cover
Contact Name
Bagdawansyah Alqadri
Contact Email
bagda_alqadri@unram.ac.id
Phone
+6281343826656
Journal Mail Official
juridiksiam_fkip@unram.ac.id
Editorial Address
Lt. 1 Gedung E PIPS FKIP Universitas MataramJalan Majapahit No.62 Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman (JURIDIKSIAM)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23554622     EISSN : 26229021     DOI : https://doi.org/10.29303/juridiksiam
Core Subject : Education, Social,
Telaah teori mutakhir dan hasil penelitian dan pengembangan tentang Kurikulum, Bahan Ajar, Metode/Model, Media, dan Evaluasi Pembelajaran Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora serta hasil telaah teori mutahir dan hasil penelitian substansi ilmu-ilmu sosial dan humaniora.
Articles 119 Documents
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Tindak Pidana Kekerasan Fisik: Studi di Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram Muhammad Irfan S Hakim; Rispawati Rispawati; Muh Mabrur Haslan; Yuliatin Yuliatin
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 1 (2023): JURIDIKSIAM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v10i1.313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram terhadap anak korban tindak pidana kekerasan fisik (2) Faktor yang mempengaruhi perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana kekerasan fisik di Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram terhadap anak korban tindak pidana kekerasan fisik ditingkat pelaporan dengan upaya penerimaan laporan, pendataan kasus, dan mendapatkan advokasi. Ditingkat penyidikan dengan upaya merahasiakan identitas anak korban, mendampingi anak korban dalam membuat laporan, dan mendapat pelayanan medis/psikologis. Ditingkat penuntutan dengan upaya penyidik menyerahkan berkas perkara dan advokat memberikan laporan-laporan terkait kasus. Ditingkat sidang pengadilan dengan upaya mendapatkan hak dari penyidik dan penuntut umum, mendapatkan hak sebagai saksi dalam memberikan keterangan, dan hak mendapatkan informasi mengenai putusan pengadilan. (2) Faktor yang mempengaruhi perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana kekerasan fisik di Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram adalah faktor sumber daya manusia yang masih minim yang membuat kinerja tersebut kurang maksimal. Sarana dan prasarana kurang memadai untuk menunjang pekerjaan administrasi. Faktor keluarga korban masih tergantung secara ekonomi, anak korban malu untuk melaporkan kepihak berwajib, anak korban dihantui oleh intimidasi. Faktor masyarakat, penyadaran masyarakat tentang pemenuhan hak anak. Faktor kerjasama dengan aparat penegak hukum, Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram pro aktif dalam menjalin kerjasama dengan pihak lain. Kata kunci: perlindungan hukum, anak korban, kekerasan fisik   Abstract   This study aims to determine (1) the form of legal protection provided by the Mataram City Child Protection Agency to children who are victims of criminal acts of physical violence (2) Factors that influence legal protection for children who are victims of physical violence crimes at the Mataram City Child Protection Agency. This research uses a qualitative research type with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out using observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that (1) The form of legal protection provided by the Mataram City Child Protection Agency for children who are victims of crimes of physical violence at the reporting level is by receiving reports, collecting case data, and getting advocacy. At the investigation level, efforts to keep the identity of the victim's child secret, accompanying the victim's child in making reports, and receiving medical/psychological services. At the prosecution level, investigators submit case files and advocates provide reports related to cases. At the court trial level, efforts to obtain rights from investigators and public prosecutors, gain rights as witnesses in providing information, and rights to obtain information regarding court decisions. (2) The factors that influence the legal protection of children who are victims of physical violence at the Mataram City Child Protection Agency are the factors of human resources that are still minimal which makes the performance less than optimal. Inadequate facilities and infrastructure to support administrative work. The victim's family is still economically dependent, the victim's child is embarrassed to report to the authorities, the victim's child is haunted by intimidation. Community factors, public awareness about the fulfillment of children's rights. The factor of cooperation with law enforcement officers, the Mataram City Child Protection Agency is pro-active in collaborating with other parties. Keywords: legal protection, child victims, physical violence
Internalisasi Karakter Tanggung Jawab dan Disiplin Siswa Melalui Mata Pelajaran PPKn di Masa Pandemi Covid-19 di SMAN 1 Batukliang Sri Wahyuni; Hariyanto Hariyanto; Basariah Basariah
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 1 (2023): JURIDIKSIAM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki rumusan tujuan yakni, untuk mendeskripsikan: (1) internalisasi karakter tanggung jawab siswa melalui mata pelajaran PPKn di masa Pandemi Covid-19 di SMAN 1 Batukliang (2) internalisasi karakter disiplin siswa melalui mata pelajaran PPKn di masa Pandemi Covid-19 di SMAN 1 BatukliangPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru PPKn sebagai selaku sasaran pengamatan informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah SMAN 1 Batukliang, wakasek kesiswaan dan guru bimbingan konseling (BK). Teknik pengumpulan data yang diaplikasikan dalam penelitian ini observasi, wawancara, dokumentasi, teknik analisis data (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan validitas data). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa, (1) Internalisasi karakter tanggung jawab siswa melalui mata pelajaran PPKn di masa pandemi Covid-19 ini dirumuskan dalam RPP yang tidak terperinci pada bagian langkah pembelajarannya, serta untuk proses pembelajaran atau pengiriman tugas  melibatkan grub WhatsApp pada masing-masing kelas kemudian akan di diskusikan atau dibahas  pada sesi pertemuannya, terkait tanggung jawab untuk mata pelajaran PPKn persensi yang telah diinstruksikan dibatasi oleh waktu yaitu pukul 07.00-09.00, sesuai jadwal masuk siswa disampaikan waktu pengumpulannya juga dan peserta didik sudah paham konsekuensinya nanti apabila terlambat untuk pengumpulannya. (2) Internalisasi karakter disiplin siswa melalui mata pelajaran PPKn di masa pandemi Covid-19 ini diawali dengan masih ada siswa yang terlambat ke sekolah maupun tidak masuk tanpa keterangan namun tetap dilihat dari segi kehadiran siswa,  kemudian terkait dengan tugas yang diberikan dengan batas waktu pengumpulannya diperketat agar siswa tidak menyepelekannya dan di masa pandemi Covid-19.
Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran oleh Guru PPKn Pada Masa Pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Praya Parasetia Mulya; Mohammad Ismail; Rispawati Rispawati
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 1 (2023): JURIDIKSIAM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v10i1.355

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) mengetahui pengetahuan guru PPKn terhadap evaluasi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Praya, 2) mengetahui sikap guru PPKn terhadap evaluasi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Praya, 3) mengetahui pelaksanaan evaluasi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Praya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kaepala sekolah bidang kurikulum, pengawas mata pelajaran PPKn, dan guru lain. Informen dalam penelitian ini adalah guru PPKn dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pengetahuan guru PPKn terkait tentang evaluasi pembelajaran, guru telah memahami dengan baik, bisa dilihat dari pemaparan langsung para guru. 2) evaluasi pembelajaran pada masa pandemi disikapi oleh guru PPKn dengan cara menerima sebagai wujud kesiapan guru. 3) pelaksanaa evaluasi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Praya masih kurang baik. Dilihat dari banyaknya kendala yang dihadapi guru PPKn maupun siswa. Guru PPKn tidak menyusun RPP daring, guru hanya menggunakan RPP yang dipakai ketika pembelajaran tatap muka sebelum pandemi. Bentuk evaluasi yang digunakan guru adalah tes tulis dalam bentuk soal tugas, soal MID semester, dan soal ulangan semester. Keseriusan guru dalam menyusun alat evaluasi, pembuatan grub belajar, pembinaan evaluasi di MGMP PPKn, dan pembuatan alternative lain bagi siswa yang tidak mempunyai teknologi pendukung untuk pelaksanaan evaluasi daring. Kata kunci: Pelaksanaan, evaluasi pembelajaran, guru PPKn pada masa pandemi Covid-19
Perilaku Imitasi Japanese Club SMAN 1 Mataram Pada J-POP (Japanese Pop) Dina Khaerunnisa; Syafruddin Syafruddin; Imam Malik
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 1 (2023): JURIDIKSIAM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v10i1.358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dan menganalisis proses imitasi pada J-Pop; (2) Mengidentifikasi dan menganalisis bentuk imitasi pada J-Pop; dan (3) Mengetahui dan menganalisis dampak imitasi pada J-Pop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dengan cara mengkasifikasikan, menginterpretasi, dan menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses imtasi pada J-Pop berawal dari adanya tontonan J- Pop melalui acara Jepang di sekolah dan media sosial sehingga siswa mengingat apa yang ditontontonnya; kemudian siswa melakukan peniruan yang mirip maupun tidak mirip dengan tokoh yang ditiru; kemudian siswa mendapatkan relasi dan rasa percaya diri dalam diri mereka sehingga siswa terus melakukan peniruan. 2) Bentuk imitasi J- Pop berupa mengenakan pakaian cosplay, harajuku, dan yukata; menggunakan logat dan aksen Jepang; serta menggolongkan diri sebagai wibu atau otaku. 3) Dampak imitasi J-Pop yakni adanya kerjasama dengan berbagai pihak terkait; penggunaan sapaan ala Jepang; adanya nilai ketekunan dan paham kebebasan dari Jepang, serta adanya kebendaan seperti pakaian khas Jepang, naruko, manga, dan origami.
Ekploitasi Anak Dibawah Umur Oleh Orang Tua Sebagai Pengemis Jalanan di Kota Mataram zakaria anugraha; Ni Made Novi Suryanti; Suud Suud
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 1 (2023): JURIDIKSIAM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v10i1.366

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan guna melakukan deskripsi: (1) Bentuk eksploitasi anak selaku pengemis jalanan oleh orangtua di Kota Mataram (2)Faktor-faktor yang mempengaruhi eksploitasi anak selaku pengemis jalanan oleh orangtua di Kota Mataram,(3) Dampak eksploitasi anak selaku pengemis jalanan oleh orangtua di Kota Mataram. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik penggumpulan data pada penelitian ini dengan menerapkan wawancara semi terstruktur, observasi nonpartisipan serta dokumentasi. Selanjutnya, data dilakukan analisis dengan tahapan reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan (1) Bentuk eksploitasi anak selaku pengemis jalanan oleh orangtua di Kota Mataram yaitu: (a) Eksploitasi fisik; (b) Eksploitasi sosial. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi eksploitasi anak selaku pengemis jalanan oleh orangtua di Kota Mataram yaitu; (a) Faktor Ekonomi; (b) Faktor Lingkungan.(3) Dampak eksploitasi anak selaku pengemis jalanan oleh orangtua di Kota Mataram yaitu: (a) Mengganggu ketertiban lalu lintas; (b) Membuat resah pengguna jalan; (c) Menumbuhkan sikap ketergantungan; (d) Anak mengalami sakit fisik dan bermasalah disekolah Kata Kunci: Eksploitasi Anak Sebagai Pengemis, Bentuk Eksploitasi,Faktor Eksploitasi, Dampak Eksploitasi Anak
Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi Perempuan di Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur Siti rohmi zalilah; Syafruddin Syafruddin; Ni Made Novi Suryanti
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 1 (2023): JURIDIKSIAM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v10i1.387

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk : 1)  mengetahui faktor yang penyebab pernikahan pada usia dini; dan 2) mengetahui dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan reproduksi perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Proses pengadaan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dengan menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab pernikahan usia dini yaitu, 1) pendidikan, 2) adat, 3) lingkungan keluarga. Adapun dampak pernikahan usia dini tehadap kesehatan reproduksi perempuan yaitu rendahnya edukasi mengenai kesehatan reproduksi perempuan disebabkan oleh pendidikan masyarakat yang rendah sehingga menyebabkan terjadinya Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dan Infeksi Menular Seksual (IMS). 
PENGUATAN SOLIDARITAS SOSIAL MELALUI TRADISI MBOLO WEKI PADA MASYARAKAT SUKU MBOJO: (Studi di Desa Baka Jaya Kecamatan Woja Kabupaten Dompu) Widhi Agung, Reshtu; Zubair, Muh; Sumardi, Lalu
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 2 (2023): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solidaritas sosial di antara masyarakat sangat penting khususnya dalam tradisi Mbolo Weki. Yang pada umumnya tradisi ini merupakan tradisi yang dapat membangun kembali tali persaudaraan diantara masyarakat, juga menguatkan rasa solidaritas sosial antar sesama sehingga masyarakat dapat saling tolong menolong dan hidup rukun. Penelitian ini membahas mengenai proses pelaksanaan tradisi Mbolo Weki di Desa Baka Jaya Kec. Woja Kab. Dompu dan bagaimana tradisi Mbolo Weki dapat menguatkan solidaritas sosial masyarakat di Desa Baka Jaya Kec. Woja, Kabupaten Dompu. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif jenis etnografi dimana penelitian ini menggunakan kata untuk mendeskripsikan atau menggambarkan hasil penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Baka Jaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 20 Oktober sampai 19 November 2021. Sumber data dilakukan menggunakan data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, tekhnik observasi, dan tekhnik dokumentasi. Teknik analisis data yang diguanakan: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian pata, 4) verifikasi atau penyimpulan data. Teknik keabsahan yang digunakan adalah: 1) perpanjangan pengamatan, 2) meningkatkan ketekunan, 3) triangulasi, 4) Aanalisis kasus negatif, 5) menggunakan bahan referensi, 6) mengadakan membercheck. Hasil penelitian yang diperoleh: 1) proses pelaksanaan tradisi Mbolo Weki pada perkawinan di Desa Baka Jaya Kecamatan Woja Kabupaten Dompu terdapat tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap inti dan tahap akhir. 2) penguatan solidaritas sosial masyarakat di Desa Baka Jaya Kecamatan Woja Kabupaten Dompu dalam pelaksanaan tradisi Mbolo Weki yaitu dilihat dari: kesadaran masyarakat yang kuat, gotong royong, kerjasama dalam setiap tahapan proses pelaksanaan yang dikerjakan secara bersama. Kata Kunci: Penguatan Solidaritas Sosial, Tradisi Mbolo Weki, Suku Mbojo Social solidarity among people is very important, especially in the Mbolo Weki tradition. In general, this tradition is a tradition that can rebuild ties of brotherhood among the community, as well as strengthen a sense of social solidarity between each other so that people can help each other and live in harmony. This study discusses the process of implementing the Mbolo Weki tradition in Baka Jaya Village, Kec. Woja Kab. Dompu and how the Mbolo Weki tradition can strengthen the social solidarity of the community in Baka Jaya Village, Kec. Woja, Dompu Regency. This study uses a qualitative ethnographic type where this study uses words to describe or describe the results of the study. This research was conducted in Baka Jaya Village, Woja District, Dompu Regency. The time of the research was carried out on October 20 to November 19, 2021. The data sources were carried out using primary data and secondary data. Data collection techniques using interview techniques, observation techniques, and documentation techniques. The data analysis techniques used are: 1) data collection, 2) data reduction, 3) data presentation, 4) data verification or inference. The validity techniques used were: 1) extension of observation, 2) increasing persistence, 3) triangulation, 4) analysis of negative cases, 5) using reference materials, 6) conducting Memberchecks. The results obtained: 1) the process of implementing the Mbolo Weki tradition in marriage in Baka Jaya Village, Woja District, Dompu Regency, there are three stages, namely the preparation stage, the core stage and the final stage. 2) strengthening social solidarity of the community in Baka Jaya Village, Woja District, Dompu Regency in the implementation of the Mbolo Weki tradition, which is seen from: strong public awareness, mutual cooperation, cooperation in every stage of the implementation process that is carried out together. Keywords: Strengthening Social Solidarity, Mbolo Weki Tradition, Mbojo Tribe
Perubahan Sosial Pada Kawasan Ekonomi Khusus Pembangunan Sirkuit Moto GP Lombok yunus, muhammad; Ilyas, Muhammad; Suud, Suud
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 2 (2023): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan sosial pada aspek status, peran dan fungsi serta perubahan budaya terhadap nilai, norma dan adat Masyarakat pada Pembangunan sirkuit Moto GP di kawasan ekonomi khusus Pantai Kuta Lombok. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan samplenya purposive sampling. Adapun masyarakat yang diinterviw dalam penelitian ini berjumlah 10 orang dengan rincian Kepala Desa dan beberapa figur masyarakat yang ada di Desa Kuta Mandalika. Hasil penelitian ini menemukan bahwa adanya perubahan yang terjadi dari status peran dan fungsi serta nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat yang sebelumnya Sebagian hanya sebagai peternak, petani, minim terlibat dalam promosi program pemerintah serta sikap interaksi yang tertutup dengan wsatawan luar dan norma yang berlaku dalam masyarakat sangat di perhatikan seperti cara berpakaian yang sopan dan sebagainya, setelah adanya pembangunan sirkuit Moto Gp di Mandalika banyak masyarakat local yang dilibatkan sebagai pekerja di sirkuit Mandalika seperti keamanan, cleaning servis dan yang lainnya, lebih terbuka dalam bersosial terhadap wisatawan dan toleransi terhadap budaya luar di junjung tinggi. Sehingga dapat di simulkan bahwa adanya perubahan status peran dan fungsi serta nilai dan norma di masyarakat Desa Kuta setelah didirikan arena balap Motor sirkuit Moto GP Mandalika yang berada di kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Desa Kuta Mandalika kabupaten Lombok tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) Kata Kunci: PerubahanSosial, Pembangunan Sirkuit MotoGP, Masyarakat Lombok Tengah Kuta
TRADISI PEDAK API PADA MASYARAKAT SASAK DAN NILAI-NILAI SOSIAL YANG TERKANDUNG DI DALAMNYA: (Studi Di Desa Montong Sari, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat) Nismulwiah, Nismulwiah; Suryanti, Ni Made Novi; Masyhuri, Masyhuri; Suud, Suud
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 2 (2023): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v10i2.422

Abstract

Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses tradisi pedak api dan nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya pada masyarakat suku sasak di Desa Montong Sari Kecamatan Gerung. Jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dangan metode studi kasus. Jenis data yang digunakan Data primer dan data sekunder Dengan menggunakan sumber data subjek dan informan penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara untuk teknik analisis datanya melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: proses tradisi pedak api melalui berbagai tahapan yaitu: (1) Tahap Persiapan pedak api meliputi musyawarah dan penyiapan alat dan bahan; (2) Tahap Pelaksanaan proses pedak api meliputi do’a, melulurkan, memasangkan gelang, menyiapkan perapian, menyiram perapian, mengayunkan bayi, pemberian nama, pemberian sembek; (3) Tahap Penutup meliputi do’a, pemberian seserahan (andang-andang). Terdapat nilai-nilai sosial dalam tradisi pedak api: (1) Nilai Matrial: Fisik yang ditandai dengan Apus Tawar (Luluran) yang sudah diberi Doa, Pemasangan gelang pada pergelangan tangan. Bayi diayunkan diatas perapian sebanyak sembilan kali. kemudian kipaskan perapian tersebut kearah ibu si bayi agar terkena asapnya. Sedangkan Non-fisik yang ditandai dengan Luluran ini dimaksudkan agar badan ibu bayi tersebut sehat sehabis melahirkan. Gelang Maksudnya pemasangan gelang ini sebagai pertanda sudah melakukan pedak api. (2) Nilai Immaterial : nilai vital ditandai dengan Sembek. Nilai religius ditandai dengan doa dan harapan orang tua. Nilai kerjasama ditandai dengan Keluarga dan tetangga menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pedak api. Nilai Moral ditandai dengan Andang-andang (seserahan). Kata Kunci: Nilai-nilai Sosial, Tradisi Pedak Api
GAME ONLINE MOBILE LEGEND DI KALANGAN REMAJA AWAL DESA LENDANG NANGKA KECAMATAN MASBAGIK LOMBOK TIMUR Solihah, Baiq Amalia; Novi Suryanti, Ni Made; Mashyuri
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 2 (2023): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran remaja awal penggemar game online Mobile legend, faktor penyebab dan dampak sosial game online Mobile legend pada remaja awal, serta solusi dari orang tua dan pemerintah desa untuk mengatasi dampak negatif dari game online Mobile Legend. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dangan sumber data subjek dan informan penelitian. Penentuan subjek dan informan dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara untuk teknik analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan; (1) Sebaran remaja awal penggemar game online Mobile legend di Desa Lendang Nangka di lihat dari status pekerjaan orang tuanya di dominasi oleh remaja awal yang orang tuanya bekerja sebagai pedagang dan petani (2) Faktor penyebab yaitu 1). faktor internal yaitu Relationship, Achivmen, Immersion, Escapism dan Kurang berkegiatan, 2). Faktor eksternal yaitu, Lingkungan sekitar, Fitur dalam game, Kurang perhatian dari orang terdekat. (3) Dampak sosial yaitu sebagian kecil dampak Positif dan sebagian besar dampak negative.(4) Solusi dari orang tua dan pemerintah desa yaitudengan melakukan tindakan prefentif dan refrensif. Kata kunci : Game Online, Mobile Legend, remaja Awal

Page 10 of 12 | Total Record : 119