cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
REHABILITASI SALURAN DRAINASE KABUPATEN KARANGANYAR PADA SUBSISTEM SONGGORUNGGI Bayu Cahyo Sriutomo; Adi Yusuf Muttaqien; Fajar Srihandayani
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.712 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37484

Abstract

Permasalahan saluran drainase yang seringkali terjadi di daerah perkotaan juga dialami oleh Kabupaten Karanganyar. Tujuan penelitian ini untuk menentukan prioritas saluran yang akan direhabilitasi pada jaringan drainase di Subsistem Songgorunggi berdasarkan pendekatan Analytical Hierarchy Process dan mengetahui faktor yang paling mempengaruhi kinerja dan rehabilitasi sistem drainase di Subsistem Songgorunggi berdasarkan pendekatan Analytical Hierarchy Process. Kebijakan prioritas berdasarkan faktor-faktor yang berpengaruh dalam merehabilitasi saluran drainase mikro yang ada di Subsistem Songgorunggi ditujukan pada saluran primer depan SDN 3 Jaten, dengan skor tertinggi yaitu 0,167 atau 16,7 %. Berdasarkan analisis Analytical Hierarchy Process, faktor partisipasi masyarakat mempunyai peranan paling penting dalam merehabilitasi saluran drainase di Subsistem Songgorunggi dengan skor diatas 7 % karena kerusakan tidak akan bisa direhabilitasi tanpa peran dan partisipasai dari masyarakat.
Optimasi Penampang Persegi Panjang pada Elemen Balok Prategang (Studi Kasus pada Hotel Alila Surakarta) Dwieky Anugerah; Stefanus Adi Kristiawan; Edy Purwanto
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.499 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36599

Abstract

Gaya konsentris atau eksentris yang diberikan ke arah longitudinal elemen struktural sebuah beton disebut gaya prategang. Hotel Alila Surakarta memiliki elemen balok prategang yang berpenampang persegi panjang dengan dimensi balok 1 m x 3 m x 42 m. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimasikan luas penampang balok tersebut agar lebih efisien. Dari proses optimasi tersebut akan diperoleh hubungan antara parameter A (Luas Penampang), fc (Mutu Beton), dan P (Gaya Prategang). Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh dimensi penampang baru dengan nilai x1 = 1 m dan x2 = 2,6 m. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara nilai A (luas penampang) dengan fc (Mutu Beton) dan nilai A (Luas Penampang) dengan nilai P (Gaya Prategang). Berdasarkan pola optimasi tersebut, apabila nilai fc semakin besar, maka nilai A akan semakin kecil. Begitu juga pola optimasi antara nilai A dan P, apabila nilai P semakin besar, maka nilai A akan mengecil.
SIFAT- SIFAT VOLUMETRIK DARI DASPAL MODIFIKASI GETAH DAMAR, FLY ASH, MINYAK GORENG, DAN LATEKS UNTUK APLIKASI LAPANGAN DIBANDINGKAN DENGAN BENDA UJI DI LABORATORIUM Fariza, Muhammad; Djumari, Djumari; Setyawan, Ary
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.169 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36917

Abstract

Terbatasnya jumlah aspal di alam menjadi masalah karena aspal merupakan komponen penting dalam pembangunan, perbaikan maupun pemeliharaan jalan. Inovasi diperlukan untuk mengatasi kelangkaan aspal yang mungkin terjadi di masa depan. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan saat ini adalah daspal (damar aspal) yang diharapkan dapat menjadi substitusi aspal di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat volumetrik dari daspal untuk aplikasi lapangan. Sifat-sifat volumetrik yang diamati adalah densitas, porositas, rongga dalam agregat (VMA) dan rongga terisi bitumen (VFB). Penelitian ini terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu pembuatan benda uji pembanding di laboratorium, konversi job mix formula, dan aplikasi daspal di lapangan. Benda uji laboratorium dibuat dengan tujuan sebagai pembanding dari benda uji lapangan. Konversi job mix formula dilakukan dengan mengubah satuan berat pada komposisi campuran di laboratorium menjadi satuan volume di lapangan. Aplikasi daspal di lapangan dilakukan dengan menghamparkan daspal di atas lapis perkerasan jalan dan dipadatkan dengan mesin single drum roller. Dari hasil perhitungan, densitas dari laboratorium adalah sebesar 2,410 gr/cm3, sedangkan densitas dari lapangan adalah sebesar 2,179 gr/cm3, 2,199 gr/cm3, dan 2,254 gr/cm3 dengan peningkatan sebesar 0,91% - 3,45%. Porositas dari laboratorium adalah sebesar 2,371%, sedangkan porositas dari lapangan adalah sebesar 11,747%, 10,943%, dan 8,705% dengan penurunan sebesar 7,35% - 25,90%. VMA dari laboratorium sebesar 12,494%, sedangkan VMA dari lapangan adalah sebesar 20,898%, 20,177%, dan 18,171% dengan penurunan sebesar 3,45% - 13,05%. VFB dari laboratorium adalah sebesar 81,033% , sedangkan VFB dari lapangan adalah sebesar 44,654%, 46,256%, dan 53,690% dengan peningkatan sebesar 3,59% - 20,24%. Dari perbandingan antara sifat-sifat volumetrik lapangan dengan laboratorium, sifat-sfiat volumetrik laboratorium yang memenuhi persyaratan yang disyaratkan adalah densitas dan VFB, sedangkan sifat-sifat volumetrik lapangan yang memenuhi persyaratan yang disyaratkan adalah densitas dan VMA.
METODE PENELUSURAN BANJIR PADA SUNGAI DENGKENG DENGAN METODE GABUNGANO'DONNELDAN MUSKINGUM-CUNGE DAN METODE MUSKINGUM EXTENDED Naulita, Maria Anisa; Sobriyah, Sobriyah; Qomariyah, Siti
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.166 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37323

Abstract

Model penelusuranbanjirdimaksudkanuntukmengetahuihidrografaliran di suatulokasisungai.Data yang dibutuhkanpadapenelusuranbanjirmetode Muskingum adalahhidrografaliran di huludanhilir.Data tersebutdigunakanuntukmengestimasi parameter penelusuran.Permasalahan yang munculadalahketidaktersediaan data hidrografterukur di huludanhilir, sertametodeinitidakmemperhitungkanadanyaaliran lateral. Model penelusuranbanjir yang memperhitungkanadanyaaliran lateral adalah model penelusuranbanjirdenganmenggunakanMetodeGabunganO'Donneldan Muskingum-Cungedan Muskingum Extended. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikesesuaianantarahidrografaliranhasilsimulasidenganpengamatanmenggunakankeduametodetersebut.Penelitianinimerupakanpenelitian deskriptif kuantitatif. Analisis dilakukan dengan Metode Gabungan O'Donnel dan Muskingum-Cunge dan Muskingum Extended. Higrograf aliran di hulu diestimasikan dengan cara HSS Gama I. Lokasi penelitian ini adalah pada Daerah Aliran Sungai Dengkeng di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Data yang digunakan dalam analisis diperoleh dari Balai Besar Wilayah Sungai Surakarta, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Perum JasaTirta 1 Surakarta.Hasilkesesuaian model penelusuran banjir Metode Gabungan O'Donnel dan Muskingum-Cunge dengan data hasil pengamatan pada tanggal 1 Mei 2011 adalah =27,79%; =59,20% dan =22,22% sedangkanpada 20 Desember 2011 sebesar =2,82%; =69,58%; =25%. Hasil kesesuaian model penelusuran banjir dengan metode Muskingum Extendedpada tanggal 1 Mei 2011 adalahsebesar =20,86%; =15,71%; dan =62,5% sedangkanpada 20 Desember 2011 sebesar =4,49%; =67,52%; dan = 11,11%. Berdasarkan data yang ada, kedua metode tidak disarankan untuk diterapkan pada DAS Dengkeng karena hidrograf hasil simulasi dengan kedua metode tersebut memiliki perbedaan karakteristik yang sangat signifikan dengan hidrograf terukur hasil pengamatan.
PENGARUH SEDIMEN TERHADAP UMUR LAYANAN PADA TAMPUNGAN MATI (DEAD STORAGE) WADUK KRISAK DI WONOGIRI DENGAN METODE USLE (UNIVERSAL SOIL LOSSES EQUATION) Fakhrizal Arifandi; Cahyono Ikhsan
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.989 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38482

Abstract

Salah satu masalah dalam pengelolaan waduk adalah sedimentasi. Sedimen diakibatkan dari erosi, angkutan sedimen bertambah maka sedimen akan mengendap di dalam waduk dan kapasitas tampungan mati waduk akan berkurang. Kemudian umur waduk tersebut akan mengalami percepatan pengurangan layanannya. Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo merupakan salah satu DAS di Indonesia yang segera memerlukan penanganan (Joko Sutrisno, 2011). Kondisi daerah aliran sungainya Bengawan Solo sudah memprihatinkan, terutama besarnya laju erosi yang cukup tinggi serta produktivitas lahan yang dinilai semakin menurun. SUB-DAS Jlantah yang berlokasi di muara Sungai Krisak berada di dekat tempat pengambilan air Waduk Krisak, dinilai menyumbang sedimentasi terbesar yang akan sangat mengganggu operasional waduk. Selain menyebabkan sedimentasi, erosi juga akan menyebabkan berkurangnya ketebalan tanah dan berkurangnya tingkat kesuburan tanah di wilayah hulu. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pengaruh sedimen terhadap umur waduk pada tampungan mati menggunakan metode USLE. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan secara garis besar dibagi menjadi 3 tahapan pelaksanaan sebagai berikut : pengumpulan data, analisa data, kesimpulan dan saran. Data yang digunakan berupa data curah hujan jangka waktu 10 tahun antara tahun 2009 sampai 2018. Peta yang digunakan adalah Peta Tanah, Peta Topografi dan Peta Tata Guna Lahan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur serta menggunakan data yang dimiliki Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Surakarta, Balai Besar Wilayah Sungai Begawan Solo dan Jasa Tirta Wonogiri. Hasil analisis berdasarkan prediksi erosi USLE diperoleh 2.437.833,4990 ton/tahun dengan volume yang masuk pada tampungan sedimen Waduk Krisak yaitu 816.147,8068 m3/tahun dengan umur layanan 4,6 tahun.
Analisis Harga Penawaran Kontraktor pada Proses Pelelangan untuk Menda-patkan Nilai Expected Profit dengan Pemodelan Friedman, Gates, danCarr Purnamaningrum, Yuliati Indah; Sugiyarto, Sugiyarto; Setiono, Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.435 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37210

Abstract

Di dunia konstruksi proses lelang pada umumnya merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh pihak kontraktor untuk mendapatkan proyek baru. Proses ini menjadi sangat penting bagi kontraktor, karena kelangsungan hidupnya sangatlah tergantung dari berhasil atau tidaknya proses ini. Penetapan harga penawaran pelelangan (tender) ditentukan oleh berbagai pertimbangan dan terkadang hanya berdasarkan naluri bisnis.Hal ini sangatlah menentukan besar atau kecilnya keuntungan (profit) yang masih mungkin diperoleh kontraktor dan prosentase kemungkinan memenangkan proyek. Strategi penelitian yang digunakan untuk menjawab perumusan masalah penelitian ini adalah dengan strategi metode studi kasus.Metode studi kasus (case study) adalah metode penelitian tentang subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas.Subjek penelitian bisa saja saja individu, kelompok, lembaga, maupun masyarakat. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-karakter yang khas dari studi kasus, ataupun ststus individu, yang kemudian dari sifat-sifat khas tersebut akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum. Hasilpengelompokkan optimis dan pesimis berdasarkan kemungkinan menang dan berdasarkan keuntungan yang didapatkan. Semakin besar kemungkinan menang dan keuntungannya semakin optimis PT. A dalam memenangkan pelelangan dengan mark up yang diajukan menggunakan permodelan tersebut. Masing-masing model strategi penawaran, mempunyai kelebihannya sendiri-sendiri, jadi untuk menentukan model mana yang sebaiknya dipakai dalam suatu penawaran, hal ini sangat tergantung dari keadaan pesaing, dalam arti apakah pesaing mengerti model, pesaing tidak membutuhkan pekerjaan karena sudah mempunyai banyak pekerjaan, atau pesaing lagi sangat memerlukan pekerjaan.
PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI MINIPILE DAN SUMURAN MENGGUNAKAN METODE MEYERHOF, LCPC, DAN AOKI dan DE ALENCER Titin Ferryana Sugesti; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.217 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36911

Abstract

Penyelidikan di lapangan untuk menentukan kapasitas dukung tiang sangat beragam dan masing-masing metode penyelidikan memiliki beberapa formula dalam menentukan kapasitas tiang. Hal ini tergantung parameter yang didapatkan oleh pengujian tersebut, jika pengujian tersebut dilakukan sebelum pelaksanaan konstruksi dan data yang didapatkannya adalah karakteristik tanah maka pengujian ini disebut rumus statis, sedangkan pengujian yang dilakukan pada saat pelaksanaan konstruksi dan data yang didapatkan oleh pengujian tersebut berupa parameter pemancangan maka pengujian ini digolongkan pengujian beban skala penuh. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Membandingkan aplikasi Metode Meyerhof dengan Metode LCPC apabila digunakan pada jenis pondasi minipile, (2) Membandingkan aplikasi Metode Meyerhof dengan Metode Aoki dan De Alencar apabila digunakan pada jenis pondasi sumuran, (3) Membandingkan aplikasi Metode Meyerhof apabila digunakan pada jenis pondasi minipile dan sumuran. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder berupa data CPT sebanyak 15 titik data diperoleh dari beberapa proyek di daerah Surakarta. Jenis pondasi yang digunakan adalah pondasi minipile dan sumuran dan jenis tanah di lapangan diasumsikan lempung. Spesifikasi tiang yang digunakan diameter pondasi minipile & sumuran yaitu : Ø25 cm, Ø30 cm dan Ø35 cm. Berdasarkan hasil analisis kapasitas daya dukung Tanah dengan menggunakan beberapa metode yaitu Meyerhof, LCPC, dan Aoki dan De Alencar pada pondasi minipile dan sumuran didapat: (1) Perbandingan antara Metode Meyerhof dan Metode LCPC, setelah kedalaman 4 meter, ada perbedaan perilaku anatara metode Meyerhof dan metode LCPC, yaitu metode LCPC Ø25 cm menunjukkan hasil 125,07 ton, sedangkan Meyerhof Ø25 cm menunjukkan hasil 96,21 ton. (2) Perbandingan munjukkan bahwa hasil Qu (daya dukung) dari metode Meyerhof dan metode Aoki dan De Alencar menujukkan perbedaan yang signifikan, yaitu metode Aoki dan De Alencar Ø25 cm pada kedalaman 5 meter menunjukkan hasil 638,60 ton, sedangkan Meyerhof Ø25 cm menunjukkan hasil 256,73 ton. Hal ini terjadi karena banyak menggunakan faktor empirik yaitu Fb, Fs, qc(base), qc(side). (3) Perbandingan antar pondasi minipile dan sumuran menggunakan Metode Meyerhof, setelah kedalaman 4 meter, ada perbedaan perilaku antara pondasi minipile dan sumuran, yaitu pondasi sumuran Ø25 cm menunjukkan hasil 161,01 ton menunjukkan kenaikan, sedangkan minipile Ø25 cm menunjukkan hasil 96,21 ton.
Perencanaan dan Optimasi Penjadwalan Proyek Revitalisasi Masjid Al-Wustho Kota Surakarta Dengan Software Primavera 6.0 Setiono Setiono; Muji Rifai; Ranno Fachryanto
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.595 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i4.55195

Abstract

Tingkat kerumitan dan kompleksitas dalam setiap pembangunan proyek konstruksi bertambah dengan konstan, sehingga melakukan optimasi waktu dan biaya dengan alokasi sumber daya tertentu menjadi hal yang penting. Metode yang dapat berguna untuk mempercepat durasi penyelesaian proyek termasuk dengan menggunakanTime Cost Trade Off (TCTO). Pada Proyek Revitalisasi Masjid Al-Wustho Kota Surakarta, metode yang digunakan untuk mempercepat penyelesaian proyek direncanakan dengan penambahan jam kerja dan penambahan tenaga kerja. Penggunaan software Primavera 6.0 dapat memudahkan proses perencanaan dan penjadwalan. Output yang dihasilkan dari program Primavera 6.0 berupa Gantt Chart, Network Diagram, Critical Path, Resources dan lain sebagainya yang dapat digunakan dalam pengendalian proyek. Dari hasil analisis yang dilakukan diperoleh durasi proyek dengan menambah jam kerja yaitu 131 hari dengan biaya tambahan sebesar Rp 91.531.786,29 sehingga biaya proyek bertambah menjadi Rp 2.985.367.859,79. Sedangkan durasi proyek yang diperoleh dengan menambah jam kerja yaitu 114 hari dengan biaya tambah sebesar Rp 162.312.628,34 sehingga biaya proyek bertambah menjadi Rp 3.056.148.701,84. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode penambahan tenaga kerja dapat mengurangi durasi proyek dengan menambah biaya yang lebih banyak dibandingkan dengan metode penambahan jam kerja.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT PADA BETON RINGAN DENGAN TEKNOLOGI FOAM TERHADAP KUAT LENTUR, TOUGHNESS, DAN STIFFNESS Hermansyah Hermansyah; Purnawan Gunawan; Slamet Prayitno
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.545 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37418

Abstract

Beton ringan dengan teknologi foam diperoleh dengan cara mencampurkan mortar beton dengan foam agent (cairan busa). Penambahan foam agent bertujuan untuk mengurangi berat jenis. Beton ringan dengan teknologi foam kuat lentur, toughness dan stiffness lebih rendah daripada beton normal. Solusinya dengan cara menambahkan serat bendrat. Seberapa besar pengaruhnya jika ditambah serat dengan kadar 0%; 0,25%; 0,5; dan 1% . Metode yang digunakan dengan mengambil 3 sampel dari beberapa persentase. Nilai kuat lentur dengan serat bendrat sebesar 0%; 0,25%; 0,5; dan 1% yang diuji pada umur 28 hari berturut-turut adalah 104,284 t/m2; 149,216 t/m2; 151,312 t/m2; dan 161,251 t/m2, nilai maksimal kuat lentur dengan serat 1% sebesar 54,627 %. Nilai toughness berturut-turut 634 Nmm, 837,667 Nmm, 840 Nmm, dan 1052,333 Nmm, nilai toughness maksimal dengan serat 1% sebesar 65,983 %. Nilai stiffness berturut-turut 5001,647 N/mm, 7660,024 N/mm, 7995,570 N/mm dan 8087,582 N/mm, nilai stiffness maksimal dengan serat 1% sebesar 61,698 %.
STABILISASI TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI PADA INDEKS LIKUIDITAS 0 DAN 0.25 MENGGUNAKAN SEMEN Mahmood M Kalworai; Yusep Muslih Purwana; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.456 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37053

Abstract

Stabilisasi tanah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kekuatan dan memperbaiki karakteristik dari lempung plastisitas tinggi. Penelitian ini terfokus pada stabilisasi tanah menggunakan semen dengan faktor air semen (FAS) (20%, 25%, 30% dan 35%) dengan mengontrol kadar air pada indeks likuiditas (LI) 0 dan 0.25 dan variasi semen:tanah (5%, 10%, dan 15%). Pada hasil stabilisasi dilakukan perawatan selama 0, 3, 7 dan 14 hari pada keadaan tak-terendam dan terendam, kemudian dilakukan pengujian kuat tekan silinder (UCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tegangan tanah meningkat dengan meningkatnya proporsi semen:tanah dan meningkatnya masa perawatan, kemudian menurun dengan meningkatnya kadar air tanah. Ini terbukti bahwa penggunaan semen dengan variasi semen:tanah dapat meningkatkan kekuatan tanah pada tanah lempung plastisitas tinggi.