cover
Contact Name
Encil Puspitoningrum
Contact Email
jurnal.wacana@unpkdr.ac.id
Phone
+628563402402
Journal Mail Official
jurnal.wacana@unpkdr.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Ahmad Dahlan 76 KEDIRI, Jawa Timur
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran
ISSN : 20852053     EISSN : 27221490     DOI : https://doi.org/10.29407/jbsp
Core Subject : Education,
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran diterbitkan pada bulan April dan Oktober oleh Universitas Nusantara PGRI Kediri. Artikel yang dimuat merupakan hasil penelitian bahasa, seni, dan pengajarannya, yang belum dimuat dalam media cetak dan elektronik lain. Fokus dan scope meliputi : 1. Linguistik Bahasa Indonesia 2. Seni dan Sastra Indonesia 3. Seni dan Sastra Daerah 4. Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia 5. Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah
Articles 147 Documents
Pemilihan Kata Konotasi pada Kumpulan Lagu Hip Hop di Indonesia Karya Eizy: Connotation Word Selection in the Collection of Hip Hop Songs in Indonesia by Eizy Surya Prasetya, Hendra; Dwi Sasongko, Sempu; Agan, Subardi
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 6 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v6i2.19122

Abstract

Diksi konotasi diklasifikasikan menjadi diksi konotasi positif dan diksi konotasi negatif. Dalam penelitian ini terdapat dua pokok permasalahan yang dibahas pertama; bagaimanakah wujud diksi konotasi dalam lagu Hip Hop karya Eizy, kedua; bagaimanakah fungsi diksi konotasi dalam lagu Hip Hop karya Eizy. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah lirik lagu Hip Hop karya Eizy yang mengandung diksi konotasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh diksi konotasi baik terdapat 274 data dan konotasi tidak baik 515 data. Kedua kelompok diksi tersebut masing-masing memiliki variasi. Penggunaan jenis diksi konotasi pada karya Eizy memiliki enam fungsi. Dari keenam fungsi tersebut fungsi memperindah tuturan merupakan fungsi paling dominan dengan jumlah 297 data. diikuti fungsi meningkatkan intensitas makna 227 data. Urutan ketiganya adalah fungsi menunjukan rasa marah 65 data dan mengumpat atau reaksi emosi 53 data, sedangkan fungsi rasa tidak suka 50 data dan memperhalus tuturan 47 data relatif paling sedikit.
Aspek Filsafat pada Novel Tegar di Atas Cahaya Karangan Moch. Nur Arifin: Philosophical Aspects in the Novel "Tegar di Atas Cahaya" by Moch. Nur Arifin Syah Putra, Firman; Sujarwoko; Puspitoningrum, Encil
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 6 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v6i2.19191

Abstract

Penelitian tentang pemikiran filsafat dalam novel Tegar Di atas Cahaya karya Mochamad Nur Arifin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara lengkap mengenai aspek struktural dan analisis pemikiran filsafat dalam novel “Tegar Di Atas Cahaya” karya Mochamad Nur Arifin. Pemikiran Filsafat berkonsentrasi pada filsafat agama yang meliputi pemikiran kebenaran, pemikiran kejujuran, pemikiran keikhlasan. Pemikiran filsafat agama meliputi aspek religius, dakwah dan kewajiban yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh pemeluk agama tersebut. Analisis yang akan dibahas yaitu hubungan dengan sesama tokoh dalam hal berfikir kebenaran, pemikiran kejujuran, sifat keikhlasan dan kesabaran tokoh utama. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi atau kajian kepustakaan (library research), dalam hal ini kajian terhadap teks novel “Tegar Di Atas Cahaya” karya Mochamad Nur Arifin. Novel ini menjadi sumber data utama atau sumber primer dalam penelitian ini. Deskripsi struktural yang didapat meliputi Tema, penokohan, alur, setting masing masing telah di dapat dari tokoh utama novel ini. Hasil pemikiran filsafat islam meliputi selalu mengingatkan kepada para siswa maupun guru guru tentang aqidah maupun akhlak yang sesuai dengan agama Islam. Dan ini termasukkegiatan berdakwah mengingatkan sesama muslim agar tingkah dan perbuatan sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist. Hasil analisis cerpen yang telah di kaji menggunakan sumber data yakni Al Qur an dan Hadist.
Reduksi Superioritas Barat dalam Alih Wahana Novel Gerbang Dialog Danur Karya Risa Saraswati dan Film “Danur; I Can See Ghost” Karya Awi Suryadi: Reduction of Western Superiority in the Adaptation of the Novel 'Gerbang Dialog Danur' by Risa Saraswati and the Film 'Danur: I Can See Ghost' by Awi Suryadi Lestari, Erawati Dwi
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 6 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v6i2.19192

Abstract

Selama ini karya sastra horor kerap dipandang sebelah mata. Sastra horor juga sering disebut sebagai karya picisan dengan bumbu seks di sana-sini. Jalinan cerita pada sastra horor dianggap tidak masuk akal dan hanya memberi efek ketakutan. Padahal jika diteliti lebih dalam, sastra horor dapat memberi sumbangan bagi perkembangan sastra. Gerbang Dialog Danur (2015) karya Risa Saraswati merupakan novel bergenre horor populer yang mendekonstruksi konsep hantu sebagai makhluk menyeramkan dan pengganggu. Di awal tahun 2017, novel ini diadaptasi ke dalam film berjudul “Danur: I Can See Ghost” oleh Awi Suryadi. Usai diangkat ke layar putih, ada beberapa perbedaan antara karya asal dengan hasil adaptasi. Dalam novel, beberapa tokoh hantu Belanda dikisahkan secara jelas oleh pengarang. Namun setelah dialihwahanakan, setidaknya hanya tiga hantu Belanda yang ditampilkan. Kemunculan mereka pun terbilang jarang, bahkan masa lalu ketiganya tidak digambarkan secara utuh. Sementara hantu lokal yang sebelumnya tampil inferior dalam novel, berubah menjadi superior dalam film. Peniadaan dan pengurangan jumlah hantu Belanda, kemunculan hantu pribumi yang lebih dominan, serta perubahan sifat hantu lokal dalam film adaptasi, memperlihatkan adanya pergeseran superioritas yang sebelumnya menempatkan hantu Belanda sebagai pihak yang berkuasa. Hal ini menunjukkan adanya ‘ruang’ yang diberikan bagi hantu pribumi dalam karya adaptasi, yang sebelumnya didominasi oleh hantu Belanda di dalam novel. Pada penelitian ini, penulis menggunakan teori alih wahana dan poskolonial guna memperlihatkan representasi Barat dan Timur yang tergambar pada tokoh hantu Belanda dan Indonesia di dalam novel maupun film adaptasi, melihat makna yang terdapat di balik pengurangan jumlah tokoh, penambahan adegan dalam film, serta perubahan sifat tokoh hantu Belanda dan Indonesia di dalam film sebagai hasil dari proses alih wahana.
Peningkatan Keterampilan Menulis Karya Ilmiah Melalui Pembelajaran Korsa Murid Kelas XI MIPA 4 SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur Tahun Pelajaran 2021/2022: Improving Scientific Writing Skills Through Cross-Subject Learning for Grade XI Science 4 Students at SMAN 5 Taruna Brawijaya East Java Academic Year 2021/2022 Hariyanto, Nuribi
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 6 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v6i2.19194

Abstract

Rendahnya keterampilan menulis karya ilmiah pada murid kelas XI MIPA 4 SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur merupakan masalah yang melatarbelakangi penelitian ini. Materi menulis karya ilmiah yang dianggap sukar, penguasaan literasi yang kurang, pembelajaran daring yang dijalani murid hampir 1,5 tahun menyebabkan para murid kesulitan menulis karya ilmiah. Dari permasalahan tersebut, penulis menggunakan pembelajaran korsa pada materi menulis karya ilmiah untuk murid kelas XI MIPA 4. Hasil belajar murid pada siklus I sebanyak 21 murid tuntas dan 11 murid tidak tuntas dengan rerata nilai 78,28. Hasil belajar murid pada siklus II sebanyak 31 murid tuntas dan 1 murid tidak tuntas dengan rerata nilai 82,92. Aktivitas murid pada siklus I sebesar 65,6 atau kategori cukup dan siklus II sebesar 81,25 atau kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pembelajaran korsa dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah murid kelas XI MIPA 4 SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur.
Penggunaan Teks Tertulis Cerita Wara Kesthi dalam Pementasan Ketoprak Siswo Budoyo: The Use of Written Texts of the Wara Kesthi Story in the Performance of Ketoprak by Siswo Budoyo Waryanti, Endang; Muarifin, Mochamad; Puspitoningrum, Encil; Mahatan, Lucky Audrylya
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 6 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v6i2.19195

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan budaya melimpah dan jenis yang beragam. Masing-masing daerah memiliki budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah. Salah satu bentuk kekayaan budaya daerah adalah drama. Pada masyarakat Jawa, kesenian drama banyak dipentaskan yaitu dalam kesenian ketoprak. Lakon atau cerita yang dimainkan dalam pementasan ketoprak juga beragam. Salah satu lakon atau cerita yang dipentaskan dalam kesenian ketoprak adalah Wara Kesthi yang menjadi objek penelitian pada artikel ini. Masalah yang diteliti adalah penggunaan teks tertulis dalam pementasan lakon atau cerita Wara Kesthi yang dipentaskan oleh Siswo Budoyo. Tujuanya adalah untuk mengetahui unsur-unsur yang terdapat dalam teks tertulis cerita Wara Kesthi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan observasi kemudian dicatat. Data yang diperoleh kemudian dikumpulkan dan dideskripsikan untuk dijadikan data sekunder pada penelitian ini. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah unsur intrinsik cerita Wara Kesthi yang meliputi pengertian drama, tipe drama, tema, plot, latar atau setting, penokohan dan perwatakan, dimensi percintaan, dramatisasi konflik, teknik dialog, gaya dan bahasa.
Analisis Aspek Struktural dalam Novel Ayah Karya Andrea Hirata: Analysis of Structural Aspects in the Novel 'Ayah' by Andrea Hirata Nurul Aini, Ayu; Puspitoningrum, Encil; Sujarwoko; Sardjono
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 6 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v6i2.19198

Abstract

Karya sastra merupakan sebuah kreatifitas berupa pemikiran, ide, imajinasi, dan pengalaman pribadi dari seorang pengarang. Suatu karya sastra tentu memiliki unsur-unsur pembangun, salah satunya adalah unsur ekstrinsik. Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang berada di luar karya sastra tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra itu.Penelitian ini membahas mengenai unsur unsur ekstrinsik yang berupa nilai sosial dan nilai budaya. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan struktural. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang berusaha memberikan gambaran dan penjelasan yang detail. Sedangkan pendekatan struktural merupakan pendekatan yang menekankan pada analisis unsur intrinsik dan ekstrinsik dari karya sastra. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Ayah karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka tahun 2015. Hasil penelian ini menemukan unsur unsur ekstrinsik yang terdapat dalam novel Ayah karya Andrea Hirata adalah nilai sosial dalam bentuk tindakan membantu teman dan peduli terhadap apa yang sedang menimpa temannya. Sedangkan nilai budaya yang terdapat dalam novel Ayah karya Andrea Hirata adalah suatu kebiasaan masyarakat kampung Nira.
Gaya Bahasa Perbadingan dalam Sepilihan Cerpen Sepasang Sepatu Tua Karya Sapardi Djoko Damono: Figures of Speech in the Form of Comparison in Selected Short Stories "A Pair of Old Shoes" by Sapardi Djoko Damono Hapsari, Sangaji Niken; Ahmad, Mirza Ghulam; Anggraeni, Yunita
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 6 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v6i2.19237

Abstract

Dalam penelitian.ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan gaya bahasa perbandingan pada cerpen Sepasang Sepatu Tua Karya Sapardi Djoko Damono. Penulis ingin mengetahui penggunaan gaya bahasa perbandingan yang terdapat dalam cerpen tersebut. Pendekatan yang terdapat pada penelitian ini berorientasi terhadap penggunaan gaya bahasa perbandingan yang terdapat dalam cerpen Sepasang Sepatu Tua Karya Sapardi Djoko Damono. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian berdasarkan penggunaan gaya bahasa dalam sepilihan cerpen Sepasang Sepatu Tua Karya Sapard Djoko Damono, terdapat 10 gaya bahasa, yaitu gaya bahasa perbandingan perumpamaan sebanyak 14 temuan, setara dengan 17%, metafora sebanyak 8 temuan, setara dengan 10%, personifikasi sebanyak 43 temuan, setara dengan 51%, depersonifikasi sebanyak 0 temuan, setara dengan 0% alegori sebanyak 2 temuan, setara dengan 3%, antitesis sebanyak 4 temuan, setara dengan 5%, pleonasme sebanyak 4 temuan, setara dengan 5%, perifrasis sebanyak sebanyak 6 temuan, setara dengan 7%, antisipasi sebanyak 0 temuan setara dengan 0% dan koreksio sebanyak 2 temuan, setara dengan 2%. Total temuan sebanyak 83 temuan, setara dengan 100%. Penilis akhirnya dapat menyimpulkan bahwa gaya bahasa perbandingan yang lebih dominan dalam sepilihan cerpen Sepasang Sepatu Tua Karya Sapardi Djoko Damono yaitu gaya bahasa perbandingan perumpamaan dan gaya bahasa perbandingan perosnifikasi.
Dilematika dalam Cerpen Hipotenusa Karya Sunging Raga: Ranah Tak Bertuan Teks Sastra: Dilemmatic Elements in the Short Story 'Hipotenusa' by Sunging Raga: Uncharted Territory of Literary Text Nurhidayah, Sri; Badrus, Moh
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 6 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v6i2.19238

Abstract

Cerpen Hipotenusa karya Sunging Raga terdapat keterbukaan antara iblis dan manusia sebagai pergolakan yang memang tidak mempunyai batas-batas yang jelas. Hal ini mengafirmasikan bahwa keduanya berpotensi menjadi penanda-penanda yang tak terikat dan bebas bergerak liar sepanjang naskah cerpen. Untuk mengetahui penanda-penanda tersebut, akan digunakan teori lima kode Roland Barthes, yang telah digunakan Barthes untuk menganalisis teks. Teori ini disebut juga kode pembacaan dengan pendekatan semiotik. Kode-kode tersebut adalah kode hermeneuitik, kode semik, kode simbolik, kode proairetik dan kode budaya. Adapun lima kode tersebut akak dikaji dengan menggunakan metode Strukturasi Barthes, yang didasarkan pada sebuah metode pemotongan/ pemenggalan teks menjadi unit-unit makna terkecil. Unit-unit ini yang disebut dengan leksia. Sebuah leksi seperti yang Barthes tulis adalah sebuah unit arbiter dari pembacaan daripada sebuah kebutuhan. Penelitian ini menghasilkan makna-makna yang baru dari apa yang dibalik teks itu sendiri. Teks yang merupakan serabut tanda-tanda, ternyata sangat tidak stabil dan tidak penuh, sehingga, hal ini sangat berpotensi untuk menciptakan makan, memasuki ranah-ranah tak bertuan dari serabutan tersebut, sehingga makna selalu hadir dalam pembacaan writerly yang juga terpusat pada pembaca.
Repetisi dalam Cuitan Twitter Ernest Prakasa Kajian: Analisis Wacana: Repetition in Ernest Prakasa's Tweets Study: Discourse Analysis Aprilia, Bella Rizki Aprilia; Hilaliyah, Hilda; Ahmad, Mirza Ghulam
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 7 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v7i1.19130

Abstract

Ernest Prakasa adalah seorang pelawak tunggal atau komika, aktor, penulis, presenter, dan sutradara asal Indonesia. Ernest Prakasa seringkali menulis atau memberikan argumentasinya dalam media sosial Twitternya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas tentang penggunaan Repetisi dalam Cuitan Ernest Prakasa. Repetisi merupakan adanya unsur pengulangan yang mengulang unsur yang terdapat pada kalimat atau kata di depannya. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber dalam penelitian ini adalah media sosial Twitter, sedangkan yang menjadi data dalam penelitian ini adalah repetisi yang terkandung dalam Cuitan di Twitter Ernest Prakasa Juli-Desember 2022. Data dikumpulkan dengan metode simak dan Teknik catat. Analisis data dilakukan melalui tahapan: (1) membacadan mengidentifikasi Cuitan Twitter Ernest Prakasa yang menggunakan repetisi; (2) menginterpretasi kata, frasa, maupun kalimat yang mengandung repetisi dan mengklasifikasinnya; (3) menganalisis repetisi; dan (4) menyimpulkan seluruh hasil interpretasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam Cuitan yang dibuat di media sosial Twitter Ernest Prakasa menggunakan repetisi.
Citra Perempuan dalam Novel “Hafalan Shalat Delisa” Karya Tere Liye: The Image of Women in the Novel "Hafalan Shalat Delisa" by Tere Liye Atul Izzati, Qory; Amarya, Naomi Zhalya; Rahayu, Winda Nofita; Amrullah, Imron
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 7 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v7i1.19855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perempuan dalam novel “Hafalan Shalat Delisa” karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Novel “Hafalan Shalat Delisa” karya Tere Liye. Kemudian, data dalam penelitian ini yakni data tertulis berupa kata, frasa, dan kalimat dalam yang terdapat pada Novel “Hafalan Shalat Delisa” karya Tere Liye. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara membaca novel secara berulang, kemudian mengambil data, mendeskripsikan hasil data, dan menyimpulkan hasil dari penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam novel “Hafalan Shalat Delisa” terdapat kutipan yang mengandung citra perempuan, yakni citra diri perempuan, citra perempuan dalam aspek fisik, citra perempuan dalam aspek psikis, dan citra perempuan dalam aspek sosial.

Page 9 of 15 | Total Record : 147