cover
Contact Name
Gesnita Nugraheni
Contact Email
gesnita@gmail.com
Phone
+6281357351183
Journal Mail Official
editorjfk@ff.unair.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno, Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Komunitas
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23555912     EISSN : 23555912     DOI : https://doi.org/10.20473/jfk.v9i1.24085
Core Subject : Health,
The aim of Jurnal Farmasi Komunitas (JFK) is to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in pharmacy practice. JFK publishes articles in pharmacy practice area including: 1. Clinical and Community Pharmacy 2. Public Health 3. Psychology 4. Medicine, and other health related topics.
Articles 150 Documents
Profil Pengetahuan dan Kepatuhan Pekerja di Jawa Timur tentang Protokol Kesehatan Selama Work From Office (WFO) Putra, Anggara Satria; Denayu Pebrianti; Nur Fahmyta Zairoh; Mochamad Iqbal Jaelani; Insania Kamilla Putrihana; Tarishah Wahyu Ramadhani; Umi Aida Rohma; Farah Shafiyya Salsabila; Nuro Khoiri Asyhari; Septia Indah Fridayanti S; Febrinar Hera Rahmaniar; Nafa Nazilatul Fatihah; Broto Anung Laksono; Samirah
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.45505

Abstract

Ekonomi dalam skala internasional, pada sektor bisnis dan industri dihadapkan pada tantangan untuk mengatasi ancaman pandemi COVID-19. Pemerintah memberikan Ministerial Statement yang dikenal sebagai Work From Office (WFO) untuk mengatasi keadaan ekonomi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui profil pengetahuan dan kepatuhan pekerja di Jawa Timur tentang protokol kesehatan selama WFO yang meliputi tingkat pemahaman dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang diterapkan. Profil pengetahuan dan kepatuhan ini diteliti secara kuantitatif melalui survei yang menggunakan teknik purposive sampling terhadap 166 responden. Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini adalah kuesioner online menggunakan platform google form dengan sasaran responden pekerja WFO yang berlokasi kerja di wilayah Jawa Timur. Dari 166 responden, 96,99% memiliki pengetahuan yang tinggi tentang protokol kesehatan selama WFO pada masa pandemi COVID-19, tetapi hanya 61 responden (36,7%) tersebut yang tingkat kepatuhannya tinggi. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengawasan dan dukungan sesama pekerja untuk mengingatkan dalam rangka meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan sebagai salah satu upaya pencegahan COVID-19 selama WFO.
Hubungan Pengetahuan Terhadap Penerimaan Vaksin Covid-19 Pada Wanita Hamil Di Jawa Timur Anggraini, Dhea; Nursabila Sukma, Savina Nida; Priyono, Qiara Amelia Putri; Rachmawati, Dhita Dwi; Alifiansyah, Mochamad Radika Tory; Putri , Devinda Prihandini Auliya; Rahmalia, Firda; Maulidya, Sakinah; Pangestu, Chesilia; Youfin , Fandistria Fauqo Nuril Al; Nirmala , Afrida Yunda; Putri, Tania Permata; Felita; yusuf, Annisa fitryani; Nugraheni, Gesnita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.46168

Abstract

Vaksin COVID-19 merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap infeksi virus Corona. Vaksinasi menjadi salah satu cara paling efektif dalam menghadapi pandemi COVID-19 dan risiko infeksinya, terutama untuk populasi rentan seperti wanita  hamil. Akan tetapi, besarnya risiko infeksi COVID-19 berbanding terbalik dengan penerimaan vaksin pada wanita  hamil. Beberapa penyebab wanita  hamil menolak divaksinasi adalah persepsi yang salah terkait vaksin COVID-19. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan wanita hamil terhadap penerimaan vaksinasi COVID-19 di Jawa Timur. Penelitian dilakukan dengan studi observasional menggunakan desain penelitian cross sectional dengan teknik accidental sampling pada wanita  hamil yang berdomisili di Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan secara offline dan online dengan menyebar kuesioner melalui media sosial. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik dengan membuat tabel distribusi frekuensi univariat, menguji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan Uji Korelasi Spearman. Penelitian ini diikuti oleh 92 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Dari hasil penelitian didapat 90 (97,8%) wanita  hamil sudah divaksin, dengan 36 wanita  hamil (39,1 %) sudah mendapatkan vaksin dosis kedua. Terdapat 41 responden (44,6%) masuk ke tingkat pengetahuan kategori sedang. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan penerimaan vaksin yang ditandai dengan frekuensi vaksinasi yang telah diterima (p=0,019; r=0,243). Maka dari itu, dibutuhkan adanya promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan wanita  hamil terkait vaksinasi COVID-19 agar penerimaan wanita  hamil terhadap vaksin dapat meningkat.
Pengetahuan, Sikap, dan Kesediaan untuk Menerima Vaksin Booster COVID-19 pada Masyarakat di Jawa Timur Fauzia, Firdha; Hermawan, Joshua El'Nissi; Zairina, Elida; Nugraheni, Gesnita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.46888

Abstract

Berbagai cara dilakukan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Di Indonesia, pemerintah telah melakukan berbagai upaya yang salah satunya adalah program vaksinasi. Saat ini, pemerintah juga mengeluarkan Surat Edaran tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Ketiga (booster) untuk meningkatkan proteksi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan kesediaan masyarakat di Jawa Timur untuk menerima vaksin booster COVID-19. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan instrumen berupa kuesioner. Responden adalah masyarakat Kota Surabaya yang berusia 18-64 tahun yang didapatkan secara accidental sampling. Analisis statistik dilakukan dengan metode deskriptif. Sebanyak 119 masyarakat Jawa Timur berpartisipasi pada penelitian ini. Didapatkan tingkat pengetahuan sebanyak 105 (88,2%) responden termasuk dalam kategori cukup dan 14 (11,8%) responden termasuk dalam kategori baik. Pada bagian sikap responden menunjukkan sejumlah 26 (21,8%) termasuk kategori netral dan 78,2% (n=93) termasuk kategori positif. Penerimaan vaksin booster COVID-19, jumlah responden yang sudah melakukan adalah sejumlah 80(67,2%) dan yang bersedia secepatnya menerima vaksin ini sebanyak 21 (17,2%). Disisi lain, terdapat masyarakat yang tidak bersedia menerima vaksin booster COVID-19 sebanyak 15 (12,6%) dikarenakan masih mempunyai keraguan terhadap efektivitas, takut akan efek samping, dan merasa dosis yang diterima sudah cukup untuk melindungi dari COVID-19. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat di Jawa Timur telah menunjukkan pengetahuan, sikap, dan penerimaan yang tinggi terhadap vaksin booster COVID-19.
Analisis Hubungan Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi dengan Keberhasilan Terapi Pasien Rawat Inap Rumah Sakit X Tahun 2022 Mardika, Dayatri Nur; Astuti, Santi Dwi; Wijayanti, Tri
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.48594

Abstract

Hipertensi adalah penyakit tidak menular dan berbahaya apabila tidak ditangani dengan benar. Di RSUD X Surakarta, hipertensi termasuk dalam 10 penyakit terbesar. Rasionalitas penggunaan obat diindikasikan dengan 6 ketepatam yaitu tepat diagnosis, indikasi, obat, dosis, cara penggunaan, dan waktu pemberian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara rasionalitas dengan keberhasilan terapi pasien hipertensi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Sampling dengan metode purposive sampling, dengan cara retrospektif pada rekam medis tahun 2022 dari pasien hipertensi rawat inap di RSUD X. Analisis univariat untuk melihat jumlah penggunaan obat hipertensi yang rasional dan jumlah keberhasilan terapi dengan cara menghitung persentasenya. Sedangkan analisis bivariat untuk menentukan hubungan antara rasionalitas dengan keberhasilan terapi hipertensi di RSUD X, diolah dengan SPSS 26 menggunakan pengujian paired T-test dan chi-square. Hasil penelitian dari 97 sampel menunjukkan bahwa dari segi rasionalitas penggunaan obat semua pasien telah mendapat tepat obat, dosis, cara pemberian, dan waktu pemberian akan tetapi 11 pasien tidak tepat dalam diagnosis dan indikasinya.  Keberhasilan terapi dapat dilihat dari parameter tekanan darah (TD), apakah TD pasien saat masuk rumah sakit dan setelah keluar rumah sakit mengalami perbaikan sampai keadaan normal. Hasil hasil paired T test maupun chi-square dengan nilai sig. 0,00 <0,05. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara keberhasilan terapi dengan rasionalitas terapi obat yang diberikan.
Pengetahuan, Sikap dan Praktik Apoteker di Komunitas tentang Keamanan Pengobatan pada Ibu Hamil Suciati, Eka Amalia; Lisa Aditama; Abdul Rahem
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.49000

Abstract

Perubahan fisiologis yang terjadi pada ibu hamil dapat mempengaruhi farmakokinetika obat mulai dari absorbsi, distribusi, metabolism, dan ekskresi sehingga keamanan dalam penggunaan obat pada ibu hamil menjadi perhatian yang lebih serius oleh tenaga kesehatan termasuk apoteker. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan, sikap, dan praktik apoteker komunitas terkait keamanan penggunaan obat pada ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan analisis kuantitatif. Survei dilakukan kepada 63 apoteker yang berpraktik di puskesmas di Surabaya dengan mengisi kuesioner yang dibagikan. Kuesioner terdiri dari tujuh aspek yaitu aturan pelabelan selama kehamilan, risiko terhadap janin, teratogenisitas, dosis, rute pemberian, durasi pengobatan, dan trimester kehamilan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 9,52% responden memiliki pengetahuan yang baik, lebih dari separuh responden memiliki sikap yang positif (23,81%), dan 23,81% menunjukkan praktik yang memadai. Secara keseluruhan, apoteker menunjukkan sikap yang baik, tetapi peningkatan pengetahuan dan praktik tetap diperlukan yang dapat diupayakan dengan kegiatan pelatihan dan kerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya.
Profil Farmakoepidemiologi Suplemen Penambah Darah dan Pengukuran Kualitas Hidup pada Ibu Hamil di UPT Puskesmas Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur Lujuk, Herlina; Clara Ritawany Sinaga; Wiwi Erwina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.49112

Abstract

Kualitas kesehatan anak yang dikandung sangat dipengaruhi asupan gizi dan kesehatan ibunya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan profil penggunaan sumplemen penambah darah (jenis dan pola konsumsi;, efek terapi dan efek sampingnya; pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap pentingnya mengkonsumsi suplemen penambah darah; dan untuk mengetahui kualitas hidup ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian cross-sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara dan lembar kuesioner EQ-5D-5L selama bulan Mei – Juni 2023 pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kongbeng. Teknik analisis data yaitu analisis univariat deskriptif, pola konsumsi suplemen penambah darah, pengetahuan, sikap dan tindakan dalam mengkonsumsi suplemen penambah darah dan  kualitas hidup. Hasil dari penelitian ini diperoleh 70 responden ibu hamil yang mengkonsumsi kombinasi tablet zat besi, dan asam folat sebanyak 77,4 %. Terdapat 87,14 % ibu hamil yang tidak mengalami anemia berdasarkan kadar Hb. Mayoritas ibu hamil merasakan efek samping mual atau muntah (45,71%). Terdapat  72,86 % ibu hamil yang memiliki pengetahuan kurang baik, 78,57 % sikap ibu hamil baik, dan 67,86 % tindakan yang kurang baik. Indeks utilitas ibu hamil yang diukur dengan kuesioner kualitas hidup EQ-5D-5L menunjukkan hasil 0,861  0,155.
Pengelolaan Demam dan Penggunaan Antipiretik oleh Pengemudi Ojek Online Madiningrum, Diah Utari; Rahma Cintya Pratiwi; Rizky Alya Asta; Fatimah Ahla Najlaa; Farika Dyani Laksmi; Merry Hardiyanti; Asyfa Fauzia Tiara Putri; Tarishah Septiafanera Praja; Muhammad Fadilah Akbar; Augia Fediani Nugroho; Andi Hermansyah
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.51475

Abstract

Demam menjadi keluhan kesehatan yang paling sering dialami oleh masyarakat. Masyarakat juga sudah lazim menggunakan antipiretik sebagai upaya mengatasi demam. Pengemudi Ojek Online menjadi kelompok masyarakat yang berpotensi terkena demam cukup tinggi akibat seringnya berkegiatan di luar ruangan. Oleh karena itu, pengelolaan demam yang baik penting untuk dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi pengelolaan demam dan penggunaan antipiretik pada pengemudi ojek online. Penelitian cross-sectional ini dilakukan dengan metode survei. Responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 46% pengemudi ojek online pernah mengalami demam dengan durasi > 24 jam. Mayoritas (74%) pengemudi online tidak pernah menggunakan termometer untuk mengukur suhu tubuhnya. Sebanyak 63% pengemudi ojek online memutuskan untuk tidak bekerja ketika demam. Sebagian besar responden (93%) telah menerapkan cara mengkonsumsi obat dengan tepat dan lebih dari separuh (72,3%) mengaku tidak khawatir terhadap efek samping penggunaan antipiretik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas responden  pernah mengalami demam dan menggunakan antipiretik dengan tepat untuk mengatasi demam, namun masih terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki agar pengelolaan demam semakin aman.
Profil Pengetahuan, Ketepatan Tindakan, dan Pemilihan Produk dalam Mengatasi Ketombe pada Mahasiswi Berhijab di Universitas Airlangga Prayogo, Diva Daeng; Meisya Nur Habibah; M. Rofiqi Azmi; Putri Annisa Dewi Maharani; Dhea Febriyanti Permatasari; Ulinnuha Akbar; Hansel Alexander; Khonsa Nabilah; Adisti Ratna Sari; Novreza Avistha Nugroho; Debby Puspitaningrum; Galuh Candra Wijayanti; Gusti Noorrizka Veronika Achmad
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.52621

Abstract

Ketombe adalah salah satu kelainan kulit kepala yang disertai dengan gatal. Menurut Riset Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 26% masyarakat Indonesia mengalami ketombe dan didominasi oleh kelompok usia remaja (15-24 tahun). Salah satu faktor penyebab terjadinya ketombe adalah kurangnya pasokan udara akibat pemakaian hijab. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan, ketepatan tindakan, dan ketepatan pemilihan produk dalam mengatasi ketombe pada mahasiswi baru Universitas Airlangga, Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Teknik sampling penelitian ini menggunakan purposive sampling. Responden penelitian ini sejumlah 161 mahasiswa baru berhijab. Variabel yang diteliti adalah tingkat pengetahuan, ketepatan tindakan, dan ketepatan pemilihan produk sampo dalam mengatasi ketombe. Hasil penelitian didapatkan 86.30% responden pernah mengalami ketombe dan sebanyak 62.59% responden memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Dari 87 responden berpengetahuan tinggi; 39 responden (28,06%) tepat dalam memilih tindakan mengatasi ketombe; 47 responden (33,81%) kurang tepat dan hanya 1 responden (0,71%) tidak tepat. Sementara itu, pada responden dengan tingkat pengetahuan tinggi, yang tepat dalam memilih sampo adalah sebanyak 51 (36,69%); kurang tepat 25 (17,98%); dan tidak tepat 11 (7,91%). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan, ketepatan tindakan, dan pemilihan produk dalam mengatasi ketombe yang cukup baik. Akan tetapi edukasi tentang hal ini masih perlu dilakukan untuk lebih meningkatkan ketiga hal tersebut.
Pengetahuan Mahasiswa Perokok Aktif tentang Stain Gigi dan pasta gigi Charcoal sebagai Dasar Pemilihan Pasta Gigi Maharani, Arina; Fayza Zahra, Nabilla; Mayla Kristia, Erfika; Davindra Widiantoro, Arya; Bharti Rosyadi, Devia; Tazkiyya Adillia, Firma; Shakira Putri Sanjaya, Naila; Ayu Purbiastuti, Putri; Salma Falihah, Anisah; Fahmi U, Mohammad; Faris Alfaruqi, Salman; Rahem, Abdul
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.52623

Abstract

Mahasiswa banyak berstatus sebagai perokok aktif. Hal itu dikarenakan pada kelompok umur 17-23 tahun merupakan target pemasaran rokok. Selain itu, mereka sedang berada pada fase coba-coba sehingga memiliki keinginan yang tinggi untuk mengikuti trend merokok. Merokok berkaitan dengan masalah kesehatan mulut dan gigi, salah satunya stain gigi. Pada perokok aktif kejadian stain gigi dua kali lebih banyak daripada bukan perokok. Kejadian stain gigi dapat dikurangi dengan penggunaan pasta gigi berbahan charcoal. Charcoal dapat menyerap karbon aktif sehingga dapat mengurangi stain gigi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan responden laki-laki mengenai stain gigi dan manfaat charcoal terhadap pemilihan pasta gigi berbahan charcoal. Metode yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dengan pengambilan data pada 110 responden secara accidental sampling menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 57,3% responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai stain gigi dan 46,4% responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai manfaat charcoal. Namun, 57,3% responden tidak memilih pasta gigi dengan kandungan charcoal. Data tersebut dianalisis menggunakan uji regresi logistik berganda yang menunjukkan nilai (p) > 0,05 (펱), serta analisis range Spearman yang menunjukkan nilai (p) =      0,03. Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan responden tentang stain gigi dan pemilihan pasta gigi berbahan charcoal, tetapi terdapat hubungan antara pengetahuan tentang stain gigi dan pengetahuan tentang manfaat charcoal dalam pasta gigi. Maka dapat dilakukan promosi kesehatan dengan tujuan untuk memotivasi mahasiswa perokok aktif Universitas Airlangga untuk memilih pasta gigi berbahan charcoal.
Tingkat Pengetahuan dan Rasionalitas Swamedikasi Obat Pereda Nyeri oleh Ibu Rumah Tangga di Surabaya Timur Mahira, Naura Shava; Nur Fauziah Ananda Putri; Mesloy, Gracella Joya; Permata, Dian; Tanjung, Cintya Syabina; Azizah, Latifatul; Putri, Nur Majid; Heidiyana, Nadia Silfa; Yuliana, Dina; Leivina Ariani Sugiharto Putri; Michaela Aspasia Trana Putri; Diva Nanda Ayana; Khaizam, Nur Nisa; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.52876

Abstract

Rasa nyeri kerap dianggap sebagai hal biasa sehingga masyarakat lebih memilih melakukan pengobatan sendiri menggunakan obat-obat penghilang rasa nyeri, berupa analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan rasionalitas terkait swamedikasi obat pereda nyeri oleh ibu rumah tangga di daerah Surabaya Timur. Penelitian cross sectional ini dilakukan dengan cara survei menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hubungan antara karakteristik sosiodemografi, skor pengetahuan, dan rasionalitas dianalisis menggunakan metode chi-square melalui SPSS. Kriteria inklusi responden adalah ibu rumah tangga yang berusia minimal 18 tahun. Dari 152 responden diketahui 48 (31,4%) responden berpengetahuan tinggi, 71 responden (46,4%) berpengetahuan sedang, 17 responden (11,1%) berpengetahuan rendah, dan 17 responden (11,1%) berpengetahuan sangat rendah. Diketahui pula 90 (58,8%) responden melaksanakan swamedikasi pereda nyeri secara rasional, sedangkan 63 (41,2%) responden lainnya tidak rasional. Diketahui bahwa tingkat pengetahuan responden memiliki pengaruh yang signifikan (p=0,010) terhadap rasionalitas swamedikasi obat pereda nyeri dimana semakin tinggi skor pengetahuan maka rasionalitas juga akan meningkat. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persentase terbesar dari tingkat pengetahuan responden adalah kategori sedang dan rasionalitas swamedikasi yang baik. Untuk itu, perlu dilaksanakan penyuluhan dan edukasi mengenai cara mendapatkan, menggunakan, dan mengelola obat pereda nyeri yang tepat agar dapat tercapai praktik swamedikasi yang rasional secara optimal.

Page 10 of 15 | Total Record : 150