cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@gmail.com
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
mauriduna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157 Sukabumi, Indonesia
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Mauriduna : Journal of Islamic studies
ISSN : -     EISSN : 27970876     DOI : 10.37274
Core Subject : Religion, Education,
Mauriduna merupakan Jurnal Kajian Islam yang terbit dua kali dalam setahun, publikasi ilmiah ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Bahasa Arab Ar-Raayah (STIBA) Sukabumi. Jurnal ini berfokus pada kajian Islam, berupa Hasil Penelitian, Ide, Teori, Metode dan Masalah Aktual lainnya yang Berkaitan dengan kajian Islam. Jurnal ini secara terbuka menerima kontribusi para ahli untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Mauriduna Jurnal Ilmu Islam mempunyai fokus dalam kajian ilmu Islam, dengan scope sebagai berikut : Teologi Islam, Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Filsafat dan pemikiran Islam, Hadis, Fiqh, Ilmu Dakwah, Bahasa dan sastra sangat disambut baik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 220 Documents
Eksplorasi Karakteristik Bahasa Arab: Mabna, Makna, dan Posisi sebagai Bahasa Al-Quran dalam Peradaban Manusia Halim, Muhamad Fauzan; Nova Fatimah, Salsabila; Susiawati, Wati; Nisa, Mauidlotun
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 6 No 1 (2025): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, January 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1330

Abstract

Penggunaan media audio visual dalam pembelajaran Istima’ telah terbukti sebagai metode yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kajian terhadap penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual dapat membantu guru menyampaikan materi Istima’ dengan lebih mudah serta meningkatkan minat belajar siswa terhadap pembelajaran menyimak kosakata bahasa Arab. Selain itu, penggunaan alat pengeras suara sebagai media pendukung juga menjadi faktor penting dalam proses pengajaran. Temuan ini menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung pembelajaran bahasa Arab yang interaktif dan efektif. The use of audio-visual media in Istima’ learning has been proven to be an effective method for improving the quality of Arabic language education. This study employed a qualitative method by collecting data through a review of relevant previous studies. The findings reveal that audio-visual media significantly aids teachers in delivering Istima’ lessons more effectively and enhances students' interest in learning Arabic vocabulary listening skills. Additionally, the use of sound amplification systems as supporting media is identified as a crucial factor in the teaching process. These findings emphasize the importance of utilizing technology to support interactive and effective Arabic language learning.
Ikhtilaf fī Tafsir: (Memahami Dinamika Perbedaan Penafsiran Al-Qur’an) Mula Saputra, Deden; Mu’jizah, Lailatul; Kurniawan, Agung
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 6 No 1 (2025): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, January 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tipologi, faktor-faktor penyebab, dan elemen-elemen perbedaan (Ikhtilaf) yang muncul di kalangan ahli tafsir dalam menginterpretasikan Al-Qur'an. Kajian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dalam metodologinya. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa keberagaman pemahaman dan interpretasi terhadap Al-Qur'an merupakan sebuah realitas yang tidak terhindarkan. Lebih lanjut, ketika ditinjau dari perspektif pemahaman mufassir terhadap nash atau lafazh ayat, Ikhtilaf dalam tafsir dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori: Ikhtilaf tanawwu' dan Ikhtilaf tadhodh. Studi ini juga mengidentifikasi beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap munculnya Ikhtilaf, meliputi: variasi dalam interpretasi dhomir, perbedaan pandangan tentang naskh mansukh, keragaman qiro'ah, serta disparitas dalam memahami konteks lafazh jauh dan dekat. This research aims to explore the typology, causal factors, and elements of differences (Ikhtilaf) that emerge among Qur'anic exegetes in interpreting the Qur'an. This study employs a library research approach in its methodology. The research findings reveal that the diversity of understanding and interpretation of the Qur'an is an unavoidable reality. Furthermore, when viewed from the perspective of the exegetes' understanding of the text or verse pronunciation, Ikhtilaf in interpretation can be classified into two categories: Ikhtilaf tanawwu' and Ikhtilaf tadhodh. This study also identifies several key factors contributing to the emergence of Ikhtilaf, including: variations in pronoun interpretation, different views on abrogation (naskh mansukh), diversity in Qur'anic readings (qiro'ah), and disparities in understanding the context of distant and near pronunciations.
Pemanfaatan Wordwall Sebagai Media Evaluasi Pembelajaran Maharah Kitabah Pada Mahasiswa PBA IUQI Bogor Fatchiatuzahro; Fahmi, Nurul; Latifah, Milahtul; Nur Azizah
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 6 No 1 (2025): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, January 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1332

Abstract

Arus digital yang begitu pesat telah memunculkan kondisi baru, salah satunya adalah layanan evaluasi digital, seperti Wordwall, yang memiliki banyak fitur fungsional dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai mata pelajaran. Dalam proses penguasaan keterampilan maharah kitabah, ada beberapa hal yang dilatih dan dievaluasi, yaitu memahami kaidah dan penulisan huruf, kata, kalimat, paragraf, dan susunan paragraf menjadi sebuah karangan yang dapat diakomodir melalui Wordwall. Penelitian ini akan menguraikan tentang penggunaan aplikasi Wordwall yang digunakan sebagai media evaluasi dalam mata kuliah maharah kitabah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), sehingga dalam proses penelitian akan dilakukan penelusuran literatur baik dari web wordwall, buku, jurnal yang berkaitan dengan penggunaan wordwall dalam evaluasi pembelajaran maharah kitabah yang dijelaskan secara deskriptif. Penelitian ini diawali dengan tinjauan pustaka terkait media evaluasi pembelajaran maharah kitabah berbasis Digital Game Based Learning (DGBL). Pada penelitian ini, penulis akan memanfaatkan 18 fitur template yang disediakan oleh wordwall dan memilih fitur yang relevan untuk digunakan sebagai media evaluasi maharah kitabah. Setelah melakukan analisis data, ditemukan template wordwall yang tepat dan sesuai untuk diaplikasikan pada materi evaluasi maharah kitabah. Dari uji Wilcoxon pada tabel uji statistik diketahui nilai signifikansinya 0,000 kurang dari 0,05, dengan demikian hipotesa yang diajukan diterima yaitu adanya efektifitas dalam pemanfaatan wordwall sebagai media evaluasi maharah kitabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan Wordwall dalam evaluasi maharah kitabah dengan indikator kemudahan penggunaan media Wordwall, kemungkinan tumbuhnya minat dan motivasi, kemungkinan digunakan untuk belajar mandiri, kemungkinan tumbuhnya daya kritis, dan tingkat kontekstualitas dengan karakteristik pembelajar menunjukkan persentase 55-80% pembelajar memilih sangat setuju, hal ini menunjukkan bahwa penggunaan Wordwall cukup intensif dalam evaluasi maharah kitabah. The rapid digital flow has given rise to new conditions, one of which is digital evaluation services, such as Wordwall, which has a wealth of functional features and can be utilized in various subjects. In the process of mastering the skills of maharah kitabah, there are several things that are trained and evaluated, namely understanding the rules and writing of letters, words, sentences, paragraphs, and paragraph arrangements into essays that can be accommodated through Wordwall. This study will elaborate on the use of the Wordwall application which is used as an evaluation medium in the maharah kitabah course. This study uses a descriptive qualitative research method with the type of library research, so that in the research process, a literature search will be carried out both from the web word wall, books, journals related to the use of wordwalls in evaluating maharah kitabah learning which are explained descriptively. This study begins with a literature review related to the evaluation media for maharah kitabah learning based on Digital Game Based Learning (DGBL). In this study, the author will utilize 18 template features provided by wordwall and select relevant features to be used as a maharah kitabah evaluation media. After analyzing the data, the right and appropriate wordwall template was found to be applied to the maharah kitabah evaluation material. Dari uji Wilcoxon pada tabel tes statistik diketahui nilai signifikansinya 0,000 kurang dari 0,05, dengan demikian hipotesnya diterima yakni adanya efektifitas dalam pemanfaatan wordwall sebagai media evaluasi maharah kitabah. it was found that the intensity of Wordwall use in the evaluation of maharah kitabah with indicators of ease of use of Wordwall media, the possibility of growing interest and motivation, the possibility of being used for independent learning, the possibility of growing critical thinking, and the level of contextuality with learner characteristics showed a percentage of 55-80% of learners choosing to strongly agree. this shows that the use of Wordwall is quite intensive in the evaluation of the maharah kitabah.
Motivasi dalam Al-Qur'an dan Hadis: Landasan Spiritual untuk Meraih Kesuksesan dalam Pendidikan Bustari; Syafrudin; Rehani; Sanusi, Ihsan; Kurnia, Asraf
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 6 No 1 (2025): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, January 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1333

Abstract

Motivasi merupakan elemen mendasar yang menentukan keberhasilan dalam pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Dalam Islam, motivasi memiliki dimensi spiritual yang mendalam, sebagaimana tercermin dalam Al-Qur'an dan hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menggali konsep motivasi dalam Al-Qur'an dan hadis serta menganalisis relevansinya dalam konteks pendidikan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, hadis Nabi, dan pandangan para ulama serta tokoh pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dalam Al-Qur'an memiliki empat inti utama: (1) Berorientasi pada Akhirat, yakni menjadikan rida Allah dan kebahagiaan akhirat sebagai tujuan tertinggi; (2) Niat yang Benar, di mana setiap tindakan harus dimulai dengan keikhlasan; (3) Keseimbangan Dunia dan Akhirat, yaitu motivasi duniawi diperbolehkan asalkan selaras dengan nilai-nilai Islam; dan (4) Dorongan Spiritual, yang melibatkan cinta, takut, dan harapan kepada Allah. Temuan ini menegaskan bahwa motivasi spiritual dalam Islam tidak hanya relevan untuk membangun semangat belajar, tetapi juga membentuk sistem pendidikan yang holistik dan berorientasi pada keberkahan dunia dan akhirat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi nilai-nilai motivasi dalam Al-Qur'an dan hadis ke dalam pendidikan dapat memperkuat karakter peserta didik, meningkatkan kualitas proses pembelajaran, dan menciptakan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus berakhlak mulia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai spiritual Islam. Motivation is a fundamental element that determines success in learning and character development of students. In Islam, motivation possesses a profound spiritual dimension, as reflected in the Qur'an and Hadith. This study aims to explore the concept of motivation in the Qur'an and Hadith and analyze its relevance in the context of education. The methodology employed is a literature review with a descriptive qualitative approach, examining Qur'anic verses, Hadiths of the Prophet, and the perspectives of Islamic scholars and education figures. The research findings reveal that motivation in the Qur'an encompasses four main principles: (1) Focus on the Hereafter, which places the pleasure of Allah and happiness in the Hereafter as the ultimate goal; (2) Correct Intention, where every action should begin with sincerity; (3) Balance between the World and the Hereafter, meaning worldly motivations are permissible as long as they align with Islamic values; and (4) Spiritual Encouragement, involving love, fear, and hope in Allah. These findings affirm that spiritual motivation in Islam is not only relevant for fostering a learning spirit but also for shaping an education system that is holistic and oriented towards blessings in both this world and the Hereafter. The conclusion of this study is that integrating the values of motivation found in the Qur'an and Hadith into education can strengthen the character of students, enhance the quality of the learning process, and create a generation that is intellectually brilliant while also possessing noble morals. This finding is expected to contribute to the development of education based on Islamic spiritual values.
Hikmah Ayat-Ayat Al-Qur’an Muhkam dan Mutasyabih dalam Perspektif Ulama Klasik Rosmah; Basri, Halimah; Khalid, M.Rusydi
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 6 No 1 (2025): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, January 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1334

Abstract

Penelitian ini membahas muhkam wa mutasyabih , yaitu ayat-ayat yang kokoh,tegas (Indah dan Jelas) maknanya dalam Al-qur’an dan ayat-ayat yang maksud makna lahirnya samar. Penelitian ini bertujuan untuk menggali hikma adanya ayat-ayat muhkam dan mutasyabih dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka. Dalam konteks ini, penulis berusaha menemukan dan menyusun beragam informasi mengenai Hikmah dan nilai pendidikan yang terkandung dalam ayat-ayat muhkam dan mutasyabih dalam Al- Quran. Selain itu, Al-Quran juga diakui sebagai mukjizat dan karya sastra terbesar dalam sejarah manusia, mengandung ayat-ayat tersirat atau mutasyabih yang menjadi subjek yang tak pernah habis untuk dikaji. Ayat-ayat muhkam dan mutasyabih saling melengkapi, membawa hikmah dan nilai-nilai pendidikan yang tak terbatas. Memahami keduanya seolah-olah membuka pintu pemahaman terhadap hikmah dalam wahyu Al-Quran itu sendiri. This research discusses muhkam wa mutasyabih, which are verses that are solid, firm (Beautiful and Clear) in the Qur'an and verses whose meaning is vague. This research aims to explore the wisdom of the verses of muhkam and mutasyabih in the Qur'an. This study uses a literature study approach. In this context, the author tries to find and compile a variety of information about the wisdom and value of education contained in the verses of muhkam and mutasyabih in the Quran. In addition, the Qur'an is also recognized as the greatest miracle and literary work in human history, containing implicit verses or mutasyabih that are never-ending subjects to study. The verses of muhkam and mutasyabih complement each other, bringing infinite wisdom and educational values. Understanding both is like opening the door to understanding the wisdom in the revelation of the Qur'an itself.
Problematika Ekstrakurikuler Perspektif Fahmi Muhammad Muqbil di Era Digital Mutammimah, Darun; Muhlis, Achmad
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 6 No 1 (2025): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, January 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1335

Abstract

Konsep kegiatan ekstrakurikuler menurut Fahmi Taufiq Muhammad Muqbil menekankan peran penting kegiatan ini dalam pengembangan karakter dan keterampilan peserta didik di luar kurikulum formal. Fahmi berargumen bahwa ekstrakurikuler bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai wadah yang strategis untuk membentuk kepribadian, keterampilan sosial, dan kepemimpinan peserta didik. Dalam perspektifnya, kegiatan ekstrakurikuler harus dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi peserta didik, serta mengintegrasikan nilai-nilai moral dan etika. Selain itu, Fahmi menyoroti pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler. Pada era digital ini, akses pengembangan minat dan bakat semakin mudah. Peserta didik dapat mengasah kemampuannya secara mandiri melalui teknologi digital. Namun di sisi lain, pekembangan digital juga mengkhawatirkan. Peserta didik dapat kecanduan gadjet atau media sosial apabila tidak dikontrol dengan baik. Selain itu, durasi screen time yang tidak dibatasi juga berdampak pada jiwa sosialnya. Dengan pendekatan yang holistik dan inklusif, diharapkan kegiatan ekstrakurikuler dapat berkontribusi signifikan dalam membekali peserta didik dengan kemampuan yang relevan untuk menghadapi tantangan di masa depan. The concept of extracurricular activities according to Fahmi Taufiq Muhammad Muqbil emphasizes the important role of these activities in developing the character and skills of students outside the formal curriculum. Fahmi argues that extracurricular activities are not just supplementary but serve as a strategic platform for shaping personality, social skills, and leadership among students. In his perspective, extracurricular activities should be designed with consideration for the needs and potential of the students, as well as integrating moral and ethical values. Furthermore, Fahmi highlights the importance of collaboration between schools, parents, and the community in supporting the success of extracurricular activities. In this digital age, access to developing interests and talents has become easier, allowing students to hone their skills independently through digital technology. However, the digital landscape also presents concerns, as students may become addicted to gadgets or social media if not properly monitored. Additionally, unregulated screen time can negatively impact their social well-being. With a holistic and inclusive approach, extracurricular activities are expected to significantly contribute to equipping students with relevant skills to face future challenges.
Kajian Tafsir Surat Al-Kahfi ayat 17 dan 25 dalam Konteks Sejarah dan Perjuangan Lahirnya Bangsa Indonesia Suwandi; Susiawati, Wati
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 6 No 1 (2025): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, January 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan tafsir al-Qur’an 18:17,25 untuk mengkaji konteks sosial, Sejarah, dan perjuangan bangsa Indonesia. Beberapa mufasir Al-Qur’an dari masa-ke masa belum menemukan dalam penelitiannya secara eksplisit dan spesifik menafsirkan tentang al-Qur’an18:17, 25 sebagai sebuah ayat, tanda, atau tonggak sejarah lahirnya bangsa Indonesia. Maka peneliti tertarik untuk meneliti tafsir surat Al-Kahfi 18;17,25 yang berkisah tentang para pemuda yang tinggal di gua selama kurun waktu 309 tahun. Pendekatan historis dan metode tafsir tematik digunakan dalam penelitian ini yang bertujuan untuk menyoroti hubungan antara tafsir al-Qur'ani dan realitas perjuangan bangsa Indonesia. Penelitian ini akan menggali bagaimana kedua ayat tersebut dapat diaplikasikan dalam konteks sosial dan sejarah lahirnya bangsa Indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan adanya pesan yang tersirat dalam al-Qur’an 18:17, 25 dengan sejarah lahirnya bangsa Indonesia.
Peran Madrasah Kabupaten Nunukan dalam Mengaktualisasikan Islam Berwawasan Kebangsaan untuk Meneguhkan Sikap Moderasi Beragama Pahmuddin, M.; Fitriono, Eko Nani
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 6 No 1 (2025): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, January 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1337

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran madrasah yang ada di Kabupaten Nunukan dalam upaya menginternalisasikan Islam berwawasan kebangsaaan untuk meneguhkan moderasi beragama terhadap siswanya. Penelitian ini menggunakan sampel pada beberapa madrasah yang ada di Kabupaten Nunukan, di mana madrasah yang dijadikan sampel dianggap telah mengaplikasikan nilai kebangsaan yang berorientasi pada sikap moderat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penggalian data menggunakan pengamatan langsung (observasi), wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yakni: Pertama, cara atau metode yang digunakan oleh madrasah beragam dalam mengaplikasikan Islam berwawasan kebangsaan yang meneguhkan sikap moderasi beragama; MA Al-Anshari Nunukan yang merupakan sekolah di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren sedari awal telah menanamkan sikap hubb al-wathan min al-īman (mencintai tanah air bagian dari iman) kepada siswanya, sehingga antara agama dan kecintaan kepada bangsa dan negara merupakan satu kesatuan, sementara pada MA YIIPS Sebatik Timur para guru tidak hanya mengajarkan nilai agama kepada para siswa, namun mereka juga aktif melibatkan para siswa dalam kegiatan hari besar nasional untuk mengenang jasa para pendahulu bangsa, sehingga lahir siswa yang memiliki jiwa nasionalisme. Pembelajaran yang berkaitan dengan kebangsaan, seperti PKn juga dimanfaatkan untuk menanamkan nilai Islam berwawasan kebangsaan kepada siswa sebagaimana yang dilakukan di MI Roudhatut Tarbiyah Nunukan. Kedua, urgensi wawasan kebangsaan di madrasah yakni: dapat menjadi alat yang efektif dalam mencegah radikalisme, memperkuat identitas nasional, dan dapat menumbuhkan sikap aktif untuk dapat saling bertoleransi. The aim of this research is to determine the role of madrasah in Nunukan Regency in efforts to internalize Islam with a national perspective to enforce religious moderation for their students. This research uses samples from several madrasah in Nunukan Regency, where the madrasah used as samples are considered to have applied national values ​​that are oriented towards a moderate attitude. The research method used is a descriptive qualitative approach. Data collection uses direct observation, interviews and documentation. The results of this research are: First, the methods or methods used by madrasas are varied in applying Islam with a national perspective which reinforces an attitude of religious moderation; MA Al-Anshari Nunukan, which is a school under the auspices of the Islamic Boarding School Foundation, has from the start instilled the attitude of hubb al-wathan min al-īman (loving the homeland is part of faith) in its students, so that religion and love of the nation and state are one unit. , while at MA YIIPS Sebatik Timur the teachers not only teach religious values ​​to students, but they also actively involve students in national holiday activities to commemorate the services of the nation's predecessors, so that students are born who have a spirit of nationalism. Learning related to nationality, such as Civics, is also used to instill Islamic values ​​with a national perspective in students as is done at MI Roudhatut Tarbiyah Nunukan. Second, the urgency of national insight in madrasas is that: it can be an effective tool in preventing radicalism, strengthening national identity, and can foster an active attitude towards mutual tolerance
Evaluasi Manajemen Otonomi Pendidikan Islam di MTs Darunnajah Kabupaten Kerinci: Pendekatan Metode Evaluasi untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Oviensy, Vegia; Sabri, Ahmad; Remiswal; Jamin, Ahmad
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 6 No 1 (2025): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, January 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen otonomi pendidikan Islam di MTs Darunnajah Kabupaten Kerinci dengan menggunakan metode penelitian evaluasi. Pendidikan Islam yang diterapkan di lembaga ini berupaya untuk menciptakan sistem yang mandiri dan berkualitas melalui otonomi yang diberikan pada pengelolaan kurikulum, sumber daya, serta kebijakan pendidikan. Namun, tantangan yang dihadapi dalam implementasinya perlu dievaluasi agar dapat meningkatkan efektivitas dan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product), yang mencakup analisis konteks kebijakan otonomi, sumber daya yang tersedia, proses manajerial yang dilakukan, serta produk atau hasil yang dicapai oleh lembaga pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen otonomi pendidikan Islam di MTs Darunnajah Kabupaten Kerinci sudah berjalan cukup baik, namun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal pembiayaan, pelatihan tenaga pengajar, serta evaluasi pembelajaran yang lebih sistematis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif bagi pengembangan manajemen pendidikan Islam di lembaga serupa, dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. This research aims to facilitate the autonomous management of Islamic education at MTs Darunnajah, Kerinci Regency using evaluation research methods. The Islamic education implemented at this institution seeks to create an independent and quality system through the autonomy given to the management of curriculum, resources and educational policies. However, the challenges faced in its implementation need to be evaluated in order to improve the effectiveness and quality of education. This research uses the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation approach, which includes analysis of the autonomy policy context, available resources, managerial processes carried out, as well as the products or results achieved by educational institutions. Data was collected through interviews, observation and documentation, which was then analyzed descriptively. The results of the research show that the autonomous management of Islamic education at MTs Darunnajah, Kerinci Regency has gone quite well, but there are still several aspects that need to be improved, especially in terms of financing, teaching staff training, and more systematic learning evaluation. It is hoped that this research can provide constructive recommendations for the development of Islamic education management in similar institutions, with the aim of improving the overall quality of education.
Tulisan Arab “NYENTRIK” Pada Kendaraan (Studi Analisis Berdasarkan Semiotika dan Sosiolinguistik) Hidayat, Muhammad Syaiful Bahri; Abasir, Muttorik Alil; Daroini, Muchlis; Utomo, Ainur Alam Budi; Fatimah, Siti
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 6 No 1 (2025): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, January 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1339

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya ekspresi-ekspresi tulisan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Wacana tulisan saat ini berkembang sangatlah cepat. Salah satunya tulisan-tulisan yang tampak dalam kendaraan-kendaraan pribadi masyarakat. Penelitian ini mengeksplorasi fenomena tulisan nyentrik berlafaz Arab yang sering ditemukan pada kendaraan, khususnya di Indonesia dan negara-negara berbahasa Arab. Dengan menggunakan pendekatan semiotika dan sosiolinguistik, penelitian ini menganalisis bagaimana tulisan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiasan estetik semata, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang mencerminkan identitas sosial, ideologi, dan interaksi budaya. Melalui pendekatan semiotika Ferdinand De Saussure, tulisan-tulisan di kendaraan diuraikan sebagai tanda yang memiliki makna mendalam di balik simbol-simbol huruf Arab, yang kadang digunakan untuk humor, sindiran, atau pesan religius. Sementara dari perspektif sosiolinguistik, tulisan berlafaz Arab dipahami sebagai bagian dari konstruksi sosial, yang mencerminkan status pemilik kendaraan serta pemaknaan terhadap budaya dan agama. Penelitian ini menemukan bahwa fenomena ini tidak hanya sekedar tren visual, tetapi juga sebuah media untuk mengungkapkan sikap sosial, politik, dan religius, serta interaksi identitas dalam ruang publik. This research is motivated by the many written expressions that exist in everyday life. The current writing discourse is developing very quickly. One of them is the writing that appears on people's private vehicles. This research explores the phenomenon of eccentric writing in Arabic that is often found on vehicles, especially in Indonesia and Arabic-speaking countries. Using semiotic and sociolinguistic approaches, this research analyzes how writing not only functions as aesthetic decoration, but also as a communication tool that reflects social identity, ideology and cultural interaction. Through Ferdinand De Saussure's semiotic approach, the writing on vehicles is described as a sign that has a deep meaning behind the Arabic letter symbols, which are sometimes used for humor, satire or religious messages. Meanwhile, from a sociolinguistic perspective, Arabic language writing is understood as part of a social construction, reflecting the status of the vehicle owner as well as the meaning of culture and religion. This research found that this phenomenon is not just a visual trend, but also a medium for expressing social, political and religious attitudes, as well as identity interactions in public spaces.