Articles
134 Documents
Analisis Perbandingan Biaya Pembangunan Rumah Konvensional 1 Lantai Tipe 40 Menggunakan AHSP 2016 dan AHSP 2022 (Studi Kasus : Rumah di Triharjo, Kabupaten Sleman)
Dian Nurcahyani;
Sely Novita Sari;
anggi hermawan
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Mitra Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55616/jitu.v4i1.577
Proyek konstruksi bangunan rumah adalah suatu struktur fisik yang dibangun untuk tempat tinggal. Rencana Anggaran Biaya (RAB) merupakan salah satu kompenen utama dalam melaksanakan suatu proyek konstruksi karena merupakan dasar acuan untuk mengetahui estimasi biaya yang akan dikeluarkan dan dasar untuk membuat sistem pembiayaan. Penyusunan RAB memiliki beberapa komponen yaitu uraian pekerjaan, harga satuan, volume pekerjaan, upah kerja, material bahan bangunan, dan total biaya keseluruhan. Harga satuan pekerjaan berpedoman pada Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) yang diatur dalam PERMEN PUPR. Penggunaan acuan masa berlaku AHSP harus menyesuaikan dengan waktu penyusunan RAB. Tujuan penelitian ini adalah membahas perbandingan biaya rumah konvensional 1 lantai tipe 40 menggunakan AHSP 2016 dan AHSP 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu mewawancarai langsung pihak pelaksana dan data yang diperoleh dari observasi langsung di lapangan. Metode analisis pada penelitian ini yaitu dengan menghitung volume pekerjaan, menghitung harga satuan, mengalikan volume pekerjaan dengan koefisien harga satuan, merekapitulasi RAB, dan menganalisis perbandingan total biaya akhir. Berdasarkan analisa RAB yang dilakukan maka dapat disimpulan bahwa selisih biaya pembangunan rumah konvensional 1 lantai tipe 40 dengan acuan AHSP 2016 dan AHSP 2022 menggunakan SHBJ 2020 adalah sebesar Rp113.000, sedangkan selisih menggunakan SHBJ 2022 adalah sebesar Rp74.000.
Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3) Pada Proyek Pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) Dengan Target Zero Accident
Ilham Mopio;
Rizal maulana;
Oggi Heical Ardian;
Sely Novita Sari
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Mitra Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55616/jitu.v4i1.579
Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam sebuah proyek pembangunan terutama pada proyek pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) guna mencapai target Zero Accident. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan dapat memberikan solusi dan masukan terhadap kendala dan faktor-faktor yang yang dihadapi dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP). Penelitian ini menggunakan pendekatan Safety Passport 7 Rules yang merupakan sebuah modul terapan yang telah digunakan dalam pelaksanaan penanganan pada proyek pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) yang berfungsi sebagai alat dalam mengukur seseorang dapat terjun atau menjalankan sebuah sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) sudah terlaksanakan dengan sangat baik, tetapi masih ada beberapa hal yang belum terlaksanakan secara maksimal, seperti pada Rules 5 masih kurangnya kesadaran terhadap kebersihan lingkungan kerja.
Pengaruh Komposisi Starter Pada Fermentasi Limbah Cair Tahu Terhadap Kadar Phosphor (P)
Muhammad Amin Faisal;
Agung Rasmito;
Bambang Sutejo
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55616/jitu.v4i2.609
The liquid waste of the tofu making process still contains a lot of high phosphorus (P). Instead of being thrown away can pollute, it is used for fertilizer. In order to be easily absorbed by plants, it must be fermented. Tofu liquid waste fermentation process by adding banana peel, cabbage and EM4 bioactivator. The variable used the weight ratio of banana peel to cabbage on the starter, and also the duration of fermentation. In conclusion, the level of phosphorus is greater when the weight ratio of banana peel and cabbage is getting smaller, the highest level is obtained at a fermentation duration of 15 days.
Analisis Pengaruh Geometrik Jalan Dengan Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Jamin Ginting Km 16 – Km 29 Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang
AZMI, YUHDA;
Hamidun Batubara;
Anisah Lukman
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55616/jitu.v4i2.629
Jalan Jamin Ginting yang merupakan jalan yang berada di Pancur Batu yang merupakan kecamatan di Kabupaten Deli Serdang menuju Kabupaten Karo, jalan ini bisa dikatakan ramai arus lalu lintasnya. Arus lalu lintas yang ramai ini menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data laka jumlah kecelakaan yang terjadi pada daerah penelitian adalah sebanyak 219 kecelakaan sepanjang 2020 2022. Dari hasil perhitungan diketahui untuk tingkat kecelakaan pada ruas jalan Jamin Ginting KM 16 – KM 29 Kecamatan Pancur Batu, mulai dari simpang Tuntungan sampai dengan simpang jalan Tiang Layar depan GJAI adalah 5 kecelakaan/km.tahun. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan batas kontrol dengan metode UCL, teridentifikasi ruas jalan dengan nilai EAN terbesar adalah Km 16 dan KM 18 dengan nilai masing-masing EAN adalah 414 (UCL = 152) dan 144 (UCL = 137) lebih besar dari nilai batas kontrolnya dan titik blackspot tersebut berada pada KM 16 dan KM 18. Dan faktor pengaruh penyebab terjadinya kecelakaan berdasarkan kondisi geometrik jalan yang dibawah standar adalah segmen 9 pada KM 18 sebanyak 6 kecelakaan dari tahun 2020-2022. Maka untuk mewujudkan jalan yang berkeselamatan (Road Safety) serta orang yang berkeselamatan (safer people) sebagaimana Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) merekomendasikan sebagai berikut Penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.
Analisa Perbandingan Tebal Perkerasan Jalan Dengan Menggunakan Metode Aastho 2004 Dan Bina Marga 2017 Jalan Maduma Kecamatan Sorkam Barat Tapanuli Tengah Sta 0+000 S/D 4+800
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55616/jitu.v4i2.630
Keberadaan jalan raya sangat diperlukan untuk menunjang laju pertumbuhan ekonomi seiring dengan meningkatnya kebutuhan sarana transportasi yang dapat menjangkau daerah-daerah terpencil yang merupakan sentral produksi. Pesatnya perumbuhan suatu daerah menyebabkan jumlah kendaraan semakin meningkat. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) terjadi peningkatan jumlah kendaraan 5% pertahunnya. Umumnya kontruksi perkerasan jalan terbagi atas dua jenis yaitu perkerasan lentur (flexible pavement) dan perkerasan kaku (rigid pavement). Tahap Identifikasi Masalah merupakan upaya untuk mengenali permasalahan yang timbul bagaimana melakukan perancangan struktur jalan. Dalam melakukan perancangan struktur jalan penulis melakukan perhitungan tebal perkerasan lentur dengan menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan No. 04/SE/Db/2017 dan Metode AASHTO 1993. Adapun tahap bagan alir penelitian merupakan suatu kerangka dasar yang membentuk alur kerja dan berfungsi sebagai pedoman umum untuk membantu proses penyusunan Tugas Akhir. Desain tebal perkerasan pada manual desain perkerasan jalan Bina Marga 2017 terbagi atas tiga alternatif desain. Pada pemilihan jenis perkerasan maka didapat jenis perkerasan AC. Berdasarkan jenis perkerasan yang dipilih tersebut maka bagan desain tebal perkerasan jalan yang digunakan adalah bagan desain 3B. Hasil tebal perkerasan dengan nilai : Lapisan Permukaan 4,78 cm , Lapis Pondasi Kelas A 14,7 cm, Lapis Pondasi Kelas B (-), Timbunan Pilihan 10 cm. Dari hasil analisa atau perhitungan dengan data yang diperoleh maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut 1. Faktor yang mempengaruhi perencanaan tebal perkerasan jalan adalah umur rencana, daya dukung tanah dasar jenis perkerasan dan jenis material perkerasan, volume lalu lintas, pertumbuhan lalu litas, beban sumbu dan tanah dasar.
Evaluasi Tingkat Kenyamanan Jalur Pedestrian Sebagai Fasilitas Pejalan Kaki Di Kota Medan
Lubis, Rizza Ananda;
Marwan Lubis;
Hamidun Batubara
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55616/jitu.v4i2.633
Jalur pedestrian dalam konteks perkotaan biasanya dimaksudkan sebagai ruang untuk pejalan kaki yang berfungsi sebagai sarana pencapaian yang dapat melindungi pejalan kaki dari bahaya yang datang dari kendaraan bermotor. Menurut (Abdillah, 2014). Koridor jalan Balai Kota di Kota Medan merupakan salah satu pusat perniagaan skala kota yang memiliki aktivitas cukup tinggi setiap harinya. Tingginya aktivitas pada jalur pejalan kaki di jalan Balai Kota ini tidak didukung dengan ketersediaan ruang bagi pejalan kaki yang nyaman dan aman. Penggunaan lahan di jalan Balai Kota didominasi oleh penggunaan lahan berupa perdagangan dan jasa. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja jalur pejalan kaki di jalan Balai Kota berdasarkan PERMEN PU No: 03/PRT/M/2014 dan PUPR No.02/SE/M (2018) Pd 03 - 2017 – B. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis kinerja jalur pejalan kaki. Dari hasil penelitian ini di peroleh hasil pada beberapa segmen pada jalur pedestrian memiliki tingkat pelayanan B dan C di hari Minggu (Weekend) dan Senin (Weekday).
Studi Manajemen Lalu Lintas Di Ruas Jalan Imam Bonjol Kota Medan Dengan Menggunakan Metode Pkji
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55616/jitu.v4i2.635
Kota Medan merupakan salah satu kota yang memiliki kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi.Salah satu ruas jalan yang sering mengalami persoalan kemacetan akibat dari pertumbuhan arus lalu lintas adalah ruas jalan Imam Bonjol, pada ruas jalan imam bonjol terdapat 4 simpang tak bersinyal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja ruas jalan Imam Bonjol dan faktor-faktor yang mempengaruhinya dengan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) tahun 2014. Metode yang digunakan pada penelitian adalah survey lapangan yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung di lapangan untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan. Dalam menganalisa kapasitas dan perilaku lalu lintas pada persimpangan ini mengacu pada metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 (PKJI 1997). Hasil dari penelitian didapat untuk mengetahu kinerja ruas jalan tersebut dilakukan analisa data berupa nilai perbandingan Volume per-kapasitas atau Derajat Kejenuhan (DJ), dengan bentuk penanganan menambah kapasitas ruas jalan Imam Bonjol berupa penambahan 1 lajur sehingga tipe ruas jalan dari 3/1 menjadi 4/1 memberikan gambaran yang signifikan dalam hal meningkatkan kinerja ruas jalan Imam Bonjol. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan tindakan manajemen lalu lintas berupa pengendalian hambatan samping dan penambahan 1 lajur atau penambahan kapasitas pada ruas jalan Imam Bonjol memberikan tingkat pelayanan yang cukup baik.
Perencanaan Persediaan Bahan Baku Pupuk Dolomit Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP)
Suparno;
Norma Zunita, Norma Zunita;
Muhammad Hafidz Yusuf
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55616/jitu.v4i2.651
CV Wahana Jati Persada adalah industry manufaktur penghasil produk berupa pupuk. Produk yang diproduksi adalah pupuk dolomit. Clay kuning dan clay merah merupakan bahan baku dalam pembuatan pupuk dolomit. Permasalahan yang dihadapi oleh Perusahaan adalah sulitnya melakukan prediksi akan kebutuhan inventory, sehingga berdampak pada inventory yang terkadang jumlahnya terlalu banyak dari kebutuhan riel, dan juga terkadang mengalami sebaliknya, yaitu inventory nya mengalami kehabisan. Prediksi tersebut dilakukan dengan melakukan peramalan kebutuhan bahan baku menggunakan metode time series. Berdasarkan hasil analisis dengan mempertimbanga ukuran akurasi terbaik, metode peramalan Weight Moving Average adalah metode terbaik yang digunakan untuk peramalan. Setelah dilakukan peramalam kebutuhan inventory, Langkah berikutnya perlu dilakukan penjadualan produksi yang baik agar penggunaan inventory selama periode produksi dapat dikontrol. Melalui penelitian ini, penggunaan metode Material Requirement Planning (MRP) digunakan untuk melakukan perencanaan kebutuhan material selama periode produksi dengan analisisnya menggunakan teknik lot sizing. Ada dua lot sizing yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Lot For Lot (L4L) dan Lot Economic Order Quantity (EOQ). Berdasarkan hasil analisis, teknik Lot Sizing terbaik adalah Lot For Lot (L4L). Teknik Lot For Lot (L4L) menunjukkan hasil analisis dengan biaya inventory sebesar Rp. 4.830.000,- dibandingkan dengan teknik Lot Economic Order Quantity (EOQ) yang hasil analisisnya menunjukkan biaya inventori sebesar Rp. 5.489.585,-.
Pengaruh Beban Sumbu Kendaraan Terhadap Tingkat Kerusakan Jalan Pada Perkerasan Lentur Di Jalan Kapten Sumarsono Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli
Machfud;
Gunawan Tarigan;
Hamidun Batubara
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55616/jitu.v4i2.654
Dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah setiap tahunnya dan semakin bertambahnya jumlah kendaraan, maka kebutuhan sarana transportasi jalan raya sangat besar. Oleh karena itu, jalan Kapten Sumarsono perlu diberikan perhatian khusus agar jalan tersebut dapat melayani arus lalu lintas dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode Bina Marga (1990) yaitu angka yang menyatakan perbandingan tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh suatu lintasan beban sumbu tunggal/ganda kendaraan terhadap tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh suatu lintasan beban standar dan untuk mengetahui nilai truck factor yang akan menentukan tingkat kerusakan jalan. Berdasarkan hasil analisa penentuan urutan prioritas, maka didapat urutan prioritas untuk ruas jalan Kapten Sumarsono adalah 11,67 dengan nilai kondisi jalan 2,33. Berdasarkan Direktorat Jendral Bina Marga No.018/T/BNKT/1990 (hal 26) Urutan prioritas >7 adalah urutan prioritas kelas A, dimana jalan yang berada pada urutan prioritas ini dimasukkan dalam PEMELIHARAAN RUTIN. Hasil analisis menunjukkan bahwa Jalan Kapten Sumarsono, dengan di dapatnya angka Truck Factor pada jalan tersebut adalah >1, maka jalan Kapten Sumarsono dinyatakan Overload. Kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Kapten Sumarsono adalah kerusakan Lubang dinyatakan lubang rusak sedikit sekali, Keretakan dinyatakan rusakan sedikit sekali serta Tambalan (Patching) dinyatakan kerusakan sedikit sekali, (di peroleh dari mengunakan rumus Bina marga). Kerusakan terletak pada jalur Roda (wheel Path).
Analisis Pengendalian Proyek Dengan Metode Cpm - Pert Pada Proyek Jalan Dalam Kawasan Hotel Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang
Fakhruddin Yus;
Ahmad Bima Nusa;
Annisah Lukman
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55616/jitu.v4i2.656
Kawasan Tanjung Lesung sudah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode CPM dan PERT tujuan dari pemanfaatan CPM di antaranya adalah untuk mengetahui durasi waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaian proyek dan untuk mengidentifikasi beragam kegiatan kritis dalam proyek. Pada penerapan metode CPM 85 minggu yang semula berlangsung selama 110 minggu, pada penerapan metode PERT biaya yang dapat dihemat untuk proyek pembangunan Proyek Jalan Dalam Kawasan Hotel Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang waktu pekerjaan proyek dapat dipercepat menjadi 84 minggu yang semula berlangsung selama 110 minggu. Implementasi metode PERT dengan jalur kritis A, B, C dan F mampu memberikan hasil bahwa probabilitas keberhasilan proyek pembangunan Jalan Dalam Kawasan Hotel Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang dapat diselesaikan dalam waktu 85 minggu. Jadi waktu yang dapat dihemat selama pekerjaan pembangunan proyek Jalan yaitu selama 25 minggu dengan penambahan biaya sebesar Rp. 417.599.000 dengan metode CPM dan waktu yang dapat dihemat selama pekerjaan pembangunan proyek Jalan Dalam Kawasan Hotel Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang dengan metode PERT yaitu selama 24 minggu dengan penambahan biaya sebesar Rp. 442.309.000.