cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,474 Documents
Pengaruh Model Project Based Learning Berbasis Entrepreneurship terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif dan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik SMP pada Materi Zat Aditif Arys Rafiah; Maison Maison; Ervan Johan Wicaksana
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6174

Abstract

Keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran IPA, tetapi peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menghasilkan gagasan orisinal, merumuskan hipotesis, menganalisis data, dan mengomunikasikan hasil ilmiah. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan Project-Based Learning (PjBL) berbasis entrepreneurship dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains peserta didik SMP pada materi zat aditif. Penelitian menggunakan desain mixed methods embedded yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Partisipan penelitian terdiri atas 20 peserta didik kelas VIII SMP Negeri 51 Tanjung Jabung Barat yang ditentukan melalui purposive sampling. Data kuantitatif dikumpulkan melalui pretest dan posttest, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi dan wawancara. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan Wilcoxon Signed-Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan berpikir kreatif meningkat dari 42,81 menjadi 70,31, sedangkan keterampilan proses sains meningkat dari 27,70 menjadi 70,00. Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan berpikir kreatif (Z = ?3,933; p < 0,001) dan keterampilan proses sains (Z = ?3,923; p < 0,001). Temuan kualitatif menunjukkan perkembangan dalam menghasilkan gagasan, fleksibilitas berpikir, observasi, perencanaan eksperimen, dan pengolahan data, meskipun masih ditemukan kendala pada elaborasi, perumusan hipotesis, dan komunikasi ilmiah. Dengan demikian, PjBL berbasis entrepreneurship efektif meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan proses sains melalui pembelajaran IPA yang kontekstual dan berorientasi produk.
Transit Oriented Development (TOD) sebagai Salah Satu Solusi Perumahan di Jabodetabek (Studi Literatur pada Kawasan Stasiun Rawabuntu dan Stasiun Pondok Cina) Ferdian Bhaskoro; Roy Valiant Salomo
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6184

Abstract

Permasalahan backlog perumahan di wilayah metropolitan Jabodetabek merupakan isu struktural yang berkaitan dengan pertumbuhan urbanisasi, keterbatasan lahan, serta lemahnya integrasi antara sistem transportasi dan tata ruang. Dalam beberapa dekade terakhir, ekspansi kawasan permukiman ke wilayah suburban tanpa diimbangi dengan sistem transportasi publik yang memadai telah menimbulkan berbagai permasalahan seperti urban sprawl, kemacetan, serta ketimpangan akses terhadap hunian layak. Dalam konteks tersebut, pendekatan Transit Oriented Development (TOD) muncul sebagai solusi strategis yang mengintegrasikan pembangunan kawasan dengan sistem transportasi publik massal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana TOD dapat menjadi solusi dalam penyediaan perumahan di wilayah Jabodetabek, dengan fokus pada kawasan Stasiun Rawabuntu dan Stasiun Pondok Cina sebagai representasi kawasan suburban dengan intensitas mobilitas tinggi. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap jurnal ilmiah terindeks Scopus dan Sinta dalam rentang waktu 2022–2025, yang dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, tantangan, serta peluang implementasi TOD dalam konteks perumahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TOD memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, mendorong pembangunan hunian vertikal, serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi publik. Namun demikian, implementasi TOD di Jabodetabek masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain koordinasi kelembagaan yang belum optimal, ketidaksinkronan regulasi, keterbatasan skema pembiayaan, serta resistensi sosial. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan policy orchestration yang kuat untuk memastikan integrasi kebijakan lintas sektor dalam mendukung keberhasilan TOD sebagai solusi perumahan berkelanjutan.
Kewenangan Pembatalan Peraturan Daerah Provinsi dalam Sistem Hubungan Pusat dan Daerah Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Apriando Darisa Limba; Julista Mustamu; Andress Deny Bakarbessy
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6193

Abstract

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 137/PUU-XIII/2015 dan Nomor 56/PUU-XIV/2016 mengubah fundamental mekanisme pengawasan Peraturan Daerah (Perda) dengan mencabut kewenangan eksekutif membatalkan Perda sepihak dan mengalihkannya ke ranah yudisial di Mahkamah Agung, menimbulkan konsekuensi hukum kompleks terkait efektivitas pengawasan produk hukum daerah dalam kerangka NKRI. Penelitian ini bertujuan menganalisis dasar kewenangan pembatalan Perda Provinsi pasca-putusan MK serta implikasi hukumnya terhadap pengawasan hubungan pusat-daerah. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, dengan bahan hukum primer (UUD NRI 1945, UU No. 23 Tahun 2014, Putusan MK No. 137/PUU-XIII/2015 dan No. 56/PUU-XIV/2016), sekunder, dan tersier, dianalisis kualitatif-preskriptif melalui interpretasi gramatikal, sistematis, dan teleologis. Hasil menunjukkan Putusan MK menggeser dasar kewenangan pembatalan Perda dari executive review ke judicial review berdasarkan Pasal 24A ayat (1) UUD NRI 1945, menurunkan efektivitas pengawasan produk hukum daerah secara signifikan. Hilangnya instrumen represif eksekutif cepat menyebabkan institutional overload pada pengawasan preventif (executive preview) di pusat, serta kemandulan fungsi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat (GWPP) mengawal regulasi daerah, khususnya wilayah kepulauan seperti Maluku. Infrastruktur hukum acara Mahkamah Agung berdasarkan PERMA No. 1 Tahun 2011 pun belum siap karena lambat, tertutup (chamber system), dan formalistik-legalistik tanpa mekanisme putusan sela (interim order), menciptakan kekosongan instrumen kendali tengah responsif yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum (rechtsonzekerheid) berkepanjangan bagi masyarakat sipil dan pelaku usaha selama litigasi. Penelitian ini merekomendasikan reformasi hukum acara Mahkamah Agung melalui revisi PERMA No. 1 Tahun 2011, penguatan kapasitas kelembagaan pengawasan preventif, revitalisasi.
Inovasi Desain Pengalaman Pengguna Aplikasi Layanan Mobile untuk Pensiunan Aparatur Sipil Negara Shindy Viandra Charmelita; Ellya Zulaikha; Hadziq Fabroyir
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6194

Abstract

Pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) menghadapi hambatan multidimensi dalam kemandirian digital saat menggunakan aplikasi layanan mobile Andal by TASPEN, meliputi hambatan kognitif, fisik, psikologis, sosial, dan kontekstual. Mengevaluasi hambatan, risiko, kebutuhan, dan keterbatasan pengguna pensiunan ASN pada layanan digital PT TASPEN, serta merumuskan rekomendasi inovasi UX yang berpusat pada pengguna. Pendekatan sequential exploratory mixed-method mengintegrasikan Design Thinking dengan QFD. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (53 pensiunan, 18 keluarga), evaluasi heuristik oleh 4 evaluator UX, SUS baseline (25 responden), dan dua iterasi usability testing (10 lansia usia 60–79 tahun per iterasi). Evaluasi heuristik baseline menghasilkan severity rata-rata 2,28/5 dengan 4 prinsip pada level moderat. SUS baseline 56,25 (Marginal Low). Analisis House of Quality menghasilkan 13 fitur inovasi UX berdasarkan TIR tertinggi: simplifikasi navigasi autentikasi (284), login Face ID (216), pendaftaran 4 langkah dengan validasi real-time (215), video tutorial terintegrasi (191), dan desain antarmuka chatbot dengan voice typing (176). Dua  iterasi meningkatkan SUS dari 56,25 ? 73,75 ? 80,25 (Grade A–B), TSR 99,60%, SEQ 6,8–6,9/7, dan Time on Task pendaftaran turun 58%. Hasil ini merupakan kerangka konseptual awal dan evaluasi prototipe, bukan simpulan yang tergeneralisasi. Komponen chatbot hanya mengevaluasi desain antarmuka dan belum menilai performa AI, akurasi NLP, maupun sistem pengenalan suara. Usability testing n=10 per iterasi mengikuti prinsip evaluasi formatif untuk menemukan masalah antarmuka, bukan dasar generalisasi kuantitatif. Penyederhanaan alur proses berpotensi lebih berdampak terhadap kemandirian pengguna dibandingkan penambahan teknologi baru.
Evaluasi dan Optimalisasi Kepemilikan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebagai Instrumen Mitigasi Risiko Gempa “Studi Kasus di Selong, Kabupaten Lombok Timur” Akhmad Khaerul Munady; Ngudiyono Ngudiyono; Jauhar Fajrin
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6200

Abstract

Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana gempa bumi. Upaya mitigasi risiko gempa memerlukan pengendalian pembangunan bangunan yang lebih ketat melalui penerapan kebijakan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang menggantikan sistem Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi PBG serta menganalisis perannya sebagai instrumen mitigasi risiko gempa di Selong, Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan strategi sequential explanatory yang mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 32 responden yang terdiri atas pemilik bangunan, konsultan, kontraktor, dan unsur pemerintah daerah terkait, serta didukung dengan wawancara mendalam bersama informan kunci. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PBG berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata seluruh indikator di atas 4,00. Aspek teknis memperoleh penilaian tertinggi dengan rata-rata 4,36, sedangkan implementasi kebijakan memperoleh nilai rata-rata 4,18. Variabel efektivitas bangunan tahan gempa menunjukkan nilai rata-rata 4,32 yang mengindikasikan bahwa responden meyakini PBG berkontribusi terhadap peningkatan keamanan dan ketahanan bangunan terhadap gempa bumi. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang kuat antara implementasi PBG dan efektivitas bangunan tahan gempa (r=0,704), sementara analisis regresi membuktikan pengaruh positif yang signifikan (p=0,000). Penelitian menyimpulkan bahwa PBG memiliki peran penting sebagai instrumen mitigasi risiko gempa melalui pengendalian kualitas bangunan, penerapan standar teknis, dan verifikasi konstruksi. Optimalisasi implementasi PBG memerlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sosialisasi kepada masyarakat, serta peningkatan efektivitas pengawasan teknis di lapangan.
Upaya Perlindungan Hukum kepada Nasabah yang Mengalami Kerugian dalam Aktivitas Perbankan Giovita Nathaza Prasedia Lambouw; Adonia Ivonne Laturette; Sarah Selfina Kuahaty
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6208

Abstract

Kompleksitas aktivitas perbankan yang semakin meningkat telah meningkatkan kemungkinan terjadinya kerugian bagi nasabah akibat kesalahan, kelalaian, atau tindakan ilegal yang dilakukan oleh bank atau karyawannya, sehingga perlindungan hukum yang memadai menjadi krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi nasabah yang mengalami kerugian akibat aktivitas perbankan, serta prosedur upaya hukum yang dapat dilakukan untuk mendapatkan ganti rugi. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian hukum normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan berlaku secara sistematis. Bahan hukum yang digunakan mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kerangka perlindungan nasabah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nasabah dilindungi secara hukum melalui langkah-langkah preventif, seperti kewajiban transparansi informasi dan edukasi keuangan, serta langkah represif berupa mekanisme penyelesaian sengketa dan sanksi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perbankan, Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan, dan peraturan pelaksanaannya. Nasabah yang mengalami kerugian berhak mendapatkan kompensasi atau ganti rugi apabila kerugian tersebut terbukti secara sah disebabkan oleh kesalahan pihak bank. Penyelesaian sengketa dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari pengaduan kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), penyelesaian non-litigasi melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK), hingga jalur litigasi di pengadilan apabila penyelesaian di tingkat sebelumnya tidak membuahkan hasil. Dengan demikian, agar perlindungan hukum terhadap nasabah dapat berjalan efektif, bank harus bertanggung jawab penuh dalam memenuhi hak-hak nasabah, dan Otoritas Jasa Keuangan perlu melakukan pengawasan yang optimal untuk memastikan kepastian hukum serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan secara berkelanjutan.
Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat DM dengan Kadar Gula Darah dan HBA1C dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSU Royal Prima Medan Elviyanti br. Tarigan; Dellanta br. Surbakti; Juliana Lina
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6210

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) didefinisikan sebagai hiperglikemia yang disebabkan oleh resistensi insulin, produksi insulin yang tidak mencukupi, atau kombinasi keduanya. Pemantauan terapeutik yang tepat dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan sangat penting untuk pengendalian glikemik yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kadar glukosa darah, persentase HbA1c, kepatuhan pengobatan, dan kesejahteraan pada pasien yang didiagnosis DMT2 di RSU Royal Prima di Medan. Studi deskriptif dan analitik potong lintang ini melibatkan seratus pasien DMT2 yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditentukan. Informasi klinis mengenai kadar glukosa darah dan HbA1c diperoleh dari rekam medis pasien, sedangkan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dasar tentang kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup. Dengan menggunakan perangkat lunak SPSS, kami menganalisis data dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan pada 0,05. Menurut statistik, 68% peserta melaporkan kepatuhan pengobatan yang buruk. Pada saat yang sama, 58% dari mereka yang disurvei memiliki kadar glukosa darah yang terkontrol. Sementara setengah dari peserta memiliki kadar HbA1c yang stabil, setengah lainnya tidak. Distribusi nilai HbA1c seragam. Analisis statistik menunjukkan korelasi signifikan antara kepatuhan pengobatan dan kadar glukosa darah (p = 0,000; OR = 34,077), kadar HbA1c (p = 0,000), dan kualitas hidup (p = 0,000; OR = 100,000). Pengamatan ini menunjukkan bahwa, pada individu dengan DMT2, terdapat korelasi yang kuat antara pengelolaan glukosa dan kualitas hidup, di satu sisi, dan kepatuhan pengobatan, di sisi lain. Oleh karena itu, peningkatan edukasi pasien, rekomendasi yang dipersonalisasi, dan pemantauan kepatuhan yang sering merupakan komponen penting dalam pengelolaan diabetes. Pendekatan ini dapat mendukung pasien dengan DMT2 dalam mengatur glukosa mereka, meningkatkan efektivitas pengobatan, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Mekanisme Transmisi Risiko Iklim dan Transisi Air Baku terhadap Rasio Operasi (BOPO) Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang: Studi Kasus Eksplanatori Sekuensial Periode 2023–2024 Ady Setiawan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6211

Abstract

Perubahan iklim secara sistemik mentransmisikan risiko fisik lingkungan menjadi kerentanan finansial bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum di kawasan pesisir. Namun demikian, jalur transmisi risiko tersebut ke indikator efisiensi biaya mikro korporat jarang dipetakan secara eksplisit. Penelitian ini bertujuan menelusuri mekanisme kausal yang menghubungkan risiko iklim (kekeruhan ekstrem air baku di hulu dan penurunan muka tanah di hilir) serta kebijakan transisi ekologis sumber air baku—dari Air Bawah Tanah (ABT) ke air permukaan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)—dengan pergerakan Rasio Operasi (Operating Ratio/BOPO) Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang periode 2023–2024. Desain penelitian menggunakan studi kasus eksplanatori sekuensial (mixed-methods) tunggal dengan pendekatan mekanistik (causal process tracing) berbasis logika Bayesian guna menguji rigor internal rantai kausal, dilengkapi dekomposisi varians biaya akuntansi. Hasil menunjukkan BOPO naik dari 0,83 (2023) menjadi 0,84 (2024) karena beban operasional tumbuh 10,86%, melampaui pertumbuhan pendapatan operasional 10,20%. Faktor pendorong dominan adalah lonjakan beban pembelian air curah 21,97% (menjadi Rp120,70 miliar) akibat kebijakan transisi ekologis berskema take-or-pay, disusul kenaikan biaya bahan kimia 13,52% (menjadi Rp13,48 miliar) akibat volatilitas kekeruhan sungai 6.000–10.000 NTU, serta diperparah akumulasi kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) 44,64% yang dipicu kerusakan pipa struktural akibat amblesan pesisir. Kebaharuan penelitian terletak pada integrasi model akuntansi biaya mikro dengan risiko hidrologis makro. Rekomendasi strategis mencakup formulasi blended resilience financing dan restrukturisasi tarif Full Cost Recovery (FCR) berbasis mitigasi risiko iklim.
LRU-Based Caching Optimization for REST API and GraphQL in a PBB-P2 Information System Rudi Setiawan Samosir; David JM Sembiring; Roberto Kaban
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6214

Abstract

The increasing demand for fast and reliable access to taxpayer, tax object, billing, and payment information requires efficient data retrieval mechanisms in PBB-P2 information systems. Repeated database access for frequently requested data can increase server workload and prolong response times. Application-level caching can reduce redundant database operations; however, cache performance depends on the replacement policy applied when memory capacity is limited. This study aimed to evaluate the performance impact of Least Recently Used (LRU) caching compared with simple bounded caching and no-cache conditions in REST API- and GraphQL-based PBB-P2 information systems. A quantitative comparative experimental method was employed using a Node.js prototype connected to a MySQL/MariaDB database. The experiment evaluated three cache conditions (no cache, simple cache, and LRU cache) across four workload patterns: random, repeat, mixed, and pressure. Performance was assessed using response time, throughput, cache hit ratio, database query count, CPU utilization, and eviction accuracy. The results showed that LRU provided the most significant improvement under high cache eviction pressure conditions. In REST API testing, LRU reduced response time from 10.41 ms to 7.89 ms and decreased database queries by 74.66%. In GraphQL testing, LRU reduced response time from 19.58 ms to 17.03 ms and decreased database queries by 74.96%. However, LRU was not consistently superior, particularly when workloads had sufficient cache capacity or irregular access patterns. The study concludes that LRU caching is effective when temporal locality and cache pressure are present; however, its implementation should be guided by workload characteristics and system telemetry.
The Effect of Gadget Use on Gross and Fine Motor Development among Preschool Children: The Role of Primitive Reflexes Jamilatus Sholeha; Yuly Peristiowati; Nurwijayanti Nurwijayanti
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6215

Abstract

Excessive gadget use among preschool children may reduce physical activity and sensorimotor stimulation, thereby affecting primitive reflex integration and motor development. This study aimed to analyze the effect of gadget-use intensity and primitive reflex integration on gross and fine motor development among preschool children. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 100 preschool children in RT 01 RW 02 Sukasari Village, Bogor. Data were collected through measurements of gadget-use duration, primitive reflex examination, and assessment of gross and fine motor development using the Denver Developmental Screening Test (DDST). Data were analyzed using multiple linear regression with a significance level of 0.05. The results showed that gadget-use intensity significantly affected gross motor development (p = 0.001; t = 3.365) and fine motor development (p = 0.003; t = 3.032). Primitive reflex integration also had a significant effect on gross motor development (p < 0.001; t = 7.654) and fine motor development (p < 0.001; t = 7.817). Simultaneously, gadget-use intensity and primitive reflex integration significantly influenced children's motor development. Children who used gadgets for more than 2.7 hours per day were more likely to experience delayed motor development than those with approximately 2 hours of daily use. These findings indicate that excessive gadget use increases the risk of delayed motor development through reduced physical stimulation and emphasize the importance of parental supervision and active physical stimulation to support optimal motor development in preschool children.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres) Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue