cover
Contact Name
Muhammad Andri Zuliansyah
Contact Email
m.andri.zuliansyah@uss.ac.id
Phone
+6281532636711
Journal Mail Official
m.andri.zulliansya@uss.ac.id
Editorial Address
Jl. Letnan Murod No 55 Km 5 Talang Ratu Palembang Sumatera Selatan
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
KaliAgri Journal: Jurnal Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 2774714X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal KaliAgri merupakan kumpulan dari artikel-artikel agribisnis yang diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis Universitas Sumatera Selatan dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian dosen maupun mahasiswa, jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasi sebelumnya. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juni dan Desember
Articles 48 Documents
Strategi Pengembangan Usaha Kerupuk Ikan di Air Gading Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu Endang Lastinawati
KaliAgri Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal KaliAgri
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The cracker industry is one of the food industries that has been widely known by the people in Indonesia. This study aims to formulate a strategy for developing a cracker business in OKU Regency. The study was conducted using a case study method at the Doa Ibu Fish Cracker Business. Strategy formulation was carried out using the SWOT method. The results of the study provide recommendations for the Doa Ibu cracker business development strategy consisting of: 1) SO Strategy (cracker business owners should maintain the business they run because demand is increasing and can open up good business opportunities); 2) ST Strategy (looking for opportunities that provide benefits, increasing understanding in improving the business so that production is met); 3) WO Strategy (the need for more capital can provide a developed business in the city and outside the city, and increase sales promotion); and 4) WT Strategy (cracker business owners should add employees to increase cracker production and be able to quickly sell more).
Income Analysis of Industrial Plantation Forest (HTI) Laborers as Edible-Nest Swiftlet Farmers in Sungai Batang Village, Air Sugihan District, Ogan Komering Ilir Regency Doris Saputra; Elmeizy Arafah; Yuwinti Nearti; Budi Fachrudin; Nirmala Jayanti; Ismail
KaliAgri Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal KaliAgri
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edible bird’s nest is a high-value commodity with strong export demand, which encourages the growth of swiftlet farming as an alternative livelihood in rural areas. This study aims to analyze the income level of Industrial Plantation Forest (HTI) laborers who operate edible-nest swiftlet farming in Sungai Batang Village, Air Sugihan District, Ogan Komering Ilir Regency. A case study method was applied from November 2018 to March 2019 involving 10 respondents (census). Income analysis was conducted by calculating production costs, total revenue, net income from swiftlet farming, and total household income (swiftlet income plus HTI wage income). The results show that average annual revenue from swiftlet farming reached IDR 33,220,000 with total production cost of IDR 14,832,067, producing a net income of IDR 18,387,933/year. Meanwhile, HTI labor income was IDR 11,500,000/year. Therefore, total household income amounted to IDR 29,887,933/year. These findings confirm that swiftlet farming contributes dominantly to household income structure and serves as an effective rural income diversification strategy.
Analisis Korelasi Atribut dengan Keputusan Pembelian Konsumen Jamu Tradisional di Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu Endang Lastinawati
KaliAgri Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal KaliAgri
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamu is a health drink inherited from culture and natural resources that is consumed to this day. This study aims to analyze the relationship between herbal medicine attributes and consumer purchasing decisions in Baturaja, Ogan Komering Ulu Regency. The study used a survey method, by taking a sample of 25 herbal medicine consumers incidentally. The results showed that there was a fairly strong correlation between herbal medicine packaging and consumer decisions to purchase herbal medicine, a very strong correlation between efficacy and the decision to purchase herbal medicine, a very weak correlation between herbal medicine taste and the decision to purchase herbal medicine, a very weak correlation between the product's expiration date and the decision to purchase herbal medicine, and a very weak correlation between safety and the decision to purchase herbal medicine. Further research is expected to be conducted, especially related to the causal relationship between consumers consuming herbal medicine, so that it can provide a comprehensive contribution to the preservation of traditional herbal medicine.
Analisis Peran Penyuluh Pertanian pada Usahatani Jagung di Desa Batumarta I Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu Windi Lestari; Endang Lastinawati; Henny Rosmawati; Doris Saputra; Livia Vinota; Nirmala Jayanti; Alis Marlena
KaliAgri Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal KaliAgri Juni 2026
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan usahatani melalui fungsi sebagai fasilitator, inovator, motivator, dinamisator, dan edukator. Efektivitas pelaksanaan peran tersebut menjadi faktor yang menentukan keberhasilan kegiatan penyuluhan di tingkat petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh pertanian pada usahatani jagung di Desa Batumarta I, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Penelitian menggunakan metode survei dengan lokasi penelitian yang ditentukan secara purposive. Responden berjumlah 45 petani jagung yang dipilih dari tiga kelompok tani. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dengan metode skoring menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian secara keseluruhan berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata sebesar 15,72. Peran penyuluh sebagai fasilitator memperoleh skor 17,35 (sangat tinggi), motivator 17,16 (sangat tinggi), dan edukator 17,51 (sangat tinggi). Sementara itu, peran sebagai inovator memperoleh skor 13,25 (sedang) dan dinamisator 13,34 (sedang). Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluh telah berperan secara optimal dalam memfasilitasi, memotivasi, dan meningkatkan pengetahuan petani, namun masih diperlukan penguatan peran sebagai inovator dan dinamisator agar adopsi inovasi pertanian serta penguatan dinamika kelompok tani dapat berjalan lebih efektif.
Dampak COVID-19 terhadap Keuntungan Usaha Kuliner Bakso di Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Tirani Lubis; Endang Lastinawati; Putri Ayu Ogari
KaliAgri Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal KaliAgri Juni 2026
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agricultural extension workers play a vital role in supporting the development of farming systems throughtheir functions as facilitators, innovators, motivators, group mobilizers, and educators. The effective implementation of these roles is essential for enhancing the success of agricultural extension services at the farmer level. This study aimed to analyze the role of agricultural extension workers in corn (Zea mays L.) farming in Batumarta I Village, Lubuk Raja District, Ogan Komering Ulu Regency. A survey method was employed, and the research site was purposively selected. The respondents consisted of 45 corn farmers from three farmer groups. Data were collected through structured interviews using a questionnaire and analyzed descriptively using a Likert-scale scoring approach. The findings revealed that the overall role of agricultural extension workers was categorized as high, with an average score of 15.72. The roles as facilitators, motivators, and educators achieved scores of 17.35 (very high), 17.16 (very high), and 17.51 (very high), respectively. Meanwhile, the roles as innovators and group mobilizers obtained scores of 13.25 (moderate) and 13.34 (moderate), respectively. These findings indicate that agricultural extension workers have effectively facilitated farming activities, motivated farmers, and enhanced farmers' knowledge and capacity. However, strengthening their roles as innovators and group mobilizers is necessary to promote the adoption of agricultural innovations and improve the effectiveness of farmer group development
Efektivitas Manajemen Rantai Pasok Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Fase Main Nursery di Pusat Penelitian Karet Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Muhammad Wahyu Wardhana; Elmeizy Arafah; Budi Fachrudin
KaliAgri Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal KaliAgri Juni 2026
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pembibitan kelapa sawit, khususnya pada fase main nursery. Dalam praktiknya, masih sering ditemukan kendala seperti ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi produksi, keterlambatan distribusi, serta perbedaan kualitas bibit. Kondisi ini dapat menimbulkan pemborosan biaya dan menurunkan mutu bibit, sehingga diperlukan evaluasi manajemen rantai pasok yang lebih terarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas manajemen rantai pasok bibit kelapa sawit pada fase main nursery dengan menggunakan Metode Supply Chain Operations Reference (SCOR). Penilaian dilakukan pada lima proses utama, yaitu plan, source, make, deliver, dan return, untuk mengetahui bagian mana yang sudah berjalan baik dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki. Penelitian dilaksanakan di Pusat Penelitian Karet Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, pada saat kegiatan operasional main nursery berlangsung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada pihak yang terlibat dalam kegiatan rantai pasok. Sampel dipilih secara purposive, kemudian data dianalisis berdasarkan indikator manajemen Metode SCOR dengan menggunakan nilai rata-rata dan skala penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen rantai pasok pada fase main nursery sudah berjalan, tetapi belum sepenuhnya efisien. Pada tahap perencanaan masih terdapat ketidakseimbangan antara kebutuhan dan produksi. Pada tahap pengadaan, penyediaan input produksi belum selalu tepat waktu. Pada tahap pengelolaan, standar pemeliharaan yang belum seragam memengaruhi kualitas bibit. Pada tahap distribusi, ketepatan waktu pengiriman masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, pada tahap pengembalian, penanganan bibit yang tidak layak belum tertata dengan baik. Kesimpulannya, efektivitas rantai pasok bibit kelapa sawit pada fase main nursery masih perlu ditingkatkan melalui koordinasi yang lebih baik, sistem kerja yang lebih terintegrasi, dan penerapan indikator manajemen yang jelas. Metode SCOR terbukti membantu dalam menilai manajemen setiap proses dan menentukan prioritas perbaikan.
Analisis Strategi Pemasaran Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Fase Main Nursery Di Pusat Penelitian Karet Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Ami Febiola; Budi Fachrudin; Yuwinti Nearti; Doris Saputra
KaliAgri Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal KaliAgri Juni 2026
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan strategi pemasaran yang efektif dalam meningkatkan daya saing bibit kelapa sawit pada fase main nursery. Meskipun Pusat Penelitian Karet Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin menghasilkan bibit kelapa sawit unggul dan bersertifikat, masih terdapat beberapa kendala dalam kegiatan pemasaran, seperti promosi yang belum optimal, pemanfaatan media digital yang masih terbatas, distribusi yang belum maksimal, serta persaingan dengan perusahaan swasta. Kondisi tersebut menyebabkan potensi pemasaran bibit belum dimanfaatkan secara optimal sehingga diperlukan strategi pemasaran yang tepat berdasarkan bauran pemasaran (marketing mix) dan analisis SWOT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam penerapan strategi pemasaran bibit kelapa sawit serta menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan di Pusat Penelitian Karet Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin. Penelitian dilaksanakan di Pusat Penelitian Karet Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh (sensus) sebanyak 14 responden yang seluruhnya merupakan tenaga pemasaran. Analisis data dilakukan menggunakan skala Likert, analisis bauran pemasaran (produk, harga, distribusi, dan promosi), serta analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran bibit kelapa sawit pada Pusat Penelitian Karet Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin telah diterapkan dengan baik melalui penyediaan bibit unggul bersertifikat, penetapan harga yang kompetitif, sistem distribusi kepada petani dan perusahaan perkebunan, serta kegiatan promosi melalui seminar, pameran, sosialisasi, dan media digital. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang perlu diperbaiki, antara lain keterbatasan promosi digital, distribusi yang belum optimal, jumlah tenaga pemasaran yang masih terbatas, serta tingginya persaingan dengan perusahaan swasta. Berdasarkan hasil analisis SWOT, posisi strategi berada pada Kuadran I (Strategi SO) sehingga lembaga memiliki kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk menangkap peluang pasar melalui peningkatan promosi digital, perluasan jaringan distribusi, peningkatan kualitas pelayanan, dan optimalisasi pemanfaatan keunggulan bibit bersertifikat.
Analisis Pendapatan Usahatani Padi di Desa Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas Asiyah Maharani; Maya Hukjana; Aldi Saputra; Vera Octalia; Ira Primalasari; Gita Reva
KaliAgri Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal KaliAgri Juni 2026
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kegiatan pertanian yang sangat penting untuk meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan ketahanan pangan daerah adalah pertanian padi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan, penerimaan, dan biaya produksi petani padi sawah di Desa Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas. Pengambilan sampel purposif terhadap 20 produsen beras digunakan dalam metode penelitian deskriptif kuantitatif. Kuesioner, wawancara, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Berdasarkan temuan penelitian, rata-rata pendapatan setiap musim tanam adalah Rp 11.503.750, sedangkan rata-rata biaya produksi adalah Rp 5.003.902. Tiap musim tanam, petani rata-rata mendapat penghasilan sebesar Rp6.499.848. Temuan ini menunjukkan bahwa produksi padi di Desa Mardiharjo masih ekonomis dan bermanfaat. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi, khususnya dalam penggunaan tenaga kerja dan sarana produksi.