonesia? Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) merupakan instrumen investasi sosial inovatif di Indonesia yang menggabungkan wakaf uang dengan sukuk negara (surat berharga syariah). Meskipun berperan penting dalam mendanai sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan ekonomi, terdapat kesenjangan antara potensi yang ditimbulkan atas manfaat CWLS dan calon investor potensial. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi niat nasabah perbankan syariah dalam mewakafkan uang melalui sukuk negara atau CWLS di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan ‘Theory of Planned Behavior’ (TPB) untuk menganalisis niat perilaku calon investor dalam menggunakan CWLS dari perspektif nasabah Perbankan syariah. Metode kuantitatif diterapkan dengan melibatkan 119 responden nasabah bank syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ‘attitude toward behavior’ (sikap) dan ‘subjective norms’ (norma subjektif) tidak berpengaruh signifikan terhadap ‘behavioral intention’ (niat berperilaku), sementara ‘perceived behavioral control’ (PBC) menjadi prediktor utama ‘behavioral intention’ atau niat berpartisipasi dalam CWLS. Dari variabel demografi, hanya usia yang memoderasi hubungan antara sikap dan niat berperilaku. Rendahnya kesadaran masyarakat, literasi keuangan terbatas, dan ketidakpercayaan terhadap mekanisme CWLS diidentifikasi sebagai hambatan utama. Untuk mengatasi hal ini, pemangku kepentingan perlu meningkatkan sosialisasi, khususnya kepada kelompok usia produktif, guna memperkuat kepercayaan dan pemahaman masyarakat. Promosi strategis mengenai manfaat ganda CWLS—dampak sosial dan keuntungan finansial—direkomendasikan untuk memperluas partisipasi investor dan memaksimalkan potensi sosial-ekonomi instrumen ini. 
Strategic Development of Productive Waqf in Aceh: An ANP Approach Nur, Mukhlish Muhammad; Ramadhan, Muhammad; Nasution, Yenni Samri Juliati
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.24362

Abstract

Waqf, as an Islamic philanthropic instrument, has significant potential for socio-economic development. However, realizing this potential requires effective management and strategic development, particularly in regions like Aceh where waqf assets are abundant. This study aims to identify the priority issues hindering the development of productive waqf in Aceh Province and propose solutions and strategies for its advancement. Employing a qualitative method, the research involved in-depth interviews with waqf experts and practitioners and the use of questionnaires. Data analysis was conducted using the Analytic Network Process (ANP) approach with Super Decision software. Findings reveal critical challenges related to waqif (endower) awareness, nazhir (trustee) professionalism, waqf asset allocation, legal documentation, and regulatory coordination. Key solutions include enhancing waqf literacy, strengthening nazhir capacity, optimizing asset utilization for economic value, improving waqf registration, and fostering synergy among stakeholders. The study recommends maximizing the role of Baitul Mal Aceh in implementing these strategies to unlock the full potential of productive waqf for the region's socio-economic growth.======================================================================================================== ABSTRAK - Strategi Pengembangan Wakaf Produktif di Aceh: Suatu Pendekatan ANP. Wakaf merupakan instrumen filantropi Islam yang memiliki potensi signifikan untuk pembangunan sosial-ekonomi. Namun, untuk mewujudkan potensi ini diperlukan manajemen dan strategi pengembangan yang efektif, terutama untuk daerah-daerah yang aset wakafnya melimpah, seperti Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah-masalah utama yang menghambat pengembangan wakaf produktif di Aceh, dan memberikan solusi serta strategi pengembangannya. Dengan menggunakan metode kualitatif, data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para pakar dan praktisi wakaf serta penggunaan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Analytic Network Process (ANP) menggunakan software Super Decision. Kajian menemukan adanya tantangan kritis terkait dengan kesadaran wakif, profesionalisme nazhir, alokasi aset wakaf, dokumentasi hukum, dan koordinasi regulasi. Solusi utama yang ditawarkan meliputi peningkatan literasi wakaf kepada masyarakat, penguatan kapasitas nazhir, optimalisasi pemanfaatan aset wakaf agar lebih bernilai ekonomis, peningkatan registrasi wakaf, dan mendorong sinergi di antara para pemangku kepentingan. Studi ini merekomendasikan untuk memaksimalkan peran Baitul Mal Aceh dalam menerapkan strategi ini sehingga seluruh potensi wakaf produktif di Aceh dapat dioptimalkan bagi pertumbuhan sosial-ekonomi daerah. 
Sustainability Reporting and Reputation: Drivers of Sharia Company Value in Indonesia and Malaysia Sholihah, Ria Anisatus; Devy, Happy Sista; Zainon, Saunah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.21874

Abstract

The economic recovery post COVID-19 and the global energy crisis have underscored the importance of sustainability in corporate operations. In Indonesia and Malaysia, sustainability reporting is mandatory, yet its impact on corporate value, particularly in sharia-based corporates, remains underexplored. This study aims to analyze the effect of sustainability reports and corporate reputation on the corporate value of sharia-based corporates in Indonesia and Malaysia. A verificative method was employed, utilizing E-Views for data analysis, including normality tests, model tests, and double-regression tests to assess the relationship between the variables. The findings indicated a positive linear relationship between the quality of sustainability reports, corporate reputation, and corporate value in both Indonesian and Malaysian sharia corporates. Indonesian sharia-based corporates emphasize environmental and social impacts to attract investors, while their Malaysian counterparts focus on environmental, social, and human rights aspects. Additionally, positive corporate news and reports were found to enhance corporate value. The study highlights the importance of high-quality sustainability reports and a strong corporate reputation in enhancing corporate value. It recommends that sharia corporates in both countries continue to improve transparency and focus on comprehensive sustainability practices to attract investment. Further studies could explore the long-term impacts of these factors on corporate performance.======================================================================================================== ABSTRAK – Pelaporan Keberlanjutan dan Reputasi: Penggerak Nilai Perusahaan Syariah di Indonesia dan Malaysia. Pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 dan krisis energi global menyoroti pentingnya keberlanjutan operasional perusahaan. Perusahaan yang beroperasi di Indonesia dan Malaysia kini diwajibkan untuk menyusun laporan keberlanjutan secara rutin. Meski demikian, dampak kewajiban ini terhadap nilai perusahaan, terutama pada entitas berbasis syariah, masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh kualitas laporan keberlanjutan dan reputasi perusahaan terhadap nilai organisasi pada perusahaan berbasis syariah di Indonesia dan Malaysia. Metode verifikatif digunakan dalam penelitian ini, dengan E-Views sebagai alat analisis data, meliputi uji normalitas, uji model, dan uji regresi berganda. Hasil penelitian mengungkapkan adanya hubungan linear positif antara kualitas laporan keberlanjutan, reputasi perusahaan, dan nilai organisasi pada perusahaan berbasis syariah di kedua negara. Perusahaan syariah di Indonesia cenderung menekankan dampak lingkungan dan sosial untuk menarik investor, sedangkan di Malaysia lebih berfokus pada aspek lingkungan, sosial, dan hak asasi manusia. Di samping itu, pemberitaan dan laporan positif mengenai perusahaan terbukti dapat meningkatkan nilai perusahaan. Studi ini menegaskan pentingnya laporan keberlanjutan yang berkualitas tinggi dan reputasi perusahaan yang baik dalam meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan berbasis syariah di kedua negara terus meningkatkan transparansi dan memfokuskan diri pada praktik keberlanjutan yang menyeluruh guna menarik investasi. Penelitian selanjutnya dapat mendalami dampak jangka panjang dari faktor-faktor tersebut terhadap kinerja perusahaan.
Enhancing Cooperative Member Loyalty: The Nexus of Service Quality, Institutional Image, and Governance Nurdin, Ridwan; Umuri, Khairil; Riyaldi, Muhammad Haris
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 14, No 1 (2025): IN PROGRESS
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v14i1.22446

Abstract

Cooperatives play a crucial role in driving economic development in Indonesia. However, increasing competition from financial institutions has made member loyalty a key factor in ensuring cooperative sustainability. Baitul Qiradh Baburrayyan Cooperative, (KBQ Baburrayyan) a leading coffee-exporting cooperative in Aceh Tengah Regency, Indonesia, faces these challenges while striving to maintain strong member engagement. This study explores the strategies implemented by KBQ Baburrayyan to sustain member loyalty using a qualitative approach with descriptive analysis. The findings reveal that the cooperative enhances service quality through improved coordination and collaboration between management and members. Additionally, strong governance and member-oriented business practices empower members by addressing their economic needs. The cooperative also maintains a positive institutional image, fostering trust among members and stakeholders. This study highlights that service quality, governance, and institutional reputation are essential factors in sustaining long-term member loyalty in cooperatives.======================================================================================================== ABSTRAK - Meningkatkan Loyalitas Anggota Koperasi: Hubungan antara Kualitas Pelayanan, Citra Organisasi, dan Tatakelola. Koperasi memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan ekonomi di Indonesia. Dalam menghadapi persaingan dengan lembaga keuangan lainnya, mempertahankan loyalitas anggota menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan koperasi. Koperasi Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayyan, sebagai koperasi eksportir kopi terkemuka di Kabupaten Aceh Tengah, juga menghadapi tantangan untuk mempertahankan loyalitas anggotanya. Penelitian ini mengeksplorasi strategi yang diterapkan KBQ Baburrayyan dalam mempertahankan loyalitas anggota dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa dalam mempertahankan loyalitas anggota, KBQ Baburrayyan melakukan beberapa strategi, yaitu menjaga kualitas pelayanan dengan meningkatkan koordinasi dan kerjasama yang baik antar pengurus dan anggota. Selain itu, koperasi juga menjalankan tata kelola dan bisnis yang berorientasi pada pemberdayaan anggota, sehingga anggota dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan baik. Koperasi juga berupaya menjaga citra sehingga senantiasa dipandang baik oleh anggota dan stakeholder lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menjaga loyalitas anggota, koperasi harus senantiasa menjaga kualitas pelayanan, tata kelola dan citra dengan baik. 
Drivers of Sharia P2P Lending Adoption in Indonesia: An AISAS Model Approach Ismail, Juniaty; Supri, Zikra; Dukalang, Hendra; Budianto, Rahman; Katili, Chitra Yuliashri
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.23438

Abstract

The challenge of accessing capital for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), compounded by low financial literacy, has led to limited awareness among MSME actors regarding sharia-based Peer-to-Peer (P2P) Lending. This study investigates the response of MSME actors on Sulawesi Island, Indonesia, to the adoption of fintech-based sharia P2P lending services using the AISAS (Attention, Interest, Search, Action, and Share) model. Distinct from previous research, this study specifically focuses on the utilization of sharia-based P2P fintech by MSMEs in Sulawesi, applying the AISAS model approach. A quantitative approach was employed, gathering data from 580 MSME respondents in Sulawesi, and analyzed using Smart-PLS 3.2.9 software. The results indicate that interest, search, and sharing behavior are significant predictors of sharia-compliant P2P lending adoption, while attention and action demonstrate no significant influence. This study offers valuable insights for sharia fintech P2P lending service providers and government bodies supporting MSMEs, particularly in Sulawesi, stressing the importance of enhancing outreach to promote sharia fintech P2P lending as a more accessible and efficient capital source.========================================================================================================ABSTRAK – Pendorong Adopsi P2P Lending Syariah di Indonesia: Pendekatan Model AISAS. Akses permodalan masih menjadi tantangan signifikan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Hal ini dipicu oleh rendahnya literasi keuangan para pelaku usaha yang berakibat pada rendahnya kesadaran akan produk keuangan syariah seperti layanan Peer-to-Peer (P2P) Lending. Penelitian ini mengkaji adopsi layanan  P2P Lending Syariah di kalangan UMKM di Pulau Sulawesi, Indonesia, dengan menggunakan model Attention, Interest, Search, Action, and Share (AISAS). Berbeda dengan penelitian sebelumnya, studi ini berfokus pada pemanfaatan fintech P2P berbasis syariah oleh pelaku UMKM di Pulau Sulawesi. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengumpulkan data dari 580 pelaku UMKM dan dianalisis menggunakan Smart-PLS 3.2.9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat, pencarian, dan berbagi berpengaruh signifikan terhadap adopsi P2P Lending syariah, sementara perhatian dan tindakan menunjukkan hal sebaliknya. Hasil penelitian ini berkontribusi kepada penyedia layanan P2P dan instansi pemerintah dalam mendukung pertumbuhan UMKM, khususnya di Sulawesi. Temuan ini menyoroti perlunya sosialisasi yang terarah untuk mempromosikan P2P Lending syariah sebagai solusi pembiayaan yang mudah diakses dan efisien.
Back matters: Author guidelines and back cover Share, Editor
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Determinants of Halal Meat Certification Behavior in Indonesia: A TPB Analysis Fuadi, Fuadi; Ramadhan, Muhammad; Batubara, Chuzaimah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i2.24759

Abstract

Despite being the country with the largest Muslim population globally, Indonesia faces challenges in implementing halal food supply regulations, particularly in the meat industry. This study aims to explore the factors influencing the decision of actors in the halal meat supply chain in Aceh, Indonesia, to obtain halal certification for their products. Data was collected through structured interviews with 150 participants involved in the halal meat supply chain. The data analysis was conducted using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS). The study applied the Theory of Planned Behavior (TPB) alongside government regulations on halal food and compliance to predict certification behavior through the intention to certify. The findings suggest that attitude, subjective norms, perceived behavioral control, halal regulation, and compliance influence the intention to certify, which in turn affects the behavior of the actors. This study demonstrates that intention to certify acts as a mediating factor in the relationship between these variables and the behavior of actors within the halal meat industry. These findings have substantial implications for both the halal food industry and regulatory bodies seeking to enhance halal certification rates in Indonesia.========================================================================================================ABSTRAK - Determinan Perilaku Sertifikasi Daging Halal di Indonesia: Analisis Theory of Planned Behavior. Meskipun merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan dalam implementasi regulasi penyediaan makanan halal, khususnya di industri daging. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pelaku dalam rantai pasokan daging halal di Aceh, Indonesia, untuk mendapatkan sertifikasi halal untuk produk mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan 150 partisipan yang terlibat dalam rantai pasokan daging halal. Data analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling dengan Partial Least Squares (SEM-PLS). Penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB) bersama dengan peraturan pemerintah tentang makanan halal dan kepatuhan digunakan sebagai kerangka teoritis untuk memprediksi intensi pensertifikasian produk. Hasil kajian menunjukkan bahwa sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, regulasi halal, dan kepatuhan mempengaruhi intensi untuk mensertifikasi, yang pada gilirannya mempengaruhi perilaku pelaku. Studi ini menyimpulkan bahwa intensi memediasi hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan perilaku pelaku usaha di industri daging halal. Kajian ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan bagi industri makanan halal dan badan regulasi dalam meningkatkan tingkat sertifikasi halal di Indonesia.