cover
Contact Name
Raihan
Contact Email
litbangrsudza@gmail.com
Phone
+62651-34562
Journal Mail Official
litbangrsudza@gmail.com
Editorial Address
Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abdidin, Jl. Tgk. Daud Beureueh No. 108, Bandar Baru, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Journal of Medical Science; Jurnal Ilmu Medis Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh
ISSN : -     EISSN : 27217884     DOI : https://doi.org/10.55572/
Core Subject : Health, Science,
Journal of Medical Science (JMS; Jurnal Ilmu Medis Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh) ISSN 2721-7884 diterbitkan oleh Divisi LITBANG Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh sejak bulan April 2020. Journal of Medical Science terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan April dan Bulan Oktober. JMS adalah jurnal open akses berbasis Open Journal System yang seluruh proses atau tahapan publikasi dilakukan secara online dengan melibatkan mitra bestari (peer-reviewed) dari berbagai topik ilmu bidang medis dan kesehatan. Naskah yang ingin dipublikasikan pada JMS harus merupakan naskah asli hasil penelitian dan juga naskah hasil studi literatur yang memiliki kontribusi dan aplikasi dengan bidang yang berkaitan dengan ilmu medis dan ilmu kesehatan dengan topik sebagai berikut: Ilmu Bedah Ilmu Penyakit Dalam Obstetri dan Ginekologi Ilmu Kesehatan Anak Ilmu Jantung dan Pembuluh Darah Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Neurologi Ilmu Kesehatan THTKL Ilmu Kesehatan Mata Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Anestesiologi dan Terapi Intensif Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Radiologi Mikrobiologi Ilmu Kesehatan Gigi dan Mulut Patologi Klinik Patologi Anatomi Gizi Klinik Ilmu Kedokteran Jiwa
Articles 100 Documents
Pengaruh Tehknik Murottal Al-Qur’an Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif di RSUD dr. Zainoel Abidin Hamzah, Safnita; Ramadhan , Nurlaila; Hildayati, Wirna
Journal of Medical Science Vol 6 No 1 (2025): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v6i1.131

Abstract

Hampir semua ibu hamil mengalami nyeri persalinan. Intensitas nyeri selama persalinan dapat mempengaruhi proses persalinan dan kesejahteraan janin. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan nyeri pada persalinan, baik secara farmakologi maupun nonfarmakologi. Manajemen nyeri secara nonfarmakologi bersifat murah, simpel, efektif, dan tanpa efek yang merugikan. Salah satu cara untuk menurunkan nyeri persalinan secara non farmakologis yaitu dengan melakukan terapi murottal al-qur’an. Penelitian ini dilakukan di kamar bersalin RSUD dr Zainoel Abidin dengan populasi penelitian seluruh ibu yang bersalin normal kala I fase aktif di kamar bersalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tehknik murottal terhadap penurunan tingkat nyeri ibu bersalin kala I fase aktif. Metode penelitian Quasi Experimental Design dengan Two Group Comparrison dan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan subjek penelitian sesuai kriteria inklusi dan eklusi. Subjek penelitian sebanyak 40 responden dibagi dua kelompok perlakuan, kelompok pertama 20 responden mendapatkan perlakuan murrotal al-qur’an dengan cara memperdengarkan audio melalui headset Bluetooth selama satu jam, sedangkan kelompok kedua 20 responden tidak mendapatkan perlakuan. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen rata-rata skala nyeri ibu sebelum intervensi berada pada angka 7.9 (nyeri berat) dengan standar deviasi 1,774, sedangkan setelah intervensi turun hingga 3 angka yaitu 4.9 (nyeri sedang) dengan standar deviasi 1.334. sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata skala nyeri ibu sebelum observasi berada pada angka 7.8 (nyeri berat) dengan standar deviasi 1,852, setelah diobservasi tidak terdapat perubahan skala nyeri yaitu 7.9 (nyeri berat). Terdapat perbedaan yang signifikan antara skala nyeri pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol dengan p-value = 0,000 (p-value < 0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh murotal al-qur’an terhadap penurunan skala nyeri ibu bersalin. Terapi murottal qur’an dapat dijadikan terapi non farmakologi bagi kaum muslim, sehingga diharapkan dapat diperdengarkan pada ibu selama proses persalinan karena mendengarkan bacaan ayat suci Al-qur’an dapat meningkatkan relaksasi, ketenangan, kenyaman serta menurunkan intensitas nyeri ibu bersalin.
Analisis Lima Tahun Angka Harapan Hidup Pada Keganasan Kandung Kemih Ismy, Jufriady; Mauny, Muhammad Puteh; Muyasir
Journal of Medical Science Vol 6 No 1 (2025): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v6i1.140

Abstract

Kanker kandung kemih adalah kanker kedua yang paling umum dan menyumbang 3,2% dari total kasus kanker di seluruh dunia. dari total kasus kanker di seluruh dunia. Di Indonesia, Kanker kandung kemih adalah kanker genitourinari kedua yang paling sering terjadi dan insidensinya meningkat 15% setiap tahunnya. Harapan hidup pasien kanker kandung kemih dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, stadium kanker, jenis pengobatan, dan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka harapan hidup pasien dengan kanker kandung kemih dan faktor-faktor risiko yang memengaruhinya, serta mengukur kualitas hidup dengan menggunakan EORTC QLQ-C30 versi 3.0. Penelitian ini menggali data pasien keganasan kandung kemih yang dirawat di RSUDZA Banda Aceh dari 2019 hingga 2023 dengan pendekatan retrospektif berdasarkan kode ICX C67.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 157 kasus yang diambil dari sistem registrasi rekam medis RSUDZA, informasi berhasil terkumpul dari 126 pasien atau keluarganya (tingkat respons = 92%) sehingga jumlah subjek penelitian akhir 98 pasien. Analisis univariat untuk variabel seperti usia, jenis kelamin, dan beberapa karakteristik lainnya. Kedua, analisis bivariat digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antara karakteristik pasien, seperti usia dan jenis kelamin, dengan faktor lainnya. Metode statistik yang digunakan dalam analisis bivariat disesuaikan dengan jenis data dan distribusinya. Terakhir, analisis multivariat menggunakan regresi logistik untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan hidup pasien. Penelitian ini dilakukan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis pasien kanker kandung kemih. Mayoritas subjek penelitian adalah laki-laki (92,9%). Analisis mengungkapkan bahwa faktor risiko yang signifikan memengaruhi angka harapan hidup pasien adalah staging kategori T, dengan p<0,001 dan OR 146,4 (95% CI) dengan rata-rata kualitas hidup pasien yang diukur dengan EORTC QLQ-C30 versi 3.0, adalah 32,88% (SD ± 22%). Penelitian ini menggambarkan pentingnya deteksi dini dan penanganan kanker kandung kemih untuk menjaga kualitas hidup pasien dan menekankan peran kategori T dalam manajemen pasien untuk meningkatkan prognosis mereka. Hasil ini dapat membantu pengambilan keputusan klinis yang lebih baik dalam perawatan pasien kanker kandung kemih. Hasil penelitian ini khususnya menyoroti peran yang dimainkan oleh kategori T dalam manajemen pasien, yang telah terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap prognosis pasien.
Hubungan Dermatofitosis dan Non Dermatofitosis Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Mimi Maulida; Arie Hidayati; Sulamsih Sri Budini; Nur Fajrina
Journal of Medical Science Vol 6 No 1 (2025): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v6i1.144

Abstract

Dermatofitosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kolonisasi jamur dermatofita yang menyerang jaringan yang mengandung keratin (zat tanduk) seperti stratum korneum pada epidermis kulit, rambut dan kuku. salah satu faktor predisposisi dermatofitosis ialah Diabetes Melitus (DM). Tingginya kadar glukosa darah pada penderita diabetes menyebabkan meningkatnya glukosa kulit yang dapat mengganggu proses imun dan menyuplai energi untuk jamur berkembang, sehingga mudah muncul manifestasi kelainan pada kulit, salah satunya adalah dermatofitosis. Penelitian World Health Organization (WHO) terhadap insiden dari infeksi dermatofit menyatakan 20% orang dari seluruh dunia mengalami infeksi kutaneus dengan infeksi tinea corporis yang merupakan tipe yang paling dominan dan diikuti dengan tinea kruris, tinea pedis dan onikomikosis. Di Indonesia dermatofitosis menempati urutan kedua setelah pityriasis versikolor. Dermatofitosis didapatkan sebanyak 52% dengan kasus terbanyak tinea kruris dan tinea korporis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dermatofitosis dan Non Dermatofitosis dengan Diabetes Melitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian Cross sectional di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien mengalami DM tipe 2 yang mengalami keluhan yang mengarah pada infeksi jamur pada kulit. Di RSUDZA Banda Aceh. Bahan yang digunakan untuk pemeriksaan KOH pada peneltian ini adalah Larutan KOH 10%, Mikroskop untuk pemeriksaan mikroskopik Scalpel untuk kerokan kulit dan Lampu Bunsen Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara diabetes melitus dengan angka kejadian dermatofitosis (p Value = 0,006). Sehingga dapat disimpulkan bahwa diabetes melitus berhubungan dengan munculnya penyakit jamur jenis dermatofitosis. Hal ini dapat terjadi karena kadar glukosa pada kulit normal adalah 55% dari gula darah pada orang normal, namun pada seseorang dengan DM tingkat rasio akan meningkat hingga mencapai 69-71% dari gula darah yang telah meninggi. Keadaan ini disebut diabetes kulit. Kondisi peningkatan gula darah yang patologis ini digunakan jamur sebagai nutrisi untuk pertumbuhannya. Akibat dari seluruh hal yang timbulkan hiperglikemik kronik ini memudahkan adhesi dan invasi infeksi jamur. Kelompok usia pasien diabetes melitus yang mengalami penyakit jamur pada kulit terbanyak pada kelompok usia produktif (41-60 tahun) yaitu sebanyak 22 pasien (48,9%) diikuti kelompok usia >60 tahun sebanyak 20 pasien (44,4%) dan kelompok usia 18-40 sebanyak 3 pasien (6,7%). Diagnosis dermatofita pada pasien diabetes melitus ditemukan pada 30 pasien (66,7%). Sedangkan diagnosis non dermatofita ditemukan hanya pada 15 pasien (33,3%).
Pengaruh Penerapan Status BLUD Terhadap Kinerja Keuangan dan Akuntansi BLUD RSUD dr. Zainoel Abidin Zulfahmi, Zulfahmi; Yuliaty, Ihdina; Nurhaida, Nurhaida
Journal of Medical Science Vol 6 No 1 (2025): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v6i1.148

Abstract

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) adalah alat untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik melalui penerapan manajemen keuangan yang berbasis pada hasil profesionalitas, akuntabilitas dan transparansi. Status BLUD yang memberikan fleksibel dalam pengelolaan keuangan diharapkan mampu meningkatkan kinerja keuangan.Dalam penelitian ini kinerja keuangan diukur dengan rasio keuangan. Salah satunya Return on Asset (ROA) yaitu rasio perbandingan antara pendapatan dengan total asset yang bertujuan untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh dari pemanfaatan asset. Selain itu, penelitian ini juga menilai aspek kepatuhan dalam penyusunan laporan keuangan. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan status BLUD terhadap kinerja keuangan dan akuntansi pada BLUD RSUD dr. Zainoel Abidin. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Laporan Keuangan RSUD dr. Zainoel Abidin pada periode 10 (sepuluh) tahun terakhir yakni tahun 2013 sampai dengan tahun 2022. Model regresi linear Untuk menguji hipotesis yang telah dibuat digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan status BLUD berpengaruh terhadap kinerja keuangan, sedangkan penerapan status BLUD tidak berpengaruh terhadap akuntansi.
Evaluasi Tingkat Kematian Pasien COVID-19 tahun 2021 di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Silvalila, Meilya; Sari, Siswani; Huzaifi, Nurul
Journal of Medical Science Vol 6 No 1 (2025): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v6i1.214

Abstract

COVID-19 telah menjadi keadaan darurat kesehatan global sejak tahun 2019. Pandemi COVID-19 juga menyebabkan peningkatan jumlah kematian di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kematian akibat COVID-19 dan karakteristik pasien COVID-19 yang meninggal pada tahun 2021 di bangsal khusus COVID-19 yaitu ruang rawat Penyakit Infeksi, New Emerging, dan Re-Emerging (PINERE) di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien COVID-19 yang dirawat di RSUDZA pada bulan Januari-Desember 2021. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah positif COVID-19 dan meninggal saat perawatan di PINERE dalam kurun waktu Januari sampai dengan Desember 2021. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah pasien yang diduga menderita COVID-19 tetapi tidak memiliki hasil tes COVID-19 yang positif dan tidak memiliki rekam medis yang lengkap. Metode statistik yang digunakan adalah metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dari 1938 pasien yang datang berobat dengan gejala COVID-19 sebanyak 30,34% meninggal dunia dan mayoritas pasien yang meninggal adalah laki-laki (54,4%). Sebagian besar pasien COVID-19 yang meninggal dunia berusia di atas 60 tahun (43,4%). Hasil juga menunjukkan bahwa sebagian besar pasien COVID-19 yang meninggal dunia tidak memiliki komorbid (58,3%). Namun, pada pasien COVID-19 yang memiliki komorbid, komorbid diabetes dan komorbid gabungan diabetes dan hipertensi merupakan penyebab kematian tertinggi. Sementara itu, berdasarkan lama rawat inap, 12,9% pasien COVID-19 meninggal di hari yang sama, namun sebagian besar meninggal setelah satu minggu perawatan (58,5%). Dengan mengetahui angka kematian di rumah sakit diharapkan karakteristik klinis pasien COVID-19 dapat diidentifikasi untuk antisipasi jika terjadi kasus yang sama di masa depan.
Analisis Faktor Risiko Terhadap Keluhan Gangguan Muskuloskeletal Akibat Kerja Pada Pegawai Rumah Sakit Firly Ratsmita; mirasuvita, shally
Journal of Medical Science Vol 6 No 1 (2025): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v6i1.215

Abstract

Gangguan muskuloskeletal akibat kerja merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami pekerja lebih dari 50 % komunitas kerja yang dapat menyebabkan keterbatasan dalam beraktivitas. Gangguan ini juga dapat dialami oleh pegawai rumah sakit akibat faktor individu dan pekerjaan. Tujuan studi ini adalah untuk menentukan hubungan antara faktor risiko individu dan pekerjaan terhadap keluhan gangguan muskuloskeletal akibat kerja. Jenis penelitian ini merupakan cross sectional pada pekerja dengan jumlah sampel minimal 59 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, formulir body discomfort map dan brief survey dalam menilai risiko ergonomi. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang berhubungan dengan keluhan gangguan muskuloskeletal akibat kerja adalah jenis kelamin OR 3,36 IK 95% (1,16-9,69), risiko ergonomi tinggi OR 6,00 IK 95% (2,05-17,59) dan risiko ergonomi sedang OR 8,9 IK 95% (2,39-33,47). Variabel jenis kelamin, risiko ergonomi, usia, merokok dan kebiasaan olahraga sekitar 30 % dari proporsi keluhan gangguan muskuloskeletal dengan faktor prediktif yang signifikan adalah usia (p value = 0,034) dan risiko ergonomi (p value = 0,015) dalam analisis multivariat. Prevalensi gangguan muskuloskeletal pada pegawai rumah sakit terjadi sekitar 70 %. Tingginya angka kejadian ini perlu untuk dilakukan evaluasi pengendalian risiko ergonomi pada tempat kerja. Beberapa langkah pengendalian risiko ergonomi sesuai dengan hirarki pengendalian yang dapat dilakukan antara lain dengan bantuan alat yang diperlukan dalam angkat angkut, pemeriksaan muskuloskeletal secara berkala, edukasi postur kerja ergonomi, dan peregangan di tempat kerja.
Determinan Praktik Interprofessional Collaboration di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Kamil, Hajjul; Fuad, Muhammad; Asnawi, Asnawi
Journal of Medical Science Vol 6 No 1 (2025): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v6i1.216

Abstract

Interprofesional Collaboration (IPC) merupakan praktik kerja sama antarprofesi kesehatan dari berbagai disiplin ilmu dalam satu tim, yang meliputi komponen kemitraan, kerja sama, dan koordinasi. Namun, di Indonesia dan Provinsi Aceh penerapan IPC belum optimal, yang disebabkan berbagai faktor. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui determinan praktik IPC di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian kuantitatif ini merupakan survei analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling dengan kriteria inklusi pendidikan minimal untuk dokter adalah Spesialis-1, Profesi Ners untuk perawat, D-IV dan S-1 Gizi untuk dietisien, Profesi Apoteker untuk Apoteker; dengan status kepegawaian meliputi Pegawai Negeri Sipil, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), dan Pegawai Kontrak. Kriteria eksklusi yaitu sedang melaksanakan tugas belajar, cuti tahunan, cuti melahirkan atau cuti karena alasan penting. Kuesioner Factor Relation of Interprofessional Collaboration Instrument (FRICI), digunakan untuk mengukur faktor yang berhubungan dengan praktik IPC, sedangkan kuesioner Assessment of Interprofessional Team Collaboration Scale-II (AITCS-II) dipakai untuk mengukur praktik IPC. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial yaitu uji chi-square dan regresi logistik biner. Jumlah subjek sebanyak 328 professional pemberi asuhan (PPA) terdiri atas 105 dokter, 180 perawat, 25 dietisien, dan i8 apoteker 18 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara faktor peran profesional, pasien, interpersonal, dan organisasi dengan praktik IPC (masing-masing p-value=0,000); faktor interpersonal merupakan faktor yang paling berhubungan dengan OR 3,223 (95%CI: 1,746-6,477).
Efektifitas Terapi Injeksi Kortikosteroid Intralesi Dan 5-Flurourasil Pada Penderita Keloid Lestari, Wahyu; Handriani, Risna; Pasca Faiz Ikram, Tubagus
Journal of Medical Science Vol 6 No 1 (2025): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v6i1.217

Abstract

Keloid adalah keluhan dermatologis umum yang diakibatkan oleh terganggunya proses penyembuhan luka normal. Meskipun ada banyak pendekatan terapeutik untuk keloid, namun tidak ada satu metode pun yang memberikan efikasi penuh. Salah satu modalitas terapi untuk keloid adalah kombinasi injeksi intralesi Triamcinolon acetonide dan 5-Fluorourasil (5-FU). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas antara terapi injeksi kortikosteroid dengan kombinasi terapi injeksi triamsinolon asetat dan 5-FU terhadap perbaikan klinis keloid. Penelitian ini merupakan penelitian uji klinis desain paralel dengan matching. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita keloid yang berobat di poliklinik kulit dan kelamin RSUDZA Banda Aceh dengan besar sampel 12 pasien dikelompokkan dalam 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang mendapatkan terapi injeksi kortikosteroid intralesi dan kelompok uji yang mendapatkan kombinasi terapi injeksi kortikosteroid intralesi dan injeksi 5-Flurourasil. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi kombinasi triamcinolon acetonide dengan 5-FU dan triamcinolon acetonide sebagai terapi keloid menunjukkan hasil yang lebih baik, tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok yang dinilai menggunakan Vancouver Scar Scale.
Rancangan Aplikasi Sindroma Koroner Akut Purnawarman, Adi; Herawati, Eka Tlaga; Hasibuan, Syariah; Nazari, Nuri; Bashori, Ahmad
Journal of Medical Science Vol 6 No 1 (2025): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v6i1.219

Abstract

Saat ini penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, Indonesia, maupun Aceh. Kurangnya kesadaran tentang gejala awal serangan jantung membuat penanganan menjadi tidak maksimal atau lebih dari 20 menit yang dapat menyebabkan miokardium mengalami nekrosis. Adanya perkembangan penggunaan teknologi saat ini dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah deteksi dini gejala awal serangan jantung melalui suatu sistem komputerisasi. Oleh karena itu, penelitian ini telah mentransformasikan standar deteksi dini sindrom koroner akut ke dalam Aplikasi Sindroma Koroner Akut RSUDZA yang berbasis android dan dapat diakses oleh seluruh tenaga kesehatan maupun masyarakat Aceh. Hal tersebut bertujuan menurunkan angka kematian sehingga pelayanan kesehatan jantung dapat optimal melalui meningkatnya kecepatan kunjungan pasien serangan jantung ke rumah sakit dalam waktu onset 20 menit – 2 jam. Penelitian ini telah dilakukan selama tiga bulan di RSUD dr. Zainoel Abidin dengan sistem pakar. Daftar pertanyaan faktor risiko serta tanda dan gejala awal sebagai deteksi dini serangan jantung di Aplikasi Sindroma Koroner Akut RSUDZA diperoleh dari Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut. Hasil penelitian dari uji blackbox didapatkan bahwa semua fitur dan fungsi dari sistem berjalan sesuai dengan rancangan aplikasi. Sementara itu, hasil penelitian dari uji user acceptance test pada 100 responden yaitu 97% menyatakan tampilan aplikasi menarik, 100% menyatakan dapat mengakses aplikasi dengan mudah, 100% menyatakan pertanyaan di aplikasi mudah dipahami, 100% menyatakan aplikasi ini cukup bermanfaat, serta 100% menyatakan setuju jika aplikasi ini dipublikasikan ke dalam playstore. Oleh karena itu, Aplikasi Sindroma Koroner Akut RSUDZA dapat digunakan oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat.
Efektivitas Inovasi SARI CERI (Sayangi Diri, Cegah Reinfeksi) Dalam Meningkatkan Pengetahuan Pasien Terhadap Penyakit Infeksi Muzakkir, Suheir; marlina; yulia rahmi
Journal of Medical Science Vol 6 No 1 (2025): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55572/jms.v6i1.220

Abstract

Penyakit infeksi menular masih merupakan satu jenis penyakit yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Penyakit ini tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia baik berupa penyakit infeksi baru (new emerging diseases) atau munculnya kembali penyakit menular lama (reemerging diseases). Pendidikan dan pengetahuan sendiri merupakan salah hal yang mempengaruhi host manusia. Dalam beberapa penelitian sudah dibuktikan bagaimana pendidikan dan pengetahuan dapat berkontribusi dalam terjadinya penyakit. SARI CERI (sayangi diri, cegah reinfeksi) merupakan suatu inovasi yang akan dikembangkan oleh Instalasi Pusat Pelayanan Penyakit Infeksi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh. Dalam inovasi ini, pasien akan dikenalkan dengan jenis penyakit yang diderita, diberikan pemahaman terhadap cara penularan dan bagaimana mencegah penularan penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektifitas inovasi SARI CERI dalam meningkatkan pengetahuan pasien terhadap penyakit infeksi yang dideritanya, baik terkait penyakit, penularan dan pencegahan. Penelitian ini merupakan suatu penelitian dengan desain one group pretest posttest study. Penelitian dilakukan di ruang Quba, ruang rawat penyakit infeksi RSUDZA. Pasien dan keluarga pasien diberikan quisioner sebagai pretest di awal rawatan, kemudian dalam rawatan diberikan kartu SARI CERI dan dilakukan edukasi. Pasien dan keluarga pasien akan diberikan quisioner sebagai bentuk posttest. Dari hasil penelitian, terlihat dalam 3 bulan terjadi peningkatan pengetahuan terhadap seluruh pasien dan keluarga pasien setelah diberikan edukasi dengan kartu SARI CERI dalam hal pemahaman terkait infeksi, penularan dan pencegahan penularan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Inovasi SARI CERI dapat meningkatkan pengetahuan pasien terkait dengan penyakit infeksi menular yang diderita, cara penularan dan cara pencegahannya.

Page 9 of 10 | Total Record : 100