cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardichristian@gmail.com
Phone
+6281213076611
Journal Mail Official
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Komplek House of Glory Belakang Ruko Eden Park, Taman Baloi, Batam Kota, Batam City, 29432 Kec. Batam Kota, Kotamadaya Batam, Kepulauan Riau.
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Real Coster
ISSN : -     EISSN : 28076044     DOI : -
Real Coster : Journal of Community Service receives all articles regarding Community Service reports from lecturers, both within the Batam Real Theological College, as well as other Christian religious colleges.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 72 Documents
Pemuridan Warga Gereja dalam Membentuk Penatalayanan Gereja Misi di BCM Ipoh - Perak Joni Manumpak Parulian Gultom; Timotius Togatorop; Candra Gunawan Simanjuntak; Alexander Djuang Papay; Daniel Agustin; Irfan Feriando Simanjuntak
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2: September 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.369 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v2i2.124

Abstract

The stewardship of mission churches abroad is urgent and cannot be waiting. BCM Perak as a Local Church in Malaysia stands as a form of outreach to the souls of the Indonesian Migrant Workers who work there, requiring servants of God and leaders who can be relied on them. That is related to the limited number of ministers and leaders of the local church who can speak Indonesian. However, the local congregation, mostly Indonesian workers, does not have sufficient capacity and capability to serve and lead. The local mission church lacks ministers in almost all of its existing ministries. Discipleship is a strategic step to give birth to new Christian ministers and leaders with strategies for discipleship and mentoring of local churches. So that the church does not experience service stagnation and can still be a forum for continuous congregational faith development. This research is using the descriptive qualitative method. The purpose of this paper is to provide encouragement and longing for church members to take burdened in taking part in the stewardship of the local church maximally and continuously. The results obtained are an increase in the general number of God's servants as much as 45% of the existing number by looking at the effectiveness and efficiency of stewardship in the local church. AbstrakPenatalayan gereja misi di luar negeri adalah sangat urgen dan tidak dapat ditunda. BCM Perak sebagai Gereja Lokal di Malaysia berdiri sebagai bentuk penjangkauan jiwa jiwa dari Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di sana memerlukan para pelayan Tuhan dan pemimpin pemimpin yang bisa di andalkan. Hal ini berkaitan dengan sangat terbatasnya sekali para pelayan dan pemimpin dari gereja lokal yang memang bisa berbahasa Indonesia. Namun warga gereja yang sebagian besar di isi oleh tenaga kerja Indonesia yang bekerja tidak cukup mempunyai kapasitas dan kapabilitas yang memadai untuk bisa melayani dan juga memimpin. Gereja misi lokal kekurangan pelayan Tuhan hampir diseluruh bagian penatalayan yang ada. Pemuridan adalah menjadi langkah yang strategis untuk dapat melahirkan pelayan dan pemimpin Kristen yang baru strategi pemuridan dan mentoring gereja lokal sehingga gereja tidak mengalami stagnasi pelayanan dan tetap dapat menjadi wadah untuk pembinaan iman jemaat secara kontinyu. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tujuan dari paper ini adalah untuk memberikan dorongan dan kerinduan bagi warga gereja untuk terbeban dalam mengambil bagian dari penatalayanan gereja lokal secara maksimal dan terus berlangsung secara kontinyu. Hasil yang sudah dapat dilihat adalah terjadi peningkatan secara umum jumlah pelayanan Tuhan sebanyak 45% dari jumlah yang ada dengan melihat efektifitas dan efisiensi penatalayanan yang ada dalam gereja lokal. 
PkM Pendampingan dan Pengabdian Masyarakat Terdampak Gempa dan Tsunami Di Wilayah Sulawesi Tengah Fransiskus Irwan Widjaja; Daniel Ginting; Ronald Sianipar; Sabar M Hutagalung; Winson Simmamora; Benteng MM Purba
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1: Maret 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.919 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v2i1.115

Abstract

Indonesia is part of the Ring of Fire region, an area filled with volcanoes. One of the biggest disasters in 2018 was the earthquake, Liquidfaksi and Tsunami in the Central Sulawesi area. The earthquake and tsunami covered Palu City and Donggala Regency, Parigi Moutong Regency, Sigi Regency, Central Sulawesi Province. The lack of volunteers and the large number of victims moved the PKM STT real to go directly to the handling of victims of the earthquake and tsunami. As well as serving the affected communities who live in tents and are separated from their extended family, the community which results in high levels of stress. The community service team provides assistance and provides short solutions. Insights on Pastoral Counseling Services, Healing Inner Wounds, Trauma, Praying, serving the sick, building temporary houses, sending PAK teachers and Alumni to teach at the earthquake site. Access to information is still lacking, making the PKM team prepare short observations and research to distribute assistance and services as needed. The purpose of the activity is to provide understanding, knowledge and assistance. Volunteer groups in carrying out practices and activities to help friends in refugee camps together with other institutions. The implementation method for this community service program is assisting families and helping the learning of children who cannot go to school. From the results of the evaluation with the PKM team, training and mentoring activities are very useful because in addition to knowing the level of stress, it helps to overcome social problems that are affected and how to handle them.AbstrakIndonesia bagian dari wilayah rings of Fire, daerah yang di penuhi gunung api. Salah bencana yang terbesar di tahun 2018 adalah gempa bumi, Liquidfaksi dan Tsunami di daerah Sulawesi Tengah. Gempa dan tsunami meliputi Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, provinsi Sulawesi Tengah. Minimnya relawan dan banyaknya korban menggerakkan PKM STT real untuk terjun langsung untuk penanganan korban gempa dan tsunami. Serta melayani masyarakat terdampat yang tinggal di tenda tenda dan terpisah dari keluarga besar, masyarakat yang mengakibatkan tingginya tingkat stress. Team pengabdian masyarakat melakukan pendampingan dan memberi solusi solusi singkat. Wawasan mengenai Pelayanan Pastoral Konseling, Penyembuhan Luka Batin, Trauma, Mendoakan, melayani yang sakit, membangun rumah sementara, mengutus guru guru PAK dan Alumni untuk mengajar di lokasi gempa. Akses informasi yang masih kurang, membuat team PKM mempersiapkan pengamatan dan penelitian singkat untuk menyalurkan bantuan dan pelayanan sesuai yang dibutuhkan. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan bantuan. Kelompok relawan dalam melakukan praktek dan aktivitas membantu teman teman di pengungsian Bersama sama dengan Lembaga lainnya. Metode pelaksanaan pada program pengabdian masyarakat ini, yaitu pendampingan keluarga keluarga dan membantu pembelajaran anak anak yang tidak dapat sekolah. Dari hasil evaluasi dengan team PKM, pelatihan dan pendampingan kegiatan sangat berguna karena selain mengetahui tingkat stress, membantu mengatasi masalah masalah social yang terdampak dan penanganannya.
Aksi Sosial Real Care Bagi Masyrakat Terdampak Malnutrisi di Kabupaten Asmat Fransiskus Irwan Widjaja; Daniel Ginting; Ronald Sianipar; Sabar Hutagalung; Winson Simmamora; Benteng MM Purba; Ardi Lahagu; Evan Dongoran; Candra Gunawan Marisi
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2: Septermber 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.388 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v1i2.105

Abstract

Papua, one of the richest provinces in Indonesia, contributes the most taxes, but Papua is one of the poorest regions in Indonesia with a low Human Development index. Indicators can be seen from the level of Education and the level of Health. One of the biggest humanitarian disasters in Papua's history in 2018 was the case of malnutrition in Asmat District, in Nakai village, Pulau Tiga District, and Agats City. The lack of volunteers and a large number of victims moved the PKM STT Real Batam in collaboration with volunteer doctors from GBI Myhome Tanjungpinang to go directly to help deal with malnutrition and other health treatments, as well as serve the community. The implementation method in this community service program, namely direct treatment and providing counseling, assistance to families who pay less attention to health. From the results of the evaluation with the PKM team, going directly to see the conditions and mentoring activities is very useful because, in addition to knowing the level of public health and helping to provide vitamins, vitamins, and other supplements, the theme also provides counseling, helps overcome social problems affected and their handling. Abstrak Papua, salah satu propinsi terkaya di Indonesia yang menyumbang pajak terbesar, tetapi Papua adalah salah satu daerah termiskin di Indonesia dengan indeks Pembangunan manusia yang rendah. Indikator dapat dilihat dari tingkat Pendidikan dan tingkat Kesehatan. Salah satu bencana kemanusiaan yang terbesar dalam sejarah Papua di tahun 2018 adalah kasus gizi buruk di Kab Asmat, di kampung Nakai Distrik Pulau tiga dan Kota Agats. Minimnya relawan dan banyakknya korban menggerakkan PKM STT Real Batam yang menggandeng dokter relawan dari GBI Myhome Tanjungpinang untuk terjun langsung untuk membantu penanganan gizi buruk dan pengobatan kesehatan lainnya, serta melayani masyarakat. Metode pelaksanaan pada program pengabdian masyarakat ini, yaitu pengobatan langsung dan memberi penyuluhan, pendampingan keluarga keluarga yang kurang memperhatikan Kesehatan. Dari hasil evaluasi dengan team PKM, turun langsung melihat kondisi dan pendampingan kegiatan sangat berguna karena selain mengetahui tingkat Kesehatan masyarakat dan membantu memberi vitamin vitamin dan supplement lainnya, tema juga memberi penyuluhan, membantu mengatasi masalah masalah social yang terdampak dan penanganannya. 
Pendampingan dan Strategi Guru dalam Menumbuhkan Semangat Belajar Anak Sekolah Minggu Melalui Metode Bermain dan Bernyanyi di Pulau Teluk Nipah Selvyen Sophia; Rini Sumanti Sapalakkai; Dewi Lidya S; Irfan Feriando Simanjuntak; Septerianus Waruwu
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4359.636 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v5i1.168

Abstract

The Sunday school teacher is God's partner in educating Sunday school children, regarding Christian Religious Education for which he has a responsibility, to seek the salvation of the souls of every student in his class. For this reason, Sunday school teachers need to foster children's enthusiasm in learning God's Word, so that the children's spiritual growth process is well accommodated. But often what happens is the lack of attention from the children so that it becomes an obstacle in conveying God's Word. So Sunday school teachers need to do a strategy for this. One of the Sunday school teacher strategies to foster children's enthusiasm in learning God's Word used in this article, is by playing and singing methods. The purpose of this service is to foster children's enthusiasm for learning by bringing children to know Jesus as Savior, and making children able to have noble character according to the teachings of Christ. By teaching songs, making games, and giving gift packages to children, it is hoped that children can participate in these learning activities and can absorb every story of God's Word that is preached by the Sunday school teacher.Keywords: learning; played; sing; Sunday school teacher; strategy; Nipah Bay Island AbstrakGuru sekolah minggu merupakan mitra Allah dalam mendidik anak sekolah minggu, mengenai Pendidikan Agama Kristen yang mana ia memiliki tanggungjawab, untuk mengusahakan keselamatan jiwa setiap murid yang ada di dalam kelasnya. Untuk itulah, guru sekolah minggu perlu menumbuhkan semangat anak dalam belajar Firman Tuhan, dengan begitu proses pertumbuhan rohani anak-anak terakomodasi dengan baik. Namun seringkali yang terjadi adalah kurangnya perhatian dari anak-anak sehingga menjadi penghambat dalam menyampaikan Firman Tuhan. Maka guru sekolah minggu perlu melakukan strategi akan hal tersebut. Salah satu strategi guru sekolah minggu untuk menumbuhkan semangat anak dalam belajar Firman Tuhan yang dipakai dalam artikel ini, yaitu dengan metode bermain dan bernyanyi. Tujuan dari pengabdian ini adalah menumbuhkan semangat anak belajar dengan membawa anak-anak mengenal Yesus sebagai Juruselamat, serta menjadikan anak-anak dapat berakhlak mulia sesuai dengan ajaran Kristus. Dengan mengajarkan lagu, membuat games, dan pemberian paket hadiah kepada anak, diharapkan anak dapat berpartisipasi dalam kegiatan belajar tersebut serta dapat menyerap setiap cerita Firman Tuhan yang diberitakan oleh guru sekolah minggu.Kata kunci: belajar; bermain; bernyanyi; guru sekolah minggu; strategi; pulau Teluk Nipah 
Pembinaan Mahasiswa Mengantisipasi Krisis Identitas Diri di STT Real Batam Fredy Simanjuntak; Delfi Delfi; David Martinus Gulo; Messy Causa Primay; Yosepin Koreanti Hutabarat; Debora Agustina Ratu
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1: Maret 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.064 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v4i1.96

Abstract

Self-identity in a Christian perspective is very vital, especially in student life. A good self-identity is a process that is continuously formed through correct self-understanding. Individuals who do not have a good understanding of themselves will have the potential to experience an identity crisis which leads to being unable to accept themselves, difficult to realize the advantages and disadvantages that exist in themselves. Students are often a group that is quite vulnerable to experiencing a character crisis caused by a mistaken recognition of self-identity. This journal was compiled using descriptive qualitative methods. This paper aims to provide moral and psychological encouragement through fostering students so that they can understand their identity as followers of Christ. The results of this activity can be felt by students of STT Real Batam reaching 75%. This can be seen in the activities and behaviour of students both in the campus environment, dormitories and churches where they minister.Crisis, Self-Identity, STT Real BatamAbstrakIdentitas diri dalam perspektif kekristenan sangatlah vital, terutama pada kehidupan mahasiswa. Identitas diri yang baik adalah proses yang dibentuk terus melalui pemahaman diri yang benar. Individu yang tidak memiliki pemahaman yang baik mengenai dirinya, akan berpotensi mengalami krisis identitas yang berujung pada tidak mampu menerima diri sendiri, sulit menyadari keunggulan maupun kekurangan yang ada pada dirinya. Mahasiswa kerap menjadi kelompok yang cukup rentan mengalami krisis karakter yang disebabkan oleh pengenalan yang keliru akan identitas diri. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Paper ini bertujuan untuk memberi dorongan secara moral dan psikologi lewat pembinaan mahasiswa supaya dapat memahami identitas dirinya sebagai pengikut Kristus. Hasil dari kegiatan ini dapat dirasakan oleh mahasiswa STT Real batam mencapai 75%. Hal ini nampak pada aktifitas dan perilaku mahasiswa baik di lingkungan kampus, asrama maupun gereja di mana mereka melayani
Sosialisasi Pemahaman Perceraian Dalam Pernikahan Kristen Bagi Mahasiswa Teologi Vicky BGD Paat; Masroni Masroni; Maniur Orlando Nainggolan; Boy Joko Prawira Naibaho; Samuel Gultom; Rickki Setia Budi Situmeang
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2: September 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.671 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v2i2.129

Abstract

The family is an institution built by God Himself through a marriage, therefore this is a noble thing, which is given by God to humans. Genesis 1:28 records that God blessed Adam and Eve before they were commanded to reproduce. Therefore, marriage must be carried out by a man and a woman on the basis of harmony, of one heart, of agreement, full of love, trusting one another, and relying on God's grace. Marriage must not be carried out by trial and error, damaged by lack of wisdom, insulted or defiled; marriage should be respected and upheld by fearing the Lord and remembering God's purpose in marriage. Matthew 19 concludes because of that, what God has joined together, man should not separate. This truth is proof that God actually builds families and blesses with the aim that households on earth live according to God's plan, namely carrying out God's mission on this earth. AbstrakKeluarga adalah lembaga yang dibangun oleh Allah sendiri melalui sebuah pernikahan, oleh karenanya hal ini adalah mulia, yang dikaruniakan Tuhan kepada manusia. Kejadian 1:28 mencatat bahwa Tuhan memberkati Adam dan Hawa sebelum mereka diperintahkan untuk beranak cucu. Oleh karenanya pernikahan harus dilakukan oleh laki-laki dan perempuan dengan dasar rukun, sehati, setujuan, penuh kasih sayang, percaya seorang akan yang lain, dan bersandar kepada kasih karunia Tuhan. Pernikahan tidak boleh dilakukan dengan coba-coba, dirusak oleh karena kurang bijaksana, dinista atau dinajiskan; pernikahan harus dihormati dan dijunjung tinggi dengan takut akan Tuhan serta mengingat tujuan Allah dalam pernikahan. Dalam Matius 19 menyimpulkan karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. Kebenaran tersebut menjadi bukti bahwa Allah secara nyata membangun keluarga dan memberkati dengan tujuan agar rumah tangga dibumi hidup dalam rencana Allah yaitu melaksanakan misi Allah atas bumi ini.
Sosialisasi “Sadar, Tangani dan Terima Cerebral Palsy” bagi Keluarga Kristen di Persekutuan Pelayanan Anak Istimewa (PAKIS) Batam Irfan Feriando Simanjuntak1; Dewi Lidya S.; Desetina Harefa; Rini Sumanti; Ester Debora Siburian; Yolenta Erika
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1: Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/rcj.v3i1.120

Abstract

Cerebral Palsy (CP) is a condition of brain damage or disorder that causes a person to have impaired movement. Under certain conditions, the situation can also interfere with the ability to hear, see, taste and speak, even mentally. It generally occurs in children or is a condition that is present at birth. From 1000 births, there is a 1-5 chance of a child being born with CP. With this fact, parents need to be made aware, nurtured and assisted in dealing with, especially if they have children with such conditions. For this reason, this socialization activity aims to raise awareness and provide knowledge about what CP is and how to deal with it, including giving spiritual advice to the parents. The activity was given to Christian families in the Special Children's Service Association (Persekutuan Anak Istimewa-PAKIS) of Batam, all of whom are parents with children with disabilities. The result of this community service is the delivery of material about CP and its handlers in the form of physical therapy including spiritual advice. The results of this socialization are useful so that parents in the PAKIS fellowship can increase their knowledge, insight, experience and motivation in dealing with such conditions.AbstrakCerebral Palsy (CP) merupakan kondisi gangguan otak yang menyebabkan seseorang terganggu gerakannya. Dalam kondisi tertentu, keadaan ini bisa juga mengganggu kemampuan mendengar, melihat, mengecap dan berbicara, bahkan juga mengganggu mental. Hal ini umumnya terjadi pada anak-anak atau merupakan kondisi yang dibawa sejak lahir. Dari 1000 kelahiran, ada 1-5 kemungkinan anak terlahir dengan CP. Dengan fakta tersebut, para orang tua perlu disadarkan, dibina dan dibantu dalam menghadapi dan menangani, jika memiliki anak dengan kondisi demikian. Atas hal tersebut, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menyadarkan dan memberikan pengetahuan tentang apa itu CP dan bagaimana penanganannya, termasuk juga memberi siraman rohani terhadap para orang tua tersebut. Kegiatan sosialisasi ini diberikan kepada keluarga-keluarga Kristen dalam Persekutuan Pelayanan Anak Istimewa (PAKIS) yang ada di pulau Batam yang kesemuanya merupakan orang tua dengan anak disabilitas. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adaah penyampaian materi tentang CP dan penangannya dalam bentuk terapi fisik termasuk siraman rohani. Hasil dari sosialisasi ini bermanfaat sehingga para orangtua dalam persekutuan PAKIS bisa meningkat pengetahuan, wawasan, pengalaman dan motivasi dalam menghadapi kondisi-kondisi demikian.
Edukasi Pernikahan Masyarakat Kristen Dalam Pencegahan Perceraian Mangiring Tua Togatorop; Mitra Binariang Lase; Rima Kurnia; Desi Rante Padang; Ester Situmorang; Megawati Pelle; Elfrida Elena Br Silaban
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1: Maret 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.617 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v2i1.111

Abstract

As for the purpose of this study is to provide insights that are truly in accordance with the values of the Christian Faith regarding marriage so that divorce among the Christian community can be prevented. Marriage education is not sufficient only from understanding the customs alone, but it is much more important from the point of view of the Bible or the Teachings of God. Therefore marriage itself is the oldest institution in the world and also the first institution established by Allah on earth. Therefore it is very important for the Christian community to have the correct education about marriage so that divorce as early as possible can be prevented. By using qualitative analysis methods and collecting data sources by digging them from library books, as well as questionnaires that have determined the necessary data in accordance with Christian Community Marriage Education in Divorce Prevention. Based on the results collected, it was made that with the correct Marriage Education that can be applied by every family regarding the marriage they build, Christian Community marriages will be prevented from divorce.AbstrakAdapun yang menjadi tujuan dari Penelitian ini untuk memberikan pemahaman-pemahaman yang benar sesuai dengan nilai-nilai Iman Kristen tentang pernikahan sedingga perceraian dikalangan masyarakat Kristen dapat dicegah. Edukasi pernikahan tidak cukup hanya dari pemahaman adat istiadat semata, melainkan jauh lebih penting dilihat dari sudut pandang Alkitab atau Ajaran Tuhan. Karena pernikahan itu sendiri merupakan lembaga tertua di dunia dan juga merupak lembaga pertama yang dibentuk oleh Alllah dibumi. Oleh sebab itu sangat penting sekali bagi masyarakat Kristen untuk memiliki edukasi yang benar tentang pernikahan sehingga perceraian sedini mungkin akan dapat dicegah. Dengan memakai metode analisis kualitatif dan mengumpulkan sumber-sumber data dengan menggalinya dari buku-buku pustaka, serta menyebarkan kuisioner yang sudah ditentukan data-data yang diperlukan yang sesuai dengan Edukasi Pernikahan Masyarakat Kristen Dalam Pencegahan Perceraian.  berdasarkan hasil yang sudah dikumpulkan maka dibuatlah kesimpulan bahwa dengan adanya Edukasi Pernikahan yang benar dan dapat dipahami oleh setiap keluarga tentang pernikahan yang mereka bangun, maka pernikahan Masyarakat Kristen akan dapat dicegah dari perceraian.
Membangun Spiritualitas Kristen Warga Binaan di Lapas Umum Kelas II A Tanjungpinang Fredy Simanjuntak; Candra Gunawan Marisi; Ardianto Lahagu; Benteng M. M. Purba; Agustinus Sihombing
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 1: Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.468 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v1i1.101

Abstract

Spirituality is the value or understanding possessed by humans in behaving with one another, even their relationship with God which is influenced by the environment, experience and knowledge. Every human being has Spirituality in him, and spirituality affects both individual behaviour in society or other individuals. The Indonesian state by law certainly has the goal of creating good community conditions in the midst of society. The state wants the assisted citizens or Correctional Institution communities to receive guidance in order to create this good condition. However, this wish has not been carried out properly, due to a lack of experts. So how does Christianity view this? Certainly the question will arise as well what should be done to bring the assisted people from living the wrong way to the right direction by cultivating their spirituality and of course teaching them Christian spirituality. AbstrakSpritualitas adalah nilai atau pemahaman yang dimiliki oleh mansuia dalam berperilaku satu dengan yang lainya bahkan hubungan dengan Tuhan yang dipengaruhi oleh lingkungan hidup, pengalaman dan pengetahuan. Setiap manusia memiliki Spiritualitas dalam dirinya, dan spritiualitas mempengaruhi baik buruknya perilaku individu ditengah-tengah masyarakat atau terhadap individu lainnya. Negara Indonesia secara hukum tentunya memiliki tujuan agar terciptanya kondisi masyarakat yang baik ditengah-tengah masyarakat. Negara ingin warga binaan atau masyarakat lapas mendapat binaan agar terciptanya keadaan yang baik tersebut. Namun keinginan itu belum terlaksana dengan baik, dikarenakan kurangnya tenaga ahli. Lantas bagaimana kekristenan memandang hal ini. Tentunya akan timbul pertanyaan juga apa yang harus dilakukan untuk membawa warga binaan dari hidup yang salah menuju arah yang benar. Tentu saja dengan membina spiritualitas mereka dan tentunya mengajarkan kepada mereka spiritualitas Kristen.
Pelayanan Masyarakat Pengobatan Gratis dan Edukasi Kehidupan di Masa Kenormalan Baru, Tanjung Uban, Kabupaten Bintan Candra Gunawan Marisi; Sabar Manahan Hutagalung; Tiurma Basa Marina Simanjuntak; Purba Deo; Evans Dusep Dongoran
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2: September 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3881.209 KB) | DOI: 10.53547/rcj.v4i2.167

Abstract

Extreme weather changes have caused several complaints of health problems such as fever, flu, cough, and fever, with the pandemic condition still in Bintan making the congregation and residents reluctant to seek treatment at the hospital. STT Real and local church GBI My Home Tanjung Uban in collaboration with the klinik rumah sehat Bethel held a social service for free medical treatment as a form of community service. This paper was carried out using a qualitative method, namely collecting data through observation and interviews with residents so that data was collected and it was decided to do community service. This activity has succeeded in providing education that is much needed by the community and is carried out at the right time as needed. The community enthusiastically received free medical treatment, nutritional health consultation, dental health consultation, mental and mental health consultation during the new normal, and even received education on managing distance education, which requires children to learn from home.Keywords: education; free treatment; social service; pandemic; real care AbstrakPerubahan cuaca yang ekstrim menimbulkan beberapa keluhan gangguan kesehatan seperti demam, flu, batuk dan meriang, dengan kondisi pandemi yang masih ada di Bintan membuat jemaat dan warga enggan untuk berobat puskesmas atau rumah sakit. Sekolah Tinggi Teologi Real Batam dan gereja lokal Gereja Bethel di Indonesia (GBI) My Home Tanjung Uban bekerjasama dengan klinik rumah sehat Bethel mengadakan bakti sosial pengobatan gratis sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat (PkM). Tulisan ini dilakukan dengan metode kualitatif, yakni mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara kepada warga sehingga terkumpul data dan diputuskan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini telah berhasil memberikan edukasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan dilakukan di waktu yang tepat sesuai kebutuhan. Masyarakat dengan antusias menerima pengobatan gratis, konsultasi kesehatan gizi, konsultasi kesehatan gigi, konsultasi kesehatan mental, dan kejiawaan di masa kenormalan baru bahkan mendapatkan edukasi mengelola pendidikan jarak jauh yang mengharuskan anak belajar dari rumah.Kata kunci: bakti sosial; edukasi; pandemi; pengobatan gratis; real care