cover
Contact Name
Yudi Hendrilia
Contact Email
yudihendrilia@gmail.com
Phone
+628112900177
Journal Mail Official
yudihendrilia@gmail.com
Editorial Address
Ungaran, Semarang - Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen)
ISSN : 26859718     EISSN : 26859726     DOI : -
Core Subject : Education,
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) diterbitkan dua kali dalam 1 tahun (Februari dan Agustus) oleh Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara. Veritas Lux Mea menerima artikel ilmiah dari dosen, mahasiswa, praktisi teologi maupun pendidikan Kristen. Jurnal ini pun telah memiliki ISSN baik online (2685-9718) maupun cetak (2685-9718). Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dalam bidang: 1. Teologi Praktika 2. Teologi Biblika 3. Teologi Sistematika 4. Sejarah Teologi dan Gereja 5. Pendidikan Kristen (Gereja dan Sekolah)
Articles 160 Documents
Peran Gereja Membela Kemanusian Anak Marjinal: Upaya Teologi Transformasi Pelayanan Holistik Lado, Gatsper A.
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 4, No 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristen - Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v4i2.160

Abstract

The marginal impact of poverty is an indicator of a beginning to lead to other social problems. One of the social problems caused by poverty is the rampant phenomenon of street children. This economic powerlessness causes children to be forced to join in looking for money by taking to the streets. From this, there are many incidents that make marginal children experience things that are not in accordance with values and laws. So the author describes the role of the church as a goal in strengthening believers in defending the humanity of marginalized children as an effort to transform Holistic ministry of theology. Using descriptive qualitative research methods, it can be concluded that the role starts with believers or churches practicing the values of humanity that must be humanized, because it is a principle of Humanism in biblical teaching that must be done sincerely for fellow humans. Furthermore, there are efforts by the Church and the Humanity of Marginal Children in Holistic service for Others to do good and be a light to the world.AbstrakMarginal akibat dari kemiskinan menjadi indikator dari sebuah awal untuk mengarahkan kepada permasalahan sosial lainnya. Salah satu masalah sosial akibat kemiskinan adalah maraknya fenomena anak jalanan. Ketidakberdayaan ekonomi tersebut menyebabkan anak terpaksa ikut mencari uang dengan cara turun ke jalan. Dari hal tersebut banyak kejaidan yang membuat anak marginal mengalami hal yang tidak sesuai dnegan nilai dan hukum. Maka penulis mendeskripsikan peran gereja sebagai tujuan dalam menguatkan orang percaya dalam membela Kemanusian anak marjinal sebagai upaya Teologi transformasi pelayanan holistik. Mengunakan metode penelitian kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa peran tersebut dimulai dari orang percaya atau gereja mengamalkan nilai dari kemanusiaan yang harus dimanusiakan, sebab hal itu sebagai prinsip Humanisme dalam pengajaran Alkitabiah yang harus di kerjakan dengan tulus bagi sesama manusia. Selanjutnya adanya upaya Gereja dan kemanusiaan anak marginal dalam pelayanan Holistik bagi Sesama untuk mengerjakan kebaikan dan menjadi terang bagi dunia.
Peran Keluarga Kristen dalam Penanganan karakter Anak-anak di Era Digitalisasi Saputro, Albertus Kurniadi
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 4, No 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristen - Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v4i2.155

Abstract

Continuous use of gadgets will have a negative impact on children's behavior patterns in their daily lives so that children who tend to continuously use gadgets become an addiction that greatly affects their life and development. Using descriptive qualitative methods with a literature approach, it can be concluded that the role of Christian families in handling children's character in the digitalization era can be done by, firstly providing education on the impact of excessive use of gadgets, secondly the role of families and handling children's characters becomes a priority in dealing with it. Through the example of parents in educating their children, this is done by positioning the family in a biblical perspective and providing assistance to the dangers of the digital world.AbstrakPenggunaan gadget secara terus menerus akan berdampak buruk bagi pola perilaku anak dalam kesehariannya sehingga anak-anak yang cenderung terus menerus menggunakan gadget sehingga menjadi candu yang sangat memengaruhi kehidupan dan perkembangannya. Mengunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan literatur maka dapat disimpulkan  bahwa peran keluarga Kristen dalam penanganan karakter anak-anak  di era digitalisasi dapat dilakukan dengan, Pertama memberikan edukasi adanya Dampak Pengunaan Gadget secara berlebihan, kedua peran Keluarga dan Penangan Karakter Anak menjadi prioritas dalam menanganinya. Melalui cara Keteladanan Orang Tua dalam mendidik Anak yang dikerjakan dengan Memposisikan Keluarga dalam Persepektif Alkitabiah dan Memberikan pendampingan terhadap bahaya dunia digital.
Peran Keluarga Dan Masyarakat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anak Usia Dini Marampa, Elieser R; Dethan, Erni
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 4, No 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristen - Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v4i2.163

Abstract

The purpose of this study is to see the extent of the role of the family and society in improving the welfare of early childhood. To obtain research data, the author uses a descriptive qualitative research approach with a literature review method. The results of this study show that, first, the role of the family in improving the welfare of early childhood is very important, so parents as the main actors in this case need to carry out their responsibilities and fulfill their obligations to children in the family. Both societies have an important role to play in improving early childhood well-being. The community needs to actively participate in the implementation of child protection by involving community organizations, academics, and also child observers so that cases of crimes against children can be minimized.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauhmana peran keluarga dan masayarakat dalam meningkatkan kesejahteraan anak usia dini. Untuk memperoleh data penelitian penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode kajian pustaka. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama peran keluarga dalam meningkatkan kesejahteraan anak usia dini sangatlah penting, maka orang tua sebagai pemeran utama dalam hal ini perlu melaksanakan tanggung jawab dan memenuhi kewajibannya terhadap anak dalam keluarga. Kedua masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan anak usia dini. Masyarakat perlu berpartisipasi secara aktif dalam penyelenggaraan perlindungan anak dengan melibatkan organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan juga pemerhati anak sehingga kasus-kasus kejahatan terhadap anak dapat diminimalisir.
Pelayanan Pastoral Konseling terhadap Suami atau Istri yang Mengalami krisis Rohani akibat Kematian Mangoli, Yefta Yan
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 4, No 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristen - Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v4i2.156

Abstract

This study aims to determine the spiritual impact of the sudden death of a husband or wife experienced by grieving couples and how to deal with the sudden loss of a husband or wife, as well as how the impact of pastoral counseling services experienced. In this study, researchers used qualitative research methods through semi-structured interviews conducted on participants to obtain the intended data. From the results of the research conducted, it can be concluded that the impact of the sudden death of the husband causes a crisis for the participants and one of them is a spiritual crisis. The role of pastoral counseling services carried out by the Pastor can help participants to get through and manage the crisis situation they are experiencing. Although until now, participants have not experienced a complete recovery.AbstrakPenelitian  ini bertujuan untuk mengetahui dampak spritual akibat kematian suami atau istri secara tiba-tiba yang dialami oleh pasangan yang berduka dan bagaimana menghadapi peristiwa kehilangan suami atau istri secara tiba-tiba, serta bagaimana dampak pelayanan pastoral konseling yang dialami. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Metode penelitian kualitatif melalui wawancara semi terstruktur yang dilakukan terhadap partisipan untuk memperoleh data yang dimaksudkan. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa  dampak dari kematian suami secara tiba-tiba mengakibatkan keadaan krisis bagi partisipan dan salah satunya ialah krisis spritual. Adapaun peran pelayanan pastoral konseling yang dilakukan oleh Gembala Sidang dapat menolong partisipan untuk melewati dan megelolah keadaan krisis yang dialami. Walaupun sampai saat sekarang ini, partisipan belum mengalami pemulihan secara total.
Analisis Pandangan Teologis Dalam Materi Ekologi Sekolah Menengah Atas Pujiono, Andrias
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 4, No 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristen - Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v4i2.161

Abstract

One of the reasons for the destruction of the environment is related to the views held by humans. Right understanding also determines right behavior. In the Christian faith theocentric view is a biblical view that the church must teach the younger generation. In the school context, the ecological material taught to students should have a theocentric view. To find out what theological views are contained in the ecological content, the author conducts an analysis using the literature study method on textbooks for teachers and high school students of Class X. From the results of the analysis, the authors find that the theological views in the textbooks have a theocentric view, or centered on God. The material, if believed and lived, will be able to encourage students to love the environment.AbstrakSalah satu sebab rusaknya lingkungan hidup berhubungan dengan pandangan yang dipegang oleh manusia. Pemahaman yang benar turut menentukan perilaku yang benar pula. Dalam iman Kristen pandangan teosentris adalah pandangan alkitabiah yang harus diajarkan gereja kepada generasi muda. Di dalam konteks sekolah, materi ekologi yang diajarkan kepada peserta didik seharusnya berpandangan teosentris. Untuk mengetahui pandangan teologis apa yang terdapat dalam muatan ekologi itu, penulis melakukan analisis dengan metode studi kepustakaan terhadap buku teks guru dan siswa SMA Kelas X. Dari hasil analisis tersebut penulis mendapati bahwa pandangan teologis dalam buku teks tersebut berpandangan teosentris, atau berpusat pada Allah. Materi tersebut, jika diyakini dan dihidupi, akan mampu mendorong peserta didik mencintai lingkungan hidup.
Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga di Era Digital Membangun Remaja Bijak Menggunakan Media Sosial Meilani, Meilani; Fernando, Andreas
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 4, No 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristen - Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v4i2.157

Abstract

The presence of social media as one of the technological advances has changed the way the world communicates and shares information. The development of this technology accelerates and facilitates human access from any part of the world in communicating, but also brings negative impacts and dangers to its users, especially teenagers as the highest users of social media. Teenagers who are unstable individuals, will be very easily affected by the bad influence of the content displayed on social media. The purpose of this writing is to examine the phenomenon that arises in teenagers due to social media, also explaining that the Christian family plays a role to build teenagers to be wise in using social media. Research methods are literature studies with qualitative approaches. The result of this study is that first, parents must be the role models in using the social media so that adolescents see real wise actions in using the internet.  Second, directed surveillance of adolescent activities in cyberspace must be carried out by parents to protect and build their level of vigilance when accessing social media.  Third, parents are obliged to direct teenagers to become social media as a tool to strengthen their faith in trust and love for God.AbstrakKehadiran media sosial sebagai salah satu kemajuan teknologi telah mengubah cara dunia berkomunikasi dan berbagi informasi. Perkembangan teknologi ini mempercepat dan mempermudah akses manusia dari belahan dunia manapun dalam berkomunikasi, tetapi juga membawa dampak negatif dan bahaya bagi para penggunanya terutama remaja sebagai pengguna tertinggi media sosial. Remaja sebagai pribadi yang masih labil, akan dengan mudah terdampak pengaruh buruk dari konten yang ditampilkan media sosial. Tujuan penulisan ini adalah untuk meneliti fenomena yang timbul pada remaja akibat media sosial, juga menjelaskan peran PAK keluarga dalam membangun remaja menjadi bijak menggunakan media sosial yang ada. Metode penelitian ini adalah melalui studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini pertama, orangtua harus menjadi panutan dalam menggunakan media sosial agar remaja melihat tindakan bijak yang nyata dalam menggunakan internet.  Kedua, pengawasan terarah terhadap aktivitas remaja di dunia maya harus dilakukan oleh orangtua untuk melindungi mereka dari kejahatan di dunia maya ketika mengakses media sosial.  Ketiga, orangtua wajib mengarahkan remaja untuk menggunakan media sosial sebagai alat untuk tujuan membangun kerohanian, memperkuat iman dan kasih mereka kepada Allah.
Pandangan Gereja Tentang Perceraian Hidup dan Poligami di Tengah Berbagai Pandangan Etika Kristen Zakaria, Zakaria; Urbanus, Urbanus
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 5, No 1 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v5i1.193

Abstract

The Church's View on Divorce and Polygamy Amidst Various Views of Christian Ethics must be a serious concern so that Divorce and Polygamy can be understood properly and no problems occur in the future. The emergence of various Christian ethical views on divorce and polygamy has advanced Christians to be able to make wise decisions regarding divorce and polygamy that often occur among Christians. The method used in this study is a qualitative method, which means the author analyzes data from books or other literature. The results or conclusions of this research are First, Christian marriage is once for a lifetime, second, the Church's Teachings Should be Realistic and Biblical, specifically on Divorce and Polygamy, third, the longevity of marriage is a big and new challenge for all couples, and fourth, Marriage in Christian teachings is a Christian ceremony that must be respected because God has united and blessed them.AbstrakPadangan Gereja tentang perceraian hidup dan Poligami ditengah berbagai pandangan Etika Kristen harus menjadi perhatian yang serius supaya Perceraian hidup dan Poligami dapat dipahami dengan baik serta tidak terjadi masalah dikemudian hari. Munculnya berbagai pandangan etika Kristen tentang perceraian dan poligami memaju orang Kristen untuk dapat mengambil keputusan yang bijak terhadap perceraian hidup dan Poligami yang sering terjadi di kalangan orang Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yang artinya penulis menganalisis data dari buku atau kepustakaan lainya. Sebagai hasil atau kesimpulan dari Penelitian ini adalah pertama, Perkawinan Kristen adalah sekali untuk seumur hidup, kedua, Ajaran Gereja Semestinya Realistis dan Alkitabiah secara khusus terhadap Perceraian dan Poligami, ketiga, lama keberlangsungan penikahan merupakan tantangan besar dan baru untuk semua pasangan, dan keempat, Pernikahan dalam ajaran Kristen merupakan upacara Masehi yang harus dihormati karena Allah yang telah mempersatukan serta memberkatinya.
Deskriptif Kesalehan Daniel dalam Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi dan Refleksi Logis bagi Orang Percaya Masa Kini Baskoro, Paulus Kunto; Chia, Philip Suciadi
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 5, No 1 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v5i1.205

Abstract

Daniel is a real, not fictional, Bible character. Daniel is known as a loyal person and there is no cheating in him. Daniel became God declaring His sovereignty. Close relationship with God, total surrender of life, pious character, commitment to live truth, commitment to diligent worship, integrity, and strong faith are principles that should be applied in the life of every believer. The method used is descriptive literature method. Then the writer will use a dictionary or lexicon, special word study books, and other literature. This research will discuss Daniel’s Piety according to The Book of Daniel 6 : 1 – 29 and the Logical Implementation of Contemporary Believers in an effort to find the meaning of godliness. The purpose of this writing is First, the writer tries to find the true meaning of piety. Second, finding the meaning contained in Daniel’s piety according to the book of Daniel. Third, implementing a godly life for today’s believers.AbstrakDaniel adalah tokoh Alkitab yang nyata dan bukan fiksi. Daniel dikenal sebagai orang yang setia dan tidak ada kecurangan terdapat dalam dirinya. Daniel menjadi Allah menyatakan kedaulatan-Nya. Hubungan yang dekat dengan Tuhan, penyerahan hidup secara total, karakternya yang saleh, memiliki komitmen untuk hidup dalam kebenaran, komitmen untuk tekun beribadah, memiliki integritas, dan memiliki iman yang teguh merupakan prinsip-prinsip yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan setiap orang percaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif literatur. Maka penulis akan menggunakan kamus atau leksikon, buku-buku khusus studi kata, dan literatur yang lainnya. Penelitian ini akan membahas tentang Kesalehan Daniel Menurut Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi Logis Terhadap Orang Percaya Masa Kini dalam upaya menemukan arti kesalehan. Tujuan dalam penulisan ini adalah: Pertama, penulis berusaha menemukan arti sesungguhnya tentang kesalehan. Kedua, menemukan makna-makna yang terkandung dalam kesalehan Daniel menurut kitab Daniel. Ketiga, mengimplementasikan kehidupan yang saleh bagi orang percaya masa kini.
Deskriptif Jalan Sempit Dalam Matius 7:13-14: Suatu Refleksi Teologi Bagi Kekristenan Nugroho, Eko; Trisnaningtyas, Vendyah; Umboh, Steven Tommy Dalekes
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 5, No 1 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v5i1.195

Abstract

This article aims to explore the meaning of Refection which means “Mirror/Reflection”, provide an analysis of it and provide a description of the function of Reflection in Christian life. In writing this scientific paper, the researcher uses a qualitative descriptive method by collecting data from books, journal articles, and from the author's observations while serving the family and work community. The description in this article shows that there is power in doing Reflection on the Christian life in a real way by being doers of God's Word. The conclusion is found that it is biblically stated that reflection is exemplified by the Lord Jesus Christ himself in parables in each of his sermons and is also carried out by biblical figures in determining the choice of a way of life that is in accordance with God's Word. Reflection proves that the power of God's Word is able to bring people to introspect themselves by understanding God's will in every journey of life, so that they get results or fruit that are beyond human expectations, because it is written that what is sown is what is reaped. In other words, reflection is a part of life's reflection in doing according to the will of God's Word and living it, the Holy Spirit who enables understanding and faith that makes miracles happen when reflection is done with high self-awareness.AbstrakArtikel ini bertujuan mendalami makna dari reflection yang berarti “cermin/pantulan”, memberikan analisis terhadapnya dan memberikan deskripsi fungsi dari Reflection dalam kehidupan Kekristenan. Dalam penulisan karya ilmiah ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pegumpulan data dari buku, artikel jurnal, dan dari pengamatan penulis selama melayani komunitas keluarga dan pekerjaan. Uraian pada artikel ini menunjukkan ada kekuatan dalam melakukan reflection (cermin/pantulan) pada kehidupan Kekristenan secara nyata dengan menjadi pelaku Firman Tuhan. Hasil simpulan ditemukan bahwa secara Alkitabiah menyatakan bahwa reflection dicontohkan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri dalam perumpamaan dalam setiap kotbah-Nya dan dilakukan pula oleh para tokoh Alkitab dalam menetapkan pilihan jalan hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan. Reflection membuktikan bahwa kekuatan Firman Allah mampu membawa manusia menginstrospeksi diri dengan cara memahami kehendak Tuhan dalam setiap perjalanan hidup, sehingga memperoleh hasil atau buah yang diluar ekspektasi manusia itu sendiri, karena ada tertulis apa yang di tabur itulah yang dituai. Dengan kata lain reflection merupakan bagian cerminan hidup dalam melakukan sesuai kehendak Firman Allah dan menghidupinya, Roh Kudus yang memampukan untuk memahami dan iman yang membuat mujizat terjadi saat reflection dilakukan dengan kesadaran diri yang tinggi.
Persepsi Mengucap Syukur Atas Kasih Karunia Allah Berdasarkan Teks 1 Korintus 1:4-9 Rusmanto, Ayub; Rajagukguk, Kerin; Sriwahyuni, Sriwahyuni
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 5, No 1 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v5i1.197

Abstract

Giving thanks is a positive attitude of believers who have received God's grace. This study explores the perception of giving thanks for God's grace based on the text of 1 Corinthians 1:4-9. In Paul's letter this helps strengthen, and evaluate the way of life of Christians in Corinth. Paul gave thanks based on the fact that he knew salvation came entirely from God. It is God who calls His people from spiritual death into His salvation. The method used in this research is descriptive qualitative method to explain how the text of 1 Corinthians 1:4-9 is aimed at helping to strengthen and evaluate the way of life of Corinthian Christians and Christians today. The result of the research is that Corinthian Christians have been called by God and can have confidence and know that it is God who calls for the grace that He has bestowed in Christ Jesus. Besides that, giving thanks for God's grace The congregation in Corinth is still relevant in the lives of today's believers.AbstrakMengucap syukur adalah sikap positif orang percaya yang telah menerima kasih karunia Tuhan. Penelitian ini menelusuri persepsi mengucap syukur atas kasih karunia Allah berdasarkan teks 1 Korintus 1:4-9.Dalam surat Paulus ini membantu menguatkan, dan mengevaluasi cara hidup orang Kristen di Korintus.  Paulus mengucap syukur didasarkan pada fakta bahwa dia tahu keselamatan sepenuhnya berasal dari Allah. Allahlah yang memanggil umat-Nya dari kematian rohani kedalam keselamatan-Nya. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif deskreptif untuk memaparkan bagaimana teks 1 Korintus 1:4-9 di tujukan membantu menguatkan dan mengevaluasi cara hidup orang Kristen Korintus dan orang Kristen masa kini. Hasil penelitian bahwa orang Kristen Korintus telah dipanggil oleh Allah dan dapat memiliki keyakinan dan mengetahui bahwa Allahlah yang memanggil atas kasih karunia yang telah dianugerahkan-Nya dalam Kristus Yesus. Selain itu, mengucap syukur atas kasih karunia Allah Jemaat di Korintus masih relevan dalam kehidupan orang percaya masa kini.

Page 8 of 16 | Total Record : 160