cover
Contact Name
Misdawati
Contact Email
alulum.lppm2022@gmail.com
Phone
+6281375385775
Journal Mail Official
alulum.lppm2022@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja No. 10 Km. 5,5. Kota Medan 20217 Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
ISSN : 23385391     EISSN : 26559862     DOI : https://doi.org/10.47662/alulum.v10i1
Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan (P-ISSN: 2338-5391, E-ISSN: 2655-9862) is peer-reviewed journal publishes twice in the year (January and July) by Universitas Al Washliyah, Medan. The focus of journal is to publish current original research on Science and Technologi. publish original research papers, review articles, research aplications and case studies focused on Mathematic, Biology, Physic, Chemistry, Informatic, Electronic and Machine, Civil engineering, agriculture as well as related topics.
Articles 107 Documents
PENGARUH PEMBERIAN ABU SEKAM PADI DAN KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN BAYAM MERAH (Amaranthus Gangeticus) Harahap, Fitra Syawal; Arman, Iman; Assauwab, Muhammad Husaini
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i1.632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis abu sekam padi dan dosis pupuk kandang serta interaksi dosis yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil bayam. Penelitian ini dilakukan di Mas Graha Village, Kabupaten Labuhanbatu yang berada pada ketinggian 26 meter diatas permukaan laut pada bulan agustus sampai bulan desember 2020. Penelitian menggunakan rancangan kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama abu sekam padi (A) terdiri dari 4 taraf, yaitu : A0 = 0 ton/ha (kontrol), A1 = 1 ton/ha setara dengan 50 g/m2 (dosis anjuran), A2 = 1,5 ton/ha setara dengan 75 g/m2. Faktor kedua yakni pemberian kotoran kambing (K) dengan tiga taraf yaitu : K0 = 0 ton/ha (kontrol) K1 = 2 ton/ha setara dengan 200 g/m2 (dosis anjuran), K2 = 4 ton/ha setara dengan 400 g/m2, K3 = 6 ton/ha setara dengan 600 g/m2. Adapun Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai) , berat per Tanaman Sampel (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kotoran kambing 4 ton/ha setara dengan 400 g/m2 mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun dan berat per tanaman bayam sedangkan aplikasi 1,5 ton/ha abu sekam padi setara dengan 75 g/m2 mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun tanaman bayam Merah.
UJI BEBERAPA EKSTRAK TEPUNG DAUN SIRIH (Piper sp.) TERHADAP JAMUR AKAR PUTIH (Rigidoporus lignosus) SECARA IN VITRO Dibisono, Muhammad Yusuf; Ginting, Makhrani Sari; Nurliana , Nurliana; Mayly, Syarifa; Juhari, Habi
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i1.633

Abstract

Penelitian uji beberapa ekstrak tepung daun sirih (Piper sp.) terhadap jamur akar putih (Rigidoporus lignosus) secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak daun sirih yang tepat untuk menghambat pertumbuhan Jamur Akar Putih (Rigidoporus lignosus) secara in vitro. Daun Sirih (Piper sp.) mengandung senyawa-senyawa seperti heksana, sianida, saponin, tanin, flafonoid, steroid, alkanoid dan minyak atsiri yang diduga dapat berfungsi sebagai pestisida nabati. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Institut Teknologi Sawit Indonesia.. Penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai Mei 2022. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial. Dengan perlakuan S0 = Kontrol, S1 = Sirih Hutan, S2 = Sirih Hijau dan S3 = Sirih Merah. Parameter yang diamati adalah kecepatan pertumbuhan Jamur, diameter koloni Jamur dan uji daya hambat Jamur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak tepung sirih hutan dapat menghambat pertumbuhan Jamur Akar Putih (R. Lignosus) dengan konsentrasi 50gr/l aquades secara in vitro melalui media PDA dengan daya hambat pertumbuhan 80,88%.
THE GROWTH RESPONSE AND YIELD OF WHITE EGGPLANT (Solanum melongena L.) TO THE APPLICATION OF CORN COB BOKASHI AND LIQUID ORGANIC FERTILIZER OF TEMPEH WASTE Priatmojo, Tito; Sulistiani, Rini; Julia, Hilda
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i2.644

Abstract

White eggplant is a horticultural commodity that is widely distributed and consumed in Indonesia. It is included in hybrid varieties that have nutrients such as vitamins, calcium, phosphorus and fat. This study aims to obtain the maximum dose of corn cob bokashi and concentration of tempeh waste Liquid Organic Fertilizer (LOF) to increase the growth and yield of white eggplant (Solanum melongena L.). This study used a Randomized Block Design consisting of two factors, namely corn cob bokashi and LOF tempeh waste. Corn cob bokashi consists of levels: 0, 60, 90 and 120 g/plant. While for LOF tempeh waste consists of levels: 0, 250, 500 and 750 ml/polybag. The parameters observed were plant height, stem diameter, fruit diameter, number of fruits per plot, and fruit weight per plot. Observational data were analyzed using an analysis of variance and followed by a difference of means test according to Duncan's Multiple Range Test at p<0.05. The interaction of corn cob bokashi and tempeh waste LOF had no significant effect on all parameters. The recommended application of corn cob bokashi is 60 g/plant and LOF tempeh waste as much as 300 ml/polybag to obtain the optimum weight of eggplant fruit.
ANALISIS PELAKSANAAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI PADA PERUMAHAN SUBSIDI DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Lamdu, Anita Kurniati Alachmad; Koreh, Andreas Welem; Fernandez, Reyneldis Laurensia
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i2.666

Abstract

Problems with the implementation of subsidised housing construction such as the dimensions/size of the concrete sloof installed are not in accordance with the standards to the availability of drinking water, electricity and utilities in housing built by developers, there are even findings of houses that have not been electrified To anticipate that events like the above do not recur, the developer is obliged to complete the SLF document (Certificate of Good Function) This research was conducted to analyse the implementation of a certificate of good function on subsidised houses in Kupang City The method of analysis used in this study includes the statistical method of computer programming descriptions, on Microsoft Office Excel. The results of the analysis show that the readiness and concern of subsidised housing developers in Kupang City towards the Certificate of Functioning (SLF) of subsidised house buildings is included in the unprepared category with the results of a comparison of 27% of developers who have taken care of the SLF and 73% of developers have not arranged the SLF. In addition, the analysis shows that there are no major obstacles faced by developers in the application of the Certificate of Functioning (SLF). This can be seen from the developer's understanding of the methods and tools of building inspection that are in accordance with the criteria for reliable buildings according to the SLF checklist according to the PUPR Ministerial Regulation No.27/PRT/M/2018
BAHAN LIMBAH ALAMI SEBAGAI BIO-KOAGULAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK Nurzanah, Wiwin; Dewi, Irma
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i2.670

Abstract

Proses menghilangkan polutan dari air limbah merupakan tantangan besar bagi banyak pihak karena tingginya biaya teknologi saat ini dan terus meningkatnya konsumsi air. Beberapa metode digunakan untuk mengolah air limbah, namun efisiensinya bervariasi tergantung pada kualitas limbah yang diolah dan teknologi yang digunakan. Dalam penelitian ini 3 jenis bahan limbah alami yaitu: Daun kelor, Opuntia, Kulit buah delima, Jerami lupin, ampas tebu, dan teh, dikarakterisasi, dan dimanfaatkan sebagai biokoagulan untuk pengolahan air limbah domestik. Percobaan jar test dilakukan untuk biokoagulan dengan menggunakan prosedur koagulasi/flokulasi. Dosis dan waktu optimum diuji untuk biokoagulan dan percobaan dilakukan pada pH 7,5 dan pada 25 °C. Keberadaan gugus fungsi permukaan seperti -COOH, -C=N dan –OH serta pembentukan adsorben permukaan dikarakterisasi menggunakan spektroskopi Fourier transform inframerah (FT-IR) dan analisis mikroskop elektron (SEM). Semua bio-koagulan efektif dalam menghilangkan kontaminan dari air limbah. Efisiensi penyisihan bio-koagulan yang diuji meningkat dengan meningkatnya dosis hingga tercapai keseimbangan diinginkan. Persentase penyisihan maksimum residu kelor, Kitosan, Opuntia, Delima, Lupin, Ampas Tebu, dan ampas teh diamati pada dosis optimal 0,8 g/L. Delima menunjukkan polutan tertinggi efisiensi penghapusan. Kitosan dan Lupin menunjukkan efisiensi sedang untuk kebutuhan oksigen kimia (COD), kebutuhan oksigen biologis (BOD5), total padatan tersuspensi (TSS), fosfat (PO4), amonia (NH3), nitrat (NO3), kekeruhan, total Kjeldahl nitrogen (TKN), total nitrogen (TN), dan total karbon organik (TOC). Kapasitas adsorpsi tertinggi yang dicapai Opuntia ditinjau dari TSS, COD, BOD5, PO4, NH3, NO3, TKN, TN, dan TOC adalah 367.42, 625, 450, 82, 3.5, 3.83, 10.43, 8.21, 18.64, dan 231.66 mg /g, dengan efisiensi penyisihan rata- rata masing-masing sebesar 85%, 88,25%, 88,07%, 90,32%, 90,29%, 93,82%, 90,23%, 92,23%, dan 95,69%, karena adanya tekstur retak dengan situs adsorpsi berpori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan tersebut dapat dianggap sebagai biokoagulan yang ramah lingkungan, berbiaya rendah, dan efektif untuk pengolahan air limbah.
ANALYSIS OF THE EFFECT OF DISTANCE BETWEEN TRANSMITTER AND RECEIVER COILS IN WIRELESS PHOTOVOLTAIC POWER TRANSFER SYSTEMS Balatif, Muhammad Iqbal; Irwanto, Muhammad; Gultom, Togar Timoteus; Nainggolan, Winner Parluhutan; angin, Despaleri Perangin-; karo, Muhammad Azlin Karo-; Zebua, Tenuman
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i2.671

Abstract

Wireless power transmission technology can eliminate the use of cables, thereby increasing the mobility, convenience and security of electronic devices for all users. The wireless photovoltaic power transfer system will be modeled using Mathlab Simulink software built by a PV module, half-bridge inverter, transmitter and receiver coils. The distance between the transmitter and receiver coils is changed from 1 m to 10 m. PVWPT (Photovoltaic Wireless Power Transfer) is a system that combines photovoltaic (PV) technology and wireless power transfer to transfer electrical energy from a PV module to a receiving device or system without using physical cables. By using PVWPT, electrical energy can be generated from sunlight by PV modules and wirelessly transferred to receiving devices that require power. The farther the distance, the less voltage will be sent. And the error percentage is 5%.
ANALISIS SISTEM TRANSFER DAYA FOTOVOLTAIK NIRKABEL UNTUK SISTEM PENGISIAN BATERAI Karo-Karo, Muhamad Azlin; Perangin-angin, Despaleri; Irwanto, Muhammad; Nainggolan, Winner Parluhutan; Gultom, Togar Timoteus; Balatif, Muhammad Iqbal; Zebua, Tenuman
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i2.672

Abstract

Transfer daya nirkabel (WPT) adalah sebuah konsep untuk mentransfer daya listrik dari kumparan pengirim ke kumparan penerima tanpa kawat. Para peneliti sebelumnya telah mempelajari tentang WPT menggunakan implementasinya dalam pemodelan simulasi, tetapi itu sedikit pendukung yang berhubungan dengan matematika perumusan, terutama dalam jarak antara pengiriman dan kumparan penerima. Makalah ini menyajikan pemodelan simulasi Sistem WPT menggunakan MATLAB SIMULINK berdasarkan formulasi matematis yang berkaitan dengan induktansi induktor dari koil pengirim dan penerima, putar nomor koil dan induktansi timbal balik sebagai wakil dari jarak antara kumparan pengirim dan penerima. Hasil simulasi menunjukkan bahwa gelombang pulsa 5 kHz dihasilkan oleh generator pulsa menggerakkan terminal gerbang MOSFET yang mengubah DC menjadi tegangan AC 5 kHz pada koil pengirim menjadi setengahnya rangkaian inverter jembatan. Koil pengirim menghasilkan AC rms-nya tegangan 837,92 V untuk jarak 10 m dan juga AC tegangan diinduksikan pada kumparan penerima dengan tegangan rms nya, arus dan daya adalah 8,22 V, 14,17 A.
PEMODELAN PENINGKATAN EFESIENSI FOTOVOLTAIK NIRKABEL DAYA MENGGUNAKAN RELAY MAGNETIK Zebua, Tenuman; Perangin-angin, Despaleri; Irwanto, Muhammad; Gultom, Togar Timoteus; Nainggolan, Winner Parluhutan; Balatif, Muhammad Iqbal; Karo-karo, Muhamad Azlin
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i2.673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem Photovoltaic Wireless Power Transfer (PVWPT) yang menggunakan relay magnetik sebagai bagian dari sistem distribusi energi nirkabel. Metode yang digunakan melibatkan pemodelan matematis dari sistem PVWPT, termasuk koil pemancar dan penerima dengan mutual inductance, serta penggunaan relay magnetik untuk mengontrol aliran energi. Pada tahap awal, dilakukan pemodelan matematis dari koil pemancar dan penerima dengan mempertimbangkan prinsip mutual inductance untuk menghasilkan arus listrik yang diperlukan untuk transfer energi nirkabel. Selanjutnya, relay magnetik diintegrasikan ke dalam model untuk mengatur aliran energi antara koil pemancar dan penerima berdasarkan sinyal kontrol yang diterima serta juga mempertimbangkan faktor-faktor seperti efisiensi transfer energi, respons terhadap situasi darurat, dan keandalan sistem dalam pemodelan dan analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan relay magnetik dalam sistem PVWPT dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan transfer energi nirkabel, sambil memberikan kontrol yang lebih baik atas aliran energi dalam berbagai situasi operasional. Kesimpulannya, penggunaan relay magnetik dalam sistem PVWPT merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mentransfer energi nirkabel secara efisien dan andal, dengan potensi untuk diterapkan dalam berbagai aplikasi di bidang energi terbarukan dan teknologi nirkabel.
EVALUASI HUBUNGAN KENAIKAN PUTARAN MESIN TERHADAP KEBISINGAN PADA RUANG KEMUDI MOBIL TOYOTA RUSH 1.5 Siagian, Tony
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i2.679

Abstract

The effect of machine movement will generate mechanical vibrations and these mechanical vibrations will cause vibration propagation in the air and this will create noise. This noise itself in situations that exceed the threshold will cause discomfort to driver and can have an impact on health. In this research, it was obtained by increasing the engine speed starting from 1000 rpm and increasing at intervals of 200 rpm up to the maximum speed at the position of 2800 rpm. Found that the noise level was obtained from the lowest position of 48 dB which then increased at intervals of 1 - 2 dB up to the maximum position with a noise level of 62 dB. From these two measuring parameters, the level of correlation coefficient between the increase in engine speed and the increase in noise level, rxy = 0.9220, found that a strong positive correlation between these two measuring parameters. With the noise level in the car driving room ranging from 48 – 62 dB, referring to the Minister of Environment (LHK) Regulation No. 7/2009 concerning motor vehicle noise thresholds, the maximum quality standard set is 77 decible (dB) for passenger cars, so the level The noise that arises in the driver's cabin of the car is still in a safe condition for the driver and passengers in the car
RESPON PENGGUNAAN PUPUK NPK MUTIARA PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa) DENGAN APLIKASI MIKORIZA ARBUSKULAR Muttaqin, Alif Hilman; Mufriah, Dini; Samah, Eri; Adriansyah, Adriansyah
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i2.691

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L) merupakan salah satu komoditi hortikultura yang termasuk ke dalam sayuran rempah yang digunakan sebagai pelengkap bumbu masakan guna menambah citarasa dan kenikmatan masakan. Pemupukan merupakan salah satu faktor penentu dalam upaya meningkatkan hasil tanaman.Penggunaan pupuk anorganik (pupuk kimia) dalam jangka panjang menyebabkan kadar bahan organik tanah menurun, struktur tanah rusak, dan pencemaran lingkungan Pada penggunaan CMA, akar tanaman akan secara aktif mensekresikan berbagai macam senyawa ke dalam tanah yang disebut eksudat akar. Peran eksudat akar antara lain melumasi ujung akar danmelindungi akar dari kekeringan (desikasi) serta menstabilkan agregat mikro tanah. Tujuan dari Penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh pemberian CMA dan NPK Mutiara terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan Faktor I. Pupuk NPK Mutiara yang terdiri dari 4 taraf yaitu:M0 = Kontrol,M1 = Pupuk NPK 0,75 gram / tanaman,M2 = Pupuk NPK 1,5 gram / tanaman,M3 = Pupuk NPK 3 gram / tanaman, Faktor II : Cendawan Mikoriza arbuskula terdiri dari 3 taraf yaitu C0 = 0 gram / tanaman, C1 = 10 gram / tanaman, C2 = 20 gram / tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan Penggunaan pupuk NPK Mutiara dan pupuk CMA tidak berpengaruh terhadap semua parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Tinggi daun tertinggi terdapat pada perlakuan M1C2 yaitu sebesar 27.08 cm dan jumlah daun tertinggi pada perlakuan M2C1 sebesar 15 helai daun.

Page 8 of 11 | Total Record : 107