cover
Contact Name
Besty Afriandini
Contact Email
bestyafriandini24@gmail.com
Phone
+6285328540548
Journal Mail Official
jurnalciveng@ump.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Sains Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. K. H. Ahmad Dahlan PO Box 202, Purwokerto 53182 Telp. 0281-636751 Ext.165
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
CIVeng : Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan
ISSN : 27748413     EISSN : 27748413     DOI : 10.30595/CIVENG
Core Subject : Engineering,
CIVeng (Civil Engineering) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Sains Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang memuat artikel-artikel hasil penelitian ilmiah serta gagasan atau terobosan baru dalam bidang Teknik Sipil meliputi bidang keairan, konstruksi atau struktur bangunan, transportasi, geoteknik, manajemen konstruksi, dan teknik lingkungan. CIVeng terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Articles 46 Documents
Analisis Kadar BOD, Amonia, TSS, dan Kekeruhan di Perairan Air Laut Penerima Limbah Cair Tambak Udang Vaname di Pantai Cemara Udang, Kabupaten Bantul Ratieh Puteri Ryani; Haryono; Bambang Suwerda
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.1 JANUARI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i1.27297

Abstract

Mengetahui kadar BOD, Amonia, TSS, dan Kekeruhan di perairan air laut penerima limbah cair tambak udang Vaname di Pantai Cemara Udang, Kabupaten Bantul. Jenis penelitian menggunakan metode survei deskriptif. Obyek penelitian meliputi: (1) Kadar BOD (2) Kadar Amonia, (3) Kadar TSS, dan (4) Kekeruhan. Pengumpulan data dilakukan secara langsung di lapangan. Sampel yang diambil berupa air laut penerima limbah cair tambak udang vaname. Metode sampling menggunakan metode Purposive Sampling dengan menetapkan 3 titik pengambilan sampel dan pengulangan 3 kali. Kualitas air laut penerima limbah cair tambak udang vaname memiliki nilai rata-rata kadar BOD sebesar 6,23 mg/L, kadar Amonia sebesar 0,5404 mg/L, kadar TSS sebesar 16,67 mg/L, dan kadar Kekeruhan 16,23 ntu. Kualitas air laut penerima limbah cair tambak udang vaname di Pantai Cemara Udang untuk parameter BOD dan TSS memenuhi baku mutu, sedangkan parameter Amonia dan Kekeruhan melebih baku mutu Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2010 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Wisata Bahari.
Hidrologi Forensik terhadap Peristiwa Banjir Ekstrem di Sub DAS Way Pisang, Kabupaten Way Kanan Muhammad Hakiem Sedo Putra; Zainal Alim; M. Ridho Ulya
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.1 JANUARI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i1.27375

Abstract

Hidrologi forensik merupakan pendekatan ilmiah untuk mengungkap penyebab, kronologi, dan dampak dari peristiwa hidrologi ekstrem, seperti banjir besar, yang sering menimbulkan kerusakan infrastruktur dan kerugian sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peristiwa banjir ekstrem yang terjadi di Sub DAS Way Pisang, Kabupaten Way Kanan, dengan menggunakan pendekatan forensik berbasis data hujan, data debit sungai, dokumentasi lapangan, dan wawancara masyarakat. Analisis dilakukan untuk merekonstruksi waktu puncak banjir, menganalisis kecepatan dan volume aliran, serta mengaitkannya dengan kerusakan infrastruktur yang terjadi, khususnya jembatan dan tanggul sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian banjir disebabkan oleh hujan ekstrem dengan intensitas >150 mm/hari yang terjadi secara berturut-turut, ditambah dengan buruknya sistem drainase dan hilangnya vegetasi bantaran. Pendekatan hidrologi forensik terbukti dapat memberikan gambaran menyeluruh atas rangkaian peristiwa dan memperkuat dasar ilmiah untuk perencanaan mitigasi bencana ke depan.
Penerapan Struktur Komposit Sederhana Sebagai Pengganti PCI pada Jembatan Basin Ruth Maria Momot; Lilis Zulaicha; Marwanto
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.1 JANUARI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i1.27490

Abstract

Jembatan ini merupakan bagian dari proyek pembangunan Jalan Tol Solo–Yogyakarta, yang dibangun melintasi sebuah sungai di Desa Basin, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Wilayah ini dikategorikan sebagai daerah dengan aktivitas seismik sedang hingga tinggi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa struktur komposit baja-beton memiliki performa seismik yang lebih baik dibandingkan struktur beton konvensional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang struktur atas jembatan dengan mengganti gelagar Precast Concrete I (PCI) menjadi struktur komposit baja- beton sederhana, mengacu pada SNI 1725:2016 dan SNI 2833:2016. Analisis struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya dalam maksimum yang terjadi adalah momen lentur sebesar 755,477 kNm dan gaya geser sebesar 260,197 kN. Perencanaan tulangan mencakup Ø13-200 mm untuk parapet dan kombinasi Ø13-200 mm serta Ø16-200 mm untuk pelat lantai. Gelagar memanjang menggunakan profil IWF 500.300.18.11, gelagar melintang menggunakan profil IWF 400.400.21.13, dan wind bracing bawah menggunakan profil IWF 150.150.10.7. Sambungan dirancang menggunakan pelat sudut sama sisi dengan dimensi 90.90.11 mm.
Analisis Kinerja Simpang Empat Tak Bersinyal Dengan Metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 (Studi Kasus : Jl. Raflesia, Jl. Kebun Veteran, dan Jl. Seruni) Elms Elona Reski; Makmun Reza Razali; Agustin Gunawan; Samsul Bahri; Rena Misliniyati
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.1 JANUARI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i1.27506

Abstract

Persimpangan Jalan Raflesia - Jalan Kebun Veteran - Jalan Seruni merupakan salah satu persimpangan tak bersinyal di Kota Bengkulu. Persimpangan ini sering mengalami kemacetan akibat banyaknya kendaraan bermotor, mobil, pedagang kaki lima dan kawasan sekolah di sekitar persimpangan. Tujuannya ialah menentukan kinerja persimpangan dan tingkat layanan persimpangan. Metode yang digunakan adalah Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023. Data lalu lintas diperoleh dengan menghitung jumlah kendaraan di lapangan selama dua hari pada jam sibuk. Hasil analisis volume lalu lintas mengalami arus puncak pada hari Senin sebanyak 6.768 kendaraan dengan volume 2.512 SMP/jam. Hasil analisis kinerja persimpangan menunjukkan nilai kapasitas 3.465 SMP/jam, tundaan 8,3 detik, peluang antrian 21%-43%, derajat kejenuhan 0,73 dan tingkat layanan persimpangan dikategorikan sebagai E. Alternatif untuk memperoleh tingkat layanan yang lebih baik adalah memperlebar Jalan Bandar Raya menjadi 9 m. Hasil yang diperoleh menunjukkan kapasitas persimpangan sebesar 2514,22 SMP/jam, tundaan sebesar 13,79 detik, peluang antrian sebesar 27,72% - 54,89%, derajat kejenuhan 0,83, dan tingkat layanan persimpangan yang diperoleh, dengan merujuk pada kriteria tingkat layanan yang sesuai dengan standar, persimpangan tanpa lampu lalu lintas di Jalan Rafflesia diklasifikasikan ke dalam kategori tingkat layanan B, yang menunjukkan bahwa aliran lalu lintas berada dalam kondisi aliran stabil dengan kecepatan awal yang dibatasi
Analisis Biaya dan Waktu Dengan Metode Time Cost Trade Off pada Proyek Pembangunan Gedung Food Court pada Kawasan Lapangan Eks Batalyon Cilacap Azhar Aditama; Amris Azizi; Dewi Laras Sulastri Ningsih
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.1 JANUARI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i1.27637

Abstract

Pelaksanaan Proyek konstruksi seringkali menghadapi kendala keterlambatan waktu dan pembengkakan biaya. Oleh karena itu, diperlukan metode optimasi untuk mencapai efisiensi dalam penyelesaian proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi waktu dan biaya melalui metode Time Cost Trade Off (TCTO) pada proyek pembangunan Gedung Food Court di Kawasan Lapangan Eks Batalyon Cilacap. Data yang digunakan diperoleh dari time schedule,RAB, dan laporan mingguan antara minggu ke-14 hingga minggu ke-20. Analisis dilakukan dengan metode Preecedence diagram Method,teknik Crashing,dan penerapan TCTO untuk mendapatkan durasi optimal dan biaya minimum proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penambahan jam kerja (lembur) dan penerapan metode TCTO,proyek dapat diselesaikan lebih cepat dibandingkan jadwal normal,dengan efisiensi biaya yang signifikan.
Evaluasi Kondisi Fisik Bendungan Sempor Kabupaten Kebumen Dalam Penentuan Prioritas Pemeliharaan Sebagai Upaya Memperpanjang Usia Operasional Aan Andriawan; Iskahar; Teguh Marhendi
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.1 JANUARI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i1.29089

Abstract

Selain memberikan manfaat bagi manusia, bendungan juga menimbulkan potensi bahaya yang besar bagi sekitarnya. Potensi bahaya tersebut adalah  runtuhnya bangunan bendungan yang dapat mengakibatkan banjir disekitarnya. Penilaian kondisi bendungan diperlukan untuk mengetahui tingkat keamanan bendungan dan sebagai bahan pertimbangan untuk kegiatan pemeliharaan dan rehabilitasi bendungan. Lokasi Penelitian ini adalah Bendungan Sempor. Bendungan Sempor terletak di Desa Sempor, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah. Terletak kira-kira 8 Km arah utara Kabupaten Gombong. Manfaat bendungan Sempor adalah untuk irigasi, pembangkit tenaga listrik, pengendali banjir, perikanan dan rekreasi. Luas layanan irigasi adalah 6.600 Ha. Pembangunan bendungan ini dilaksanakan pada Tahun 1975 dan selesai pada Tahun 1978. Secara umum bendungan Sempor terdiri dari bendungan utama, bangunan pelengkap, dan bendungan pembantu (Auxiliary Dam). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitaf dengan menentukan skala prioritas menggunakan metode ANP da menggunakan Software Super Decision sebagai alat bantu analisis. Menganalisis dan menghitung penilaian kondisi fisik dan fungsi bendungan agar didapatkan hasil penilaian kondisi bendungan. Berdasarkan dari analisis penilaian Bendungan Sempor diperoleh penilaian B, yang berarti Bendungan Sempor memiliki kondisi rusak ringan jika nilai kondisi 80–90% dan nilai tingkat kerusakan 10–20% dari kondisi awal bangunan.
Analisis Tingkatan Gempa terhadap Nilai Kerugian Bangunan Dua Lantai Menggunakan Analisis Statik Ekivalen (LSE) Zikra Fauzan Virawan; Edwin Octavianto Saputra; Muhammad Sufyan Tsaury; Aulia Rizky Akbarrina
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.2 JULI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i2.28744

Abstract

Bangunan dua lantai memiliki karakteristik respons struktur yang dipengaruhi oleh variasi beban gempa pada setiap tingkatan intensitas. Analisis dilakukan menggunakan metode Analisis Statik Ekivalen (LSE) untuk menentukan gaya gempa yang bekerja pada struktur dengan pendekatan linier. Empat tingkatan gempa digunakan, yaitu gempa ringan (0.5 DBE), sedang (1.0 DBE), kuat (1.5 DBE), dan sangat kuat (2.0 DBE). Model bangunan dibuat berdasarkan kondisi eksisting di Kabupaten Klaten dengan properti material beton dan baja yang disesuaikan dengan data rencana. Parameter gempa ditentukan berdasarkan nilai percepatan desain wilayah, kemudian dikalikan dengan faktor masing-masing tingkatan gempa. Hasil analisis diperoleh berupa simpangan antar lantai dan deformasi struktur yang dibandingkan terhadap batasan level kinerja, meliputi Operational (O), Immediate Occupancy (IO), Life Safety (LS), Collapse Prevention (CP), dan Near Collapse (NC). Setiap level kinerja memiliki persentase nilai kerusakan yang digunakan untuk menghitung nilai kerugian dengan mengalikan terhadap nilai total bangunan. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkatan gempa yang bekerja, semakin besar pula nilai kerugian yang terjadi pada bangunan dua lantai berdasarkan hasil analisis statik ekivalen.
Analisis Perbandingan Perhitungan Volume dan Biaya Penggunaan Metode Konvensional dengan BIM Software Revit (Studi Kasus Proyek Pembangunan Villa Di, Tabanan, Bali) I Putu Candra Ditya; I Wayan Gde Erick Triswandana; I Gusti Ngurah Hesa Respati Haditama
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.2 JULI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i2.29365

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dalam industri konstruksi telah mendorong penggunaan Building Information Modeling (BIM) sebagai alternatif metode konvensional dalam proses perencanaan dan estimasi biaya proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil perhitungan volume dan biaya antara metode konvensional dan metode BIM menggunakan program Revit pada proyek Pembangunan Villa di Kediri, Tabanan, Bali. Metode penelitian deskriptif komparatif digunakan melakukan perbandingan langsung terhadap hasil estimasi volume dan biaya pekerjaan struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan volume menggunakan BIM cenderung lebih kecil dibandingkan metode konvensional karena perbedaan tingkat detail dan ketepatan dimensi model tiga dimensi, dimana metode konvensional kerap menggunakan asumsi atau penyederhanaan. Estimasi biaya berdasarkan metode konvensional mencapai Rp1.677.300.571, sedangkan metode BIM menghasilkan Rp1.535.763.317, dengan selisih sebesar Rp141.537.254. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan BIM mampu meningkatkan efisiensi biaya sekaligus membuat Proses desain dan konstruksi menjadi lebih lancar dan transparan, yang memungkinkan perhitungan yang lebih akurat dan mencegah kesalahan selama transisi dari perencanaan ke implementasi, dan juga mengurangi waktu pelaksanaan. Perhitungan menggunakan BIM cenderung menghasilkan volume lebih kecil dibandingkan metode konvensional. Hal ini dapat disebabkan oleh perbedaan tingkat detail dalam pendekatan perhitungan
Analisis Pengaruh Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton (Studi Kasus: Pasir Sungai Citanduy dan Sungai Serayu) Pandu Rifki Nandhika; Amris Azizi; Dewi Laras Sulastri Ningsih
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.2 JULI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i2.29661

Abstract

Peningkatan pembangunan di Indonesia mendorong tingginya kebutuhan akan beton sebagai bahan konstruksi. Kualitas beton sangat bergantung pada material penyusunnya, terutama agregat halus atau pasir, di mana kandungan lumpur yang melebihi batas standar (maksimum 5% dari berat kering) dapat menghambat hidrasi semen dan menurunkan kuat tekan beton yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasir dari dua wilayah sungai utama, yaitu Sungai Citanduy dan Sungai Serayu, serta mengetahui pengaruh penggunaannya sebagai agregat halus terhadap nilai kuat tekan beton. Metode penelitian eksperimental ini dilakukan di laboratorium dengan merencanakan kuat tekan beton target sebesar 20 MPa, menggunakan semen Portland Tipe I. Sampel pasir diambil dari tiga lokasi di masing-masing sungai. Pengujian material meliputi analisis gradasi dan kadar lumpur (berdasarkan SNI-03-4141-1997). Benda uji berupa silinder (15x30 cm) diuji kuat tekannya pada umur 28 hari. Hasil pengujian material menunjukkan bahwa semua sampel pasir memenuhi persyaratan SNI untuk kadar lumpur (<5%), dengan Pasir Citanduy Hilir memiliki kadar tertinggi (3,9%) dan Pasir Citanduy Hulu terendah (2,1%). Seluruh sampel juga memenuhi syarat gradasi. Hasil uji kuat tekan beton pada umur 28 hari. Kuat tekan rata-rata tertinggi dicapai oleh beton menggunakan Pasir Citanduy Hulu (25,09 MPa), sedangkan terendah pada Pasir Citanduy Hilir (19,81 MPa).
Pengaruh Penggunaan Abu Batu Sebagai Substitusi Agregat Halus dan Penambahan Superplasticizer Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi Sulkhan Barizi; Moech Agus Salim Al Fathoni; Mukti Agung Wibowo
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.2 JULI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i2.29662

Abstract

Peningkatan penggunaan beton dalam industri konstruksi meningkatkan kebutuhan agregat halus alami dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Pemanfaatan abu batu sebagai substitusi agregat halus merupakan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi abu batu dengan interval 1,5% dan penambahan superplasticizer terhadap kuat tekan beton mutu tinggi serta menentukan kadar optimum. Beton dirancang dengan mutu rencana f’c 42 MPa menggunakan metode SNI 03-6468-2000. Penelitian dilakukan melalui eksperimen laboratorium di Laboratorium Bahan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Variasi substitusi abu batu yang digunakan yaitu 0%, 17,5%, 19%, 20,5%, 22%, dan 23,5% terhadap agregat halus, dengan penambahan superplasticizer Sika Viscocrete-3115N sebesar 0,6% dari berat semen. Benda uji berupa silinder beton berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm sebanyak 18 buah, dirawat dengan metode perendaman dan diuji pada umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan kuat tekan beton berturut-turut sebesar 42,73 MPa; 43,38 MPa; 43,95 MPa; 44,89 MPa; 47,73 MPa; dan 46,40 MPa. Kuat tekan meningkat seiring bertambahnya kadar abu batu hingga mencapai nilai optimum pada variasi 22%, kemudian menurun pada kadar lebih tinggi. Penambahan superplasticizer meningkatkan workability tanpa menurunkan mutu beton. Abu batu berpotensi digunakan sebagai substitusi agregat halus pada beton mutu tinggi yang lebih berkelanjutan secara teknis dan ekonomis.