cover
Contact Name
Adhar Arifuddin
Contact Email
healthytadulako@gmail.com
Phone
+6285242303103
Journal Mail Official
healthytadulako@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta KM.9, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako , Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, 94148
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako)
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 24078441     EISSN : 25020749     DOI : https://doi.org/10.22487
Core Subject : Health,
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) merupakan media komunikasi dan publikasi ilmiah di bidang ilmu kesehatan yang diterbitkan oleh Unit Penjaminan Mutu Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako yang. Jurnal ini terbit secara berkala 4 kali dalam setahun (Januari, April, Juli dan Oktober). Jurnal Tadulako Sehat diterbitkan pertama kali pada tahun 2015. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) menerima dan menerbitkan artikel penelitian, tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kedokteran dan kesehatan.
Articles 393 Documents
THE MANY-FACET RASCH MODEL IN THE ANALYSIS OF INSTRUMENTS MEASURING TEACHERS' ATTITUDES TOWARDS EARTHQUAKE DISASTER PREPAREDNESS IN INDONESIA Arifuddin, Hikmayanti; Arismunandar, Arismunandar; Arifuddin, Adhar; Nur, A Fahira; Arifuddin, Hidayanti; Rahman, Abd
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i1.1266

Abstract

Materials and Methods: This study employed a survey research design with an exploratory quantitative approach using Many-Facet Rasch Model (MFRN) analysis. The data used for the analysis of the assessment instrument measuring teachers' attitudes towards earthquake disaster preparedness in schools were field data obtained from a survey conducted by three raters assessing 33 elementary school teachers in Palu City. The instrument consisted of 20 items, resulting in a total of 1980 collected data points. Results: The item reliability value was 0.94, indicating that the instrument's quality falls within the "excellent" criteria with a high level of reliability. However, the analysis results indicated that some items assessing teachers' attitudes towards earthquake disaster preparedness in schools had a high level of difficulty. This suggests the need for further examination of disaster preparedness topics in specific areas that teachers may not be adequately prepared for. There was a significant variation in teachers' abilities to answer the instrument's items, highlighting the necessity for a more differentiated approach. Teachers with lower abilities should receive additional assistance and support to ensure that they can also enhance their preparedness.
REFEEDING SYNDROME DALAM PENATALAKSANAAN ANAK DENGAN GIZI BURUK: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA Felicia, Clarissa; Priambodo, Winres Sapto
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1275

Abstract

Pendahuluan: Refeeding syndrome (RFS) merupakan serangkaian perubahan metabolik dan elektrolit yang terjadi sebagai akibat dari peningkatan pemberian kalori secara agresif setelah periode ketiadaan asupan kalori pada pasien kurang gizi berat. Kondisi ini dapat dijumpai pada berbagai lingkup usia, tidak terkecuali anak-anak. Insidensi RFS mencapai 15% pada balita dengan malnutrisi berat akut. Tujuan: Tinjauan ini bertujuan untuk memberikan referensi terbaru RFS khususnya di bidang pediatri guna memberikan pemahaman yang komprehensif, sehingga kondisi ini diharapkan dapat lebih cepat diprediksi dan dikelola di masa mendatang. Metode: Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan database seperti PubMed, Cochrane Library, dan Science Direct dengan kata kunci “sindrom refeeding”, “komplikasi”, “terapi”, “malnutrisi” dan “gizi buruk”. Hasil: Refeeding syndrome merupakan suatu kondisi fatal yang berpotensi mengancam jiwa. Malnutrisi akut dan kronis merupakan faktor risiko yang khas. Namun, RFS dapat dicegah dengan memperkenalkan kembali makanan secara bertahap sesuai dengan fase penyakit, sebagaimana yang tertuang dalam program Sepuluh Langkah Tatalaksana Gizi Buruk. Kesimpulan: Secara keseluruhan, RFS adalah kondisi yang serius tetapi dapat dicegah yang dapat dikelola dengan pemantauan penuh dan perawatan terkontrol. Kesadaran akan kemungkinan RFS dan identifikasi pasien yang berisiko sangat penting, karena komplikasi metabolik dari gangguan ini dapat dihindari dengan penanganan yang tepat.
PENERAPAN REVISED TRAUMA SCORE UNTUK MENILAI MORTALITAS PADA PASIEN TRAUMA:SYSTEMATIC REVIEW sari, afifah laksmita; inayah, lutfi arofatul; faozi, ekan
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1276

Abstract

Trauma merupakan penyebab terbesar ketiga kematian dan kecacatan. Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab cedera akibat. Adapun berbagai macam jenis trauma salah satunya adalah trauma kepala. Beberapa langkah yang cukup penting untuk mencegah kematian pasien trauma Salah satu alat untuk mengukur tingkat keparahan trauma pada pasien trauma yaitu Revised Trauma Score (RTS). Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui penerapan penilaian Revised Trauma Score (RTS) terhadap nilai mortalitas pada pasien trauma, serta untuk menentukan kecocokan alat RTS jika digunakan di IGD. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan mencari jurnal pada database Pubmed, Sciencedirect dan willey online dalam kurun waktu 2021-2023. Desain jurnal mengacu pada desain eksperimental atau percobaan langsung kepada responden dengan tindakan keperawatan secara langsung,full-text. Hasil dari review ini adalah RTS dibuktikan memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menilai mortalitas pasien dengan trauma, termasuk didalamnya penilaian GCS, tekanan darah dan laju pernapasan.
EFEK KESEHATAN BAKTERI ASAM LAKTAT ASIDOFILIK YANG TERDAPAT PADA MAKANAN: REVIEW Nova, Bastian; Wardi, Epi Supri
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1286

Abstract

Kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan telah meningkatkan minat global terhadap bakteri asam laktat (BAL) asidofilik. Mengingat manfaat baru yang telah diberikan oleh mikroorganisme probiotik dalam beberapa tahun terakhir, percepatan dalam upaya untuk mengidentifikasi BAL asidofilik probiotik baru, efisien, dan menjanjikan tidaklah mengherankan. Salah satu upaya ini adalah untuk menentukan senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh BAL asidofilik yang terdapat pada makanan. Tinjauan literatur sebelumnya belum mengerucutkan pembahasan terhadap senyawa-senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh BAL asidofilik sebagai salah satu kelompok bakteri asam laktat. Oleh karena itu, tinjauan ini memberikan perhatian pada aspek-aspek yang kurang dikenal dari BAL asidofilik yang terdapat pada makanan dan senyawa yang mereka lepaskan, menjelaskan pertanyaan-pertanyaan penting yang belum terjawab, serta membahas efek kesehatan yang dapat BAL asidofilik tersebut berikan.
PEMETAAN RISIKO KEJADIAN DIFTERI DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Septia, Nyayu; Utama, Feranita
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1294

Abstract

Difteri merupakan penyakit menular yang dapat menimbulkan KLB/Wabah. Salah satu respon terhadap KLB/Wabah berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2020-2024 adalah dengan melakukan pemetaan risiko. Provinsi Sumatera Selatan adalah provinsi dengan daerah kabupaten/kota yang memiliki ketiga kategori risiko penyakit difteri: rendah, sedang, dan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan risiko dan nilai indikator penilaian risiko difteri di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kabupaten/kota yang berisiko tinggi difteri adalah Kabupaten Banyuasin, yang berisiko sedang difteri adalah Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kota Pagar Alam, dan Kota Palembang. Sedangkan kabupaten/kota lain berisiko rendah difteri. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan indikator ancaman, kerentanan, dan kapasitas difteri di Provinsi Sumatera Selatan didominasi abai dan rendah sehingga diketahui rata-rata Provinsi Sumatera Selatan memiliki risiko rendah terhadap penyakit difteri. Pemerintah Sumatera Selatan dapat meningkatkan kapasitas seperti meningkatkan ketersediaan anti difteri serum, meningkatkan kapasitas laboratorium dan rumah sakit, serta meminimalisir kerentanan sebagai bentuk antisipasi terhadap kejadian penyakit difteri di Provinsi Sumatera Selatan.
PARTISIPASI SUAMI DALAM KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI INDONESIA: SYSTEMATIC REVIEW Alwi, M. Akbar; Hamzah, Hadzmawaty; Ningsih, Nining Ade; Mahfudah, Ulfah
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1295

Abstract

Maternal Mortality Rate is an indicator of public health status. Maternal death can be prevented by maximizing antenatal care (ANC) visits.Participation of husband is very important to assist pregnant women access ANC. The aim of this study was to determine the factors that influence husbands' involvement in antenatal care visits. This research is a systematic review by searching literaturs on Google Scholar based on the purpose of this research. The articles selected in this research are articles published in 2015-2023. The resuls of this study revealed that husband and wife's age, husband and wife's education, husband and wife's occupation, income, knowledge, pregnancy status, area of residence, social status/wealth, and parity are factors that influence husbands' participation in ANC visits. Based on the results of this research, it is necessary to provide information to husbands regarding the benefits of ANC and the importance of carrying out ANC as an effort to prevent maternal death.
HUBUNGAN TUMOR BUDDING DENGAN KEJADIAN METASTASIS KELENJAR GETAH BENING PADA PENDERITA ADENOKARSINOMA KOLOREKTAL: HUBUNGAN TUMOR BUDDING DENGAN KEJADIAN METASTASIS KELENJAR GETAH BENING ADENOKARSINOMA KOLOREKTAL Hutasoit, Gina Andyka; Miskad, Upik Anderiani; Cangara, Muhammad Husni; Wahid, Syarifuddin; Achmad, Djumadi; Tawali, Suryani
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1324

Abstract

ABSTRAK Adenokarsinoma kolorektal adalah karsinoma yang ditemukan pada kolon dan/atau rektum. Salah satu gambaran histopatologi yang penting pada adenokarsinoma kolorektal adalah tumor budding. Tumor budding adalah adanya sel tumor tunggal atau kelompok kecil hingga empat sel dalam stroma tumor. Keberadaan entitas tumor budding terkait dengan invasi limfovaskular dan metastasis pada kelenjar getah bening. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tumor budding dengan kejadian metastasis kelenjar getah bening pada penderita adenokarsinoma kolorektal di Makassar tahun 2021-2023. Metode penelitian adalah observasi analitik dengan desain cross sectional. Enam puluh empat sampel diperiksa menggunakan mikroskop cahaya Olympus CX-43 dan dianalisis statistik dengan uji Chi-square menggunakan SPSS 27. Dari 64 sampel, terdapat sampel low grade tumor budding tanpa metastasis kelenjar getah bening sebanyak 10 sampel (90,9%) dan dengan metastasis kelenjar getah bening sebanyak 1 sampel (9,1%). Sampel intermediate grade tumor budding tanpa metastasis kelenjar getah bening sebanyak 18 sampel (75,0%) dan dengan metastasis kelenjar getah bening sebanyak 6 sampel (25,0%). Sedangkan sampel high grade tumor budding tanpa metastasis kelenjar getah bening sebanyak 13 sampel (44,8%) dan positif metastasis kelenjar getah bening sebanyak 16 sampel (55,2%). Terdapat hubungan yang bermakna antara tumor budding dengan kejadian metastasis kelenjar getah bening pada adenokarsinoma kolorektal (p=0,009).
FAKTOR- FAKTOR RISIKO KEMATIAN IBU DI BEBERAPA NEGARA BERKEMBANG “LITERATURE REVIEW” Putu, Ayu Pratiwi; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Pramatama, Siwi
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1356

Abstract

ABSTRAK Tingkat kematian ibu di setiap negara sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, yang menunjukkan bahwa faktor risiko yang memengaruhi kematian ibu tidak seragam di setiap wilayah. Tujuan kajian literature ini ingin mengetahui factor resiko kematian ibu di beberapa wilayah negara berkembang. Metode Penelitian dilakukan dengan mereview artikel yang dipilih dengan search engine melalui Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect dengan memasukan kata kunci factor resiko,kematian ibu,negara berkembang dan asia. Proses pencarian hingga pengeksklusian artikel- artikel yang digunakan untuk review literatur ini menggunakan metode PRISMA. Artikel penelitian yang dipublikasikan diambil mulai dari tahun 2016-2023. Hasil literature review menunjukkan 10 artikel membahas resiko kematian ibu di negara Indonesia, Ethiopia, Timor Leste, Nigeria, Afrika Selatan, Nepal, Srilanka, India, Myanmar. Negara dengan Maternal Mortality Ratio yang lebih tinggi (Nigeria: 2,085/100.000) kelahiran hidup umumnya menghadapi tantangan yang lebih besar dalam penanganan kesehatan ibu, seperti akses terbatas ke layanan kesehatan yang berkualitas, kurangnya kesadaran akan pentingnya perawatan maternal,dan faktor sosio-ekonomi yang mempengaruhi akses dan kualitas perawatan kesehatan. Sedangkan negara dengan Maternal Mortality Ratio yang lebih rendah ( Sri Lanka: 30,2/100.000 kelahiran hidup) cenderung memiliki sistem kesehatan yang lebih baik,akses yang lebih baik ke layanan kesehatan,dan tingkat kesadaran yang lebih tinggi dalam masyarakat tentang pentingnya perawatan maternal.
PENGARUH MEROKOK ELEKTRIK TERHADAP PENYAKIT LAMBUNG : LITERATURE REVIEW Nurhamidah, Syifa; Sophia, Popi; Astuti, Ayu Prameswari Kusuma
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1379

Abstract

Rokok elektrik atau vape diluncurkan sebagai izin dari rokok konvensional. Namun, seiring berjalannya waktu pro dan kontra dari rokok elektrik bermunculan. Baik dari penggunaan rokok elektriknya ataupun dampaknya. Pengguna rokok elektrik di Indonesia terdiri dari berbagai kalangan usia. Anak-anak sampai dengan kelompok dewasa tercatat sudah mulai menggunakan rokok elektrik. Penggunaan rokok elektrik tersebut sangat mempengaruhi. Tinjauan sistematis dilakukan untuk mendapatkan data yang lebih akurat terkait dampak rokok elektrik terhadap penyakit lambung. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan kata kunci Rokok Elektrik, Rokok Elektrik, Vaping, Gastritis dan GERD. Cakupan artikel yang dipilih terbitan pada tahun 2019-2024. Hasil penelitian diperoleh 4 artikel penelitian, dimana diperoleh 3 artikel yang menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan rokok elektrik dengan penyakit lambung. Dan 1 artikel menunjukkan hasil penggunaan vape hanya nikotin, kemungkinan memiliki gejala gastrointestinal yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak pernah menggunakan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu rokok elektrik tidak memiliki pengaruh terhadap penyakit lambung seperti GERD. Meski demikian, adanya tanda gejala pada sistem pencernaan sebagai manifestasi klinis penyakit lambung harus tetap diwaspadai. Untuk selanjutnya diperlukan adanya penelitian lanjutan mengenai rokok elektrik pada penyakit lambung dengan desain penelitian yang berbeda.
MOTIVASI DAN KOMITMEN TIM PENDAMPING KELUARGA TERHADAP KINERJA PENDAMPINGAN KELUARGA BERESIKO STUNTING Suryani, Sri
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i3.1385

Abstract

Tim Pendamping keluarga (TPK) dibentuk untuk melakukan serangkaian kegiatan pendampungan mulai dari calon pengantin hingga anak usia 59 bulan. Provinsi Lampung merupakan salah satu dari 100 Kota/Kabupaten yang dintervensi untuk program Percepatan Pencegahan Stunting melalui TPK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja tim pendamping keluarga dalam pendampingan keluarga beresiko stunting. Penelitian kuantitatif dengan rancangan survey analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Desa Negararatu Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 30 responden, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui google form. Analisa bivariat yang digunakan yaitu Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi Tim pendamping keluarga sebagian besar dikategorikan sedang, komitmen responden sebagian besar rendah, dan kinerja responden paling banyak dikategorikan optimal. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi terhadap kinerja tim pendamping keluarga dan ada hubungan yang signifikan antara komitmen terhadap kinerja tim pendamping keluarga dalam pendampingan keluarga beresiko stunting. Hasil penelitian ini dapat digunakan agar rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap komponen tugas pokok dan fungsi yang tidak pernah dilakukan