cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6282164699680
Journal Mail Official
cejs@unimal.ac.id
Editorial Address
Jalan Batam nomor 02 Laboratorium Teknik Kimia Universitas Malikussaleh Bukit Indah Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)
ISSN : -     EISSN : 28074068     DOI : https://doi.org/10.29103/cejs.v1i4.6176
Core Subject : Engineering,
Chemical Engineering Journal Storage adalah jurnal akses terbuka yang menerbitkan makalah tentang Teknik Kimia. Topik-topik berikut termasuk dalam ilmu-ilmu ini: 1. Proses Kimia 2. Teknik Reaksi Kimia 3. Perpindahan massa dan panas, 4. Pemodelan 5. Material 6. Lingkungan 7. Teknologi Bioproses 8. Review Artikel.
Articles 396 Documents
Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji Kayu Dengan Campuran Batu Bara Aceh Barat Sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket Vania, Sherryl; Ibrahim, Ishak; Ginting, Zainuddin; Dewi, Rozanna; Kurniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.24176

Abstract

Briket merupakan salah satu bahan bakar alternatif padat dari bahan organik. Bahan baku pembuatan briket yang memiliki nilai kalor tinggi dapat diperoleh dari limbah peternakan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi briket dari serbuk gergaji dan batubara Aceh dengan penambahan oksidator KMnO₄ 0,1 N. Proses penelitian meliputi persiapan bahan baku, karbonisasi serbuk kayu pada suhu 400 °C, pembuatan perekat dengan penambahan oksidator KMnO₄ 0,1 N, serta pembuatan briket dengan variasi komposisi serbuk gergaji : batubara (0:100, 25:75, 50:50, 75:25, 100:0) dan variasi konsentrasi oksidator KMnO₄ (4%, 5%, 6%). Karakterisasi briket dilakukan berdasarkan laju pembakaran, kadar air, kadar abu, kadar volatil, kadar karbon tetap, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada komposisi 100 g serbuk gergaji : 0 g batubara dengan penambahan oksidator KMnO₄ 6%, yaitu menghasilkan nilai kalor 6784,691 kal/gr, kadar air 6,9435%, kadar abu 1,2209%, kadar volatile matter 0,2973%, kadar karbon tetap 91,5383%, serta laju pembakaran 0,1929 gr/menit. Hasil tersebut telah memenuhi standar mutu arang briket sesuai SNI No. 01-6235-2000.
Peningkatan Yield Metana Dari Konversi Co2 Dengan Katalis Ni/Al2O3 Melalui Variasi Waktu Operasi Dan Massa Promotor Zn Robert, Robert Junaidi; Intan, Intan Hidayati; Selastia Yuliati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.24263

Abstract

Emisi gas rumah kaca yang terus meningkat, khususnya karbondioksida (CO2) menjadi ancaman serius terhadap lingkungan dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan gas CO2 sebagai bahan baku dalam produksi gas metana (CH4) melalui proses metanasi. Proses dilakukan menggunakan reactor tipe fixed bed reactor dengan bantuan katalis Ni/Al2O3 yang dipadukan dengan logam Zn sebagai promotor secara in situ. Variasi dilakukan terhadap massa promotor Zn sebanyak 12,7 gram dan 15 gram dengan waktu operasi selama 90, 100, 110, 120 dan 130 menit. Jumlah katalis yang digunakan sebanyak 50 gram dan reaksi dijalankan pada suhu 200OC dengan larutan NaOH 4M sebagai penyedia hidrogen secara in situ. Hasil yield metana menunjukan bahwa kondisi optimal diperoleh pada waktu operasi 130 menit dengan promotor Zn 15 gram menghasilkan yield gas metana sebesar 58,55%. Peningkatan waktu reaksi memberikan kesempatan lebih besar bagi CO2 untuk kontak terhadap katalis sedangkan penambahan promotor Zn meningkatkan luas permukaan aktif katalis dan mempercepat laju reaksi. Temuan ini menunjukan bahwa pemanfaatan CO2 melalui proses metanasi mampu menghasilkan energi alternatif yang efisien, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dan penerapan prinsip energi berkelanjutan.
Investigasi Pengaruh Variasi Massa dan Daya Microwave Terhadap Rendemen Ekstraksi Minyak Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Nurhazanah , Nurhazanah; Mairiza , Lia; Tirta Yani , Firda; Nasution , Fahrizal; Maulinda , Leni; Sy, Yuliana
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.24295

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) adalah salah satu sumber minyak atsiri yang kaya akan senyawa bioaktif dan memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam berbagai industri, seperti farmasi maupun pangan. Oleh karena itu, pemilihan metode dan parameter ekstraksi yang tepat menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas dan kuantitas minyak atsiri yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh variasi massa bahan dan daya microwave terhadap rendemen ekstraksi minyak daun kelor melalui metode Microwave-Assisted-Extraction (MAE). Pada penelitian ini, proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan 300 mL akuades (pelarut); variasi massa daun kelor 20, 30, dan 40 gram; daya microwave 300, 450, dan 600 watt; dan proses ekstraksi selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan massa daun kalor secara signifikan meningkatkan rendemen minyak, sedangkan variasi daya microwave tidak memberikan pengaruh yang cukup berarti terhadap jumlah rendemen minyak. Rendemen minyak tertinggi diperoleh sebesar 37,90% dengan penggunaan massa daun kelor sebesar 40 grams dan daya microwave 350 watt. Hasil analisis GC-MS mengidentifikasikan bahwa komponen utama dari minyak hasil ekstraksi mengandung senyawa asam oleat dengan konsentrasi yang tinggi, yaitu sebesar 15.48%. Hasil analisis FT-IR menunjukkan keberadaan senyawa dengan gugus karboksilat pada panjang gelombang 3280.92 cm-1. Lebih lanjut, hasil uji sifat fisik produk, seperti densitas dan viskositas kinematik
Simulasi Proses Sintesis Metanol dari Syngas menggunakan Katalis Cu/ZnO/Al2O3: Analisis Pengaruh Activity Factor, Panjang Reaktor, dan Temperatur terhadap Konversi dan Yield Produk novebriantika, novebriantika; Indah Retno Wulandary
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.24502

Abstract

Metanol adalah cairan tidak berwarna dengan titik didih 65ºC dan dapat dicampur dengan cairan organik dan air, sehingga banyak digunakan sebagai pelarut untuk aplikasi domestik dan industri. Pada penelitian ini dilakukan simulasi proses sintesis metanol dari syngas menggunakan katalis Cu/ZnO/Al2O3 dengan software Aspen HYSYS. Analisis difokuskan pada pengaruh activity factor, panjang reactor, dan temperatur operasi terhadap konversi dan jumlah methanol yang terbentuk. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan activity factor meningkatkan konversi hingga optimum 22,24% pada activity factor 1,25. Panjang reactor berpengaruh signifikan terhadap pembentukan methanol, dengan molar flow mendekati 117 kmol/jam pada Panjang optimum 6,5 m. temperature memberikan efek ganda, yaitu pada kenaikan awal dapat mempercepat laju reaksi, namun pada kondisi lebih tinggi konversi menurun akibat keterbatasan kesetimbangan eksotermis. Secara keseluruhan, simulasi menunjukkan bahwa parameter operasi memiliki peran penting dalam mengoptimalkan efisiensi proses sintesis methanol berbasis syngas.
PEMBUATAN SABUN MANDI CAIR BERBASIS CHARCOAL DENGAN TEMPURUNG KEMIRI Sari, Ava Komala; Sulhatun, Sulhatun; Suryati, Suryati; Azhari, Azhari; Sylvia, Novy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.11976

Abstract

AbstrakKarbon aktif (charcoal) adalah bahan baku yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah cangkang kemiri. Limbah ini sering kali terjadi penumpukan sehingga perlu dilakukan penanggulangan yang nantinya akan menghasilkan manfaat yang memiliki nilai produk yang bebas dari bahaya serta ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sabun mandi cair yang berkomposisi baik, menguji kualitas sabun mandi cair dan pengaruh penambahan massa Charcoal dan minyak zaitun pomace terhadap nilai pH, uji organoleptik, uji ketahanan busa, dan uji ketinggian busa. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, yang belum adalah penambahan massa charcoal tempurung kemiri yaitu 2, 5, 7, 12 gram dalam pembuatan sabun mandi cair yang akan dilihat dari penambahan massa charcoal tempurung kemiri terhadap karakteristik sabun mandi cair dengan waktu pengadukan 6, 8, 10, 12 menit. Ada beberapa tahapan proses pada penelitian ini, diantaranya tahap mempersiapkan bahan baku, tahap penyaringan charcoal, tahap menjadikan sabun mandi cair. Adapun beberapa massa charcoal yang dipakai ialah 2, 5, 7, 12 gram. Berdasarkan hasil penelitian nilai pH yang dihasilkan bersifat basa sesuai dengan nilai persyaratan pH sediaan sabun yaitu 8-9. Sabun mandi cair tidak menghasilkan busa karena sabun tidak tersaponifikasi sempurna dan kurangnya penambahan surfaktan.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN PEPAYA SEBAGAI INHIBITOR KOROSI PADA PLAT BAJA ST 37 DALAM MEDIA AIR LAUT Rahman, Muhammad Akbar Aditya; Bahri, Syamsul; Muhammad, Muhammad; Suryati, Suryati; Azhari, Azhari
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.12003

Abstract

Korosi ialah pengurangan kualiti logam akibat tindak balas elektrokimia dengan persekitarannya. Dalam pencegahannya, korosi bisa diatasi dengan penambahan zat penghambat korosi baik organik maupun anorganik ataupun bahan kimia. Inhibitor korosi adalah zat yang mampu menghambat laju korosi logam ketika ditambahkan ke dalam lingkungan tertentu. Salah satu contoh inhibitor korosi yang dapat digunakan untuk memperlambat laju korosi adalah ekstrak organik daun pepaya yang mengandung tanin. Zat ini mampu membentuk senyawa kompleks pada permukaan logam akibatnya dapat menurunkan laju korosi. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah pembuatan inhibitor korosi dengan variasi pH media korosif asam dan basa juga variasi konsentrasi inhibitor. Baja ST 37 merupakan baja dengan kekuatan tarik ‰¤ 37kg/mm2 dengan komposisi besi lebih dari 90% dan hanya mengandung 0,022%-0,30% karbon dan sering digunakan dalam konstruksi-konstruksi mesin yang saling bergesekan. Penelitian penggunaan ekstrak daun daun pepaya menjadi inhibitor korosi pada plat baja ST 37 dilakukan dengan menggunakan metode perendaman. Dimana air laut dengan variasi pH asam dan basa digunakan sebagai media korosif pada plat baja ST 37 dan menggunakan inhibitor ekstrak daun pepaya. Perendaman dilakukan selama 8 hari dengan variasi konsentrasi inhibitor 0, 200, 250 dan 300 ppm. Perhitungan laju korosi dilakukan dengan metode weight loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi dipengaruhi oleh pH air laut, dimana laju korosi lebih meningkat pada suasana asam namun penggunaan inhibitor tetap menunjukkan hasil signifikan dalam penurunan laju korosi baik pada perendaman air laut dengan suasana asam maupun basa seiring dengan meningkatnya konsentrasi inhibitor yang digunakan. Kecepatan korosi paling kecil didapatkan dengan perendaman air laut pada pH basa dengan konsentrasi inhibitor 300 ppm dengan laju korosi sebesar 1,41 mmpy dengan efisiensi tertinggi pada perendaman 300 ppm pada suasana asam sebesar 81%.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN WAKTU PENYANGRAIAN TERHADAP PRODUKSI COKLAT BUBUK Safrida, Riana; Meriatna, Meriatna; Muhammad, Muhammad; Muarif, Agam; ZA, Nasrul; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.12120

Abstract

Bubuk cokelat merupakan produk bahan pangan yang biasa diolah menjadi makanan dan minuman. Bubuk cokelat merupakan salah satu olahan biji kakao yang banyak diminati industri. Bubuk cokelat terbuat dari biji kakao yang dipisahkan dari mentega kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dan waktu penyangraian terhadap produksi coklat bubuk. Penelitian ini telah banyak dilakukan sebelumnya dan penelitian yang belum pernah dilakukan adalah pengaruh waktu fermentasi  selama 10 hari dan variasi waktu penyangrain selama 10, 20, 30, 40 dan 50 menit. Metode yang digunakan yaitu Ekstraksi, gravimetri, dan spektrofotometri UV/VIS.  Hasil analisa kandungan asam lemak coklat bubuk fermentasi pada waktu penyangraian 50 menit yaitu 1,40gr, pada coklat bubuk fermentasi pada waktu penyangraian 50 menit yaitu 2,44gr. Kandungan kadar air coklat bubuk tanpa fermentasi dengan waktu penyangraian 10 menit yaitu 0,32gr dan kadar air coklat bubuk fermentasi dengan waktu penyangraian 10 menit yaitu 3,76gr. Kadar pH coklat bubuk tanpa fermentasi berkisar 6,6-6,7 dan pH coklat bubuk fermentasi berkisar 6,4 - 6,5. Kadar polifenol terbaik yaitu pada coklat bubuk tanpa fermentasi dengan waktu penyangrain 10 menit yaitu 20,31mg/gr.
PEMBUATAN BIOKOMPOSIT KITOSAN-PATI KENTANG UNTUK APLIKASI PEMBALUT LUKA DENGAN PENAMBAHAN CaCO3 SEBAGAI FILLER Safira, Riska Dwi; Suryati, Suryati; Sulhatun, Sulhatun; Muhammad, Muhammad; Hakim, Lukman; Hasfita, Fikri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.12192

Abstract

Balutan luka (Wound dressing) adalah tindakan yang dilakukan untuk melindungi dan mempercepat proses penyembuhan luka. Pembalut luka primer merupakan produk yang berupa lapisan tipis yang berfungsi sebagai pelindung luka yang memiliki beberapa karakteristik biokompotabilitas, toksisitas rendah, aktivitas anti bakteri dan kestablian kimia yang baik sehingga dapat mempercepat penyembuhan.Pembalut luka yang ideal harus mampu menciptakan kondisi lembab, mengontrol eksudat, menjaga stabilitas tubuh, dan melindungi dari infeksi. Selain itu, kebutuhan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan jejak karbon dari bahan sintetis mendorong pengembangan pembalut luka yang bersifat ramah ligkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan pati kentang sebagai bahan dasar pembuatan biokomposit untuk aplikasi pembalut luka serta menganalisis efek dari penambahan filler kalsium karbonat (CaCO 3 ) pada sifat fisik dan mekanik biokomposit . Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan membuat biokomposit kitosan-pati kentang untuk aplikasi pembalut luka dengan penambahan CaCO3 sebagai filler . Metode yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari persiapan bahan baku, tahap pengolahan biokomposit serta tahap pengujian. Pada uji ketebalan biokomposit berhan pati kentang dan kitosan dengan penambahan CaCO 3 yang terbaik yaitu pada variasi komposisi pati kentang-kitosan 80.20 % dan CaCO 3 9 % sebesar 0,0035 mm. Pada uji pembengkakan nilai persen pembengkakan tertinggi diperoleh pada variasi pati kentang-kitosan 40:60% dengan CaCO 3 6% yaitu sebesar 249,54%. Pada uji absorpsi peresentase absorpsi biokomposit berbahan pati kentang-kitosan-CaCO 3 yang paling baik yaitu pada variasi komposi 40:60 dengan CaCO 3 6% yaitu sebesar 72.088%. H asil analisa gugus fungsi (FTIR) yang terkandung pada biokomposit menunjukkan hasil gugus fungsi OH, CH dan CO Gugus fungsi OH dan gugus fungsi CO yang menunjukkan bahwa pembalut luka cenderung bersifat hidrofilik dan gugus tersebut menunjukkan bahwa pembalut luka tersebut mudah terdegredasi dan ramah lingkungan. Kemudian untuk hasil analisa jumlah bakteri hasil yang baik ada pada variasi komposisi 80:20% CaCO3 4% dimana jumlah bakteri 7 count.
PEMANFAATAN LIDAH BUAYA SEBAGAI KOAGULAN PADA PENJERNIHAN AIR Maulana, Firman; Azhari, Azhari; Ishak, Ishak; Zulnazri, Zulnazri; Sulhatun, Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13266

Abstract

Koagulan adalah suatu material yang digunakan untuk mengikat partikel atau kotoran dalam air yang selanjutnya menjadi flokulan yang mengubah partikel tersebut terikat menjadi gumpalan dan mempunyai berbeda ukuran untuk mengendap. Penelitian ini bertujuan meneliti lidah buaya mampu menjadi biokoagulan, melihat pengaruh waktu reaksi dan karakteristik koagulan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan variasi dosis koagulan dengan 0,2 ml, 0,4 ml dan 0,6 ml serta lama pengadukan yaitu 30, 45 dan 60 menit, dengan kecepatan pengadukan 30 rpm. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan mengggunakan lidah buaya sebagai koagulan pada penjernihan air. Air yang dimaksudkan untuk sanitasi dan higiene harus tersedia memenuhi kebutuhan kesehatan yang meliputi kebutuhan fisik, biologis dan kimia. Hasil yang diperoleh dari pengukuran pH, kekeruhan, kesadahan, suhu dan warna terbaik yaitu pada dosis 0,6 ml dengan lama pengadukan 60 menit.  Nilai pH terbaik dari 7,8 menjadi 6,6. Nilai kekeruhan air yang terbaik dari 154,62 menjadi 42,894. Nilai kesadahan air dari 3,7548 ppm menjadi 0,2058 ppm. Suhu tidak ada perubahan dikarenakan tidak ada reaksi kimia yang cepat berlangsung, dan warna air berubah dari 178 menjadi 46.  Sehingga dari semua hasil yang didapat pada penelitian diketahui bahwasanya variasi jumlah dosis gel lidah buaya yang digunakan dan lama pengadukan mempengaruhi hasil kadar koagulan yang dihasilkan. Semakin banyak massa yang digunakan maka semakin baik pH, kekeruhan, kesadahan, suhu dan warna yang dihasilkan.
PEMURNIAN MINYAK JELANTAH DENGAN MEMANFAATKAN AMPAS NANAS SEBAGAI ADSOBEN Afra, Khalida; ZA, Nasrul; Sulhatun, Sulhatun; Mulyawan, Rizka; Muarif, Agam
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13402

Abstract

Proses pemisahan produk reaksi degradasi (air, peroksida, asam lemak bebas, aldehida, dan keton) dari minyak goreng dikenal sebagai penyulingan minyak goreng atau minyak goreng bekas. Menggunakan agen penyerap untuk memurnikan minyak goreng bekas adalah metode yang mudah dan efektif. Ampas nanas adalah adsorben yang digunakan dalam penelitian ini. Karena memiliki antioksidan yang dapat mencegah molekul radikal bebas, bahan penyerap ini dapat memurnikan minyak jelantah. Menggunakan ampas nanas sebagai adsorben dan proses aktivasi untuk mengukur kadar asam lemak bebas, bilangan asam, bilangan peroksida, kadar air, dan karakteristik gugus fungsi yang diperoleh setelah adsorbsi, penelitian ini bermaksud untuk melihat pengaruh waktu dan massa terhadap proses penyulingan minyak jelantah. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun yang menjadi pembeda adalah waktu adsorpsi 3, 4, 5, dan 6 hari dan massa adsorben 13, 15, 17, dan 19 g. Dari hasil penelitian didapatkan hasil uji terbaik asam lemak bebas (FFA) sebesar 0,10%, bilangan asam KOH/gr 0,16 mg, bilangan peroksida 1,48 mEq/kg, kadar air 0,01%, dan uji gugus fungsi (FTIR) untuk adsorben aktif, dengan gugus hidroksil OH pada bilangan gelombang 3367,71 cm-1, gugus C=O pada bilangan gelombang 1708,93 cm-1, gugus fungsi C=C pada bilangan gelombang 1.570,06 cm-1, gugus fungsi C-H dengan bilangan gelombang 2.941,44 cm-1, dan golongan fungsional P-OH dengan bilangan gelombang 1.058,92 cm-1.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 01 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Febuari 2026 Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025 Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025 Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025 Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024 Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024 Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024 Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024 Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024 Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024 Vol. 3 No. 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023 Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023 Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023 Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023 Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023 Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022 Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022 Vol. 2 No. 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Mei 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - April 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2022 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Desember 2021 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Oktober 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021 Vol. 1 No. 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 More Issue