cover
Contact Name
Astri Ayu Purwati
Contact Email
jkip.almatani@gmail.com
Phone
+6282283109433
Journal Mail Official
jkip.almatani@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kaharudin Nst, Komplek UIR, Pekanbaru-Riau, Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
ISSN : 27745074     EISSN : 27750531     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan is published by Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani as an information and communication media for practitioners, researchers and academics who are interested in the field of Business Management and Accounting Studies. First publish in November 2020. The Editorial Team invites scientists, scholars, professionals, and researchers to publish the results of their research after the selection of manuscripts, with the peer review and the editing process. JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan with registered number ISSN 2774-5074 (Print) and ISSN 2775-0531 (Online) is a peer-reviewed journal published two times a year (Mei and November). KIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan publishes any research-based articles on and about education i.e. articles which contribute to the understanding, theoretical development, theoretical concept and implementation of theories of education at any level.
Articles 958 Documents
Narative Literature Review: Peran Pendidikan Kewirausahaan dan Lingkungan Akademik dalam Membentuk Minat Berwirausaha Mahasiswa Kadek Wulandari; Ni Made Firayanti Pratiwi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2274

Abstract

Tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi menuntut reorientasi peran institusi pendidikan dari pencetak pencari kerja menjadi inkubator wirausaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan kewirausahaan dan lingkungan akademik dalam membentuk minat barwirausaha mahasiswa melalui metode Narrative Literature review (NLR) terhadap enam belas literatur kunci (2022-2026). Hasil analisis menunjukkan bahwa pembentukan intensi kewiraushaan merupakan hasil sinergi multidimensional antara inovasi pedagogis, ekosistem kampus yang suportif, dan penguasaan literasi digital finansial. Strategi instruksional seperti peer tutoring, pengembangan micro-content, dan penggunaan Business Model Canvas (BMC) terbukti efektif meningkatkan motivasi serta ketuntasan belajar hinggal 100%. Lebih lanjut, dukungan infrastruktur digital seperti e-learning yang terintegrasi dengan pendidikan karakter era Society 5.0 dangat krusial dalam membangun kemandirian mahasiswa. Penguasaan Financial Technology (Fintech) dan e-commerce juga diidentifikasi sebagai life skill esensial bagi resiliensi bisnis mahasiswa di era digital. Simpulan penelitian menegaskan bahwa lingkungan perguruan tinggi berperan sebagai mikrosistem yang tidak hanya memberikan keahlian teknis, tetapi juga membentuk keberanian mental. Meskipun demikian, penelitian ini masih terbatas pada tinjauan literatur faktor internal kampus. Peneliti selanjutnya disarankan melakukan studi empiris mengenai pengaruh lingkungan pergaulan (peer group) dan dukungan kebijakan ekternal terhadap keberlanjutan bisnis mahasiswa secara lebih mendalam.
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Di SMP Negeri 1 Poga Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Eita Kogoya; Ewendi W. Mangolo; Mingsep Rante Sampebua; Albaiti Albaiti; Monika Gultom; Ida M. Hutabarat
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2276

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di SMP Negeri 1 Poga Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan dengan tujuan penelitian untuk menganalisis peran orang tua dan komite sekolah memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar, mensinergikan program pada lingkungan akademisi dan giat pendidikan LSM, faktor pendukung dan penghambat serta dampak implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.. Informan sebanyak 15 orang terdiri dari kepala sekolah, guru, tata usaha, masyarakat, siswa orang tua, komite sekolah dan LSM dari LMA Kabupaten Lanny Jaya. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara dan melakukan keabsahan data melalui kecermatan data penelitian dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat di SMP Negeri 1 Poga 1) melibatkan peran orang tua dan komite sekolah dalam penguatan pendidikan karakter telah berjalan dan menunjukkan dampak positif melalui sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya terprogram secara sistematis dan berkelanjutan. 2) Memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar dengan pemanfaatan potensi lingkungan, kolaborasi dengan akademisi serta LSM, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan telah meningkatkan partisipasi orang tua dan masyarakat, menciptakan iklim serta budaya sekolah yang lebih tertib, nyaman, dan kondusif, serta membentuk perilaku positif dan disiplin siswa. 3) Penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat dengan mensinergikan program pada lingkungan akademisi dan giat pendidikan LSM berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, baik pada proses pembelajaran maupun perkembangan karakter dan akademik siswa secara menyeluruh. 4) Faktor pendukung keberhasilan implementasi didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, kerja sama warga sekolah, komunikasi yang baik, serta dukungan orang tua dan masyarakat, sementara kendala masih ditemui pada keterbatasan waktu, sarana prasarana, pemerataan partisipasi orang tua, dan koordinasi program. Oleh karena itu, keberlanjutan penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat memerlukan perencanaan yang lebih matang, dukungan kebijakan, ketersediaan sumber daya, serta komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator Di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Denius Kogoya; Ewendi W. Mangolo; Juliana Waromi; C. Tanta; Monika Gultom; Diki Kurniawan
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2277

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kepala sekolah sebagai motivator di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis peran kepala sekolah sebagai motivator dalam mengatur lingkungan fisik sekolah, suasana iklim kerja yang kondusif, menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan, memberi motivasi kepada guru dan tenaga kependidikan, memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi dan menyediakan sumber belajar untuk pengembangan profesional guru serta faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan kinerja guru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi adalah seluruh warga sekolah dan informan adalah kepala sekolah dan guru sebanyak 6 orang. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi dan dilakukan keabsahan data berdasarkan kecermatan dalam penelitian dan triangulasi selanjutnya data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh peran kepala sekolah sebagai motivator yaitu 1) mengatur lingkungan fisik secara aktif menata ruang kelas, ruang guru, dan sarana-prasarana sekolah, melibatkan guru dan siswa dalam perawatan lingkungan, serta memberikan motivasi dan teladan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan, 2) menciptakan suasana iklim kerja yang kondusif mampu meningkatkan motivasi, rasa aman, dan tanggung jawab guru melalui sikap terbuka, adil, komunikasi dua arah, dan pendekatan kekeluargaan, 3) Menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan dilakukan secara jelas, adil, dan konsisten, dengan pendekatan persuasif dan pembinaan personal sebelum pemberian sanksi, 4) memberikan motivasi secara konsisten mempengaruhi semangat kerja, rasa percaya diri, loyalitas, dan kualitas kinerja guru, 5) Peran kepala sekolah sebagai motivator dalam memberi penghargaan secara terbuka, adil, dan objektif sehingga menumbuhkan kompetisi sehat dan motivasi untuk berprestasi di antara guru, 6) menyediakan sumber belajar mendukung pengembangan profesional guru dengan ketersediaan buku, modul, akses internet, komputer, dan kesempatan mengikuti pelatihan, 7) Faktor pendukung keberhasilan kepala sekolah sebagai motivator meliputi: komunikasi terbuka, keteladanan, kesempatan pengembangan profesional, suasana kerja harmonis, dan iklim kerja kondusif. Faktor penghambat mencakup keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya anggaran sekolah, kondisi geografis yang jauh, beban kerja administrasi yang tinggi, disiplin guru yang bervariasi, dan kondisi sosial-ekonomi guru.
Mitos Dan Mistisisme Sebagai Sistem Simbol Budaya Dalam Cerita Pendek Jaya Baya Ihya' Widhyatma Hudaya; Yunita Ernawati
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2279

Abstract

Fenomena pada masyarakat Jawa yang sering dilakukan yaitu praktik kebudayaan mitos dan mistis. Permasalahan yang timbul dari fenomena tersebut adalah banyaknya rasa ketidakpercayaan terhadap praktik kebudayaan tersebut, karena dianggap tradisional. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui wujud representasi mitos dan mistis dalam cerpen dan menganalisis fungsi kultural dan makna simbolik berdasarkan kerangka antropologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Analisis data yang dilakukan adalah mengklasifikasikan data, menyajikan data, dan menarik sebuah kesimpulan dari data-data yang digunakan. Penelitian ini mengasilkan sebuah pembahasan yang dapat disimpulkan bahwa, cerita pendek yang terdapat dalam majalah Jaya Baya terdapat beberapa yang terdapat unsur praktik kebudayaan mitos dan mistis. Praktik kebudayaan tersebut kerap ditemukan dalam sebuah simbol yang sering disebut dengan gugon tuhon. Bentuk yang paling dominan dalam cerita pendek yang digunakan adalah praktik kebudayaan mitos. Mitos yang sering ditemukan dan menjadi pembahasan yang paling dominan yakni mengenai gugon tuhon dalam masyarakat Jawa.
The Effect Of Wayground Application On Students' Vocabulary Mastery At The Tenth Grade Of SMA Negeri 1 Siempat Nempu Hulu Agave Rumasdika Pasaribu; Harpen H.P Silitonga; Nenni Triana Sinaga
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2280

Abstract

Vocabulary mastery is a crucial component of English language learning; however, conventional vocabulary instruction often promotes passive learning and limited student engagement. Preliminary observations revealed that students demonstrated relatively low vocabulary mastery, indicating the need for more interactive digital learning tools. This study, therefore, aimed to examine the effect of the Wayground application on improving tenth-grade students’ vocabulary mastery and to compare the learning outcomes of students taught using Wayground with those instructed through conventional methods through a quantitative experimental approach employing a non-equivalent control group design involving two tenth-grade classes consisting of 60 students, using a 20-item multiple-choice vocabulary test administered through pre-test and post-test procedures. The findings revealed that although both groups experienced improvement, the experimental group demonstrated substantially greater progress, with the mean score increasing from 47 to 76 compared to the control group, which improved only from 48 to 51, while the Independent Samples t-test produced a value of 9.35 that exceeded the t-table value of 2.00 at the 0.05 significance level. These results indicate that the Wayground application significantly enhances students’ English vocabulary mastery and represents an effective digital learning tool for supporting vocabulary development in English language instruction.
Pengaruh Model Two Stay Two Stray Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar Khalipah Melani Agustina Hasibuan; Pontas J. Sitorus; Vina Merina Sianipar
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2281

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar Khalipah dalam menulis teks eksposisi, yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman struktur teks, keterbatasan kosakata, serta penggunaan model pembelajaran yang kurang variatif . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan menulis teks eksposisi siswa. Kajian teori meliputi konsep pembelajaran kooperatif, model TSTS, serta teori keterampilan menulis dan teks eksposisi. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen (two group posttest-only control design). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII sebanyak 192 siswa, dengan sampel yang diambil menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis teks eksposisi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis pada kelas eksperimen dengan nilai rata-rata 77,34 dibandingkan kelas kontrol sebesar 57,03. Uji hipotesis menunjukkan nilai T_hitung > T_tabel, sehingga terdapat pengaruh signifikan penggunaan model TSTS terhadap kemampuan menulis siswa . Kesimpulan penelitian ini adalah model Two Stay Two Stray berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi siswa.
Analysis Of The Implementation Of Pancasila Values Through Civics Education (PKN) Learning In Junior High Schools: A Literature Review Lenny Iba; Susance Iba
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2282

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Pancasila values through Civics Education (PKn) learning at the junior high school (SMP) level using a literature review approach. The research employs a qualitative method with data collected from various scientific sources, including journals, books, and previous research findings. Data analysis was conducted by identifying, categorizing, and synthesizing findings related to the implementation of Pancasila values in PKn learning. The results indicate that the implementation of Pancasila values in PKn learning still faces several challenges, including the dominance of cognitive-oriented approaches, limited innovation in teaching methods, and insufficient integration of values into contextual learning practices. However, several studies also reveal that active, contextual, and experiential learning models, such as project-based learning and group discussions, can enhance students’ internalization of Pancasila values. Furthermore, school environment, teacher role modeling, and positive school culture significantly contribute to the success of value implementation. This study concludes that the implementation of Pancasila values through PKn learning should be carried out holistically by integrating cognitive, affective, and psychomotor aspects, supported by innovative teaching strategies and a conducive educational environment.
An Analysis Of Grammatical Errors Made By English Education Students In Writing Instagram Captions Dwi Prisilla Br Ginting; Carolina Pakpahan; Susanti Susanti
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2283

Abstract

This research aims to analyze grammatical errors found in Instagram captions written by English Education students of HKBP Nommensen University Medan. The objectives of this study are to identify the types of grammatical errors, determine the most dominant error, and analyze the factors that cause these errors. This research used a qualitative descriptive method. The data consisted of 50 Instagram captions collected from students’ Instagram accounts through documentation techniques. The data were analyzed using the Surface Strategy Taxonomy proposed by Dulay, Burt, and Krashen (1982), which classifies grammatical errors into four types: omission, addition, misformation, and misordering. The results of the research show that all four types of grammatical errors were found in the students’ Instagram captions. Among the errors, omission was the most dominant type, occurring 21 times or 42% of the total errors. Misformation occurred 17 times, addition occurred 8 times, and misordering occurred 4 times. These findings indicate that students still face difficulties in applying correct grammatical structures when writing captions in English. Furthermore, the study revealed that grammatical errors were mainly caused by three factors: interlingual transfer, intralingual transfer, and overgeneralization. Therefore, it can be concluded that students need to improve their understanding of English grammar to reduce grammatical errors not only in academic writing but also in everyday communication on social media.
The Perceptions Of Youth Community On The Use Of Slang Language On The Maintenance Of Mother Tongue In Pematangsiantar Ribka Panjaitan; Bertaria Sohnata Hutauruk; Bobby Pramjit Singh Dhillon
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2284

Abstract

This research aims to analyze the the perceptions of youth community found on the use of slang language on the maintenance of mother tongue and the types of slang used by the youth community in Pematangsiantar. This research uses qualitative descriptive research. Data were taken from the transcript of an interview and youth conversation recordings. The analysis focused on the perceptions of youth community based on Joanes et al. (2014) theory : auditory perception, visual perception, kinesthetic-tactile perception, social perception, extra-sensory perception. The results showed that out of 50 expressions of perception, two out of five types of perception were identified. 48 expressions were categorized as social perception, while the remaining 2 were categorized as auditory perception. In addition, the emergence of filler expressions such as eee, umm, and hmm while the interview process indicates additional oral strategies to maintain the flow of conversation, provide time to organize thoughts, mark hesitation, and also serve as a form of habit. Next, this study identified out of 20 expression of slang language, 17 of them were categorized into seven types of slang language based on theory of Allan & Burridge (2006, as cited in Mulyantini et al., 2023) and Hidayat et al. (2020, as cited in Hasanah 2022) including imitative, clipping, blending, borrowing, multiple process, fresh and creative, and flippant, while the remaining 3 were catergorized into uncategorized slang language. In conclusion, this study confirm that slang is not merely a linguistic variation, but also serves as a social tool supporting interaction, self-expression, and the management of informal conversations
Management Of Biology Laboratory Administration At SMA N 7 Bengkulu Utara Septiana Septiana; Suyatno Suyatno; Dian Hidayati
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2285

Abstract

Purpose-Laboratories play a crucial role in supporting science learning in senior high schools by facilitating practical activities that enhance students’ scientific skills, critical thinking, and conceptual understanding. This study aims to describe the management of a biology laboratory at SMA Negeri 7 Bengkulu Utara and to identify challenges encountered in its implementation. Design/methods/approach-This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through semi-structured interviews with biology teachers and the head of the biology laboratory. The data were analyzed based on management functions, including planning, organizing, implementation, supervision, and evaluation. Findings-The findings indicate that biology laboratory management has been implemented in accordance with basic management functions. However, its implementation has not been optimal. Planning and practical activities are constrained by limited laboratory equipment, materials, budget allocation, availability of laboratory personnel, and restricted instructional time. In addition, laboratory evaluation has not been conducted systematically or supported by standardized assessment instruments. Research implications/limitations-This study is limited to a single school context and relies solely on interview data, which may affect the generalizability of the findings. Nevertheless, the results provide practical insights for schools and education stakeholders to improve biology laboratory management, particularly in optimizing existing resources and strengthening systematic evaluation practices.