cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 599 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN FOKUS BELAJAR MELALUI TERAPI BERMAIN COLOR MEMORY CHALLENGE PADA DIFABEL INTELEKTUAL Elfitri, Devy Dilla; Mutiara Zahra, Isni; Assyifa, Kaisa; Royani, Nadya Ma’lufatul Fuadya; Falah, Nailul
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i1.2477

Abstract

Kids with intellectual disabilities struggle with cognitive skills like focus, visual memory, and following directions. As a result, their learning experiences are not as effective as they could be, which calls for better support. Past studies and experiences have indicated that engaging in play therapy, particularly through color games, may enhance the concentration and memory of children with special needs. The purpose of this activity is to heighten the visual memory focus of students with moderate intellectual disabilities at SLB-C Dharma Rena Ring Putra II by using the Color Memory Challenge game. This game includes tasks such as sorting, watching, remembering, and retrieving color patterns with the help of colored cups and balls.ABSTRAKAnak-anak dengan disabilitas intelektual menghadapi tantangan dalam kemampuan kognitif mereka, termasuk perhatian, memori visual, dan mengikuti instruksi. Dengan begitu, proses belajar mereka tidak dapat berjalan maksimal, sehingga diperlukan intervensi yang tepat. Penelitian dan praktik sebelumnya menunjukkan bahwa terapi bermain, seperti permainan warna, dapat meningkatkan konsentrasi dan memori anak-anak berkebutuhan khusus. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki fokus memori visual siswa tunagrahita sedang di SLB-C Dharma Rena Ring Putra II melalui permainan Color Memory Challenge, yang melibatkan penyusunan, pengamatan, pengingatan, dan pengembalian urutan warna menggunakan gelas dan bola berwarna. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang mencakup observasi, persiapan, pelaksanaan kegiatan, pemantauan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan dalam perhatian siswa, kemampuan untuk mengingat urutan warna melalui pengulangan, serta kemampuan untuk mengikuti instruksi dengan lebih terstruktur, yang mengindikasikan bahwa memori visual mereka ter stimulus. Maka, dapat disimpulkan bahwa Color Memory Challenge adalah bentuk stimulasi kognitif yang sederhana, menyenangkan, dan efektif untuk siswa tunagrahita sedang.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bank Sampah Sebagai Strategi Pengelolaan Sampah Dan Peningkatan Ekonomi Rolia, Eva; Sutanto, Agus; Wibawa, Fajri Arif; Ramalida, Farida; Arifin, Faisal Nur; Angelita, Gita; Utami, Intan; Akbar Bayhaqi, Muhammad Fiqih; Putri, Herlisa Hafizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2590

Abstract

Community empowerment through the Waste Bank program in Rejoagung Village aims to address waste management issues while creating environmentally based economic opportunities. This community service program aims to analyze the impact of the establishment of a Waste Bank on community economic empowerment, especially women, through processing waste into value-added products. The implementation method of the service is in 3 (three) stages: the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The results of the service show that the Waste Bank program has succeeded in increasing community environmental awareness, strengthening institutional capacity, and providing economic opportunities through recycled products such as handicrafts. Training in technical, managerial, and product marketing skills also plays a role in increasing family income, especially for members of the Family Welfare Movement (PKK) and the Women's Farmers Group (KWT). In conclusion, the success of the Waste Bank program in Rejoagung Village shows great potential in environmentally based economic empowerment, but strengthening management and marketing capacity is needed to ensure the program's sustainability.ABSTRAKPemberdayaan masyarakat melalui program Bank Sampah di Desa Rejoagung bertujuan untuk mengatasi masalah pengelolaan sampah sekaligus menciptakan peluang ekonomi berbasis lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembentukan Bank Sampah terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan, melalui pengolahan sampah menjadi produk bernilai tambah. Metode pelaksanaan pengabdian yakni dengan 3 (tiga) tahapan yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program Bank Sampah berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta memberikan peluang ekonomi melalui produk daur ulang seperti kerajinan tangan. Pelatihan keterampilan teknis, manajerial, dan pemasaran produk turut berperan dalam meningkatkan pendapatan keluarga, terutama bagi anggota PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Kesimpulannya, keberhasilan program Bank Sampah di Desa Rejoagung menunjukkan potensi besar dalam pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan, namun diperlukan penguatan kapasitas pengelolaan dan pemasaran untuk memastikan keberlanjutan program.
PENGEMBANGAN CITA-CITA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA POHON KARIR PADA DIFABEL GRAHITA DI SLB DHARMA RANARING Fahriyan, Muhammad Atnan; Rivai, Arfan Maulana; Santoso, Andika Bimo; Khoir, Nailan; Anwar, Moh Khoerul
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i1.2517

Abstract

Career planning is an essential component of student development, particularly for learners with mild intellectual disabilities who require concrete, structured, and visually based instructional approaches. This community engagement program was implemented at SLB Dharma Ranaring in response to students’ limited understanding of abstract career concepts and the lack of appropriate learning media. The purpose of the program was to introduce basic career concepts, support students in expressing their career aspirations, and enhance learning engagement through simple visual activities. The method involved an initial assessment to identify students’ abilities, delivery of material using occupational visual aids, guided writing of career choices, and placing their work on a Career Tree as a symbolic representation of their goals. The results indicate improvement in students’ understanding of common occupations, their ability to articulate choices in writing, and increased active participation throughout the session. The Career Tree media effectively supported students in visualizing future goals in a clear and enjoyable way. Overall, the program successfully met its intended objectives and contributed positively to the development of foundational career-planning skills among students with mild intellectual disabilities.ABSTRAKPerencanaan karir menjadi aspek penting dalam perkembangan peserta didik, termasuk bagi siswa tunagrahita ringan yang membutuhkan pendekatan pembelajaran konkret, visual, dan terstruktur. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SLB Dharma Ranaring sebagai respons terhadap keterbatasan siswa dalam memahami konsep cita-cita secara abstrak dan minimnya media pembelajaran yang sesuai. Tujuan program adalah memperkenalkan konsep dasar cita-cita, membantu siswa mengekspresikan pilihan profesi, serta meningkatkan keterlibatan mereka melalui aktivitas visual yang sederhana. Metode pelaksanaan mencakup asesmen awal untuk memetakan kemampuan siswa, penyampaian materi melalui media gambar profesi, kegiatan menulis cita-cita, dan penempelan hasil karya pada media Pohon Karir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap jenis pekerjaan, kemampuan mengungkapkan pilihan secara tertulis, serta partisipasi yang lebih aktif selama proses berlangsung. Media Pohon Karir juga terbukti efektif dalam membantu siswa memvisualisasikan tujuan masa depan secara lebih jelas dan menyenangkan. Secara keseluruhan, kegiatan ini mencapai tujuan yang ditetapkan dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan keterampilan perencanaan karir dasar pada siswa tunagrahita ringan.
Ecofuture pemberdayaan Ibu PKK Desa Loru Berbasis Zero Waste melalui pengelolaan Jagung Dwijayanto, I Made Rio; Salsabilah, Inayah; Pratiwi, Aning; Arifin, Ferdi; Sarita M.N, Najwa
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2189

Abstract

Corn production in Sigi Regency, Central Sulawesi, generates a large amount of agricultural waste in the form of corn cobs, husks, and silk. This condition prompted the EcoFuture-PKM PM community service program in Loru Village. The aim of this program is to improve the knowledge and skills of PKK women in processing corn waste based on the Zero Waste principle. With 15 PKK group members as the main partners, the activities took place over four months at the Loru Village Hall. A participatory descriptive approach was used, allowing participants to be involved in all stages of the program, from planning to evaluation. This method enabled the program to provide participants with practical knowledge and skills so that they could develop sustainable corn waste management practices. The results of the activity showed that participants gained a better understanding of waste management and learned how to make corn silk tea, herbal powder, aromatherapy candles, and corn husk crafts from cobs. The participants' response was very positive, with active participation and a desire to continue production on their own. Additionally, this program raises community awareness about environmental issues and offers opportunities to establish small businesses based on agricultural waste. The results of the activity show that the objectives of community service can be achieved by improving participants' skills and awareness of the Zero Waste principle in utilizing corn waste sustainably.ABSTRAKProduksi jagung di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah menghasilkan limbah pertanian yang sangat besar berupa tongkol, kulit, dan rambut jagung. Kondisi ini mendorong program pengabdian EcoFuture-PKM PM di Desa Loru. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu-Ibu PKK dalam pengolahan limbah jagung berdasarkan prinsip Zero Waste. Dengan mitra utama 15 peserta kelompok PKK, kegiatan berlangsung selama empat bulan di Balai Desa Loru. Dalam proses ini, pendekatan deskriptif partisipatif digunakan, yang memungkinkan peserta berpartisipasi dalam semua tahapan program, dari perencanaan hingga evaluasi. Metode ini memungkinkan program memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada peserta sehingga mereka dapat membangun perilaku pengelolaan limbah jagung yang berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta lebih memahami pengelolaan limbah dan belajar membuat teh rambut jagung, bedak herbal, lilin aromaterapi, dan kerajinan kulit jagung dari tongkol. Respon peserta sangat positif, dengan partisipasi aktif dan keinginan untuk melanjutkan produksi sendiri. Selain itu, program ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah lingkungan dan menawarkan peluang untuk mendirikan usaha kecil berbasis limbah pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tujuan pengabdian dapat dicapai melalui peningkatan kemampuan peserta dan kesadaran tentang prinsip Zero Waste dalam memanfaatkan limbah jagung secara berkelanjutan.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN TERINTEGRASI PADA UMKM AYAM KOSEK & KOPI TURKI DI ERA DIGITAL Hasan, Golan; Deryyn, Deryyn; Heriyanto, Heriyanto; Frederika, Rendy; Hudana, Hudana; Chadric, Felix
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2521

Abstract

The rapid growth of digital technology has encouraged Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to optimize more effective and integrated marketing communication strategies. This study highlights the importance of implementing Integrated Marketing Communication (IMC) to build brand awareness and enhance customer loyalty amid increasing market competition. The purpose of this research is to analyze the implementation of integrated marketing communication management applied by Ayam Kosek Kopi Turki, an MSME located in Batam. The literature review indicates that IMC consists of key elements such as advertising, sales promotion, public relations, direct marketing, and personal selling, all of which must operate synergistically to achieve communication effectiveness. This research employs a descriptive qualitative method using a case study approach. Data were collected through observation of promotional activities, informal interviews, and documentation of social media content. The findings are expected to provide insights into how MSMEs integrate multiple communication channels to strengthen brand image and enhance customer engagement in the digital era.ABSTRAKPerkembangan teknologi digital telah mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengoptimalkan strategi komunikasi pemasaran yang lebih efektif dan terintegrasi. Penelitian ini berangkat dari pentingnya penerapan Integrated Marketing Communication (IMC) dalam membangun kesadaran merek dan meningkatkan loyalitas pelanggan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan manajemen komunikasi pemasaran terintegrasi yang dilakukan oleh UMKM Ayam Kosek Kopi Turki di Batam. Kajian pustaka menunjukkan bahwa IMC mencakup elemen utama seperti periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, pemasaran langsung, dan personal selling yang harus berjalan secara sinergis untuk mencapai efektivitas komunikasi. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas promosi, wawancara informal, dan dokumentasi konten media sosial. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai bagaimana UMKM mengintegrasikan berbagai saluran komunikasi untuk memperkuat citra dan meningkatkan interaksi pelanggan di era digital.
Menanam Harapan di Era Globalisasi: Implementasi Inovasi Budidaya Ikan Lele dan Sawi di Galon sebagai Solusi Ketahanan Pangan Lokal di Desa Urutsewu, Ampel, Boyolali Nugroho, Muhammad Faisal; Kaka Satria, Muhammad Ibrahim; Khalifah, Muhammad Khusnul; Bilal Ramadhan, Muhammad Najwan; Nimah, Rodhotun
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2571

Abstract

Food security issues are increasingly pressing in the era of globalization, particularly in rural communities facing limited land and unstable food access, thus affecting family nutritional adequacy. This community service activity aims to introduce a simple and cost-effective innovation through integrated catfish and mustard greens cultivation using used gallon containers as an alternative solution to improve local food security in Urutsewu Village, Ampel District, Boyolali Regency. The methods applied included delivering basic food security materials, introducing the concept of integrated cultivation, and direct demonstrations covering the preparation of planting media, system installation, and the introduction of fish and vegetable seeds, accompanied by participatory practices. The results showed that despite the limited time, participants experienced increased understanding and practical skills in starting household-scale cultivation. The community was able to follow each stage of the process and demonstrated readiness to utilize available space at home as a productive food source. In conclusion, the implementation of gallon-based catfish and mustard greens cultivation provides a practical and accessible basis for increasing family food self-sufficiency and has the potential for further development through ongoing mentoring.ABSTRAKPermasalahan ketahanan pangan semakin mendesak di era globalisasi, khususnya pada masyarakat pedesaan yang menghadapi keterbatasan lahan dan akses pangan yang tidak stabil, sehingga memengaruhi kecukupan gizi keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi sederhana dan hemat biaya melalui budidaya terpadu ikan lele dan sayur sawi menggunakan wadah galon bekas sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal di Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Metode yang diterapkan meliputi penyampaian materi dasar ketahanan pangan, pengenalan konsep budidaya terpadu, serta demonstrasi langsung meliputi persiapan media tanam, pemasangan sistem, dan introduksi benih ikan dan bibit sayuran, disertai praktik partisipatif. Hasil menunjukkan bahwa meskipun pelaksanaan terbatas dalam waktu, peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan praktis dalam memulai budidaya skala rumah tangga. Masyarakat dapat mengikuti setiap tahap proses dan menunjukkan kesiapan memanfaatkan ruang yang tersedia di rumah sebagai sumber pangan produktif. Kesimpulannya, penerapan budidaya ikan lele dan sawi berbasis galon memberikan dasar yang praktis dan mudah diakses untuk meningkatkan kemandirian pangan keluarga, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui pendampingan berkelanjutan.
Program Pengabdian Pendidikan Agama Islam dan Bakti Sosial untuk Pembinaan Spiritual Warga Binaan di Lapas Perempuan III Mataram Urifah, Dewi; Hasanah, Niswatun; Rodliyatun, Mushbihah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i2.753

Abstract

This research focuses on the importance of the Islamic religious education and social service devotion programs in nurturing the spiritual well-being of female inmates at Lapas Perempuan III Mataram. This institution is the only female correctional facility in West Nusa Tenggara, committed to establishing a corruption-free integrity zone. Inmates at this facility face various complex challenges, including the loss of dual roles as mothers, wives, and family members, compounded by social stigma that exacerbates their mental and psychological conditions. These conditions necessitate a holistic approach integrating religious education and social service activities to support their rehabilitation and social reintegration processes. The service program combines Islamic religious education discussions and social service activities as its main methods. The discussions on Islamic religious education are designed to enhance the religious knowledge of Muslim inmates, address their concerns, and provide moral support. Additionally, social service activities such as the distribution of Friday Alms packages help alleviate the material burdens of inmates and strengthen relationships between them and prison staff. This combination of methods is expected to provide comprehensive support encompassing spiritual, emotional, and material aspects, thereby creating a more conducive environment for the rehabilitation and social reintegration of female inmates at Lapas Perempuan III Mataram.
PELATIHAN DESIGN THINKING DALAM MENDORONG INOVASI DAN KEWIRAUSAHAAN PADA GENERASI Z Lantana, Dhieka Avrilia; Fauziah, Fauziah; Harjanti, Trinugi Wira; Waluyo, Tri; Khaerunisa, Istiana Avrilia; Mahara, Puan Avrilia; Rosa, Nur Syabila; Lantemona, Aldhi Chrystofel; Aljufri, Lamya Hasyim; Rizkiani, Jauza Anindita
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i2.2745

Abstract

The increasingly competitive economic environment requires young people to develop innovative mindsets and adaptive entrepreneurial skills. However, many adolescents who can create business products still lack a systematic approach to identifying customer needs and designing appropriate solutions. Design thinking serves as a strategic approach to fostering critical, creative, and problem-solving mindsets in entrepreneurship. This program aims to enhance Gen Z’s understanding of innovation and entrepreneurship through design thinking training. The method involves interactive sessions including lectures, case studies, and discussions, with evaluation using pre-test and post-test. The results show an increase in the average score from 47.2 to 79.2, representing a gain of 32 points (67.8%). This indicates improved understanding of empathize, define, ideate, prototype, and test stages. Design thinking training is effective in strengthening conceptual understanding and fostering an entrepreneurial mindset among Gen Z. ABSTRAKPerkembangan ekonomi yang kompetitif menuntut generasi muda memiliki pola pikir inovatif dan kemampuan kewirausahaan yang adaptif. Namun, banyak remaja yang mampu membuat produk usaha belum memahami pendekatan sistematis dalam mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan merancang solusi yang tepat. Design thinking menjadi pendekatan strategis untuk membangun pola pikir kritis, kreatif, dan problem-solving dalam kewirausahaan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman inovasi dan kewirausahaan pada Generasi Z melalui pelatihan design thinking. Metode yang digunakan berupa pelatihan interaktif melalui pemaparan materi, studi kasus, dan diskusi, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 47.2 menjadi 79.2 atau naik 32 poin (67.8%). Hal ini menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pelatihan design thinking efektif dalam memperkuat pemahaman konseptual dan membangun mindset kewirausahaan Generasi Z.
MEMBANGUN KESADARAN MAHASISWA/I TENTANG KEBERSIHAN LINGKUNGAN DENGAN PENGELOLAHAN SAMPAH BERBASIS EDUKASI Lumbantobing, Arthur
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.2778

Abstract

Therefore, this Community Service (PKM) initiative aims to build environmental cleanliness awareness through education-based waste management among students at STGH HKBP Sipoholon. This PKM utilizes the Participatory Action Research (PAR) approach, a method that prioritizes the community as the subject throughout the entire process, from problem identification to the implementation of alternatives. The activity stages began with a preparation phase involving field observations, discussions, and the identification of core problems related to waste management. Problem mapping and priority setting revealed that low awareness of waste sorting and management was the primary issue. The implementation phase included waste management education, the provision of sorted trash bins, community cleaning activities (kerja bakti), as well as practices in simple waste sorting and recycling. The final stage was conducted through participatory evaluation to assess community involvement and behavioral changes toward waste management in the campus environment. These activities increased student knowledge about waste sorting, and a collective awareness was formed through independent waste management groups. Education-based waste management is effective in building sustainable student awareness and behavior. This model can be replicated at other campuses to support environmental education curricula. Consequently, this activity contributes to forming collective awareness, strengthening social concern, and instilling a clean, healthy, and sustainable culture within the STGH HKBP Sipoholon environment.ABSTRAKPengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan membangun kesadaran kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis edukasi di kalangan mahasiswa STGH HKBP. PKM ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yaitu metode pendekatan yang memprioritaskan masyarakat sebagai subjek dalam seluruh proses kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga implementasi alternatif Tahapan kegiatan diawali dengan tahap persiapan melalui observasi lapangan, diskusi, dan pengidentifikasian permasalahan utama terkait pengelolaan sampah, pemetaan masalah, dan penentuan prioritas yang menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran pemilahan dan pengelolaan sampah menjadi isu utama. Tahap pelaksanaan meliputi edukasi pengelolaan sampah, penyediaan sarana tempat sampah terpilah, kegiatan kerja bakti, serta praktik pemilahan dan daur ulang sederhana. Tahap akhir dilakukan melalui evaluasi partisipatif untuk menilai keterlibatan dan perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang pemilahan sampah dan kesadaran kolektif terbentuk melalui kelompok pengelola sampah mandiri. Pengelolaan sampah berbasis edukasi efektif dalam  membangun kesadaran dan perilaku berkelanjutan mahasiswa. Model ini dapat direplikasi di kampus lain untuk mendukung kurikulum pendidikan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi membentuk kesadaran kolektif, memperkuat kepedulian sosial, serta menanamkan budaya bersih, sehat, dan berkelanjutan di lingkungan STGH HKBP Sipoholon. 

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue