cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,496 Documents
PPM PELATIHAN GAME EDUKATIF SCRATCH GUNA MEMBANGUN KREATIVITAS DAN LITERASI DIGITAL Murdani, Muhammad Harist; Sari, Mamik Usniyah; Dewi, Fitriya Gemala
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2672

Abstract

This Community Engagement Program was conducted at Wijaya Putra Senior High School, Surabaya, which faces challenges of low digital literacy and limited platforms for developing students’ creativity in interactive technology. The program aims to enhance logical and creative thinking skills as well as the utilization of digital technology through training in the development of Scratch-based educational games. The implementation method consists of several stages: socialization, intensive practice-based training (learning by doing), mentoring for final projects, evaluation of student works, and the establishment of the “Scratch Creative Class” community as a sustainability strategy. The expected outcomes include improved student skills in producing interactive digital media, the establishment of a coding community within the school, the creation of student project portfolios, and the dissemination of program results through CSR-PKM proceedings and mass media. This program is expected to strengthen students’ digital literacy, foster creativity, and build a technology-based educational ecosystem within secondary schools.
PKM PENINGKATAN KAPASITAS DAN KUALITAS PRODUKSI KUE BOLEN PISANG RAJA "NONA PERRY” BERBASIS GREEN ECONOMY Sujani, Sujani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2675

Abstract

Mitra PKM ini adalah Ibu Popy Dwi Novitasari dan Ibu Feri Retno Nurhayati. Pemilik usaha kue bolen pisang raja “Nona Perry” diambil dari kedua nama tersebut. Usaha tersebut di jalan Lempung Baru No 1, Lontar Kecamatan Sambikerep, Surabaya Jawa Timur, 60185. Prioritas permasalahan yaitu:1) Belum ada pengelolan penyimpanan bahan baku pisang raja untuk produksi yang baik 2) Inkonsistensi produksi karena produksi masih terbatas pada pesanan, 3) Belum ada diversifikasi produk, Kue Bolen “Nona Perry” hanya mempunyai 2 variasi rasa yaitu rasa coklat dan keju, 4) Belum ada pembrandingan, walaupun sudah ada merk “Nona Perry” untuk produk bolen tersebut tetapi penguatan brand image “Nona Perry” masih perlu ditingkatkan. 5) Segmen Pasar masih terbatas pada pesanan para kolega dan teman sejawat, 6) Belum adanya promosi secara masif hanya terbatas pada grup WA dan Instagram.7) Mitra masih minim pengetahuan tentang modal kerja dan perhitungan laba rugi, 8) Tenaga kerja yang keluar masuk, 9) Mitra masih minim pengetahuan tentang pengolahan limbah produksi dan green economy, 10) Mitra masih minim pengetahuan untuk berinovasi tentang pengolahan produksi lanjutan. Luaran yang ditargetkan 1) laporan kemajuan dan laporan akhir, 2) video kegiatan, 3) poster kegiatan PKM tersertifikasi Hak Cipta, 4) Konferensi Nasional ke-11 PKM-CSR tahun 2025.
INOVASI SMART FARMING MODEL ELECTICAL CONDUCTIVITY DAN INTERVAL SIRKULASI LARUTAN NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON DI AGROWISATA DESA SUMBERGEDANG Sujono, Sujono; Muhidin, Muhidin; Roeswitawati, Dyah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2676

Abstract

Desa Sumbergedang memiliki Potensi alam desa yaitu: 1) Sungai dengan sumber air sepanjang tahun; 2) Pertanian tanaman pisang di sepanjang sungai; 3) Sumber Mata Air Ada Sekitar 30 Titik yang tersebar di 13 Dusun dan lahan belum termanfaatkan seluas 6 ha. Lahan ini sudah disiapkan untuk agrowisata desa salah satu nya adalah tanaman pisang dan tanaman melon. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh interval sirkulasi yang efektif bagi tanaman melon, nilai konduktivitas listrik yang sesuai bagi pertumbuhan dan hasil tanaman melon, kombinasi perlakuan interval sirkulasi pada smart farming tanaman melon di Desa Sumbergedang.Metode kegiatan instalasi hidroponik DFT dengan membuat instalasi hidroponik dengan menggunakan pipa berukuran 4” dengan panjang 8 meter dan melubangi pipa dengan jarak 30cm, dan pemberian tali rambatan untuk merambatkan tanaman melon. Selanjutnya yaitu membuat media tanam,media tanam yang digunakan dalam budidaya tanaman melon (Cucumis melo) pada sistem hidroponik DFT yaitu menggunakan busa. Media busa dipotong membentuk persegi dengan ukuran 2x2 cm pada lahan greenhouse ukuran 11 x 25 meter. Penyemaian benih, benih yang disemai sebanyak 480, persemaian menggunakan Teknik pemeraman menggunakan tisu sebanyak 5 lembar untuk alas benih dan dibasahi menggunakan sedikit air dan memberikan 7 lembar tisu sebagai penutup. Transplanting dilakukan ketika bibit sudah berusia 14 hss. Bibit melon yang menggunakan media busa diletakkan ke netpot hidroponik berukuran tinggi 7cm dengan diameter 5,8cm kemudian diletakkan pada media tanaman dft. pemeliharaan yang dilakukan dengan memberikan nutrisi AB mix, mengecek nutrisi dilakukan setiap pagi dengan menggunakan ec meter. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada interaksi nyata perilaku konduktivitas elektronik dan interval sirkulasi nyata terhadap parameter pertumbuhan tanaman, tinggi tanaman dan jumlah daun. Kombinasi perlakuan menghasilkan pertumbuhan tertinggi pada umur 35 HST yaitu pada perlakuan konduktivitas listrik 2000 uS/cm + interval sirkulasi 120 menit dengan rata-rata tinggi 179,00 cm, perlakuan konduktivitas listrik 2000 uS/cm + interval sirkulasi 120 menit dengan rata-rata tinggi helaian daun 22,50.
SOSIALISASI KONSEP PARIWISATA BERKELANJUTAN BAGI PENGELOLA DESA WISATA MANGROVE TANJUNG REJO, DELI SERDANG Maleachi, Sandra; Sitorus, Nova Bernedeta
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2677

Abstract

Mangrove Tourism Village of Tanjung Rejo, located in Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra, offers coastal natural beauty with a sustainable mangrove ecosystem. This village, located just 20 km from Medan City, has the potential to be an ecotourism destination that prioritizes environmental sustainability and the preservation of local culture. Thru sustainable tourism development, this village aims to improve community welfare by creating jobs and increasing income thru the tourism sector. The community service program organized aims to provide socialization about the principles of sustainable tourism and to increase the capacity of the local community in managing tourism destinations. The main focus of this activity includes sustainable destination management, community economic sustainability, cultural preservation and local wisdom, and environmental protection. Thru collaboration between the community, academics, and the government, it is hoped that Mangrove Tourism Village Tanjung Rejo can develop as a destination capable of bringing long-term benefits to the local community, improving the quality of tourism, and promoting nature conservation and local culture. The pre-test and post-test sessions have the same questions. The pre-test was used to assess the understanding of the community in the Mangrove Tourism Village of Tanjung Rejo regarding simple English statements. The post-test was used to determine whether there was an improvement in the residents' understanding after the material was presented. Based on the results of the pre-test and post-test, there was an improvement in the residents' understanding before and after the material was presented, with quite significant results. Based on this, in the future, training like this can be conducted periodically. Keywords: sustainable tourism, Tourist Village, Mangrove
PELATIHAN DAN SOSIALISASI KONSEP PARIWISATA BERKELANJUTAN BAGI PENGELOLA PARIWISATA KAMPUNG KAPITAN, KOTA PALEMBANG Sianipar, Ros anna
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2678

Abstract

Sustainable tourism has become an essential approach in developing culture-based destinations, particularly in areas vulnerable to environmental degradation and cultural commodification. Kampung Kapitan in Palembang City is a cultural tourism destination with high historical value, yet it faces challenges in implementing sustainability principles. This community service activity aims to enhance the understanding and capacity of tourism managers through training, mentoring, and the dissemination of sustainable tourism concepts tailored to local needs. The methods employed include interactive socialization, participatory training, focused group discussions, and simulations of sustainability concept applications at the tourism site. The results indicate an increase in participants’ knowledge of sustainability principles, the emergence of collective community awareness to preserve local cultural identity, and an initial commitment to integrating environmental, social, cultural, and economic aspects into Kampung Kapitan’s tourism management. Moreover, the program encouraged community initiatives to strengthen tourism appeal based on historical narratives and local wisdom. Challenges encountered included limited time, participants’ diverse backgrounds, and insufficient supporting facilities. To address these issues, an adaptive educational approach and the development of practical sustainability guidelines were implemented. Thus, this program is expected to serve as a starting point for strengthening a more inclusive, participatory, and competitively sustainable governance of Kampung Kapitan tourism. Keywords: sustainable tourism, destination management, training, socialization, Kampung Kapitan
PEMBERDAYAAN PENJUAL BUNGA MELALUI EDUKASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH BUNGA MENJADI DUPA Amima, Sharfina Puteri; Rahmattullah, Muhammad; Atmono, Dwi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2680

Abstract

The city of Banjarmasin, South Kalimantan, is known for its strong pilgrimage culture, attracting thousands of daily visitors to three main locations: Makam Guru Zuhdi, Kubah Habib Basirih, and Makam Sultan Suriansyah. This high volume of visitors generates a significant amount of pilgrimage flower waste, most of which ends up in the landfill. According to data from the South Kalimantan Environmental Agency in 2023, organic waste contributes 55.89% of Banjarmasin's total daily waste, with plant waste, including flowers, accounting for 4.2%. Flower waste at these pilgrimage sites ranges from 3 to 5 kilograms per day, increasing to 10-20 kilograms during the haul season. Despite its economic and ecological potential, the utilization of this waste has not been optimal. Previous studies by Waghmode & Gunjal (2018) and Ratna M. (2023) show that floral waste can be processed into value-added products and help reduce pollution. This community service activity aims to empower flower vendors by transforming floral waste into environmentally friendly and economically valuable incense products. Through the "Mandupa" community service program, we provide innovative education and training to 30 flower vendors in Banjarmasin. The methods used include socialization, practical training in making natural incense, and marketing assistance. The results of the activity show that the participants were able to independently master the techniques of processing floral waste into incense. This program not only succeeded in increasing environmental awareness but also opened new economic opportunities for flower vendors. Positive feedback confirms the program's success in improving skills and economic well-being.
PPM USAHA MINUMAN OLAHAN BUAH DI TANDES SURABAYA Rizqiawan, Hendrik
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2682

Abstract

Mitra pada program pemberdayaan masyarakat ini merupakan seorang ibu rumah tangga yang berusia 35 tahun dan bertempat tinggal di Manukan, Tandes, Surabaya. Produk yang mitra layani antara lain jus buah, sop buah dan salad buah. Mitra mengalami beberapa keterbatasan dan hambatan dalam menjalankan usahanya, yaitu pada aspek pemasaran dan produksi. Permasalahan yang mitra alami pada aspek pemasaran adalah 1) mitra belum memanfaatkan fitur di aplikasi Google Maps secara maksimal sebagai media promosi. Kemudian pada permasalahan aspek produksi adalah: 1) Kurangnya kapasitas media penyimpanan buah dan bahan baku penunjang lainnya yang mitra miliki; dan 2) Mitra tidak menggunakan perlengkapan higienitas produksi pangan yang sesuai. Adapun solusi yang telah diberikan antara lain: 1) Pelatihan terkait pentingnya memanfaatkan Google Maps sebagai media promosi; 2) Pendampingan pemanfaatan Google Maps sebagai media promosi; 3) Pengadaan dan serah terima media penyimpanan buah dan bahan baku penunjang lainnya.yang berupa chest freezer; 4) Pendampingan cara penggunaan dan perawatan media penyimpanan buah dan bahan baku penunjang lainnya yang berupa chest freezer tersebut; 5) Pengadaan dan serah terima perlengkapan higienitas produksi pangan yang sesuai berupa celemek/apron; 6) Sosialisasi pentingnya perlengkapan higienitas pada proses produksi pangan; dan 7) Pendampingan cara penggunaan dan perawatan perlengkapan higienitas produksi pangan yang berupa celemek/apron tersebut.
PPM UMK ONDE-ONDE DI KANDANGAN SURABAYA Rizqiawan, Hendrik
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2683

Abstract

Mitra kegiatan PPM ini merupakan salah satu pelaku UMK dengan produk kudapan yang berupa onde-onde warna warni yang bermerek”RainbowQu”. Mitra bernama Ibu Ida, merupakan wanita berusia 37 tahun yang telah menjalankan usahanya tersebut lebih dari 2 tahun di rumahnya yang berlokasi di Kandangan, Surabaya. Mitra pada pagi hari juga membuka lapak di area sentra kuliner yang berada tidak jauh dari rumah mitra. Permasalahan yang mitra hadapi meliputi aspek produksi, pemasaran dan keuangan. Pada aspek permasalahan produksi, mitra masih melakukan proses pengulenan adonan kulit onde-onde secara manual. Pada aspek permasalahan pemasaran, mitra belum memanfaatkan Google Maps secara optimal sebagai alat promosi. Kemudian pada aspek permasalahan keuangan, mitra dinilai kurang tertib dalam melakukan pencatatan keuangan. Solusi yang sudah diberikan antara lain: 1) Pengadaan dan serah terima peralatan produksi yang otomatis berupa mesin pengaduk adonan otomatis; 2) Pendampingan cara penggunaan dan perawatan mesin pengaduk adonan otomatis tersebut; 3) Pelatihan terkait pentingnya memanfaatkan Google Maps sebagai alat promosi; 4) Pendampingan pemanfaatan Google Maps sebagai alat promosi; 5) Pengadaan dan serah terima buku pencatatan keuangan dan alat tulis lainnya; serta 6) Pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan yang tepat dan sesuai kebutuhan mitra.
PEMBERDAYAAN EKONOMI RUMAH TANGGA MELALUI GREEN STRATEGIC MANAGEMENT PADA USAHA BUDIDAYA CACING TANAH DI DESA KETAN IRENG KOTA PASURUAN-5 Fitriyani, Fitryani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2684

Abstract

Budidaya cacing tanah memiliki nilai ekonomi yang tinggi, mudah diaplikasikan pada skala rumah tangga, serta memberikan manfaat ekologis dalam pengolahan limbah organik dan peningkatan kesuburan tanah. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya pemanfaatan potensi lokal serta tingginya permasalahan limbah organik rumah tangga yang belum dikelola secara optimal. Cacing tanah dipilih sebagai objek pengembangan karena memiliki nilai ekonomi tinggi, baik sebagai bahan baku pakan ternak, farmasi, maupun pupuk organik, sekaligus berperan dalam menjaga ekosistem tanah. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan maksud untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha budidaya cacing tanah berbasis konsep green economy di Desa Ketan Ireng Kota Pasuruan. Tujuan PKM ini adalah meningkatkan pendapatan masyarakat melalui peningkatan ekonomi untuk budidaya cacing tanah, terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar desa seiring meningkatnya permintaan budidaya cacing tanah dan meningkatkan kemampuan manajemen mitra khususnya Green Strategic Management dalam peningkatan kualitas cacing tanah dan terbentuknya lingkungan bersih melalui pengolahan limbah sampah organik yang baik. Metode pelaksanaannya yaitu pelatihan dan pendampingan TTG mesin pencacah dan mesin pengaduk, Pelatihan dan pendampingan ketrampilan dalam pengelolaan dan pencatatan laporan keuangan dan pelatihan dan pendampingan strategi pemasaran berbasis Green Strategic Management. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra tentang Green Economy, kemampuan dalam mengelola budidaya cacing tanah, serta tumbuhnya motivasi yang lebih baik untuk menjadikan usaha ini sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kesadaran akan pentingnya praktik ekonomi berkelanjutan yang selaras dengan kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan.
TERAPI MUSIK UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI DAN KUALITAS HIDUP LANSIA DEMENSIA TANGERANG BANTEN Tarigan, Rose Emmaria; Putri, Kezia; Scheffer Sumampow, Carly Stiana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2687

Abstract

Lansia dengan demensia sering mengalami penurunan kualitas hidup yang ditandai dengan melemahnya fungsi kognitif, menurunnya kemampuan berkomunikasi, serta berkurangnya interaksi sosial. Kondisi ini membuat sebagian besar lansia cenderung pasif, hanya duduk atau berbaring, dan tidak memiliki ruang untuk mengekspresikan diri. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui penerapan terapi musik di Panti Werda Hana, Tangerang. Terapi diberikan kepada 30 orang lansia dengan demensia yang dibagi ke dalam tiga kelompok, masing-masing menjalani 10 sesi pertemuan dengan durasi 45 menit setiap sesi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, melibatkan kegiatan mendengarkan musik, bernyanyi, berdiskusi, serta bernostalgia melalui lagu-lagu yang familiar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan mood lansia, di mana mereka menjadi lebih aktif, tersenyum, dan berinteraksi dengan lingkungan. Selain itu, kemampuan kognitif terasah melalui proses mengenang pengalaman masa lalu, sekaligus memberikan wadah bagi lansia untuk mencurahkan perasaan dan pemikiran. Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 3 (Good Health and Well-being) karena berkontribusi pada kesehatan mental dan kesejahteraan lansia, serta poin 10 (Reduced Inequalities) dengan memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan.