cover
Contact Name
Yudi Hendrilia
Contact Email
yudihendrilia@gmail.com
Phone
+628112900177
Journal Mail Official
yudihendrilia@gmail.com
Editorial Address
Ungaran, Semarang - Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen)
ISSN : 26859718     EISSN : 26859726     DOI : -
Core Subject : Education,
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) diterbitkan dua kali dalam 1 tahun (Februari dan Agustus) oleh Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara. Veritas Lux Mea menerima artikel ilmiah dari dosen, mahasiswa, praktisi teologi maupun pendidikan Kristen. Jurnal ini pun telah memiliki ISSN baik online (2685-9718) maupun cetak (2685-9718). Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dalam bidang: 1. Teologi Praktika 2. Teologi Biblika 3. Teologi Sistematika 4. Sejarah Teologi dan Gereja 5. Pendidikan Kristen (Gereja dan Sekolah)
Articles 160 Documents
Studi Afirmasi Tindakan Pemurnian Allah dalam Doktrin Keselamatan Berdasarkan Teologi Remnant Dachi, Zinzendorf R. A.
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 2 (2025): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i2.383

Abstract

Salvation teachings to this day consistently discuss the certainty of salvation, whether it comes from God or from human response to God's grace. Some believers still doubt their faith in salvation when they experience threats to their lives that lead to death, or when they witness the unending suffering of other believers. Another problem is that acts of love and good deeds, as guarantees of salvation, cannot address the problems of suffering and persecution against believers. The purpose of this study is to explain the importance of the purification stage in the salvation process. This study uses a descriptive qualitative method to gain an understanding and explanation of Remnant Theology, and an affirmative study approach to affirm the doctrine of salvation and examine God's purifying action in Remnant Theology. The results show that God's purifying action is part of a salvation process that aims to produce people who live righteously before Him.AbstrakPengajaran keselamatan sampai saat ini senantiasa berbicara tentang bentuk kepastian keselamatan baik yang datang dari pihak Allah, maupun respon manusia terhadap anugerah Allah. Sebagian orang percaya masih ragu akan keselamatan yang di yakininya pada waktu mengalami ancaman terhadap hidupnya yang membawa kepada kematian, atau saat melihat penderitaan orang percaya lainnya yang tidak pernah berahir. Masalah lain karena tindakan kasih dan perbuatan baik sebagai jaminan keselamatan, tidak dapat menjawab persoalan penderitaan dan penganiayaan terhadap orang percaya. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pentingnya tahapan pemurnian dalam sebuah proses keselamatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif guna memperoleh pengertian dan penjelasan tentang Teologi Remnant, dan pendekatan studi afirmasi untuk penegasan doktrin keselamatan serta mengkaji tindakan pemurnian Allah dalam Teologi Remnant. Hasil penelitian diperoleh bahwa tindakan pemurnian Allah merupakan bagian dari sebuah proses keselamatan yang bertujuan untuk menghasilkan umat yang hidupnya benar dihadapanNya.
Meditasi Kristiani: Solusi Pemulihan Mental health dan Peningkatan Spiritualitas Generasi Z di Era Digital Aprilia, Debora; Sirait, Hikman; Meriyana, Meriyana
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 2 (2025): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i2.377

Abstract

This research discusses Christian meditation as a solution for Gen Z's mental health and spirituality enhancement in the digital age. In Christian circles, meditation is often viewed negatively as it is thought to be associated with mystical practices or New Age groups. However, Christian meditation, which has its roots in Jewish tradition, aims to establish communication with God through contemplation of the Bible. Gen Z, who are prone to mental disorders and spiritual crises, face challenges in the digital age. This study aims to reveal how Christian meditation can help improve their mental health and deepen their spirituality. The method used is a qualitative approach with literature analysis and case studies related to Christian meditation, mental health, and the development of Gen Z's spirituality. It can be concluded that digital technology has a significant impact on Gen Z's mental health, including increased anxiety, stress, and decreased quality of life. In the face of such pressures, Christian meditation, offers a spiritual solution that fosters inner peace and a deeper connection with God. Therefore, churches and Christian communities need to integrate Christian meditation as a means of mental recovery and strengthening Gen Z's spirituality in the digital age.AbstrakGenerasi Z menghadapi tantangan serius dalam kesehatan mental dan spiritualitas di era digital, termasuk meningkatnya kecemasan, stres, dan krisis identitas rohani. Di sisi lain, meditasi Kristiani sering dipandang negatif karena dianggap berkaitan dengan praktik mistis atau gerakan New Age. Padahal, meditasi Kristiani berakar dari tradisi Yahudi dan bertujuan membangun relasi dengan Allah melalui perenungan Kitab Suci.  Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan studi kasus terkait meditasi Kristen, kesehatan mental, serta perkembangan spiritualitas Gen Z. Maka dapat disimpulkan bahwa teknologi digital memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental Gen Z, termasuk meningkatnya kecemasan, stres, dan penurunan kualitas hidup. Dalam menghadapi tekanan tersebut, meditasi Kristen,  menawarkan solusi rohani yang menumbuhkan kedamaian batin dan hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Oleh karena itu, gereja dan komunitas Kristen perlu mengintegrasikan meditasi Kristiani sebagai sarana pemulihan mental dan penguatan spiritualitas Gen Z di era digital.
Strategi Pembelajaran Inovatif di Era Digital: Meningkatkan Kualitas Pendidikan Abad ke-21 Widyastuti, Zohra; Rokot, Ridwan Arke
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 2 (2025): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i2.402

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes in the world of education, demanding the adoption of innovative learning strategies to improve the quality of education in the 21st century. This research aims to analyze the effectiveness of technology-based learning strategies in improving student learning outcomes and identify challenges in their implementation. This study uses a descriptive qualitative method approach to scientific articles published in the last five years. Literature sources come from reputable journals that discuss the integration of technology in learning, including artificial intelligence, gamification, and adaptive learning. The results of the study show that the use of technology in learning, such as blended learning, gamification, and artificial intelligence, is able to increase student engagement and understanding. However, challenges in implementing this strategy include limited infrastructure, low digital competence of educators, and resistance to change. The research also highlights that the development of digital skills for educators and the optimization of digital education infrastructure are indispensable to support the success of innovative learning strategies. These findings imply the need for more adaptive policies in the application of educational technology, including strengthening training for educators and investing in digital facilities and infrastructure. With the right approach, innovative learning strategies can contribute to increasing the effectiveness and efficiency of education in the digital era.AbstrakPerkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, menuntut adopsi strategi pembelajaran inovatif guna meningkatkan kualitas pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi pembelajaran berbasis teknologi dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber literatur berasal dari jurnal bereputasi yang membahas integrasi teknologi dalam pembelajaran, termasuk kecerdasan buatan, gamifikasi, dan pembelajaran adaptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, seperti blended learning, gamifikasi, dan kecerdasan buatan, mampu meningkatkan keterlibatan serta pemahaman peserta didik. Namun, tantangan dalam implementasi strategi ini meliputi keterbatasan infrastruktur, rendahnya kompetensi digital pendidik, serta resistensi terhadap perubahan. Penelitian juga menyoroti bahwa pengembangan keterampilan digital bagi pendidik dan optimalisasi infrastruktur pendidikan digital sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran inovatif. Temuan ini mengimplikasikan perlunya kebijakan yang lebih adaptif dalam penerapan teknologi pendidikan, termasuk penguatan pelatihan bagi pendidik serta investasi dalam sarana dan prasarana digital. Dengan pendekatan yang tepat, strategi pembelajaran inovatif dapat berkontribusi pada peningkatan efektivitas dan efisiensi pendidikan di era digital.
Perspektif Iman Kristen dalam Realitas Tradisi Carok di Madura Poerwanto, Charles; Mukti, Guntur Hari
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 2 (2025): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i2.344

Abstract

This research examined the interaction of Christian faith in facing and responding to the reality of the carok tradition on the island of Madura. The main issue raised was the perspective of the Christian faith on the factors that caused carok, which often led to violence and death. Using a contextual theology approach, this qualitative research aimed to explore the intersection that gave rise to patterns of changes in attitudes and understanding that led to character transformation. The main findings of this research showed that a Christian faith-based approach had the potential to change society's perspective with an emphasis on the values of love, forgiveness, and reconciliation. The results of this research were important because they provided new insights in the form of patterns of change in attitude and understanding that led to character transformation according to the perspective of the Christian faith, thereby contributing to resolving cultural and social conflicts. It was hoped that the impact of this research would have a positive influence in creating a peaceful and harmonious environment in Madura.AbstrakPenelitian ini mengkaji interaksi iman Kristen dalam menghadapi dan merespons realitas tradisi carok di Pulau Madura. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana perspektif iman Kristen pada faktor penyebab terjadinya carok yang sering kali berujung pada kekerasan dan kematian. Dengan pendekatan teologi kontekstual, penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menelusuri titik temu yang memunculkan pola perubahan sikap dan pemahaman yang mengarah pada transformasi karakter. Penemuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis iman Kristen memiliki potensi untuk mengubah perspektif masyarakat dengan penekanan pada nilai kasih, pengampunan dan rekonsiliasi. Hasil penelitian ini penting karena memberikan wawasan baru berupa pola perubahan sikap dan pemahaman yang mengarah pada transformasi karakter menurut perspektif iman Kristen sehingga memberikan kontribusi dalam menyelesaikan konflik budaya dan sosial. Dampak penelitian ini diharapkan dapat memberi pengaruh positif dalam menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis di Madura.
Analisis Terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Pendidikan Agama Kristen di SDN 001 Malinau Kota Alung, Septiana
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 2 (2025): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i2.408

Abstract

Title: An Analysis of the Factors Influencing the Academic Achievement in Christian Religius Education at SDN 001 Malinau Kota. This thesis seeks to analyze the various factors contributing to the low academic performance of students in the subject of Christian Religus Education (CRE) at SDN 001 Malinau Kota. Based pn data collected during the first semester of the 2024/2025 academic year, it was found that the majority of students in grades IV to VI did not meet the minimum mastery critery (MMC) set by the school, which is a score of 75. This is concerning, considering that CRE is generally perceived as an accessible subject, offering moral and spiritual formation that is essential to students holistic development. The studt employs a desciptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that several factors contribute to the low academic achievement in CRE, including students limited understanding of the subject matter, a lack of engaging and varied teaching methods, minimal parental support, inadequate educational facilities, and the scarcity of Christian-based reference material for the subject. The study also found that the school has yet to implement specific strategies to address these issues. Hence, there is a need to evaluate the current pedagogical approaches used in teaching CRE and to foster greater involvement of parents in supporting their children’s learning. This research is expected to contribute meaningfully at SDN 001 Malinau Kota.AbstrakJudul dalam penelitian ini adalah “Analisis Terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Pendidikan Agama Kristen Di SDN 001 Malinau Kota.” Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya pencapaian prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Kristen (PAK) di SDN 001 Malinau Kota. Berdasarkan data yang diperoleh pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025, ditemukan bahwa mayoritas siswa kelas IV-VI tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang sudah ditetapkan oleh pihak sekolah yaitu 75. Padahal, mata pelajaran PAK dipandang relatif mudah dan memiliki muatan pembelajaran yang dapat membentuk karakter serta kerohanian siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya prestasi siswa PAK di SDN 001 Malinau Kota, yaitu kurangnya pemahaman siswa terhadap materi PAK, pendekatan pengajaran yang kurang variatif dan masih mnonoton, rendahnya dukungan orang tua, sarana dan prasarana yang kurang memadai, serta keterbatasan buku refrensi PAK. Penelitian ini juga menemukan bahwa belum terdapat strategi khusu dari pihak sekolah dalam mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan evaluasi terhadap metode pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, serta keterlibatan keluarga dalam mendukung pembelajaran siswa. Studi ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan agama di SDN 001 Malinau Kota.
Yesus sebagai Juru Selamat Dunia dalam Dialog dengan Perempuan Samaria: Kajian Kristologis Yohanes 4:1-42 Yustinus, Yustinus
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 2 (2025): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i2.378

Abstract

Jesus, who deliberately crossed the region of Samaria—an area avoided by the Jews—to meet a Samaritan woman near Jacob’s well in the town of Sychar, raised many questions about the purpose and theological significance of His action. This study investigated the Christological meaning of Jesus’ self-revelation as the Messiah and Savior of the world in the dialogue with the Samaritan woman in John 4:1–42. Using a qualitative method through literature study and textual exegesis, the research found that Jesus’ intentional passage through Samaria, an area traditionally avoided by Jews, carried divine intent as part of God's universal plan of salvation. This act by Jesus reflected the early stage of salvation for non-Jewish nations and served as an example for the disciples prior to receiving His message in Acts 1:8. This study affirmed the importance of an inclusive and missiological Christology in responding to a socially fragmented reality marked by ethnic, gender, and religious divisions.AbstrakYesus yang sengaja melintasi wilayah Samaria yang dihindari orang Yahudi, untuk menjumpai perempuan Samaria dekat sumur Yakub, di kota Sikhar, menimbulkan banyak pertanyaan tentang tujuan dan makna teologis tindakan Yesus. Penelitian ini menyelidiki makna Kristologis dari pewahyuan diri Yesus sebagai Mesias dan Juru Selamat dunia dalam peristiwa dialog dengan perempuan Samaria di Yohanes 4:1-42. Pemakaian metode kualitatif melalui tahapan studi literatur dan eksegesis teks, menemukan bahwa tindakan Yesus yang sengaja melintasi wilayah Samaria, wilayah yang secara tradisional dihindari oleh orang Yahudi, mengandung intensi ilahi sebagai bagian dari agenda keselamatan Allah yang bersifat universal. Tindakan Yesus ini merupakan cerminan awal dari misi keselamatan bagi bangsa-bangsa non Yahudi dan sekaligus menjadi teladan bagi para murid sebelum menerima pesan Yesus dalam Kisah Para Rasul 1:8. Penelitian ini menegaskan pentingnya Kristologi yang inklusif dan misiologi dalam menghadapi realitas sosial yang terfragmentasi secara etnis, gender, dan agama.
Fallen Leaders dan Mereduksi Celebrity Pastor Culture dalam Perspektif Etis Teologi Fau, Astria Gempita; Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 2 (2025): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i2.403

Abstract

The crisis of spiritual leadership marked by the moral downfall of church leaders (fallen leaders) poses a serious challenge to the spiritual integrity of the church today. This phenomenon does not stand alone but often stems from a culture of celebrity worship within church ministry that prioritises popularity over holiness. The culture of celebrity pastors has shifted the focus of ministry from Christ to the leader themselves, leading to abuse of authority, spiritual narcissism, and manipulation of the congregation. This phenomenon indicates a paradigm shift in leadership that no longer is based on Christian ethics and the spirituality of the cross. The purpose of this study is to critically examine how theological ethical perspectives can respond to and reduce the culture of celebrity in church leadership. Using a qualitative method with a literature review approach, it can be concluded that Christ-centred Leadership Theology is the antithesis of the culture of popularity that dominates current church leadership models. In this context, the culture of celebrity pastors creates an identity crisis for church leaders that can only be addressed through theological ethics and the integrity of theological education that reshapes leadership rooted in the spirituality of the cross.AbstrakKrisis kepemimpinan rohani yang ditandai oleh kejatuhan moral para pemimpin gereja (fallen leaders) merupakan tantangan serius bagi integritas spiritual gereja masa kini. Fenomena ini tidak berdiri sendiri, tetapi sering kali berakar pada budaya selebritisasi dalam pelayanan gereja yang mengagungkan popularitas lebih dari kekudusan. Budaya celebrity pastor telah menggeser orientasi pelayanan dari Kristus kepada diri pemimpin itu sendiri, yang berujung pada penyalahgunaan otoritas, narsisme spiritual, dan manipulasi jemaat. Fenomena ini mengindikasikan adanya pergeseran paradigma kepemimpinan yang tidak lagi berbasis pada etika Kristiani dan spiritualitas salib. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji secara kritis bagaimana perspektif etis teologi dapat merespons dan mereduksi budaya selebritisasi dalam kepemimpinan gereja. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka maka dapat disimpulkan bahwa Teologi Kepemimpinan Kristus merupakan antitesis terhadap budaya popularitas yang mendominasi model kepemimpinan gereja masa kini. Dalam konteks ini, budaya pastor selebriti menciptakan krisis identitas pemimpin gereja yang hanya dapat dijawab melalui etika teologis dan integritas pendidikan teologi yang membentuk ulang kepemimpinan yang berakar pada spiritualitas salib.
Pentingnya Memahami Teologi Kontemporer Sebagai Sebuah Divisi Ilmu Teologi Kusmanto, Frasnsius; Oktaviani, Yesa
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 2 (2025): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i2.355

Abstract

Contemporary theology is the result of the critical thinking of theologians who discuss theological issues that develop today that are not relevant to what the Bible says. Contemporary theology has an important role in the academic world as a branch of knowledge that allows many people to understand various religious concepts in the context of today. In this rapid development, contemporary theology is able to help students, scholars and researchers to reflect on religious and ethical values in a modern context. The purpose of this study is to analyze the role of contemporary theology as a division within theological science and explore the academic implications in understanding the relationship between religion and science. In addition, this study also identifies the main characteristics of contemporary theology, such as its academic, empirical, non-permanent nature, as well as its approach that takes the Bible as the object of study. The novelty of this research lies in its approach that highlights contemporary theology as a discipline that is not only academic but also serves as a bridge between religion and science. The method used in this scientific work is descriptive qualitative research method. The author will describe the important parts in it by using reference materials such as books, journals, articles and other scientific papers to describe the parts of the study.AbstrakTeologi kontemporer merupakan hasil dari pemikiran kritis para teolog yang membahas mengenai isu-isu teolpgi yang berkembang pada masa kini yang tidak relevan dengan apa yang dikatakan Alkitab. Teologi kontemporer memiliki peran yang penting dalam dunia akademik sebagai cabang ilmu yang memungkinkan banyak orang untuk memahami beragam konsep agama dalam konteks zaman sekarang. Dalam perkembangan yang semakin pesat ini, teologi kontemporer mampu untuk membantu siswa, mahasiswa dan para peneliti untuk merenungkan nilai-nilai keagamaan dan etika dalam konteks modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran teologi kontemporer sebagai sebuah divisi dalam ilmu teologi serta mengeksplorasi implikasi akademik dalam memahami hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi karakteristik utama teologi kontemporer, seperti sifat akademik, empiris, non-permanen, serta pendekatannya yang menjadikan Alkitab sebagai objek penelitian. Kebaruan daalm penelitian ini terletak pada pendekatannya yang menyoroti teologi kontemporer sebagai disiplin ilmu yang tidak hanya bersifat akademik tetapi juga berfungsi sebagai jembatan antara agama dan ilmu pengetahuan. Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini ialah metode penelitian kualitatif deskriptif. Penulis akan mendeskripsikan bagian-bagian penting didalamnya dengan menggunakan bahan acuan seperti buku, jurnal, artikel maupun tulisan karya ilmiah lainnya untuk mendeskripsikan bagian-bagian penting dalam teologi kontemporer.an berdasarkan penelitian teologi kontemporer ialah sebuah divisi ilmu teologi yaitu teologi kontemporer disiplin ilmu yang memeriksa antara kepercayaan agama dengan ilmu pengetahuan.
Konstruksi Patriotisme Anak Berdasarkan Yeremia 29:7: Studi Kasus pada Siswa Kristen Kelas 3–6 di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga Kurniawan, Gersom; Hastuti, Ruwi; Sutrisno, Ribut Agung
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 2 (2025): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i2.407

Abstract

This study aims to construct the understanding and practice of patriotism among Christian children based on Jeremiah 29:7, which emphasizes the importance of seeking and praying for the welfare of the city. Using a qualitative case study approach, the research involved Christian students in grades 3–6 and Christian Religious Education teachers in Tingkir District, Salatiga City, selected purposively. The results show that students’ understanding of patriotism is beginning to develop, marked by love for the homeland, respect for national symbols, and pride in being Indonesian citizens. The implementation of these values is reflected in concrete activities such as flag ceremonies, maintaining cleanliness, living in harmony, and praying for the nation. Teachers play an active role in integrating these values into Christian Religious Education using a contextual faith-based approach. The novelty of this study lies in the integration of patriotism with the theological foundation of Jeremiah 29:7, which highlights the spirituality of prayer and children’s involvement in the nation’s welfare, as well as its application in Christian religious education at the elementary school level through a contextual faith-based approach. In conclusion, children’s patriotism can be meaningfully nurtured through the integration of spiritual and national values in Christian education.AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkonstruksi pemahaman dan praktik patriotisme anak Kristen berdasarkan Yeremia 29:7, yang menekankan pentingnya mengusahakan dan mendoakan kesejahteraan kota. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian melibatkan siswa Kristen kelas 3–6 dan guru PAK di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, yang dipilih secara purposive. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang patriotisme mulai terbentuk, ditandai dengan rasa cinta tanah air, menghormati simbol negara, dan bangga menjadi warga Indonesia. Implementasi nilai ini tampak melalui kegiatan nyata seperti upacara bendera, menjaga kebersihan, hidup rukun, dan doa untuk bangsa. Guru berperan aktif mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam pembelajaran PAK dengan pendekatan kontekstual berbasis iman. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi nilai patriotisme dengan dasar teologis Yeremia 29:7, yang menekankan spiritualitas doa dan keterlibatan anak dalam kesejahteraan bangsa, serta penerapannya pada pendidikan agama Kristen di tingkat sekolah dasar dengan pendekatan kontekstual berbasis iman. Kesimpulannya, patriotisme anak dapat ditumbuhkan secara bermakna melalui integrasi nilai spiritual dan kebangsaan dalam pendidikan agama Kristen.
Penebusan dan Panggilan Berbuat Baik: Studi Eksegesis terhadap Titus 2:14 Mau, Mikael
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 2 (2025): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i2.379

Abstract

This study aims to examine the concept of redemption in Titus 2:14 and explain the close relationship between redemption and good works, as well as its implications for the life of the church today. The concept of redemption in the New Testament, especially in Paul's letter to Titus, not only refers to liberation from the power of sin, but also includes the call to live in holiness and do good deeds as the identity of the redeemed. This research uses a qualitative method with an exegetical approach to analyse the text of Titus 2:14. The exegesis results show that redemption by Christ aims to form a people who are not only released from evil, but also purified and motivated to do good. The relevance for the church today lies in the importance of understanding that true salvation must be accompanied by real life transformation. The church is called to affirm its identity as God's people who are active in good works, and respond to theological and social challenges with the witness of holy and relevant lives. This research confirms that faith and good works are two things that cannot be separated in the lives of believers as evidence of Christ's redemptive work.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep penebusan dalam Titus 2:14 dan menjelaskan hubungan erat antara penebusan dan perbuatan baik, serta implikasinya bagi kehidupan gereja masa kini. Konsep penebusan dalam Perjanjian Baru, khususnya dalam surat Paulus kepada Titus, tidak hanya menunjuk pada pembebasan dari kuasa dosa, tetapi juga mencakup panggilan untuk hidup dalam kekudusan dan melakukan perbuatan baik sebagai identitas umat tebusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegetis untuk menganalisis teks Titus 2:14. Hasil eksegesis menunjukkan bahwa penebusan oleh Kristus bertujuan membentuk umat yang bukan hanya dilepaskan dari kejahatan, tetapi juga dimurnikan dan dimotivasi untuk berbuat baik. Relevansi bagi gereja masa kini terletak pada pentingnya memahami bahwa keselamatan yang sejati harus disertai dengan transformasi hidup yang nyata. Gereja dipanggil untuk menegaskan identitas sebagai umat milik Allah yang giat dalam perbuatan baik, serta menanggapi tantangan teologis dan sosial dengan kesaksian hidup yang kudus dan relevan. Penelitian ini menegaskan bahwa iman dan perbuatan baik adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan orang percaya sebagai bukti dari karya penebusan Kristus.