cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 259 Documents
ANALISIS DIGITALISASI HASIL RADIOGRAF BERUPA QR CODE DI INSTALASI RADIOLOGI RSI SITI AISYAH MADIUN Anis, Aufa Fathi; Mahanani, Ayu; Liscyaningsih, Ike Ade Nur
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.7067

Abstract

This research is motivated by the demands of digital transformation in radiology services, which encourages the use of new technologies for efficient distribution of examination results, one of which is through the Quick Response (QR) Code system. The potential advantages and disadvantages in implementing this technology encourage the need for field evaluation. Therefore, this study focuses on analyzing the implementation of the QR Code system in delivering digital radiograph results at RSI Siti Aisyah Madiun, and evaluating its advantages and disadvantages from the perspective of radiographers and patients. This study used a descriptive qualitative method, with data collection through observation, documentation, and semi-structured interviews with three radiographers and nine patients of various age groups. The main findings indicate that the implementation of the QR Code system successfully improved workflow efficiency, accelerated distribution of results without relying on printed films, and facilitated patient access. However, this system has disadvantages, namely the image quality in PDF format is not as optimal as DICOM for diagnostic purposes, difficulty in accessing it for elderly patients, and the potential for medical data security risks. It was concluded that the QR Code system proved practical and efficient, but requires improvements in terms of image quality, patient education, and strengthening data security aspects. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan transformasi digital dalam layanan radiologi yang mendorong pemanfaatan teknologi baru untuk efisiensi distribusi hasil pemeriksaan, salah satunya melalui sistem Quick Response (QR) Code. Adanya potensi kelebihan dan kekurangan dalam implementasi teknologi ini mendorong perlunya evaluasi di lapangan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis implementasi sistem QR Code dalam penyampaian hasil radiograf digital di RSI Siti Aisyah Madiun, serta mengevaluasi kelebihan dan kekurangannya dari perspektif radiografer dan pasien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur terhadap tiga radiografer dan sembilan pasien dari berbagai kelompok usia. Temuan utama menunjukkan bahwa implementasi sistem QR Code berhasil meningkatkan efisiensi alur kerja, mempercepat distribusi hasil tanpa ketergantungan film cetak, dan memudahkan akses bagi pasien. Namun, sistem ini memiliki kekurangan, yaitu kualitas citra dalam format PDF yang tidak seoptimal DICOM untuk keperluan diagnostik, kesulitan akses yang dialami pasien lanjut usia, serta adanya potensi risiko keamanan data medis. Disimpulkan bahwa sistem QR Code terbukti praktis dan efisien, namun memerlukan penyempurnaan dalam hal kualitas citra, edukasi pasien, dan penguatan aspek keamanan data.
ANALISIS PRODUKSI KAKAO DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA : TREN HISTORIS DAN PERAMALAN DERET WAKTU Alfiyan, Arif Nur; Rahman, Gusti Arvyana
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.7071

Abstract

Cocoa is one of Indonesia’s leading plantation commodities, playing a vital role in the economy and in supporting smallholder farmers’ livelihoods. Southeast Sulawesi Province is among the country’s main cocoa-producing regions, contributing substantially to the national output. However, statistical data indicate a declining production trend in recent years, which may threaten the sustainability of the regional cocoa industry. This study aims to analyze the production patterns of cocoa in Southeast Sulawesi Province, identify their direction of change, and forecast future production using time series approaches. Data were obtained from the Indonesian Central Bureau of Statistics (BPS) and include production (tons), harvested area (ha), and productivity (kg/ha). Descriptive analysis was first performed to observe patterns and tendencies, followed by time-series modeling using ARIMA and Holt-Winters exponential smoothing. Model performance was evaluated using accuracy metrics such as Mean Absolute Percentage Error (MAPE) and Root Mean Square Error (RMSE). Results indicate a statistically significant declining trend in cocoa production, in line with shrinking harvested area, while productivity shows slight recent improvement. The additive Holt-Winters model achieved the best forecasting accuracy (MAPE 2.2%), projecting a continued production decline over the next three years. These findings emphasize the need for productivity improvement and farm rehabilitation efforts to maintain cocoa supply stability in Southeast Sulawesi Province. ABSTRAKKakao merupakan salah satu komoditas unggulan subsektor perkebunan di Indonesia yang berperan penting dalam perekonomian dan kesejahteraan petani. Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu sentra utama penghasil kakao nasional dengan kontribusi signifikan terhadap total produksi Indonesia. Namun, data statistik menunjukkan tren penurunan produksi dalam beberapa tahun terakhir, yang dapat berdampak terhadap keberlanjutan industri kakao daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola produksi kakao Provinsi Sulawesi Tenggara, mengidentifikasi arah perubahannya, dan meramalkan produksi untuk beberapa tahun mendatang menggunakan pendekatan deret waktu. Data yang digunakan berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan mencakup variabel produksi (ton), luas panen (ha), dan produktivitas (kg/ha). Analisis dilakukan secara deskriptif untuk melihat pola dan kecenderungan, dilanjutkan dengan pemodelan deret waktu menggunakan metode ARIMA dan Holt-Winters. Model dibandingkan berdasarkan kriteria akurasi seperti Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi kakao mengalami tren menurun yang signifikan sejalan dengan penyusutan luas panen, sementara produktivitas menunjukkan sedikit perbaikan pada tahun-tahun terakhir. Model Holt-Winters aditif memberikan hasil peramalan paling akurat (MAPE 2,2%), dengan proyeksi penurunan produksi berlanjut hingga tiga tahun ke depan. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya peningkatan produktivitas dan rehabilitasi kebun untuk menjaga stabilitas pasokan kakao di Provinsi Sulawesi Tenggara.
TINJAUAN ARTIKEL: PEMASANGAN DENTAL IMPAN SETELAH ELEVASI LANTAI SINUS DENGAN TEKNIK OSTEOTOMI Halim, Susanna; Muharraran, Firdha; Aulia, Dinda Rizky; Kartika, Disya Citta; Selvina, Weni
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.4784

Abstract

Dental implant is considered the optimal rehabilitation option for tooth loss, a prevalent issue in Indonesia that can impair oral function. However, it presents technical challenges, particularly in the posterior maxilla where bone volume is limited. This study constitutes a literature review conducted using Google Scholar and Science Direct databases, spanning the years 2000–2024, with the keywords "dental implant", "osteotome technique", "sinus floor elevation", and "case report". The selection process prioritized relevance, scientific rigor, and contribution to the field of study. Two case reports indicate the effectiveness of the osteotome technique in augmenting bone volume and facilitating implant placement in the posterior maxilla. This technique is minimally invasive and expedites the rehabilitation process. Sinus floor elevation using the osteotome technique offers a simpler alternative to conventional procedures, associated with a lower risk of complications. Nevertheless, this technique necessitates operator proficiency and is suitable primarily for cases of mild to moderate bone defects. In conclusion, dental implant placement utilizing the osteotome technique following sinus floor elevation demonstrates efficacy for the rehabilitation of posterior maxillary teeth, contingent upon the consideration of anatomical, aesthetic, economic, and patient preference factors. ABSTRAKKehilangan gigi menjadi masalah umum di Indonesia dan dapat mengganggu fungsi oral. Dental implant merupakan pilihan rehabilitasi terbaik, meskipun memiliki tantangan teknis, khususnya di area posterior maksila dengan volume tulang terbatas. Studi ini merupakan tinjauan literatur menggunakan Google Scholar dan Science Direct pada tahun 2000–2024 dengan kata kunci "dental implant", "osteotome technique", "sinus floor elevation", dan "case report". Seleksi dilakukan berdasarkan relevansi, kualitas ilmiah, dan kontribusi terhadap bidang studi. Dua laporan kasus menunjukkan bahwa teknik osteotomi efektif untuk meningkatkan volume tulang dan memfasilitasi pemasangan implan pada posterior maksila. Teknik ini minimal invasif dan mempercepat proses rehabilitasi. Elevasi sinus dengan osteotomi menjadi alternatif prosedur yang lebih sederhana dibandingkan teknik konvensional, dengan risiko komplikasi yang lebih rendah. Namun, teknik ini memerlukan keterampilan operator dan hanya cocok untuk kasus defek ringan hingga sedang. Dental implant dengan teknik osteotomi setelah elevasi lantai sinus terbukti efektif untuk rehabilitasi gigi posterior maksila, dengan mempertimbangkan faktor anatomi, estetika, ekonomi, dan preferensi pasien.
ARTICLE REVIEW “A CASE REPORT OF BLACK HAIRY TONGUE (MELANOTRICHIA LINGUAE OR LINGUA PILOSA NIGRA)” Yap, Ivana; Chuan, How Kim; Halim, Susanna
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.4786

Abstract

Black hairy tongue (BHT) is a benign but alarming oral condition characterized by hypertrophy and elongation of the filiform papillae, resulting in a black or brown discoloration of the tongue. This case report presents a 64-year-old male who developed BHT after a 10-day course of ceftriaxone and pantoprazole therapy. The patient had no history of smoking, poor oral hygiene, or systemic disease. Clinical observation revealed black discoloration on the dorsal tongue surface. The temporal association between drug administration and lesion onset, along with improvement after medication discontinuation and oral hygiene reinforcement, suggests a drug-induced etiology. The patient's condition improved following the cessation of pantoprazole and substitution of ceftriaxone with trimethoprim-sulfamethoxazole. Literature review indicates that antibiotics, especially beta-lactams, and proton pump inhibitors may play a role in the pathogenesis of BHT by altering oral microbial flora and inhibiting keratin desquamation. This case highlights the importance of clinician awareness regarding rare adverse drug reactions such as BHT. Prompt identification and management, including discontinuation of offending agents and improvement of oral hygiene, are essential for resolution and prevention of unnecessary diagnostic procedures.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI Fauzia, Nailah; Pulukadang, Wiwy T.; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rusmin; Husain, Rustam I.
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.4809

Abstract

This study aims to improve the poetry writing skills of fourth-grade students at SDN 37 Hulonthalangi, Gorontalo City, through the use of picture media. The research method employed was classroom action research (CAR) involving 15 students as subjects. Data collection techniques included observation, documentation, and student writing skill tests. In the initial observation, only 3 students (20%) demonstrated the ability to write poetry effectively. Following the implementation of actions during Cycle I, the number of students capable of writing poetry increased to 6 students (40%) in the first meeting and 9 students (60%) in the second meeting. In Cycle II, the students' poetry writing skills continued to improve, with 11 students (74%) achieving proficiency in the first meeting and significantly rising to 13 students (87%) in the second meeting. The results of this study indicate that the use of picture media effectively enhances the poetry writing skills of fourth-grade students at SDN 37 Hulonthalangi, Gorontalo City. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas IV SDN 37 Hulonthalangi Kota Gorontalo melalui penggunaan media gambar. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek sebanyak 15 siswa. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi observasi, dokumentasi, dan tes kemampuan menulis siswa. Pada observasi awal, hanya 3 siswa (20%) yang mampu menulis puisi dengan baik. Setelah penerapan tindakan pada siklus I pertemuan 1, jumlah siswa yang mampu menulis puisi meningkat menjadi 6 orang (40%), dan pada pertemuan 2 bertambah menjadi 9 orang (60%). Pada siklus II, kemampuan menulis puisi siswa terus menunjukkan perkembangan, yakni 11 siswa (74%) pada pertemuan 1, dan meningkat signifikan menjadi 13 siswa (87%) pada pertemuan 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media gambar secara efektif dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas IV di SDN 37 Hulonthalangi Kota Gorontalo.
KEDISIPLINAN GURU DALAM MENGAJAR MEMBAWA DAMPAK POSITIF BAGI TUMBUH KEMBANG PESERTA DIDIK Susanto, Deni
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.4810

Abstract

This study aims to comprehensively describe the impact of teacher discipline in teaching on student growth and development, encompassing cognitive, affective, and psychomotor aspects. Employing a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation and interviews at SMP Negeri 3 Kampak, Trenggalek Regency, this research involved teachers and students as subjects. The findings revealed a significant increase in the level of student growth and development following the implementation of a teacher discipline enhancement program. The level of student growth and development rose from 77.68% to 84.58%, as reflected in improvements across cognitive indicators (average scores, critical thinking skills, problem-solving abilities), affective indicators (responsibility, learning motivation, self-discipline), and psychomotor indicators (practical/work skills, punctuality in task completion). These findings indicate that teacher discipline creates a conducive learning environment, provides a positive role model, and effectively facilitates the holistic development of students. This research underscores the importance of teacher discipline as a crucial element in improving the quality of education and student growth and development. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dampak kedisiplinan guru dalam mengajar terhadap tumbuh kembang peserta didik secara komprehensif, meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara di SMP Negeri 3 Kampak Kabupaten Trenggalek, penelitian ini melibatkan guru dan peserta didik sebagai subjek. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat tumbuh kembang peserta didik setelah implementasi program peningkatan kedisiplinan guru. Tingkat tumbuh kembang peserta didik meningkat dari 77,68% menjadi 84,58%, yang tercermin dalam peningkatan pada indikator kognitif (rata-rata nilai, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah), afektif (tanggung jawab, motivasi belajar, kedisiplinan diri), dan psikomotorik (keterampilan praktik/kerja, ketepatan waktu penyelesaian tugas). Temuan ini mengindikasikan bahwa kedisiplinan guru menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menjadi teladan positif, dan secara efektif memfasilitasi perkembangan holistik peserta didik. Penelitian ini menegaskan pentingnya kedisiplinan guru sebagai elemen krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan tumbuh kembang peserta didik.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM BANTUAN MODAL USAHA DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Damiti, Sudarman M.; Djaafar, Lucyane; Lukum, Roni
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.4824

Abstract

This research was motivated by the importance of the village government's role in community empowerment by implementing a business capital assistance program policy in Tulo'a Village, Bone Bolango Regency. The study employed a descriptive qualitative approach, with the research conducted in Tulo'a Village. Data were collected through observation, in-depth interviews with village officials and aid recipients, and documentation. The research focused on the stages of policy implementation, the obstacles encountered, and the program's effectiveness in empowering the community. The findings indicate that the program implementation was designed through participatory village deliberations and addressed key aspects such as recipient criteria, budget allocation, and technical execution. However, the program's effectiveness is still hindered by several factors, including the lack of mentoring and training for recipients and the limited human resources within the village administration. Additionally, some community members are still unable to manage the business assistance sustainably, which affects the optimal outcomes of the empowerment efforts. Thus, although the program has been administratively implemented properly, its success in empowering the community has not been fully achieved. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat melalui implementasi kebijakan program bantuan modal usaha di Desa Tulo’a, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Desa Tulo’a. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan aparat desa dan penerima bantuan, serta dokumentasi. Fokus penelitian mencakup tahapan implementasi kebijakan, hambatan yang dihadapi, dan efektivitas program dalam pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program telah dirancang melalui musyawarah desa yang partisipatif dan menyentuh aspek penting seperti kriteria penerima, alokasi anggaran, dan pelaksanaan teknis. Namun, efektivitas program masih terhambat oleh beberapa faktor, seperti tidak adanya pendampingan dan pelatihan bagi penerima, serta keterbatasan sumber daya manusia di pemerintahan desa. Selain itu, sebagian masyarakat belum mampu mengelola bantuan usaha secara berkelanjutan sehingga berdampak pada tidak optimalnya hasil pemberdayaan. Maka meskipun secara administratif program telah diimplementasikan dengan baik, namun keberhasilan program dalam memberdayakan masyarakat belum sepenuhnya tercapai.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Hijayah, Nur; Pulukadang, Wiwy T.; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rusmin; Katili, Sukri
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.4826

Abstract

The problem presented in this study is “Can the Problem-Based Learning (PBL) model improve the speaking skills of fifth-grade students at SDN No. 37 Hulonthalangi, Gorontalo City?" This study aims to improve the speaking skills of fifth-grade students at SDN No. 37 Hulonthalangi, Gorontalo City by implementing the Problem-Based Learning (PBL) model, employing a Classroom Action Research (CAR) design. The method used in this study was classroom action research. The study findings were obtained after implementing two cycles of action. In the initial stage, 22 out of 27 students (78%) demonstrated limited speaking abilities. Improvements were observed following two sessions in Cycle 1 and one session in Cycle II. In the first meeting of Cycle 1, 7 students (26%) showed improvement in their speaking skills. In the second meeting of Cycle I, this increased to 14 students (52%). By Cycle II, 23 students (85%) exhibited proficient speaking skills. Based on these findings, it can be concluded that implementing the Problem-Based Learning (PBL) model significantly improved the speaking skills of fifth-grade students at SDN 37 Hulonthalangi, Gorontalo City. ABSTRAKMasalah yang disajikan dalam penelitian ini adalah “apakah Model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas V di SDN No. 37 Hulonthalangi Kota Gorontalo?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa melaluai Model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas V di SDN No. 37 Hulonthalangi Kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian dapat dilihat setelah dilakukan tindakan siklus I dan II dari 27 siswa terdapat 21 siswa (78%) masih kurang mampu dalam kemampuan berbicara. Peningkatan dibuktikan dengan hasil pelaksanaan tindakan kelas siklus I sebanyak dua kali pertemuan dan siklus II satu kali pertemuan. Pertemuan pertama pada siklus I capaian 27siswa kemampuan berbicara memperoleh (26%) atau 7 orang siswa yang meningkat. Siklus I pertemuan II kemampuan berbicara siswa memperoleh (52%) atau 14 orang siswa meningkat. Pada siklus II mengalami peningkatan kemampuan berbicara siswa meningkat menjadi (85%) atau 23 siswa sudah mampu dalam kemampuan berbicara. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui model Problem Based Learning (PBL) kemampuan berbicara siswa di kelas V SDN 37 Hulonthalangi Kota Gorontalo meningkat.
PENERAPAN GAMIFIKASI DAN VISUALISASI DATA UNTUK MONITORING KINERJA PERSONIL DI PT SURVEYOR INDONESIA Sany, Ezrifal; Simorangkir, Lucy; Fadhli, Muhamad Royhan
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.4841

Abstract

PT Surveyor Indonesia (Persero) faces challenges in managing personnel performance data, particularly in the Jambi region, due to suboptimal monitoring practices that hinder effective and timely strategic decision-making. This study aims to develop a gamified web-based application that delivers structured, interactive, and motivational performance data visualization. The research employs a Research and Development (R&D) method with a descriptive qualitative approach, encompassing need analysis through interviews and document reviews, user interface design using Figma, system implementation with Laravel, Tailwind CSS, JavaScript, and Alpine.js, and system testing within PT Surveyor Indonesia’s Jambi office. The developed application successfully integrates gamification elements such as Achievements Level/Badges and Squad Profile, alongside talent and activity management features based on performance data. The interactive visualization system, realized through dashboards, points, and level mechanisms, provides transparency and positive feedback to users. Evaluation of usability, data visualization effectiveness, and the motivational impact of gamification elements revealed positive responses from internal users. The main conclusion of this study is that implementing gamification in a web-based performance information system not only enhances employee engagement and motivation but also supports a more adaptive and sustainable digital transformation in human resource management. ABSTRAKPT Surveyor Indonesia (Persero) menghadapi tantangan dalam pengelolaan data kinerja personil, khususnya di wilayah Jambi, akibat praktik monitoring yang belum optimal dan berdampak pada efektivitas pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi web berbasis gamifikasi yang mampu menyajikan visualisasi data kinerja secara interaktif, terstruktur, dan memotivasi. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mencakup tahap analisis kebutuhan melalui wawancara dan studi dokumen, perancangan antarmuka menggunakan Figma, implementasi dengan Laravel, Tailwind CSS, JavaScript, serta Alpine.js, dan pengujian sistem pada lingkungan kerja PT Surveyor Indonesia wilayah Jambi. Hasil implementasi menunjukkan bahwa aplikasi berhasil mengintegrasikan elemen gamifikasi berupa Achievements Level/Badges dan Squad Profile serta fitur manajemen talenta dan aktivitas berbasis data. Sistem visualisasi interaktif yang dibangun melalui dashboard, poin, dan level, memberikan transparansi dan umpan balik positif bagi pengguna. Evaluasi terhadap kemudahan penggunaan, efektivitas visualisasi, dan pengaruh elemen gamifikasi menunjukkan respons positif dari pengguna internal. Simpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa penerapan gamifikasi yang tepat dalam sistem informasi kinerja berbasis web tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan motivasi karyawan, tetapi juga mendukung transformasi digital dalam pengelolaan sumber daya manusia secara lebih adaptif dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN IPAS Aprianti, Wa Ode Novi; Abdullah, Gamar; Kudus , Kudus; Saleh, Meylan; Isnanto, Isnanto
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i1.4843

Abstract

This study aims to describe the planning and implementation of differentiated learning in Natural and Social Sciences (IPAS) at State Elementary School No. 61 East Kota, Gorontalo City. This research uses a descriptive approach with quantitative methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation, including learning planning documents (teaching modules) and primary data from observation sheets and interview guides. The results showed that differentiated learning has been implemented in the planning and implementation of IPAS learning. In the planning, the integration of differentiated learning reached 87.5% in the teaching module components, 75% in the learning steps, and 83.3% in the attachments to the teaching module instruments. In the implementation, teachers have applied differentiation of content, process, and product, with an average score of 80.5%. However, there are several aspects that still need to be optimized, such as the variation of student learning products. Overall, differentiated learning has the potential to improve the quality of IPAS learning by accommodating student diversity. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah Dasar Negeri No. 61 Kota Timur, Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang meliputi dokumen perencanaan pembelajaran (modul ajar) serta data primer dari lembar observasi dan panduan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah diimplementasikan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran IPAS. Dalam perencanaan, integrasi pendekatan berdiferensiasi mencapai 87,5% pada komponen modul ajar, 75% pada langkah-langkah pembelajaran, dan 83,3% pada lampiran instrumen modul ajar. Dalam pelaksanaan, guru telah menerapkan diferensiasi konten, proses, dan produk, dengan rata-rata skor 80,5%. Namun, terdapat beberapa aspek yang masih perlu dioptimalkan, seperti variasi produk hasil belajar siswa. Secara keseluruhan, pembelajaran berdiferensiasi berpotensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS dengan mengakomodasi keragaman siswa.