cover
Contact Name
Azwar Anwar
Contact Email
azwaranwar99@gmail.com
Phone
+6285250104307
Journal Mail Official
meta@borneo.ac.id
Editorial Address
Jl. Amal Lama No 1, Tarakan, Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
MATHEMATIC EDUCATION AND APLICATION JOURNAL (META)
ISSN : 26844740     EISSN : 2686018X     DOI : https://doi.org/10.35334/meta.v3i2.2396
Core Subject : Education,
1. Belajar dan Pembelajaran Matematika 2. Pengajaran Matematika 3. Pengembangan Kurikulum Matematika 4. Pendidikan Guru Matematika 5. Teknologi Pendidikan Matematika
Articles 59 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA ACROSS SMART PADA MATERI BILANGAN BULAT UNTUK SISWA KELAS IV SD MUHAMMADIYAH NGUPASAN 2 YOGYAKARTA Saputro, Hengkang Bara; Sari, Vera Fadhela
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v5i2.4878

Abstract

The aim of this research is to determine the steps for developing Across Smart mathematics media and determine the feasibility of learning media Across Smart mathematics with integer material for fourth grade elementary school students. The research method used is research and development with the borg and gall model. The small group trial was carried out at SD N Muhammadiyah Ngupasan 2 Yogyakarta with a total of 23 students. The data analysis techniques of this research are qualitative data and quantitative data. The qualitative data in this research is in the form of criticism and suggestions from material experts, learning evaluation experts, teachers and students. The quantitative data in this research is in the form of expert, teacher and student assessments. Based on the research results, assessment data was obtained from material experts with an average score of 92.7 "very appropriate", assessments from learning experts with an average value of 92 "very appropriate", assessments from language experts with an average value of 80 "very appropriate" , and an assessment from media experts with an average score of 86.2 "very feasible", the quality of Across Smart media development in mathematics learning on integer material obtained an average assessment of 87.7 in the "very feasible" category, an assessment from students with an average score of 90.91 in the "very decent" category. The assessment obtained shows that the development of Across Smart media in learning mathematics with integer material for class IV students is quality, feasible and effective for use.Keywords: Across Smart, Mathematics, Media Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan media Across Smart matematika dan mengetahui kelayakan media pembelajaran Across Smart matematika materi bilangan bulat untuk siswa kelas IV SD. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model borg and gall. Uji coba kelompok kecil dilaksanakan di SD N Muhammadiyah Ngupasan 2 Yogyakarta dengan jumlah 23 siswa. Teknik analisis data dari penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif dalam penelitian ini berupa kritik dan saran ahli materi, ahli evaluasi pembelajaran, guru dan siswa. Data kuantitatif dalam penelitian ini berupa hasil penilaian ahli, guru dan siswa. Berdasarkan hasil peneitian diperoleh data penilaian dari ahli materi dengan rata-rata nilai 92,7 “sangat layak”, penilaian dari ahli pembelajaran rata-rata nilai 92 “sangat layak”, penilaian dari ahli bahasa dengan rata-rata nilai 80 “sangat layak”, dan penilaian dari ahli media dengan rata-rata nilai 86,2 “sangat layak”, kualitas pengembangan media Across smart dalam pembelajaran matematika pada materi bilangan bulat memperoleh penilaian rata-rata 87,7 dengan kategori “sangat layak”, penilaian dari peserta didik dengan rata-rata nilai 90,91 dengan kategori “sangat layak”. Penilaian yang diperoleh menunjukkan bahwa pengembangan media Across Smart dalam pembelajaran matematika materi bilangan bulat untuk siswa kelas IV berkualitas, layak dan efektif untuk digunakan.Kata kunci: Across Smart,  Matematika, Media
EKSPLORASI KESALAHAN-KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL NILAI MUTLAK BERDASARKAN TAHAPAN KASTOLAN Susanti, Dwi; Satiti, Ainur Rafiqah
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v5i2.4858

Abstract

This study aims to identify the errors made by 10th-grade students at MA Hurrrasul Aqidah Tarakan in solving absolute value problems based on Kastolan's stages and the factors causing these errors. The subjects of the research were five students selected based on their grades and communication skills. Data collection techniques included tests, interviews, and documentation. Based on Kastolan's theory, the errors made by students in solving daily test problems were categorized as follows: 33.33% conceptual errors, 27.27% procedural errors, and 39.39% technical errors. Conceptual errors included mistakes in selecting and applying formulas to solve problems and misunderstanding the problem's intent. Procedural errors involved mistakes in operating integer division or simplifying fractions and errors in following incorrect steps to solve problems. Technical errors included mistakes in using mathematical symbols and performing arithmetic operations. The factors causing these errors were lack of knowledge of the formulas used, not studying, rushing through the problems, not reviewing answers, misunderstanding the problem's intent, poor conceptual understanding, lack of accuracy in answering, and lack of focus while solving problems.Keywords: Student Errors, Absolute Value, Kastolan's Stages. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan siswa kelas X MA Hurrrasul Aqidah Tarakan dalam menyelesaikan soal nilai mutlak berdasarkan tahapan kastolan dan faktor-faktor penyebab kesalahan tersebut. Subjek penelitiannya adalah lima siswa yang didasarkan pada pertimbangan nilai yang diperoleh siswa dan kemampuan komunikasi yang dimiliki siswa. Teknik pengumpulan data dengan cara tes, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan teori kastolan yang diteliti dalam menyelesaikan soal ulangan harian didapatkan presentase kesalahan yang dilakukan siswa yaitu 33,33% berupa kesalahan konseptual, 27,27% berupa kesalahan prosedural dan 39,39% berupa kesalahan teknik. Kesalahan konseptual yang dilakukan berupa kesalahan dalam memilih dan menerapkan rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal dan kesalahan dalam memahami maksud soal. Kesalahan prosedural yang dilakukan berupa kesalahan dalam mengoperasikan pembagian bilangan bulat atau kesalahan dalam menyederhanakan pecahan, dan kesalahan dalam mengerjakan soal dengan langkah-langkah yang tidak tepat. Kesalahan teknik yang dilakukan berupa kesalahan dalam menggunakan simbol matematika dan kesalahan dalam melakukan operasi hitung. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan yang dilakukan siswa yaitu ketidaktahuan rumus yang digunakan, tidak belajar, terburu-buru saat mengerjakan soal, tidak melakukan pemeriksaan kembali pada jawaban, tidak memahami maksud soal, kurangnya pemahaman konsep, kurangnya ketelitian dalam menjawab, dan kurang fokus pada saat mengerjakan soal.Kata kunci: Kesalahan siswa, Nilai Mutlak, Tahapan Kastolan.
POTENTIAL OF USING LOCAL WISDOM IN MATHEMATICAL PROBLEM POSING E-MODULE: A NEED ANALYSIS Kertiyani, Ni Made Intan; Lu'luilmaknun, Ulfa; Azmi, Syahrul
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v5i2.4774

Abstract

Problem posing become one of the essential skills to promote in class. Meanwhile, there is still limited research on electronic teaching materials that integrated local wisdom to enhance student problem posing. The aim of this research is to investigated the perception of teacher about problem posing and the need to include local wisdom in electronic module. This research is descriptive research. The teachers who have implemented and have not implemented the teaching material to foster problem posing in Lombok Island, Indonesia become the subject of this study. The data was collected by questionnaire and interview. The questionnaire contains subject’s perception about problem posing and their need to integrate local wisdom in e-module. The data was analyzed by statistic descriptive and qualitative method. The majority of teachers believe that students need to enhance their problem posing skill. Furthermore, they require educational resources based on local wisdom, such as the Rinjani Geopark, to strengthen that skill. The findings of this study recommended that the development of an e-module to promote problem posing could be the next area of investigation..Keywords: problem posing, local wisdom, need analysis, teaching material, e-module. Kemampuan mengajukan pertanyaan (problem posing) menjadi salah satu kemampuan yang perlu dimiliki siswa di kelas. Namun, studi mengenai bahan ajar elektronik yang memfasilitasi pengembangan kemampuan ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi persepsi guru mengenai kemampuan problem posing dan kebutuhan mengenai bahan ajar elektronik untuk meningkatkan kemampuan ini dengan mengintegrasikan kerifan lokai di Pulau Lombok, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah guru yang sudah dan belum pernah mengajar menggunakan bahan ajar yang berorientasi pada peningkatan kemampuan problem posing. Data diperoleh dari kuisioner dan wawancara. Kuisioner berisi pertanyaan untuk menggali persepsi subjek mengenai problem posing dan kebutuhannya mengenai bahan ajar elektronik yang mengintegrasikan kearifan lokal. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif dan metode kualitatif. Mayoritas subjek guru meyakini bahwa siswa perlu meningkatkan kemampuan problem posing-nya. Lebih jauh, mereka memerlukan sumber belajar berdasarkan kearifan lokal sepergi Geopark Rinjani untuk memperkuat kemampuan tersebut. Selanjutnya, konstruksi bahan ajar elektronik untuk meningkatkan kemampuan ini menjadi potensi studi yang dapat diteliti.Kata kunci: problem posing, kearifan lokal, analisis kebutuhan, bahan ajar, modul elektronik.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Komariah, Nurul; Suryadi, Didi; Nurjanah, Nurjanah
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v6i1.5395

Abstract

AbstractMathematics is an essential subject that is taught at every level of school. Problem-solving is one of the abilities that must be possessed in learning mathematics. Problem-solving ability is a person's ability to solve a problem whose solution method is not previously known. Intelligence can affect students' problem-solving ability, including intelligence in dealing with problems (adversity quotient). Adversity quotient is classified into three types: climber, camper, and quitter. This study uses a systematic literature review to analyze previous studies examining problem-solving ability and adversity quotient. Some of the article criteria used are journal articles indexed by Sinta or Google Scholar and published in the last 10 years. This study aims to analyze the relationship between students' problem-solving abilities according to Polya's indicators judging from the adversity quotient category of junior high school students. Based on the results of the study, it is found that climber students can master all four Polya indicators, camper students can master three Polya indicators, and quitter students can only master one Polya indicatorKeywords: adversity quotient, problem-solving abiliy, systematic literature review.AbstrakMatematika termasuk mata pelajaran penting yang diadakan di setiap jenjang pendidikan. Kemampuan pemecahan masuk ke dalam salah satu kemampuan yang wajib dikuasai dalam pembelajaran matematika. Kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan seseorang dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang metode penyelesaiannya belum diketahui sebelumnya. Kecerdasan dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah siswa, termasuk kecerdasan dalam menghadapi masalah (adversity quotient). Adversity quotient dikelompokkan ke dalam tiga jenis yakni climber, camper, dan quitter. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif dengan metode systematic literature review untuk menganalisis penelitianpenelitian sebelumnya yang mengkaji tentang kemampuan pemecahan masalah dan adversity quotient. Kriteria artikel yang digunakan beberapa diantaranya adalah artikel jurnal yang terindeks Sinta atau Google Scholar dan dipublish 10 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kemampuan pemecahan masalah siswa menurut indikator Polya dilihat dari kategori adversity quotient siswa SMP. Berdasarkan hasil kajian didapatkan bahwa siswa climber dapat menguasai keempat indikator Polya, siswa camper dapat menguasai tiga indikator Polya, sedangkan siswa quitter hanya menguasai satu indikator Polya.Kata kunci:  adversity quotient, kemampuan pemecahan masalah, systematic literature review.
Pengembangan Media Pembelajaran Math Pop-Up Book Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Balok dan Kubus Nurazizah, Siti; Nuryami, Nuryami
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v5i2.4911

Abstract

Education has an important role in the process of developing students' potential, with special emphasis on the role of mathematics, especially the subject matter of flat-sided geometric figures. The importance of learning media that is interesting and easy to understand has become a major concern. In this case, it is recommended that Pop-Up Books be created as media that have 3D dimensions to increase student participation during learning activities, which focus on cubes and blocks, which is one of the discussions on flat-sided shapes in class VIII SMP/MTs. This Research and Development research uses the ADDIE model. During the development process, validity is carried out by media experts and material experts. Math Pop-Up Book is a 3D educational tool whose validity, practicality and effectiveness have been tested for application in education, especially mathematics subjects which require concrete objects for visualization, and students also show a positive response to this media. The results of the research show that this media, especially in the material of cubes and blocks, can bring changes to student learning outcomes so that they can experience improvements compared to before. N-Gain analysis shows that the increase from pretest to posttest carried out by students is quite significant. Therefore, creating Math Pop-Up Book media can be considered a fun innovation and makes it easier for students to understand the material.Keywords: Build Space, Math, Pop-up Book.Pendidikan memiiki peran penting dalam proses pengembangan potensi siswa, dengan penekanan khusus pada peran matematika, terutama materi pelajaran tentang bangun ruang sisi datar. Pentingnya media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami telah menjadi perhatian utama. Dalam hal ini, Pop-Up Book disarankan untuk dibuat sebagai media yang memiliki dimensi 3D untuk meningkatkan partisipasi siswa selama kegiatan pembelajaran, yang dipusatkan terhadap materi kubus dan balok yang merupakan salah satu pembahasan dari bangun ruang sisi datar di kelas VIII SMP/MTs. Penelitian Research and Development ini menggunakan model ADDIE. Selama proses pengembangan, validitas dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Math PopUp Book adalah alat bantu pendidikan berdimensi 3D yang sudah teruji kevalidannya, kepraktisannya dan efektif untuk diterapkan dalam pendidikan terutama mata pelajaran matematika yang membutuhkan benda konkret untuk visualisasinya, serta siswa juga menunjukkan respons yang positif terhadap media ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini, terutama dalam materi bangun ruang kubus dan balok, dapat membawa perubahan terhadap hasil belajar siswa sehingga bisa mengalami peningkatan dari pada sebelumnya. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan dari pretest ke posttest yang dilakukan oleh siswa tergolong signifikan. Oleh karena itu, pembuatan media Math Pop-Up Book dapat dianggap sebagai inovasi yang menyenangkan dan memudahkan siswa dalam memahami materi.Kata kunci: Bangun Ruang, Matematika, Pop-up Book. 
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIS GURU DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MATEMATIS SISWA Supratman, Moh.; Rahmawati, Helmi; Solihah, Fatimatus
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v5i2.4860

Abstract

The aim of this research is to explain how teachers acquire teaching skills to develop students' mathematical competence. The research method used is literature study. This research was conducted using a systematic literature review (SLR) approach. The data collection instrument was an article, carried out using the Publish Or Perish (POP) application then entered into Google Schoolar with the keyword "pedagogy development for mathematics teachers". The articles collected are articles published in SINTA accredited journals during the period 2015 to 2022. The results of the analysis can be concluded as follows; 1) Mathematical competency is mastery of knowledge and mathematical skills consisting of hard skills and soft skills. Mathematics hard skills are students' thinking abilities that enable them to gain significant knowledge. Meanwhile, soft skills are skills possessed in interactions with other people. 2) Teacher ability is the teacher's ability to understand students and master interactive and pedagogical learning. 3) The mathematics MGMP forum can help mathematics teachers gain pedagogical competence. They can also receive training and workshops, support for using new technology, and empowerment through supervision.Keywords: Pedagogical Competency; Mathematical Skills  Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana guru memperoleh keterampilan mengajar untuk mengembangkan kompetensi matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sistematik literatur review (SLR). Instrumen pengumpulan data berupa artikel, dilakukan menggunakan aplikasi Publish Or Perish (POP) kemudian masuk ke google schoolar dengan kata kunci “pengembangan pedagogi untuk guru matematika”. Artikel yang dikumpulkan merupakan artikel yang diterbitkan pada jurnal terakreditasi SINTA selama periode 2015 hingga 2022. Hasil analisis dapat disimpulkan yaitu; 1) Kompetensi matematika adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan matematika yang terdiri dari hard skill dan soft skill. Hard skill matematika adalah kemampuan berpikir siswa yang memungkinkan mereka memperoleh pengetahuan yang signifikan. Sedangkan soft skill adalah keterampilan yang dimiliki dalam interaksi dengan orang lain. 2) Kemampuan guru adalah kemampuan guru untuk memahami siswa dan menguasai pembelajaran interaktif dan pedagogis. 3) Forum MGMP matematika dapat membantu guru matematika memperoleh kompetensi pedagogis. Mereka juga dapat mendapatkan pelatihan dan worshop, dukungan untuk menggunakan teknologi baru, dan pemberdayaan melalui supervisi. Kata kunci: Kompetensi Pedagogi; Keterampilan Matematis
EKSPLORASI PROSES PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS 8 SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA Luthfiyah, Indah; Simamora, Rustam Effendy; Rahayu, Setia Widia
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v6i1.5427

Abstract

Mathematics researchers and educators promoted problem-solving as an essential process and skill for every student, as it was closely related to the development of students’ mathematical abilities and necessary for solving problems they encountered, both at that time and in the future. Several studies indicated that Indonesian students’ mathematical problem-solving skills remained low. This study focused on 8th-grade students at a public middle school in Tarakan, North Kalimantan, who were struggling with mathematical problem-solving. The study aimed to describe the mathematical problem-solving process carried out by the students in the 8th-grade class. Using a case study qualitative strategy, the researcher collected data through assignments, observation, document analysis, and interviews. Data analysis followed the model by Miles et al. (2014), which included data condensation, data display, and drawing conclusions and verification. The findings revealed that students’ mathematical problem-solving processes involved three main themes: understanding the problem, problem-solving strategies, and answer verification. Additionally, two supplementary themes were identified: students’ attention while facing problems and their perceptions of the mathematical problem and the provided solution. These findings highlighted the importance of educational practices that strengthened problem-solving through instruction and enhanced their self-regulation when dealing with mathematical problems.Keywords: mathematics, problem-solving, Polya, word problems. AbstrakPeneliti dan pendidik matematika mempromosikan pemecahan masalah sebagai proses dan keterampilan esensial bagi setiap siswa karena berkaitan erat dengan perkembangan kemampuan matematis siswa tersebut, dan dibutuhkan untuk memecahkan masalah matematis yang dihadapi, baik di masa sekarang maupun di masa depan. Sejumlah studi menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di Indonesia masih belum memuaskan. Penelitian ini berfokus pada siswa kelas 8 di sebuah sekolah menengah pertama negeri di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses pemecahan masalah yang dilakukan siswa di kelas tersebut. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, peneliti mengumpulkan data melalui pemberian tugas, observasi, analisis dokumen, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan mengikuti model Miles et al. (2014), yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses pemecahan masalah matematika siswa mencakup tiga tema utama: pemahaman masalah, strategi penyelesaian, dan verifikasi jawaban. Selain itu, ditemukan dua tema tambahan, yaitu perhatian siswa saat menghadapi masalah dan persepsi mereka terhadap masalah serta solusinya. Temuan ini menegaskan pentingnya praktik pendidikan yang memperkuat pemecahan masalah melalui pembelajaran, serta meningkatkan pengaturan diri siswa ketika menghadapi masalah matematis.Kata kunci: matematika, pemecahan masalah, Polya, soal cerita.
KUALITAS BUTIR SOAL ASESMEN FORMATIF MATERI BILANGAN BULAT Kristina, Ajeng; Suciati, Suciati; Darmayasa, Jero Budi
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v6i1.5393

Abstract

The aim of this research is to explore the quality of formative assessment of integer material using descriptive quantitative research. The quality of test item is reviewed based on the attributes of validity, reliability and item characteristics. Proving content validity uses Aiken's V, while the reliability coefficient estimation uses Cronbach's Alpha. estimation of item parameters using classical test theory assisted by ITEMAN 4.3 software. Based on the validation results, 11 of the 20 test items met the valid criteria, while the other items were invalid. The assessment instrument has high consistency in terms of the reliability coefficient of 0.797. The results of the item parameter estimation show that as many as 19 items have a level of difficulty that is in the medium category or stated to be good, because the level of difficulty lies in the interval 0.31-0.70. Based on the distinguishing power parameter, the eight test item were able to differentiate between high ability test taker and low ability (rpbis 0.30). Judgig from function of the distractor/distractors, the 14 items of the distractor answer distribution test functioned well (Prop.Endorsing = 0.05). The fulfillment of the item quality criteria in the formative assessment instrument shows that the instrument can be applied to monitor the development of students' learning procesess, because the instrument is able to provide reliable information regarding students' needs in whole number material and is able to describe students' abilities well.Keywords : Formative Assessment, ITEMAN. and Item QualityTujuan dari penelitian ini adalah untuk menelusuri kualitas asesmen formatif materi bilangan bulat dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Kualitas butir tes ditinjau berdasarkan atribut validitas, reliabilitas, dan karakteristik butir. Pembuktian validitas isi menggunakan V Aiken, sedangkan estimasi koefisien reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Estimasi paramater butir menggunakan teori tes klasik berbantuan software ITEMAN 4.3. Berdasarkan hasil validasi, 11 dari butir 20 butir tes memenuhi kriteria valid, sedangkan butir lainnya tidak valid.  Instrumen asesmen memiliki konsistensi yang tinggi ditinjau dari koefisien reliabilitas sebesar 0,797. Hasil estimasi parameter butir menunjukkan sebanyak 19 butir soal tingkat kesukarannya berada pada kategori sedang atau dinyatakan baik, karena tingkat kesukaran terletak pada interval  0,31–0,70. Berdasarkan parameter daya pembeda, delapan butir tes mampu membedakan kemampuan peserta tes yang tinggi dan kemampuan rendah (rpbis 0,30). Ditinjau dari keberfungsian pengecoh/distraktor, 14 butir tes sebaran jawaban pengecohnya berfungsi dengan baik (Prop.Endorsing . Terpenuhinya kriteria kualitas butir pada instrumen asesmen formatif menunjukkan bahwa instrumen tersebut dapat diterapkan untuk memantau perkembangan proses pembelajaran peserta didik, karena instrumen mampu memberikan informasi yang terpercaya mengenai kebutuhan peserta didik pada materi bilangan bulat dan mampu menggambarkan kemampuan peserta didik dengan baik.Kata Kunci: Asesmen Formatif, ITEMAN, dan Kualitas Butir
URGENSI DAN IMPLEMENTASI TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL AND CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Nurwahid, Mohammad
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v6i1.6077

Abstract

In the field of mathematics, the main challenge teachers face is how to make complex and abstract material easier for students to understand. Technology, if used appropriately, can help close this gap. Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) is a framework to help teachers integrate technology into their teaching in an effective way. The aim of writing this article is to provide information about the urgency and application of TPACK in mathematics learning. This research uses a literature review, data obtained from international and national journals in the last ten years, data analysis uses an analysis model by Miles which includes three stages, namely the process of data collection, verification and drawing conclusions through document research. The results of this research are the urgency of TPACK in mathematics learning, including increasing student involvement, increasing conceptual understanding, personalized learning, developing 21st century skills. Meanwhile, the application of TPACK in mathematics learning can be done by identifying mathematical concepts or content, identifying technology that is appropriate to the content, planning learning by integrating technology, conducting assessments, providing constructive feedback, carrying out reflection and continuous improvement.