cover
Contact Name
Gesnita Nugraheni
Contact Email
gesnita@gmail.com
Phone
+6281357351183
Journal Mail Official
editorjfk@ff.unair.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno, Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Komunitas
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23555912     EISSN : 23555912     DOI : https://doi.org/10.20473/jfk.v9i1.24085
Core Subject : Health,
The aim of Jurnal Farmasi Komunitas (JFK) is to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in pharmacy practice. JFK publishes articles in pharmacy practice area including: 1. Clinical and Community Pharmacy 2. Public Health 3. Psychology 4. Medicine, and other health related topics.
Articles 150 Documents
Pengetahuan Ibu Hamil tentang Konsumsi Tablet Tambah Darah sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Surabaya Timur Rahma Yuniar Putri Sayda; Anditya Azzahra; Balqis Aisya Nur Ulinnuha; Hazna Mariskha Afra; Michael Septian Margono; Mohammad Amir Hasan; Nabila Maulydia Shafa; Rara Rafika Sari; Salsabila Putri Hasti Azhari; Shafa Shafira Maharani; Siswinara Adhiestanya Imani; Sukma Widi Astuti; Yuni Priyandani
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.53025

Abstract

Stunting (kekerdilan) adalah permasalahan kesehatan serius yang harus ditangani oleh pemerintah karena dampak jangka panjang berpotensi mengganggu ekonomi negara. Pemberian tablet tambah darah merupakan bagian dari program pemerintah untuk mengurangi prevalensi anemia pada ibu hamil sehingga dapat mencegah kejadian stunting pada anak. Namun, pengetahuan ibu hamil tentang tablet tambah darah masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemahaman ibu hamil atau yang pernah hamil terhadap pengetahuan tentang stunting, anemia, dan tablet tambah darah. Penelitian ini dilakukan secara cross sectional; deskriptif, dengan teknik accidental sampling menggunakan instrumen kuesioner. Penelitian dilakukan di Surabaya Timur pada tanggal 27 September 2023 dengan subjek penelitian sejumlah 147 responden ibu hamil atau yang pernah hamil dan berusia 19-55 tahun. Hasil penelitian menunjukkan skala pengetahuan responden tentang tablet tambah darah pada 40 responden termasuk kurang baik (27,21%), 61 responden (41,50%) termasuk dalam kategori cukup baik, serta 46 responden (31,29%) memiliki pengetahuan yang baik. Sebagian responden masih memiliki pengetahuan yang kurang baik mengenai dosis, waktu minum, dan minuman yang dilarang diminum bersama tablet tambah darah, serta mengenai cara memeriksa adanya anemia dan kadar Hb dalam anemia.
Profil Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku mengenai Penggunaan Cleanser sebagai Upaya Pencegahan Acne Vulgaris Siska Cahyaning Tyas; Anisa Wahyu Oktavia; Fairuz Zabadi Asyrofany; Diah Destisya Azzahra; Firly Afnauriza Tedja Kanzaffa; Sabrina Salsabila Yuliani; Kamila Lestari Ramadhanti; Shella Effie Irna Nurhaliza; Azahra Nidya Prameswari; Salsabilla Hafizha; Sekar Ayu Isna Wardani; Gesnita Nugraheni
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.53126

Abstract

Jerawat (Acne vulgaris) adalah salah satu permasalahan kulit paling umum dialami masyarakat. Jerawat sering dianggap sebagai masalah kulit biasa, namun dapat memengaruhi kepercayaan diri seseorang. Salah satu upaya dalam mencegah timbulnya jerawat adalah dengan memperhatikan kebersihan wajah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat mengenai penggunaan cleanser dalam mencegah acne vulgaris. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan melalui survei. Responden yang berpartisipasi sejumlah 110 orang diperoleh menggunakan metode accidental sampling. Kriteria inklusi responden, yaitu masyarakat usia 18-64 tahun yang berdomisili di Surabaya. survei dilakukan menggunakan instrumen berupa kuesioner yang sudah divalidasi isi dan rupa. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan data disajikan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,5% responden memiliki pengetahuan baik dan 4,5% memiliki pengetahuan rendah mengenai definisi jerawat, penyebab jerawat, dan pengetahuan mengenai cleanser. Seluruh responden menunjukkan sikap yang positif. Hampir seluruh responden telah menggunakan cleanser secara rutin. Mayoritas responden merasakan efektivitas penggunaan pembersih wajah secara rutin dapat membantu mencegah munculnya jerawat. Profil pengetahuan, sikap, dan perilaku responden sudah cukup baik. Namun, pengetahuan responden masih bisa ditingkatkan lagi terutama pada cara menggunakan cleanser untuk mengoptimalkan pencegahan jerawat.
The Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Pengetahuan Ibu di Surabaya tentang Ruam Popok dan Penanganannya Sanggar Wachono; Dhavindra Salsabila Prasetyo; Salma Dina Adila; Kevin Kurniawan Wiyogo; Keysha naila andhany; Khansa Nayla Fida; Mayomi Zhafirah Ardani; Syafira Annisa Permatasari; Gaskar Armaichika; Rosita Artauli Silalahi; Gesnita Nugraheni
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.53154

Abstract

Ruam popok merupakan inflamasi akut yang banyak terjadi pada kulit bayi dan balita di dalam area popok, yaitu di sekitar alat kelamin, pantat, serta pangkal paha bagian dalam. Pengetahuan tentang ruam popok diketahui turut berpengaruh pada keberhasilan terapi dan pencegahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pengalaman Ibu mengenai ruam popok dan penanganannya serta menganalisis hubungan faktor demografi dengan pengetahuan. Penelitian ini bersifat cross-sectional, yang dilakukan melalui survei. Kriteria inklusi responden yaitu (1) seorang Ibu, (2) berusia minimal 19 tahun, (3) memiliki anak yang menggunakan popok. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner berisi 23 item dan telah divalidasi isi dan rupa. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Sebanyak 106 responden berpartisipasi pada survei ini. Data demografi menunjukkan bahwa proporsi terbesar ada pada rentang 25-29 tahun (28,3%), tamat SMA (42,5%), tidak bekerja (38,7%), memiliki penghasilan 1,5-4,5 juta per bulan (40,6%), serta memiliki 2 anak (47,2%). Ruam popok dialami pada anak dari lebih dari sebagian responden (66%). Usia tersering saat mengalami ruam popok yaitu 8 bulan, dengan tingkat keparahan ringan (41,5%). Sekitar seperlima dari total responden penelitian ini memiliki tingkat pengetahuan sedang (19,8%) dan melakukan penanganan sendiri untuk mengatasi ruam popok (50,9%). Tingkat pendidikan dan penghasilan memiliki hubungan dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki Ibu (p≤0,05). Pengetahuan ibu mengenai ruam popok dapat lebih ditingkatkan khususnya terkait macam penyebab ruam popok dan pengobatannya. Promosi kesehatan terkait ruam popok diperlukan terutama pada ibu dengan tingkat pendidikan dan penghasilan yang rendah, agar ruam popok dapat dicegah dan ditangani dengan baik.
Kepuasan Penggunaan Aplikasi Med-Pharm Games dalam Pembelajaran Rani Tiara Desty; Dessy Ratna Sari; Desi Fujiana
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.54087

Abstract

Teknologi dan pendidikan menjadi kesatuan dalam perkembangan zaman. Game edukasi adalah permainan yang diciptakan untuk memicu kekuatan berpikir. Salah satu perkembangan game edukasi bagi mahasiswa adalah Aplikasi Med-Pharm Games berfungsi untuk mengetahui nama-nama obat dan kegunaanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kepuasan mahasiswa terhadap penggunaan aplikasi Med-Pharm Games. Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan pengambilan data secara cross-sectional. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah adalah mahasiswa semester 1 Jurusan Farmasi Kampus 3 Poltekkes Kemenkes Surakarta berjumlah 40 mahasiswa. Variabel yang diteliti adalah kepuasan pengguna aplikasi yang mencakup dimensi isi dan kemudahan penggunaan. Analisis data menggunakan analisis univariat secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan lebih banyak responden yang berjenis kelamin perempuan (92,5%) dibanding laki-laki. Sebagian besar (72,5%) responden berusia 18 tahun.  Pada dimensi isi bahwa hampir seluruh responden menilai susunan bahasa yang digunakan pada aplikasi sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia maupun bahasa asing dengan sangat baik. Lebih dari separuh responden (70,0%) menyatakan game ini dapat membantu mahasiswa untuk memahami materi farmakologi dengan sangat baik. Sebagian besar responden (47,5%) menyatakan sangat puas saat menggunakan Med-Pharm Games. Hal akurasi dari sistem perlu diperbaiki dari aplikasi. Dengan demikian, dapat meningkatkan kinerja operasi dari aplikasi Med-Pharm Games.
Pengetahuan dan Perilaku terkait Penggunaan Produk Pemutih Kulit pada Remaja Putri di Indonesia Zumarthana, Athallah Syauqi; Oktaviani, Ni Kadek Dita; Imelda, Viola Puspa; Putri, Marsya Aretha; Kartikasari, Yaasmiin; Sari, Pepi Febrilia; Candraningsih, Talitha Elysia; Rasyada, Najmi Amrina; Ozora, Mochammad Hakim; Idayati, Dihan Isro'; Kurniawan, Thea Tifara Aisha; Yuda, Ana
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.54484

Abstract

Remaja diketahui mengalami perubahan fisik dan mental yang mendorong mereka untuk merawat diri dan menutupi kekurangan fisiknya, salah satunya dengan menggunakan produk pemutih kulit. Namun, masih terdapat produk pemutih ilegal yang beredar serta mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, dan asam retinoat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan, dan perilaku penggunaan produk pemutih kulit pada remaja putri di Indonesia. Penelitian ini didesain sebagai penelitian observasional dan cross-sectional dengan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei online menggunakan Google Form. Responden dalam penelitian adalah remaja putri berusia 17–24 tahun dan tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan.  Dari sebanyak 362 responden berpartisipasi pada survei ini, hampir separuh responden (44%) memiliki persepsi bahwa kulit yang putih terlihat lebih cantik dan sehat. Tingkat pengetahuan mayoritas responden tentang produk pemutih tergolong tinggi (93,6%). Lebih dari 60% responden berperilaku baik dengan tidak pernah dan sangat jarang membeli produk pemutih yang berefek instan serta terbiasa memeriksa legalitas produk di website BPOM. Meski begitu, beberapa responden tidak mengetahui regulasi BPOM tentang bahan penyusun pemutih berbahaya beserta efek sampingnya. Selain itu, sekitar 40% responden mendapatkan informasi dari media sosial maupun membeli produk pemutih di toko online. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, dan perilaku terkait produk pemutih kulit dari remaja putri Indonesia masih perlu ditingkatkan sehingga edukasi khususnya terkait bahan berbahaya dalam produk pemutih perlu dilakukan.
Pengetahuan dan Penggunaan Sunscreen pada Anak Usia Sekolah di Surabaya Antya Putri Sakina; Berlian Irnadianis Ifada; Chika Prasasti Aulia Kusuma; Devina Putri Ariyani; Hawin Nabila; Ida Ayu Putu Rummika Padmawati; Khadijah Arina Shalihah; Maritza Jelita Nurfitri; Shofiyah Yasmin Annadhiroh; Soraya Putri Hidayat; Usva'atul Vernanda Umi Sholeqah; Hanni Prihhastuti Puspitasari
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.44883

Abstract

Radiasi sinar matahari (ultraviolet) yang berlebihan menyebabkan terjadinya kerusakan terhadap kulit sehingga perlu dilakukan perlindungan dari bahaya sinar UV, salah satunya dengan menggunakan sunscreen. Dilaporkan penggunaan sunscreen pada anak usia sekolah masih kurang. Faktanya anak usia sekolah menerima sinar matahari tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa sehingga memiliki risiko terjadi sunburn dan kanker kulit pada masa dewasa. Rendahnya penggunaan sunscreen dapat dipengaruhi oleh minimnya pengetahuan mereka terkait bahaya radiasi UV. Oleh karena itu, dilakukan survei untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan penggunaan sunscreen anak usia sekolah dan juga untuk mengetahui perbedaan pengetahuan antara jenjang pendidikan serta korelasi antara pengetahuan dengan penggunaan. Responden dari penelitian merupakan anak usia sekolah dari beberapa SD kelas 4-6, SMP dan SMA di Surabaya dengan jumlah 253 siswa. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengambilan sampel secara non-randomized sampling. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner melalui media Google Form dan cetak fisik. Hasil penelitian ini dianalisis dengan uji Chi-Square dan Spearman. Berdasarkan hasil uji Chi-Square, terdapat perbedaan pengetahuan antara jenjang pendidikan (p<0,001), yaitu semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin meningkat pengetahuannya. Sementara itu, hasil uji Spearman menunjukkan adanya korelasi antara pengetahuan dengan penggunaan (p<0,001), yaitu semakin meningkat pengetahuannya, maka semakin baik penggunaan terhadap sunscreen. Oleh karena itu, dilakukan promosi kesehatan kepada anak usia sekolah terkait penggunaan sunscreen sebagai upaya melindungi kulit dari sinar UV dan terhindar dari efek buruknya.
The Relationship of Knowledge of COVID-19 Vaccines and Implementation of Health Protocols Post COVID-19 Vaccination Saraswati, Alya; Salvana Sekar Nucifera; Yusril Hidayat; Devitasari; Ariesta Yusuf; Kiki Antafa N; Maulidya Nur H; Namira Shalawasabila; Wynne Tara; Sherly Maidasari; Margareth Liu; Syafa Revita; Annisa Riski Azzahrani; Fatimah Rustika Putri; Gesnita Nugraheni
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.47035

Abstract

The COVID-19 pandemic has caused fatalities and brought significant impact on various fields. The vaccine was an important effort to overcome the COVID-19 pandemic. Low knowledge regarding the effectiveness of the COVID-19 vaccine and the Peltzman Effect has the potential to be a cause of ignorance behavior to health protocols. This study was conducted to find out the public's knowledge about the COVID-19 vaccine and the implementation of public health protocols after COVID-19 vaccination. Differences in application before and after vaccination were also studied. This study was a cross-sectional study with accidental sampling techniques. The survey was conducted online using a google form. The inclusion criteria in this study were respondents who were more than 18 years old, have been vaccinated for COVID-19 for at least first dose, domiciled in Java Island. The analysis was conducted using the Mann-Whitney U Test. The There were 456 participants in this study. The results showed that 306 respondents had high knowledge (67.1%), 141 respondents had moderate knowledge (30.9%), and 9 respondents had low knowledge (2.0%). Based on a correlation tests, it was found that there was a relationship between knowledge and public behavior in implementing health protocols (p<0.05). The behavior of implementing health protocols before vaccination was better than after vaccination (p<0.05). Respondents' knowledge of the COVID-19 vaccine significantly affected the behavior of implementing the respondent's health protocols. Health promotion that emphasizes the COVID-19 vaccine and the importance of still implementing post-vaccine health protocols needs to remain encouraged.
Profil Pengetahuan dan Perilaku Penggunaan Obat Tetes Mata pada Mahasiswa Kota Surabaya Fiona Oktavia Putri; Amanda Amelia Istiqomatullaily; Mawar Ayu Setyo Ningrum; Aqillaning Sekar Arum; Lutfiyatus Zahroh; Jesica Amalia Marianti; Amira Solicha As'ad; Zahra Ashila Wardani; ‘Afif Amara Sofaria; Dian Furqoni; Intan Wahyu Ningrum; Mahisyura Zalsabila; Wahyu Utami
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.49048

Abstract

Penggunaan obat tetes mata saat ini semakin meningkat untuk mengatasi gangguan mata seperti mata kering. Kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang cara penggunaan obat tetes mata yang benar dapat mengurangi efektivitas terapi dan meningkatkan resiko bahaya dari penggunaan obat tetes mata. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil pengetahuan dan perilaku penggunaan obat tetes mata pada mahasiswa di Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah  accidental sampling dengan analisis data secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara online melalui media google form. Parameter yang digunakan pada penelitian ini berfokus pada pengetahuan dan perilaku mahasiswa terhadap penggunaan obat tetes mata. Dari 232 responden diantaranya 30,2% merupakan laki-laki dan 69,8% perempuan dengan mayoritas mahasiswa non kesehatan sebesar 70,3%. Penelitian ini diawali dengan identifikasi pengetahuan responden terhadap jenis produk tetes mata dan penggolongannya cukup beragam dan sebanyak 64,5% mengetahui informasi tetes mata dari apoteker. Pengetahuan responden tentang penggunaan obat tetes mata tergolong cukup berdasarkan jawaban responden dari 5 pernyataan rata-rata jawaban benar yaitu 59,48%. Adapun perilaku mahasiswa dalam menggunakan obat tetes mata rata-rata jawaban benar dari empat pernyataan sebesar 45,20% sehingga masih tergolong kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan penggunaan obat tetes mata pada mahasiswa kota Surabaya tergolong dalam kategori cukup sedangkan perilaku tergolong dalam kategori kurang. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku terkait penggunaan obat tetes mata serta mengurangi bahaya dari penggunaan obat tetes mata yang kurang tepat.
Profil Penggunaan Obat Tradisional oleh Konsumen Apotek Karanganyar Wahyu Eka Sakti; Anwar Sodik; Chondrosuro Miyarso; Widiastuti, Tri Cahyani
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.49997

Abstract

Obat tradisional merupakan obat yang berasal dari bahan alam. Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Data dari studi pendahuluan yang telah dilakukan  di beberapa apotek di Kecamatan Karanganyar menunjukan bahwa Apotek Karanganyar memiliki penjualan obat tradisional paling banyak serta memiliki penyediaan obat tradisional paling lengkap di-Kecamatan Karanganyar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penggunaan obat tradisional oleh konsumen Apotek Karanganyar, Kabupaten Kebumen. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian observational yang bersifat deskriptif. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling dan jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 100 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan sembilan pertanyaan. Hasil penelitian menunjukan jenis obat tradisional yang digunakan oleh responden adalah jamu (65%), obat herbal terstandar (28%) dan fitofarmaka (7%). Mayoritas responden menggunakan bentuk obat tradisional cairan yang diminum (40%)  dan beralasan memilih obat tradisional karena lebih aman (90%), dan menggunaan obat tradisional didasari oleh keinginan sendiri (73%). Obat tradisional yang digunakan oleh responden adalah buatan pabrik (100%) dan responden merasa menjadi lebih baik setelah mengonsumsi obat tradisional (100%). Penyakit yang sering diatasi dengan menggunakan obat tradisional yaitu batuk (14%) dan ambeien (25%). Obat tradisional yang paling banyak digunakan  adalah jamu dengan bentuk sediaan cairan obat dalam. Dari hasil penelitian ini disarankan  dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai evaluasi rasionalitas penggunaan obat tradisional yang ada di masyarakat.
Praktik dan Persepsi Masyarakat terhadap Penggunaan Obat Setelan Sitompul, Paloma; Rahmah, Alfiyya; Rahmadani , Andini Putri; Fikri, Bakhats Muhammad; Rahayu, Dwi; Desvianto, Faza Najmi Atsila; Angelica, Lourencia Yoan; David, Maher Isaac; Dzaki, Muhammad Abyan; Hurun'in, Shofiyya; Hermansyah, Andi
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.52597

Abstract

Obat setelan cukup mudah didapatkan di masyarakat, padahal tidak ada jaminan mutu dan keamanan pada penggunaan obat semacam ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik dan persepsi masyarakat terhadap penggunaan obat setelan. Survei  yang melibatkan 100 orang masyarakat berusia minimal 17 tahun sebagai responden dilakukan di Kota Surabaya. Responden diminta mengisi kuesioner tentang penggunaan obat setelan dan persepsi manfaat serta risiko efek samping obat setelan. Data kemudian diolah secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki, berusia produktif dan bekerja pada sektor informal. Lebih dari duapertiga responden mengaku meminum obat setelan karena menganggap obat setelan manjur untuk mengatasi keluhan yang dialami. Informasi mengenai obat setelan paling banyak diperoleh dari teman atau kolega. Menariknya, warung/toko dan fasilitas kesehatan seperti apotek merupakan tempat yang paling sering didatangi untuk mendapatkan obat setelan. Sekurang-kurangnya sepertiga responden beranggapan bahwa obat setelan merupakan campuran dari beberapa obat yang sengaja dikeluarkan dari kemasannya. Mayoritas responden juga beranggapan bahwa obat setelan merupakan obat yang tidak memiliki izin edar. Namun demikian, responden tetap mengonsumsi obat setelan, bahkan 87% diantaranya mengaku tidak pernah merasakan efek samping dari penggunaan obat setelan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akibat dari persepsi yang tidak tepat mengenai obat setelan, sebagian besar masyarakat masih menggunakan obat setelan dalam praktik swamedikasi mereka, terlepas dari kesadaran terhadap risiko aktual atau potensial yang muncul akibat penggunaan obat yang tidak tepat.

Page 11 of 15 | Total Record : 150