cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,496 Documents
WORKSHOP SCREEN LIFE VS REAL LIFE: UPAYA PENINGKATAN KESADARAN DIGITAL WELLBEING PADA SISWA SMA KELAS 10–12 Anggreany, Yuliana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2658

Abstract

Indonesia termasuk ke dalam 15 negara dengan durasi penggunaan layar yang paling tinggi, yaitu rata-rata 7 jam 22 menit dalam satu hari. Perkembangan digital memiliki dampak positif maupun negatif, penggunaan layar yang berlebihan dapat memunculkan dampak-dampak negatif. Dampak negatif penggunaan layar pada remaja adalah kurangnya tidur, masalah fisik (penglihatan dan nyeri fisik), menurunnya konsentrasi (yang pada akhirnya dapat mengganggu performa akademik), mengganggu interaksi/ hubungan sosial, menurunnya kesehatan mental (kecemasan, stress, sampai dengan kecanduan). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa kelas 10-12 atas kebiasaan penggunaan layar mereka dan meningkatkan keterampilan mereka dalam mengelola penggunaan layar secara sehat. Metode pelaksanaan berupa workshop interaktif yang memadukan penyampaian materi, refleksi pengunaan layar, dan diskusi kelompok. Partisipan dalam kegiatan ini terdiri dari 74 siswa (31 siswa laki-laki dan 43 siswa Perempuan) kelas 10-12 yang berasal dari beberapa sekolah yang berbeda. Hasil menunjukkan peningkatkan pemahaman partisipan terkait penggunaan layar dari 70% menjadi 76%. Partisipan juga menyadari kebiasaan penggunaan layar mereka (baik di hari biasa maupun di akhir minggu), serta menyadari bahwa penggunaan layar seringkali menghalangi atau menunda mereka untuk belajar ataupun mengerjakan hal lain yang ingin dikerjakan. Partisipan juga merasa bahwa workshop yang diberikan sesuai dengan kebutuhan, membantu untuk memahami penggunaan layar, serta membantu menyeimbangkan penggunaan layar dengan kehidupan nyata (rating 4/5).
FAKTOR X: INISIASI IDE RANGKA SUSUN PERKEBUNAN MELON DI RUANG TERBATAS MELALUI KOLABORASI ANTARSTUDI Oppusunggu, Ruth Euselfvita
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2659

Abstract

Ruang merupakan tantangan perkebunan urban. Hal yang juga dialami Pak Sam dan teman-temannya dalam berkebun melon di area terpinggirkan Jakarta Utara. Sementara itu, pembelajaran untuk mencari solusi berdasarkan riset, berkolaborasi antarstudi, dan mengalami langsung menjadi tantangan sekaligus membangun antusiasme mahasiswa/i. Kedua hal ini berpadu dalam pembelajaran bersama antara mahasiswa/i dari berbagai program studi Universitas Pelita Harapan dengan Singapore Polytechnic International dalam program Learning Express. Dalam program pembelajaran selama 10 hari ini, yang juga diproyeksikan pada sustainable develeopment goals (#8 decent work and economic growth, #12 responsible consumption and production) mahasiswa/i menggunakan metode design thinking untuk berproses, yang singkatnya terdiri dari tahap menemukan, membedakan, dan menjadikan dari masalah dan potensi hingga sampai ke purwarupa solusi untuk menginisiasi Pak Sam dan teman menjawab tantangan berkebun di ruang urban yang terbatas.
FROM SECURITY TO SAFETY HERO: EDUKASI DAN PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA Simarmata, Jon Parulian; Pangkey, Ballsy C. A.; Tompunu, Marianna Rebecca Gadis; Pangemanan, Alice Yvonne Yovita; Sihombing, Yulia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2660

Abstract

Background: First aid is the initial action taken before someone is taken to hospital when they experience health problems such as accidents, fainting, insect bites, broken bones, bleeding, or other conditions. Accidents and health problems can occur anywhere, whether at home or at work. A security officer may face injuries, broken bones, fainting, and situations that will cause problems for themselves or others. Therefore, proper first aid measures are very important. First aid is so important that basic first aid training must also be known by security officers. Objective: This Community Service programme focuses on providing education and training on first aid to security personnel to improve the safety of themselves, visitors, and other employees. Method: The community service activity uses a method of outreach, discussion, and training. The outreach and training are presented by the community service team from the Faculty of Nursing, Pelita Harapan University. This activity was attended by 100 security personnel from PT BSS Jakarta and evaluated using a pre-post test. Results: The community service activity was carried out successfully with a pre-test score of 66.02 and a post-test score of 83.47. The activity showed an increase in knowledge after education and training were provided. It is hoped that the community service first aid activity can be carried out on an ongoing basis.
RANTANG SUSUN: IDEASI PEMANFAATAN MAGOT UNTUK ATASI SAMPAH ORGANIK DAN EKONOMI KOMUNAL Oppusunggu, Ruth Euselfvita
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2661

Abstract

Ruang dan waktu merupakan tantangan nyata dalam budidaya magot secara komunal. Siklus kehidupan magot (dari pupa menjadi lalat hitam dan kembali menjadi pupa) membutuhkan ruang hidup dan perlakuan yang berbeda. Tantangan ini seringkali menyulitkan masyarakat yang tinggal di daerah penyangga kota untuk mengatasi sampah organik secara mandiri dengan magot, sekaligus membudidayakan dan menjual magot secara berkelompok. Terinspirasi oleh sustainable development goals (#8 decent work and economic growth, #12 responsible consumption and production), Universitas Pelita Harapan dengan Singapore Polytechnic International menyelenggarakan program Learning Express untuk mahasiswa/i bersama warga Kranggan, Tangerang Selatan menjawab tantangan tersebut. Selama 10 hari, mahasiswa/i dari berbagai program studi menggali masalah dan potensi, menyisir tema tantangan, memformulasikan pertanyaan yang tepat, dan membangun purwarupa solusi dengan metode design thinking. Pada akhir program, mahasiswa/i memberikan ideasi sebuah wadah yang mudah dibawa untuk magot pupa berfungsi mengatasi sampah organik sekaligus menjadi sumber pendapatan warga secara komunal, sambil wadah ini beradaptasi terhadap keterbatasan ruang dan waktu (siklus magot) yang warga hadapi. Kata Kunci : pembelajaran kolaboratif, design thinking, budidaya magot urban, ekonomi komunal berbasis ekologi
EDUKASI KESEHATAN DAN DETEKSI DINI PENYAKIT PADA KOMUNITAS JEMAAT IHOP JAKARTA Barus, Novita Susilawati; Manik, Marisa Junianti; Gultom, Eva Chris Veronica; Ingrit, Belet Lydia; Sibuea, Renova; Marulianna Sitorus, Fiolenty Bertina; Putri Sihaloho, Shinta Marina Josephina; Suntoro, Suntoro
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2663

Abstract

Pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat dilakukan diberbagai lini, salah satunya melalui kegiatan di gereja. Kegiatan pemberian edukasi dan deteksi pada komunitas Jemaat IHOP Jakarta ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Tujuan dari kegiatan ini untuk deteksi dini risiko atau masalah kesehatan masyarakat sekitar IHOP dan pemberian edukasi kepada orangtua, remaja, dan anak-anak jalanan. Kegiatan yang diperlukan adalah deteksi dini dengan melakukan pengecekan gula darah, kolesterol, asam urat, pengukuran tekanan darah, berat badan dan tinggi badan dan pemberian edukasi kesehatan oleh tim Kesehatan yang terlibat. Kegiatan dilakukan pada hari Sabtu, 23 November 2024 pukul 09.00 WIB di Gereja IHOP Jalan Mangga Besar Raya Jakarta Barat, dengan target peserta yakni jemaat gereja IHOP dan warga disekitar gereja. Peserta yang hadir sebanyak 95 orang, namun 4 orang tidak mengikuti pengecekan, peserta yang hadir berusia 23 – 79 tahun. Hasil menunjukkan IMT peserta normal, mayoritas tekanan darah peserta tinggi pada rentang usia >45 tahun, nilai gula darah peserta normal, nilai kolestrol pada peserta mayoritas tinggi dan nilai asam urat pada perempuan cenderung tinggi dibandingkan laki-laki. Peserta yang memiliki risiko masalah kesehatan diharapkan dapat mengatur pola makan, aktivitas dan rutin pengobatan serta membutuhkan pemantauan dan penanganan secara berkelanjutan.
PPM PENINGKATAN KAPASITAS DAN KUALITAS USAHA HAPPY TEA DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK LOKAL HOLIFAH, NUR
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2664

Abstract

The Community Service Program (PPM) implemented by the Happy Tea business aims to increase the capacity, quality, and competitiveness of local products amidst the dynamics of the competitive beverage market. The Happy Tea business was selected as a partner because it has the potential to develop local tea-based products that can be developed through innovation, modern marketing, and more professional business management. This community service activity is carried out through three main interventions. First, providing production facilities in the form of freezer box machines and stainless steel pans as supporting facilities for developing a new menu, namely spiced tea, which is expected to attract consumer interest by offering a distinctive taste and health benefits. Second, holding online media-based marketing training focused on the use of digital platforms to expand market reach, improve branding, and build more intensive interactions with consumers. Third, financial management training was provided to strengthen business governance, including transaction recording, capital management, and systematic financial planning. The program's implementation has shown positive results, including increased production capacity, increased product variety, improved skills among entrepreneurs in utilizing digital technology for promotion, and improved financial management skills. Thus, this Community Service Program (PPM) activity has successfully increased Happy Tea's competitiveness as a local product while contributing to community-based economic empowerment.
PEMBERDAYAAN UMKM OLAHAN BANDENG MELALUI INOVASI TTG MESIN PELUNAK DURI: MENINGKATKAN KAPASITAS DAN KUALITAS PRODUKSI Ikmal, Novita Maulida; Hardaningtyas, Dwi; Subaderi, Subaderi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2667

Abstract

Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin pelunak duri bandeng diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi usaha olahan bandeng. UMKM berlokasi di Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya yang bernama Cheisya Kitchen. Selama ini, mitra usaha menghadapi kendala utama dalam proses produksi, yaitu 1) kapasitas produksi belum memenuhi target dan kebutuhan pasar 2) peralatan produksi belum dapat menghasilkan produk dalam jumlah besar 3) stretegi pemasaran belum memanfaatkan marketplace 4) pengemasan produk belum sesuai dengan standar pengemasan. Hal terebut menyebabkan kurangnya efisiensi kerja, menurunkan kualitas produk, serta membatasi variasi olahan yang dapat dihasilkan. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya daya saing produk olahan bandeng di pasar lokal maupun regional. Melalui kegiatan PKM ini, tim pelaksana memberikan solusi berupa teknologi mesin pelunak duri yang mampu mempercepat proses pengolahan, mesin charcoal grill untuk diversifikasi olahan bandeng, serta alat mendukung produksi lainnya. Selain itu, dilakukan pelatihan teknis penggunaan mesin, pelatihan ergonomi dapur produksi, manajemen produksi, pengemasan produk, serta strategi pemasaran digital agar mitra mampu memperluas jangkauan pasar. Selain itu produk mitra juga didaftarkan sebagai produk halal agar dapat mendukung kepercayaan konsumen terhadap produk olahan bandeng. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi hingga dua kali lipat dibandingkan metode manual, serta peningkatan kualitas produk yang lebih higienis, menarik, dan sesuai standar pasar. Dengan adanya inovasi teknologi ini, mitra mampu memproduksi olahan bandeng dengan waktu yang singkat, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat keberlanjutan usaha. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis teknologi tepat guna yang dapat direplikasi di UMKM lainnya.
PEMBERDAYAAN WARUNG NASI BU SUSI MELALUI INOVASI PENGEMBANGAN PASAR DAN PEMASARAN BUMBU SAMBAL PECEL Jumati, Nurleila
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2668

Abstract

The purpose of the program is to increase the capacity of Warung Nasi Bu Susi MSME actors through product derivative innovations as well as market and digital marketing strategies. Warung Nasi Bu Susi's business, which was pioneered in 2017, experienced a significant decrease in turnover after moving its location into a village area, so consumer access became limited. One of the potential opportunities that can develop is pecel chili sauce, but it has not been marketed professionally. The main problems of partners include three aspects, namely: (1) production that does not have standards and packaging, (2) marketing that is still conventional, has not made optimal use of digital media, and (3) limited business legality, including the absence of halal certification. The program implementation method is designed in a participatory, adaptive manner in a collaborative atmosphere, with stages including socialization, business mentoring and coaching, product innovation and packaging design training, introduction to digital marketing, sales and branding simulation, to assistance in managing business legality. The results of the activity show an increase in the capacity of partners in developing ready-to-sell chili sauce derivative products with packaging power, brand identity, and digital marketing strategies. Partners obtain the development of business legality, in the form of expanding NIB (Entrepreneurial Identification Number) and halal certification so that there is an increase in the market outside Keboan Hamlet and outside the city that is oriented towards business sustainability. Partners have also experienced an increase in the marketing turnover of sambel pecel from non-existent to 30%.
PPM PENINGKATAN USAHA MOCHI DI UMAI SNACK SURABAYA Odelia, Evi Maya
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2669

Abstract

PKM ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran untuk memiliki inovasi dan kreativitas dalam mengelola usaha, guna mewujudkan ekonomi yang survive dan mandiri di tengah situasi perekonomian saat ini. Berwirausaha di bidang Inovasi Produk dan Efisiensi Produksi UMKM khususnya “Umai Snack” yang berlokasi di Kota Surabaya. Melalui pemahaman kiat berwirausaha, manajemen produksi, strategi pemasaran, tata kelola keuangan serta sumber daya manusia terhadap kegiatan usaha ini. Kegiatan PPM ini sesuai dengan Bidang Unggulan Sociopreneurship, UMKM dan Ekonomi Digital. Kemudian permasalahan dari PPM ini Adalah 1) tempat bahan baku produk masih berdesak-desakan tidak memiliki space tempat yang seharusnya dan pre-order mochi hanya diberikan pada rabu, kamis, dan jumat belum setiap hari; 2) pencatatan transaksi masih belum tercatat secara konsisten, berkala dan masih berkonsep perorderan, belum perbulan; 3) masih mulut ke mulut (rekanan), masih menggunakan media sosial di intagram yang terhubung Whatsapp serta 4) memerlukan penambahan tenaga kerja bagian produksi dan pengiriman produk ke konsumen. Hasil dari program ini mitra secara mandiri mampu untuk menjadi pengusaha UMKM berproduktif meningkatkan omzet penghasilan secara konsisten. Kegiatan PPM ini juga akan sangat membantu perkembangan UKM skala mikro dan mampu sebagai pendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi nasional. Kata kunci: Mochi, Penerapan teknologi UMKM, Keberlangsungan UMKM, PPM, peningkatan omzet
PELATIHAN GAME EDUKATIF BERBASIS SCRATCH BAGI GURU SEKOLAH DASAR Sari, Mamik Usniyah; Murdani, Muhammad Harist; Widhiyanta, Nurwahyudi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2671

Abstract

This Community Engagement Program (PPM) was implemented at Al Kautsar Elementary School, Benowo, Surabaya, an institution with more than 300 students that demonstrates strong potential for digital literacy development but continues to face challenges in integrating technology-based learning media. The main issues identified include the low competence of teachers in utilizing coding tools such as Scratch, the absence of interactive digital media integration in the learning process, and the limited availability of appropriate teaching resources. In response to the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology’s policy to integrate coding and artificial intelligence (AI) into the curriculum starting in 2025, the proposing team offers a solution through intensive training and teacher mentoring in designing and utilizing Scratch-based learning media, supported by student involvement under the MBKM (Freedom to Learn – Independent Campus) scheme. The program’s expected outputs include improved teacher competence in applying Scratch, the development of at least three interactive digital learning media, the preparation of a Scratch teaching module for elementary school teachers, documentation of student involvement, and dissemination of results through CSR-PKM proceedings and mass media. The implementation method consists of five stages: socialization, practice-based training, classroom application of the media, mentoring and evaluation, and program sustainability planning through the development of teachers as internal trainers. This program is expected to support the implementation of the new curriculum, enhance digital literacy, and foster a technology-based learning ecosystem in elementary education.