cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
PENINGKATAN PEMAHAMAN KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM KEPERAWATAN Peggy Sara Tahulending; Riama Marlyn Sihombing; Maria M.Y. Apelaby; Christie Lidya Rumerung; Adventina Delima Hutapea
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1459

Abstract

Organisasi pelayanan kesehatan bersifat kompleks dan dinamis. Tanggung jawab manajerial yang baru berada pada pegelolaan pelayanan keperawatan yang memerlukan perawat administrator yang memiliki pengetahuan, terampil dan kompeten dalam semua aspek manajemen. Menurut American Nurse Association (ANA) standar pelayanan yang profesional termasuk didalamnya adanya etika dalam lingkup praktek. Selanjutnya, menyebutkan bahwa perawat diharapkan dapat membangun suatu lingkungan yang beretika dan berbudaya civility dan memiliki kebaikan, cara memperlakukan sesama, rekan kerja, staf lain, mahasiswa dan orang lain dengan bermartabat dan rasa hormat. Tenaga kesehatan saat ini menunjukkan bahwa masih sering terjadinya masalah dalam berkomunikasi. Masalah etika komunikasi yang mulai menjadi isu dalam keperawatan yaitu komunikasi secara online dan offline. Tujuan PKM ini untuk meningkatkan pemahaman Teknik komunikasi terapeutik yang efektik dalam keperawatan. Metode pelaksanaan meliputi pemberian kuesioner pre test, pemberian materi komunikasi teraupetik, role play komunikasi dan pelaksanaan post test. Hasil dari 50 perawat yang mengikuti kegiatan didapatkan hasil terdapat peningkatan pemahaman tentang komunikasin efektif (p=0.001). Rekomendasi selanjutnya diharapkan dalam dilaksanakn pelatihan komunikasi seacra berkala khususnya masuk dalam program orientasi peawat baru.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA Belet Lydia Ingrit; Christie Lidya Rumerung; Dwi Yulianto Nugroho; Komilie Situmorang; Maria Maxmila Yoche A; Marisa Junianti Manik
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1461

Abstract

Adolescence is a transition from childhood to adulthood that involves changes in physical and psychological aspects. Keeping healthy reproductive is very important, especially for adolescents, Lack of education on reproductive health will trigger health problems like pregnancy at a young age and abortion in adolescent girls. This community service activity is to increase adolescent knowledge about the growth and development of adolescents in general and also to increase knowledge about reproductive health for boys and girls with the health education method and also using the pretest, post-test, online reproductive health education, and question-and-answer method with a total of 118 teenagers attending. The results from this activity from the pretest and posttest showed an increase in the change in value seen from the pretest and posttest scores by 10 points, from a value of 80 to 90. The increasing score indicates the increasing cognitive abilities of participants and they understand the topic given. This Community Service went smoothly starting from preparation, during the webinar, and during questions and answer sessions. At the end of the activity, participants can explain again the information that had been given by the Community Service team such as the stages of adolescent development and growth, and knowing the health reproduction in adolescents. Furthermore, hopes that this Community Service activity can be sustainable by taking up new topics related to reproductive health in couples of childbearing age.
Pengingkatan Pengetahuan Warga tentang COVID-19 dengan Webinar: Update Informasi dan Dampak Psikologis Pandemi COVID-19 Dora Irene Purimahua; Riama Marlyn Sihombing; Veronica Paula; Kinanthi Lebdawicaksaputri; Anthina Dorthea Luturmas
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1462

Abstract

Pandemi COVID-19 sontak mengagetkan seluruh dunia termasuk Indonesia. Dalam situasi ini, kebutuhan akan informasi terkini terkait perkembangan penyakit, langkah pencegahan penyebaran, bahkan dampak psikologis pandemi COVID-19 menjadi kebutuhan yang dicari oleh masyarakat di Indonesia. Akses informasi secara online mulai dilakukan dimana-dimana demi tercapainya kebutuhan akan informasi terkini. Berbagai penyuluhan kesehatan secara online mulai dilakukan oleh intitusi pendidikan maupun kesehatan sebagai wujud partisipasi dalam program pemerintah untuk pengingkatan pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 serta dampak psikologis yang berpotensi untuk dialami masyarakat. Kegiatan webinar dengan tema update informasi dan dampak psikologis COVID-19 dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait kedua topik tersebut. Webinar melalui zoom meeting dihadiri oleh 145 peserta dari seluruh daerah di Indonesia. Uji Wilcoxon dilakukan untuk menilai perbedaan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelaksanaan webinar. Hasil yang didapatkan adalah, terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan setelah kegiatan webinar (p 0.001). Kegiatan berupa webinar disarankan untuk terus-menerus dilakukan sebagai upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pandemi COVID-19.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN EDUKASI PENATALAKSANAAN HIDUP SEHAT BERKUALITAS PADA PASIEN HEMODIALISA DI MASA PANDEMI HEMAN PAILAK; Juhdeliena Juhdeliena; Eva Chris. V. Gultom; Elissa Oktoviani Hutasoit; Elfrida Silalahi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1464

Abstract

Pandemi Covid 19 mengakibatkan tingginya angka kematian pasien di rumah sakit sehingga berdampak pada perubahan pelayanan kesehatan. Kegiatan pelayanan kesehatan saat ini lebih berfokus pada skrining, pencegahan dan pengobatan penyakit saja, sehingga edukasi yang diberikan kepada pasien hemodialysis menjadi minimal. Padahal edukasi ini sangat penting untuk meningkat kualitas hidup pasien hemodialysis melalui pembatasan cairain, kebutuhan nutrisi dan dukungan keluarga. Jumlah peserta dalam seminar ini sebanyak 30 orang. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan pasien hemodialysis mengenai manajemen cairan, nutrisi dan dukungan keluarga. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dengan pre- pos-test. Hasil yang didapatkan 4 orang dengan pengetahuan setelah edukasi lebih rendah dibandingkan dengan pengetahuan sebelum edukasi. 21 orang memiliki pengetahuan yang lebih baik dibanding dengan sebelum edukasi. 5 orang memiliki pengetahuan yang tetap. Hasil dari edukasi yang diberikan menunjukkan perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum edukasi dengan sesudah edukasi (p-value= 0,000).
EFEKTIFITAS PEMBERIAN EDUKASI 5M DAN 3T UNTUK PERSIAPAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI SEKOLAH Elissa Oktoviani Hutasoit
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1468

Abstract

Wabah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda Indonesia mengakibatkan seluruh aspek kehidupan sangat terganggu, termasuk pada sektor pendidikan. Kebijakan belajar dari rumah menjadi alternatif agar peserta didik tetap mendapaatkan haknya dalam memperoleh layanan pendidikan. Hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kemendikbud menunjukkan adanya penurunan hasil belajar selama belajar dari rumah. Berdasarkan hal tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk dilakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) dengan tetap menerapkan protocol kesehatan. Tujuan PKM ini adalah agar ada pencegahan dan penanganan awal yang dapat dilakukan terkait Protokol Kesehatan 5M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas dan 3T yaitu testing, tracing dan treatment untuk mencegah peningkatan insidensi kasus Covid-19 di lingkungan sekolah dan untuk mengoptimalkan penurunan insidensi tersebut. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di sekolah Pendidikan Advent Depok Timur. Metode kegiatan yang dilakukan adalah ceramah dan diskusi dalam bentuk webinar mengenai Protokol 5M dan 3T. Kegiatan dibagi dalam dua sesi. Jumlah peserta yang hadir adalah 100 orang untuk sesi satu dan 14 orang pada sesi 2. Hasil kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti webinar, dengan rata-rata peningkatan skor pengetahuan siswa/siswi/orangtua murid pada sesi 1 adalah 12 poin, dan pada sesi 2 adalah 38 poin.
Pendampingan Budidaya Lebah Klanceng, untuk mendukung Ekowisata Gunung Tirah Di Desa Gempolan, Kerjo Karanganyar SUPRIYADI DARSOWIYONO; Purwanto Purwanto; Rosariastuti MMAR; Hartati S; Masyithoh G; Nufus M
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1469

Abstract

ABSTRACT The Sebelas Maret University (UNS) Surakarta Forest Management Study Program has the obligation to assist the Forest Farmers Group (KTH) located in Karanganyar Regency. In the Semang hamlet, Gempolan Village, Kerjo Karanganyar sub-district, is blessed with the potential for natural resources and natural panoramas that should be developed based on ecotourism. with the support of the Tani Maju Forest Farmers Group (KTH) so far it has utilized the potential of existing natural resources for the development of the Gunung Tirah ecotourism-based tourism industry. The community's efforts in developing Gunung Tirah tourism so far, namely the community has provided various facilities that can attract visitors. To add to the attraction of visitors, it is necessary to equip a clanceng beekeeping object by utilizing rubber plant flowers that are around Mount Tirah's tourist attraction. The purpose of the activity is Assistance in Klanceng Bee Cultivation, to support Ecotourism of Mount Tirah in Gempolan Village, Kerjo Karanganyar. The implementation of the activity uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, with an emphasis on community participation in clanceng bee cultivation, starting from planning, funding, scheduling, taking action, as well as monitoring and evaluating. This activity is expected to attract visitors to Mount Tirah tourism objects, and form Mitra Village as one of the higher education science-techno-park models. Keywords: KTH Semang Maju, Trigona bee, Community development, Gunung Tirah
EDUKASI DAN PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA (first aid) DI SEKOLAH DIAN HARAPAN LIPPO KARAWACI (SMP-SMA), KARAWACI-TANGERANG Windy Sapta Handayani Zega; Marisa Junianti Manik; Bima Adi Saputra; Magda Fiske Rumambi; Heman Pailak
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1470

Abstract

Pertolongan pertama (first aid) adalah upaya awal sebelum dikirim ke rumah sakit ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan seperti kecelakaan, pingsan, digigit serangga, patah tulang, pendarahan, kejang, henti jantung napas atau kondisi yang mengganggu kesehatan. Kecelakaan maupun gangguan kesehatan dapat terjadi dimana saja dan tidak dapat diprediksi secara pasti salah satu lokasi terjadi bisa sekolah maupun diluar sekolah, dekat dengan jalanan sekolah maupun ketika datang dan kembali dari sekolah. Seorang siswa sekolah bisa saja menghadapi cedera, pingsan, perdarahan ataupun kondisi yang menimbulkan masalah bagi diri mereka sendiri dan orang lain. Kurangnya membekali seorang anak usia sekolah berkaitan dengan pertolongan pertama secara benar dapat menimbulkan rasa panik, cemas dan kurangnya pengetahuan dalam penanganan yang tepat. Oleh karena itu sekolah harus memberikan edukasi dan pelatihan pertama di sekolah untuk meningkatkan keselamatan siswa. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berfokus pada edukasi dan pelatihan pertolongan pertama. Metode pelaksanaan siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan didampingi dua fasilitator. Hasil dari kegiatan ini terbagi menjadi 2 hal, pertama siswa mampu mendemonstrasi penanganan pingsan dan perdarahan atau mimisan. Kedua, siswa mampu mendemonstrasikan teknik BHD (bantuan hidup dasar) “hands only CPR” dan penggunaan elastis verband. Disarankan edukasi berkelanjutan secara rutin dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sejak dini tentang pertolongan pertama.
WEBINAR PERSIAPAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA (PTM) 100% BAGI SATUAN TUGAS SATUAN PENDIDIKAN SWASTA Ineke Patrisia; Belet Lydia Ingrit; Evanny Indah Manurung; Prisca A. Tahapary; Swingly Wikliv Dumanauw
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1471

Abstract

Pandemi Covid-19 merupakan masalah global dan nasional yang memengaruhi banyak aspek termasuk pendidikan. Tahun 2022 angka kejadian Covid-19 kembali melonjak dengan varian baru yang terkenal dengan Omicron. Pembelajaran di sekolah pada akhir 2021 sudah mulai 50-100% tatap muka menjadi mengalami perubahan kembali. Melihat hal tersebut, satuan pendidikan menyadari bahwa adanya kebutuhan persiapan pembelajaran tatap muka 100 %. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait protokol kesehatan dalam mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah dan edukasi terkait virus Omicron. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pretest, edukasi, tanya jawab, posttest. Dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2022 menggunakan aplikasi zoom kepada 115 peserta yang merupakan perwakilan satuan tugas (satgas) Covid-19 di seluruh Sekolah Dian Harapan (SDH) dan Sekolah Lentera Harapan (SLH) di Indonesia, yang terdiri dari tenaga penunjang, kepala sekolah, dan guru. Hasil dari pre dan posttest yang dikerjakan oleh 70 peserta menunjukkan adanya kenaikan pengetahuan ditandai dengan peningkatan skor sebesar 16,67 poin dengan nilai rerata pretest 55,71 dan nilai rerata posttest 72,38. Edukasi terkait protokol kesehatan sebagai persiapan tatap muka 100% berjalan dengan sangat baik, efektif dan efesien. Adanya perubahan skor dalam pre dan posttest selama kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih Sehat pada Anak Usia Dini dan Orang tua Siswa Riama Marlyn Sihombing; Veronica Paula; Kinanthi Lebdawicaksaputri; Dora Irene Purimahua; Anthina Dorthea Luturmas
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1472

Abstract

Latar belakang: Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan perlu diterapkan di lingkungan sekolah dan dibentuk sejak masa anak-anak. Namun anak usia dini belum memiliki kemampuan untuk menerapkan dan memahami pentingnya kebersihan diri yang layak. Orang tua dan guru berperan untuk meningkatkan kesadaran hidup yang sehat bagi anak usia dini di sekolah maupun rumah. Edukasi PHBS ini suatu tindakan promotif dan preventif pemeliharaan kesehatan masyarakat terhadap penyakit menular yang diharapkan menumbuhkan kepekaan dan kesadaran warga sekolah terhadap hidup sehat. Metode: Kegiatan edukasi PHBS dilakukan dalam dua kelas. Kelas pertama penyampaian materi PHBS kepada siswa menggunakan metode panggung boneka sedangkan kelas yang lain edukasi kepada orang tua siswa dengan metode ceramah dan diskusi. Pada akhir kegiatan peserta mempraktekkan mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir. Evaluasi kegiatan edukasi dilakukan dengan memberikan pre dan post-test kepada orang tua siswa. Hasil: Pengetahuan peserta tentang PHBS mengalami peningkatan dari rata-rata pengetahuan sebelum edukasi sebesar 96,88 menjadi 98,75 setelah edukasi. Siswa dan orang tua dapat mempraktekkan enam langkah mencuci tangan dengan benar. Kesimpulan: Pengetahuan orang tua meningkat setelah dilakukan edukasi PHBS. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki implikasi bagi orang tua dan siswa untuk mempromosikan PHBS baik di sekolah maupun di rumah.
OCCUPATIONAL HEALTH: HYPERTENSION EDUCATION FOR EMPLOYEES IN STEEL DISTRIBUTION COMPANY Maria Maxmila Yoche Arkianti; Theresia Theresia; Fransiska Ompusunggu; Gracia Akti Manihuruk; Lina Berliana Togatorop; Dimas Krisbiantoro
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1473

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kematian dini di seluruh dunia. Salah satu faktor risiko dari hipertensi diantaranya stress, pola makan, kurang aktivitas dan pekerjaan. Hipertensi bisa mempengaruhi kinerja seseorang dalam bekerja. Hipertensi bisa terjadi di tempat kerja. Oleh karena itu, adanya edukasi serta skrining risiko terkait hipertensi diharapkan dapat membantu pekerja untuk mejaga kesehatan sehingga pekerjaan yang dilakukan dapat dikerjakan secara optimal. PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada karyawan PT.Panca Logam Sukses Mandiri terkait hipertensi, melihat pengetahuan karyawan terhadap hipertensi melalui skrining dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan edkasi dilakukan dalam bentuk pemaparan materi serta tanya jawab terkait hipertensi. Di akhir sesi, peserta melakukan skrining terkait risiko dengan mengisi kuisioner serta melakukan pemeriksaan kesehatan. Setelah dilakukan edukasi rata-rata pengetahuan peserta terkait hipertensi mengalami peningkatan sebesar 29 poin, 45 % peserta berusia 26-35 tahun (dewasa awal), klasifikasi tekanan darah peserta berada dalam rentang normal sebesar 50 %, 90 % peserta berjenis kelamin laki-laki, 55% IMT dalam nilai normal dan 60 % peserta mempunyai nilai kolesterol ≤ 200 mg.

Page 80 of 138 | Total Record : 1378