cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 28072308     EISSN : 28071816     DOI : https://doi.org/10.51878/edukids.v2i1
Core Subject : Education,
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Early Childhood Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 53 Documents
PENTINGNYA ASUPAN MAKANAN BERGIZI TERHADAP KUALITAS KESEHATAN IBU HAMIL DAN ANAK USIA DINI Sukmayani, Ayu; Adam, Muh. Wahyudin S.; Tialo, Olivia; Harun, Olivia; Azis, Nur Bayyiti; Kono, At Nur Anisa
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.5983

Abstract

Nutrition is a food substance that, when consumed, can bring about health. Therefore, health and nutrition are closely related. Preparing nutritional intake for young children is crucial and should be a priority for parents. This research aims to analyze the relationship between balanced nutritional intake and children's physical condition, and to analyze the nutritional food intake of pregnant women in relation to their health quality and the physical condition of their children. This research uses a quantitative approach with a descriptive and analytical design. The content relates to the use of a systematic literature review research method. In sociological research, this involves searching and collecting several journals, drawing conclusions, and then thoroughly examining them in detail to achieve good and expected results. The goal is to analyze the relationship between nutritious food intake and the health quality of pregnant women and young children. In Indonesia, the prevalence of malnutrition in toddlers based on RISKESDAS 2013 was 19.6%, comprising severe malnutrition (5.7%) and undernutrition (13.9%). This figure indicates that the MDGs 2015 target of 15.5% has not been achieved. Therefore, based on these facts, we can understand the need for a balanced nutritious diet in the growth and development of pregnant women and young children for their overall health and development. ABSTRAK Gizi merupakan zat makanan yang apabila dikonsumsi seseorang maka bisa mendatangkan kesehatan. Jadi kesehatan dan gizi sangat berhubungan dalam menyiapkan asupan gizi untuk anak usia dini yang merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh orang tua. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan keseimbangan asupan gizi dengan kondisi fisik anak, dan menganalisis asupan makanan bergizi  bagi ibu hamil dalam kualitas kesehatan dengan kondisi fisik anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan analitis. Isu terkait dengan penggunaan metode penelitian systematic literature review dalam penggunaan penelitian di ilmu sosiologi mencari dan mengumpulkan beberapa jurnal-jurnal serta diambil beberapa kesimpulan lalu ditelaah secara mendalam melalui cara yang rinci agar terdapat suatu hasil akhir yang baik Dan sesuai dengan apa yang diharapkan  untuk menganalisis hubungan antara asupan makanan bergizi dengan kualitas kesehatan ibu hamil dan anak usia dini. Di Indonesia prevalensi status gizi balita berdasarkan riskesdas 2013 sebesar 19,6% kasus malnutrisi, yaitu gizi buruk 5,7% dan gizi kurang 13,9%.angka ini menunjukkan sasaran MDGS 2015 sebesar 15,5% belum tercapai. Dengan demikian melihat dari beberapa fakta di atas kita dapat memahami kebutuhan makanan bergizi yang seimbang  dalam  pertumbuhan dan Perkembangan ibu hamil dan anak di usia dini bagi proses kesehatan tumbuh kembang mereka dalam kualitas kesehatan bersama.
KEPEMIMPINAN EMPATIK DALAM MENUMBUHKAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI YANG AMAN DAN MENYENANGKAN: TINJAUAN LITERATUR Rizqiana, Aisya; Suriansyah, Ahmad
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.6240

Abstract

This study aims to examine in depth the role of empathetic leadership in creating a safe and enjoyable Early Childhood Education (PAUD) environment through a literature review approach. Empathetic leadership is a leadership style that emphasizes understanding, care, and emotional support for all elements within the educational setting, especially teachers and young learners. This review compiles and analyzes various national and international scholarly works from the past five years discussing the implications of empathy in educational leadership, educator well-being, and the psychosocial safety of young children. The findings reveal that PAUD leaders who apply empathetic leadership are able to create a supportive work climate, enhance teacher satisfaction and performance, and foster a positive, safe, and meaningful learning atmosphere for children. An empathetically managed PAUD environment is characterized by warm interpersonal relationships, open communication, appreciation of diversity, and the reinforcement of moral and social values in daily activities. Empathetic leadership also encourages the involvement of parents and the community in supporting the holistic development of children. Thus, empathetic leadership plays a strategic role in the management of PAUD institutions, not only in improving the quality of educational services but also in ensuring the emotional well-being of children as a foundation for long-term learning success. This study recommends the importance of empathy-based leadership training for PAUD heads to create a more inclusive, responsive, and child-centered learning environment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran kepemimpinan empatik dalam menciptakan lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang aman dan menyenangkan melalui pendekatan studi literatur. Kepemimpinan empatik merupakan gaya kepemimpinan yang menekankan pada pemahaman, perhatian, dan dukungan emosional terhadap seluruh elemen dalam satuan pendidikan, khususnya guru dan peserta didik. Kajian ini mengumpulkan dan mereview berbagai literatur ilmiah nasional dan internasional dalam lima tahun terakhir yang membahas tentang implikasi empati dalam kepemimpinan pendidikan, kesejahteraan tenaga pendidik, dan keamanan psikososial anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepala PAUD yang menerapkan kepemimpinan empatik mampu menciptakan iklim kerja yang suportif, meningkatkan kepuasan dan kinerja guru, serta membangun suasana pembelajaran yang positif, aman, dan bermakna bagi anak-anak. Lingkungan PAUD yang dikelola dengan empati tercermin dari hubungan interpersonal yang hangat, komunikasi terbuka, penghargaan terhadap perbedaan, serta penguatan nilai-nilai moral dan sosial dalam kegiatan harian. Kepemimpinan empatik juga mendorong keterlibatan orang tua dan komunitas dalam mendukung tumbuh kembang anak secara holistik. Dengan demikian, kepemimpinan empatik memiliki peran strategis dalam manajemen lembaga PAUD, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, tetapi juga dalam menjamin kesejahteraan emosional anak sebagai dasar keberhasilan belajar jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan kepemimpinan berbasis empati bagi kepala satuan PAUD guna menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan anak
KEPEMIMPINAN ADAPTIF DALAM PAUD: MENJAWAB DINAMIKA SOSIAL DAN TEKNOLOGI Mariam, Siti; Suriansyah, Ahmad
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.6265

Abstract

Rapid social changes and the development of digital technology have brought new challenges and opportunities in the management of early childhood education (PAUD). This research aims to examine the concepts, strategies, challenges, and implications of adaptive leadership in the context of early childhood education in response to evolving social and technological dynamics. The method used is a literature study with a descriptive qualitative approach, based on analysis of reputable scientific journals, academic books, and relevant policy documents. The results of the study show that adaptive leadership in early childhood education is characterized by flexibility, collaboration, innovation, and the ability to respond quickly to change. Effective implementation strategies include technology-based teacher training, partnerships with parents and communities, and participatory governance. However, its implementation still faces obstacles such as limited digital infrastructure and low technological literacy. Theoretically, this study enriches the discourse of educational leadership by integrating the concepts of distribution leadership and adaptive governance. In practical terms, this study recommends the development of contextual, sustainable, and inclusive training policies and programs. These findings contribute to PAUD heads, policymakers, and researchers in creating a resilient and responsive leadership system in the digital age. ABSTRAK Perubahan sosial yang cepat dan perkembangan teknologi digital telah membawa tantangan dan peluang baru dalam pengelolaan pendidikan anak usia dini (PAUD). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, strategi, tantangan, serta implikasi kepemimpinan adaptif dalam konteks PAUD sebagai respons terhadap dinamika sosial dan teknologi yang terus berkembang. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, berdasarkan analisis terhadap jurnal ilmiah bereputasi, buku akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa kepemimpinan adaptif dalam PAUD ditandai oleh fleksibilitas, kolaborasi, inovasi, serta kemampuan merespons perubahan dengan cepat. Strategi implementasi yang efektif meliputi pelatihan guru berbasis teknologi, kemitraan dengan orang tua dan masyarakat, serta tata kelola partisipatif. Namun, penerapannya masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan infrastruktur digital dan rendahnya literasi teknologi. Secara teoretis, kajian ini memperkaya diskursus kepemimpinan pendidikan dengan mengintegrasikan konsep kepemimpinan distribusi dan tata kelola adaptif. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan pengembangan kebijakan dan program pelatihan yang kontekstual, berkelanjutan, dan inklusif. Temuan ini memberikan kontribusi bagi kepala PAUD, pembuat kebijakan, dan peneliti dalam menciptakan sistem kepemimpinan yang tangguh dan responsif di era digital.
EXPLORING CULTURALLY-BASED EDUCATIONAL GAMES TO HOLISTICALLY DEVELOP EARLY CHILDHOOD MOTOR AND LANGUAGE SKILLS Abrar, Muhammad; Maulana, Maulana
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.6357

Abstract

Early Childhood Education (ECE) is a critical stage in laying the foundation for a child’s holistic development, encompassing motor, language, social, and cognitive aspects. Play serves as an effective approach to ECE because it is enjoyable and naturally stimulates various domains of development. This study aims to explore the forms and contributions of educational games based on local culture in developing motor and language skills in early childhood. Using a qualitative approach with an exploratory-descriptive study design, the research was conducted in ECE institutions located in communities where local cultural heritage is still well-preserved. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using thematic analysis. The results show that traditional games such as engklek, congklak, jump rope, and role-playing based on folklore possess characteristics appropriate to children’s developmental stages namely active, collaborative, and easy to understand. These games effectively stimulate both gross and fine motor skills through varied physical activities, and enhance children's language abilities through dialogue, imitation of expressions, and social interaction during play. The findings highlight the importance of integrating culturally-based educational games into ECE as a pedagogical strategy that not only preserves cultural values but also supports holistic child development. ABSTRAK Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah tahap penting dalam membentuk dasar perkembangan anak secara menyeluruh. Permainan menjadi pendekatan efektif karena bersifat menyenangkan dan mampu menstimulasi aspek motorik, bahasa, sosial, dan kognitif secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk dan kontribusi permainan edukatif berbasis budaya lokal dalam mengembangkan kemampuan motorik dan bahasa anak usia dini secara holistik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi eksploratif deskriptif, penelitian ini dilakukan pada lembaga PAUD yang berada di lingkungan dengan kekayaan budaya lokal yang masih terpelihara. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti engklek, congklak, lompat tali, dan permainan peran dari cerita rakyat memiliki karakteristik yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, yaitu aktif, kolaboratif, serta mudah dipahami. Permainan ini terbukti mampu menstimulasi keterampilan motorik kasar dan halus melalui aktivitas fisik yang bervariasi, serta meningkatkan kemampuan bahasa anak melalui percakapan, peniruan ungkapan, dan interaksi sosial selama bermain. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi permainan berbasis budaya lokal dalam pembelajaran PAUD sebagai strategi pedagogis yang tidak hanya melestarikan nilai budaya, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS BERMAIN DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI: KAJIAN LITERATUR Setyowati, Dinan Anggun; Darmiyati, Darmiyati; Aslamiah, Aslamiah
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.6555

Abstract

Play-based learning is a highly relevant approach in early childhood education because it creates a fun and meaningful learning environment. This method not only focuses on cognitive aspects but also promotes holistic development in social, emotional, motor, creativity, and language skills. Play serves as the primary means for children to explore their environment, build social interactions, and foster self-confidence and independence. However, the implementation of play-based learning still faces challenges, such as limited resources and a lack of understanding among educators in designing effective activities. This study aims to examine various play-based learning designs that have been implemented in early childhood education and their impact on children's development. The method used is descriptive qualitative with a literature review approach, through an analysis of journals and related scientific sources. The findings indicate that play-based learning designs that are appropriately designed can provide optimal stimulation for all aspects of children's development. Therefore, this approach is recommended for broader implementation to create innovative, enjoyable, and child-centered learning experiences. ABSTRAK Pembelajaran berbasis bermain merupakan pendekatan yang sangat relevan dalam pendidikan anak usia dini karena mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. Metode ini tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga mendorong perkembangan sosial, emosional, motorik, kreativitas, dan kemampuan berbahasa anak secara holistik. Bermain menjadi sarana utama anak untuk mengeksplorasi lingkungan, membangun interaksi sosial, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian. Namun, penerapan pembelajaran berbasis bermain masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan sarana dan kurangnya pemahaman pendidik dalam merancang kegiatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai desain pembelajaran berbasis bermain yang telah diterapkan di pendidikan anak usia dini serta dampaknya terhadap perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis literatur dari jurnal dan sumber ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain pembelajaran berbasis bermain yang dirancang secara tepat dapat memberikan stimulasi yang optimal terhadap seluruh aspek perkembangan anak. Dengan demikian, pendekatan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas guna menciptakan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan berpusat pada kebutuhan anak.
POLA ASUH IBU PEKERJA DALAM MEMBENTUK SELF CONTROL ANAK USIA DINI DI PAUD KECAMATAN PURWAKARTA CILEGON Mursyidah, Mursyidah; Nur, Maulida
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.7341

Abstract

This study aims to analyze the impact of working mothers' parenting styles on developing self-control in early childhood at PAUD in Purwakarta District, Cilegon. The parenting style adopted by working mothers plays a crucial role in shaping children's self-control abilities, including regulating emotions, delaying gratification, and following rules. This research utilizes a qualitative method with a phenomenological approach, involving in-depth interviews with three working mothers as research subjects. The findings indicate that authoritative parenting, characterized by high responsiveness and clear boundaries, positively impacts children's self-control development. Conversely, authoritarian parenting, which is overly strict, and permissive parenting, which lacks structure, can hinder children's ability to regulate their emotions and behavior. Factors such as consistency in rule enforcement and active emotional support from mothers significantly influence the development of children's self-control. This research provides insights for working mothers and policymakers to support child development through appropriate parenting strategies. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh ibu pekerja terhadap perkembangan self-control anak usia dini di PAUD Kecamatan Purwakarta, Cilegon. Pola asuh yang diterapkan oleh ibu pekerja memainkan peran penting dalam pembentukan kemampuan self-control, yang mencakup kemampuan mengendalikan emosi, menunda gratifikasi, dan mematuhi aturan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang melibatkan wawancara mendalam dengan tiga ibu pekerja sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoritatif, yang ditandai dengan responsivitas tinggi dan pengaturan batas yang jelas, memiliki dampak positif terhadap perkembangan self-control anak. Sebaliknya, pola asuh otoriter yang terlalu ketat dan permisif yang kurang terstruktur dapat menghambat kemampuan anak dalam mengendalikan emosi dan perilaku. Faktor-faktor seperti konsistensi dalam penerapan aturan dan dukungan emosional yang aktif dari ibu sangat berpengaruh dalam membentuk self-control anak. Penelitian ini memberikan wawasan bagi ibu pekerja dan pembuat kebijakan untuk mendukung perkembangan anak melalui pola asuh yang tepat.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN RENANG BERBASIS PERMAINAN AIR DALAM MENINGKATKAN KOORDINASI MOTORIK ANAK USIA DINI Dewi, Komang Ayu Krisna; Indrawan, I Ketut Addy Putra; Juliartha, I Made Semarawima
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.6043

Abstract

The coordinative abilities of swimming extracurricular participants at SDN 1 Batuagung remain low, as indicated by uncoordinated movements, lack of enthusiasm, and the dominance of instructional methods that are not aligned with the characteristics of early childhood learners. This study aims to examine the effectiveness of a swimming learning approach based on water games in improving motor coordination in early childhood. A quantitative approach with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design was used. The sample consisted of 15 children aged 6–8 years, selected purposively. The intervention was conducted over 4 weeks through 8 sessions of water games, such as swimming while catching balls, color obstacles, and relay swimming with movement variations. Data were collected using a standardized observation sheet with a 1–5 scale, validated by experts. The paired sample t-test results showed a significant improvement in all aspects of motor coordination, with an average score increase of +1.4 points (p < 0.05). In this study, we found that a swimming learning approach based on water games significantly improves motor coordination in early childhood in an enjoyable, adaptive, and developmentally appropriate manner. These findings offer an innovative contribution to the development of physical education learning models in primary schools. ABSTRAK Kemampuan koordinatif peserta ekstrakurikuler renang di SDN 1 Batuagung masih tergolong rendah, ditandai oleh gerakan yang tidak terkoordinasi, kurangnya antusiasme, serta dominasi metode instruksional yang kurang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pendekatan pembelajaran renang berbasis permainan air dalam meningkatkan koordinasi motorik anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 15 peserta ekstrakurikuler renang usia 6–8 tahun yang dipilih secara purposif. Intervensi dilakukan selama 4 minggu melalui 8 sesi permainan air seperti renang sambil menangkap bola, rintangan warna, dan relay variasi gerak. Instrumen pengukuran menggunakan lembar observasi terstandar berskala 1–5 yang telah divalidasi ahli. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pada semua aspek koordinasi motorik dengan rata-rata selisih skor +1,4 poin (p < 0,05). Dalam penelitian ini kami menemukan bahwa pendekatan pembelajaran renang berbasis permainan air secara signifikan meningkatkan koordinasi motorik anak usia dini secara menyenangkan, adaptif, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Temuan ini menjadi kontribusi inovatif bagi pengembangan model pembelajaran PJOK di sekolah dasar.
PERAN GURU DALAM MENCIPTAKAN IKLIM KELAS YANG MENYENANGKAN BAGI ANAK USIA DINI DI PAUD Rohliani, Rohliani; Nurhayati, Yuliana; Ilise, Rizki Nugerahani
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.7229

Abstract

ABSTRACT A positive classroom climate is an important factor in supporting the social, emotional, and cognitive development of young children in early childhood education settings. This study aims to examine the role of teachers in creating a classroom climate that is conducive, safe, and enjoyable for young children. A descriptive qualitative approach was employed, involving two teachers at TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara 2 who have more than five years of teaching experience and hold a minimum qualification of a bachelor’s degree in early childhood education. The research data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and written documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and method triangulation. The findings indicate that teachers play a crucial role in fostering an enjoyable classroom climate through effective management of the physical environment, the implementation of varied instructional strategies, and the strengthening of positive emotional relationships with children. The study concludes that the teacher’s role is not limited to instruction alone, but also encompasses functions as a facilitator, motivator, and mentor in creating a conducive, interactive, and inclusive learning environment for young children. ABSTRAK Iklim kelas yang menyenangkan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak usia dini di satuan PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam membangun iklim kelas yang kondusif, aman, dan menyenangkan bagi anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan dua orang guru di TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara 2 yang memiliki pengalaman mengajar lebih dari lima tahun dan kualifikasi pendidikan minimal sarjana PAUD. Data penelitian diperoleh melalui observasi kelas, wawancara mendalam, serta dokumentasi tertulis, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam menciptakan iklim kelas yang menyenangkan melalui pengelolaan lingkungan fisik, penerapan strategi pembelajaran yang variatif, dan penguatan hubungan emosional yang positif dengan anak. Simpulan penelitian menegaskan bahwa peran guru tidak hanya terbatas pada kegiatan mengajar, tetapi juga mencakup fungsi sebagai fasilitator, motivator, dan pendamping dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, interaktif, dan inklusif bagi anak usia dini.
UPAYA MENINGKATKAN LITERASI ANAK DALAM MENGENALI SIMBOL MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI PAUD BANJARMASIN Noviana, Dewi; Amrullah, Abdul khair; Maulidha, Maulidha
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.7232

Abstract

ABSTRACT Improving early childhood literacy has become an important focus in learning based on the Merdeka Curriculum, particularly in developing children’s ability to recognize symbols found in their surrounding environment. This study aims to describe teachers’ efforts to enhance children’s literacy in identifying symbols through the implementation of the Make a Match model in early childhood education institutions in Banjarmasin City. The study employed a qualitative approach with a narrative design. The research participant was a teacher at PAUD Islam Baitul Makmur Banjarmasin who had experience implementing the Make a Match model. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the Make a Match model creates an active, enjoyable, and contextual learning environment. Children are able to recognize and understand the meaning of symbols more easily through play-based learning activities. Interview findings show that the teacher plays an active role as a facilitator by guiding children, preparing engaging learning media, and providing initial scaffolding to build children’s symbolic understanding. Challenges such as differences in children’s focus and comprehension can be addressed through individualized assistance and simplified instructions. In conclusion, the Make a Match model is effective in improving children’s symbolic literacy, fostering learning motivation, and enhancing their self-confidence. This model can serve as an innovative strategy to strengthen early literacy in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Peningkatan literasi anak usia dini menjadi perhatian penting dalam pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka, khususnya dalam kemampuan mengenali simbol-simbol yang ada di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan literasi anak dalam mengidentifikasi simbol-simbol melalui penerapan model Make a Match pada PAUD di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain naratif. Partisipan penelitian adalah seorang guru PAUD Islam Baitul Makmur Banjarmasin yang telah berpengalaman menerapkan model Make a Match. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Make a Match mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual. Anak lebih mudah mengenali dan memahami makna simbol melalui kegiatan bermain sambil belajar. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator yang aktif membimbing anak, mempersiapkan media yang menarik, dan memberikan pijakan awal untuk membangun pemahaman simbolik anak. Kendala berupa perbedaan fokus dan pemahaman anak dapat diatasi dengan pendampingan individual dan penyederhanaan instruksi. Kesimpulannya, model Make a Match efektif dalam meningkatkan literasi simbol anak, menumbuhkan motivasi belajar, serta rasa percaya diri mereka. Model ini dapat menjadi strategi inovatif dalam memperkuat literasi awal sesuai prinsip Kurikulum Merdeka.
MEDIA PEMBELAJARAN PENGENALAN HEWAN BERBASIS QUIVER: STUDI DESKRIPTIF PADA TK MAWARSARI DI KABUPATEN BARITO KUALA Rahmi, Nor; Amrullah, Abdul Khair; Maulidha, Maulidha
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.7234

Abstract

ABSTRACT Learning activities for introducing animals in early childhood education are still predominantly reliant on conventional, static media, which are less effective in attracting children’s attention and engagement. This condition highlights the need for innovative learning media that are interactive and aligned with the developmental characteristics of young children. This study aims to describe the implementation of augmented reality based learning media for animal introduction using the Quiver application at TK Mawarsari, Barito Kuala Regency. The research employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation, involving an early childhood education teacher as the research participant. The implementation of Quiver media was conducted through several stages, namely coloring activities, scanning images using digital devices, and children’s interaction with three-dimensional animal objects. The results indicate that the use of Quiver increases children’s enthusiasm, focus, and active participation during learning activities, as well as helps them understand animal names, shapes, and sounds more concretely. Technical constraints such as limited internet connectivity can be minimized through adequate preparation of learning devices. Therefore, Quiver media can be concluded to be effective in supporting interactive, enjoyable, and meaningful thematic learning for introducing animals in early childhood education. ABSTRAK Pembelajaran pengenalan hewan pada pendidikan anak usia dini masih didominasi penggunaan media konvensional yang bersifat statis, sehingga kurang optimal dalam menarik perhatian dan keterlibatan anak. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi media pembelajaran yang interaktif serta selaras dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran pengenalan hewan berbasis augmented reality melalui aplikasi Quiver di TK Mawarsari Kabupaten Barito Kuala. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru PAUD sebagai partisipan. Penerapan media Quiver dilaksanakan melalui tahapan kegiatan mewarnai gambar, pemindaian menggunakan perangkat digital, serta interaksi anak dengan objek hewan tiga dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Quiver mampu meningkatkan antusiasme, fokus, dan partisipasi aktif anak selama pembelajaran, serta membantu anak memahami nama, bentuk, dan suara hewan secara lebih konkret. Kendala teknis seperti keterbatasan jaringan internet dapat diminimalkan melalui persiapan perangkat pembelajaran yang memadai. Dengan demikian, media Quiver dapat disimpulkan efektif sebagai pendukung pembelajaran tematik pengenalan hewan yang interaktif, menyenangkan, dan bermakna bagi anak usia dini.