cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 28072308     EISSN : 28071816     DOI : https://doi.org/10.51878/edukids.v2i1
Core Subject : Education,
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Early Childhood Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 53 Documents
MENGHADAPI TANTRUM ANAK USIA DINI DENGAN PENDEKATAN KASIH SAYANG DAN NILAI NILAI ISLAM MELVIANTI, DESI; KARTINI, ZAUNI; MUFARO’AH, MUFARO’AH
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v4i1.3712

Abstract

Tantrums in early childhood are a common phenomenon in children's emotional development but can pose significant challenges for parents and educators if not managed appropriately. This article explores the approach of compassion and Islamic values as effective strategies for addressing tantrums in early childhood. The study stems from the need to provide solutions that are not only practical but also rooted in moral and spiritual values. A qualitative method was employed, focusing on theoretical analysis based on a literature review. Data were gathered through the collection and analysis of relevant literature, including books, journal articles, and previous studies. Data analysis was conducted by identifying key themes related to tantrums, compassion, and Islamic values. The findings are presented descriptively. The results indicate that implementing compassionate practices, such as empathy and positive communication, combined with Islamic values, including patience, prayer, and instilling noble character, can alleviate tantrums and strengthen the bond between children and parents. The study concludes by emphasizing the importance of a holistic approach that integrates emotional, spiritual, and educational aspects to create a supportive environment for optimal child development. This article is expected to serve as a reference for parents, educators, and early childhood education practitioners in managing tantrum behaviors more wisely and based on universal values. ABSTRAKTantrum pada anak usia dini merupakan fenomena yang sering terjadi dalam perkembangan emosional anak, namun dapat menjadi tantangan besar bagi orang tua dan pendidik jika tidak dikelola dengan tepat. Artikel ini membahas pendekatan kasih sayang dan nilai-nilai Islam sebagai strategi efektif dalam menghadapi tantrum pada anak usia dini. Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk memberikan solusi yang tidak hanya praktis tetapi juga berlandaskan pada nilai moral dan spiritual. Metode yang digunakan kualitatif, fokus penelitian pada analisis teroritis berdasarkan tinjauan pustaka. Data diperoleh melalui pengumpulan dan analisis literatur yang relevan, termasuk buku, artikel jurnal dan penelitian sebelumnya. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tema utama yang terkait tantrum, kasih sayang serta nilai-nilai Islam. Hasil analis disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kasih sayang, seperti empati dan komunikasi positif, yang dikombinasikan dengan nilai-nilai Islam, seperti kesabaran, doa, dan pembiasaan akhlak mulia, mampu meredakan tantrum dan memperkuat hubungan antara anak dan orang tua. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan yang holistik, mencakup aspek emosional, spiritual, dan edukatif, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara optimal. Artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi orang tua, pendidik, dan praktisi pendidikan anak usia dini dalam mengelola perilaku tantrum dengan cara yang lebih bijaksana dan berlandaskan nilai-nilai universal.
EFFORTS TO IMPROVE LEARNING IN THE DEVELOPMENT OF MOTORIC SKILLS AT AISYIYAH PUCANGAN KINDERGARTEN RAHMANTO, RAHMANTO; AISYAH, PUTRI NUR; MUTAWAKKIL, ANNISA; HIDAYATI, HANIFA NUR; AZ-ZAHRA, BERLIAN; HAKIM, PRATIWI RAHMA; SUHARDI, MUHAMAD
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v4i1.3783

Abstract

The development of motoric skills in early childhood holds significant importance as it serves as the foundation for various aspects of a child's growth. Strong motoric skills provide essential support for children in performing daily activities such as walking, running, writing, and communicating. These skills are not only crucial but also require continuous development and enhancement. This initiative focuses on improving learning by emphasizing motoric skills development through programs that support these abilities. At Aisyiyah Pucangan Kindergarten, the motoric skills development program is categorized into two types: the gross motoric skills development program and the fine motoric skills development program. ABSTRAK Perkembangan keterampilan motorik pada anak usia dini memiliki arti penting karena menjadi dasar untuk berbagai aspek pertumbuhan anak. Keterampilan motorik yang kuat memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan oleh anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan, berlari, menulis, dan berkomunikasi. Keterampilan ini tidak hanya penting, tetapi juga memerlukan pengembangan dan peningkatan yang berkelanjutan. Inisiatif ini berfokus pada peningkatan pembelajaran dengan menekankan pengembangan keterampilan motorik melalui program-program yang mendukung kemampuan ini. Di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Pucangan, program pengembangan keterampilan motorik dibagi menjadi dua jenis: program pengembangan keterampilan motorik kasar dan program pengembangan keterampilan motorik halus.
ANATOMY APPLICATION FOR SPECIAL NEEDS CHILDREN IN THEMATIC LEARNING KARIMAH, VIA HAIYUN; SULEMAN, MUH. ASHARIF; IDAYANTI, ZULFI; SUHARDI, MUHAMAD
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v4i2.3836

Abstract

Education is something for everyone, including children with special needs as regulated in Law no. 20 of 2003 Article 8 paragraph 1. The challenge of education for children with special needs is the cognitive aspect and adapting learning to suit their abilities and needs. The aim of this research is to find out how the anatomy application is implemented and to analyze how much influence this application has on students with special needs in thematic learning in theme 3 subtheme 1. The research method used is mixed methods quantitative qualitative. The quantitative data collection technique uses one group pretest-posttest and is then tested for validity, realism and hypothesis using Paired Sample Ttest analysis. Meanwhile, qualitative data collection techniques involve in-depth interviews with homeroom teachers. Participants in the quantitative approach were grade 5 children who had special needs such as slow learners, intellectual disabilities, multiple disabilities, and ADHD at SD TS Yogyakarta. The results of this research indicate that anatomy applications can be implemented with teacher supervision. Children can be divided into groups and access the application in turn. Students' cognitive development and interests vary according to their specific types of needs. Based on the results of quantitative analysis, it is known that the P-value is 0.020. This means that there is a significant difference between the groups before and after using anatomy applications in thematic learning. ABSTRAKPendidikan adalah hak bagi setiap individu, termasuk anak berkebutuhan khusus, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 8 Ayat 1. Tantangan dalam pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus terletak pada aspek kognitif serta penyesuaian pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi aplikasi anatomi serta menganalisis pengaruh aplikasi ini terhadap anak berkebutuhan khusus dalam pembelajaran tematik pada tema 3 subtema 1. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) kuantitatif-kualitatif. Teknik pengumpulan data kuantitatif menggunakan desain one group pretest-posttest dan kemudian diuji validitas, reliabilitas, serta hipotesis menggunakan analisis Paired Sample T-Test. Sementara itu, teknik pengumpulan data kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan wali kelas. Partisipan pendekatan kuantitatif adalah siswa kelas 5 yang memiliki kebutuhan khusus, seperti lamban belajar, tunagrahita, disabilitas ganda, dan ADHD di SD TS Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi anatomi dapat diimplementasikan dengan pengawasan guru. Anak-anak dapat dibagi menjadi kelompok dan mengakses aplikasi secara bergiliran. Perkembangan kognitif dan minat siswa bervariasi sesuai dengan jenis kebutuhan khusus mereka. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif, diketahui bahwa nilai P adalah 0,020. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi anatomi dalam pembelajaran tematik.
STRATEGI ORANG TUA DALAM MENANAMKAN KESADARAN IBADAH SHOLAT PADA ANAK USIA DINI: STUDI KASUS DI KAMPUNG SRIKATON KECAMATAN ANAK TUHA JANAH, SITI WARDATUL; NIKMAH, SITI SALIMATUN; BARIYAH, ZAKIYATUL; MAULIDIN, SYARIF; NAWAWI, MUHAMMAD LATIF; JAZULI, SYUKRON
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v4i2.4188

Abstract

This study aims to explore the strategies used by parents in instilling awareness of performing prayers (Sholat) in early childhood in Srikaton Village, Anak Tuha District. Early instillation of religious practices, particularly prayer, is crucial in shaping the religious character of children. The research employed a qualitative approach using in-depth interviews and observations with parents and TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an) teachers. The findings indicate that parents employ several strategies, including setting an example by praying themselves, repeatedly teaching prayer movements and recitations, advising children on the importance of prayer, and enrolling children in TPQ for religious education. Parents also ensure the comfort and focus of their children during the learning process and consistently pray for their children to become pious individuals. The study concludes that despite variations in approaches, the methods used are effective in instilling prayer awareness in young children. Future research could explore the use of digital media as an additional tool in children's religious education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggali strategi orang tua dalam menanamkan kesadaran ibadah sholat pada anak usia dini di Kampung Srikaton, Kecamatan Anak Tuha. Penanaman kesadaran ibadah sholat sejak usia dini sangat penting dalam pembentukan karakter religius anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap orang tua serta guru TPQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi orang tua dalam mengajarkan sholat pada anak melibatkan beberapa metode, antara lain mencontohkan langsung, melatih gerakan dan bacaan sholat secara berulang, memberi nasehat tentang pentingnya sholat, serta mengirimkan anak ke TPQ untuk pendalaman agama. Orang tua juga memperhatikan kenyamanan dan fokus anak saat belajar sholat, serta selalu mendoakan anak agar menjadi pribadi yang soleh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat variasi dalam pendekatan, metode yang digunakan cukup efektif dalam menanamkan kesadaran ibadah sholat pada anak usia dini. Prospek pengembangan penelitian ini di masa depan dapat difokuskan pada penggunaan media digital sebagai sarana tambahan dalam pendidikan agama anak.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN STEAM BERBASIS LOOSE PART SEBAGAI BENTUK INOVASI PENDIDIKAN DI TK MUSLIMAT NU 02 NURUL HUDA MIJI HAQUE, ZAMIRAH MABARROH EL; PURWOKO, BUDI
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v4i2.4200

Abstract

Early childhood education (PAUD) plays an important role in building children's character and intelligence. In the era of globalization and the industrial revolution 4.0, a holistic and relevant learning approach is needed to develop 21st-century skills, such as critical thinking, creativity, collaboration, and communication. This study discusses the implementation of STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics)-based learning with loose parts media at TK Muslimat NU 02 Nurul Huda Miji, Mojokerto City. Loose parts-based STEAM gives children the freedom to experiment, create, and solve problems through the use of flexible materials such as wood, buttons, gravel, and other recycled materials. The results showed that this approach successfully increased children's enthusiasm, creativity, and involvement in learning. Loose parts allow children to create unique works, such as replicas of pine forests, camps, and campfires, which reflect their critical thinking and imagination. In addition, this approach supports the development of social-emotional skills through collaboration and communication. The challenges faced include teacher adaptation to the role as facilitator, provision of safe and varied media, and parents' understanding of the benefits of this method. In conclusion, the implementation of loose parts-based STEAM at TK Muslimat NU 02 Nurul Huda Miji has a positive impact on children's holistic development. This innovation is relevant to the demands of modern education and has the potential to be an effective learning model in the era of globalization, although it requires collaborative support from teachers, parents, and schools to overcome existing obstacles. ABSTRAKPendidikan anak usia dini (PAUD) memegang peranan penting dalam membangun karakter dan kecerdasan anak. Dalam era globalisasi dan revolusi industri 4.0, pendekatan pembelajaran yang holistik dan relevan diperlukan untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Penelitian ini membahas implementasi pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) dengan media loose parts di TK Muslimat NU 02 Nurul Huda Miji, Kota Mojokerto. STEAM berbasis loose parts memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksperimen, menciptakan, dan memecahkan masalah melalui penggunaan material fleksibel seperti kayu, kancing, kerikil, dan bahan daur ulang lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil meningkatkan antusiasme, kreativitas, dan keterlibatan anak dalam pembelajaran. Loose parts memungkinkan anak untuk menciptakan karya unik, seperti replika hutan pinus, kemah, dan api unggun, yang mencerminkan pemikiran kritis dan imajinasi mereka. Selain itu, pendekatan ini mendukung pengembangan keterampilan sosial-emosional melalui kolaborasi dan komunikasi. Tantangan yang dihadapi meliputi adaptasi guru terhadap peran sebagai fasilitator, penyediaan media yang aman dan bervariasi, serta pemahaman orang tua mengenai manfaat metode ini. Kesimpulannya, implementasi STEAM berbasis loose parts di TK Muslimat NU 02 Nurul Huda Miji memberikan dampak positif terhadap perkembangan holistik anak. Inovasi ini relevan dengan tuntutan pendidikan modern dan berpotensi menjadi model pembelajaran yang efektif di era globalisasi, meskipun memerlukan dukungan kolaboratif dari guru, orang tua, dan pihak sekolah untuk mengatasi hambatan yang ada.
STRATEGI SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS PADA ANAK USIA DINI: STUDI DI PAUD LASKAR PELANGI SRIKATON JANAH, SITI WARDATUL; MAULIDIN, SYARIF
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v4i2.4201

Abstract

This study aims to examine the formation of religious character in early childhood at PAUD Laskar Pelangi, which plays a crucial role in shaping a generation with good morals and ethics. The main focus of this research is to explore how religious values, such as obedience to religious teachings, tolerance towards other religions’ practices, and living in harmony with people of different faiths, are implemented at PAUD Laskar Pelangi. The research used a qualitative approach, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings reveal that religious character formation is carried out through habitual practices integrated into various learning activities, both inside and outside the classroom, with key roles played by teachers and parents. The study shows that through regular activities like congregational prayers, daily prayers, and memorizing short verses from the Qur'an, children not only recognize religious teachings but also apply them in their daily lives. Learning about tolerance towards religious differences is also an important aspect of the religious character taught at this school. Overall, the formation of religious character at PAUD Laskar Pelangi is effective and has a positive impact on the children's moral and spiritual development. This research offers prospects for further development in integrating religious character education in other early childhood education institutions. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembentukan karakter religius pada anak usia dini di PAUD Laskar Pelangi, yang menjadi bagian penting dalam upaya membentuk generasi yang memiliki moral dan akhlak yang baik. Fokus utama penelitian adalah untuk menggali bagaimana nilai-nilai religius, seperti sikap patuh terhadap ajaran agama, toleransi terhadap ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain, diterapkan di PAUD Laskar Pelangi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa pembentukan karakter religius dilakukan melalui pembiasaan yang terintegrasi dalam berbagai kegiatan pembelajaran, baik di kelas maupun di luar kelas, dengan peran penting dari guru dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kegiatan rutin seperti salat berjamaah, doa-doa harian, dan hafalan surat-surat pendek, anak-anak tidak hanya mengenal ajaran agama, tetapi juga mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran tentang toleransi terhadap perbedaan agama juga menjadi bagian penting dalam karakter religius yang diajarkan di sekolah ini. Secara keseluruhan, pembentukan karakter religius di PAUD Laskar Pelangi berjalan efektif dan memberikan dampak positif pada perkembangan moral dan spiritual anak. Penelitian ini memberikan prospek bagi pengembangan lebih lanjut dalam mengintegrasikan pendidikan karakter religius di lembaga pendidikan anak usia dini lainnya.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBUDAYAKAN SHALAT DHUHA BERJAMAAH: STUDI DI RA BUSTANUL ULUM JAYASAKTI MAULIDIN, SYARIF
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v4i2.4202

Abstract

This study aims to examine the role of the head of the madrasa in cultivating the culture of performing Dhuha prayer in congregation at RA Bustanul Ulum Jayasakti. Congregational Dhuha prayer is considered an effective way to shape students' character and discipline, as well as to strengthen their spiritual dimension. The focus of this research is how the head of the madrasa leads and motivates the entire madrasa community to participate in Dhuha prayer activities in congregation, and its impact on students' character. The research method used is a qualitative approach with direct observation, interviews with the head of the madrasa, teachers, and students, as well as documentation of madrasa activities. The findings show that the head of the madrasa, who sets an example by performing Dhuha prayer in congregation, has a significant influence in creating a strong religious culture within the madrasa. In addition, there are challenges such as time limitations and student absenteeism, which need to be addressed through careful planning. The conclusion of this study is that the role of the head of the madrasa as an inspirational leader is crucial in the success of cultivating congregational Dhuha prayer, which in turn contributes to the development of students' character, discipline, and noble morals. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepala madrasah dalam membudayakan shalat Dhuha berjamaah di RA Bustanul Ulum Jayasakti. Shalat Dhuha berjamaah dianggap sebagai salah satu cara efektif dalam membentuk karakter dan kedisiplinan siswa, serta memperkuat dimensi spiritual mereka. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kepala madrasah memimpin dan memotivasi seluruh civitas madrasah untuk berpartisipasi dalam kegiatan shalat Dhuha berjamaah, serta dampaknya terhadap karakter siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi langsung, wawancara dengan kepala madrasah, guru, dan siswa, serta dokumentasi kegiatan madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah yang menjadi teladan dalam pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah memiliki pengaruh besar dalam menciptakan budaya keagamaan di madrasah. Selain itu, terdapat kendala berupa keterbatasan waktu dan ketidakhadiran siswa yang perlu diatasi melalui perencanaan yang matang. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa peran kepala madrasah sebagai pemimpin yang inspiratif sangat penting dalam keberhasilan pembudayaan shalat Dhuha berjamaah, yang pada gilirannya berkontribusi pada pembentukan karakter siswa yang disiplin dan berakhlak mulia.
PERBEDAAN MOTORIK HALUS ANAK PRA SEKOLAH USIA 48-60 BULAN SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PERMAINAN PLAYDOUGH Fatikasari, Firda Fitria Ayuni; Hardjito, Koekoeh; Indriani, Ririn
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.4811

Abstract

Fine motor skills involve activities that encompass precision, dexterity, visual-motor integration, and upper limb coordination. Delays in fine motor skills can impact children by making them less active, leading to emotional disturbances, difficulties in adapting to their surroundings, potentially affecting their psychosocial development, and influencing their performance both in school and outside of school. Efforts needed to help improve fine motor development in children include educational and safe play therapy, such as playdough. This study uses a Pre-Experimental Design with the model of the one-group pretest-posttest design. The population in this study consists of preschool children aged 48-60 months, totaling 41 children, with a sample of 38 respondents selected through simple random sampling. Data were collected using a Pretest-Posttest with a Fine Motor Development Assessment Instrument, and analyzed to determine the difference in values. Before being given playdough activities, the majority of respondents (65.8%) were at the beginning development level. After the playdough activities, a portion of the respondents (50%) reached the very good development category, with a significance value of P (0.000) < ? (0.05). There is a difference in fine motor development in preschool children aged 48-60 months before and after engaging in playdough activities. ABSTRAKMotorik halus merupakan kegiatan yang mencakup ketepatan, ketangkasan, integrasi visual-motorik dan koordinasi lengan atas. Keterlambatan motorik halus memberikan dampak pada anak, anak menjadi kurang aktif, gangguan emosional, sulit beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya, dapat mempengaruhi psikososial anak, dan berpengaruh pada prestasi anak di sekolah ataupun diluar sekolah. Upaya yang perlu dilakukan untuk membantu meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak adalah dengan terapi bermain yang edukatif dan aman yaitu playdough. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre Eksperimental Design dengan model desain the one group pretest postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak pra sekolah usia 48-60 bulan sejumlah 41 anak, sampel yang digunakan adalah 38 responden yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan Pretest-Posttest menggunakan Instrumen Penilaian Perkembangan Motorik Halus kemudian diolah untuk mengetahui nilai perbedaannya. sebelum diberikan permainan playdough sebagian besar responden (65,8%) pada tingkat mulai berkembang dan setelah diberikan permainan playdough sebagian responden (50%) pada tingkat kategori berkembang sangat baik dan didapatkan nilai signifikansi P value (0,000) < ? (0,05). Terdapat perbedaan perkembangan motorik halus anak pra sekolah usia 48-60 bulan sebelum dan sesudah diberikan permainan playdough.
INTERNALISASI NILAI-NILAI HAK ASASI MANUSIA DALAM PENDIDIKAN DINI: STRATEGI PEMBENTUKAN HAM PADA GENERASI MUDA Khoiroh, Munadiyatul; Romadhona, Tria Novita
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.5421

Abstract

ABSTRACT Early childhood education plays a crucial role in shaping the character of the younger generation who uphold humanitarian values. In the context of a multicultural Indonesian society, internalizing Human Rights (HAM) values ??from an early age is an important strategy to build tolerant, just, and democratic citizens. This study uses a literature study method (library research) with an exploratory qualitative approach, which aims to explore and analyze various scientific sources related to the strategy of internalizing human rights in early childhood education. The results of the study show that human rights values ??such as justice, tolerance, equality, and respect for differences can be instilled through a thematic and integrative learning approach, teacher role models, and a democratic and inclusive school culture. The role of the family and community is also a major supporting factor in strengthening human rights-based character education. In conclusion, internalizing human rights is not only important as a subject matter, but must be the main foundation in implementing holistic early childhood education. This strategy is believed to be able to create a generation that is not only academically intelligent, but also has social sensitivity and commitment to human values. ABSTRAK Pendidikan anak usia dini memiliki peran krusial dalam membentuk karakter generasi muda yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang multikultural, internalisasi nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) sejak usia dini menjadi strategi penting guna membangun warga negara yang toleran, adil, dan demokratis. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif eksploratif, yang bertujuan menggali dan menganalisis berbagai sumber ilmiah terkait strategi internalisasi HAM dalam pendidikan anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai HAM seperti keadilan, toleransi, kesetaraan, dan penghargaan terhadap perbedaan dapat ditanamkan melalui pendekatan pembelajaran tematik dan integratif, keteladanan guru, serta budaya sekolah yang demokratis dan inklusif. Peran keluarga dan masyarakat juga menjadi faktor pendukung utama dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis HAM. Kesimpulannya, internalisasi HAM tidak hanya penting sebagai materi pelajaran, melainkan harus menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini secara holistik. Strategi ini diyakini mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
PERAN MODAL SOSIAL KELUARGA DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN PERKOTAAN Sadriani, Andi
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.5422

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the phenomenon of declining quality of social interaction of early childhood in urban environments, which is thought to be related to the declining role of social capital in families due to increasingly individualistic urban lifestyles. The focus of this study is to analyze the forms of family social capital, the role of this social capital in supporting the social development of early childhood, as well as supporting and inhibiting factors in optimizing family social capital in Makassar City. This study uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of in-depth interviews with ten parents who have early childhood. Data were analyzed using thematic analysis techniques to identify important patterns from respondents' narratives. The results of the study indicate that family social capital in the urban environment of Makassar City is present in the form of trust, shared values ??and norms, and social networks, although the level of intensity varies between families. Social capital plays an important role in shaping children's social skills such as empathy, cooperation, and communication skills. Supporting factors include parental awareness, good communication, and environmental support, while inhibiting factors are economic pressure, parents' busy work, and the negative influence of digital media. This study confirms that family social capital is an important foundation in the social development of early childhood, and needs to be strengthened through parenting strategies that are adaptive to the challenges of urban life. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya kualitas interaksi sosial anak usia dini di lingkungan perkotaan, yang diduga berkaitan dengan berkurangnya peran modal sosial dalam keluarga akibat gaya hidup urban yang semakin individualistis. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana bentuk-bentuk modal sosial keluarga, peran modal sosial tersebut dalam mendukung perkembangan sosial anak usia dini, serta faktor pendukung dan penghambat optimalisasi modal sosial keluarga di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap sepuluh orang tua yang memiliki anak usia dini. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola penting dari narasi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial keluarga di lingkungan perkotaan Makassar hadir dalam bentuk kepercayaan, nilai dan norma bersama, serta jaringan sosial, meskipun tingkat intensitasnya bervariasi antar keluarga. Modal sosial berperan penting dalam membentuk keterampilan sosial anak seperti empati, kerja sama, dan kemampuan komunikasi. Adapun faktor pendukungnya meliputi kesadaran orang tua, komunikasi yang baik, dan dukungan lingkungan, sementara faktor penghambatnya adalah tekanan ekonomi, kesibukan kerja orang tua, dan pengaruh negatif media digital. Penelitian ini menegaskan bahwa modal sosial keluarga merupakan fondasi penting dalam perkembangan sosial anak usia dini, dan perlu diperkuat melalui strategi pengasuhan yang adaptif terhadap tantangan kehidupan perkotaan.