cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT NYLON PADA BETON RINGAN DENGAN TEKNOLOGI FOAM TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS Romdhoni, Dini; Gunawan, Purnawan; Prayitno, Slamet
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.903 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37394

Abstract

Berat beton ditentukan oleh berat jenis dan volume beton itu sendiri, untuk mengurangi berat beton pada volume yang sama perlu adanya pengurangan berat jenis beton. Menurut SNI-03-2847-2002 menyatakan bahwa beton ringan adalah beton yang mengandung agregat ringan dan mempunyai berat satuan dengan kepadatan lebih kecil dari 1900 kg/m³. Kuat tekan beton ringan yang berkisar antara 1 MPa sampai 15 MPa (Husin, A. dan Setiadji, R. 2008) membuat beton ini tidak bisa digunakan sebagai beton struktural yang memiliki kuat tekan minimal 17,5 MPa. Solusi yang dilakukan adalah pembuatan beton ringan dengan teknologi foam dengan penambahan berbagai variasi kadar serat nylon. Pembuatan beton ini adalah dengan cara menambahkan foam agent yang dibuat dengan pencampuran spectafoam, harder mill (HDM), dan polymer kedalam adukan mortar kemudian ditambahkan berbagai variasi kadar serat nylon. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan dilakukan analisis secara teoritis untuk mendukung kesimpulan akhir. Benda uji berupa silinder 15 cm x 30 cm untuk pengujian modulus elastisitas, kuat tekan, dan kuat tarik belah. Alat yang digunakan untuk pengujian adalah CTM (Compression Testing Machine). Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan maksimum kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas berturut-turut sebesar 34,47% pada kadar serat 1%; 45,60% pada kadar serat 0,5%; dan 59,47% pada kadar serat 1% dibandingkan dengan beton ringan foam tanpa serat nylon.
ANALISIS POTENSI DEMAND, ABILITY TO PAY (ATP), DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) BST KORIDOR 1 DENGAN ADANYA SISTEM CONTRA FLOW DI JALAN BRIGJEN SLAMET RIYADI PADA SEKOLAH Irmalia Nursita; Budi Yulianto; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.943 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36940

Abstract

Pada tanggal 12 September 2010 Pemerintah Kota membuka Batik Solo Trans (BST) Koridor 1, selain itu membuka BST Koridor 2 yang mempunyai pendekatan dengan sistem BRT (Bus Rapid Transit). BRT (Bus Rapid Transit) adalah sebuah sistem bus yang cepat, nyaman, aman dan tepat waktu dari infrastruktur, kendaraan dan waktu. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan khususnya BST Koridor 1, maka Pemerintah Kota akan menerapkan sistem Contra Flow di Jalan Brigjen Slamet Riyadi. Salah satu fungsi lahan yang dianggap mempunyai potensi demand yang cukup besar adalah sekolah. Selain itu, BST Koridor 1 dan Koridor 2 terjadi overlap pada beberapa ruas jalan, maka perlu adanya penelitian mengenai perubahan demand BST Koridor 2 yang terjadi akibat dari perubahan rute BST Koridor 1 yang menerapkan sistem Contra Flow. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan potensi demand dan nilai ATP (Ability To Pay) dan WTP (Willingness To Pay) BST Koridor 1, dan mengetahui pengurangan demand BST Koridor 2. Data penelitian berupa data primer dan sekunder. Data primer dilakukan dengan survei di Sekolah dan survei wawancara di dalam bus BST. Informasi yang dicari dalam wawancara di sekolah mencakup tingkat penghasilan, besarnya pengeluaran untuk transportasi, persepsi calon penumpang terhadap tarif, dan kemauan responden untuk beralih dari kendaraan pribadi ke BST Koridor 1 setelah adanya sistem Contra Flow dan informasi yang dicari dalam wawancara di dalam BST Koridor 2 mencakup intensitas penggunaan bus, maksud perjalanan, asal perjalanan, tujuan perjalanan, dan kesediaan penumpang untuk beralih ke BST Koridor 1. Sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara wawancara di setiap sekolah untuk mendapatkan jumlah pelajar dan guru. Populasi guru, pelajar, dan pengantar pada sekolah yang ditinjau pada segmen Contra Flow sebesar 8415 orang.Hasil analisis menyatakan bahwa potensi demand BST Koridor 1 pada sekolah sebesar 4909 orang. Nilai ATP untuk katagori guru, pelajar, dan pengantar SD lebih besar dari WTP sebelum dan sesudah peningkatan kualitas pelayanan dan tarif yang berlaku sekarang. Nilai WTP untuk katagori guru dan pengantar kurang dari tarif yang berlaku pada saat penelitian dan ATP, sedangkan untuk katagori pelajar sudah sesuai dengan tarif yang berlaku pada saat penelitian tetapi kurang dari tarif ATP. Perubahan potensi demand BST Koridor 2 yang mau beralih ke BST Koridor 1 sebesar 37,01%.
EVALUASI KEKUATAN DAN DETAILING TULANGAN KOLOM BETON BERTULANG SESUAI SNI 2847:2013 DAN SNI 1726:2012 (STUDI KASUS : HOTEL 10 LANTAI DI SEMARANG) Nugraha, Lanjar Aji; Supardi, Supardi; Supriyadi, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.754 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36717

Abstract

Kekuatan suatu bangunan adalah ditinjau dari kemampuannya dalam menerima gaya-gaya dan beban-beban yang bekerja terhadapnya, termasuk salah satunya adalah beban gempa. Indonesia, daerah dengan tingkat resiko kegempaan tinggi mengharuskan sistem struktur yang ada memenuhi kaidah-kaidah bangunan tahan gempa yang diatur di dalam SNI 1726:2012. Kolom sebagai struktur utama bangunan memegang peranan yang sangat penting dalam bangunan tahan gempa. Adanya peraturan yang terus diperbarui mengharuskan evaluasi terhadap kekuatan dan detailing tulangan kolom bangunan yang ada perlu dilakukan sesuai dengan peraturan terbaru yaitu SNI 2847:2013. Evaluasi bangunan dilakukan menggunakan metode analisis statik ekuivalen dengan program ETABS. Berbagai macam kombinasi pembebanan gravitasi dan pembebanan gempa sesuai SNI 1726:2012 didistribusikan ke struktur bangunan. Berdasarkan hasil analisis ETABS kemudian dicari defleksi maksimum masing-masing lantai untuk mendapatkan nilai simpangan antar lantai dan didapatkan gaya dalam untuk masing-masing elemen struktur bangunan. Dari hasil tersebut dipilih kolom yang mewakili untuk dievaluasi kekuatan dan persyaratan detailing tulangannya berdasarkan SNI 2847:2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh simpangan antar tingkat untuk gedung hotel 10 lantai di Semarang memenuhi persyaratan (?) < ?a/?. Kolom eksisting memenuhi persyaratan geometri struktur kolom. Hasil perhitungan kolom disajikan dalam bentuk diagram interaksi. Untuk kondisi kolom yang dievaluasi memenuhi persyaratan kekuatan kolom karena masuk area diagram interaksi dan konsep strong column-weak beam terpenuhi dengan ?Mnc ? ?1,2Mnb. Kekuatan geser nominal (Vn) pada kolom untuk semua kondisi memenuhi persyaratan Ve < ? Vn. Persyaratan detailing tulangan memanjang kolom memenuhi syarat 0,01Ag < Ast < 0,06Ag. Persyaratan tulangan transversal yang terpasang pada lo dan di luar lo memenuhi persyaratan detailing sesuai SNI 2847:2013.
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGHUNI ( Studi Kasus Rusunawa Jurug Surakarta) Mustafa, Azhar; Sugiarto, Sugiarto
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.65 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37548

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat menuntut adanya pemenuhan kebutuhan pokok seperti perumahan. Oleh karena ketersediaan lahan permukiman yang semakin terbatas, pemerintah kota Surakarta memutuskan untuk membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan penghuni rumah susun sederhana sewa yang terletak di Jurug Surakarta, serta menganalisa hal-hal yang dibutuhkan oleh penghuni untuk memenuhi kepuasan mereka terhadap pelayanan jasa yang diberikan.Data diperoleh melalui penyebaran kuisioner dengan metode sampel acak sederhana (simple random sampling) yang ditujukan kepada para penghuni Rusunawa Jurug. Data dianalisis dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS versi 17.00 (Statisticl Product and Service Solution). Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda, dimana Y merujuk pada variabel kepuasan penghuni, variabel tangibles (X1), variabel reliability (X2),variabel responsiveness (X3), variabel assurance (X4), dan variabel empaty (X5).Hasil analisis data menunjukkan bahwa dalam uji t, variabel tangibles (X1), assurance (X4) dan variabel empaty (X5)mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan penghuni (Y), besarnya pengaruh secara parsial dari masing-masing variabel berturut-turut adalah 19,2 %, 37,9 %, dan 33,8 %. Melalui uji F ketiga variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat sebesar 74,7%. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan penghuni dipengaruhi oleh ketiga variabel tersebut sebesar 74,7%, sedangkan sisanya sebesar 25,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dipakai dalam penelitian ini. Variabel bebas yang mempunyai pengaruh paling utama dibandingkan dengan variabel bebas lainnya terhadap variabel terikat secara bersama-sama (simultan) adalah variabel assurance (jaminan) dengan nilai regresinya sebesar 37,9 %. Artinya assurance (jaminan) merupakan dimensi jasa yang paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan penghuni Rusunawa Jurug.
SELERA MASYARAKAT DALAM MENENTUKAN PERUMAHAN DI KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN METODE FUZZY-AHP Setiono Setiono; Koosdaryani Koosdaryani; Suryoto Suryoto; Nur Ulyanisa
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.995 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44178

Abstract

Keberadaan Kabupaten Sukoharjo yang merupakan daerah berkembang, dimana beberapa kegiatan perekonomian bertaraf internasional, pendidikan, layanan kesehatan dan sektor informal. Dengan kondisi demikian maka banyak para pendatang dari daerah sekitar maupun dari luar daerah yang datang dengan tujuan bekerja, sekolah, berdagang dan sebagainya. Keadaan ini di satu sisi menimbulkan masalah tempat tinggal bagi masyarakat pendatang, tetapi di sisi lain merupakan peluang pengembangan perumahan untuk menyediakan sarana hunian dengan membangun perumahan-perumahan yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui selera dan faktor yang paling mempengauhi masyarakat dalam memilih perumahan di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder yang berupa hasil dari kuisioner kepada masyarakat terkait. Peninjauan langsung terhadap kondisi terkini masing-masing perumahan serta pengkajian terhadap masing-masing faktor terpilih. Setelah data terkumpul dilakukan penilian terhadap kriteria dan kemudian penilaian terhadap alternatif dan dilakukan pembobotan. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy-AHP dengan bantuan Software Microsoft Excel 2010. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, faktor legalitas merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam memilih perumahan yaitu sebesar 33,22%. Faktor yang berpengaruh kedua yaitu faktor keamanan dan kenyamanan sebesar 24,19%, kemudian faktor lokasi sebesar 21,81%, faktor kelengkapan rumah sebesar 13,58%, dan faktor persepsi harga sebesar 7,27%.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT PADA BETON MUTU TINGGI METODE DREUX DENGAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN, PERMEABILITAS DAN PENETRASI Prayitno, Slamet; Purwanto, Purwanto; Pranata, Bangun Budi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.198 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37273

Abstract

Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, jembatan dengan bentang panjang, tower dan sebagainya. Struktur demikian membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa yang digunakan untuk menopang komponen struktur. Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat pada beton segar, maka dipilihlah bahan tambah serat bendrat yang berasal dari bahan daur ulang yang tidak bermanfaat, untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan tambah yang bertujuan meningkatkan kuat tekan beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat terhadap kuat tekan, permeabilitas dan penetrasi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan,dan 7,5 cm x 15 cm untuk uji permeabilitas dan penetrasi. Benda uji masing-masing berjumlah 4 buah untuk 1 variasi kadar penambahan serat. Persentase serat yang digunakan adalah 0%; 0,5%;1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine). Perhitungan yang digunakan adalah analisis statistik dengan regresi linear pada batas elastis beton menggunakan program Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan nilai kuat tekan, permeabilitas, dan penetrasi beton mutu tinggi setelah ditambah serat bendrat. Peningkatan paling maksimum terdapat pada kadar penambahan serat sebesar 0,9 - 1,0% dari berat beton. Nilai kuat tekan beton dengan kadar penambahan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 60,01 MPa; 66,81 MPa; 67,09 MPa; 64,54 MPa; dan 63,41 MPa. Nilai koefisien permeabilitas beton dengan kadar penambahan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 9,13.10-10 m/detik; 6,60.10-10 m/detik; 4,46.10-10 m/detik; 6,86.10-10 m/detik; dan 1,02.10-9 m/detik.Nilai penurunan penetrasi dengan persentase penambahan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 1,300 cm; 1,125 cm; 0,925 cm; 1,200 cm; dan 1,375 cm. Penambahan kadar serat sebesar 0,9 - 1,0% menghasilkan peningkatan kuat tekan, koefisien permeabilitas, dan penetrasi maksimal berturut-turut sebesar 12.52%; 45,54%; dan 7,22% dibandingkan dengan beton mutu tinggi tanpa serat.
Studi Manajemen Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan Metode HIRAC (Studi Kasus : Pada Proyek Pembangunan Apartemen Tamansari Amarta Yogyakarta) Hartono, Widi; Sugiyarto, Sugiyarto; Siwi R, Pangestuti
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.782 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i2.36508

Abstract

Angka kecelakaan kerja di Indonesia masih sangat tinggi pada tahun 2018 dari data BPJS Ketenagaan kerjaan tercatat 157.313 kasus dan pekerjaan kontruksi termasuk penyumbang tertinggi kasus kecelakaan kerja. Berdasarkan data tersebut dilakukan penelitian kenapa hal itu dapat terjadi, faktor-faktor apa saja penyebab kecelakaan kerja dan bagaimana system perencanaan dan penanggulangan kecelakaan kerja pada proyek kontruksi. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan penyebaran kuisoner yang dibagikan kepada penanggung jawab keselamatan yaitu HSE. Instrumen penelitian yang digunakan mengacu pada Form HIRAC dengan 3 tahap pengisian HIRAC yaitu identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengengendalian bahaya. Berdasarkan analisis dan pembahasan pada proyek pembangunan Apartemen Tamansari Amarta dapat disimpulkan bahwa risiko yang paling tinggi yaitu pada pekerjaan formwork slab dan pekerjaan pemasangan kolom. Upaya pengendalian yang dilakukan yakni dengan menerapkan sistem hirarki kontrol. Dimulai dengan tahap eliminasi, dilanjutkan tahap administrasi berkaitan dengan standar operasional (SOP), dan yang terakhir yaitu pemakaian alat pelindung diri (APD).
PENGARUH PENGGUNAAN AGREGAT DAUR ULANG TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON BERKINERJA TINGGI GRADE 80 Anwar Hamid, Deni; As'ad, Solihin; Safitri, Endah
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.175 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i2.37434

Abstract

There are abundant concrete waste taken from new buildings construction and demolished the old one. Most of them are not reused and dumped.This material can be recycled into new concrete aggregate by recycling waste concrete. This study aims to know the effect of the use of recycled fineaggregate as natural aggregates replacement on the compressive strength and modulus of elasticity on the high performance concrete grade 80 orminimum 80 MPa. The portion of recycled fine aggregate used was 0%, 20%, 40%, 60%, 80% and 100% of the total weight of natural fineaggregate. Specimens used were concrete cylinders form with a diameter of 7.62 cm and 15.24 cm of height. The reference concrete compressivestrength was fc '= 80 MPa. From the test results obtained that the compressive strength of reference concrete was 85.51 MPa or compatible withthe strength target. Replacement of natural fine aggregate with 20% recycled decreased the compressive strength significantly. This equals to20.97% (from 85.51 MPa to 67.58 MPa). The strength reduction then continued the next replacement 40% (fc '= 62.06 MPa), 60% (fc' =60.68 MPa), 80% (fc '= 57.92 MPa), 100% (fc' = 53.79 MPa). Modulus of elasticity of concrete also decreases following compressive strengthdrop. This equals was 0% (Ec=49,045 GPa), 20% (Ec=41,827 GPa), 40% (Ec=38,127 GPa), 60% (Ec=34,689 GPa), 80%(Ec=30,008 GPa), 100% (Ec=27,739 GPa).
PREDIKSI KEBISINGAN PADA JALAN KOLEKTOR (Studi Kasus : Jalan Monginsidi Surakarta) Dewi Handayani; Rizky Setyo Rahadi; Raden Roro Rintis Hadiani
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.593 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37069

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu masalah transportasi yang banyak dihadapi penduduk kota besar. Salah satu sumber kebisingan adalah suara yang berasal dari kendaraan yang melintas dan jumlahnya semakin lama semakin bertambah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebisingan dengan volume lalu lintas, kecepatan lalu lintas, dan jarak pengukuran kebisingan pada jalan kolektor. Lokasi penelitian berada di Jalan Monginsidi Surakarta merupakan jalan kelas III dengan fungsi jalan kolektor yang menurut MKJI 1997 termasuk jalan tipe 2 arah tak terbagi (2/2UD). Kondisi sekitar jalan adalah permukiman penduduk, lokasi pendidikan, dan rumah sakit. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survei pencatatan volume dan kecepatan kendaraan serta mencatat nilai kebisingan selama 6 jam dari pukul 06.00-12.00 pada jarak 0 - 15 meter dari tepi jalan. Metode analisis digunakan analisis regresi linear berganda dengan kebisingan (Y, dBA) sebagai variabel terikat dan variabel bebas antara lain volume lalu lintas (X1, kendaraan/jam), kecepatan sepeda motor (X2, km/jam), kecepatan kendaraan ringan (X3, km/jam), kecepatan kendaraan berat (X4, km/jam) dan jarak pengukuran kebisingan (X5, meter). Berdasarkan uji asumsi klasik, hanya variabel bebas X5 (jarak pengukuran kebisingan)yang memenuhi uji tersebut. Model persamaan dari hasil analisis regresi linear sederhana yaitu Y = 83,797 - 0,713X5 dengan nilai r2 adalah 0,858. Model tersebut berarti bahwa jarak berpengaruh terhadap kebisingan.
PREDIKSI POTENSI DAYA MINI HIDRO TAHUN 2017 BERDASARKAN DATA DEBIT PADA DAS DUKUN BETUAH DI KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Winditiatama, Sedewa; Sobriyah, Sobriyah; Setiono, Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.413 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37410

Abstract

Mini hidro dapat menjadi alternatif penting untuk dikedepankan dan dikembangkan di Indonesia, karena banyaknya sungai-sungai yang mengalir mulai dari lokasi pegunungan hingga turun ke laut tanpa termanfaatkan dengan baik. Berdasarkan hasil pengamatan pengukuran debit sesaat pada tanggal 8 juni 2013 di Air Terjun Dukun Betuah diketahui debit air yang melimpas adalah 3,102 m3/detik serta memiliki Head (tinggi jatuh air) 134,97 m dan diasumsikan efisiensi turbin adalah 0,8. Jadi dapat di hitung potensi daya yang dihasilkan adalah 3285,78 kW, sehingga dapat diklasifikaskan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) yang memiliki kisaran kapasitas daya antara 100 kW sampai dengan 5000kW. Berdasarkan hal tersebut dilakukan prediksi potensi daya yang akan di hasilkan di tahun tahun yang akan datang guna mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro. Metode penelitian ini menggunakan metode deskritif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data dari sumber atau instansi terkait sehingga pada penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder. Tahapan penelitian yang dilaksanakan dengan mempersiapkan data debit pada tahun 2000 - 2011. Untuk prediksi data debit tahun 2012-2017 menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Backpropagation dengan bantuan software Matlab. Daya listrik diestimasikan berdasarkan hasil prediksi debit tersebut. Dari hasil penelitian ini didapat prediksi potensi daya pada tahun 2012-2017. Dan dilihat peningkatan serta penurunan daya ditiap tahunnya. Daya pada tahun 2012-2017 tidak mengalami kenaikan dan penurunan secara drastis di awal bulan Januari sampai bulan Mei, kemudian mulai menurun sampai bulan Juli. Daya yang di hasilkan di bulan tersebut cukup kecil dikarenakan menurunnya debit yang mengalir. Pada bulan Agustus terjadi peningkatan daya kembali sampai bulan Desember. Hal ini dapat menjadi pertimbangan untuk menambahkan komponen penyimpan daya dengan kapasitas >1000kW untuk memenuhi kekurangan daya pada saat debit mengalami penurunan. Dengan demikian pelayanan listrik dapat dilakukan dengan stabil.