cover
Contact Name
debie anggraini
Contact Email
scientificj.id@gmail.com
Phone
+6281277167619
Journal Mail Official
scientific.journal@scientic.id
Editorial Address
Jalan Khatib Sulaiman, Kel. Alai Parak Kopi, Kec. Padang Utara, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Scientific Journal
ISSN : 28100204     EISSN : 28100204     DOI : https://doi.org/10.56260/sciena
Core Subject : Health, Science,
Scientific Journal(SCIENA) published by an official of Scientific.id_considers the following types of original contribution for peer review and publication: Research Articles, Review Articles, Letters to Editor, Brief Communications, Case Reports, Book Reviews, Technological Reports, and Opinion Articles. It Is published six times a year and serves the need of scientific and non-scientific personals involved/interested in Natural Science (Physics, Chemistry, Electronics, Mathematics, Astronomy, Oceanography, Engineering), Social Science, Economics, Biology and Medicine. Each issue covers topics, which are of broad readership interest to personals from General Public, Industry, Clinicians, Academia, and Government. Scientic Journal is a must read journal for every one with curiosity in science.
Articles 188 Documents
Pengaruh Kadar Hemoglobin terhadap Risiko Anemia dan Dampaknya pada Kesehatan Remaja Putri Mulyani, Intan; Faadilah, Afkaar; Junisa, Diva Efrilia; Anggraini, Debie
Scientific Journal Vol. 4 No. 1 (2025): SCIENA Volume IV No 1, January 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i1.187

Abstract

Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan umum di kalangan remaja putri, yang sering kali disebabkan oleh gizi yang tidak memadai dan kesadaran yang buruk, yang dapat berdampak negatif pada kualitas hidup dan hasil kesehatan mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi anemia dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi status anemia pada remaja putri. Metode: Tinjauan ini mencakup lima penelitian yang menggunakan desain eksperimental dan cross-sectional. Metode pengumpulan data bervariasi dari pengujian hemoglobin, kuesioner, dan pengukuran antropometri hingga analisis asupan gizi. Uji statistik seperti Mann-Whitney U, chi-square, dan regresi logistik digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Edukasi tentang anemia, baik secara langsung maupun berbasis web, secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin, pengetahuan, sikap, dan praktik. Faktor-faktor utama yang memengaruhi anemia meliputi pendapatan keluarga, asupan gizi, pendidikan orang tua, dan kondisi menstruasi. Anemia juga berdampak signifikan pada kualitas hidup, khususnya hubungan sosial dan kesehatan reproduksi. Kesimpulan: Intervensi anemia yang efektif memerlukan pendekatan multifaset, yang menggabungkan pendidikan, peningkatan akses ke gizi, dan dukungan keluarga, untuk mengurangi prevalensi anemia dan meningkatkan hasil kesehatan remaja.
Peran Thyroid Stimulating Hormone pada Bayi Baru Lahir Anggraini, Debie; Fharel, Muhammad
Scientific Journal Vol. 4 No. 1 (2025): SCIENA Volume IV No 1, January 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i1.188

Abstract

Latar Belakang:Kelenjar tiroid berperan penting dalam perkembangan dan fungsi berbagai sistem organ, terutama otak, sejak masa neonatal. Fungsi tiroid yang optimal pada bayi baru lahir sangat krusial untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan normal. Disfungsi tiroid neonatal, seperti hipotiroid kongenital, dapat berdampak signifikan pada perkembangan neurologis dan metabolisme bayi. Oleh karena itu, pemahaman tentang fisiologi tiroid neonatal dan deteksi dini gangguan fungsi tiroid menjadi aspek penting dalam kesehatan anak. Tujuan: Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran fisiologi kelenjar tiroid pada bayi baru lahir, mekanisme regulasi hormon tiroid, serta implikasi klinis dari gangguan fungsi tiroid neonatal. Selain itu, dibahas pula program skrining hipotiroid kongenital yang bertujuan untuk mendeteksi dini gangguan tiroid dan mengurangi dampak jangka panjang terhadap perkembangan anak. Metode: Artikel ini merupakan tinjauan literatur yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai penelitian terkini mengenai anatomi, fisiologi, regulasi hormonal, serta gangguan tiroid pada bayi baru lahir. Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku teks, dan pedoman kesehatan nasional dan internasional. Hasil: Kelenjar tiroid neonatal memiliki peran utama dalam mengatur metabolisme dan perkembangan otak melalui produksi hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Produksi hormon ini dikendalikan oleh mekanisme umpan balik yang melibatkan hipotalamus dan hipofisis. Hipotiroid kongenital merupakan gangguan metabolik yang paling umum pada bayi baru lahir dan dapat menyebabkan gangguan perkembangan jika tidak terdeteksi dan ditangani secara dini. Program Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) telah diimplementasikan di berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mengidentifikasi dan mengobati gangguan tiroid neonatal secara cepat dan efektif. Kesimpulan: Fungsi tiroid yang optimal pada bayi baru lahir sangat penting untuk mendukung perkembangan neurologis dan metabolisme. Deteksi dini gangguan tiroid melalui program skrining neonatal menjadi langkah preventif yang krusial untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Peningkatan kesadaran tenaga medis dan orang tua terhadap pentingnya fungsi tiroid neonatal dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan anak secara keseluruhan.
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Annisa, Zahra Dwi; Lestari, Apriliyana Puji; Anggraini, Debie
Scientific Journal Vol. 4 No. 2 (2025): SCIENA Volume IV No 2, March 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i2.189

Abstract

Status gizi dapat menjadi cerminan kesehatan seseorang yang didukung oleh asupan zat gizi organik . Terkait dengan kejadian anemia pada remaja, hal ini dapat menjadi penting karena prevalensi anemia pada remaja di suatu negara mencapai 100 juta orang . Kondisi ini mempengaruhi kesehatan, kesadaran, dan tindakan belajar . Dengan memahami hubungan antara status gizi dan anemia, kita dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, mengembangkan program-program gizi dan mendorong perubahan dalam perilaku makan sehat pada remaja, sehingga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa ( SDGs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hubungan antara status gizi dan kejadian anemia pada remaja. Metode yang digunakan adalah analisis sistematis dengan pengumpulan data yang ada , hasil analisis berasal dari peninjauan data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis yang ada , dengan kesimpulan bahwa anemia dan penyakit defisiensi merupakan masalah kesehatan yang vital bagi remaja putri di berbagai negara, termasuk Republik Demokratik Federal Ethiopia , Bangladesh, India, India Selatan , dan Chili.
Giant Cell of the Bone: Laporan Kasus dan Tinjauan Pustaka: Laporan Kasus dan Tinjauan Pustaka Oktora, Meta Zulyati; Mayorita, Pamelia
Scientific Journal Vol. 4 No. 1 (2025): SCIENA Volume IV No 1, January 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i1.192

Abstract

Giant Cell Tumor of the Bone (GCTB) adalah neoplasma tulang yang jarang terjadi namun bersifat agresif secara lokal dan sering mengenai epifisis tulang panjang. Laporan kasus ini menggambarkan seorang pria berusia 39 tahun dengan massa yang membesar secara progresif pada lutut kanan selama dua tahun. Pasien memiliki riwayat trauma pada lutut kanan. MRI femur dengan kontras menunjukkan lesi osteolitik ekspansif pada epifisis femur distal. Pemeriksaan histopatologik mengonfirmasi diagnosis GCTB dengan adanya sel multinukleasi raksasa dalam latar belakang stroma mononuklear. Pasien menjalani kuretase intralesional dengan cangkok tulang untuk mengurangi risiko kekambuhan. Patofisiologi GCTB melibatkan interaksi RANK/RANKL yang mendorong resorpsi tulang yang dimediasi osteoklas. Meskipun jinak, GCTB memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi dan dalam kasus yang jarang dapat mengalami transformasi ganas. Analisis perbandingan dengan kasus lain menyoroti pentingnya terapi adjuvan dan pendekatan pengobatan bertarget seperti denosumab dalam meningkatkan hasil klinis pasien.
Trauma Tumpul Akibat Jatuh dari Ketinggian Rosmawaty
Scientific Journal Vol. 4 No. 1 (2025): SCIENA Volume IV No 1, January 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i1.193

Abstract

Trauma menjadi penyebab kematian dengan angka yang terus meningkat setiap tahunnya. Secara global kematian akibat trauma menyumbang 1 dari 10 kematian. Pemahaman yang berkaitan dengan luka atau trauma dalam bidang forensik dikenal sebagai Traumatologi. Trauma tumpul dikaitkan dengan interaksi tubuh dengan benda maupun interaksi benda terhadap tubuh. Luka akibat rauma tumpul dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis yaitu lebam, luka lecet, luka robek dan fraktur. Umumnya semua jenis luka dapat muncul bersamaan. Telah dilaporkan korban laki-laki usia 35 tahun ditemukan meninggal disebuah bangunan kosong bertingkat dengan posisi terlentang. Atas permintaan kepolisian dilakukan pemeriksaan visum et repertum dan ditdapatkan perkiraan kematian lebih dari 12 jam. Pemeriksaan luar di dapatkan luka lecet gores dan memar pada dada dan perut yang disebabkakn oleh trauma tumpul. Pada pemeriksaan dalam ditemukan cairan 500 ml pada rongga dada,tulang iga kiri belakang 1-6 dan paru kiri robek dan mengecil. Temuan ini menunjukkan penyebab kematian pasien akibat trauma tumpul diduga akibat pasien terjatuh dari ketinggian.
Bone Metastasis Disease from Mucinous Carcinoma of the Breast: A Rare Case Report with Immunohistochemical Confirmation Novianti, Hera; Mayorita, Pamelia; Oktora, Meta Zulyati; Hafizhah, Ataya; Muhammad, Almu
Scientific Journal Vol. 4 No. 1 (2025): SCIENA Volume IV No 1, January 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i1.194

Abstract

Background: Mucinous carcinoma of the breast (MCB) is a rare histological subtype of invasive breast cancer, comprising 1-7% of all breast carcinomas. It is generally associated with a favorable prognosis due to its indolent course and low metastatic potential. However, distant metastases, including to the bone, are exceptionally rare and pose diagnostic and therapeutic challenges. Case Presentation: We present a case of a 64-year-old woman with a history of MCB who developed progressive back pain and lower limb weakness. MRI showed multiple osteolytic lesions with spinal cord compression. A CT-guided biopsy confirmed metastatic mucinous carcinoma, and immunohistochemical (IHC) staining demonstrated GATA3 positivity, confirming breast origin. The patient received denosumab, aromatase inhibitors, and palliative radiotherapy. Conclusion: This case highlights the importance of considering bone metastases in patients with a history of MCB presenting with skeletal-related events. IHC, particularly GATA3, is crucial in confirming the metastatic origin and guiding targeted treatment strategies.
Pengaruh Penerapan Pola Makan Sehat Terhadap Tingkat Kesehatan pada Mahasiswa Kedokteran Rahmi, Fadhila; Anugrah, Kaila Ichi; Hasibuan, Raudah Abidah; Oktora, Meta Zulyati
Scientific Journal Vol. 4 No. 1 (2025): SCIENA Volume IV No 1, January 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i1.195

Abstract

Latar Belakang: Pola makan sehat memiliki peranan krusial dalam menjaga kualitas kesehatan. Mahasiswa kedokteran, sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan memiliki kesadaran tinggi terhadap pola hidup sehat. Namun, kesibukan akademik, tekanan sosial, dan keterbatasan waktu sering kali menjadi kendala dalam menerapkan pola makan sehat. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesehatan fisik dan mental mahasiswa, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas hidup dan kinerja akademik. Tujuan: Mengevaluasi hubungan antara penerapan pola makan sehat dan status kesehatan mahasiswa kedokteran berdasarkan bukti ilmiah yang terkini. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan 10 artikel yang diperoleh dari database PubMed dan EBSCO dalam rentang tahun 2016–2025. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Inggris atau Indonesia yang membahas pola makan dan kesehatan mahasiswa kedokteran. Hasil: Analisis dari 10 artikel menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran yang menerapkan pola makan sehat memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang lebih baik, energi yang lebih stabil, serta risiko lebih rendah terhadap penyakit kronis dibandingkan mahasiswa dengan pola makan buruk. Kesibukan akademik menjadi faktor utama penyebab pola makan tidak sehat. Kesimpulan: Penerapan pola makan sehat berdampak positif pada tingkat kesehatan mahasiswa kedokteran. Diperlukan intervensi pendidikan gizi untuk meningkatkan kesadaran mereka.
Gaya Hidup dan Risiko Kanker Payudara pada Remaja Putri: A Systematic Review Oktora, Meta Zulyati; Banoza, Sandripa; Maulana, Zaki Ahmad; Haekal, Muhammad
Scientific Journal Vol. 4 No. 1 (2025): SCIENA Volume IV No 1, January 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i1.196

Abstract

Latar Belakang : Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian terkait kanker pada wanita, termasuk di kalangan remaja putri. Insidensi kanker payudara di Asia, termasuk Indonesia, menunjukkan peningkatan yang signifikan berdasarkan data Global Burden of Cancer. Gaya hidup modern, seperti konsumsi makanan tinggi lemak, obesitas, merokok, dan stres, telah diidentifikasi sebagai faktor risiko utama yang memperburuk kondisi ini. Oleh karena itu, memahami hubungan antara gaya hidup dan risiko kanker payudara pada remaja putri menjadi penting untuk mendukung upaya pencegahan dini. Metode: Studi ini merupakan tinjauan sistematis yang dilakukan sesuai dengan protokol PRISMA-P. Pencarian literatur dilakukan di basis data Google Scholar dan PubMed untuk mengidentifikasi studi yang relevan. Kata kunci menggunakan pendekatan PICO-S meliputi "wanita muda", "gaya hidup", "kanker payudara", dan "risiko". Sembilan studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif untuk mengevaluasi hubungan antara gaya hidup dan risiko kanker payudara. Hasil: Dari sembilan studi yang diulas, ditemukan bahwa stres memiliki odds ratio (OR) tertinggi sebesar 2,657, diikuti oleh konsumsi makanan tinggi lemak (OR = 2,872) dan obesitas (OR = 1,942). Merokok dan kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi dalam meningkatkan risiko kanker payudara pada remaja putri. Faktor gaya hidup yang paling dominan adalah stres, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara secara signifikan. Kesimpulan: Gaya hidup tidak sehat, terutama stres, pola makan tinggi lemak, dan obesitas, berperan penting dalam meningkatkan risiko kanker payudara pada remaja putri. Intervensi dini yang berfokus pada pengelolaan stres, pola makan sehat, dan peningkatan aktivitas fisik sangat diperlukan. Edukasi kesehatan yang komprehensif dan berbasis bukti menjadi langkah strategis untuk mencegah kanker payudara di kalangan wanita muda.
Pencegahan Jatuh dan Instabilitas pada Kelompok Lanjut Usia: Sebuah Studi Literatur Heppy, Fredia
Scientific Journal Vol. 3 No. 4 (2024): SCIENA Volume III No 4, July 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i4.198

Abstract

Latar Belakang : Jatuh dan instabilitas merupakan permasalahan kesehatan yang signifikan pada kelompok lanjut usia (lansia) dan dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup, termasuk meningkatkan risiko kecacatan, ketergantungan, serta angka kesakitan dan kematian. Faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian jatuh pada lansia meliputi perubahan degeneratif pada sistem muskuloskeletal, gangguan keseimbangan, serta berbagai faktor risiko intrinsik dan ekstrinsik. Pencegahan jatuh dan instabilitas menjadi aspek penting dalam menjaga kemandirian dan kesejahteraan lansia. Tujuan : Artikel ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor risiko jatuh dan instabilitas pada lansia serta mengevaluasi strategi pencegahan yang dapat diterapkan berdasarkan studi literatur. Metode : Penelitian ini merupakan studi literatur yang mengkaji berbagai sumber ilmiah terkait epidemiologi, faktor risiko, mekanisme keseimbangan tubuh, serta intervensi yang dapat digunakan dalam pencegahan jatuh dan instabilitas pada lansia. Hasil : Prevalensi jatuh pada lansia bervariasi secara global, dengan angka tertinggi ditemukan di negara-negara maju akibat tingginya proporsi populasi lansia. Faktor risiko jatuh meliputi gangguan keseimbangan postural, penurunan massa otot (sarkopenia), polifarmasi, gangguan penglihatan, komorbiditas seperti hipertensi dan diabetes, serta faktor lingkungan seperti permukaan lantai yang licin. Keseimbangan tubuh dipengaruhi oleh interaksi sistem vestibular, proprioseptif, dan visual, yang mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Strategi pencegahan jatuh mencakup pendekatan multidisiplin, termasuk skrining risiko jatuh, modifikasi lingkungan, edukasi kesehatan, serta latihan keseimbangan dan kekuatan otot. Kesimpulan : Pencegahan jatuh dan instabilitas pada lansia memerlukan pendekatan yang komprehensif, mulai dari deteksi dini faktor risiko hingga intervensi berbasis individu dan lingkungan. Edukasi kepada lansia, keluarga, serta penyedia layanan kesehatan sangat penting untuk mengurangi angka kejadian jatuh dan dampaknya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Lesi Litik Punched-Out pada Tengkorak: Laporan Kasus Granuloma Eosinofilik dengan Temuan Radiologi dan Histopatologi Musyarifah , Zulda; Oktora, Meta Zulyati; Ramadhani, Rahmi; Febrina, Tiara
Scientific Journal Vol. 4 No. 2 (2025): SCIENA Volume IV No 2, March 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i2.199

Abstract

Latar Belakang: Granuloma eosinofilik (EG) adalah bentuk terlokalisasi dari Langerhans Cell Histiocytosis (LCH), suatu kelainan langka yang ditandai oleh proliferasi klonal sel Langerhans. Tengkorak merupakan salah satu tulang yang paling sering terkena, di mana EG muncul sebagai lesi litik berbatas jelas ("punched-out") yang dapat menyerupai kondisi patologis lainnya. Diagnosis yang akurat memerlukan korelasi antara temuan klinis, radiologis, dan histopatologis. Laporan Kasus : seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang datang dengan massa tidak nyeri di tengkorak. Pasien menjalani pemeriksaan radiologi, termasuk CT-scan dengan kontras, yang dilanjutkan dengan biopsi bedah dan pemeriksaan histopatologi. Pemeriksaan imunohistokimia (IHC) dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis, dengan penekanan pada ekspresi Cyclin D1 sebagai penanda alternatif dalam kondisi dengan keterbatasan sumber daya. Pemeriksaan CT-scan dengan kontras menunjukkan lesi litik punched-out dengan komponen jaringan lunak di tulang frontal kiri, yang meluas hingga ke atap orbita. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan infiltrasi padat sel Langerhans, dengan ukuran 12–15 mikron, sitoplasma eosinofilik pucat yang melimpah, inti tidak teratur dan memanjang dengan lekukan dan lipatan nukleus yang menonjol, kromatin halus, serta nukleolus yang tidak mencolok. Latar belakang inflamasi mengandung banyak eosinofil, sel raksasa multinukleasi, dan pembentukan tulang reaktif. Pemeriksaan IHC menunjukkan ekspresi positif Cyclin D1, yang mendukung diagnosis granuloma eosinofilik. Kesimpulan : Kasus ini menyoroti pentingnya integrasi antara temuan radiologis dan histopatologi untuk memastikan diagnosis yang akurat pada lesi tengkorak pediatrik akibat granuloma eosinofilik. Korelasi antara gejala klinis, pemeriksaan radiologi, dan histopatologi sangat diperlukan. Mengenali morfologi sel Langerhans merupakan aspek krusial dalam diagnosis histopatologi. Pemeriksaan IHC diperlukan untuk mengonfirmasi asal sel tumor, dan Cyclin D1 dapat digunakan sebagai penanda alternatif yang berguna. Penilaian terpadu ini memungkinkan klasifikasi yang lebih akurat, sehingga dapat membimbing penatalaksanaan klinis yang tepat.