cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@gmail.com
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
mauriduna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157 Sukabumi, Indonesia
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Mauriduna : Journal of Islamic studies
ISSN : -     EISSN : 27970876     DOI : 10.37274
Core Subject : Religion, Education,
Mauriduna merupakan Jurnal Kajian Islam yang terbit dua kali dalam setahun, publikasi ilmiah ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Bahasa Arab Ar-Raayah (STIBA) Sukabumi. Jurnal ini berfokus pada kajian Islam, berupa Hasil Penelitian, Ide, Teori, Metode dan Masalah Aktual lainnya yang Berkaitan dengan kajian Islam. Jurnal ini secara terbuka menerima kontribusi para ahli untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Mauriduna Jurnal Ilmu Islam mempunyai fokus dalam kajian ilmu Islam, dengan scope sebagai berikut : Teologi Islam, Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Filsafat dan pemikiran Islam, Hadis, Fiqh, Ilmu Dakwah, Bahasa dan sastra sangat disambut baik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 220 Documents
Fungsi Kurikulum dalam Pendidikan Agama Islam Nurmaliah, Yayah; Muhazzib, Naufal; Istifa, Fera Ailinia; Fakhrurridha, Hujjatul; Yuafi, Hamdan
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1386

Abstract

Pendidikan dan kurikulum merupakan dua hal yang berjalan beriringan. Perubahan rumusan, ketidakakuratan proses pelaksanaan dan administrasi kurikulum, memunculkan permasalahan baru yang tidak mampu diselesaikan oleh dunia pendidikan di Indonesia. Salah satu permasalahan yang paling menonjol dalam pendidikan adalah terlupakannya fungsi kurikulum untuk setiap komponen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula terbaik untuk memajukan kurikulum Pendidikan Agama Islam, khususnya dalam hal penataan fungsi kurikulum untuk memanfaatkan sebaik-baiknya kemampuan setiap komponen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif atau penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-naratif, dan teknik pengumpulan data berupa membaca teks yang terkait dengan data-data yang dibutuhkan. Data-data yang terkumpul diklasifikasi dalam sub pembahasan dan dianalis dengan teknik analisis isi, kemudian disusun secara deskriptif-naratif menjadi artikel yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hasil dari penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa permasalahan pengembangan kurikulum, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan agama Islam harus sesuai dengan fungsi kurikulum. Hal ini harus dilaksanakan dengan memperhatikan fungsi kurikulum dengan sebaik-baiknya dan melibatkan setiap komponen pendidikan yang berperan, yakni orang tua, guru, peserta didik, kepala madrasah, dan masyarakat. Education and curriculum development go hand in hand. Changes made to the curriculum and mistakes made in its management and execution have resulted in new problems that Indonesia's educational system is unable to deal with. The largest problem in education is the curriculum's underappreciated role in each component. The aim of this research is to ascertain the most effective formula for creating the Islamic Religious Education curriculum, specifically about the arrangement of curricular elements to maximize their respective strengths. In addition to using a descriptive-narrative qualitative research design, this study collects data by having participants read texts that are pertinent to the information required. The collected data is segmented into smaller dialogues and processed using content analysis techniques. The resulting descriptive-narrative articles are then organized into systematic sections whose validity may be supported. The study's findings lead to the conclusion that issues with curriculum construction, particularly those pertaining to Islamic religious education, must be balanced with the purpose of the curriculum. This needs to be put into practice by incorporating all relevant educational components and paying close attention to how the curriculum functions., namely parents, teachers, students, madrasah heads and the community.
Strategi Pemasaran Radar Jogja Dalam Memperluas Pasar di Yogyakarta Rahmawati, Nur; Widyatama, Rendra; Sabri; Maghfurrohman, Muhammad
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang digunakan oleh harian Radar Jogja dalam memperluas pangsa pasarnya di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Fokus penelitian meliputi cara-cara yang diterapkan untuk meningkatkan penjualan, menjaring konsumen baru, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan strategi pemasaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi bagian redaksi, periklanan, dan pemasaran Radar Jogja, dengan data primer berasal dari wawancara dengan Marketing General Manager dan Pemimpin Redaksi, serta data sekunder berupa dokumen-dokumen perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Radar Jogja berhasil memanfaatkan platform digital seperti website dan media sosial, khususnya Instagram, untuk meningkatkan jangkauan dan interaksi dengan pembaca. Selain itu, strategi komunikasi yang efektif, inovasi konten berita, serta pendekatan bauran pemasaran (produk, harga, tempat, promosi) berperan signifikan dalam mempertahankan eksistensi di tengah persaingan media massa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan teoritis bagi kajian strategi komunikasi pemasaran dan manfaat praktis sebagai bahan evaluasi bagi Radar Jogja untuk meningkatkan efektivitas pemasaran di masa yang akan datang. This study aims to analyze the marketing strategies used by the daily newspaper Radar Jogja in expanding its market in the Yogyakarta area and its surroundings. The focus of the study includes the methods applied to increase sales, attract new customers, and the factors that support and 54inhibit the success of these marketing strategies. This study uses a qualitative descriptive approach, with data obtained through interviews, observations, and documentation. The subjects of the study included the editorial, advertising, and marketing departments of Radar Jogja, with primary data coming from interviews with the Marketing General Manager and Editor-in-Chief, and secondary data from company documents. The results of the study indicate that Radar Jogja has succeeded in utilizing digital platforms such as websites and social media, especially Instagram, to increase reach and interaction with readers. In addition, effective communication strategies, innovation in news content, and marketing mix approaches (product, price, place, promotion) play a significant role in maintaining existence amidst mass media competition. This study is expected to provide theoretical contributions to the study of marketing communication strategies and practical benefits as an evaluation for Radar Jogja to improve marketing effectiveness in the future.
the Analisis Taraduf Kata Pendidik Dalam Ayat Al-Qur’an Wardatussaadah; Hafizh, Fadhli; Akmaliyah
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1391

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas tentang pendidik dalam persfektif Al-qur’an. Pendidik merupakan elemen terpenting dalam pendidikan. Dalam Al-qur’an terdapat beberapa kata dengan makna yang sama tetapi berbeda dari segi pengucapannya atau biasa disebut Taraduf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ayat-ayat Al-qur’an untuk memberikan penjelasan tentang perbedaan definisi kata pendidik dalam Al-qur’an. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi pustaka (library research). analisis isi (context analysis), yaitu analisis ilmiah terhadap Taraduf (sinonim) dalam penafsiran Al-qur’an. Analisis ini bertujuan untuk menemukan isi dan makna yang terkandung dalam al-qur’an mengenai istilah pendidik. Objek kajian dalam penelitian ini adalah analisis Taraduf dari kata pendidik dalam Al-qur’an. Pendekatan dalam penelitian ini adalah semantik Al-qur’an. Hasil dari penelitian ini adalah, objek pendidik yang terdapat dalam al-qur’an yaitu Allah, rasulullah, dan orang tua. Sedangkan Istilah pendidik dalam Al-Qur’an yaitu murabbi, muallim, muaddib, musryid, dan muzakki. Istilah tersebut memiliki makna yang sama namun memiliki lafaz kata yang berbeda-beda dan memiliki ciri khas masing-masing dari segi definisi dan peranannya. This article discusses educators from the perspective of the Qur’an. Educators are the most important element in education. In the Qur'an there are several words with the same meaning but different in terms of pronunciation or what is usually called Taraduf. The aim of this research is to analyze the verses of the Al-Qur'an to provide an explanation of the different definitions of the word educator in the Al-Qur'an. Researchers used qualitative descriptive methods with library research. content analysis (context analysis), namely scientific analysis of Taraduf (synonyms) in the interpretation of the Al-Qur'an. This analysis aims to find the content and meaning contained in the Koran regarding the term educator. The object of study in this research is the Taraduf analysis of the word educator in the Al-Qur'an. The approach in this research is the semantics of the Koran. The results of this research are that the educational objects contained in the Koran are Allah, Rasulullah, and parents. Meanwhile, the terms educator in the Qur'an are murabbi, muallim, muaddib, musryid, and muzakki. These terms have the same meaning but have different pronunciations and each have their own characteristics in terms of definition and role.
Kebijakan dan Prinsip Ekonomi Islam Pada Masa Dinasti Umayyah: Inspirasi Untuk Transformasi Ekonomi Masa Kini Saputra, Muh Rustam; Siradjuddin
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1397

Abstract

Pemikiran ekonomi Islam pada masa Dinasti Umayyah (661–750 M) menjadi fondasi sistem ekonomi yang etis dan berkelanjutan. Konsep keadilan ekonomi pada era ini meliputi pemerataan kekayaan, pengentasan kemiskinan, dan perlindungan hak-hak ekonomi individu maupun masyarakat, dengan landasan Al-Qur'an dan hadits. Negara memainkan peran aktif dalam distribusi zakat dan pengelolaan baitul mal untuk mencegah ketimpangan ekonomi yang berlebihan, dengan mengintegrasikan aspek material, moral, dan spiritual. Prinsip-prinsip ini relevan untuk pembangunan ekonomi modern yang inklusif, terutama dalam mengatasi isu global seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, dan eksploitasi sumber daya alam. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif historis, mengacu pada literatur klasik dan modern terkait ekonomi Islam. Proses analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola kebijakan ekonomi yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan fiskal, sistem moneter, dan pengelolaan wakaf pada masa tersebut berhasil menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial. Gagasan-gagasan tersebut memiliki relevansi untuk diterapkan dalam merancang sistem ekonomi masa kini yang lebih adil dan berkelanjutan. Kesimpulannya, prinsip-prinsip ekonomi Islam dari era Dinasti Umayyah dapat menjadi inspirasi untuk mendorong transformasi ekonomi yang inklusif dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Islamic economic thought during the Umayyad Dynasty (661–750 AD) became the foundation of an ethical and sustainable economic system. The concept of economic justice in this era includes equal distribution of wealth, poverty alleviation, and protection of individual and community economic rights, based on the Qur'an and hadith. The state plays an active role in the distribution of zakat and the management of baitul mal to prevent excessive economic inequality, by integrating material, moral, and spiritual aspects. These principles are relevant for the development of an inclusive modern economy, especially in addressing global issues such as poverty, social inequality, and the exploitation of natural resources. This study uses a historical qualitative approach, referring to classical and modern literature related to Islamic economics. The analysis process is carried out in a descriptive-qualitative manner with a thematic approach to identify economic policy patterns that reflect Islamic values. The findings of the study show that fiscal policy, monetary system, and waqf management at that time succeeded in creating a balance between economic growth and social justice. These ideas have relevance to be applied in designing today's economic system that is more equitable and sustainable. In conclusion, the principles of Islamic economics from the Umayyad Dynasty era can be an inspiration to encourage inclusive economic transformation based on Islamic values
Dampak Dari Pola Asuh Orang Tua yang Salah Hingga Mengakibatkan Anak Menikah Diusia Dini Wichayani Rawi, Hafizah; Salsabila, Adliya; Agustia, Dwi; Kurnianingsih; Batubara, Fakhirah; Sari, Dewi Purnama; Syarqawi, Ahmad
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1402

Abstract

Pernikahan dini di kalangan remaja, khususnya di desa-desa, sering kali dipicu oleh pola asuh orang tua yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya pernikahan dini dan dampaknya terhadap kehidupan anak. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan wawancara mendalam dan observasi di Desa Karang Anyer, Simalungun. Temuan menunjukkan bahwa faktor ekonomi, lingkungan sosial, dan pola asuh yang permisif menjadi penyebab utama. Dampak pernikahan dini meliputi terputusnya pendidikan, risiko kesehatan, dan tantangan ekonomi, meskipun ada juga dampak positif seperti pengurangan beban orang tua. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya pernikahan dini. Early marriage among teenagers, especially in villages, is often triggered by inadequate parenting. This study aims to analyse the factors that cause early marriage and its impact on children's lives. The method used is field research with in-depth interviews and observation in Karang Anyer Village, Simalungun. The findings show that economic factors, social environment and permissive parenting are the main causes. The impacts of early marriage include educational disconnection, health risks and economic challenges, although there are also positive impacts such as a reduction in parental burden. The results of this study highlight the importance of parents' role in educating their children and raising public awareness about the dangers of early marriage.
Refleksi Pemilihan Umum Pertama Tahun 1955 Menuju Penguatan Pemilihan Umum Yang Lebih Baik Pangestu, Aji; Fatimah, Siti
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1404

Abstract

Pemilihan Umum pertama Indonesia pada tahun 1955 menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan demokrasi di tanah air. Pemilihan umum tahun 1955 merupakan pemilu yang pertama kali dilaksanakan setelah Indonesia merdeka, dan bertujuan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat serta Dewan Konstituante yang akan merumuskan Undang-Undang Dasar yang lebih permanen. Meskipun dianggap gagal melahirkan suatu konstitusi baru, Pemilihan umum tahun 1955 dianggap sebagai pemilihan umum yang paling demokratis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam mengenai pelaksanaan pemilihan umum tahun 1955 sebagai cerminan sistem demokrasi Indonesia, dan memberikan rekomendasi untuk penguatan pemilihan umum yang lebih baik di masa yang akan datang. Penelitian ini akan berfokus pada sejarah pemilihan umum tahun 1955, kelebihan dan kelemahan pemilihan umum sistem proporsional, keberhasilan dan tantangan pemilihan umum 1955, dan penguatan pemilihan umum di Indonesia. Secara teoritis karya ilmiah ini dapat menjadi sebuah bantuan berupa referensi ataupun acuan bagi peneliti lain yang memiliki pembahasan dengan tema yang sama. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, yang mengacu pada kajian sejarah dan perkembangan pemilihan umum Indonesia, pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research), metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Pemilihan umum 1955 dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas pemilihan umum saat ini melalui reformasi sistem pemilihan umum, penguatan kelembagaan, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, Pemilihan umum 1955 tidak hanya menjadi sejarah tetapi juga menjadi inspirasi untuk membangun pemilihan umum yang lebih inklusif, transparan, dan akuntabel di masa yang akan datang. The first general election in Indonesia in 1955 became an important historical milestone in the country's democratic journey. The 1955 general election was the first election held after Indonesia's independence, aimed at electing members of the People's Representative Council and the Constituent Assembly, which would draft a more permanent Constitution. Although it is considered a failure in producing a new constitution, the 1955 general election is regarded as the most democratic election. The purpose of this study is to examine in more depth the implementation of the 1955 general election as a reflection of Indonesia's democratic system, and to provide recommendations for strengthening future elections. This research will focus on the history of the 1955 general election, the strengths and weaknesses of the proportional electoral system, the successes and challenges of the 1955 election, and the strengthening of elections in Indonesia. Theoretically, this scholarly work can serve as a reference or guide for other researchers working on similar themes. Using a qualitative approach with descriptive analysis, referring to the study of the history and development of Indonesia's general elections, data collection was conducted through library research, and the data analysis method used in this study is qualitative analysis. The 1955 general election can serve as a foundation for improving the quality of current elections through electoral system reforms, institutional strengthening, and increased public participation. Therefore, the 1955 general election not only becomes history but also serves as an inspiration to build more inclusive, transparent, and accountable elections in the future.
Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam: Kontribusi Daulah Mughal Terhadap Pembangunan Ekonomi Tenri, Andriani; Hasbi, Muh.; Parakkasi, Idris; Sudirman
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah pemikiran ekonomi Islam pada masa Kesultanan Mughal di India, yang memadukan tradisi Islam dengan tantangan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan dokumen sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesultanan Mughal, melalui kebijakan ekonomi seperti sistem pajak agraria, perdagangan, dan moneter, berhasil menciptakan perekonomian yang dinamis. Kontribusi Shah Waliullah al-Dihlawi, salah satu cendekiawan Mughal, mencakup teori tadbir al-manzil, pembagian kerja, dan konsep biaya peluang, yang relevan dengan ekonomi Islam modern. Studi ini mengungkap bagaimana warisan ekonomi Mughal tetap relevan dalam diskusi ekonomi Islam kontemporer. This study aims to examine the history of Islamic economic thought during the Mughal Empire in India, which combines Islamic traditions with local challenges. This research uses a qualitative method with a literature study approach, collecting data from various sources such as books, journals, and historical documents. The results of the study show that the Mughal Sultanate, through economic policies such as the agrarian tax system, trade, and monetary, succeeded in creating a dynamic economy. The contributions of Shah Waliullah al-Dihlawi, one of the Mughal scholars, include al-manzil's theory of governance, division of labor, and the concept of opportunity cost, which are relevant to modern Islamic economics. This study reveals how the Mughal economic heritage remains relevant in contemporary Islamic economic discussions.
Analisis Semiotika Makna Denotasi dan Konotasi dalam Syi’ir Al-I’tiraf Karya Abu Nawas Berdasarkan Teori Roland Barthes Indri Cahyani, Rika; Akmaliyah
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotasi dan konotasi dalam syi’ir Al-I’tiraf karya Abu Nawas berdasarkan teori semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan pendekatan semiotika Barthes untuk mengidentifikasi tanda-tanda denotatif dan konotatif yang terdapat dalam syi’ir tersebut. Makna denotatif menggambarkan arti langsung dari kata-kata, sedangkan makna konotatif mencakup lapisan-lapisan makna yang lebih dalam yang menggambarkan pengalaman batin yang universal bagi seseorang yang beriman serta mengungkapkan rasa penyesalan, ketakutan, kerendahan hati, ketergantungan penuh, harapan, dan keyakinan akan rahmat Allah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syi’ir Al-I’tiraf tidak hanya sekadar karya sastra estetis, melainkan juga sebuah medium komunikasi yang sarat dengan pesan-pesan sosial dan refleksi filosofis. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam pemahaman karya sastra Arab melalui lensa semiotika modern, serta memperkaya kajian literasi dengan menggunakan teori semiotika Barthes sebagai alat analisis. This study aims to analyze the denotative and connotative meanings in the poem Al-I'tiraf by Abu Nawas based on Roland Barthes' semiotic theory. The research employs a qualitative method, with data collection techniques including observation and documentation. The data analysis utilizes Barthes' semiotic approach to identify denotative and connotative signs present in the poem. Denotative meaning reflects the direct meaning of the words, while connotative meaning encompasses deeper layers of meaning, illustrating a universal inner experience of faith, expressing regret, fear, humility, complete dependence, hope, and trust in Allah's mercy. The findings indicate that Al-I'tiraf is not merely an aesthetic literary work but also a medium of communication rich in social messages and philosophical reflection. This study provides new insights into understanding Arabic literary works through the lens of modern semiotics and enriches literary studies by employing Barthes' semiotic theory as an analytical tool.
Rekontruksi Hukum Agraria Pasca Amandemen Undang-Undnag Dasar 1945 Guna Menunjang Otonomi Daerah Andri, Gustiva
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1407

Abstract

Artikel ini mengkaji mengenai penataan kembali hukum agraria setelah perubahan Undang-Undang Dasar 1945, termasuk konsep modernisasinya. Dengan menggunakan metode pendekatan normatif hukum, teridentifikasi sejumlah permasalahan dalam tata kelola agraria, antara lain: disparitas kepemilikan lahan negara, inkonsistensi kebijakan alokasi lahan di masa lampau, munculnya persoalan sosial dan lingkungan di area perdesaan, serta tidak efektifnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). Oleh karena itu, guna menanggulangi persoalan-persoalan ini, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis dalam memodernisasi hukum agraria yang berlaku. Pancasila dan konstitusi semestinya menjadi landasan utama dalam pembaruan hukum agraria nasional, agar tanah dan sumber daya agraria tidak lagi diperlakukan sebagai komoditas perdagangan. This article discusses the reconstruction of agrarian law after the amendments to the 1945 Constitution, as well as the concept of renewal. Through the legal norms approach, several problems were found in managing agrarian affairs, including: inequality in state land control, overlapping land distribution policies in the past, the emergence of social and ecological crises in rural areas and the non-functioning of UUPA. So to overcome this problem, the Government needs to take strategic steps to reform the existing agrarian law. Pancasila and the constitution must be the spirit and soul of national agrarian law reform. So that existing land and agrarian resources will no longer be used as trading material.
Perguruan Tinggi Islam dan Masa Depan Indonesia Sahrizal
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1408

Abstract

Saat ini, bangsa Indonesia menghadapi serangkaian tantangan besar dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia. Di tengah globalisasi dan upaya untuk meningkatkan mutu individu, kita juga harus menghadapi krisis ekonomi yang berpotensi menyebabkan disintegrasi bangsa. Dalam konteks ini, perguruan tinggi memegang peranan krusial dalam perkembangan peradaban bangsa dan negara. Sebagai penggerak utama generasi penerus, kualitas sumber daya manusia suatu negara erat kaitannya dengan kemajuan peradaban yang ditopang oleh pendidikan yang berkualitas. Perguruan tinggi Islam berfungsi sebagai wadah untuk membentuk karakter, sehingga dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu menghasilkan generasi yang unggul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan data yang diambil dari sumber-sumber yang relevan dan sejalan dengan tema yang sedang dibahas. Today, Indonesia faces a series of major challenges in developing the quality of human resources. In the midst of globalization and efforts to improve the quality of individuals, we must also face an economic crisis that has the potential to cause national disintegration. In this context, islamic universities play a crucial role in the development of the nation's civilization. As the main driver of the next generation, the quality of a country's human resources is closely related to the progress of civilization supported by quality education. Higher education serves as a place to shape character, so that it can produce graduates who are not only qualified, but also able to produce superior generations. This research uses a qualitative method, with data taken from sources that are relevant and in line with the theme being discussed.