cover
Contact Name
Novi Kurniati
Contact Email
drg.novi@dsn.moestopo.ac.id
Phone
+628118711640
Journal Mail Official
mderj@jrl.moestopo.ac.id
Editorial Address
Redaksi M-Dental Education and Research Journal Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jalan Bintaro Permai Raya No 3, Bintaro, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
M-Dental Education and Research Journal
ISSN : 27760839     EISSN : 27760820     DOI : -
M-Dental Education and Research Journal published by the Faculty of Dentistry, Prof. University. Dr Moestopo (Beragama) in Jakarta. This journal features articles that publish research articles from researchers and students in all fields of science and basic development of dental and oral health through an interdisciplinary and multidisciplinary approach. The purpose of publishing this journal is so that researchers and students can become reliable in writing scientific articles, and readers can gain insight into the latest developments in science and technology in the field of dentistry. The manuscripts presented Conservative Dentistry, Periodontics, Orthodontics, Prosthodontics, Pedodontics, Oral Medicine, Oral Surgery, Dental Public Health, and supporting fields in dentistry such as Oral and Maxillofacial Radiology, Oral Biology, Dental Material Science and Technology. This journal is published regularly four times a year (in January, April, July and October). The submission process opens throughout the year. All submitted manuscripts will be screened with a double-blind peer review process from two reviewers and editorial decision before the manuscript was accepted to be published.
Articles 50 Documents
POTENSI HERBAL ALAM DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS PADA BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK Rahmi, Eni; Harahap, Ricky Chandra
M-Dental Education and Research Journal Vol 3, No 2 (2023): M-Dental Education and Research Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Candida albicans merupakan salah satu spesies jamur yang banyak menyebabkan terjadinya penyakit denture stomatitis pada pasien pengguna gigi tiruan lepasan resin akrilik. Pencegahan penyakit denture stomatitis dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan gigi tiruan lepasan dengan menggunakan bahan pembersih gigi tiruan. Penggunaan bahan kimia seperti alkaline peroxide, chlorhexidine, dan sodium hipoklorit dinilai memiliki sejumlah kekurangan berupa efek samping jika digunakan secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Pemanfaatan tanaman herbal seperti rosella, sirih merah, dan lidah buaya menjadi pilihan alternatif yang dipercayai memiliki sifat antifungal. Tujuan: Literature review ini adalah untuk mengetahui potensi herbal alam (rosella, sirih merah, dan lidah buaya) dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans pada gigi basis gigi tiruan lepasan resin akrilik. Metode: Literature review yang dilakukan melalui total 22 literatur dengan menggunakan database elektronik Google scholar, PubMed, dan ScienceDirect yang diterbitkan dari tahun 2013–2021. Pembahasan: Berdasarkan literature review yang telah dilakukan, didapatkan bahwa herbal alam memiliki senyawa fitokimia yang bersifat sebagai antifungal dalam menghambat pertumbuhan jamur. Simpulan: Herbal alam seperti rosella, sirih merah, dan lidah buaya memiliki potensi yang cukup baik sebagai bahan pembersih gigi tiruan lepasan resin akrilik dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans.
DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Enterococcus faecalis ATCC 29212 Aryanto, Mirza; Tjiptoningsih, Umi Ghoni; Yordan, Belly; Alawiyah, Tuti; Latifa, Witriana; Khusnudhani, Annastasya
M-Dental Education and Research Journal Vol 3, No 2 (2023): M-Dental Education and Research Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Infeksi intraradikular persisten disebabkan mikroorganisme yang sulit dibasmi dengan prosedur antimikroba intrakanal. Enterococcus faecalis merupakan bakteri yang umum pada kasus kegagalan endodontik. Perawatan saluran akar dilakukan untuk menghilangkan populasi mikroba dalam sistem saluran akar dan mencegah infeksi ulang. Larutan irigasi endodontik direkomendasikan karena memiliki aktivitas antimikroba yang luas. NaOCl adalah agen antimikroba yang sangat efektif, tetapi bersifat sitotoksik, sehingga dibutuhkan produk alternatif bahan alami yang memiliki sifat antibakteri, salah satunya adalah bawang putih. Tujuan: Mengetahui daya hambat ekstrak bawang putih terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis ATCC 29212. Bahan dan Metode: Penelitian ini adalah true experimental yang dilakukan menggunakan metode difusi cakram di laboratorium. Sampel yang diuji berjumlah 25 sampel berupa biakkan bakteri Enterococcus faecalis ATCC 29212 dalam media Mueller Hinton Agar (MHA). Variasi konsentrasi perlakuan adalah ekstrak bawang putih 100%, 75%, 50%, NaOCl 2,5% (kontrol positif), dan aquades (kontrol negatif). Hasil Penelitian: Hasil perhitungan secara statistik dengan besar rata-rata daya hambat ekstrak bawang putih pada konsentrasi 100%, 75%, 50% adalah 6,00 mm. Kesimpulan: Ekstrak bawang putih tidak menunjukkan daya hambat terhadap bakteri Enterococcus faecalis ATCC 29212 pada konsentrasi 100%, 75%, dan 50%.
POTENSI ANTIBAKTERI Curcuma longa SEBAGAI BAHAN MEDIKAMEN INTRAKANAL PADA PERAWATAN SALURAN AKAR ULANG Permatasari, Rina; Saputri, Nasywa Athoya Gana
M-Dental Education and Research Journal Vol 3, No 1 (2023): M-Dental Education and Research Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Perawatan saluran akar bertujuan untuk menghilangkan jaringan pulpa nekrotik, biofilm, dan debris dari sistem saluran akar. Namun, terdapat beberapa hambatan dalam mendisinfeksi saluran akar secara optimal sehingga dapat berpotensi mengakibatkan kegagalan perawatan saluran akar. Salah satu bakteri yang paling umum menyebabkan kegagalan perawatan saluran akar adalah Enterococcus faecalis. Penggunaan medikamen intrakanal yang efektif diperlukan untuk mendisinfeksi saluran akar pada perawatan saluran akar ulang. Curcuma longa atau yang dikenalsebagai kunyit memiliki potensi yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis karena memiliki sifat antibakteri dari kurkumin dan minyak atsiri. Tujuan: Menjelaskan potensi antibakteri Curcuma longa sebagai bahan medikamen intrakanal pada perawatan saluran akar ulang. Metode: Referensi didapat dari jurnal, textbooks dan website yang diakses melalui Google Scholar, Science Direct dan PubMed. Jenis referensi yang diambil berupa laporan penelitian, dan studi pustaka yang diterbitkan dari tahun 2012–2021. Kesimpulan: Curcuma longa berpotensi digunakan sebagai medikamen intrakanal pada perawatan saluran akar ulang dan efektif dalam menghilangkan bakteri E. faecalis karena mengandung kurkuminoid dan minyak atsiri. Curcuma longa lebih efektif jika dibandingkan dengan bahan herbal lainnya, walaupun tidak seefektif bahan non herbal.Kata kunci: Curcuma longa, Medikamen intrakanal, Perawatan saluran akar ulang, Enterococcus faecalisABSTRACTBackground: Root canal treatment aims to remove necrotic pulp tissue, biofilms, and debris from the root canal system. However, there are some obstacles in optimally disinfecting the root canal so that root canal treatment failures can occur. One of the most common bacteria causing root canal treatment failure is Enterococcus faecalis.Effective application of intracanal medicament is necessary to disinfect the recurring treatment of root canal. Curcuma longa or known as turmeric, has the potential to inhibit the growth of Enterococcus faecalis because it has antibacterial properties like curcumin and essential oils. Purpose: Describing potential of anti bacterial of Curuma longa as intracanal medicament ingredient for recurring treatment of root canal. Methods: References are obtained from journals, textbooks and websites accessed through Google Scholar, Science Direct and PubMed. The types of references taken are in the form of research reports, and literature studies published from 2012–2021. Conclusion: Curcuma longa has the potential to be used as an intracanal medicament in retreatment of root canal and it’s effective in eliminating Enterococcus faecalis bacteria because it contains curcuminoids and essential oils. Curcuma longa ismore effective than other herbal materials, although it is not as effective as non-herbal materials.Keywords: Curcuma longa, Intracanal Medicament, Root Canal Retreatment, Enterococcus faecalis
PENGGUNAAN EUCALYPTUS OIL SEBAGAI BAHAN PELARUT GUTAPERCA DAN SEALER PADA PERAWATAN SALURAN AKAR ULANG Permatasari, Rina; Chairani, Nuke
M-Dental Education and Research Journal Vol 3, No 2 (2023): M-Dental Education and Research Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Perawatan saluran akar (PSA) merupakan salah satu cara untuk mempertahankan jaringan gigi di dalam mulut, yang bertujuan untuk menghilangkan infeksi bakteri dari sistem saluran akar dan mencegah timbulnya infeksi kembali. Persentase keberhasilan PSA mencapai angka 90%–95%, sehingga masih mungkin terjadi kegagalan dan perlu dilakukan PSA ulang. PSA ulang secara konvensional atau non bedah, yaitu dengan instrumentasi dan penambahan bahan pelarut seperti eucalyptus oil yang mampu mempermudah prosesnya. Tujuan: Menjelaskan penggunaan eucalyptus oil sebagai bahan pelunak gutaperca dan sealer dalam perawatan saluran akar ulang. Metode: Referensi didapat dari jurnal, textbook dan website yang diakses melalui database Google Scholar. Jenis referensi yang diambil berupa laporan penelitian, dan studi pustaka yang diterbitkan dari tahun 2012–2022. Kesimpulan: Terdapat perbedaan pendapat dari para ahli tentang penggunaan eucalyptus oil dalam melarutkan gutaperca dan sealer, tetapi mayoritas para ahli menjelaskan bahwa eucalyptus oil merupakan bahan pelarut yang dapat digunakan sebagai pengganti kloroform.
Pengaruh Kecemasan Terhadap Suhu Tubuh Mahasiswa FKG UPDM (B) Jakarta Nasyrah, Billah; Ferhad, Adibah; Deviyanti, Sinta; Herawati, Margaretha
M-Dental Education and Research Journal Vol 3, No 2 (2023): M-Dental Education and Research Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kecemasan adalah perasaan tidak nyaman yang terjadi ketika seseorang merasa terancam baik secara fisik maupun psikis. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018, penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas mengalami kecemasan sebanyak 19 juta orang. Salah satu penyebab kecemasan bagi mahasiswa adalah ujian. Paparan terhadap kecemasan akan menghasilkan respon tubuh termasuk perubahan suhu tubuh. Tujuan: Mengetahui adanya pengaruh kecemasan terhadap suhu tubuh sebelum dan setelah melaksanakan ujian pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian sebelum dan setelah (pretest-posttest). Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dengan jumlah 60 sampel dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengambilan data diambil sebelum dan setelah melakukan ujian dengan pengukuran suhu tubuh dan pengisian kuesioner. Hasil: Hasil dari 60 sampel (p=0,1) didapatkan 91,7% subjek mengalami kecemasan ringan sebelum melaksanakan ujian dan 98,3% subjek mengalami kecemasan ringan setelah melaksanakan ujian. Terjadi perubahan nilai kecemasan pada mahasiswa sebelum dan setelah melaksanakan ujian. Kesimpulan: Terdapat pengaruh kecemasan terhadap suhu tubuh sebelum dan setelah melaksanakan ujian pada mahasiswa FKG UPDM(B) Jakarta.
PENILAIAN PERILAKU MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA PASIEN RSKGMP MOESTOPO, JAKARTA Herawati, Margaretha; Oktanauli, Poetry; Pindobilowo, Pindobilowo; Ariani, Dwi; Taher, Pinka
M-Dental Education and Research Journal Vol 4, No 1 (2024): M-Dental Education and Research Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan umum sangat dipengaruhi oleh kesehatan gigi dan mulut. Beberapa kondisi kesehatangigi dan mulut dapat dihindari dengan praktik kebersihan gigi dan mulut yang baik, seperti membersihkan gigi dua kalisehari dan memeriksakan diri ke dokter gigi secara teratur. Pasien di RSKGMP Moestopo berperan penting bagikesehatan gigi dan mulut orang lain di sekitar mereka serta diri mereka sendiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untukmengevaluasi perilaku kesehatan gigi dan mulut pasien di RSKGMP Moestopo. Metode: Penelitian ini menggunakandesain penelitian deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 100 masyarakat dewasa yang datangke RSKGMP Moestopo pada bulan Oktober 2023. Teknik pengambilan sampel acak bertingkat digunakan untukmemastikan representativitas data. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif untuk mendeskripsikan karakteristikpopulasi dan distribusi frekuensi dari variabel penelitian. Hasil: Mayoritas responden (61%) memiliki kebiasaanmenyikat gigi minimal dua kali sehari. Namun, 33% responden mengaku pernah mengalami sakit gigi dalam satu tahunterakhir, dengan 16% di antaranya tidak bisa bekerja atau sekolah akibat sakit gigi tersebut. Hanya 29% respondenyang memeriksakan gigi ke dokter gigi dalam 6 bulan terakhir, dengan hambatan utama berupa biaya dan rasa takut.Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut pada pasien RSKGMPMoestopo cukup baik, namun masih perlu peningkatan edukasi dan akses terhadap layanan kesehatan gigi.
POTENSI PASTA GIGI ENZIM NON DETERGEN DALAM MERUBAH WARNA CLEAR ELASTIC POWER CHAIN: STUDI EKSPERIMENTAL Jordan, Belly; Sukma, Ayu
M-Dental Education and Research Journal Vol 4, No 1 (2024): M-Dental Education and Research Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Elastomeric chain atau karet elastik pada pemakaian kawat gigi yang termasuk ke dalam kategorielastic auxiliaries merupakan karet elastomer yang terbuat dari polyurethane dengan bentuk lubang yang salingberhubungan membentuk rantai panjang dan tersedia dalam berbagai macam warna. Keunggulan dari elastomeric chainadalah sifat memori elastik, mudah dipasang, biokompatibel, dan nyaman, serta mengurangi risiko terjadinya kerusakanmukosa mulut. Namun, disisi lain memiliki kekurangan, yaitu warna yang dapat berubah di dalam rongga mulut danpenurunan gaya yang diberikan dari waktu ke waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pastagigi Enzim non detergen dengan perubahan warna yang terjadi pada pemakaian karet elastik atau elastomeric chainbewarna pemakai kawat gigi cekat. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan desain penelitianpretest-posttest control group design. Pasta gigi yang digunakan adalah pasta gigi enzim non detergen. Cara pengukurandengan mengukur skor warna secara observasi. Sample yang di uji berjumlah 20 buah elastomeric chain. Satu rolclear elastomeric chain merek AO (American Orthodontics) tipe long dipotong menjadi 20 bagian dengan panjangmasing-masing sampel sepanjang 6 lumen. Hasil: Seluruh elastomeric chain pada kelompok perlakuan tidak terjadiperubahan warna atau dengan perubahan warna yang lebih kecil. Kesimpulan: Penggunaan pasta gigi enzim berhubungandengan perubahan warna elastomeric chain berwarna, yaitu perubahan warna yang terjadi pada elastomeric chainberwarna yang disikat dengan pasta gigi enzim lebih kecil dibandingkan kelompok perlakuan lainnya.
POTENSI PASTA GIGI ENZIM NON DETERGEN DALAM PERUBAHAN WARNA ELASTOMERIC CHAIN YANG BERWARNA: STUDI EKSPERIMENTAL Jordan, Belly; Sukma, Ayu
M-Dental Education and Research Journal Vol 4, No 1 (2024): M-Dental Education and Research Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pasta gigi dapat digunakan untuk membersihkan gigi geligi. Pembersihan gigi menggunakan pastagigi harus dilakukan oleh pasien yang memakai kawat gigi cekat. Alat perawatan gigi terdiri dari beberapa bagian.Elastomeric Chain, juga dikenal sebagai power chain, adalah alat elastis yang digunakan untuk menggerakan gigisecara aktif. Ada dua jenis elastomeric chain: berwarna atau clear (bening). Tujuan penelitian ini adalah untukmengevaluasi hubungan antara pasta gigi enzim non-detergen dan perubahan warna pada elastomeric chain berwarna.Metode: Studi ini adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Pasta gigi herbal non-detergenyang terdiri dari propolis, pasta gigi non-herbal, dan saliva buatan terdiri dari 15 buah elastomeric chain berwarna.Selanjutnya, lima belas elastomeric chain berwarna merah dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan: kelompokeksperimen 1, kelompok eksperimen 2, dan kelompok kontrol. Setelah itu, seluruh elastomeric chain direndam dalamsaliva buatan selama satu hari. Setelah itu, masing-masing elastomeric chain diberi warna. Hasil: Sebelum kelompokperlakuan direndam dalam saliva buatan selama 24 jam dan sebelum diberikan perlakuan, seluruh rantai elastomertidak mengalami perubahan warna atau memiliki skor 0. Kesimpulan: Dilihat dari hubungan antara penggunaan pastagigi enzim dan perubahan warna elastomeric chain berwarna, dapat disimpulkan bahwa elastomeric chain berwarnaberubah lebih sedikit ketika disikat dengan pasta gigi enzim dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya.
PERBANDINGAN pH SALIVA PADA PENGGUNAAN OBAT KUMUR ENZIM DAN JINTAN HITAM (Nigella sativa) PADA PASIEN PENGGUNA PERANTI ORTODONTI CEKAT Sukma, Ayu
M-Dental Education and Research Journal Vol 4, No 1 (2024): M-Dental Education and Research Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Prevalensi maloklusi pada remaja menunjukkan angka yang sangat tinggi sebesar 89%, berdasarkanRiskesdas 2018 maloklusi di Indonesia mencapai angka 80% (Mansyur Karima Q et al.,2021). Perawatan denganperanti ortodonti cekat dapat meningkatkan jumlah retensi plak gigi dan menyebabkan daya pembersihan mukosamulut berkurang, sehingga dapat mengakibatkan menurunnya pH saliva, meningkatnya jumlah mikroba seperti Streptococcusmutans dalam mulut. Sekresi saliva sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. pH saliva akanmeningkat setelah diberi rangsangan, dirangsang dengan penggunaan pasta gigi dan berkumur dengan obat kumur yangmengandung enzim dan yang mengandung Nigella sativa (fordontis). Tujuan: Untuk membuktikan perbandingan pHsaliva pada penggunaan obat kumur enzim dan nigella sativa pada pasien pengguna peranti ortodonti cekat. Metode:Jenis penelitian ini adalah eksperimental klinis. Jumlah subjek penelitian 16 orang diinstruksikan untuk berkumurdengan obat kumur enzim di rumah, dua kali sehari, sebanyak 20 ml setiap kali berkumur, dalam waktu 30 detik selamasatu minggu. Kemudian saliva dikumpulkan, seminggu kemudian 16 subjek penelitian tersebut diinstruksikan untukberkumur dengan obat kumur Nigella sativa. Hasil: Ada perbedaan signifikan pH sebelum dan sesudah kumur denganenzim dan ada perbedaan signifikan pH sebelum dan sesudah kumur dengan obat kumur yang mengandung Nigellasativa (fordontis). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua obat kumur ini sama-sama mempunyaihasil dapat meningkatkan pH saliva, sehingga dapat mencegah terjadinya peningkatan bakteri pada pasien penggunaperanti ortodonti cekat.
HUBUNGAN PERUBAHAN WARNA GIGI AKIBAT JAMU KUNYIT ASAM DENGAN PENGGUNAAN BAHAN PEMUTIH HIDROGEN PEROKSIDA 35% PADA GIGI Permatasari, Rina
M-Dental Education and Research Journal Vol 4, No 1 (2024): M-Dental Education and Research Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perubahan warna gigi merupakan masalah estetika dan psikologis terhadap seseorang. Perubahan warna gigi dapat disebabkan oleh faktor ekstrinsik seperti makanan dan minuman yang mengandung tanin seperti jamu kunyit asam. Perawatan konservatif yang dapat digunakan untuk mengatasi perubahan warna gigi adalah bahan pemutih hidrogen peroksida 35%. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perubahan warna gigiyang disebabkan oleh konsumsi jamu kunyit asam dengan penggunaan bahan pemutih seperti hidrogen peroksida 35% pada gigi. Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik murni dengan pre and post test design. Perubahan warna lightness (“L) diukur menggunakan spektrofotometer. Sebanyak 64 sampel gigi premolar dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Tahap satu, 16 sampel gigi didiskolorasi dengan direndam dalam jamu kunyit asam selama 3 jam, 16 sampel lainnya direndam dalam akuades, kemudian seluruh sampel direndam dalam hidrogen peroksida 35% selama 1 jam. Tahap dua, 16 sampel gigi lain direndam bahan pemutih gigi selama 1 jam, 16 sampel yang gigi lain direndam dalam akuades, kemudian seluruh sampel direndam dalam larutan jamu kunyit asam selama 3 jam. Hasil Penelitian: Hidrogen peroksida 35% pada kelompok gigi kuning memiliki nilai “L lebih kecil dibanding nilai “L kelompok gigi normal (3,8411,45) (p0,05). Jamu kunyit asam pada kelompok gigi putih memiliki nilai “L lebih kecil dibandingkan nilai “L pada kelompok gigi normal (7,2210,13) (p0,05). Kesimpulan: Hidrogen peroksida 35% kurang efektif terhadap perubahan warna gigi yang diakibatkan oleh jamu kunyit asam dibandingkan dengan gigi normal. Jamu kunyit asam memberi pengaruh yang sama besarnya terhadap perubahan warna gigi setelah pemutihan gigi dan gigi yang normal.