cover
Contact Name
Makhyatul Fikriya
Contact Email
mahyafi@yahoo.co.id
Phone
+6285736448018
Journal Mail Official
jurnalhq@gmail.com
Editorial Address
Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jogoroto Jombang Jl. Raya Jogoroto, Sumberbendo, Jogoroto, Kec. Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61485
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an
ISSN : 27228991     EISSN : 27228983     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Hamalatul Quran : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Quran is Journal the publishes scientific articles on research in fields related to the Quran sciences
Articles 208 Documents
Studi Komperative Pasal 173 Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Konsep Hukum Islam tentang Fitnah sebagai Penghalang Waris Apriadi, Apriadi; Netti, Misra; Kamalin, Muhammad
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 4 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v4i2.239

Abstract

Tujuan penulis membuat penelitian tersebut yaitu untuk mengetahui dan menganalisa ketentuan hukum waris Islam tentang penghalang hak waris, ketentuan Kompilasi Hukum Islam tentang hak waris serta untuk mengetahui dan menganalisis fitnah menjadi salah satu penghalang mewarisi dalam Kompilasi Hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data yang diperoleh dari berbagai sumber dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam dan dilakukan secara terus-menerus sampai datanya jenuh. Kompilasi Hukum Islam berpandangan bahwa perbuatan fitnah dinilai sebagai perbuatan yang merusak, menyerang nama baik bahkan harga diri serta jiwa dari seseorang yang terkena fitnah. Sehingga lambat laun orang yang terkena fitnah itu mati terbunuh secara perlahan, baik yang terbunuh karakternya maupun terbunuh jiwanya (meninggal dunia). Pasal 173 b merupakan salah poin yang ada dalam Kompilasi Hukum Islam, dimana pasal ini berisi mengenai seseorang yang terhalang mendapatkan harta warisan, sedangkan di dalam fiqih klasik manapun tidak ditemukan bahwa fitnah adalah penghalang kewarisan. Dalam fiqh dijelaskan bahwa penghalang kewarisan yaitu; pembunuhan, perbudakaan dan perbedaan agama. Dari hasil analisis penulisbahwa pasal ini masih perlu ditinjau ulang sebab bertentangan dengan Nash yaitu QS. An-Nisa: 11. Karenahak seseorang yang telah ditetapkan mendapatkan warisan dalam Al-Qur‟an, tidak dapat dicabut kecuali ada dalil yang kuat seperti Hadits Nabi. Termasuk dicabutnya hak seseorang hanya karena percobaan pembunuhan atau penganiayaan, apalagi memfitnah meskipun ini merupakan kejahatan namun tidak dapat menghilangkan hak yang pasti, apalagi pewaris sudah memaafkannya sebelum meninggal.
Pandangan MUI Rokan Hilir atas Kontradiksi Undang Undang No 16 Tahun 2019 terkait Batas Minimal Usia Nikah Dengan Hukum Islam Wahyudi, Wahyudi; Syahrial, Murah; Netti, Misra
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 4 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v4i2.240

Abstract

Batas minimal usia perkawinan yang ditetapkan dalam Undang-Unang Nomor 16 Tahun 2019 naik menjadi 19 tahun wanita yang sebelumnya 16 tahun sedangkan bagi pria tetap yakni 19 tahun. Hal ini menjadikan polemik di tengah masyarakat. Untuk itu dilakukan penelitian campuran antara studi pustaka dengan studi lapangan terkait topik pandangan MUI Rokan Hilir atas kontradiksi Undang Undang Nomor 16 Tahun 2019 terkait batas minimal usia nikah dengan Hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batas usia minimal perkawinan pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 sesuai dengan teori maqashid syari‟ah dengan pemenuhan kelima unsur (ushul al-khamsah) dasar yang menjadi dasar putusan dalam maqashid syari‟ah yakni hifdz al diin, hifdz al nafs, hifdz al aql, hifdz al maal, dan hifdz al nasl. Jadi jelas bahwa dengan terpenuhinya ushul al-khamsah tersebut, maka kemaslahatan yang diharapkan akan bisa direalisasikan. Hasil penelitian berikutnya bahwa secara umum pandangan ulama pengurus MUI Rokan Hilir menyatakan bahwa tidak terjadi kontradiksi antara Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Batas Minimal Usia Nikah dengan hukum Islam. Deskripsinya bahwa pertimbangan menaikkan batas usia minimal izin menikah bagi wanita dari 16 Tahun menjadi 19 tahun sudah memenuhi berbagai prosedur penetapan perundangan yang berlaku di Indonesia, dan sudah sesuai dengan pertimbangan maqashid syari‟ah yakni untuk kemaslahatan.
Penerapan Istinbath Hukum Munawir Sjadzali Terkait Pembagian Harta Waris Di Masyarakat Rantau Perkumpulan Keluarga Minang Pekanbaru Muslih, Muslih; Putra, Firman Surya; Kamalin, Muhammad
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 4 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v4i2.241

Abstract

Pembagian harta waris adalah salah satu aspek penting dalam hukum Islam yang memerlukan perhatian khusus. Dalam hukum Islam, pembagian harta waris dilakukan berdasarkan prinsip keadilan dan kesetaraan. Namun, dalam prakteknya, pembagian harta waris seringkali mengalami kesulitan dan konflik, terutama dalam masyarakat yang memiliki budaya dan adat istiadat yang berbeda.Dalam masyarakat Minang, pembagian harta waris memiliki tradisi dan adat istiadat yang khas. karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk memahami bagaimana penerapan istinbath hukum Munawir Sjadzali terkait pembagian harta waris di masyarakat rantau Perkumpulan Keluarga Minang Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi empiris mengenai penerapan istinbath hukum Munawir Sjadzali terkait pembagian harta waris di masyarakat rantau Perkumpulan Keluarga Minang Pekanbaru dan faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran dalam penerapan istinbath hukum Munawir Sjadzali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan istinbath hukum Munawir Sjadzali terkait dengan pembagian harta waris di masyarakat rantau Perkumpulan Keluarga Minang Pekanbaru dilaksanakan dengan mempertimbangkan nilai-nilai keadilan dan budaya masyarakat. Pembagian warisan dilakukan secara angka berbeda namun secara nilai sama. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran dalam penerapan istinbath hukum Munawir Sjadzali meliputi pola pembagian harta waris 1:1, sistem pembagiannya yang lebih mudah dipahami, musyawarah untuk mufakat, dan bersikap arif dan adil.Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan istinbath hukum Munawir Sjadzali terkait pembagian harta waris di masyarakat rantau Perkumpulan Keluarga Minang Pekanbaru dilaksanakan dengan mempertimbangkan nilai-nilai keadilan dan budaya masyarakat, serta menggunakan sistem yang lebih mudah dipahami dan efektif dalam mengharmoniskan keluarga.
Interpretasi Kepemimpinan Perempuan dalam Pemikiran Kontemporer Salsabila, Rayhanah; Sulthoni, Akhmad; Novitasari, Fajar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.243

Abstract

The role of women in puclic has always been a debate on the table topic, both among scholars and Muslim intellectuals, particularly in the terms of women leadership in. The reality that currently happening is undeniable that many of women qualified to be a leader and can perform their duties on an equal footing with men. The development of views and perspectives in society is capable to change the meaning of gender roles that were previously solely designated for males. This research aims to reinterpret leadership of women in contemporary thoughts. Similar to how other interpretations of verses, the pros and cons of women's leadership also supported by various sources of arguments and their evidences, one of them is surah An-Nisa' verse 34. In general, scholars firmly believe that the interpretation of this verse is a justification that only men are worthy of carrying out duties in the public. Referring to a number of tafseer literature, the definition qowwam is leader, person in charge, regulator, protector, and educator. This interpretation is strengthened by two reasons for the superiority of men over women. First, the ability to provide a living (wahbiyun) and, second, the ability to strive and work (kasbiyun).
MANAJEMEN KURIKULUM TAHFIDZ PROGRAM AKSELERASI DAN RETENSI DALAM MENGHAFAL AL QUR’AN DI PONDOK HAMALATUL QUR’AN PUSAT JOGOROTO JOMBANG Latief, Ma’mun Abdul; Solichin, Mujianto; Fanani, Achmad
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.244

Abstract

This research aims to describe the management of the tahfidz curriculum for the acceleration and retention program for memorizing the Qur'an at the Hamalatul Qur'an Pondok Center in Jogoroto, Jombang. And This reasearch uses descriptive qualitative methods. The data collection techniques used interviews, documentation observation and triangulation. Analysis techniques include data collection, data condensation, data presentation and drawing conclusions. The results of this research indicate that the management of the tahfidz curriculum for the acceleration and retention program of Pondok Hamalatul Qur'an Center Jogoroto Jombang was carried out in several stages, namely, strategic planning, implementation of the daily activity schedule and evaluation of the activity program. The supporting factors for managing the tahfidz curriculum are getting full back up by caregivers, free education costs and a conducive environment. Meanwhile, the inhibiting factors are human resources who have not yet mastered management, infrastructure which is still inadequate and the ustadz's lack of knowledge in child psychology.
Efektivitas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 dalam Perkawinan di Bawah Umur Pada Masyarakat Rokan Hulu Adhdhuha, Baihaqi; Putra, Firman Surya; Al Bajuri, Azzuhri
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 4 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v4i2.249

Abstract

“Efektivitas Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 Dalam Perkawinan Dibawah Umur Pada Masyarakat Kabupaten Rokan Hulu” berisi tentang fenomena perkawinan dibawah umur pada masyarakat Kabupaten Rokan Hulu dan efektivitas Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 Tentang Batasan Usia Perkawinan. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif yang menyajikan, menguraikan, menarasikan data secara deskriptif. Data-data tersebut merupakan hasil dari observasi secara langsung di lapangan, serta hasil wawancara secara lansung dengan informan dan dokumentasi-dokumentasi lain yang mendukung penelitian ini. Adapun hasil dari penelitian ini, bahwa fenomena perkawinan di bawah umur pada masyarakat Kabupaten Rokan Hulu sebelum dan sesudah diterapkannya Undang- Undang Nomor 16 Tahun 2019 masih tetap terjadi bahkan dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun mulai tahun 2020-2022 sebanyak 419 orang melaksanakan perkawinan dibawah umur, dengan rincian, tahun 2020 sebanyak 153 orang; tahun 2021 sebanyak 164 orang; dan tahun 2022 sebanyak 102. Sedangkan implikasi cerai gugat bagi keluarga di Kabupaten Rokan Hulu terdiri dari 2 (dua), yakni negatif dan positif. Adapun efektivitas penerapan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perkawinan di bawah umur pada masyarakat Kabupaten Rokan Hulu, penerapannya belum efektif karena alasan ada dispensasi dalam perkawinan.
Methods of Applying Hermeneutics in Interpreting The Qur'an and Sharh Hadith Ridwan, Mohammad; Deswan, Roki Ade; Afrizon, Afrizon; Iska, Syukri
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.254

Abstract

This Journal explores the application of hermeneutics as a methodological framework for interpreting the Qur'an and the exegesis of Hadith. Hermeneutics, the art and science of interpretation, offers a systematic approach to understanding religious texts by considering historical, cultural, and linguistic contexts. The study emphasizes the significance of hermeneutical principles in revealing deeper meanings and insights within Islamic texts, which are often layered and complex. The research highlights various hermeneutical strategies, including textual analysis, contextualization, and the role of the interpreter's perspective. By examining classical and contemporary interpretations, the paper demonstrates how hermeneutics can bridge the gap between traditional understandings and modern applications, making the teachings of the Qur'an and Hadith more accessible to diverse audiences, particularly in English-speaking contexts. Furthermore, the paper discusses the implications of hermeneutical approaches for interfaith dialogue and contemporary ethical issues, illustrating how a nuanced understanding of Islamic texts can foster mutual respect and understanding among different cultures and religions. Ultimately, this study advocates for a hermeneutical approach as a vital tool in the ongoing quest for knowledge and spiritual growth within the Islamic tradition.
Kajian Motivasi Tematik Perspektif Al Quran Yadi, Robai; Mahmud, Hamidullah
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.260

Abstract

This study aims to describe how the study of thematic motivation of the Qur'an, The data collection technique is using library research or library study research with data collection techniques carried out by examining literature, documents, and other sources of information related to the topic of researchers. The results of this study Motivation in the perspective of the Qur'an has a very strong foundation, where all forms of encouragement and human intentions to take an action must be based on the pleasure of Allah. In Islamic teachings, true motivation is not only to pursue worldly success, but also to achieve happiness and safety in the hereafter. The Qur'an emphasizes the importance of sincerity in every action, as reflected in verses that motivate humans to do good and be pious. Keywords: Al Quran, Motivation, Thematic Interpretation  
Perjalanan Kejayaan Kerajaan Safawi Masa Abbas I dan Regresi Kerajaan Safawi Di Persia Sepeninggal Abbas I Dzikra, Aulia Mar'atu; Febrina, Dina; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.261

Abstract

After Shah Abbas I died in 1629, the Safawi Kingdom began to decline. Abbas I brought Safawi to the pinnacle of glory with political stability, a strong military, and a thriving economy. However, his successor, Shah Safi I, was unable to maintain the achievement. His government was weakened by reliance on incompetent advisers and widespread corruption. In addition, external threats such as the Ottoman and Uzbek Empire attacks further exacerbated the situation. They took advantage of the Safavid weakness to expand their territory and undermine the stability of the kingdom. The previously prosperous economy also began to collapse due to the inability of the rulers to manage trade. Various rebellions and internal conflicts have further undermined the Safavid power. The rulers after Abbas I were unable to restore political and economic power, which ultimately led the kingdom to collapse in the mid-18th century. This paper examines the factors that led to the decline of the Safavid post-Abbas I.
Jejak Sejarah : Menilik Kejayaan Kerajaan Turki Utsmani Syahri, Hanifa; Martiana, Wilsa; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.262

Abstract

Tercatat dalam sejarah Kerajaan Usmani di Turki merupakan kerajaan yang pertama berdiri, juga yang terbesar dan paling lama bertahan jika di bandingkan dengan dua kerajaan lain. Kerajaan lain yang dimaksud yaitu Mughal dan safawi Persia. Kerajaan tersebut juga telah memberikan banyak kontribusi bagi perkembangan peradaban Islam sehingga kerajaan ini menarik untuk dikaji. Fokus pembahasan pada artikel ini meliputi sejarah berdirinya kerajaan turki utsmani serta kejayaan dimasanya terutama pada masa Sultan Sulaiman Al-Qanuni. Dimana Pada masa pemerintahannya mampu membawa kejayaan bagi Kesultanan Turki Utsmaniyah. Metode penelitian yang dipakai yaitu metode penelitian studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif kemudian dilanjutkan dengan konten analisis. Dari referensi yang ada, menunjukkan terdapat banyak kemajuan-kemajuan yang dilakukan kerajaan Turki Usmani, baik dalam bidang kebudayaan, politik, kemiliteran, dan pemerintahan. Hasil temuan dapat disimpulkan bahwa salah satu kejayaan terbesar dari Kerajaan Turki Usmani adalah kejayaan di bidang militer dibuktikan dengan luasnya daerah-daerah penaklukan yang dilakukan oleh Kerajaan Turki Usmani.

Page 11 of 21 | Total Record : 208