cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 55 Documents clear
PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA DAN SINGAPURA: TINJAUAN LITERATUR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KUALITAS PENDIDIKAN NASIONAL Dalimunthe, Putri Camelia; Ash-Shiddiqy, Ahmad Rifqy; Indah, Nur Luluk; Siregar, Khalida Ziah; Muliana, Muliana; Priscarina, Revi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5408

Abstract

This study aims to analyze the differences and similarities between the education systems in Indonesia and Singapore and examine their implications for improving the quality of national education. The background of this study is based on the importance of education reform in Indonesia in order to be able to compete globally. The focus of the study includes education policies, curriculum, teaching methods, and student learning outcomes in both countries. This study uses a literature study method by reviewing various official documents, international reports, and related research results. The research steps begin with identifying the main indicators of the education system, comparative analysis of the structure and implementation of policies, to evaluating the impact on student learning outcomes. The results of the study show that Singapore is superior in the effectiveness of education policies, the implementation of a 21st century skills-based curriculum, and the consistency of learning outcomes at the international level. Meanwhile, Indonesia still faces challenges in equalizing the quality and innovation of learning. The main conclusion of this study emphasizes the importance of adopting best practices from Singapore, such as strengthening teacher training and curriculum reform, as strategic recommendations to strengthen Indonesia's national education system. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dan persamaan sistem pendidikan di Indonesia dan Singapura serta mengkaji implikasinya terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya reformasi pendidikan di Indonesia agar mampu bersaing secara global. Fokus kajian meliputi kebijakan pendidikan, kurikulum, metode pengajaran, serta hasil belajar siswa di kedua negara. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai dokumen resmi, laporan internasional, dan hasil penelitian terkait. Langkah penelitian dimulai dengan identifikasi indikator utama sistem pendidikan, analisis perbandingan struktur dan implementasi kebijakan, hingga evaluasi dampak terhadap capaian belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa Singapura lebih unggul dalam efektivitas kebijakan pendidikan, penerapan kurikulum berbasis keterampilan abad ke-21, serta konsistensi pencapaian hasil belajar pada tingkat internasional. Sementara itu, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pemerataan mutu dan inovasi pembelajaran. Simpulan utama penelitian ini menekankan pentingnya adopsi praktik terbaik dari Singapura, seperti penguatan pelatihan guru dan reformasi kurikulum, sebagai rekomendasi strategis untuk memperkuat sistem pendidikan nasional Indonesia.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK DAN KUALITAS JAHITAN BENANG MEREK X DAN Y PADA CELANA BERBAHAN KAIN TENUN Pradifta, Reski Alya; Hanafi, Andhi Sukma; Novianto, Wawan Dwi; Tuwarno, Tuti Purwanti; Kevasoka, Contardo Alfabian
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5409

Abstract

The textile industry requires high-kualitasnce sewing threads to ensure product quality, particularly in terms of seam tensile strength, which is a critical factor in garment applications. Standards such as SNI 8213:2016 and SNI ISO 13935-1:2012 serve as benchmarks for evaluating the quality of threads and seams. However, comprehensive comparative studies on the kualitasnce of specific thread brands remain limited. This study aims to evaluate the single thread and seam tensile strength of two brands of polyester 40/2 sewing threads, Brand X and Brand Y, using controlled standard parameters. The methods applied include thread count testing, elongation, single thread tensile strength (tenacity), and seam tensile strength in accordance with SNI 8213:2016 and SNI ISO 13935-1:2012. Seams were constructed on woven fabric using a lockstitch machine, Dbx1 85/13 needle, and 12 SPI. Data were analyzed using multiple linear regression to determine significant differences and correlations between thread brands. Results show that Brand X has a single thread tensile strength of 35.27 cN/tex, and Brand Y has 33.00 cN/tex, both meeting the minimum standard of 33 cN/tex. The seam tensile strength was 369.62 N for Brand X and 301.11 N for Brand Y, with a statistically significant difference based on regression analysis (? = 0.5049x - 178.77). This study confirms that Brand X outperforms Brand Y, particularly in seam tensile strength. The contribution of this research lies in its multidimensional approach to thread quality evaluation, offering valuable references for the textile industry in selecting appropriate sewing threads for specific applications. Further research is recommended to explore the effects of stitch parameter variations and environmental conditions on seam quality. ABSTRAKIndustri tekstil memerlukan benang jahit dengan kualitas tinggi untuk mendukung kualitas produk, khususnya dalam aspek kekuatan tarik jahitan yang menjadi faktor penting pada aplikasi pakaian. Standar SNI 8213:2016 dan SNI ISO 13935-1:2012 telah menjadi acuan dalam mengevaluasi mutu benang dan jahitan, namun penelitian terhadap kualitas merek benang tertentu dengan metode analisis komprehensif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan tarik helai dan jahitan dua merek benang poliester 40/2, yakni merek X dan Y, menggunakan parameter standar yang terkontrol. Metode yang digunakan mencakup pengujian nomor benang, elongasi, kekuatan tarik helai (tenacity), dan kekuatan tarik jahitan sesuai SNI 8213:2016 dan SNI ISO 13935-1:2012. Jahitan dibuat pada kain tenun menggunakan jenis mesin lockstitch, jarum Dbx1 85/13, dan SPI 12. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi hubungan dan perbedaan signifikan antara merek benang. Hasil menunjukkan bahwa benang X memiliki kekuatan tarik helai sebesar 35,27 cN/tex dan benang Y sebesar 33,00 cN/tex, yang keduanya memenuhi standar minimal 33 cN/tex. Kekuatan tarik jahitan menunjukkan nilai 369,62 N untuk benang X dan 301,11 N untuk benang Y, dengan perbedaan signifikan berdasarkan analisis regresi (? = 0,5049x - 178,77). Penelitian ini mengonfirmasi bahwa benang X memiliki kualitas unggul dibandingkan benang Y, khususnya dalam kekuatan tarik jahitan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penilaian mutu benang berdasarkan pendekatan multidimensi, memberikan referensi bagi industri tekstil dalam pemilihan benang yang sesuai untuk aplikasi spesifik. Penelitian lanjutan diusulkan untuk mengeksplorasi pengaruh variasi parameter jahitan dan kondisi lingkungan terhadap kualitas jahitan.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN DAM WAE ELA DI DESA NEGERI LIMA, KABUPATEN MALUKU TENGAH Ruman, Rifyan; Nanlohy, Willem D.
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5410

Abstract

This study aims to evaluate public perceptions of the existence of the Wae Ela Dam in Negeri Lima, Leihitu District, Central Maluku. The background of this study is based on the importance of understanding the attitudes and views of local communities towards strategic infrastructure development, especially dams that have a direct impact on daily life. The focus of the study was directed at assessing the benefits of the dam, such as irrigation, clean water provision, and tourism potential, as well as public concerns about the risk of disasters and environmental damage. Data collection was carried out through a closed questionnaire distributed to 50 local respondents, then analyzed descriptively quantitatively to obtain a general picture of public perception. The results showed that the majority of respondents gave a positive assessment of the benefits of the dam, although there were still concerns regarding the potential risks it posed. This finding indicates a supportive but vigilant public attitude. The main conclusion of this study recommends the need to improve dam management, socialize risks, and involve the community in the decision-making process in order to create sustainability and a sense of shared security. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap keberadaan Bendungan Wae Ela di Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pemahaman mengenai sikap dan pandangan masyarakat lokal terhadap pembangunan infrastruktur strategis, khususnya bendungan yang memiliki dampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Fokus penelitian diarahkan pada penilaian manfaat bendungan, seperti irigasi, penyediaan air bersih, dan potensi wisata, serta kekhawatiran masyarakat terhadap risiko bencana dan kerusakan lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada 50 responden lokal, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk memperoleh gambaran umum persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap manfaat bendungan, meskipun tetap terdapat kekhawatiran terkait potensi risiko yang ditimbulkan. Temuan ini mengindikasikan adanya sikap masyarakat yang mendukung namun tetap waspada. Simpulan utama penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan pengelolaan bendungan, sosialisasi mengenai risiko, serta pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan guna menciptakan keberlanjutan dan rasa aman bersama.
CLASSICAL SCHOLARS' OPINION ON POLYGAMY: A COMPARATIVE STUDY OF THE VIEWS OF THE SHAFI'I SCHOOL AND THE HAMBALI SCHOOL Marzuki, Marzuki
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5419

Abstract

ABSTRACT Polygamy is one of the interesting issues to study because it always raises pros and cons in society. Many say that polygamy is sunnah, but many disagree. In this regard, the purpose of this study is to examine polygamy from the opinion of the madhhab imams, namely the Shafi'i school and the Hambali school. This type of research is qualitative research, by reviewing the literature related to the research topic. The approach used is descriptive analytical.  This Research began by gathering references on the provisions of polygamy in Islam, such as books and journals. The research began with gathering references on the provisions of polygamy in Islam, such as books and journals. The sources were described to gain a deep understanding. Next, the data is reviewed and analyzed using the data reduction method, which simplifies the data to draw conclusions. In general, both schools of thought allow Muslims to practice polygamy as long as it is intended for worshiping Allah SWT, not for satisfying lustful desires. This study concludes that Imam Shafi'i and Hambali emphasized that monogamy is the main form of marriage, and polygamy is only allowed if the conditions of justice and benefit are met.  ABSTRAK Poligami merupakan salah satu masalah yang menarik untuk dikaji karena selalu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Banyak yang mengatakan bahwa poligami hukumnya sunah, namun banyak pula yang tidak sependapat. Terkait hal tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji poligami dari pendapat para imam madzhab, yaitu mazhab Syafi’i dan mazhab Hambali. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan mengkaji literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif analitis. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan referensi tentang ketentuan poligami dalam Islam, seperti buku-buku dan jurnal. Sumber-sumber tersebut dijabarkan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam. Selanjutnya, data dikaji dan dianalisis dengan metode reduksi data, yaitu menyederhanakan data untuk menarik kesimpulan. Secara umum, kedua mazhab tersebut memperbolehkan umat Islam untuk melakukan poligami asalkan ditujukan untuk beribadah kepada Allah SWT, bukan untuk memuaskan hawa nafsu. Kajian ini menyimpulkan bahwa Imam Syafi’i dan Hambali menegaskan bahwa monogami merupakan bentuk perkawinan yang utama, sedangkan poligami hanya diperbolehkan apabila memenuhi syarat-syarat keadilan dan kemaslahatan.
PENGARUH DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS ALAM TERHADAP KESEJAHTERAAN EMOSIONAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DENGAN GANGGUAN KECEMASAN Handayani, Dina; Harefa, Dyana Lestari; Arifah, Muethia; Sitorus, Nia Damai Putri Br; Tansliova, Lili
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5431

Abstract

This study aims to explore the impact of nature-based instructional design on the emotional well-being of children with special needs, particularly those experiencing anxiety disorders. Children with special needs and anxiety often face significant barriers in their learning process, where anxiety can hinder concentration, social interaction, and emotional balance. Therefore, an educational approach that not only focuses on cognitive aspects but also emphasizes the emotional health of students is crucial. Employing a descriptive qualitative approach with a case study method, this research was conducted at Sanggar Anak Alam (SALAM). Data were collected through observation, interviews, and documentation to comprehensively examine the students' behaviors and situations within the context of nature-based learning. The research subjects were selected using purposive sampling, involving students actively engaged in nature-based education at SALAM and educators with direct experience. The findings indicate that direct interaction with nature through multisensory learning and a pressure-free atmosphere significantly enhances the emotional well-being of children, such as self-confidence, emotional regulation, and social interaction. This learning approach serves not only as an educational method but also as a therapeutic intervention that calms and supports the holistic character development of the child. Observations and interviews reveal a reduction in anxiety symptoms among students and an increase in positive values such as empathy, responsibility, and independence. The open, flexible, and pressure-free learning environment has a positive psychological impact, aligning with the Biophilia Hypothesis, which emphasizes the human-nature connection for psychological well-being. The integration of nature-based learning approaches into Indonesia’s inclusive education system is highly recommended as an effective strategy to support the comprehensive development of children with special needs. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh desain pembelajaran berbasis alam terhadap kesejahteraan emosional anak berkebutuhan khusus, khususnya yang mengalami gangguan kecemasan. Anak-anak berkebutuhan khusus dengan gangguan kecemasan seringkali menghadapi hambatan signifikan dalam proses belajar mereka, di mana kecemasan dapat mengganggu konsentrasi, interaksi sosial, dan keseimbangan emosional. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga memperhatikan kesehatan emosional peserta didik menjadi sangat krusial. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, penelitian ini dilakukan di Sanggar Anak Alam (SALAM). Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali informasi secara menyeluruh mengenai situasi dan perilaku peserta didik dalam konteks pembelajaran berbasis alam. Subjek penelitian dipilih melalui purposive sampling, melibatkan peserta didik yang aktif dalam pembelajaran berbasis alam di SALAM dan pendidik yang memiliki pengalaman langsung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa interaksi langsung dengan lingkungan alam melalui pembelajaran multisensori dan atmosfer non-tekanan secara signifikan mampu meningkatkan aspek kesejahteraan emosional anak, seperti kepercayaan diri, regulasi emosi, dan interaksi sosial. Pembelajaran ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan, tetapi juga sebagai intervensi terapeutik yang menenangkan dan mendukung perkembangan karakter holistik anak. Hasil observasi dan wawancara mengindikasikan penurunan gejala kecemasan pada peserta didik serta peningkatan nilai-nilai positif seperti empati, tanggung jawab, dan kemandirian. Lingkungan belajar yang terbuka, fleksibel, dan bebas dari tekanan akademik memberikan dampak psikologis yang positif, sejalan dengan Hipotesis Biofilia yang menekankan koneksi manusia dengan alam untuk kesejahteraan psikologis. Integrasi pendekatan pembelajaran berbasis alam ke dalam sistem pendidikan inklusif di Indonesia sangat direkomendasikan sebagai strategi efektif untuk mendukung perkembangan menyeluruh anak berkebutuhan khusus.
PERAN ANGGOTA LEGISLATIF PEREMPUAN DI DPRD KABUPATEN BONE BOLANGO PERIODE 2019-2024 Zulkarnain, Moh.; Mahmud, Ramli; Hamid, Saleh Al
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5454

Abstract

This study aimed to examine the role of female legislative members in promoting gender-responsive budgeting as well as the factors that influence their participation in the functions of legislation, oversight, and budgeting The method used was qualitative with a descriptive approach, involving in-depth interviews and observations at the DPRD of Bone Bolango Regency. The results of the study show that although their number is small, female legislative members actively strive to advocate for the interests of women and vulnerable groups through various strategies, such as building alliances, conducting advocacy in official forums, and utilizing existing political opportunities. These findings highlight the importance of strengthening support and empowerment for women to solidify their roles in inclusive and gender-perspective legislative and budgeting processes. The representation of women in the DPRD of Bone Bolango Regency remains very limited and faces various structural challenges, such as male political dominance and gender stereotypes Nevertheless, female legislative members continue to play an active role in encouraging the development of gender-responsive budgeting through various strategies, including alliance-building and advocacy in official forums. This study emphasizes the importance of enhancing support and empowerment for women so that their roles in legislation, oversight, and budgeting can be more optimal, resulting in more inclusive and gender-sensitive regional policies. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji peran anggota legislatif perempuan dalam mendorong anggaran yang responsif gender serta faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi mereka dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan wawancara mendalam dan observasi di DPRD Kabupaten Bone Bolango. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jumlahnya sedikit, anggota legislatif perempuan berupaya aktif memperjuangkan kepentingan perempuan dan kelompok rentan melalui berbagai strategi, seperti membangun aliansi, melakukan advokasi di forum resmi, dan memanfaatkan peluang politik yang ada. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan dukungan dan pemberdayaan perempuan untuk memperkuat peran mereka dalam proses legislasi dan penganggaran daerah yang inklusif dan berperspektif gender. Keterwakilan perempuan di DPRD Kabupaten Bone Bolango masih sangat terbatas dan menghadapi berbagai tantangan struktural, seperti dominasi politik laki-laki dan stereotip gender. Meski demikian, anggota legislatif perempuan tetap aktif berperan dalam mendorong penyusunan anggaran yang responsif gender dengan berbagai strategi, termasuk membangun aliansi dan melakukan advokasi di forum resmi. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan dukungan dan pemberdayaan perempuan agar peran mereka dalam legislasi, inklusif dan berperspektif gender.
PENYALAHGUNAAN MINUMAN KERAS DI KALANGAN REMAJA DESA SOGUO KECAMATAN BOLAANG UKI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Manopo, Sri Yolanda; Mahmud, Ramli; Mozin, Nopiana
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5513

Abstract

This study aims to describe the behavior of adolescents involved in alcohol abuse and identify the factors that influence such behavior in Soguo Village, Bolaang Uki District, South Bolaang Mongondow Regency. The abuse of alcoholic beverages, especially Cap Tikus, which contains a high level of alcohol, has become a concerning social phenomenon due to its impact on adolescent behavior, such as stealing, engaging in fights, and losing emotional control. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with the village head and sixteen adolescents who were identified as alcohol consumers, along with documentation from relevant sources. The findings reveal that several factors drive adolescents to consume alcohol, including curiosity (individual factors), poor communication with parents, peer pressure, and easy access to alcoholic beverages in the village. These findings highlight the urgent need for collaborative prevention efforts involving families, communities, and local governments through education, supervision, and regulation enforcement. Such integrated approaches are essential to reduce deviant behavior among adolescents and create a healthier social environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku remaja yang terlibat dalam penyalahgunaan minuman keras serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut di Desa Soguo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Penyalahgunaan minuman keras, khususnya Cap Tikus yang memiliki kadar alkohol tinggi, menjadi fenomena sosial yang memprihatinkan karena berdampak pada perubahan perilaku remaja, seperti mencuri, terlibat perkelahian, dan kehilangan kontrol emosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala desa dan enam belas remaja yang diketahui mengonsumsi minuman keras, serta dokumentasi dari sumber-sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendorong penyalahgunaan minuman keras meliputi rasa ingin tahu (faktor individu), komunikasi yang buruk dengan orang tua, pengaruh teman sebaya, serta mudahnya akses terhadap minuman keras di lingkungan desa. Temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah desa dalam melakukan pencegahan melalui edukasi, pengawasan, dan penegakan aturan. Upaya kolaboratif tersebut menjadi kunci untuk mengurangi perilaku menyimpang di kalangan remaja.
LITERASI DIGITAL SEBAGAI PENDIDIKAN NILAI DALAM KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL STUDI KASUS PELANGGARAN PRIVASI H, Haeriani; A, Hermila; Nadifa, Ulfatun
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5526

Abstract

This study examines privacy violations on social media and the role of digital literacy as a value-based education in shaping ethical communication in the digital age. The research employs a qualitative approach using a case study method combined with literature review. It identifies low awareness of privacy and digital ethics as the main causes of the rampant privacy violations. Furthermore, challenges in the implementation of data protection regulations in Indonesia exacerbate the situation. This study highlights the limitations of current digital literacy, which tends to focus on technical aspects without integrating ethical values and social responsibility. The study proposes a value-based digital literacy strategy that combines formal education, community-based learning, collaboration with influencers, and the development of privacy-protecting technologies. The findings emphasize that a holistic digital literacy approach is crucial for creating a safe, healthy, and ethical digital ecosystem, thereby minimizing privacy violations and fostering a culture of responsible digital communication. The practical implications of this study are significant for policymakers, educators, and technology developers in raising awareness and enhancing privacy protection in Indonesia's digital society. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pelanggaran privasi di media sosial serta peran literasi digital sebagai pendidikan nilai dalam membentuk komunikasi yang etis di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dikombinasikan dengan studi literatur. Penelitian ini mengidentifikasi rendahnya kesadaran privasi dan etika digital sebagai penyebab utama maraknya pelanggaran privasi. Selain itu, kendala implementasi regulasi perlindungan data di Indonesia turut memperburuk kondisi tersebut. Studi ini menyoroti keterbatasan literasi digital yang selama ini lebih fokus pada aspek teknis tanpa mengintegrasikan nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini mengusulkan strategi literasi digital berbasis nilai yang menggabungkan pendidikan formal, pembelajaran berbasis komunitas, kolaborasi dengan influencer, dan pengembangan teknologi privasi. Hasil penelitian menegaskan bahwa literasi digital yang holistik sangat penting untuk menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan beretika, sehingga pelanggaran privasi dapat diminimalisir dan budaya komunikasi digital yang bertanggung jawab dapat terbentuk. Implikasi praktis penelitian ini penting bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan pengembang teknologi dalam meningkatkan kesadaran dan perlindungan privasi di masyarakat digital Indonesia.
EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN DI DINAS PUPR KOTA GORONTALO Kasuma, Moh. Randi S.; Djafar, Lucyane; Mozin, Nopiana
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5590

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of public services in the issuance of Building Permits (IMB) by the Department of Public Works and Public Housing (PUPR) over the past two years. Although service digitization and innovations have been implemented, several challenges remain, including complex bureaucracy, delays, limited public participation, and low transparency This evaluation is crucial for identifying barriers, assessing current policies, and offering recommendations to improve IMB service quality, making it more efficient, transparent, and responsive to public needs. The study employed a qualitative method with a descriptive approach. The findings indicate that the effectiveness of IMB services at the PUPR Department of Gorontalo City is still suboptimal. Despite efforts to enhance digitalization and service capacity, issues such as processing delays, inconsistent information, low responsiveness to public complaints, and limited use of technology persist. Key factors influencing service effectiveness include uneven human resource competencies, weak interdepartmental coordination, inadequate infrastructure, and insufficient public understanding of the digital licensing system. To improve reliability, responsiveness, and public trust in IMB services, internal organizational reforms, human resource development, and more adaptive and participatory use of technology are necessary. Overall, IMB services at the PUPR Department of Gorontalo City have not yet reached full effectiveness due to persistent obstacles, particularly in timeliness, responsiveness, and techno gical utilization. These challenges are primarily rooted in the quality of human resources, underdeveloped service systems, and a lack of digital outreach. Thus, strengthening internal capacity, refining service systems, and optimizing technology use are essential steps toward delivering faster, more transparent, and more reliable public services. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) oleh Kementerian PUPR dalam dua tahun terakhir. Meski telah dilakukan digitalisasi dan inovasi pelayanan, masih terdapat berbagai kendala seperti birokrasi yang rumit, keterlambatan, minimnya partisipasi masyarakat, dan rendahnya transparansi. Evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi hambatan, menilai kebijakan yang diterapkan, serta memberikan rekomendasi guna meningkatkan kualitas pelayanan IMB yang lebih efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pendekatan penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan metode kualitatif dan di sajikan dalam bentuk diskkriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Dinas PUPR Kota Gorontalo masih belum optimal. Meskipun terdapat upaya digitalisasi dan peningkatan kapasitas pelayanan, masih ditemukan berbagai kendala seperti keterlambatan proses, inkonsistensi informasi, rendahnya responsivitas terhadap keluhan masyarakat, dan keterbatasan pemanfaatan teknologi. Faktor-faktor utama yang memengaruhi efektivitas pelayanan meliputi sumber daya manusia yang belum merata kompetensinya, koordinasi antarbidang yang kurang optimal, keterbatasan sarana prasarana, serta kurangnya pemahaman masyarakat terhadap sistem digital perizinan. Untuk meningkatkan keandalan, ketanggapan, dan keyakinan publik terhadap pelayanan IMB, diperlukan pembenahan internal organisasi, penguatan SDM, serta pemanfaatan teknologi secara lebih adaptif dan partisipatif. Pelayanan IMB oleh Dinas PUPR Kota Gorontalo belum sepenuhnya efektif karena masih menghadapi berbagai hambatan, seperti keterlambatan proses, kurangnya responsivitas, dan keterbatasan pemanfaatan teknologi. Faktor-faktor seperti kualitas sumber daya manusia, sistem pelayanan yang belum optimal, serta minimnya sosialisasi digital menjadi penyebab utama. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas internal, perbaikan sistem layanan, dan penguatan pemanfaatan teknologi untuk mewujudkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan terpercaya.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU ETIS MAHASISWA AKUNTANSI Sari, Desi Kurnia; Nasihin, Alya Putri; Abidarda, Dimas; Alfajri , Muhammad Ragil; Aulia, Alya Tri; Indah, Laura; Lisdayanti, Novi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5592

Abstract

This study aims to identify the factors influencing the ethical behavior of accounting students at Universitas Pelita Bangsa. In the accounting profession, ethics play a vital role in maintaining integrity and public trust in financial reporting. Therefore, the understanding and internalization of ethical principles must be instilled during higher education. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews involving seven final-year students of the accounting study program. The interview guidelines were developed based on the five ethical principles outlined by the International Ethics Standards Board for Accountants (IESBA), namely integrity, objectivity, professional competence and due care, confidentiality, and professional behavior. The findings reveal that students’ understanding of ethical codes, the influence of the academic environment, personal moral values, and learning experiences, including the role of lecturers and curriculum, are key factors shaping ethical behavior. These findings are expected to provide valuable input for higher education institutions in designing more effective and contextual ethics education strategies within accounting programs. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku etis mahasiswa akuntansi di Universitas Pelita Bangsa. Dalam dunia profesi akuntansi, etika memiliki peran krusial dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap laporan keuangan. Oleh karena itu, pemahaman dan internalisasi prinsip-prinsip etika perlu ditanamkan sejak mahasiswa menempuh pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang merupakan mahasiswa tingkat akhir program studi akuntansi. Panduan wawancara disusun berdasarkan lima prinsip etika profesi menurut International Ethics Standards Board for Accountants (IESBA), yaitu integritas, objektivitas, kompetensi profesional dan kehati-hatian, kerahasiaan, serta perilaku profesional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap kode etik, pengaruh lingkungan akademik, nilai moral pribadi, serta pengalaman belajar, termasuk peran dosen dan kurikulum, merupakan faktor utama yang membentuk perilaku etis mahasiswa. Temuan ini diharapkan menjadi masukan penting bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang strategi pembelajaran etika yang lebih efektif dan kontekstual dalam pendidikan akuntansi.