cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 970 Documents
Economic Dependence: An Analysis of Cooperation Between Iraq and Iran in the Energy Sector 2003-2022 Ahmad, Hanif Suryadi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i10.4850

Abstract

Dependency is a topic that still requires in-depth study. It should be understood that the study of dependency is an important factor not only in relation to a country's economic growth but also in shaping the political direction between one country and another. This research aims to examine specifically the factors that drive Iraq to collaborate with Iran in the energy sector, using foreign policy decision-making theory as the analytical framework. The method applied in this research is qualitative. Data collection was conducted through a triangulation technique involving literature and document studies, followed by analysis to establish the validity of the data. The research findings concluded that the cooperation agreement between Iraq and Iran in the energy sector resulted from two main reasons: (1) the rise of the Arab Syiah group, which dominates politics in Iraq alongside the expansion of Iran’s influence and regional proximity; and (2) the gap between electricity supply and domestic demand.
Analisis Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Marlince Seingo, Fransiska; Wuri, Josephine; Rini Hardanti, Yuliana; Bambang Harnoto, Laurentius
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i10.4851

Abstract

Analisis Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pariwisata di Provinsi DIY sangat penting karena sektor pariwisata dapat meningkatkan PAD melalui indikator-indikator seperti jumlah wisatawan dan jumlah hotel, yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Daerah Istimewa Yogyakarta pada periode 2019-2023. Pariwisata merupakan serangkaian kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh perorangan atau keluarga atau kelompok dari tempat tinggal asalnya ke berbagai tempat lain dengan tujuan melakukan kunjungan wilayah tertentu kegiatan wisata, baik itu rekreasi, liburan bisnis, dan lain-lain dengan durasi paling singkat selama 24 jam serta tidak lebih dari setahun. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi data panel Fixed Effect Model (FEM). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa jumlah wisatawan dan jumlah hotel secara simultan berpengaruh terhadap PAD di Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara parsial, jumlah hotel berpengaruh positif dan signifikan terhadap wisatawan, sedangkan jumlah wisatawan tidak berpengaruh signifikan terhadap PAD.
Initial Management Strategy for Pneumothorax and Hemothorax in the Emergency Department Sayekti, Arinza Arum; Kurniadjaja, Muhammad Hanafi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i9.4853

Abstract

Pneumothorax and hemothorax are emergency conditions that require rapid and appropriate intervention to prevent life-threatening complications. The emergency department (ED) plays a crucial role in providing initial management through early identification, patient stabilization, and determination of appropriate interventions. The purpose of this research is to comprehensively explain the initial management strategy for pneumothorax and hemothorax in the Emergency Department, from early detection and triage flow to appropriate medical intervention in accordance with emergency management standards. This study used the Systematic Literature Review (SLR) method to identify, analyze, and synthesize literature related to initial management strategies for pneumothorax and hemothorax in the emergency department. The review results show that the dominant themes in the literature are chest trauma patient management, emergency department intervention strategies, and clinical outcomes. Network visualization shows key words such as patient, trauma, pneumothorax, hemothorax, and emergency department. The overlay map indicates a shift in trends from a focus on basic trauma to the evaluation of complications and the latest management strategies, especially in the period 2021–2025. The density map confirms the high level of research attention on patient conditions and trauma, while the development of initial management strategies still needs to be explored further. The initial management strategy for pneumothorax and hemothorax in the emergency department is greatly influenced by a combination of clinical and non-clinical factors. A comparison with international guidelines such as ATLS shows gaps in implementation, particularly in terms of technology availability and protocol consistency.
Refleksi Komparatif Implementasi ESG di Indonesia dan Vietnam: Tantangan, Kebijakan, Prospek Pambudi, Andi Setyo; Basjah, Alan Yazid Ali; Ashari, Hasan; Rusman, Eddy; Ismawati, Isti Yuli; Putro, Yudhi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i9.4855

Abstract

Fenomena pembangunan berkelanjutan di Asia Tenggara memperlihatkan kompleksitas yang signifikan, khususnya di Indonesia dan Vietnam yang menghadapi tekanan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Kedua negara berhadapan dengan degradasi hutan, polusi plastik, risiko greenwashing, dan keterbatasan kapasitas UMKM, meski juga menunjukkan capaian progresif seperti percepatan energi surya di Vietnam dan penerbitan green sukuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif implementasi ESG dengan fokus pada lima isu utama: pelajaran transisi energi terbarukan, desain kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR), tata kelola hutan dan kepatuhan rantai pasok terhadap European Union Deforestation Regulation (EUDR), standar pelaporan global dalam pencegahan greenwashing, serta integrasi UMKM dalam kerangka keberlanjutan. Urgensi penelitian ini terletak pada meningkatnya tuntutan global terhadap transparansi dan kredibilitas ESG serta kebutuhan pembelajaran lintas negara untuk memperkuat daya saing. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif komparatif melalui telaah literatur, analisis kebijakan, dan triangulasi sumber dari publikasi akademik serta laporan internasional. Hasil analisis merekomendasikan penguatan insentif energi terbarukan yang terukur, harmonisasi kebijakan EPR lintas negara, pusat kepatuhan EUDR regional, adopsi standar ISSB S1/S2, serta program pembiayaan dan pelaporan proporsional bagi UMKM. Penelitian ini berkontribusi pada literatur ESG lintas negara sekaligus menawarkan rekomendasi praktis untuk memperkuat transformasi keberlanjutan di kawasan.
Neuroendocrine Carcinoma of The Uterine Cervix: Clinicopathological Profile and Outcomes From a Tertiary Referral Center in Indonesia Permatasari, Anita; Dewayani, Birgitta Maria; Yantisetiasti , Anglita
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i9.4856

Abstract

Neuroendocrine carcinoma of the cervix (NECC) is a rare and aggressive cervical malignancy with poor prognosis. Data from Indonesia remain scarce. We retrospectively reviewed 55 cases of NECC diagnosed at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung, between 2019 and 2025. Clinicopathological data included age, International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) stage, histologic subtype, lymphovascular invasion (LVI), and metastatic status. Overall survival (OS) was estimated using Kaplan–Meier analysis. Patients’ ages ranged from 24 to 82 years, with a median age of 46 years. Most cases were diagnosed at locally advanced stages (FIGO II–III, 54.5%), while 14 patients (25.5%) presented with distant metastatic disease (IVB). Small cell NECC was the predominant subtype, while large cell and admixed variants were less frequent. LVI was present in more than half of the cases. Distant metastases at diagnosis were identified in the lungs, bone, and liver. At the last follow-up, 25 patients (45.4%) had died. Kaplan–Meier analysis revealed a median OS of 14.5 months, with 1-year survival of 52% and 2-year survival of 42%. NECC in Indonesia presents mostly at locally advanced stages, with high rates of LVI and frequent metastases, leading to poor survival. These findings highlight the aggressive course of NECC and provide baseline data for future studies in Indonesia.
Analisis Efektivitas File Carving dalam Forensik Digital pada Flashdisk Dengan Tools Autopsy dan FTK Imager Susanti, Leni; Akrom, Akrom
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i9.4857

Abstract

Analisis efektivitas file carving dalam forensik digital pada flashdisk dengan tools autopsy dan ftk imager. Meningkatnya kejahatan siber mendorong kebutuhan akan teknik pemulihan data yang efektif, terutama dari media penyimpanan seperti flashdisk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas file carving menggunakan tools Autopsy dan FTK Imager dalam memulihkan data yang telah dihapus dari flashdisk dengan tiga skenario penghapusan berbeda. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan prosedur National Institute of Standards and Technology (NIST), dimana flashdisk berkapasitas 16 GB diisi dengan 35 file berbagai jenis (dokumen, gambar, video, dan aplikasi), kemudian dilakukan penghapusan data menggunakan tiga skenario: delete biasa, quick format, dan full format. Setelah penghapusan data dilakukan sesuai dengan skenario yang telah ditetapkan, flashdisk di-imaging menggunakan Autopsy dan FTK Imager. Proses imaging ini bertujuan untuk menciptakan salinan bit-by-bit dari media penyimpanan, yang kemudian dianalisis tanpa memodifikasi data asli. Selanjutnya, kedua alat forensik digunakan untuk melakukan file carving, memindai sektor-sektor memori dan memulihkan file yang telah dihapus. Hasil akuisisi menunjukan pada flashdisk yang dilakukan penghapusan pada FTK Imager memperoleh nilai 100%, sementara Autopsy memperoleh nilai 82.8%. Jika flashdisk dilakukan quick format FTK Imager memperoleh nilai 0% dibandingkan Autopsy 74,3%. Sementara itu, pada flashdisk yang dilakukan format standar FTK Imager dan Autopsy memperoleh nilai 0% karena tidak berhasil menemukan file yang terhapus. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa FTK Imager lebih efektif untuk pemulihan data pada penghapusan sederhana, sementara Autopsy lebih unggul pada penghapusan quick format, dan kombinasi kedua tools diperlukan untuk optimalisasi pemulihan data dalam berbagai skenario investigasi forensik digital.
Analisis Kebijakan Kelapa Sawit dan Implikasi terhadap Keberlanjutan Ekologis Ikbal, Muhamad; Alfitri, Alfitri; Putra, Raniasa; Thamrin, M. Husni; Adam, Ryan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i9.4858

Abstract

Industri kelapa sawit Indonesia memainkan peran vital dalam perekonomian nasional sekaligus menimbulkan tantangan besar terhadap keberlanjutan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kebijakan sawit, implikasi ekologis, serta peran petani kecil dalam kerangka tata kelola berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen kebijakan, wawancara dengan pemangku kepentingan, serta observasi lapangan yang dikombinasikan dengan data sekunder ekologis dari citra satelit, laporan emisi, dan kajian biodiversitas terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan sawit Indonesia membentuk suatu policy mix yang kompleks, terdiri atas instrumen regulatif (ISPO, moratorium izin hutan primer/gambut), instrumen ekonomi (subsidi biodiesel melalui CPO Fund), dan instrumen informasi (sertifikasi dan keterlacakan spasial). Namun, koherensi antar-instrumen masih lemah. Subsidi biodiesel meningkatkan permintaan domestik CPO tetapi mendorong ekspansi lahan baru, yang kontradiktif dengan moratorium hutan primer dan gambut. Selain itu, implementasi ISPO masih terkendala kapasitas pengawasan daerah. Petani kecil menghadapi hambatan serius berupa keterbatasan legalitas lahan, biaya sertifikasi, akses pembiayaan, serta risiko eksklusi pasar akibat regulasi global seperti EUDR. Dampak ekologis ekspansi sawit meliputi deforestasi, degradasi lahan gambut, peningkatan emisi karbon, dan kehilangan biodiversitas. Upaya rewetting terbukti mampu menurunkan emisi, sementara pendekatan yurisdiksional dan forum multipihak menunjukkan potensi dalam memperkuat policy learning dan inklusi petani kecil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transisi sawit berkelanjutan bergantung pada tiga faktor: koherensi policy mix, penguatan policy learning kolaboratif, serta inklusi petani kecil dengan dukungan kelembagaan dan teknologi. Rekomendasi kebijakan mencakup harmonisasi ISPO–RSPO, alokasi ulang dana CPO Fund untuk rehabilitasi ekosistem, serta integrasi safeguard ekologis dalam kebijakan biofuel nasional.
Evaluasi Tata Kelola Mangrove di Air Telang, Banyuasin: Antara Kebijakan Formal dan Praktik Lokal Presta, Oscar Devi; Alfitri, Alfitri; Thamrin, M. Husni; Putra, Raniasa; Adam, Ryan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i9.4863

Abstract

Hutan Lindung Air Telang (HLAT) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, merupakan salah satu kawasan mangrove strategis di Indonesia yang berfungsi sebagai penyangga ekologi, sumber penghidupan masyarakat, serta penyerap karbon biru. Namun, kawasan ini menghadapi tekanan serius berupa konversi lahan menjadi tambak dan perkebunan, konflik tenurial, serta lemahnya penegakan hukum. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tata kelola mangrove di HLAT dengan menekankan hubungan antara kebijakan formal dan praktik lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis dokumen, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan, serta validasi melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan nasional yang menargetkan rehabilitasi mangrove dalam kerangka SDGs dan NDC, dengan praktik masyarakat lokal yang cenderung berorientasi pada kebutuhan ekonomi jangka pendek. Masyarakat pesisir memainkan peran sentral, baik melalui perikanan tradisional, pengembangan tambak, maupun pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK). Sementara itu, sektor swasta memberi dampak ganda: membuka lapangan kerja sekaligus mempercepat degradasi ekosistem. Fragmentasi kebijakan dan lemahnya koordinasi antar-lembaga semakin memperburuk kondisi di lapangan. Diskusi teoretis menunjukkan bahwa kerangka policy mix, tata kelola kolaboratif, dan pengelolaan bersama adaptif relevan untuk memahami dinamika HLAT. Rekomendasi kebijakan meliputi: memperkuat koherensi instrumen regulatif, ekonomi, dan informasi; memperluas insentif berbasis karbon biru; membentuk forum kolaborasi lintas-aktor; serta mengintegrasikan kebijakan lingkungan dengan pengurangan risiko bencana. Dengan demikian, HLAT berpotensi menjadi model tata kelola mangrove berkelanjutan yang mampu menjembatani target nasional dengan kebutuhan lokal.
Tanggung Jawab Hukum Kepala Puskesmas Dalam Pemusnahan Obat Tidak Layak Guna Lestari, Baiq Winarti Nanda; Zamroni, Mohammad; Adriano, Adriano
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i9.4864

Abstract

Pengelolaan obat di Puskesmas menjadi aspek kritis yang mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, khususnya terkait pemusnahan obat tidak layak guna yang berpotensi membahayakan keselamatan pasien. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum adanya regulasi yang mengatur secara jelas prosedur dan pertanggungjawaban dalam pemusnahan obat tidak layak guna di Puskesmas, serta ketidakjelasan peran dan tanggung jawab kepala Puskesmas dalam proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis standar pemusnahan obat tidak layak guna di puskesmas berdasarkan peraturan perundang-undangan dan mengkaji pertanggungjawaban kepala puskesmas dalam pemusnahan obat tidak layak guna sebagai bentuk keamanan dan keselamatan pasien. Metode penelitian menggunakan pendekatan hukum normatif dengan analisis peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar pemusnahan obat tidak layak guna diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 26 Tahun 2020 dan Peraturan BPOM Nomor 14 Tahun 2022, namun belum mengatur secara jelas siapa penanggungjawab pemusnahan obat di puskesmas. Pertanggungjawaban kepala puskesmas dalam pemusnahan obat tidak layak guna meliputi tiga aspek: perdata (Pasal 1365 KUHPerdata), pidana (Pasal 360 KUHP), dan administrasi. Kepala puskesmas memiliki kewenangan atribusi untuk mengawasi dan melakukan pemusnahan obat tidak layak guna sebagai upaya perlindungan keselamatan pasien. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya regulasi yang lebih spesifik mengatur prosedur dan tanggung jawab pemusnahan obat tidak layak guna di Puskesmas untuk memastikan keselamatan pasien dan kepastian hukum bagi pengelola Puskesmas.
Pengaruh Faktor Institusional Terhadap Penerapan Kewirausahaan Hijau Pada UMKM Sektor Kuliner di Kota Padang Septiantri, Dimas Ferdinanta; Gunawan, Arien Arianti
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i10.4865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak faktor institusional terhadap implementasi kewirausahaan hijau di sektor kuliner UMKM di Kota Padang. Latar belakang penelitian ini didorong oleh urgensi penerapan praktik bisnis ramah lingkungan (kewirausahaan hijau) di tengah meningkatnya masalah lingkungan dan tuntutan akan keberlanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei, di mana data diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 100 pemilik atau manajer UMKM di sektor kuliner. Variabel sosio-budaya dan peraturan pemerintah diukur berdasarkan teori institusional yang diusulkan oleh Scott (1995), yang mencakup dimensi normatif dan regulatif. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosio-kultural dan regulasi pemerintah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi kewirausahaan hijau. Temuan ini menyarankan bahwa nilai-nilai sosial dalam masyarakat dan dukungan dari regulasi pemerintah memainkan peran penting dalam mendorong pelaku UMKM untuk mengadopsi praktik bisnis ramah lingkungan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pemerintah daerah dan UMKM dalam merumuskan kebijakan dan membangun budaya bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue