cover
Contact Name
Gesnita Nugraheni
Contact Email
gesnita@gmail.com
Phone
+6281357351183
Journal Mail Official
editorjfk@ff.unair.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ir. H. Soekarno, Mulyorejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Komunitas
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 23555912     EISSN : 23555912     DOI : https://doi.org/10.20473/jfk.v9i1.24085
Core Subject : Health,
The aim of Jurnal Farmasi Komunitas (JFK) is to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in pharmacy practice. JFK publishes articles in pharmacy practice area including: 1. Clinical and Community Pharmacy 2. Public Health 3. Psychology 4. Medicine, and other health related topics.
Articles 150 Documents
Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Non Kesehatan Universitas Airlangga Mengenai Ketepatan Penggunaan Antasida Badrunada, Muhamad; Cinta Muna Budiman; Devy Andarini; Julian Dwi Susanto; Gerry Yahya Suryanto; Putri Artika Sari; Grishelda Putri Fitria Arifin; Rischi Nur Meilia; Nadia Dewi Febiana; Aisyah Imran; Afifatuzzahroh; Maulidia Inayah; Martadina Dwi Cahyani; Liza Pristianty
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.41502

Abstract

Antasida merupakan obat yang sering digunakan sebagai pilihan terapi dispepsia. Obat antasida bekerja dengan mekanisme menetralkan asam lambung. Pengetahuan mengenai ketepatan penggunaan antasida berpengaruh terhadap tercapainya tujuan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa non kesehatan Universitas Airlangga terhadap ketepatan penggunaan antasida. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metode non random sampling dengan melakukan survei menggunakan instrumen kuesioner melalui Google Form. Sejumlah 141 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan cara pemberian skor terhadap jawaban responden (salah = 0 dan benar = 1). Hasil penelitian menunjukkan sebesar 65,25% responden memiliki pengetahuan yang baik dan sebesar 34,75% responden memiliki pengetahuan yang cukup terkait penggunaan antasida. Berdasarkan sumber informasi penggunaan antasida, sejumlah 47% responden menjawab dari keluarga, 45% dari internet, dan 40% dari dokter, sedangkan sisanya memperoleh informasi dari apoteker, teman, iklan di televisi, dan belum pernah memperoleh informasi. Upaya promosi kesehatan sangat penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai cara penggunaan antasida dengan tepat sehingga efek terapi akan lebih optimal.
Knowledge, Attitude and Practice towards the Appropriate Use of Anti-Acne Products amongst Youths and Adults Shamsul Anuar, Nur Qamarina; Muhammad Syawal; Muhammad Izatul Ammar; Muhammad Faiz; Melissa Izzati; Nurfarah Wahidah; Leng Xiao Qian; Shandhiyaa; Zahra Aisha Hafizah; Elida Zairina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.41598

Abstract

Acne is the most common skin disorder, especially in youths and adults, regardless of gender. However, with the wide range of ages and education, people's knowledge, attitudes, and practices might be diverse. Therefore, it is essential to understand the correct treatment. This study aimed to identify the knowledge, attitude, and practice towards the appropriate use of anti-acne in the community. The study was carried out in the neighbouring area of Universitas Airlangga, Surabaya, using a validated questionnaire. The data were analyzed with nonparametric correlation using Spearman Correlation. According to the data collected from 103 participants, about 62.1 % (n=64) had a moderate level of knowledge, 50.5 % had a positive attitude toward using anti-acne products, and 61.2 % (n=63) had positive responses in the practice of using anti-acne products. There was a positive correlation between the participant's knowledge and practice (p<0.001; r= 0.388). This study concludes that a health promotion program is a warranty to increase the public's level of knowledge.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Praktik Swamedikasi Obat Herbal di Masyarakat Kelurahan Sukorame Kota Kediri pada Masa Pandemi COVID-19 Farida, Umul; Sri Wahyuning Hadi, Entin
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.41624

Abstract

Retriksi perjalanan selama COVID-19 di tambah dengan kekhawatiran infeksi virus menyebabkan masyarakat memilih untuk melakukan swamedikasi. Data menunjukan sebanyak 25% terdapat kenaikan pola swamedikasi selama masa pandemi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap praktik swamedikasi obat herbal di masyarakat Kelurahan Sukorame pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan pendekatancross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 99 responden dengan kriteria inklusi masyarakat Kelurahan Sukorame yang pernah melakukan swamedikasi obat herbal. Pengambilan data dilakukan melalui survei menggunakan kuesioner. Dari hasil analisis korelasi Chi-Square didapatkan korelasi yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p= 0,019) dan sikap (p= 0,015) dengan praktik swamedikasi obat herbal. Hasil regresi logistik tingkat pengetahuan, sikap terhadap praktik swamedikasi obat herbal didapatkan nilai p=0,012 dengan masing-masing nilai OR sebesar 5,104 dan 5,449. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap praktik swamedikasi obat herbal di masyarakat Kelurahan Sukorame Kota Kediri pada masa pandemi COVID-19.
Pengetahuan dan Tindakan Penyimpanan Obat pada Keluarga di Kelurahan Mulyorejo Princesa Renata Anindya Mubarok; Kadek Ayu Happy Calista Nova; Renata Diva Erifiannisa; Mar'atun Qonyta; Miftahul Nabighoh Kuswardahningrum; Sitya Fibriani; Alya Az Zahro; Nurlaili; Agung Bagus Nugroho; Anila Impian Sukorini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.41869

Abstract

Penyimpanan obat yang tidak tepat berpengaruh terhadap kualitas obat. Di Indonesia, persentase rumah tangga yang menyimpan obat untuk swamedikasi cukup besar. Berdasarkan penelitian, masyarakat seringkali tidak memperhatikan ketentuan yang seharusnya dilakukan dalam penyimpanan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan tindakan penyimpanan obat pada keluarga di kawasan Kelurahan Mulyorejo, Surabaya. Desain penelitian secara observasional dengan metode cross-sectional dan pemilihan sampel secara convenience sampling. Kriteria inklusi responden yaitu keluarga di RT 3, RW 1 Kecamatan Mulyorejo Kelurahan Mulyorejo yang sedang menyimpan obat. Sebelum pengambilan data, responden telah mengisi informed consent. Sebanyak 84 sampel memenuhi kriteria penelitian. Data diambil dengan kuesioner dan lembar observasi lalu dianalisis secara statistik deskriptif menggunakan program IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukan terdapat 2 responden (2,4%) dengan kategori pengetahuan rendah, 41 responden (48,8%) kategori sedang, dan 41 responden (48,8%) kategori tinggi. Dilihat dari tindakan penyimpanan 278 obat, sebanyak 86 obat (30,9%)  disimpan pada kotak obat dan 192 obat (69,1%) disimpan di tempat lain. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tidak sejalan dengan tindakan penyimpanan obat yang benar karena masyarakat masih kurang mempraktikan pengetahuan yang dimiliki terkait penyimpanan obat dengan benar yang dapat berdampak pada kesehatan diri dan lingkungan. Oleh karena itu masyarakat perlu diberikan edukasi yang lebih lanjut mengenai penyimpanan obat yang benar dan juga kebijakan publik yang menekankan kepada penyimpanan obat yang benar.
Profil Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat terkait DAGUSIBU Obat yang Digunakan di Rumah Tangga di Surabaya Putra Pratama, Tiar Hanif; Putri Antika Yusniasari; Halisa Naura Imamah; Sherly Putri Andini; Safriella Salsabila Madania; Najwa Shifa Sahara; Hasna Salvinia Ofanti; Fatia Hilyatunnisa; Nida Inva Tassya; Maulana Khusnul Ghina; Naurah Syafiqah Larasati; Sucya Rahmawati; Citra Aulia Silvia; Elida Zairina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.42464

Abstract

Produk farmasetik atau obat-obatan telah tergolong dalam kebutuhan utama sehingga konsumsi obat di masyarakat meningkat. Namun, di lain sisi kepatuhan minum obat di masyarakat yang rendah menyebabkan akumulasi obat tidak terpakai di rumah tangga. Sejak tahun 2014, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) telah melaksanakan kampanye program Gerakan Nasional Keluarga Sadar Obat dengan jargon DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat). Dalam program tersebut menjelaskan tentang tata cara pengelolaan obat dari pertama kali menerima obat hingga tidak digunakan atau dikonsumsi lagi dan akhirnya dibuang. Penelitian ini bertujuan memahami lebih lanjut bagaimana pengetahuan dan praktik masyarakat terkait cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang sisa obat. Penelitian ini berbentuk studi cross-sectional yang dilakukan dengan cara survei. Instrumen yang digunakan yaitu berbentuk kuesioner yang terdiri dari 36 pertanyaan, yaitu 20 pertanyaan berbasis pengetahuan tentang logo obat dan DAGUSIBU; 16 pertanyaan berbasis perilaku tentang DAGUSIBU obat. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak IBM SPSS versi 25.0 dan signifikansi statistik ditetapkan pada p ≤ 0,05. Terdapat 130 responden dalam melaksanakan penelitian ini. Hasil survei yang dilaksanakan menandakan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat berada di kategori cukup (56,9%) dan tingkah laku masyarakat yang berkaitan dengan cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat menunjukkan hasil yang negatif (58,5%). Analisis korelasi menunjukkan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku adalah 0,440 (korelasi sedang) dengan p=0,000. Oleh karena itu, promosi kesehatan terkait DAGUSIBU obat masih sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat.
Pengetahuan dan Sikap Pria di Surabaya terhadap Kontrasepsi Laras, Kirana Sekar; Wijaya, Aurellia Chance; As Sulton, Alfiansyah Maulana; Diamita, Bernardina; Putri, Fida Roesdiana; Tsabita, Irdandia Maitsa; Pratiwi, Kusma Ayu; Zahrani, Nafisah; Putri, Sonia Anggitha; Nita, Yunita
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.42465

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya mengatasi masalah jumlah penduduk. Program ini mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia dengan cara mengatur usia kehamilan, jumlah anak, dan jarak kelahiran anak. Salah satu problematika saat ini adalah rendahnya pengetahuan dan sikap mengenai program KB di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap pria di Surabaya terhadap kontrasepsi. Penelitian ini melibatkan subjek laki-laki yang berusia 17-45 tahun. Variabel dalam penelitian ini berupa pengetahuan dan sikap pria terhadap kontrasepsi dilakukan metode survey secara cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara non-probability sampling dengan sampling kuota berdasarkan kategori usia pada 100 responden. Penelitian ini mengidentifikasi 55% responden masuk dalam tingkat pengetahuan kurang, 73% responden tidak mengetahui efek samping dari kontrasepsi, dan 86% responden mengetahui tujuan penggunaan kontrasepsi. Selain itu, 58% responden masih memiliki sikap positif terhadap penggunaan kontrasepsi, 25% responden berpendapat penggunaan kontrasepsi mengurangi kepuasan seksual, dan 84% responden pria berpendapat bahwa suami dan istri bersama-sama bertanggung jawab dalam penggunaan kontrasepsi. Berdasarkan penelitian ini, walaupun mayoritas responden bersikap terhadap penggunaan kontrasepsi, tetapi tingkat pengetahuan mereka masih kurang sehingga pengetahuan pria terhadap penggunaan kontrasepsi perlu ditingkatkan.
Perilaku dan Pengetahuan Remaja Indonesia tentang Merokok Ade Ismayanti, Syavina; Auliavika Khabibah, Shela; Annisa Haq, Tashaufa; Salsabilla, Sofiah; Athilla Rahman, Rafiif; Vanessa Hartono, Thalia; Salzabilla, Tasya; Wachidah, Nur; Yuastita Tangnalloi, Tresia; Yuda, Ana
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.42580

Abstract

Rokok dapat diartikan sebagai produk tembakau yang dibakar, berasal dari tanaman Nicotiana tabacum. Asap rokok mengandung nikotin, tar, dan bahan tambahan lainnya. Dalam satu batang rokok terkandung sekitar 4000 jenis senyawa kimia berbahaya, di antaranya 400 memiliki efek racun dan 43 lainnya dapat menyebabkan kanker. Alasan remaja mencoba merokok seringkali dipengaruhi oleh pergaulan teman sebaya dan paparan terhadap iklan di jalanan, televisi, atau internet. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan serta perilaku remaja Indonesia terkait merokok. Desain penelitian yaitu deskriptif kuantitatif, dengan metode observasional, dan cross-sectional. Parameter yang digunakan pada  penelitian ini berfokus pada perilaku dan pengetahuan terhadap kebiasaan merokok pada remaja. Dari 342 responden diantaranya 52,6% merupakan laki-laki dan 47,4% perempuan. Adapun 30,7% responden merupakan perokok serta 69,3% responden non-perokok. Responden berasal dari 34 provinsi dengan responden terbanyak yaitu dari Provinsi Jawa Timur diikuti Kalimantan Selatan dan DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa google form. Perilaku merokok dalam usia 12-24 tahun kebanyakan disebabkan oleh faktor lingkungan pergaulan. Pengetahuan bahaya merokok pada masyarakat tergolong tinggi. Namun, tetap perlu ditingkatkan karena pengetahuan remaja pada beberapa topik terkait dampak merokok terhadap penyakit prevalensi tinggi masih kurang. Sebagian besar perokok (65,7%) juga menyadari dan masih memiliki rasa kepedulian atas tindakan merokok mereka terhadap non-perokok, tetapi kebiasaan merokok mereka tetap dilakukan (34,3%). Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan upaya untuk mencegah kebiasaan merokok sejak usia dini.
Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat tentang Peredaran Obat dan Makanan secara Daring Nabila Azzahra Putri Sujarwo; Sevana Prabha Dewi; Sonia Mirari Primanita; Clairine Angelia; Dita Salsabila Choiron; Hasna Kurnia Dewi; Zahra Penta Apsari Ginting; Brahma Wisnu Kusuma Wardhana; Savira Rizky Meisya Amalia; Armitha Fesha Ayura; Gesnita Nugraheni
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.42730

Abstract

Saat ini, masyarakat banyak melakukan pembelian obat dan makanan secara daring. Meskipun pemerintah Indonesia sudah memiliki peraturan tentang obat dan makanan yang diedarkan secara daring, tetapi masih banyak ditemukan obat dan platform yang tidak sesuai dengan peraturan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional yang bertujuan mengetahui pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang peredaran obat secara daring. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif jenjang D3 hingga S1 yang berkuliah di perguruan tinggi yang berlokasi di Kota Surabaya. Kriteria inklusi responden adalah pernah melakukan pembelian obat secara daring selama 2 tahun terakhir, bersedia menjadi responden dan mengisi kuesioner dengan lengkap. Pengambilan data dengan survei online menggunakan kuesioner. Validasi kuesioner dilakukan dengan validasi isi dan rupa. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Sebanyak 127 orang berpartisipasi pada survei ini. Hasil penelitian menunjukkan 63,8% (n=81) responden memiliki tingkat pengetahuan kategori sedang terkait pemahaman pembelian obat secara daring. Dari 333 alasan membeli obat secara daring, aspek kepraktisan merupakan alasan yang terpopuler (69,29%). Dari 199 obat yang dibeli secara daring, obat bebas merupakan yang terbanyak dibeli oleh responden (41,73%). Halodoc merupakan platform paling banyak dipilih oleh responden (61,42%). Alasan memilih platform tersebut karena sebanyak 65,40% responden melihat tokonya sudah terverifikasi. Mayoritas pengetahuan masyarakat tentang peredaran obat pada kategori sedang. Sehingga perlu ditingkatkan lagi khususnya terkait obat-obat yang dilarang diedarkan secara online. Apoteker diharapkan terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai cara peredaran obat dan makanan yang benar.
Analysis of Drug Management Ability on the Elderly in the East Surabaya Using MedMaIDEâ„¢ Rakhmania Salam, Anisa; rakhma, Aulia Nur Shabrina; Belinda Nabilah Ekapratista; Eunike Natasya Panjaitan; I Putu Bagus Pradnyanantha; Nabila Nur Haliza; Ragil Putri Pramesti; Shefilla Mangestiti Berliana; Swastika Bintang Prameysti; Yossy Prastyo; Gusti Noorrizka Veronika Ahmad
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v10i2.42785

Abstract

The elderly are at the highest risk for drug-related problems caused by age-related physiological changes, multiple chronic illnesses, polypharmacy, and poor drug management.  This study aims  to analyze the ability of elderly regarding drug management. This study used an observational research method with an elderly population in the East Surabaya area. The research instrument used was MedMaIDETM (Medication Management Instrument for Deficiencies in the Elderly), which can be used to measure ability in medication management in the elderly community who are undergoing self-medication with at least one medication.  Sampling was carried out  using  a non-random sampling method with a purposive sampling technique. The number of respondents obtained in this study were 100 elderly who live in the East Surabaya area. The inclusion criteria for research respondents were: (1) willing to be a respondent; (2) domiciled in the East Surabaya area; (3)  aged ≥ 60 years; (4) able to communicate in Indonesian; and (5) consuming at least one medicine. The variable studied was drug management skills in the elderly which includes knowledge of the medications aspect, knowledge on how to take the medication aspect, and knowledge on how to obtain the medication. The average MedMAIDE scores of respondents in the three domains with a total average value of 1.18 and a standard deviation of 0.10, meanings each elderly at least had one deficiency out of 13 maximun score of deficiencies. There were 70 respondents out of 100 respondents who had limitations in drug management with one deficiency score as the smallest score and the largest total deficiency score being 7. Meanwhile, 30 other respondents had a no deficiency. The most difficult tasks were identified the problems after taking the medication, fill a glass with water, sip enough water to swallow medication and identify if a refill exists on a prescription. The ability of elderly people in the East Surabaya area to manage their medicines was good. The elderly were able to recognize the drugs used, use the drugs correctly, and comply with drug administration.
Profil Pengetahuan dan Efektivitas Penggunaan Aromaterapi untuk Mengurangi Stres pada Masyarakat Usia Produktif Alika Sabrina Mahalaksmi; Adila Nofiandita; Athaya Putri Rania; Farah Kusuma Wardhani Novian; Fatikha Rahma Agustina; Hayyuni Assyfa'ul Fahima; Naura Zahra Khairunnisa; Qalby Malalesa Yaumil Asri; Tsabitha Al Fawwas; Yusniar Dwi Fa'jri; Yuni Priyandani
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v11i1.43529

Abstract

Stres merupakan segala jenis perubahan yang menyebabkan ketegangan fisik, emosional, atau psikologis. Aromaterapi merupakan salah satu terapi komplementer yang digunakan sebagai alternatif untuk merelaksasi tubuh serta membantu mengurangi stres dan kecemasan yang dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa penggunaan aromaterapi mampu membantu mengurangi stres pada seseorang di usia produktif. Data penelitian ini diperoleh melalui kuesioner online (Google Form) menggunakan metode accidental sampling. Kuesioner diuji validitas rupa dan isi pada 15 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi sebelum digunakan untuk mengambil data. Uji validitas konstruk serta reliabilitas dengan menggunakan data dari 110 responden dinyatakan semua item pertanyaan valid serta reliabel. Populasi penelitian ini adalah penduduk usia produktif di Surabaya. Kriteria inklusi sampel penelitian ini yaitu berusia produktif (usia 15-64 tahun), bersedia mengisi kuesioner, dan berdomisili di Surabaya. Metode skoring yang digunakan berupa empat opsi jawaban, dengan 4 skor yang berbeda. Aromaterapi dinyatakan efektif untuk menurunkan stres apabila total skor 26-40 dan tidak efektif apabila total skor 10-25. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa aromaterapi dapat menjadi pengobatan alternatif dan komplementer untuk mengurangi stres ringan, terbukti dari 85 responden yang menggunakan aromaterapi, 78 responden (91,78%) menyatakan aromaterapi berperan efektif, sedangkan pada 7 responden lainnya (8,24%) menyatakan aromaterapi tidak efektif untuk mengurangi stres. Sementara itu, tingkat pengetahuan terkait kemampuan aromaterapi untuk mengurangi stres pada 25 responden yang tidak pernah menggunakan aromaterapi, sebanyak 9 responden (36%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 5 responden (20%) tingkat pengetahuannya cukup, dan 11 responden (44%) tingkat pengetahuannya kurang. Oleh sebab itu, diperlukan adanya promosi kesehatan kepada masyarakat mengenai aromaterapi sebagai pengobatan alternatif dan terapi komplementer dalam mengurangi stres.

Page 9 of 15 | Total Record : 150