cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@gmail.com
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
mauriduna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157 Sukabumi, Indonesia
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Mauriduna : Journal of Islamic studies
ISSN : -     EISSN : 27970876     DOI : 10.37274
Core Subject : Religion, Education,
Mauriduna merupakan Jurnal Kajian Islam yang terbit dua kali dalam setahun, publikasi ilmiah ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Bahasa Arab Ar-Raayah (STIBA) Sukabumi. Jurnal ini berfokus pada kajian Islam, berupa Hasil Penelitian, Ide, Teori, Metode dan Masalah Aktual lainnya yang Berkaitan dengan kajian Islam. Jurnal ini secara terbuka menerima kontribusi para ahli untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Mauriduna Jurnal Ilmu Islam mempunyai fokus dalam kajian ilmu Islam, dengan scope sebagai berikut : Teologi Islam, Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Filsafat dan pemikiran Islam, Hadis, Fiqh, Ilmu Dakwah, Bahasa dan sastra sangat disambut baik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 220 Documents
Berkomunikasi Secara Efektif dan Membangun Hubungan yang Sehat di SMK Negeri 1 Kaliwungu Al Choiri, Fajar Wais; Novita Ramadhani, Fadilah Ayu; Elfary, Ferdian; Ananda Saputri, Fattikha Rizqi; Yuniar Krismonita, Fanie
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1371

Abstract

Pentingnya komunikasi efektif dalam membangun hubungan yang sehat di SMK Negeri 1 Kaliwungu. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menggali secara mendalam fenomena komunikasi di lingkungan sekolah, khususnya dalam konteks pembentukan hubungan yang sehat antara guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dalam gaya komunikasi, latar belakang budaya, dan persepsi seringkali menjadi penghalang dalam komunikasi yang efektif. Jurnal ini mengidentifikasi bahwa komunikasi yang efektif membutuhkan kombinasi elemen verbal dan non-verbal, serta keterampilan mendengarkan aktif dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Pentingnya empati dalam komunikasi juga ditekankan, di mana empati memungkinkan seseorang untuk memahami perspektif orang lain dan membangun koneksi emosional yang kuat. Jurnal ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi budaya, penggunaan bahasa yang sederhana dan jelas, serta pengembangan keterampilan mendengarkan aktif dan memberikan umpan balik yang konstruktif merupakan strategi penting untuk mengatasi kendala komunikasi dan membangun hubungan yang lebih harmonis dan produktif di lingkungan sekolah. Importance of effective communication in building healthy relationships at SMK Negeri 1 Kaliwungu. Using a descriptive qualitative approach with a case study method, this research delves into the phenomenon of communication within the school environment, particularly in the context of fostering healthy relationships between teachers and students. The findings reveal that differences in communication styles, cultural backgrounds, and perceptions often act as barriers to effective communication. The journal identifies that effective communication requires a combination of verbal and non-verbal elements, as well as active listening skills and providing constructive feedback. The importance of empathy in communication is also emphasized, where empathy enables individuals to understand others' perspectives and build strong emotional connections. This journal concludes that enhancing cultural literacy, using simple and clear language, and developing active listening and constructive feedback skills are crucial strategies to overcome communication barriers and build more harmonious and productive relationships within the school environment.
Taḥlīl qā‘idah 'al-ḍarar yuzāl' min khilāl fatwā Majlis ‘Ulāmā’ Indūnīsīyah ḥawla al-qadhiyyah al-Filasṭīniyyah (Dirāsah Waṣfīyah Taḥlīlīyah) Fadlilah, Meriza Isna; Farhan Istiqlal, Ibnu
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1372

Abstract

إن القاعدة الفقهية الضرر يزال قد استخدمها كثير من العلماء والفقهاء لاستنباط الأحكام في القضايا المعاصرة. ومؤخرا، باشتداد الصراع بين فلسطين وإسرائيل قد أدى إلى تنوع مواقف الناس إلى من يدعم فلسطين ومن يدعم إسرائيل، وعلى هذا ظهر الحاجة الماسة إلى إصدار فتوى عن حكم الدعم ضد فلسطين. وفي إندونيسيا، إن المؤسسة الدينية العليا التي لها دور لإصدار الفتوى هي مجلس العلماء الإندونيسي، فأصدر مجلس العلماء الإندونيسي الفتوى حول هذه القضية. ويهدف هذا البحث إلى تحليل القاعدة الفقهية الضرر يزال في الفتوى عن حكم دعم القضية الفلسطينية. ومن خلال الدراسة الوصفية التحليلة أوضحت مفهوم القاعدة الفقهية الضرر يزال، وحدوث الصراع بين فلسطين وإسرائيل، وفتوى مجلس العلماء الإندونيسي عن حكم دعم فلسطين، وكيف طبقت قاعدة الضرر يزال في هذه الفتوى، وما هو الضرر الذي يجب إزالته. فمن خلال الدراسة المكتبية وصل نتيجة البحث بأن مجلس العلماء الإندونيسي اعتبر الدعم ضد إسرائيل من الضرر الذي يجب إزالته، وذلك الضرر من نوع الضرر الغير مباشر أو الضرر بالتسبب Kaidah fikih al-dharar yuzal (kemudaratan harus dihilangkan) telah banyak digunakan oleh para ulama dan ahli fikih dalam merumuskan hukum untuk berbagai isu kontemporer. Baru-baru ini, konflik yang semakin memanas antara Palestina dan Israel telah memicu beragam sikap di tengah masyarakat, antara mereka yang mendukung Palestina dan mereka yang mendukung Israel. Dalam konteks ini, muncul kebutuhan mendesak untuk mengeluarkan fatwa terkait hukum mendukung tindakan melawan Palestina. Di Indonesia, lembaga keagamaan tertinggi yang berwenang mengeluarkan fatwa adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI pun mengeluarkan fatwa terkait isu ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kaidah fikih al-dharar yuzal dalam fatwa yang membahas hukum dukungan terhadap Palestina. Melalui pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menjelaskan konsep kaidah fikih al-dharar yuzal, kronologi konflik antara Palestina dan Israel, fatwa MUI terkait dukungan terhadap Palestina, serta penerapan kaidah al-dharar yuzal dalam fatwa tersebut. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi jenis kemudaratan yang harus dihilangkan menurut fatwa MUI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kajian pustaka, MUI memandang bahwa dukungan terhadap Israel merupakan bentuk kemudaratan yang harus dihilangkan. Kemudaratan tersebut dikategorikan sebagai dharar ghayr mubashir (kemudaratan tidak langsung) atau dharar bi al-tasabbub (kemudaratan yang disebabkan).
Perkembangan Pasar Modal Syariah di Era Digital: Peluang dan Problematika yang Dihadapi Nur Aisyah, Aldavia; Anggara, Berwin
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1373

Abstract

Percepatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan mendorong berkembangnya pasar modal syariah sebagai instrumen keuangan non-bank yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Di era digital, pasar modal syariah semakin berkembang dengan memanfaatkan teknologi seperti fintech, aplikasi mobile, dan platform digital untuk mempermudah akses dan partisipasi investor. Namun, pesatnya perkembangan teknologi juga memunculkan peluang dan problematika yang beriringan. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang dan problematika digitalisasi pasar modal syariah, serta mencari solusi yang dapat diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka analitis untuk menggali perkembangan, peluang, serta problematika pasar modal syariah di era digital. Pembahasan mencakup peluang seperti inklusi keuangan dan edukasi literasi syariah, serta problematika terkait dengan rendahnya literasi keuangan syariah, keamanan data, dan penerapan teknologi baru yang memerlukan pengawasan agar tetap sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. The significant acceleration of economic growth has encouraged the development of the Islamic capital market as a non-bank financial instrument that complies with sharia principles. In the digital era, the Islamic capital market is increasingly developing by utilising technology such as fintech, mobile applications, and digital platforms to facilitate investor access and participation. However, the rapid development of technology also creates opportunities and problems that go hand in hand. Therefore, this study aims to explore the opportunities and problems of digitalisation of the Islamic capital market, as well as to find solutions that can be applied. This research uses a qualitative method with an analytical literature study approach to explore the development, opportunities, and problems of the Islamic capital market in the digital era. The discussion covers opportunities such as financial inclusion and sharia literacy education, as well as problems related to low sharia financial literacy, data security, and the application of new technology that requires supervision to remain in accordance with sharia principles.
Sanksi Advokat dalam Pelanggaran Kode Etik Advokat Terhadap Klien: Kasus Frederich Yunadi Lubis, Fauziah; Nur Sitorus, Ummu Aulia; Rezeki, Sri; Herdiningrum, Winda Maharani; Masyita, Siti; Syahputra, Teddy
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1374

Abstract

Tujuan penelitian ini mengkaji terhadap pelanggaran kode etik yang mana dilakukan seorang advokat. Adapun rumusan masalah yang diangkat pada penelitian kali ini mengenai pelanggaran kode etik disertakan dengan kasus Frederich Yunadi. Kode etik yang dilanggar termasuk pelanggaran pada kewajiban yang dilakukan oleh advokat pada saat menjalankan tugasnya, baik itu diluar ataupun didalam pengadilan. Kode etik ini ada karena bertujuan untuk memastikan bahwa advokat bisa menjalankan profesinya secara baik, kemudian bertanggung jawab, serta dapat menjaga dan meningkatkan profesionalitas dari profesinya. Penelitian terkait isu ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan sumber data yang meliputi data primer dan sekunder, seperti buku, dokumen, jurnal dan literatur lainnya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui studi pustaka, yakni mengkaji berbagai informasi tertulis mengenai etika profesi dan hukum dari sumber-sumber yang relevan dan dipublikasikan secara luas, sesuai kebutuhan penelitian hukum normatif. Pelanggaran terhadap kode etik advokat, seperti pada kasus Frederich Yunadi, menunjukkan bahwa advokat memiliki kewajiban untuk menjaga hak dan kepentingan klien. Kasus Fredrich Yunadi menunjukkan pelanggaran serius terhadap kode etik advokat di Indonesia. Hal ini mencerminkan kurangnya integritas dan profesionalisme dalam praktik hukum. The purpose of this study is to examine the violation of the code of ethics commited by an advocate. The formulation of the problem raised in this study regarding violations of the code of ethics is included in the case 0f Frederich Yunadi. The code of ethics that was violated included violations of the obligations carried out by advocates when carrying out their duties, both outside and inside the court. This code of ethics exists because it aims to ensure that advocates can carry out their profession properly, then be responsible, and can maintain and improve the professionalism of their profession. Research related to this issue uses a normative legal method, with data sources including primary and secondary data, such as books, documents, journals and other literature. The data collection technique used was a literature study, namely reviewing various written information regarding professional ethics and law from relevant sources and widely published, according to the needs of normative legal research. Violations of the advocate’s code of ethics, such as in the case of Frederich Yunadi, show that advocates have an obligation to protect the rights and interests of clients. The case of Frederich Yunadi sjows a serious violation of the advocate’s code of ethics in Indonesia. This reflects a lack of integrity and professionalism in legal practice
Model Mental dan Produksi Bahasa dalam Mempengaruhi Faktor Psikolinguistik Fauzan, Fatta Muhammad; Royani, Ahmad; Fudhaili, Achmad
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1375

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi utama yang memungkinkan manusia saling memahami baik dalam konteks sosial maupun budaya. Model mental merupakan sebuah representasi gambaran yang dimiliki individu berdasarkan pengalaman sebelumnya. Sedangkan proses produksi bahasa mencakup kemampuan dalam menyusun sebuah kalimat ataupun pemilihan diksi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis relevansi antara model mental dan produksi bahasa pada faktor psikolinguistik; Metode yg digunakan adalah Kualitatif deskriptif dengan menganalisis berbagai sumber teori dan hasil penelitian sebelumnya; Model mental memberikan sebuah gambarang tentang pemahaman konteks maupun analisis konseptual sedangkan produksi bahasa memberikan ujaran dan tulisan yang dihasilkan dan dampak kepada psikoligis seseorang. Kesimpulan yang bisa diambil adalah mengintegrasikan model mental dan produksi bahasa melalui pendeketan psikolinguistik khususnya dalam pembelajaran berbahasa. Language is the primary communication tool that enables humans to understand one another, both in social and cultural contexts. A mental model is a representation or visualization held by an individual based on prior experiences. Meanwhile, the process of language production encompasses the ability to construct sentences and select appropriate diction. The aim of this study is to analyze the relevance between mental models and language production in the context of psycholinguistic factors. The method used is descriptive qualitative, involving the analysis of various theoretical sources and previous research findings. Mental models provide a framework for understanding context and conceptual analysis, whereas language production generates speech and writing, influencing an individual’s psychological state. The conclusion drawn is the integration of mental models and language production through a psycholinguistic approach, particularly in language learning
Sejarah Pemikiran Empat Ulama Mazhab Hanifah, Syifa; Sayuti, Hendri
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1376

Abstract

Sejarah pemikiran empat ulama mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali merupakan warisan intelektual yang signifikan dalam hukum Islam. Pemikiran mereka mencerminkan upaya merespons kebutuhan masyarakat yang beragam di berbagai konteks sosial dan geografis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang, metodologi, dan kontribusi masing-masing mazhab dalam perkembangan hukum Islam, sekaligus menyoroti relevansinya di era modern. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini menganalisis karya-karya utama para pendiri mazhab dan literatur sekunder yang mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap mazhab memiliki ciri khas metodologis yang unik: Mazhab Hanafi dikenal dengan fleksibilitasnya melalui qiyas dan istihsan, Mazhab Maliki menonjolkan tradisi amal ahlul Madinah, Mazhab Syafi’i memperkenalkan sistem usul fikih yang sistematis, dan Mazhab Hanbali menekankan pendekatan literal yang berpegang pada teks. Keempat mazhab ini tidak hanya berkontribusi dalam membentuk sistem hukum Islam yang responsif, tetapi juga menawarkan variasi pendekatan dalam menegakkan keadilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberagaman metodologis dalam empat mazhab tidak hanya memperkaya tradisi hukum Islam, tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam merespons dinamika zaman, menjadikan hukum Islam relevan hingga masa kini. The History of Thought of the Four Mazhab Scholars—Hanafi, Maliki, Syafi'i, and Hanbali—represents a significant intellectual legacy in Islamic law. Their thoughts reflect efforts to respond to the diverse needs of society in various social and geographical contexts. This study aims to examine the background, methodology, and contributions of each mazhab in the development of Islamic law while highlighting their relevance in the modern era. Using a qualitative approach through literature study, this research analyzes the primary works of the mazhab founders and supporting secondary literature. The findings reveal that each mazhab has a unique methodological characteristic: the Hanafi mazhab is known for its flexibility through qiyas (analogical reasoning) and istihsan (juridical preference), the Maliki mazhab emphasizes the tradition of amal ahlul Madinah (practices of the people of Madinah), the Syafi'i mazhab introduced a systematic usul fiqh methodology, and the Hanbali mazhab focuses on a literal approach grounded in textual sources. These four mazhabs not only contribute to shaping a responsive Islamic legal system but also offer diverse approaches to achieving justice. This study concludes that the methodological diversity of the four mazhabs enriches the tradition of Islamic law and provides flexibility in addressing the dynamics of the times, ensuring its continued relevance today.
Analisis Kritik Filsafat:Kritik Tahafut Al- Tahafut terhadap Tahafut Al-Falasifah Rahmawati
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik filsafat yang dikemukakan oleh Ibnu Rusyd dalam karyanya Tahafut al-Tahafut terhadap Tahafut al-Falasifah karya Al-Ghazali. Kajian ini mengulas pandangan filosofis kedua tokoh besar Islam dalam sejarah pemikiran Islam, khususnya dalam perdebatan antara filsafat dan teologi. Fokus utama penelitian adalah untuk memahami bagaimana Ibnu Rusyd mendekonstruksi argumen Al-Ghazali terhadap filsafat, serta menilai relevansi kritik tersebut dalam konteks pemikiran Islam kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis teks kritis dengan pendekatan historis-filosofis. Data primer berupa karya Tahafut al-Tahafut dan Tahafut al-Falasifah dianalisis secara mendalam dengan mencermati struktur argumentasi, konteks historis, serta implikasi filosofisnya. Data sekunder berupa literatur pendukung dari ulama klasik dan modern digunakan untuk memperkuat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Rusyd berhasil menawarkan pembelaan terhadap filsafat melalui argumentasi logis yang bertumpu pada konsistensi metodologi filsafat dan pemikiran rasional. Kritiknya terhadap Al-Ghazali tidak hanya menyoroti kelemahan epistemologi teologis, tetapi juga menegaskan pentingnya harmoni antara wahyu dan akal. Kesimpulannya, karya Tahafut al-Tahafut merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah filsafat Islam yang menunjukkan upaya integrasi antara tradisi keagamaan dan pemikiran rasional, yang tetap relevan untuk mengatasi tantangan pemikiran modern. This study aims to analyze the philosophical critique presented by Ibn Rushd in his work Tahafut al-Tahafut against Tahafut al-Falasifah by Al-Ghazali. The research examines the philosophical views of these two prominent Islamic thinkers in the history of Islamic thought, particularly in the debate between philosophy and theology. The main focus is to understand how Ibn Rushd deconstructs Al-Ghazali's arguments against philosophy and evaluates the relevance of this critique in the context of contemporary Islamic thought. The method used in this study is critical textual analysis with a historical-philosophical approach. Primary data, including the texts of Tahafut al-Tahafut and Tahafut al-Falasifah, were deeply analyzed by examining the structure of arguments, historical context, and their philosophical implications. Secondary data from classical and modern scholars' literature were utilized to support the analysis. The results indicate that Ibn Rushd successfully offers a defense of philosophy through logical arguments grounded in the consistency of philosophical methodology and rational thought. His critique of Al-Ghazali not only highlights the epistemological weaknesses of theological arguments but also emphasizes the importance of harmony between revelation and reason. In conclusion, Tahafut al-Tahafut stands as a significant milestone in the history of Islamic philosophy, demonstrating efforts to integrate religious traditions with rational thought, which remains relevant in addressing modern intellectual challenges.
Strategi Pemanfatan Ushul Fiqih dalam Menafsirkan Al-Qur’an Rahmawati
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1383

Abstract

Penafsiran Al-Qur’an merupakan aktivitas ilmiah yang membutuhkan metodologi yang sistematis untuk memastikan makna yang dihasilkan selaras dengan prinsip-prinsip syariat. Ushul Fiqih, sebagai disiplin ilmu yang membahas kaidah-kaidah pengambilan hukum, menjadi alat penting dalam proses penafsiran Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemanfaatan Ushul Fiqih dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an, dengan fokus pada penerapan kaidah-kaidah seperti maqashid syariah, qawaid fiqhiyyah, dan istinbath hukum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan, termasuk kitab-kitab tafsir dan literatur Ushul Fiqih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ushul Fiqih menyediakan kerangka yang komprehensif untuk menafsirkan Al-Qur’an secara kontekstual, sehingga mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar syariat. Implementasi kaidah-kaidah Ushul Fiqih dalam penafsiran tidak hanya membantu dalam memahami makna teks Al-Qur’an secara mendalam, tetapi juga memberikan solusi atas problematika hukum kontemporer dengan landasan syar’i yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara ilmu tafsir dan Ushul Fiqih merupakan strategi yang efektif dalam pengembangan pemahaman Alqur’an yang relevan dengan kebutuhan umat. The interpretation of the Qur'an is a scholarly activity requiring systematic methodology to ensure that the resulting meaning aligns with the principles of Sharia. Ushul Fiqh, as a discipline that addresses the rules of deriving Islamic law, plays a crucial role in the process of interpreting the Qur'an. This study aims to analyze the strategies for utilizing Ushul Fiqh in interpreting Quranic verses, focusing on the application of principles such as maqashid shariah, qawaid fiqhiyyah, and istinbath hukum. The research employs a qualitative descriptive method with a literature review approach. Data is collected from various primary and secondary sources, including classical tafsir works and Ushul Fiqh literature. The findings show that Ushul Fiqh provides a comprehensive framework for interpreting the Qur'an contextually, enabling it to address contemporary challenges while preserving the fundamental values of Sharia. The application of Ushul Fiqh principles in interpretation not only facilitates a deeper understanding of the Qur'anic text but also offers solutions to contemporary legal issues grounded in Sharia. This study concludes that the collaboration between Quranic exegesis and Ushul Fiqh is an effective strategy for developing a relevant understanding of the Qur'an that meets the needs of the Muslim community.
Early Islamic Economics: A Review of the Practices and Policies of the Prophet Muhammad and Khulafaurrasyidin Rosmah; Sirajuddin; Sudirman
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1384

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menelusuri ekonomi Islam pada masa Nabi dan Khulafaurrasyidin. Ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai ajaran Islam yang bersumber pada Al Qur'an dan Hadist. Sistem Ekonomi Islam bertujuan untuk membumikan syariat Islam dalam sistem keuangan suatu negara secara kaffah dan dapat mensejahterakan masyarakat secara umum. Nabi Muhammad sebagai panutan seluruh umat manusia dalam berbagai aspek kehidupan telah mentransformasikan sistem ekonomi untuk membawa kemaslahatan bagi seluruh manusia. Pada masa pemerintahannya, Nabi Muhammad Saw sebagai pemimpin dan utusan Allah Swt telah mengubah sistem ekonomi dan keuangan Negara dengan ketentuan-ketentuan yang ada dalam Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Saw. Setelah Rasulullah Saw wafat, kepemimpinan beliau dilanjutkan oleh para sahabatnya yang biasa disebut Khulafaurrasyidin ada empat periode kepemimpinan yaitu, kepemimpinan Abu Bakar Ashidiq, Umar bin Al-Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Kebijakan fiskal pada masa Khulafaurrasyidin tidak mengalami perubahan yang signifikan karena para khalifah meneruskan apa yang telah dirintis dan dijunjung tinggi oleh Rasulullah dalam mengatur perekonomian negara. This article aims to trace Islamic economics during the time of the Prophet and Khulafaurrasyidin. Islamic economics is an economic system based on the values of Islamic teachings sourced from the Qur'an and Hadith. The Islamic Economic System aims to ground Islamic sharia in the financial system of a country in a kaffah manner and can prosper the community in general. The Prophet Muhammad as a role model for all mankind in various aspects of life has transformed the economic system to bring benefits to all humans. During his reign, the Prophet Muhammad served as the leader and messenger of Allah and then changed the State's economic and financial system by the provisions of the Qur'an and the Sunnah of the Prophet (saw). After the Prophet Saw died, his leadership was continued by his companions commonly called Khulafaurrasyidin there were four periods of leadership, namely, the leadership of Abu Bakr Ashidiq, Umar ibn Al-Khattab, Usman ibn Affan, and Ali ibn Abi Talib. Fiscal policy during the Khulafaurrasyidin period did not experience significant changes because the caliphs continued what had been pioneered and upheld by the Prophet (saw) in regulating the country's economy.
Retorika Dakwah Tiktok dalam Meningkatkan Efektivitas Public Speaking : Pendekatan, Teknik dan Tantangan Fadhila, Nurul; Abdilah, Muhamad Fikri
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1385

Abstract

Dakwah di TikTok menawarkan pengalaman yang menyenangkan, interaktif, dan kreatif bagi gen z dan menjadikannya salah satu platform media sosial paling disukai. Namun Generasi Z sering kali menghadapi rasa kurang percaya diri yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pembulian yang mereka terima sejak dini di rumah bahkan oleh orang terdekat, tekanan dari apa yang media sosial sajikan, perbandingan diri dengan orang lain, dan standar kecantikan atau kesuksesan yang tinggi. Hal ini menyebabkan tidak percaya diri terutama ketika berbicara di depan umum. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu studi kasus. Metode analisis data yang penulis terapkan adalah model interaktif dari Miles & Huberman, yang melibatkan subproses yang saling terkait pada tahap pengumpulan data. Retorika dakwah yang marak pada aplikasi Tiktok banyak memberikan input positif guna meningkatkan kepercayaan diri audience guna menjadi public speaker yang baik kedepannya. Da'wah on TikTok offers a fun, interactive, and creative experience for Generation Z, making it one of the most popular social media platforms. However, Generation Z often struggles with a lack of self-confidence caused by various factors, such as bullying experienced from an early age, even at home or by close relatives, pressures from social media content, self-comparison with others, and high standards of beauty or success. This lack of confidence is especially evident when speaking in public. This study will employ a qualitative approach, specifically a case study. The data analysis method used by the researcher follows the interactive model by Miles & Huberman, which involves interrelated subprocesses during the data collection phase. The widespread rhetoric of da'wah on TikTok has provided significant positive contributions to enhancing the audience's self-confidence, helping them become better public speakers in the future.