cover
Contact Name
Gesnita Nugraheni
Contact Email
gesnita@gmail.com
Phone
+6281357351183
Journal Mail Official
editorjfk@ff.unair.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno, Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Komunitas
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23555912     EISSN : 23555912     DOI : https://doi.org/10.20473/jfk.v9i1.24085
Core Subject : Health,
The aim of Jurnal Farmasi Komunitas (JFK) is to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in pharmacy practice. JFK publishes articles in pharmacy practice area including: 1. Clinical and Community Pharmacy 2. Public Health 3. Psychology 4. Medicine, and other health related topics.
Articles 150 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua terhadap Kepatuhan Pemberian Obat Cacing pada Anak di Surabaya Maldini, Cindy Andrifo; Elian Haris Darmawan; Dinara Fathya Rahma P; Ike Septi Marinda; Nafisah Putri Syaharani; Devita Ivana Putri; Za'im Hanif Al Fathoni; M Aqbil Izzul Haq; Aprilia Purwita; Talitha Danendra Putri; Ditha Carolina Emanuella; Ayu Dewi Sartika; Yunita Nita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.52622

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya peningkatan infeksi cacing adalah rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang personal hygiene. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan ibu terhadap cacingan, kepatuhan anak minum obat cacing di Kota Surabaya, dan mengetahui hubungan kedua variabel tersebut. Responden penelitian adalah ibu yang mempunyai anak usia prasekolah (5-6 tahun). Metode penelitian yang digunakan adalah survei cross sectional menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Untuk menilai pengetahuan jawaban benar=1 dan salah=0, kepatuhan menggunakan skala likert 1-3 yaitu sering, kadang-kadang, tidak pernah. Digunakan metode sampling dengan purposive sampling pada 130 responden. Uji statistik menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden 90,7% (n=118) baik, 8,5% (n=11) cukup, 0,8% (n=1) kurang. Selain itu, 80,8% (n=105) patuh, 19,2% (n=25) tidak patuh terhadap pemberian obat cacing pada anak. Terdapat hubungan yang bermakna (p=0,001) antara tingkat pengetahuan ibu dengan kepaatuhan memberikan obat cacing pada anak dengan hasil korelasi positif sebesar 0,300, hubungan antara kedua variabel tersebut tergolong lemah atau rendah. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan pengetahuan diharapkan dapat menjadi upaya untuk menurunkan angka cacingan.
Smoking Cessation Awareness Among Active and Passive Smokers in Surabaya Guasin, Nurshafiqah; Hasanuddin, Nur Hafifah; Md Noor, Nurul Fathin Athirah; Mohd Idrus, Sharifah Nurul Fatin Afiqah; Ahmad Sufie, Muhammad Luqman Nurhakim; Nafiisa Aaliyah Fathar; Elida Zairina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.52624

Abstract

Tobacco consumption is still relatively high and increasing compared to the results of 2007 and 2013. The burden of disease in Indonesia is increasing every year, and smoking is one of the leading causes. The critical issue that has to be addressed is a lack of smoking cessation awareness among active and passive smokers. The prolonged use of tobacco products and the exposure of non-smokers to dangerous secondhand smoke both occur as the consequences of this ignorance. This study aimed to assess the willingness to quit smoking and the awareness of existing Nicotine Replacement Therapy (NRT) or QUITLINE Program. The subjects were chosen by convenient sampling for those who met the inclusion criteria, including Surabaya citizens aged 18 years and above, active smokers and passive smokers due to living/staying with active smokers. The data were collected using a self-administered questionnaire. The data were analyzed descriptively using IBM SPSS software version 26.0. About 106 subjects participated in the study consists of 77% male, 23% female, with ages ranging from 19 to 62 years. The data showed that 57.55% (n=61) of smokers, 42.45% (n=45) non-smokers.  Of 106 respondents, 67 (63.2%) had never heard about Nicotine Replacement Therapy (NRT) and 98.4% (60 smokers) had never heard of QUITLINE Program. Encouragingly, 63.9% (39 smokers) of the smokers were aware of the dangers of smoking. From this study, it can be concluded that the awareness of smoking cessation among the residents in Mulyorejo, Surabaya, was high. However, some of them were not convinced yet to stop smoking because their intention to quit smoking was low.
Pengetahuan dan Praktik Pengelolaan Obat pada Lansia Penderita Hipertensi Dengan dan Tanpa Diabetes Melitus dengan Status Polifarmasi Fitria, Nurul; Hidayat, Mareta A. P.; Wati, Erina A.; Fathikasari , Aulia C.; Adella, Monica J. F.; Rahmadani, Jihan A.; Nafisah; Akbar , Jasmine A.; Rahmawati , Marissa F.; Baehaki , Muhammad H. W.; Puspitasari , Hanni P.
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.52653

Abstract

Hipertensi dan diabetes melitus merupakan penyakit yang banyak dialami oleh populasi lansia di Indonesia. Keduanya sering ditangani dengan terapi polifarmasi yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah pengobatan. Pengetahuan dan praktik mengelola obat menjadi hal yang penting dalam mengatasi masalah ini. Penelitian bertujuan mengukur pengetahuan dan praktik lansia penderita hipertensi dengan dan tanpa diabetes melitus yang menjalani terapi polifarmasi dalam pengelolaan obat meliputi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara terstruktur menggunakan instrumen berupa kuesioner. Terdapat 16 pertanyaan pada variabel pengetahuan dan 7 pertanyaan pada variabel praktik. Penelitian ini melibatkan 110 responden lansia di atas 55 tahun yang berada di Kelurahan Airlangga Kecamatan Gubeng, yaitu penderita hipertensi sebanyak 28 lansia dan penderita hipertensi dengan diabetes melitus sebanyak 82 lansia, Surabaya. Hasil yang didapat yaitu lebih dari 80% responden dengan pengetahuan baik untuk variabel pengetahuan DAPATKAN dan SIMPAN. Sedangkan kurang dari 80% responden dengan pengetahuan baik untuk variabel pengetahuan GUNAKAN dan BUANG. Dari segi praktik pengelolaan obat, sebanyak 42 (38%) termasuk kategori baik dan sebanyak 68 (62%) termasuk kategori kurang baik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan promosi kesehatan terkait pengelolaan obat pada lansia hipertensi dengan dan tanpa diabetes melitus dengan status polifarmasi yang berfokus pada dua variabel yakni GUNAKAN dan BUANG.
Profil Pengetahuan Remaja Putri di Surabaya terkait Penggunaan Aromaterapi Lavender sebagai Alternatif Penanganan Nyeri Haid Nurulia Rochmah; Vincentius, David; Raisha Pramudya Ningrum; Vicaksono, Ahmad Farhan; Islah Farah; Cahyani, Fitri; Diva Al Haq Wan Wahmuda; Suryani, Erni; Ghina Kautsar Shiddiqah; Kumala, Kevin; Bachmid, Savira; Adriana, Donita Ghassani; Yuda, Ana
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.52740

Abstract

Nyeri haid (dismenore) adalah kondisi nyeri perut bagian bawah pada wanita yang sedang mengalami menstruasi. Dismenore umum dialami oleh remaja putri. Karena umumnya prevalensi nyeri ini, pencarian akan terapi alternatif dilakukan, yaitu dengan pemanfaatan aromaterapi yang salah satunya adalah aromaterapi lavender. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi pengetahuan remaja putri di Kota Surabaya mengenai penggunaan aromaterapi lavender sebagai pereda nyeri haid. Instrumen berupa kuesioner yang memuat 24 pernyataan seputar haid dan pengobatan alternatif aromaterapi lavender. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi remaja putri berusia 15-20 tahun dan sudah mengalami haid. Penelitian dilakukan di 3 SMA negeri, 3 SMA swasta dan 1 perguruan tinggi dengan jumlah total responden sebanyak 261 orang. Skoring dilakukan dengan memberikan nilai jawaban benar=1 dan salah=0. Responden dengan skor >12 (>50%) dikategorikan berpengetahuan baik dan skor ≤12 (≤50%) dikategorikan berpengetahuan kurang baik. Skor sebagian responden (88,5%) adalah >12 (baik) namun beberapa responden ini (11,5%) yang kurang mengetahui tentang cara penggunaan dan efek samping  dari aromaterapi lavender. Diperlukan edukasi terutama dalam hal aspek keamanan, penggunaan, dan mekanisme kerja aromaterapi sebagai alternatif penanganan nyeri haid pada remaja putri.
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Dasar terhadap Kelengkapan Imunisasi Dasar Anak Noor Baihaqi, Reihan Ananta; Sari, Febrina Kurnia; Byandra, Naila; Hasna, Safina Hanifa; Wahyuningtyas, Afifah Rahma; Zakiyya, Reyhana Rona; Gamar, Fahmi Haitsami Ibnu; Kristiani, Ananda Dwi; Amanda, Natasya Noor; Setyawan, Rr. Elmira; Sidiq, Kadavi Arafat; Hamidah, Nabilah Nur; Nita, Yunita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.52741

Abstract

Imunisasi Dasar Lengkap merupakan pemberian vaksin kepada bayi berumur 0-11 bulan agar terhindar dari penyakit menular. Saat ini, target capaian 100% imunisasi dasar pemerintah belum terpenuhi. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar terhadap status lengkapnya imunisasi dasar anak di Kecamatan Kenjeran Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan teknik pengambilan sample yaitu purposive sampling. Pengetahuan imunisasi dasar diukur menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Kriteria inklusi responden antara lain seorang ibu yang memiliki anak berusia ≤ 6 tahun. Pada penelitian ini, didapatkan 145 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Responden dikategorikan berpengetahuan tinggi jika skor pengetahuannya ≥ 8 dan rendah jika skornya < 8. Tingkat pengetahuan ibu terhadap imunisasi dasar yang tinggi sebanyak 75 responden (51,7%). Status lengkapnya imunisasi dasar diperoleh dari Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Dari seluruh responden, terdapat 78 responden (53,8%) yang memiliki Buku KIA. Dari jumlah tersebut, terdapat sebanyak 71 orang responden (91%) yang anaknya telah mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap. Dari hasil analisis tidak ditemukan korelasi signifikan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar (p=0,127). Faktor selain pengetahuan sebaiknya juga perlu diteliti sehingga perilaku orang tua dalam melaksanakan imunisasi anak dapat dijelaskan dengan lebih baik. Edukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dasar juga harus dilanjutkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu dalam hal imunisasi dasar anak.
Profil Pengetahuan dan Faktor Risiko terkait Dispepsia Pada Mahasiswa Fakultas Non Kesehatan serta Ketepatan Tindakan Penanganannya Aisyah Hartiningrum; Amajanti Daniswara; Az Zahrah Cipta Aprilia; Santoso, Elizabeth Oktavia Putri; Fitri Indriyanti; Nabila Aulia Nur; Rivia Ghina Rahmi; Shalsa Delia; Shavira Priyantika Putri; Titin Khamidah; Tsamrotul Fu'adah Djawas; Gusti Noorrizka Veronika Achmad
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.52908

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu gangguan pencernaan dengan gejala, seperti nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut, mual, muntah, perut kembung, sendawa, ataupun perut terasa kenyang secara berlebihan. Dispepsia merupakan salah satu problem kesehatan di Indonesia maupun  dunia. Dispepsia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain gaya hidup yang tidak sehat, pola makan, stres, dan penggunaan obat NSAID. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil pengetahuan mahasiswa Universitas Airlangga fakultas non-kesehatan terkait dispepsia dan faktor risiko dispepsia serta tindakan penanganannya. Metode penelitian ini menggunakan studi observasional dengan metode survei secara accidental sampling. Berdasarkan penelitian menunjukkan profil pengetahuan 138 mahasiswa fakultas non-kesehatan Universitas Airlangga terkait dispepsia yang  termasuk tinggi, sedang, dan rendah secara berturut-turut yaitu 69 (50,0%), 56 (40,6%), dan 13 (9,4%) responden. Profil pengetahuan terkait faktor risiko dispepsia juga menunjukkan kategori tinggi dengan jumlah responden sebanyak 85 (61,6%). Dari 96 responden yang mengalami dispepsia, sebanyak 80 (83,83%) responden sudah tepat dalam melakukan tindakan penanganan dispepsia. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa fakultas non-kesehatan Universitas Airlangga telah memiliki pengetahuan yang baik dan tindakan penanganan yang tepat terkait dispepsia.
Kewaspadaan Remaja terhadap Produk Anti-Acne Counterfeit menggunakan Cek KLIK BPOM: Studi Cross-Sectional Cristian, Benny; Kaliky, Aprillia; Pertiwi, Aviarista Mufidah; Nurhadiyanti, Eva Agustin; Zharifah, Jasmine Aprilia Nur; Maharani, Laksita Umi; Saputri, Lena; Mutmainnah, Luluk; Husna, Rozaanah Al; Regina, Tiara Ageng Ariesta; Utami, Wahyu
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.53119

Abstract

Permasalahan jerawat pada remaja dapat memengaruhi kualitas hidup mereka sehingga mereka melakukan upaya untuk mengobati, salah satunya dengan menggunakan produk anti-acne. Terdapat banyak marketplace di media sosial memudahkan akses produk anti-acne. Namun, mayoritas remaja memilih produk anti-acne hanya berdasarkan ulasan dan konten di sosial media yang mana kurang ideal karena berisiko terpapar counterfeit dan tidak ada jaminan keaslian produk. BPOM menyediakan Cek KLIK BPOM sebagai sarana pemeriksaan keaslian produk untuk melawan pemalsuan. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui kewaspadaan remaja terhadap produk anti-acne counterfeit menggunakan Cek KLIK BPOM. Penelitian merupakan survei menggunakan instrumen kuesioner dengan pendekatan Studi Cross-Sectional. Metode sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif. Hasil survei terhadap 140 remaja yang menunjukkan kewaspadaan tinggi pada 121 responden (86,43%). Responden sudah dapat mengidentifikasi kemasan baik, kelengkapan label, dan kedaluwarsa tetapi belum dapat mengidentifikasi nomor izin edar yang benar.  Mayoritas responden mengenali istilah Cek KLIK BPOM (61,4%).  Namun, mayoritas responden belum pernah mengunjungi laman Cek BPOM (77,9%) meskipun sudah mengetahui manfaat dari laman tersebut (59,3%). Diperlukan sosialisasi tentang laman dan aplikasi Cek BPOM kepada masyarakat luas sebagai sumber informasi penting untiuk memastikan kebenaran dan keaslian produk kesehatan dan kosmetik.
Pengetahuan dan Sikap tentang Kanker Serviks dan Vaksinasi HPV pada Mahasiswi Kampus C Universitas Airlangga Putri Ambarwulan; Ragil Tri Puspitasari; Afsy Nadifa Afandi; Nisrina Zakiyah Ahlam Khairunnisa; Natalia Tri Mulyani Haryanti; Rizky Amalia Purnama Putri; Audea Fitri Anggraeni; Annisa Nur Imani Sjafik Putri; Mochammad Iqbal Roudlotus Salam; Haidar Ainani Hisan; Mar'i Hendra Majid; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.55442

Abstract

Kanker serviks menjadi masalah utama dan penyebab kematian terbesar kedua pada wanita di Indonesia. Sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Pencegahan primer kanker serviks adalah dengan promosi kesehatan terkait vaksinasi HPV. Kurangnya informasi terkait vaksinasi HPV menjadi salah satu penyebab rendahnya pengetahuan terkait kanker serviks dan pencegahannya. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui profil pengetahuan dan sikap mahasiswi S1 Kampus C Universitas Airlangga mengenai kanker serviks dan pencegahannya melalui vaksin HPV. Penelitian ini bersifat cross sectional dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling. Kuesioner disebarkan secara daring menggunakan Google Form dengan dua belas pertanyaan terkait pengetahuan dan lima pertanyaan terkait sikap. Data hasil penelitian ditampilkan secara deskriptif. Dari 149 responden penelitian ini, sebanyak 57,0% mahasiswi memiliki pengetahuan yang sedang, tetapi masih terdapat beberapa hal yang belum diketahui, terutama mengenai pengobatan kanker serviks. Sebanyak 70 mahasiswi meyakini bahwa vaksin dapat meningkatkan kualitas hidup dan 96 mahasiswi meyakini bahwa vaksin HPV penting untuk dilakukan. Akan tetapi, harga vaksin yang terlalu mahal dan kurangnya informasi mengenai vaksin menjadi penghambat untuk melakukan vaksinasi. Maka dari itu, perlu dilakukan promosi kesehatan berupa edukasi agar dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam melakukan vaksinasi HPV.
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Favipiravir pada Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda Tahun 2022 Yason Lukius; Rusdiati Helmidanora; Heri Wijaya
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.56599

Abstract

Favipiravir merupakan antivirus yang dapat digunakan sebagai terapi pengobatan pada pasien COVID-19 apabila digunakan secara tepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rasionalitas penggunaan Favipiravir pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda pada tahun 2022 berdasarkan kriteria tepat pasien, tepat diagnosis, tepat obat, tepat dosis, tepat interval waktu pemberian, tepat lama pemberian, dan waspada efek samping obat. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang dilakukan dengan observasional deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling secara retrospektif. Karakteristik pasien COVID-19 pada 53 sampel dalam penelitian ini sebesar 62,3% berusia 26-45 tahun, dengan dominasi pasien berjenis kelamin perempuan sebesar 71,7%, dan komorbid terbanyak adalah diabetes melitus yaitu sebesar 7,5%. Penentuan rasionalitas penggunaan Favipiravir dinilai berdasarkan pada literatur Informatorium Obat COVID-19 di Indonesia Edisi 4 dengan hasil tepat pasien (100,0%), tepat diagnosis (100,0%), tepat obat (100,0%), tepat dosis (83,0%), tepat interval waktu pemberian (100,0%), tepat lama pemberian (100,0%), dan telah waspada efek samping obat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Favipiravir pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda tahun 2022 telah rasional berdasarkan data rekam medis dan kriteria tepat pasien, tepat diagnosis, tepat obat, tepat dosis, tepat interval waktu pemberian, tepat lama pemberian dan waspada efek samping obat (6T1W).
Survei Penggunaan Obat Bahan Alam oleh Mahasiswa di Kota Malang Afif Eka Rahma Setiyanto; Ibrahim, Yudhistira; Abdullah; Zahra, Nabilah Amalia; Muhammad Ariq Daffa
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i2.60009

Abstract

Obat bahan alam merupakan salah satu metode pengobatan yang telah banyak digunakan sejak dahulu kala dan diwariskan secara turun-temurun. Mahasiswa dapat mewakili gambaran obat bahan alam diwariskan dari generasi ke generasi. Penelitian ini bertujuan mengobservasi obat bahan alam, tujuan konsumsi, dan sumber informasi obat bahan alam yang dikonsumsi mahasiswa di Kota Malang. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner tervalidasi yang dilakukan pada Maret – Mei 2022 dalam bentuk Google Form yang disebarkan di berbagai platform sosial media. Kuesioner yang disebarkan adalah kuesioner terbuka dengan jumlah tiga pertanyaan, yaitu obat bahan alam yang pernah dikonsumsi, tujuan konsumsi, dan sumber informasi terkait obat bahan alam. Responden adalah 194 mahasiswa aktif  berusia minimal 18 tahun yang ada di empat perguruan tinggi di Kota Malang. Hasil survei menunjukkan golongan obat bahan alam yang paling banyak dikonsumsi adalah jamu sebanyak 16 merek (69,6%). Merek obat yang paling banyak dikonsumsi adalah Tolak Angin (48,4%). Tujuan konsumsi obat bahan alam dominan untuk pengobatan dan menjaga kesehatan (42,27%). Iklan elektronik (31,9%) menjadi sumber informasi obat bahan alam yang paling banyak disebutkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah obat bahan alam menjadi salah satu pilihan mahasiswa di Kota Malang untuk melakukan swamedikasi.