cover
Contact Name
debie anggraini
Contact Email
scientificj.id@gmail.com
Phone
+6281277167619
Journal Mail Official
scientific.journal@scientic.id
Editorial Address
Jalan Khatib Sulaiman, Kel. Alai Parak Kopi, Kec. Padang Utara, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Scientific Journal
ISSN : 28100204     EISSN : 28100204     DOI : https://doi.org/10.56260/sciena
Core Subject : Health, Science,
Scientific Journal(SCIENA) published by an official of Scientific.id_considers the following types of original contribution for peer review and publication: Research Articles, Review Articles, Letters to Editor, Brief Communications, Case Reports, Book Reviews, Technological Reports, and Opinion Articles. It Is published six times a year and serves the need of scientific and non-scientific personals involved/interested in Natural Science (Physics, Chemistry, Electronics, Mathematics, Astronomy, Oceanography, Engineering), Social Science, Economics, Biology and Medicine. Each issue covers topics, which are of broad readership interest to personals from General Public, Industry, Clinicians, Academia, and Government. Scientic Journal is a must read journal for every one with curiosity in science.
Articles 188 Documents
Karakteristik dan Tingkat Ansietas Ibu Hamil terhadap Infeksi Covid-19 di Puskesmas Alai Kota Padang Sugianto, Annisa Putri; Birman, Yuliza; Rinaldy , Arief
Scientific Journal Vol. 4 No. 2 (2025): SCIENA Volume IV No 2, March 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i2.218

Abstract

Latar Belakang: Pada akhir tahun 2019, infeksi pneumonia virus yang dinamakan infeksi SARS- COV2 (Corona Virus Disease 2019) atau Covid-19 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China. Infeksi ini menyerang saluran pernafasan yang mengakibatkan radang paru-paru dan dapat mempengaruhi sistem organ lainnya. Penyebaran infeksi Covid-19 ini berpengaruh tehadap kesehatan psikis dan psikologis di berbagai kalangan, salah satunya adalah ibu hamil. Hal ini dapat memicu tingkat ansietas pada ibu hamil yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan juga bayi hingga jalan lahir nantinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat ansietas ibu hamil terhadap infeksi Covid-19 di Puskesmas Alai kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kategorik dengan rancangan cross sectional yang menggunakan data primer yang berasal dari kuesioner yang diberikan kepada responden sesuai dengan kriteria ibu hamil di Puskesmas Alai kota Padang. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling. Sampel yang diperoleh adalah 70 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan usia responden terbanyak adalah 20-35 tahun yaitu 61 orang (87.1%), tingkat pendidikan terakhir terbanyak adalah SMA/ sederajat yaitu 41 orang (58.6%), status pekerjaan responden terbanyak adalah IRT/ tidak bekerja yaitu 57 orang (81.4%), jumlah gravida terbanyak adalah primigravida yaitu 31 orang (42%), jumlah paritas terbanyak adalah nullipara yaitu 31 orang (42%), jumlah anak terbanyak adalah tidak ada/ kehamilan anak pertama yaitu 31 orang (42%), lalu tingkat ansietas tertinggi adalah ansietas sedang yaitu 45 orang (64,3%). Kesimpulan: Karakteristik ibu hamil di Puskesmas Alai kota Padang berdasarkan usia terbanyak adalah 20-35 tahun, tingkat pendidikan terakhir tertinggi adalah lulusan SMA/ sederajat, status pekerjaan terbanyak adalah IRT/ tidak bekerja, usia kehamilan terbanyak adalah pada kategori kehamilan trimester III, jumlah gravida terbanyak adalah multigravida, jumlah paritas terbanyak adalah nullipara, Jumlah anak terbanyak adalah 1 anak dan tingkat ansietas terbanyak adalah tingkat ansietas sedang.
Karakteristik Pasien HIV/AIDS dengan Infeksi Oportunistik di RSUP Dr.M.Djamil Padang, Tahun 2021 Haiga, Yuri; Anggraini, Debie; Oktora, Meta Zulyati; Wanandri, Puja
Scientific Journal Vol. 4 No. 2 (2025): SCIENA Volume IV No 2, March 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i2.222

Abstract

Latar Belakang : Human Immunodefeciency Virus (HIV), merupakan virus penyebab Acquired Immune Defeciency Syndrome (AIDS) dengan sistem kerja menyerang darah putih sel CD 4 tergantung dari infeksi opertunistik yang menyertainya. Tujuan: Mengetahui gambaran karakteristik pasien HIV AIDS dengan infeksi opertunistik di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kategorik. Penelitian menggunakan rancangan total sampling menggunakan data sekunder dengan jumlah sampel sebanyak 31. Hasil : Dari 31 sampel pasien HIV AIDS dengan Infeksi Oportunistik, paling banyak berjenis kelamin laki-laki sebanyak 21 orang (93.5%), usia terbanyak pada dewasa yaitu 21 orang (67.7%), pekerjaan terbanyak adalah wiraswasta yaitu 11 orang (35.5%), pendidikan terbanyak adalah SMA yaitu 19 orang (61.3%) status pernikahan terbanyak adalah menikah yaitu 13 orang (41.9%) dan pasien terbanyak memiliki infeksi oportunistik adalah Infeksi Mycobacterium tuberculosis sebanyak 12 orang (38.7%). Kesimpulan: Pasien HIV AIDS banyak yang berjenis kelamin laki-laki ,usia 26-45 tahun, pekerjaan wiraswasta,Pendidikan SMA ,pasien sudah menikah dan dengan infeksi oportunisistik terbanyak yaitu infeksi Mycobacterium tuberculosis
Pengaruh Puasa Intermiten Terhadap Kesehatan Kardiovaskular Hamdani, Rita; Fahlevi, Indra
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.223

Abstract

Puasa intermiten (IF) berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan metabolik dan kardiovaskular dengan meningkatkan fleksibilitas metabolik, mengoptimalkan penggunaan energi, dan mengurangi stres oksidatif. Penelitian menunjukkan bahwa IF dapat menurunkan berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, serta memperbaiki profil lipid. Selain itu, IF berkontribusi dalam mengatur ritme sirkadian, meningkatkan autofagi, dan mengurangi inflamasi kronis terkait aterosklerosis. Mekanisme utama melibatkan peningkatan produksi keton, perbaikan metabolisme lipid, regulasi mikrobiota usus, serta modulasi jalur molekuler seperti AMPK, mTOR, dan SIRT1. Dengan demikian, IF berpotensi memperbaiki kesehatan sistem kardiovaskular melalui mekanisme metabolik, inflamasi, dan molekuler yang kompleks, namun efektivitasnya bergantung pada metode yang digunakan dan kondisi individu.
Peran Fascia dalam Integrasi Struktural Tubuh: Suatu Tinjauan Literatur Anatomi Dewi , Nadia Purnama; Vani, Ade Teti; Amelia, Rinita
Scientific Journal Vol. 4 No. 2 (2025): SCIENA Volume IV No 2, March 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i2.224

Abstract

Pendahuluan: Fascia adalah jaringan ikat yang membentuk sistem kontinu di seluruh tubuh manusia dan berperan penting dalam stabilitas, gerak, serta komunikasi antar sistem tubuh. Tetapi perannya dalam studi anatomi dan praktik klinis konvensional, sering terabaikan. Metode: Literatur review ini dilakukan terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2025 dengan menggunakan basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Wiley Online Library. Seleksi dilakukan mengikuti alur PRISMA. Artikel yang digunakan adalah artikel yang secara khusus membahas fascia dan integrasi struktural dalam anatomi manusia. Hanya terdapat 13 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik, dari 327 artikel.  Hasil: Fascia ditemukan memiliki struktur berlapis dan fungsional, dengan kemampuan mentransmisikan gaya antar jaringan, mendukung postur, dan mengatur propriosepsi serta persepsi nyeri. Studi menunjukkan fascia sebagai jaringan aktif yang memediasi integrasi biomekanik antara otot, tulang, dan organ. Beberapa pendekatan klinis seperti terapi myofascial dan integrasi struktural menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan fungsi dan mengurangi nyeri. Kesimpulan: Studi terbaru menunjukkan fascia harus dilihat sebagai sistem jaringan aktif daripada hanya pembungkus otot. Ini menunjukkan bahwa standar pendidikan medis, fisioterapi, dan rehabilitasi perlu diubah. Studi lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi peran fascia dalam patologi sistemik dan mengevaluasi lebih lanjut efektivitas intervensi berbasis fascia
Gambaran Penggunaan Sunscreen Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang Angkatan 2024 Primawati, Irma; Nafiah, Sahlaa Riska; Hamama Pitra, Dian Ayu; Deny, Fitra
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.227

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara tropis yang terletak di garis khatulistiwa, sehingga mendapatkan paparan sinar matahari dengan intensitas tinggi sepanjang tahun. Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit. Penggunaan tabir surya secara rutin telah terbukti efektif dalam meminimalkan efek buruk dari sinar matahari.Tujuan: Untuk Mengetahui Gambaran Penggunaan Sunscreen pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang Angkatan 2024.  Metode: : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kategorik dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan deskriptif kategorik berpasangan. Ukuran sampel yang diperoleh sebanyak 107 peserta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 18 tahun (55,1%), sedangkan usia paling sedikit adalah 21 tahun (1,9%). Berdasarkan jenis kelamin, sebagian besar responden adalah perempuan, yaitu 73,8%, dibandingkan laki-laki 26,2%. Berdasarkan tingkat penggunaan tabir surya, 61,7% responden memiliki kebiasaan penggunaan tabir surya yang baik, 23,4% memiliki kebiasaan penggunaan sedang, dan 15% memiliki kebiasaan penggunaan yang kurang baik.. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas responden (61,7%) menunjukkan kebiasaan penggunaan tabir surya yang baik, diikuti dengan 23,4% dengan penggunaan sedang, dan 15% dengan penggunaan yang kurang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang Angkatan 2024 memiliki kesadaran yang cukup baik mengenai pentingnya perlindungan kulit dari paparan sinar ultraviolet
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan di RSI Siti Rahmah Padang Mardiana, Maya; Hasni, Dita; Hamda, Rialta; Vani, Ade Teti; Hansah, Rendri Bayu; Yulhasfi Febrianto, Budi
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.228

Abstract

Latar Belakang: Tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah sistolik lebih dari 90 mmHg dikenal sebagai hipertensi dan jumlah orang yang menderita hipertensi semakin meningkat seluruh dunia . terapi farmakologi untuk hipertensi, termasuk diuretik, ACEI, beta bloker, ARB dan CCB telah direkomendasikan untuk penderita hipertensi, sehingga diperlukan evaluasi penggunaan obat antihipertensi. Tujuan: Mengetahui penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di RSI Siti Rahmah Padang ditinjau dari segi ketepatan pasien, indikasi, obat dan dosis. Metode: Dalam penelitian ini menggunakan studi deskriptif menggunakan data sekunder seperti catatan medis pasien hipertensi dan resep pada bulan Januari hingga Desember 2023. Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling, sampel yang diambil 200. Data-data tersebut akan dibandingkan dengan pedoman dari Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI 2021). Analisis data yang digunakan adalah analisis data univariat yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penggunaan obat antihipertensi ketepatan pasien 100%, indikasi 100%, obat 96,5%, dan dosis 100%. Terdapat 3,5 % ketidaktepatan obat. Kesimpulan: Bahwa evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di RSI Siti Rahmah Padang pada 200 data dapat disimpulkan manajemen hipertensi yang tepat dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas kardiovaskular untuk memastikan pengobatan hipertensi yang sesuai kondisi pasien agar tetap optimal, aman, serta efektif tanpa menyebabkan komplikasi. Penelitian yang telah dilakukan didapatkan ketidaktepatan obat mungkin karena ada beberapa penyebab yang mempengaruhinya.
Pengaruh Status Gizi dan Aktivitas Fisik terhadap Pola Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Hidayati, Miftahul; Jelmila, Sri Nani; Triola, Seres
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.229

Abstract

Pendahuluan: Keteraturan siklus menstruasi merupakan indikator penting kesehatan reproduksi perempuan. Ketidakteraturan siklus menstruasi, seperti oligomenorea dan amenore, sering terjadi pada perempuan usia produktif dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk status gizi dan aktivitas fisik.Tujuan penelitian:  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan tingkat aktivitas fisik dengan pola siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah angkatan 2023. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross-sectional. Sebanyak 134 mahasiswi diambil sebagai sampel menggunakan teknik total sampling. Data status gizi diperoleh melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan klasifikasi WHO Asia Pasifik, sedangkan aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Pola siklus menstruasi diklasifikasikan sebagai normal atau tidak normal berdasarkan wawancara terstruktur. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05 Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki siklus menstruasi tidak teratur (56,7%). Mayoritas responden memiliki status gizi normal (49,3%) dan aktivitas fisik berat (42,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan siklus menstruasi (p=0,004) serta antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi (
Karakteristik Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Komplikasi Nefropati Diabetik di RSUP Dr. M. Djamil Padang Pratama Putri, Cindy Munawaroh; Mahatma, Gangga; Oktora, Meta Zulyati; Anggraini, Debie
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.231

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan kondisi kronis yang terjadi akibat peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia), yang dapat menyebabkan komplikasi kronis baik makrovaskular maupun mikrovaskular. Salah satu komplikasi mikrovaskular yang dapat terjadi yaitu Nefropati Diabetik. Komplikasi ini sering dijumpai pada 20-40% penderita diabetes serta menjadi penyebab paling utama End Stage Renal Disease (ESRD) atau gagal ginjal stadium akhir. Prevalensi DM tipe 2 yang tinggi menyebabkan banyak penderita DM tipe 2 yang berakhir dengan gagal ginjal stadium akhir akibat nefropati diabetik. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik penderita diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi nefropati diabetik di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2019-2020. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder. Populasi terjangkau penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 dengan komplikasi nefropati diabetik di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2019-2020, dengan 50 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan teknik total sampling. Hasil: Jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan 31 orang (62,0%), penderita DM tipe 2 yang mengalami nefropati banyak pada kelompok usia 46-55 tahun (50,0%), dengan lama menderita DM terbanyak selama > 5-10 tahun (42,0%), stadium nefropati diabetik terbanyak yaitu stadium V (92,0%), kadar GDP dalam rentang normal(< 126 mg/dL) yaitu 29 orang (58,0%), nilai tengah kadar ureum yaitu 141,5 mg/dL dan nilai tengah kadar kreatinin yaitu 7,65 mg/dL, serta profil lipid yaitu 29 orang (58,0%) dengan kadar trigliserida tinggi (≥ 150 mg/dL) dan 41 orang (82,0%) dengan kadar HDL rendah( < 40 mg/dL). Kesimpulan: Karakteristik penderita DM tipe 2 dengan komplikasi nefropati diabetik pada penelitian ini didapatkan hasil yaitu paling banyak pada perempuan dengan kelompok usia 46-55 tahun dan telah mengalami ESRD serta adanya peningkatan kadar ureum dan kreatinin dan dislipidemia..
Skin Graft Care on Large Wound Defect After Necrotizing Fasciitis of The Leg Fortuna, Fory; Amalia, Amanda Yulita
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.233

Abstract

Introduction:  Necrotizing fasciitis (NF) is an aggressive bacterial infection that causes extensive necrosis of subcutaneous tissue and fascia. Treatment of NF includes radical surgical debridement, often resulting in large wounds that need to be closed using split-thickness skin grafts (STSG).  However, clinicians should be fully aware of the postoperative management of patients with skin grafts due to its high risk of failure, especially in the lower limb. The success of a skin graft depends on the graft care along each step to provide the graft with the best chance of survival.  Case Illustration: A 79-year-old male with a large open wound on the left foot after debridement of an abscess 1 month ago due to necrotizing fasciitis. A skin graft was performed on the patient one day after being treated. Donor skin was taken from the left femur area and attached to the open wound area of the left cruris region. The skin graft was fixed with prolene, then covered with antibiotic ointment gauze and sterile gauze, and immobilized with a backslab. One week later, graft take and no sign of infection or graft failure. Redressing was done, and the patient was controlled again in one week. Discussion: The healing process of the graft heavily relies on vascular integration and careful management, with special attention to short-term complications. Conclusion: STSG is an effective procedure for covering large area wounds, with advantages such as lower metabolic burden for recipient and better nutrient diffusion than FTSG. However, STSG needs proper graft care, and follow-up in the success of STSG.
Stunting sebagai Ancaman Kualitas Sumber Daya Manusia: Perspektif Gizi, Lingkungan, dan Sosial Amran, Rika; Nurwiyeni; Pratama, Revivo Rinda; Wahyuni, Sri
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.234

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kronis pada anak balita yang umumnya tampak nyata setelah usia dua tahun. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi berkepanjangan serta dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, sosial, dan ekonomi, dan berdampak serius terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan definisi, penyebab, metode penilaian, dampak, serta strategi pencegahan stunting, sekaligus menganalisis hubungan antara faktor ibu dan rumah tangga dengan kejadian stunting di Nagari Ampuan Lumpo, Sumatera Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) pada bulan Agustus 2024. Sebanyak 60 balita usia 24–36 bulan menjadi responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, dan status gizi dinilai berdasarkan indikator antropometri standar WHO. Analisis dilakukan untuk melihat hubungan antara stunting dengan jenis kelamin, berat badan lahir, tingkat pendidikan ibu, dan status sosial ekonomi. Hasil: Sebanyak 8,3% balita mengalami stunting. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara status gizi dengan jenis kelamin, berat badan lahir, dan status sosial ekonomi (p > 0,05). Namun, terdapat hubungan bermakna antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting (p < 0,005). Kesimpulan: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang bersifat multidimensi. Pendidikan ibu terbukti berperan penting dalam pencegahan stunting. Oleh karena itu, intervensi yang terintegrasi melalui edukasi gizi, peningkatan akses layanan kesehatan, perbaikan sanitasi, dan perlindungan sosial sangat diperlukan, khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.