cover
Contact Name
Christine
Contact Email
christinekromoprawiro@gmail.com
Phone
+6285241079002
Journal Mail Official
christinekromoprawiro@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, 94145 Sulawesi Tengah, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan
ISSN : 27978176     EISSN : 27978184     DOI : https://doi.org/10.33860/bjkl
Core Subject : Health, Social,
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan accepts original research articles and literature review articles covering the following topics: 1. Environmental Health 2. Environmental Epidemiology 3. Environmental Health Risk Assessment 4. Environmental Health Management 5. Environmental Health Technology 6. Environmental-Based Diseases 7. Environmental Toxicology 8. Water and Sanitation 9. Waste Management 10. Vector Rodent Disease Control and Prevention 11. Food Safety 12. Aspects of Environmental Health in Disaster Management
Articles 49 Documents
Ekstrak Daun Sereh dan Daun Cengkeh Efektif Memberikan Daya Tolak Terhadap Nyamuk Aedes aegypti Rahma Sawitri; Herlina Susanto Sunuh; Ros Arianty
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v2i2.3093

Abstract

Latar Belakang: Demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan ke manusia dengan gigitan nyamuk Aedes aegypti . Penderita demam berdarah sebanyak 53.075 jiwa dan yang meninggal sebanyak 344 jiwa, sedangkan pada awal tahun 2019 penderita demam berdarah 13.683 jiwa dan meninggal 113 jiwa.  Pengendalian kimiawi sebagai salah satu pengendalian yang aman terhadap kesehatan dan ramah lingkungan adalah dengan menggunakan daya tolak alami. Tujuan: Tujuan penelitian adalah diketahuinya efektivitas ekstrak daun sereh dan daun cengkeh dalam memberikan daya tolak terhadap nyamuk Aedes aegypti dengan konsentrasi 20%, 40% dan 60%. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni dengan pendekatan post-test only with control group design, besar sampel yang digunakan pada 6 kelompok perlakuan dengan 5 kali pengulangan, dan 1 kelompok kontrol, di mana tiap kelompok dialokasikan 20 ekor nyamuk, yaitu 620 ekor nyamuk. Hasil: Ekstrak daun sereh dan ekstrak daun cengkeh dengan konsentrasi 20%, 40% dan 60% masing-masing memberikan daya tolak terhadap nyamuk Aedes aegypti sebesar 95%. Dikatakan efektif memberi daya tolak jika ≥90% nyamuk, sebagai serangga uji, tidak kontak dengan manusia sesudah 5 menit dalam waktu 1 jam, selama 6 jam pengujian didalam kolonisasi uji dari total nyamuk yang diuji. Kesimpulan: Ekstrak daun sereh dan ekstrak daun cengkeh dengan konsentrasi 20%, 40% dan 60% efektif memberikan daya tolak terhadap nyamuk Aedes aegypti. Hasil temuan penelitian ini dapat dikembangkan oleh peneliti-peneliti lain untuk menggunakan ekstrak daun sereh dan daun cengkeh sebagai repellent nyamuk Aedes aegypti.
Gambaran Timbulan Limbah Medis di Rumah Sakit Daerah Madani Palu Politon, Fellysca; Christine, Christine; Sunuh, Herlina; Respito, Andi
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v3i1.2341

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit merupakan tempat pelayanan kesehatan yang dapat menjadi tempat sumber penularan penyakit, memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan, serta menghasilkan limbah  baik medis maupun non medis yang dapat menularkan penyakit. Tujuan: untuk mengetahui gambaran timbulan sampah medis di Rumah Sakit Daerah Madani Palu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yaitu limbah medis yang dihasilkan dari ruangan rawat inap berjumlah 11 ruangan, Sampel yang diteliti adalah limbah medis yang berasal dari ruangan rawat inap Variabel penelitian yaitu timbulan limbah medis yang dihasilkan dari ruangan perawatan. Pengukuran dalam bentuk observasi dan pengukuran dengan cara menghitung jumlah timbulan sampah. Hasil: Hasil penelitian didapatkan jenis limbah medis terbanyak adalah botol infus, masker, sarung tangan, tissu, pembungkus obat, penutup kepala, dan botol obat. Jumlah timbulan rata-rata limbah medis yang dihasilkan di Rumah Sakit Daerah Madani Palu selama 8 hari yaitu sebanyak 27,5 Kg/hari. volume rata-rata limbah medis yang dihasilkan  sebanyak 171,5 ℓ/hari. Kesimpulan: Berat rata-rata limbah medis yang dihasilkan di Rumah Sakit Daerah Madani Palu  sebanyak 27,5 Kg/hari, dan volume rata-rata limbah medis yang dihasilkan sebanyak 171,5 ℓ/hari.
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa Aida Fitria Rafiah; Khambali; Setiawan
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v3i2.2988

Abstract

Latar Belakang: Terdapat satu kesamaan permasalahan pada setiap Sekolah Dasar Negeri yang ada di Kecamatan Lape yaitu masih belum disediakannya sarana penunjang program PHBS yang layak oleh pihak sekolah serta implementasi penerapan PHBS oleh siswa yang masih minim. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan PHBS pada SDN di Kecamatan Lape. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian secara deskriptif dengan sampel pada penelitian ini adalah keseluruhan populasi. Proses pengolahan data dilakukan secara manual berdasarkan hasil pengisian lembar observasi. Data selanjutnya di analisis menggunakan teknik analisis data deskriptif dan kriteria klasifikasi PHBS pada tatanan pendidikan. Hasil: Dari 8 indikator PHBS pada institusi pendidikan, indikator yang tidak memenuhi syarat yaitu mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun sebanyak 9 SDN (64,2%), mengonsumsi jajan sehat di kantin sekolah sebanyak 2 SDN (14,2%), menggunakan jamban yang bersih dan sehat sebanyak 10 SDN (71,5%), membuang sampah ke tempat sampah yang terpilah (21,5%), dan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan sebanyak 5 SDN (32,8%). Kesimpulan: dari penelitian yang telah dilakukan pada 14 SDN di Kecamatan Lape, terdapat 5 dari 8 indikator pada PHBS tatanan institusi pendidikan yang tidak memenuhi syarat.
Efektivitas Penggunaan Beberapa Jenis Resin Kation terhadap Penurunan Kesadahan Air Sumur Gali di Gampeng, Triwidadi, Pajangan, Bantul Febia, Yana; Amri, Choirul; Santjoko, Herman
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v3i2.3923

Abstract

Latar Belakang: Sumur gali yang berada di daerah lapisan batu gamping memiliki kondisi kualitas air rendah dikarenakan mengandung kesadahan. Kesadahan dapat diturunkan dengan proses pertukaran ion, media yang digunakan dalam proses tersebut yaitu resin kation. Tujuan: Mengetahui efektivitas penggunaan resin kation jenis Laterase, Trilite KH-80, dan Amberlite IR 120 Na terhadap penurunan kadar kesadahan air sumur gali di Gampeng, Triwidadi, Pajangan, Bantul.. Metode: Jenis penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan desain Pre Test – Post Test With Control Group. Kelompok perlakuan dengan menggunakan jenis resin kation Laterase, Trilite KH-80, dan Amberlite IR 120 Na, serta kelompok kontrol. Total sampel perlakuan sebanyak 24 sampel dan 1 sampel pre test. Waktu kontak yang digunakan selama 10 menit dan menggunakan aliran down flow. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023. Hasil: Hasil pemeriksaan kesadahan air sumur gali dengan pre test sebesar 409,03 mg/L dan presentase penurunan perlakuan menggunakan resin kation Laterase sebesar 81%, Trilite KH-80 sebesar 86,74%, dan Amberlite IR 120 Na sebesar 76,81%. Hasil uji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dengan nilai sig. 0,001 < 0,05 menunjukkan bahwa ada perbedaan penurunan kesadahan air sumur gali dengan menggunakan resin kation jenis Laterase, Trilite KH-80, dan Amberlite IR 120 Na. Kesimpulan: Resin kation Trilite KH-80 merupakan resin yang paling efektif untuk menurunkan kesadahan air sumur gali dengan persentase penurunan sebesar 86,74%.
Pengaruh Ekstrak Daun Murbei (Morus Nigra L.) Sebagai Sabun Dalam Menurunkan Angka Kuman Pada Piring ika irliana rahmadani; Suyanto, Adib; Haryanti, Sri
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v4i1.3945

Abstract

Latar Belakang: Kebersihan peralatan makan penting untuk mencegah penyakit dan menjaga kualitas makanan. Salah satu alat penunjang kebersihan yaitu sabun dengan penambahan antibakteri alami seperti daun murbei karena mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tannin, dan terpenoid yang bersifat antibakteri. Tujuan: Mengetahui pengaruh ekstrak daun murbei (Morus nigra L.) sebagai bahan alami sabun dalam menurunkan angka kuman pada piring di Warung Makan “X” Sleman. Metode: Jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan pendekatan Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini menggunakan quota sampling. Total sampel yang dibutuhkan 24 piring makan kotor. Analisis data menggunakan uji statistik Shapiro-Wilk, kemudian uji One Way Annova dan dilanjutkan uji LSD. Hasil: Rata-rata penurunan angka kuman setelah menggunakan sabun cuci piring ekstrak daun murbei konsentrasi 25% yaitu 134,3 CFU/cm² atau 88,3%, pada konsentrasi 30% yaitu 171,3 CFU/cm² atau 90,8% , konsentrasi 35% yaitu 174,5 CFU/cm² atau 92,3%, dan kontrol menggunakan sabun cuci piring merk “X” yaitu  147,0 CFU/cm² atau 85,2%. Uji One Way Anova menghasilkan p-value 0,012 (Sig. <0,05), menunjukkan perbedaan signifikan dalam penurunan angka kuman dengan penggunaan ekstrak daun murbei. Kesimpulan: Ada pengaruh ekstrak daun murbei sebagai bahan alami pada sabun dalam menurunkan angka kuman pada piring, dengan konsentrasi tertinggi 35% dalam menurunkan angka kuman.
Gambaran Personal Hygiene dan Angka Kuman Es Teh Kantin Sehati (Food Court) Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Fikri Widodo, Izzati; Suyanto, Adib; Mulyaningsih, Tri
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v3i2.3950

Abstract

Minuman teh merupakan minuman olahan daun pucuk teh yang disukai oleh semua kalangan. Minuman es teh merupakan minuman yang favorit di Kantin Poltekkes Yogyakarta. Minuman teh dapat dikonsumsi apabila bersih dan aman dari komponen berbahaya. Keberadaan mikroba dapat menjadi salah satu parameter biologis yang dapat menentukan layak atau tidaknya makanan dan minuman tersebut untuk dikonsumsi. Latar Belakang : Berdasarkan Studi Pendahuluan yang dilakukan di Kantin Sehati terdapat permasalahan pada Penjamah Makanan yang belum lengkap menggunakan APD. Tujuan : Mengetahui besarnya angka kuman pada minuman es teh dan personal hygiene penjamah minuman di kantin (food court) Kampus Poltekkes Yogyakarta. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel yang digunakan adalah minuman es teh kantin Kampus Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kuman ada di kantin, 2 dari 7 telah memenuhi syarat sedangkan perilaku personal hygiene telah diterapkan oleh semua penjamah makanan di Kantin Sehati dan memenuhi syarat. Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa pemeriksaan angka kuman pada 2 kantin memenuhi syarat dan 5 kantin tidak memenuhi syarat dan personal hygiene telah diterapkan oleh semua penjamah makanan di Kantin Sehati dan memenuhi syarat.
Gambaran Hygiene Sanitasi Rumah Makan Di Lingkungan Kampus Pusat Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Istikomah, Ayu Puja; Amalia, Rizki; Haryanti, Sri
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v3i2.3959

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya kualitas pangan pada tempat pengolahan pangan seperti rumah makan adalah rendahnya pengetahuan dan pemahaman terhadap tempat pengolahan pangan seperti seperti lokasi tempat pengolahan pangan, pemilihan bahan, penyimpanan bahan, pengolahan pangan, penyimpanan pangan jadi dan penyajian. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran hygiene Rumah makan di lingkungan kampus pusat Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan dengan cara survei langsung pada lokasi penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi menggunakan checklist dan wawancara dengan jumlah sampel 29 rumah makan. Hasil: hasil penelitian diperoleh dari 29 rumah makan yang tidak memenuhi syarat berjumlah 29 rumah makan dengan presentase 100%, hygiene sanitasi area pelayanan konsumen diperoleh dari 29 rumah makan yang memenuhi syarat berjumlah 7 rumah makan dengan presentase 24,2% dan rumah makan yang tidak memenuhi syarat berjumlah 22 rumah makan dengan presentase 75,8%, hygiene sanitasi area dapur atau penyiapan pangan, yang memenuhi syarat berjumlah 17 rumah makan dengan presentase 58,6% dan rumah makan yang tidak memenuhi syarat berjumlah 12 rumah makan dengan presentase 41,4%. Dan hasil keseluruhan hygiene sanitasi rumah makan yaitu 14 rumah makan (48,3%) memenuhi syarat dan 15 rumah makan (51,7%) tidak memenuhi syarat. Dengan batas laik hygiene sanitasi ≥ 80 memenuhi syarat dan ≤80 tidak memenuhi syarat. Kesimpulan: Mayoritas rumah makan yang diteliti tidak memenuhi standar hygiene dan sanitasi yang ditetapkan. Khususnya, area pelayanan konsumen menunjukkan tingkat ketidaklayakan tertinggi dengan 75,8% rumah makan tidak memenuhi syarat.
Efektivitas Betta splendens dan Pterophyllum scalare sebagai Predator Jentik Culex sp untuk Penanggulangan Filariasis zikir; Djaafar, Tjitrowati; Sasmita, Hanum; Arianty, Ros; Susanto S, Herlina; Mustafa, Mustafa
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v4i1.4055

Abstract

Latar Belakang: Pemberantasan nyamuk secara kimiawi dapat meningkatkan resistensi nyamuk terhada racun tersebut, oleh karna itu perlu dilakukannya pengendalian sacara biologis dengan menggunakan predator alami yaitu ikan cupang hias dan ikan hias manfihs.Tujuan: untuk mengetahui efektivitas antara ikan cupang hias (betta splendens crown tail) dan ikan hias manfihs (pterophyllum scalare) sebagai predator jentik culex sp dalam upaya penanggulangan filariasis. Metode: Jenis penelitian ini adalah Eksperimen Murni dengan rancangan penelitian desain pra-eksperimen yaitu perlakuan atau intervensi telah dilakukan (X) kemudian dilakukan pengukuran (Observasi) atau post test (O2). Hasil: ikan cupang hias (Betta splendens crown tail) lebih efektif dibandingkan dengan ikan hias manfihs (Pterophyllum scalare) dalam memakan jentik Culex sp. Pada 1 jam pertama Ikan cupang hias mampu memakan sebanyak 25 jentik Culex Sp dari 5 kali pengulangan, sedangkan Untuk Ikan hias manfihs pada 1 jam pertama hanya mampu memakan rata-rata 23 jentik Culex Sp dari 5 kali pengulangan. Kesimpulan: ikan cupang hias lebih efektif dibandingkan ikan hias manfihs sebagai predator jentik Culex sp. Saran untuk Tenaga kesehatan dan puskesmas dapat menggunakan ikan cupang hias (Betta splendens crown tail) sebagai predator alami dari jentik Culex sp dalam upaya penanggulangan filariasis
Pengaruh Peletakan Biopond Larva Black Soldier Fly Terhadap Penurunan Berat Sampah Organik Remalia Tondo, Yolan; Mustafa, Mustafa; Subagyo, Indro
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v4i2.4056

Abstract

Latar Belakang: Masalah sampah semakin komplek, dengan komposisi terbesar adalah sampah organik sebesar 60%. Salah satu alternatif pengolahan sampah organik adalah dengan memanfaatkan larva Black Soldier Fly sebagai organisme yang dapat mendegradasi sampah organik menjadi pupuk kompos dan pakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peletakan biopond larva Black Soldier Fly di indoor dan outdoor terhadap penurunan berat sampah organik. Metode:  Penelitian ini menggunakan metode Pre-eksperiment dengan menggunakan pola Pree test and Post test group Design dengan 5 kali pengulangan pada masing- masing biopond indoor dan outdoor yang berisi sampah sebayak 1000 gram dan larva 200 gram. Larva yang digunakan berumur 14 hari dan Sampah organik yang digunakan yaitu sisa makanan, sayuran dan buah-buahan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peletakan biopond larva Black Soldier Fly di lingkungan outdor dapat menurunkan berat sampah organik secara lebih efektif dibandingkan dengan peletakan di lingkungan indoor. Persentase penurunan berat sampah pada pelatakkan di outdoor sebesar 74% sedangkan pada indoor sebesar 40,7%. Hasil uji t sampel bebas dengan nilai p-value 0.000 ≤ 0,05 menunjukkan perbedaan yang  signifikan antara penurunan berat  sampah Organik pada peletakan biopond indoor dan outdoor.  Kesimpulan: Peletakan biopond memberikan pengaruh yang signifikan pada larva Black Soldier Fly dalam mendegradasi sampah organik.
Evaluasi Kualitas Sanitasi dan Keamanan Kolam Renang X, Kota Ternate I.D. Alim, wahyuni
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v3i2.4063

Abstract

Latar Belakang: Kualitas sanitasi kolam renang sangat penting untuk menjamin kesehatan pengguna. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sanitasi Kolam Renang X di Kota Ternate berdasarkan standar Permenkes. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif digunakan dengan melibatkan observasi, pengukuran kualitas air, dan wawancara. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kondisi sanitasi kolam renang tergolong baik. Kualitas air memenuhi standar, namun terdapat beberapa kekurangan pada aspek lingkungan dan kelengkapan fasilitas sanitasi. Ketersediaan tempat cuci tangan masih perlu ditingkatkan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kondisi sanitasi kolam renang cukup baik, namun perlu dilakukan perbaikan berkelanjutan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna.