cover
Contact Name
Nurnazmi
Contact Email
nurnazmi578@gmail.com
Phone
+6285253833464
Journal Mail Official
jurnal.edusociata@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Sosiologi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pedidikan (STKIP) Bima Jl. Piere Tendean - Mande Kota Bima Kode Pos 84119 Tlpn. (0374) 43195/42801
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
ISSN : 26850524     EISSN : 25992511     DOI : https://doi.org/10.33627/es.v4i1
Edu Sociata adalah jurnal program studi pendidikan sosiologi STKIP Bima yang merupakan jurnal online (online journal system), dimana para dosen dapat mempublikasikan hasil penelitiannya secara berkala. Di jurnal ini para dosen aktif melakukan penelitian sebagaimana tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Edu Sociata merupakan terbitan jurnal berkala antara bulan Juni dan bulan Desember. Kehadiran OJS Edu Sociata memberi ruang kepada civitas akademika khususnya Program Studi Pendidikan Sosiologi untuk tetap berpacu dalam meningkatkan proses penelitian sesuai dengan bidang studi masing-masing.
Articles 577 Documents
Fenomena Tren #KaburAjaDulu Sebagai Bentuk Ekspresi Keresahan dan Kekecewaan Generasi Muda di Media Sosial Erina, Erina; Rusmanto, Joni; Atem, Atem
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4046

Abstract

Munculnya tren #KaburAjaDulu ini media sosial ini akibat dari tekanan sosial, ekonomi dan politik, seperti kurangnya lapangan pekerjaan, upah yang minim, bahkan biaya hidup dan pendidikan yang terbilang tinggi menjadi sebuah tempat dan ruang untuk menyampaikan ekspresi keresahan dan kekecewaan dari generasi muda dalam menghadapi tekanan sosial, ekonomi dan politik. Adanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, serta melihat bagaimana respons masyarakat terutama generasi muda terhadap apa yang mereka rasakan seperti biaya pendidikan dan hidup yang terbilang mahal, peluang kerja yang kurang dan terbatas serta upah yang minim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode netnografi yang didukung dengan metode analisis konten, dengan mengambil data dari sebuah unggahan konten di media sosial yaitu TikTok, Istagram dan Twitter, serta menggunakan pendekatan studi pustaka. Hasil menunjukan bahwa tren #KaburAjaDulu ini merepresentasikan keinginan dan kehendak generasi muda untuk membebaskan diri dari tekanan hidup yang dihadapi dan dianggap menekan. Tren #KaburAjaDulu dapat kita pahami sebagai bentuk komunikasi sosial lewat media sosial seperti TikTok, Instagram dan Twitter, sehingga membentuk sebuah komunitas sosial yang sama-sama membagikan pengalaman dan keresahan mereka.
Gotong Royong Sebagai Modal Sosial Ekonomi Studi Pada Komunitas Pedagang Di Pasar Sentral Palopo Warham, Syahrul Syahrir; Lestari, Juli Danianti
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4047

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran gotong royong sebagai modal sosial ekonomi dalam komunitas pedagang Pasar Sentral Palopo, Sulawesi Selatan, dengan fokus pada tantangan penurunan praktik di kalangan pedagang muda dan ke dalam akses modal ekonomi. Mengadopsi desain studi kasus tunggal berbasis etnografi kualitatif, penelitian ini melibatkan 18 pedagang tetap melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan, fokus pembahasan dan analisis artefak. Analisis tematik menggunakan grounded teori mengungkap bahwa individualisme modern dan dominasi pedagang besar mengerosi gotong royong, mengakibatkan fragmentasi modal sosial, penurunan pendapatan hingga 25%, stagnasi usaha kecil, dan peningkatan ketimpangan sosial. Pasca-pandemi, praktik ini membahayakan ketahanan ekonomi, dengan penurunan volume transaksi hingga 40% dan peningkatan utang antar pedagang. Temuan ini selaras dengan teori modal sosial Putnam dan konsep gotong royong adat Bowen serta teori ekonomi moral Scott yang menekan perlunya adaptasi gotong royong menjadi bentuk inklusif dan digital untuk mendukung realisasi komunitas. Penelitian ini berkontribusi pada literatur sosiologis ekonomi Indonesia dengan wawasan kontekstual untuk revitalisasi pasar tradisional, guna mengurangi ketimpangan dan memperkuat kontribusi sektor informal terhadap pembangunan berkelanjutan serta target SDGs.
Analisis Tanggung Jawab Pemerintah, Sekolah dan Orangtua dalam Penyelenggraan Pendidikan: Studi Kasus di SMA Pertiwi 1 Padang Yolanda, Mardivta; Salsabila, Ayunda; Januar, Januar
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tanggung jawab pemerintah, sekolah, dan orang tua dalam penyelenggaraan pendidikan di SMA Pertiwi 1 Padang, serta bagaimana sinergi di antara ketiga pihak tersebut dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari kepala sekolah, guru, orang tua siswa, dan pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Padang. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah berperan dalam pembinaan, pengawasan, dan penyediaan regulasi pendidikan; sekolah bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembelajaran, manajemen kurikulum, dan pembinaan karakter; sedangkan orang tua berperan dalam pengawasan belajar di rumah serta dukungan moral dan material. Sinergi yang terjalin di antara ketiga pihak menciptakan sistem pendidikan yang kolaboratif dan berorientasi pada peningkatan mutu, meskipun masih terdapat kendala komunikasi dan keterbatasan partisipasi sebagian orang tua. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kemitraan tripusat pendidikan sebagai strategi peningkatan kualitas pendidikan berkelanjutan.
Hubungan Determinasi Diri dengan Pengambilan Keputusan Karir Pada Siswa Kelas XII di Kabupaten Tanah Datar Muslimah, Hanyfah; Fikry, Zulian
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4056

Abstract

Siswa yang berada dijenjang kelas 12 diharapkan mempunyai keterampilan untuk menentukan arah karir guna dalam merancang masa depan karir mereka. Kemampuan tersebut dinamakan dengan pngambilan keputusan akrir . Proses ini berkaitan dengan banyak hal diantaranya adalah determinasi diri. Determinasi diri merujuk pada dorongan internal individu yang mendorongnya untuk bertindak berdasarkan potensi yang dimiliki guna mencapai tujuan hidup. Studi bertujuan dalam mengidentifikasi kaitan kedua variabel terhadap siswa kelas 12 SMA di Kabupaten Tanah Datar melalui metodologi kuantitatif dengan teknik korelasional. Populasinya seluruh siswa menengah atas kelas XII di Kabupaten Tanah Datar, dengan sampel berjumlah 355 berdasarkan metode convenience sampling. Data didapatkan melalui kuesioner yang telah disusun oleh peneliti untuk mengukur pengambilan keputusan karir berdasar teori Conger (1991) dan determinasi diri berdasar teori Ryan dan Deci (2000), sehingga membuahkan hasil pengambilan keputusan karir dan determinasi diri diperoleh hubungan yang telah diteliti positif dan signifikan dengan nilai korelasi 0,488 dan signifikansi (p) sebesar 0,000
Peran sekolah dalam membentuk literasi digital dan kesadaran kritis pada siswa SMAN di Kota Makassar:Analisis Teori Perubahan Sosial William F Ogburn Arsyad, Ernawati; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4063

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan dampak besar terhadap dunia pendidikan, terutama dalam cara peserta didik memperoleh serta memanfaatkan informasi. Situasi ini menuntut lembaga pendidikan untuk berperan lebih aktif dalam menumbuhkan kemampuan literasi digital dan kesadaran kritis siswa agar mampu beradaptasi dengan dinamika era digital sekaligus terhindar dari dampak negatif penggunaan teknologi yang tidak bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sekolah dalam membentuk literasi digital siswa, mengidentifikasi berbagai tantangan yang muncul, serta menjelaskan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya.Ogburn menjelaskan bahwa perubahan sosial terutama dipicu oleh kemajuan teknologi, namun nilai, norma, dan institusi sosial sering kali tertinggal dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut. Dalam konteks pendidikan, fenomena ini tampak pada siswa yang sudah mahir menggunakan teknologi digital untuk hiburan, tetapi belum sepenuhnya memiliki kemampuan berpikir kritis dan kesadaran etis terhadap informasi yang mereka konsumsi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa SMA Negeri di Kota Makassar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sekolah telah berusaha mengintegrasikan literasi digital ke dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran berbasis teknologi, meskipun masih dihadapkan pada kendala seperti keterbatasan sarana, rendahnya kemampuan digital guru, serta minimnya dukungan orang tua terhadap pentingnya pendidikan digital. Faktor pendukung utama meliputi ketersediaan fasilitas teknologi dan komitmen sekolah dalam meningkatkan kompetensi warga sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital dan kesadaran kritis perlu diperkuat secara sistematis di lingkungan pendidikan untuk menghadapi tantangan perubahan sosial di era digital.
Regulasi Emosi Terhadap Pencegahan Tindakan Agresif pada Remaja: Studi Literatur Deso, Maria Celina Jama; Rohi, Enasely Mega Wenyi
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4070

Abstract

This study aims to determine the relationship between emotional regulation and the prevention of aggressive behavior in adolescents. The method used is a literature review by examining various scientific sources such as journals, books, and relevant previous research results. The results of the study show that emotional regulation has a negative relationship with aggressive behavior, where the better an individual's ability to manage their emotions, the lower their tendency to engage in aggressive acts, whether physical, verbal, or social. These findings emphasize the importance of strengthening emotional regulation skills in adolescents to prevent aggressive behavior in educational.
Pola Asuh Permisif Orang Tua Terhadap Sikap Bullying Yang Dilakukan Siswa Di Sekolah: Analisis Literatur Sofia, Maria Luciana
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4071

Abstract

This study aims to analyze the relationship between permissive parenting styles and bullying attitudes among students at school through a systematic literature review. The method used is a literature review with a qualitative approach to various national and international journal sources. The results of the analysis show that permissive parenting, characterized by unlimited freedom, minimal guidance, and low parental control, contributes significantly to the formation of bullying attitudes. This relationship occurs through three main channels: (1) failure to develop emotional regulation and self-control, which triggers impulsive and aggressive behavior; (2) impeded development of empathy, which causes indifference to the suffering of victims; and (3) ignorance of social norms and behavioral consequences, which creates the perception that aggressive actions can be carried out without serious repercussions. The implications of this study emphasize the importance of a collaborative approach between parents and schools through the implementation of balanced parenting, continuous parenting education programs, and the strengthening of social-emotional skills curricula to break the chain of bullying and create an environment that supports optimal child development.
Peran Guru BK dalam Membentuk Sikap Disiplin Siswa Melalui Layanan Konseling Kelompok di SMP Negeri 5 Kupang Fallo, Gabriela Angelica; Rohi, Enasely Mega Wenyi
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4072

Abstract

Discipline is a central determinant of classroom order and learning effectiveness, yet schools still face recurrent issues such as lateness, absenteeism, minor rule violations, and weak time management. This study describes the role of Guidance and Counseling (GC) teachers in shaping students’ disciplinary attitudes at SMP Negeri 5 Kupang through group counseling services. Using a qualitative descriptive, single-case study design, data were collected via guided observation of four group sessions, semi-structured interviews with a GC teacher, a homeroom teacher, and eight students, and document analysis (school rules, attendance logs, service notes). Data were analyzed using the Miles and Huberman flow (data reduction, display, verification) with source/method triangulation and brief member checking. Findings indicate that the GC teacher acts as facilitator, counselor, educator, and coordinator, integrating preventive, curative, preservative, and developmental functions. Group counseling augmented with self-management techniques (goal setting, self-monitoring, self-reinforcement) and school–parent collaboration fosters punctuality, rule compliance, and task management. Positive reinforcement paired with proportionate consequences and routine progress reviews supports habit formation. Practical implications highlight the need for needs-based planning, integration of GC timetables into the academic calendar, standardized self-monitoring tools, and ongoing formative evaluation to sustain behavioral change.
Pentingnya Empati dalam Membangun Hubungan Sosial di Lingkungan Sekolah Alnim, Maria Agnes; Wenyi Rohi, Enasely Mega
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4073

Abstract

. Empathy is the ability to understand and feel the feelings of others, which forms the basis for harmonious social relationships in educational environments. This study aims to examine the role of empathy in building social relationships among students at school and its implications for character development and a positive learning climate. The method used is library research by analyzing ten national journals that discuss the relationship between empathy, prosocial behavior, communication, psychological well-being, and inclusiveness in schools. The results of the study show that empathy plays an important role in preventing conflict and bullying, encouraging prosocial behavior, strengthening effective communication, improving psychological well-being, and building an inclusive learning environment. Empathy has also been proven to be developed through social-emotional learning strategies, role-playing methods, and teachers' exemplary behavior. Thus, empathy education not only contributes to the character building of students, but also creates a more humanistic and tolerant school culture that supports the growth of social solidarity among individuals.
Upaya Guru BK dalam Membimbing Motivasi Belajar Siswa yang Memiliki Kehadiran Rendah di SMP Lamanele, Dionisius Bayo; Rohi, Enasely Mega Wenyi
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 2 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i2.4075

Abstract

Teachers and students are fundamental elements in the teaching and learning process. Teaching and learning activities cannot take place if one of these elements is missing. Teachers in junior high schools experience significant problems related to low student attendance. Many internal and external variables contribute to this problem. Therefore, teachers must contribute to solving this problem. The purpose of this study is to determine how the Guidance and Counseling Teachers' Efforts in Guiding the Learning Motivation of Students with Low Attendance in junior high schools. The methodology used is descriptive qualitative research. Teachers in junior high schools were interviewed for this study to learn more about their responsibilities regarding student absence. Questions focused on the issue being studied were used during the interviews. So, based on the research that the author has done, the efforts and strategies that guidance and counseling teachers do in junior high schools that are effective and efficient are by conducting home visits or direct visits to students' homes and establishing good interactive relationships between teachers and parents.