cover
Contact Name
Ridi Arif
Contact Email
jpim-lppm@apps.ipb.ac.id
Phone
+62251-8622093
Journal Mail Official
jpim-lppm@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB), Gedung Andi Hakim Nasoetion Lantai 5, Kampus IPB Darmaga-Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2721897X     DOI : -
Core Subject : Social,
Artikel yang dimuat pada Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (JPIM) berhubungan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi deskripsi inovasi, praktik, dan perubahan kondisi masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa karya ilmiah yang berisi penerapan hasil penelitian dan atau pengembangan IPTEKS (inovasi). Klasifikasi hasil penelitian yang dapat diterapkan langsung dan dibutuhkan oleh masyarakat pengguna, berupa: 1) Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka memberdayakan masyarakat; 2) Teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat; 3)Model penyelesaian masalah, rekayasa sosial, dan/atau rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, industri, dan/atau Pemerintah; atau 4) Hak kekayaan intelektual (HKI) yang berorientasi pada pengembangan komunitas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 341 Documents
Pemetaan Digital Wilayah Sebaran Stunting di Desa Suniarsih, Kabupaten Tegal Nisa, Kamilatun; Afifah, Nina Indria; Marsha, Shabrina; Afrizal, Deni; Ahadiah, Shabrina Rizki; Ramadhan, Dhiya Puja; Nurmahfuzhah, Nisrina; Sutardi, Lina Noviyanti; Prajanto, Guna
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.4.2.31-39

Abstract

Stunting di Indonesia hingga saat ini masih menjadi isu nasional karena dampaknya terhadap keberlangsungan kualitas sumber daya manusia, tak terkecuali di Desa Suniarsih, Kabupaten Tegal. Program yang diinisiasi pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) ini bertujuan untuk membantu optimalisasi kinerja posyandu dan validasi data stunting melalui pemetaan digital sebagai upaya mempermudah penanganan kejadian stunting di Desa Suniarsih, Kabupaten Tegal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui observasi dan wawancara pada 16 keluarga dengan balita stunting yang diambil melalui teknik random sampling dari empat wilayah posyandu di Desa Suniarsih, Kabupaten Tegal. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan WHO anthro. Hasil tersebut kemudian digunakan sebagai bahan untuk pemetaan digital wilayah persebaran kasus stunting di Desa Suniarsih dilakukan di 16 titik lokasi yang terpilih.
Pembuatan Pupuk Organik Fermentasi Berbahan Dasar Kotoran Burung Puyuh Putri, Melani Yunita; Hidayat, Rahmat; Sofiyanti, Maya; Pratama, Rezha Wahyu; Maya Sofiyanti
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.4.2.69-74

Abstract

Mahasiswa KKN-T Kolaboratif IPB University, Universitas Darussalam Gontor, dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo melaksanakan pengabdian di Desa Bareng, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo dengan tujuan memberikan edukasi, pelatihan, dan praktik pembuatan pupuk organik dari kotoran burung puyuh kepada para petani sekitar. Program ini dicetuskan atas dasar banyaknya limbah kotoran burung puyuh yang tidak dimanfaatkan oleh petani dan tingginya penggunaan pupuk anorganik. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN-T menggandeng petani yang ada di Desa Bareng, perangkat desa, Gapoktan Desa Bareng, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo. Pengolahan limbah kotoran burung puyuh menjadi pupuk organik fermentasi dengan menggunakan bahan tambahan berupa senyawa EM4 dan kapur dolomit. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi program kepada pihak-pihak yang terkait, penyuluhan, pengarahan, dan diakhiri dengan praktik pembuatan pupuk organik fermentasi yang akan dipandu oleh pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertahankan). Dengan adanya kegiatan ini, petani teredukasi dan mampu membuat pupuk organik fermentasi secara mandiri dari limbah kotoran ternak, serta dapat diaplikasikan ke lahan pertaniannya. Selain itu, kegiatan ini dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik yang dinilai relatif lebih mahal dan merusak kualitas tanah.
Demonstrasi Pengolahan Bubuk Jahe Merah sebagai Ide Wirausaha Minuman Instan Berkhasiat di Desa Batu Busuk Asvarhoza, Genta; Halim, Muhammad; Sarmila, Sarmila; Putra, Adriansyah Nanda; Annisa , Alifia Mutiara; Winarti, Novia; Hamidah, Wanda; Vino , Okta; Yudha, Trah; Elvaza, Azzara Putri; Ambarsari, Laksmi
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.68-76

Abstract

Umumnya jahe digunakan oleh masyarakat di Desa Batu Busuk untuk berbagai kepentingan, misalnya sebagai campuran bahan makanan dan minuman. Jahe merah memiliki banyak manfaat yang berguna untuk kesehatan. Selama masa pandemi ini kebutuhan masyarakat akan jahe mengalami peningkatan sehingga perlu adanya inovasi produk olahan jahe salah satunya bubuk jahe merah instan. Pengolahan jahe merah yang dipadukan dengan gula serta bisa ditambahkan rempah lain sebagai pelengkap sehingga menjadi bubuk jahe merah yang dinamakan jahe next level (JNL). Olahan jahe merah ini nantinya bisa dijadikan minuman yang berkhasiat untuk kesehatan. Pengolahan jahe merah menjadi bubuk jahe merah meningkatkan nilai mutu produk pangan tersebut di samping khasiatnya yang sangat bermanfaat. Bubuk jahe merah dapat menjadi produk pangan alternatif bagi masyarakat yang ingin mengonsumsi minuman jahe dengan penyajian yang mudah yaitu dengan cara diseduh dengan air hangat. Selain itu, pengolahan bubuk jahe merah juga dapat menjadi ladang wirausaha yang menguntungkan bagi masyarakat di Desa Batu Busuk. Melalui demonstrasi pengolahan bubuk jahe merah diharapkan dapat memberikan ide produk wirausaha minuman berkhasiat bagi masyarakat di Desa Batu Busuk.
Inovasi Lubang Resapan Biopori Menggunakan Pipa Paralon sebagai Upaya Mengurangi Penumpukan Sampah Organik di Desa Margasari Erinasari, Fannia Dwi; Hawa, U'un Maliun; Farisa, Dian Tiara; Fathurrohman, Muhammad Iqbal
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.61-67

Abstract

Margasari Village, Margasari District, Tegal Regency is an area with land use aimed at buildings, yard land, tegalan, rice fields, and plantations. The people of Margasari Village regarding rainwater infiltration and organic waste management have resulted in environmental problems such as garbage accumulation, puddles of water, and health problems. Therefore, the IPB KKN-T team conducts socialization activities for making and installation of biopore infiltration holes (LRB) in several areas of residents. In addition, the KKN-T team also provides counseling regarding the benefits of installing this LRB to local residents. With this socialization, it is hoped that people can manage household organic waste independently in their respective homelands so that they can give a good impact to overcome flood problems and land water reserves. Organic waste management can also reduce the buildup of garbage and make it easier for recycling and processing. In addition, with the management of organic waste in this LRB, it will be used as compost fertilizer after the trash is decomposed. The biopore counseling program in Margasari Village, Tegal began with the stages of socialization, manufacture, and installation of LRB in several residents' houses. This program gains a positive response from society related to sustainable environmental and economic preservation.
Pencegahan Banjir dan Penumpukan Sampah Melalui Penerapan Lubang Biopori di Desa Jayabakti, Sukabumi Mustopa, Azhar Kamal; Rianto, Ilham Agus Dwi; Dewi, Radha Larasati; Aziz, Salsabila Syakira; Agnesia, Nolla; Jelata, Tedi Irfan; Silalahi, Muhammad Rizal Martua; Rahmi, Mia Widya; Andini, Putri; Arinana, Arinana
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.34-42

Abstract

Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi sering mengalami genangan air bahkan banjir saat intensitas hujan tinggi. Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya daerah resapan air akibat penumpukan sampah. Secara umum, pengetahuan masyarakat Desa Jayabakti mengenai pengelolaan sampah juga masih minim. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian dilakukan untuk memberi pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran bagi masyarakat mengenai penerapan lubang resapan biopori. Tujuan dari program pembuatan lubang biopori diantaranya meningkatkan serapan air ke dalam tanah guna mengurangi terjadinya banjir, meningkatkan kualitas tanah di sekitar tempat terpasangnya biopori, dan memanfaatkan sampah organik sebagai kompos. Kegiatan perbaikan saluran air beserta pembuatan lubang biopori di beberapa titik genangan air sudah terlaksana dengan baik dan telah mencapai tujuan yang diharapkan yaitu serapan air ke dalam tanah dan kualitas tanah yang semakin meningkat sehingga dapat mencegah banjir. Namun dalam pelaksanaan kegiatan biopori selanjutnya, perlu diperhatikan lokasi penempatan lubang yang sesuai sehingga manfaatnya dapat lebih optimal. Selain itu diperlukan peran masyarakat dalam memperbanyak pembuatan dan perawatan biopori agar penggunaannya dapat berkelanjutan.
Edukasi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga dan Pembuatan Lubang Biopori Iswantari, Aliati; Yulandari, Dwi Yuni; Yulianto, Gatot
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.1-9

Abstract

Pencemaran sungai perlu diupayakan solusinya mengingat dampaknya terhadap kehidupan biota perairan dan sosial ekonomi masyarakat. Salah satu sumber pencemaran sungai berasal dari sampah organik rumah tangga yang banyak dibuang ke lingkungan perairan. Sampah tersebut dapat meningkatkan kandungan bahan organik di perairan. Tujuan kegiatan ini adalah menyajikan dan menganalisis pelaksanaan edukasi pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk cair dan kompos agar sampah tidak dibuang lagi ke sungai. Kegiatan dilaksanakan di Kampung Arban Bawah, Desa Gunung Bunder 2, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor pada bulan Mei sampai Juni 2022. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, memberikan materi pelatihan, praktik langsung, dan melakukan pemantauan. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Edukasi dan aksi dilakukan melalui kegiatan pelatihan, pembuatan pupuk cair dan kompos dari sampah, pembuatan lubang biopori serta pemberian bantuan bak sampah dan pelubang biopori. Hasil pre-test menunjukkan bahwa masyarakat tidak mengetahui tentang mikroorganisme dalam sampah organik dan masyarakat belum mengetahui tentang pengelolaan sampah yang baik. Setelah dilakukan kegiatan pelatihan, diperoleh hasil bahwa masyarakat mengetahui tentang mikroorganisme dalam sampah organik, lubang biopori, dapat mengelola sampah, dan mau melakukan pengelolaan sampah menjadi pupuk cair dan kompos.
Aplikasi Irigasi Cerdas di P4S Buana Lestari, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur Saptomo , Satyanto Krido; Istiaji, Bonjok; Prastowo, Prastowo
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.22-33

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan uji coba dan membuat percontohan salah satu bentuk aplikasi irigasi cerdas pada budidaya tanaman melon dengan sistem hidroponik, serta untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam mengatur jadwal irigasi. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya efisiensi irigasi, produktivitas air irigasi, dan pendapatan usaha tani. Teknologi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sistem irigasi cerdas berbasis IoT. Sistem irigasi cerdas yang digunakan terdiri dari sensor kelembapan tanah yang akan mendeteksi tingkat kebasahan tanah, ditanam pada kedalaman sesuai kebutuhan teknis irigasi. Informasi dari sensor akan dimasukkan ke programmable controller yang memiliki fungsi Internet of Things (IoT) dengan koneksi nirkabel ke cloud server. Hasil pengukuran nilai EU pada jaringan irigasi tetes terpasang tergolong tinggi, yaitu berkisar antara 81,55% – 83,24 %. Hal ini berarti bahwa dimanapun posisi pemasangan sensor, akan secara relatif mewakili kondisi kadar air media tanam aktual di lapangan. Aplikasi irigasi cerdas dapat meningkatkan efisiensi irigasi tetes pada budidaya melon dengan sistem hidroponik, yaitu penghematan air nutrisi sebesar 6.500 mL per tanaman atau sebesar 7,64%, setara dengan Rp183,00/tanaman melon. Dengan aplikasi irigasi cerdas, produktivitas air irigasi dan nutrisi sebesar 20 g melon per 1 L air irigasi. Uji coba aplikasi irigasi cerdas ini perlu dilanjutkan dengan sistem penjadwalan irigasi on-demand, untuk memperoleh efisiensi irigasi dan produktivitas air tertinggi.
Penerapan Biodigester Untuk Pengolahan Air Limbah Industri Tapioka Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan di Rumah Produksi Pangan Selopamioro, Yogyakarta Sutiarso, Lilik; Karyadi, Joko Nugroho Wahyu; Masithoh, Rudiati Evi; Ngadisih, Ngadisih; Radi, Radi; Nugroho, Andri Prima; Hajad, Makbul; Zahra, Aryanis Mutia; Lestari, Prieskarinda
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.43-60

Abstract

Singkong merupakan salah satu komoditas unggulan di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Produktivitas singkong di Desa Selopamioro cukup tinggi mencapai 2,75 ton/ha dengan luas total lahan 415 ha. Namun, potensi besar komoditas singkong tersebut masih menghadapi berbagai tantangan dari sektor petani, produksi, kualitas, rendahnya harga jual, hingga terbatasnya akses pemasaran. Pengolahan singkong menjadi tepung singkong termodifikasi (modified cassava flour, mocaf) dan olahan pangannya merupakan inovasi yang telah diterapkan di rumah produksi pangan (RPP) Selopamioro untuk meningkatkan nilai tambah singkong dan diversifikasi produknya. RPP Selopamioro juga dikelola bersama oleh kelompok petani. Namun, proses pembuatan mocaf menghasilkan air limbah sehingga menyebabkan permasalahan bau tidak sedap di masyarakat dan mencemari lingkungan karena belum diolah secara tepat. Air limbah mocaf bersifat asam dan tinggi kandungan bahan organik. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan bau akibat air limbah mocaf di masyarakat, penerapan biodigester sebagai teknologi pengolahan limbah berkelanjutan, menjadikan RPP Selopamioro sebagai sentra transfer pengetahuan pengolahan pangan berwawasan lingkungan, implementasi model pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada Juli – September 2022 dengan monitoring berkala. Implementasi biodigester mampu mengolah air limbah mocaf dengan persentase penyisihan BOD, COD, TDS, sianida, total amonia masing-masing berkisar 97,47; 96,53; 12,94; 93,75; 97,17%, dan meningkatkan DO hingga 614,29%. Hal ini sekaligus menyelesaikan permasalahan bau tidak sedap karena air limbah mocaf sudah terolah dengan tepat dan tidak ada lagi keluhan dari masyarakat. Hasil pelaksanaan kegiatan juga telah mampu mengimplementasikan model pemberdayaan masyarakat berkelanjutan dan mewujudkan sentra pengolahan produk pangan lokal berwawasan lingkungan.
Edukasi Penyakit Mulut dan Kuku serta Pengolahan Daging pada Masyarakat Desa Pangkal Jaya (Kabupaten Bogor) untuk Mencegah Penularan Penyakit pada Hewan Berkuku Belah Afni, Niama Vinka Nur; Anidya, Dea Khalissa; Najibah, Syaikhah; Manisyah, Manisyah; Sudrajat, Agum Hideo; Gusthama, Raihandika; Akbar, Roro Intan Sasmaya; Mahdiansyah, Fauzan Luqmannnurhakim; Sarita, Nur Rahmah; Ummah, Fadhilah; Budiono, Novericko Ginger
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.10-21

Abstract

Foot and mouth disease (FMD) is caused by a viral infection (Genus Aphthovirus; Family Picornaviridae) that infects split-toed animals. This disease impacts the economic, social, and cultural sectors. Indonesia has been free of FMD since 1986, verified by the World Organization of Animal Health in 1990. FMD reappeared as a re-emerging animal disease in Indonesia on June 25, 2022, based on the Decree of the Minister of Agriculture of the Republic of Indonesia No. 500.1/KPTS/PK/300/M/06/2022. Although Pangkal Jaya Village, Nanggung District, Bogor District has yet to become an outbreak area, according to the Ministry of Agriculture, education for residents is also needed regarding this disease to prevent more comprehensive transmission. Education is also emphasized that FMD is not transmitted from animal to human. Education on FMD and procedures for processing meat from animals infected with FMD is carried out by presenting material with power points, pamphlets, and posters. Participants were very enthusiastic about participating in the socialization activities, with the number of participants exceeding expectations and a positive response from the participants to the activities. This activity increased public knowledge by being represented by 3 participants who correctly answered each of the questions given during the interactive quiz session at the end of the activity. After the socialization, residents can learn about the procedures for properly handling meat from animals that suffer from FMD so that it is safe for human consumption, as well as an effort to prevent transmission to other sensitive animals.
Identifikasi Penyebab Kematian Domba Melalui Bedah Bangkai di Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi Sharon Aurellia; Armando Balses Ishimora; Dwi Rofifah Putri Jania; Putri Ramadhanty; Aisyah Aisyah; Alfina Zalfa Suryono; Rafida Nisa Maghfiroh; Siti Magfiroh; Antonius Anre Sianturi; Ranady Perwira Nuruzzaman; Akhmad Endang Zainal Hasan; Vetnizah Juniantito
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.116-127

Abstract

Sheep breeders generally raise their sheep by releasing and allowing their livestock to graze wildly. This causes the sheep to receive feed intake with unbalanced nutrition. One of the student programs in the KKN-T IPB University in Pantai Mekar Village, Muara Gembong District, Bekasi Regency, were checking physical conditions, socializing management of sheep maintenance and distribution of vitamin B complex which to improve the health of the sheep. It was reported that four sheep were found dead after B complex vitamin administration to in four days. The sheep cadavers were brought to the School of Veterinary and Biomedical Sciences, IPB to undergo carcass surgery or necropsy to reveal the cause of death. The results of necropsy found Haemonchus contortus worm infestation in the abomasum of sheep, accompanied by accumulation of fluid under the skin, chest cavity, stomach, and lungs. The cause of death of the four sheep based on necropsy was caused by severe infestation of the Haemonchus contortus type of worm and malnutrition, which lead to hypoalbuminemia and progressed to edema in the lungs, which resulted in shortness of breath (dyspnea). In this case the necropsy results showed that the administration of vitamin B complex was not the cause of the death of the sheep.